v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Studi Desktiptif Mengenai Orientasi Masa Depan Bidang
Pekerjaan Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Yang Sedang Mengambil Skripsi Di
Universitas “X” Kota Bandung. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran mengenai orientasi masa depan bidang pekerjaan pada mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang
mengambil skripsi di Universitas “X”Kota Bandung.
Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 49 mahasiswa Fakultas Psikologi yang
sedang mengambil skripsi di Universitas “X” kota Bandung. Alat ukur yang digunakan
merupakan hasil modifikasi peneliti, berdasarkan teori Orientasi Masa Depan dari Seginer (2009).
Alat ukur ini terdiri dari 30 item yang menggambarkan orientasi masa depan bidang pekerjaan, setiap nomor mewakili 3 komponen orientasi masa depan bidang pekerjaan dan memiliki 4 pilihan jawaban yang harus dipilih salah satunya oleh responden. Untuk pengujian validitas item pada alat ukur menggunakan korelasi spearman dengan range validitas 0,308 – 0,680 sedangkan pengujian reabilitas menggunakan penghitungann Alpha Cronbach sebesar 0,744.
vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT
This research, entitled “Descriptive Study About Future Orientation In Job Area On Students Of Faculty Of Psychology That Taking Thesis at The University “X” in Bandung”.
This research is aim to get a description about future-orientated in job area on students
Faculty of Psychology that taking thesis at University “X” in Bandung.
The sample selection using purposive sampling method and sample in this research amounted to 49 students of the Faculty of Psychology that taking thesis at the University "X" in Bandung. Measuring instrument that used was modified by the rersearchers based on
theory “Future Orientation Seginer” (2009).
This questionnaire contain 30 items that describe future-oriented field of work, each number representing the three components of future-oriented field of work and have 4 answer choices that should be selected one by the respondents. Validity of this measuring instruments is using Spearman correlation with validity range between 0,308 – 0,680, while reliability testing is using Alpha Cronbach counting equal to 0,744.
ix Universitas Kristen Maranatha DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL...i
LEMBAR PENGESAHAN...ii
PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN...iii
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN...iv
ABSTRAK...v
ABSTRACT...vi
KATA PENGANTAR...vii
DAFTAR ISI...ix
DAFTAR TABEL...xiii
DAFTAR BAGAN...xiv
DAFTAR LAMPIRAN...xv
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Identifikasi Masalah...7
1.3 Maksud dan Tujuan...7
1.3.1 Maksud Penelitian...7
1.3.2 Tujuan Penelitian...7
1.4 Kegunaan Penelitian...7
1.4.1 Kegunaan Teoritis...7
1.4.2 Kegunaan Praktis ...8
1.5 Kerangka Pemikiran...8
x Universitas Kristen Maranatha
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...18
2.1 Teori Orientasi Masa Depan...18
2.1.1 Pengertian Orientasi Masa Depan...18
2.1.2 Sejarah Perkembangan Orientasi Masa Depan...18
2.1.3 Proses Orientasi Masa Depan...20
2.1.4 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Orientasi Masa Depan...24
2.2 Tahap Perkembangan Dewasa Awal...29
2.2.1 Transisi Masa Remaja Menuju Dewasa ...29
2.2.2 Pengertian Dewasa Awal ...29
2.2.2 Karakteristik Dewasa Awal...29
2.2.3 Perkembangan Fisik Dewasa Awal...30
2.2.4 Perkembangan Kognitif Dewasa Awal...31
2.2.5 Karier dan Pekerjaan...31
BAB III METODE PENELITIAN...34
3.1 Rancangan dan Prosedur Penelitian...34
3.2 Bagan Prosedur Penelitian...34
3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional...34
3.3.1 Variabel Penelitian...34
3.3.2 Definisi Konseptual...34
3.3.3 Definisi Operasiona...34
xi Universitas Kristen Maranatha
3.4.1 Alat Ukur Orientasi Masa Depan...36
3.4.2 Data Pribadi dan Data Penunjang...40
3.4.2.1 Data Pribadi...40
3.4.2.2 Data Penunjang...40
3.4.3 Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur...40
3.4.3.1 Validitas Alat Ukur...40
3.4.3.2 Reliabilitas Alat Ukur...42
3.5 Populasi dan Teknik Penarikan Sampel...43
3.5.1 Populasi Sasaran...43
3.5.2 Karakteristik Sampel...43
3.5.3 Teknik Penarikan Sampel...43
3.6 Teknik Analisis Data...43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...45
4.1 Gambaran Responden...45
4.1.1 Gambaran Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...45
4.1.2 Gambaran Responden Berdasarkan Usia...46
4.1.3 Gambaran Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan Yang Diinginkan...46
xii Universitas Kristen Maranatha
4.2 Hasil Penelitian...48
4.2.1 Gambaran Hasil Penelitian Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan...48
4.2.2 Gambaran Komponen Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan...49
4.2.2.1 Tabulasi Silang Antara Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan dengan Komponen Motivational...50
4.2.2.2 Tabulasi Silang Antara Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan dengan Komponen Cognitive Representative...51
4.2.2.3 Tabulasi Silang Antara Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan dengan Komponen Behavioral...51
4.3 Pembahasan...52
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...59
5.1 Kesimpulan...59
5.2 Saran...60
5.2.1 Saran Teoritis...60
5.2.2 Saran Praktis...60
DAFTAR PUSTAKA...61
DAFTAR RUJUKAN...62
xiii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kisi-kisi Alat Ukur Orientasi Masa Depan…...37
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Alat Ukur Orientasi Masa Depan...37
Tabel 3.3 Skor Median Sub-Komponen Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan...38
Tabel 3.4 Tabel Kriteria Sub-Komponen Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan...39
Tabel 3.5 Kriteria Validitas...41
Tabel 3.4 Kriteria Reliabilitas...42
Tabel 4.1 Gambaran Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...44
Tabel 4.2 Gambaran Responden Berdasarkan Usia...45
Tabel 4.3 Gambaran Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan Yang Diinginkan...45
Tabel 4.4 Gambaran Responden Berdasarkan Suku Bangsa...46
Tabel 4.5 Hasil Penelitian Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan Responden...47
Tabel 4.6 Gambaran Komponen Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan...48
Tabel 4.7 Tabulasi Silang OMD Dengan Komponen Motivational...49
Tabel 4.8 Tabulasi Silang OMD Dengan Komponen Cognitive Representative...50
xiv Universitas Kristen Maranatha DAFTAR BAGAN
Bagan 1.1 Bagan Kerangka Pikir...16
Bagan 2.1 Bagan Tiga Komponen Orientasi Masa Depan...21
xv Universitas Kristen Maranatha DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I Kisi-Kisi Alat Ukur Orientasi Masa Depan dan Data Penunjang
Lampiran II Kuesioner Orientasi Masa Depan
Lampiran III Validitas dan Reliabilitas
Lampiran IV Pengkategorian dan Frekuensi Orientasi Masa Depan
1 Universitas Kristen Maranatha BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan berkembangnya jaman, semakin bertambah juga tuntutan-tuntutan
dalam hidup. Tuntutan-tuntuan itu tidak hanya pada satu aspek atau bidang kehidupan saja,
tapi hampir pada seluruh bidang kehidupan. Hal yang jelas terlihat adalah tuntutan untuk
bekerja dan mendapatkan pekerjaan bagi mahasiswa yang akan lulus nanti. Seorang filsuf
Jerman yakni Hegel pernah berpendapat, bahwa kerja adalah aktualisasi diri seseorang. Peter
Drucker yang merupakan seorang pakar manajemen berpendapat bahwa kerja merupakan
perpanjangan dari kepribadian manusia. Kerja adalah suatu pencapaian mimpi dan
perwujudan prestasi. Kerja adalah adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk
mendefinisikan dirinya sendiri dan kemanusiaannya (Reza A.A Wattimena, 2011 dalam diktat
Filsafat Manusia: Menjadi Manusia Otentik). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa
pekerjaan sendiri merupakan hal yang cukup penting dalam kehidupan. Maka individu dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan di dalam hidupnya dengan bekerja. Hal ini menyebabkan
banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
Banyaknya persaingan dalam dunia kerja dapat menyulitkan pencari kerja untuk
mendapatkan pekerjaan impiannya. Contohnya, suatu perusahan hanya membuka delapan
posisi jabatan, sedangkan jumlah calon pelamar di perusahaan tersebut banyak dan
perusahaan memiliki persyaratan-persyaratan tersendiri untuk mendapatkan kandidat yang
sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini dapat membuat kandidat yang tidak lolos seleksi
harus mengurungkan niat mereka untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut.
2
Universitas Kristen Maranatha mengalami peningkatan tuntutan keahlian dari tahun ke tahun sehingga semakin menambah
persaingan dalam dunia kerja. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014,
jumlah pencari kerja yang terdaftar di Indonesia adalah 1.295.149 jiwa, jumlah lowongan
pekerjaan yang tersedia sejumlah 816.505 lowongan, dan penempatan atau pemenuhan
lowongan kerja sejumlah 625.187 penempatan. Kendala lainnya yang dialami oleh pelamar
adalah kemampuan yang dimiliki oleh para pelamar kerja. Jika mereka tidak memiliki
kemampuan yang dipersyaratkan oleh perusahaan seperti pendidikan mereka yang masih di
bawah standar perusahaan, maka mereka harus berpikir dua kali untuk melamar ke perusahaan
tersebut. (Jobsdb, diakses pada tanggal 27 Maret 2016). Oleh karena itu ketika memilih
pekerjaan, seseorang harus meningkatkan kemampuan mereka, agar tidak menghambat dalam
melakukan pekerjaannya kelak. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan dapat menjadi individu
berkualitas yang siap memasuki dunia kerja.
Tuntutan tersebut terutama lebih diajukan kepada mahasiswa yang berada pada tingkat
akhir perkuliahan mengingat mahasiswa tingkat akhir memiliki jarak waktu terdekat untuk
terjun ke masyarakat. Dengan adanya tuntutan peran dan tugas perkembangan yang
dimilikinya, mahasiswa tingkat akhir diharapkan dapat lebih memperhatikan dan mantap
dalam memilih bidang karir yang akan ditekuni di kemudian hari (Editha Zakaria, 2013). Hal
tersebut membuat perguruan tinggi berlomba-lomba untuk menghasilkan sumber daya yang
berkualitas dan mampu bersaing dengan pasaran kerja atau menciptakan lapangan kerja.
Selain banyaknya persaingan dalam mencari pekerjaan, ada hal lain yang terkait dengan
pemilihan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan yang dipilih dan dijalani, sedapat
mungkin harus sesuai dengan kemampuan yang ada dalam diri seseorang. Ketidaksesuaian
kemampuan seseorang dengan pekerjaan yang dijalani, akan menghambat diri seseorang
3
Universitas Kristen Maranatha Fakultas Psikologi di Universitas ’X” kota Bandung ini sendiri memiliki visi untuk
menghasilkan ilmuwan psikologi yang mampu meningkatkan kualitas hidup manusia.
Mahasiswa lulusan Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ juga diharapkan dapat memahami
konsep psikologi yang sesuai dengan bidang keahlian, memiliki kemampuan melakukan
asesmen melalui observasi, wawancara dan penggunaan tes yang sesuai dengan kode etik
psikologi, serta memiliki kemampuan dalam mengembangkan instrument pengukuran
psikologi. Oleh karena itu diharapkan para lulusannya sudah siap untuk menghadapi dunia
pekerjaan dan sudah mengetahui serta memahami keahlian yang dimiliki. Selain itu juga,
selama proses perkuliahan para mahasiswa mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan yang
membuat mereka semakin mengetahui kemampuan yang ada di dalam diri mereka sendiri.
Para mahasiswa Fakultas Psikologi diharapkan lebih memahami dan mengetahui kapasitas
diri mereka. Setiap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan,
secara tidak langsung sedang terjadi proses penentuan orientasi masa depan dalam dirinya.
Mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi berada di tahap
perkembangan dewasa awal. Pada periode ini, individu dihadapkan pada tugas-tugas
perkembangan yang harus dilakukannya. Tugas-tugas perkembangan ini berhubungan dengan
persiapan individu untuk masa depannya, sehingga secara tidak langsung tugas-tugas tersebut
mengacu pada orientasi masa depan masing-masing individu. Santrock (2012) mengatakan
bahwa pada masa dewasa awal ditandai dengan dua hal yaitu eksperimen dan eksplorasi.
Dalam perkembangan individu tersebut, banyak individu yang masih mengeskplorasi jalur
karier yang ingin diambil. Selain itu juga Santrock (2012) mengajukan dua kriteria yang
diajukan untuk menunjukkan permulaan dari masa dewasa awal adalah kemandirian ekonomi
dan kemandirian dalam membuat keputusan. Dalam hal ini terutama dalam membuat
keputusan terkait pilihan jalur karier. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan sudah memiliki
4
Universitas Kristen Maranatha rencana, eksplorasi, berbagai pilihan, dan membuat komitmen dalam hal pilihan karier atau
pekerjaan (Seginer, 2009). Pada saat menentukan judul untuk skripsi, setiap mahasiswa
diharapkan sudah menyesuaikannya dengan bidang psikologi yang diminatinya dan pekerjaan
yang diinginkannya kelak sehingga dapat mempermudah mahasiswa ketika mencari pekerjaan
nanti.
Orientasi masa depan bidang pekerjaan sendiri menarik untuk dilihat pada mahasiswa
yang sedang mengambil skripsi, karena mereka sudah mendekati dunia pekerjaan dan mulai
memikirkan langkah berikutnya yang akan mereka lakukan setelah mereka menyelesaikan
masa studinya. Mereka diharapkan sudah mengetahui pekerjaan apa yang akan mereka tekuni
nanti, siap dalam menghadapi persaingan dalam mencari pekerjaan, dan mulai membuat salah
satu keputusan yang penting untuk hidupnya yaitu pilihan karier. Mereka diharapkan dapat
berpikir dan bertingkah laku secara mandiri dalam setiap pilihan-pilihan yang ada dan
keputusan yang diambilnya. Selain itu mereka juga diharapkan sudah dapat memiliki
perencanaan-perencanaan yang akan mereka lakukan setelah lulus nanti mengenai pilihan
kariernya.
Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi yang sudah memiliki masa depan yang
jelas di bidang pekerjaan, mungkin akan membuat mereka menjadi lebih semangat dalam
menyelesaikan skripsinya. Mereka akan mampu menghadapi semua hambatan yang muncul
dalam menyelesaikan skripsi dan dapat menyelesaikan skripsinya tepat waktu. Mahasiswa
yang sedang mengambil skripsi yang belum memiliki masa depan yang belum atau tidak jelas
di bidang pekerjaan, bisa saja menjadi kurang semangat dalam menyelesaikan skripsinya.
Hambatan-hambatan yang muncul bisa saja mengganggu dalam menyelesaikan skripsinya dan
tidak bisa diatasi oleh mereka, sehingga skripsi yang mereka kerjakan tidak selesai tepat
5
Universitas Kristen Maranatha Mahasiswa yang sedang mengambil skripsipun memiliki pemikiran yang
berbeda-beda, ada yang fokus untuk menyelesaikan skripsi saja dan belum memikirkan pekerjaan apa
yang mereka inginkan nanti. Ada juga yang sambil mengerjakan skripsinya, mereka sudah
mulai mencari-cari lowongan pekerjaan yang ada. Mereka mengatakan bahwa pekerjaan
merupakan hal yang penting dan sangat dibutuhkan agar dapat menjalani kehidupan dengan
baik di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa ada dorongan dalam diri mereka untuk
memikirkan masa depan mereka pada bidang pekerjaan. Tidak hanya memikirkan seberapa
penting pekerjaan untuk masa depan mereka, tetapi juga mereka memiliki keyakinan serta
memiliki kuasa atau tidak mengenai yang terjadi pada diri mereka di bidang pekerjaannya
masa depan nanti.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 14 orang mahasiswa Fakultas Psikologi
yang sedang mengambil skripsi, mereka memiliki jawaban yang beragam mengenai apa yang
akan mereka lakukan setelah lulus nanti. Hasil yang didapatkan berdasarkan survei awal
menunjukkan bahwa sebanyak 3 orang mahasiswa (21,43%) mengatakan bahwa mereka
sudah tahu ingin bekerja dimana dan pekerjaan seperti apa yang dipilih. Sebanyak 4 orang
mahasiswa (28,6%) mengatakan mereka masih bingung antara bekerja atau melanjutkan ke
jenjang S2, dan sebanyak 2 orang mahasiswa (14,3%) lainnya mengatakan masih bingung
apa yang akan dilakukan setelah lulus nanti. Sebanyak 1 orang mahasiswa (7,1%) mengatakan
ingin membuka usaha setelah menyelesaikan perkuliahan, dan sebanyak 4 orang mahasiswa
(28,6%) memiliki keinginan untuk bekerja namun bingung ingin kerja dimana dan pekerjaan
seperti apa yang akan mereka cari.
Hal tersebut memunculkan keyakinan di dalam diri para mahasiswa Fakultas Psikologi
yang sedang mengambil skripsi mengenai pekerjaan yang akan dipilihnya nanti. Sebanyak 8
orang (57,14%) sudah yakin dengan apa yang telah mereka lakukan selama ini, seperti
6
Universitas Kristen Maranatha mempermudah mereka dalam mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Namun
sebanyak 6 orang (42,86%) tidak yakin dengan diri mereka sendiri, karena merasa bahwa
mereka kurang berusaha dalam memperbaiki nilai mereka, tidak memiliki pengalaman bekerja
dan IPK yang mereka dapatkan pun di bawah standar yang diminta oleh perusahaan. Hal
tersebut memunculkan harapan-harapan dan hal-hal yang ingin dihindari oleh mereka sendiri
dalam mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.
Sebanyak 14 orang mahasiswa yang dilakukan pada survey awal mengatakan bahwa
mereka menginginkan pekerjaan di perusahaan yang besar dengan jabatan yang sesuai dengan
jurusan perkuliahan mereka. Namun 6 orang mahasiswa (42,8%) mengatakan bahwa mereka
tidak yakin IPK yang mereka dapatkan bisa memudahkan mereka dalam mendapatkan
pekerjaan yang mereka impikan, dan sebanyak 8 (57,2%) berpikir bahwa dengan para pesaing
yang sudah memiliki pengalaman kerja yang banyak, semakin menutup peluang mereka untuk
mendapatkan pekerjaan tersebut.
Banyaknya pilihan pekerjaan yang ada membuat sebagian mahasiswa bingung.
Mereka terkadang tidak mengetahui dengan detail mengenai tuntutan pekerjaan atau job
description dari suatu pekerjaan, dan terkadang ada beberapa pekerjaan yang mereka baru
ketahui dari senior mereka, teman mereka yang sudah bekerja atau bahkan dari dosen mereka.
Semakin banyaknya pilihan pekerjaan yang ada, membuat mereka mencari tahu tentang
jenis-jenis pekerjaan tersebut. Sebanyak 4 orang (28,6%) mencari-cari lowongan pekerjaan yang
menawarkan posisi pekerjaan yang sesuai dengan yang mereka inginkan, dan sebanyak 7
orang (50%) sudah mulai mencari-cari lowongan pekerjaan yang ada, dan tidak memilih
posisi yang ditawarkan. Sebanyak 3 orang (21,4%) ingin menyelesaikan perkuliahan mereka
terlebih dahulu. Selain itu, sebanyak 7 orang (50%) mereka mencari info dengan bertanya ke
7
Universitas Kristen Maranatha (28,6%) sudah menentukan posisi pekerjaan yang mereka inginkan, dan sebanyak 3 orang
(21,4%) masih belum mencari-cari info mengenai lowongan pekerjaan.
Berdasarkan penjabaran di atas, dapat dikatakan bahwa orientasi masa depan bidang
pekerjaan penting. Orientasi masa depan diperlukan agar mahasiswa dapat memiliki arah dan
tujuan dari semua aktifitas yang dilakukannya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian mengenai orientasi masa depan bidang pekerjaan pada mahasiswa
tingkat akhir di Universitas ’X’ kota Bandung.
1.2 Identifikasi Masalah
Penelitian ini ingin melihat bagaimana orientasi masa depan bidang pekerjaan pada
mahasiswa yang mengambil skripsi Fakultas Psikologi di Universitas ‘X’ kota Bandung.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian
Maksud penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai orientasi masa
depan bidang pekerjaan pada mahasiswa yang mengambil skripsi Fakultas Psikologi di
Universitas ‘X’ kota Bandung.
1.3.2 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejelasan orientasi masa depan bidang
pekerjaan pada mahasiswa yang mengambil skripsi Fakultas Psikologi di Universitas ‘X’ kota
8
Universitas Kristen Maranatha 1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1 Kegunaan Teoretis
Memberikan informasi mengenai orientasi masa depan pekerjaan pada mahasiswa
yang mengambil skripsi Fakultas Psikologi di Universitas ‘X’ kota Bandung bagi
perkembangan ilmu pengetahuan pada bidang Psikologi, khususnya pada Psikologi
Pendidikan.
Memberi masukan bagi peneliti lain yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai
orientasi masa depan bidang pekerjaan terhadap mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi,
serta menambah wawasan dan informasi khususnya pada mahasiswa Psikologi mengenai
orientasi masa depan bidang pekerjaan pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ‘X’ kota
Bandung.
1.4.2 Kegunaan Praktis
Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi diri para mahasiswa Fakultas
Psikologi yang sedang mengambil skripsi, secara khusus kesadaran atas gambaran orientasi
masa depan mereka pada bidang pekerjaan untuk pemenuhan tugas perkembangan
Memberikan gambaran bagi Fakultas Psikologi di Universitas “X” Kota Bandung
mengenai Orientasi Masa Depan bidang pekerjaan mahasiswa yang sedang mengambil skripsi
sehingga diharapkan dapat lebih berperan aktif dalam memperhatikan pendidikan para
mahasiswa.
1.5 Kerangka Pikir
Perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap
tahunnya dalam hal tuntutan keahlian atau kemampuan yang diharapkan ada pada setiap calon
pelamar di perusahaannya. Perusahaan memiliki persyaratan-persyaratan tertentu seperti
9
Universitas Kristen Maranatha nilai IPK, minimal usia untuk wanita dan pria serta persyaratan lainnya. Hal ini membuat para
mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ yang sedang mengambil skripsi secara tidak
langsung mereka harus mempersiapkan diri mereka untuk bersaing dalam mendapatkan
pekerjaan. Mereka juga seharusnya sudah mulai memikirkan pekerjaan apa yang akan mereka
tekuni nanti, sehingga mereka dapat melakukan perencanaan-perencanaan.
Dilihat dari segi usia atau tahap perkembanganya pun mahasiswa Fakultas Psikologi
yang sedang mengambil skripsi di Universitas ‘X’ berada di tahap dewasa awal. Mahasiswa
yang mengambil skripsi rata-rata berada di rentang usia antara 21-26 tahun. Santrock
mengatakan pada masa dewasa awal mereka diharapkan untuk dapat menjadi lebih mandiri
dalam pengambilan keputusan misalnya terkait dengan keputusan tentang karir, nilai-nilai,
keluarga dan relasi, serta gaya hidup. Bagi mahasiswa yang sedang mengambil skripsi,
pengambilan keputusan yang terdekat adalah dalam hal pemilihan karier atau pekerjaan.
Namun sebelum mereka mengambil keputusan dalam pemilihan karier atau pekerjaan
tersebut, mereka sudah seharusnya merencanakan tujuan mereka dan sudah memiliki
gambaran mengenai apa yang akan mereka lakukan nanti untuk mendapatkan pekerjaan.
Gambaran orientasi masa depan yang ada pada diri mahasiswa Fakultas Psikologi yang
sedang mengerjakan skripsi memungkinkan untuk menentukan tujuan, menyusun rencana,
sekaligus mengevaluasi sejauh mana rencana tersebut dapat dilaksanakan dan mungkin
tercapai.
Seginer (2009) mendefinisikan bahwa orientasi masa depan adalah sebuah “model masa depan” seseorang yang menjadi dasar dalam penyusunan tujuan, rencana, eksplorasi,
berbagai pilihan, dan membuat komitmen atau bagaimana seseorang melihat masa depannya,
atau kata lain orientasi masa depan adalah kemampuan seseorang untuk mengantisipasi
kejadian-kejadian yang terjadi di masa yang akan datang. Orientasi masa depan sendiri
10
Universitas Kristen Maranatha komponen tersebut terdapat di dalam setiap diri mahasiswa, yang membedakannya adalah
seberapa besar derajat dari tiap komponen tersebut pada masing-masing mahasiswa yang
sedang mengambil skripsi.
Komponen motivational pada mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil
skripsi, merujuk pada hal hal tertentu yang mendorong mahasiswa Fakultas Psikologi yang
sedang mengambil skripsi dalam berpikir mengenai masa depannya di bidang pekerjaan nanti.
Sub komponen pertama dari motivational adalah sub komponen value. Value merujuk pada
bagaimana mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi melihat atau
menilai seberapa penting dan bergunanya suatu pekerjaan bagi diri mereka di masa depannya
nanti. Jika mahasiswa sudah mengetahui value yang ada pada dirinya, maka mereka akan
lebih mudah untuk mengetahui kemampuan yang ada pada diri mereka atau disebut juga
dengan sub komponen expectance. Expectance sendiri berkaitan dengan keyakinan diri
mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi mengenai terwujudnya
harapan, tujuan dan rencana-rencana yang dimiliki pada bidang pekerjaan yang akan dijalani.
Dalam hal ini juga termasuk emosi dan kemampuan mahasiswa Fakultas Psikologi yang
sedang mengambil skripsi untuk memutuskan terwujudnya satu rencana spesifik tentang
perencanaan pekerjaan, sehingga terwujudnya satu rencana tentang perencanaan karier atau
pekerjaannya setelah menyelesaikan masa studinya nanti. kemampuan mahasiswa yang
sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ untuk memutuskan rencana
spesifik.
Setelah value dan expectance, maka mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang
mengambil skripsi di Universitas ‘X’ kota Bandung, diharapkan memiliki control yang baik
mengenai apa yang terjadi pada dirinya. Control sendiri berkaitan dengan sejauh mana
mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ meyakini
11
Universitas Kristen Maranatha tujuan. Baik dari dalam dirinya sendiri (internal control) atau dari luar dirinya sendiri
(external control). Dalam hal ini bagi mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas
Psikologi Universitas ‘X’, mereka dapat mengatasi hambatan-hambatannya dalam
menyelesaikan skripsinya.
Komponen kedua dari orientasi masa depan adalah cognitive representative, yang
terdiri dalam pengertian dua dimensi, yaitu content dan valence. Content sendiri berkaitan
dengan masalah keberagaman domain kehidupan dimana mahasiswa Fakultas Psikologi
membangun masa depannya nanti dan valence sendiri berhubungan dengan masa depan dalam
hal yang ingin didekati dan dihindari oleh mahasiswa Fakultas Psikologi seperti yang
dimunculkan dalam hopes dan fears. Oleh karena itu, penelitian akan difokuskan pada
munculnya potensi hopes dan fears dalam suatu masa kehidupan mahasiswa Fakultas
Psikologi yang sedang mengambil skripsi dalam menentukan bidang pekerjaannya. Sub
komponen dari komponen cognitive representative yang terdiri dari hopes dan fears. Hopes
sendiri berkaitan dengan harapan-harapan yang ada di dalam diri mahasiswa yang sedang
mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ dalam menyusun tujuan, rencana dan
harapan mereka di bidang pekerjaan masa depan nanti. Mereka memiliki harapan untuk bisa
mendapatkan atau bisa diterima di perusahaan yang dapat mendukung kehidupan mereka di
masa depan nanti dan di perusahaan yang mereka inginkan. Akan tetapi ada juga hal-hal yang
ingin dihindari mahasiswa Fakultas Psikologi dalam menyusun tujuan, rencana dan harapan
untuk mewujudkan perencaan dalam bidang pekerjaannya. Fears sendiri berkaitan dengan
hal-hal yang ingin di hindari oleh mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas
Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung dalam mencapai atau mendapatkan pekerjaan yang
mereka inginkan.
Komponen terakhir dari orientasi masa depan adalah komponen behavioral yaitu
12
Universitas Kristen Maranatha Fakultas Psikologi di Universitas ‘X’, mengenai bidang pekerjaan yang akan mereka tekuni
nanti setelah lulus perkuliahan nanti. Tindakan-tindakan tersebut meliputi eksplorasi dan
komitmen mengenai pekerjaan. Exploration berkaitan dengan usaha yang dilakukan
mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota
Bandung yang mendukung pencapaian bidang pekerjaannya. Usaha yang dilakukan bisa
seperti mencari-cari dan mengumpulkan informasi, serta berkonsultasi mengenai pilihan
pekerjaan, hal atau keterampilan apa saja yang dibutuhkan pada suatu bidang pekerjaan.
Berikutnya adalah commitment yang berkaitan dengan pilihan spesifik yang ditetapkan oleh
individu. Commitment mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi
Universitas ‘X’ kota Bandung adalah mereka diharapkan mampu memutuskan dan melakukan
persiapan yang serius mengenai ranah pekerjaan yang akan dilakukan atau hal-hal yang
berkaitan dengan pilihan pekerjaan yang diinginkannya di masa depan nanti.
Orientasi masa depan bidang pekerjaan sendiri dipengaruhi oleh empat faktor yang
yaitu personality, interpersonal relationship, gender, dan cultural contex. Faktor pertama
yaitu personality yang meliputi self-esteem, self-agency,psychological empowerment, primary
control, dan optimism. Self esteem sendiri berkaitan dengan seberapa besar pengenalan atau
penilaian diri yang dimiliki oleh mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas
Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung yang akan mempengaruhi pekerjaan yang mereka
pilih atau inginkan nanti di masa depan. Selain itu juga bagaimana keyakinannya untuk
menghadapi permasalahan masa kini dan masa depan secara bersamaan. Mahasiswa yang
sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung yang
mempunyai self esteem yang positif cenderung akan memandang bidang pekerjaan merupakan
hal yang penting bagi masa depannya karena adanya rasa percaya diri yang dimiliki. Mereka
juga tidak mudah menyerah dalam menghadapi permasalahan masa kini dan masa depan
13
Universitas Kristen Maranatha Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota
Bandung yang memiliki self esteem yang positif cenderung akan mencari informasi
sebanyak-banyaknya mengenai pekerjaan yang akan dipilihnya. Kemudian ada Self agency yang
berkaitan dengan perasaan mengenai self dependence, kontrol, dan tanggung jawab atas
dirinya atau tindakannya. Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi
Universitas ‘X’ kota Bandung yang memiliki self agency yang tinggi akan lebih dapat
mengontrol dan bertanggung jawab atas masa depan yang akan dijalankannya pada bidang
pekerjaan, mereka dapat membuat komitmen untuk masa depannya. Lain halnya dengan
psychological empowerment yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa yang sedang
mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung untuk mengatasi
hambatan dengan mengenali sumber daya atau kemampuan yang ada dalam dirinya,
pengetahuannya tentang sistem sosial (norma dan nilai yang berlaku), dan mempelajari
tindakan yang digunakan untuk mengatasi rintangan sosial menuju pencapaian tujuannya
terkait pekerjaan yang akan dilakukannya nanti (Seginer, 2009). Mahasiswa yang sedang
mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung yang memiliki
psychological empowerment besar, akan mampu mengatasi hambatan atau rintangan yang ada
untuk mencapai masa depannya.
Untuk hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa yang sedang mengambil
skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung mengubah lingkungan untuk
kepentingan dirinya, mereka melihat dirinya mampu menguasai lingkungan dan mengatasi
hambatan yang ada di lingkungan untuk mencapai tujuannya disebut dengan primary control .
Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota
Bandung diharapkan mampu untuk mengatasi hambatan-hambatan seperti mencari informasi
mengenai pekerjaan melalui media internet, berdiskusi dengan orang – orang lain misalnya
14
Universitas Kristen Maranatha informasi-informasi yang berkaitan dengan pilihan pekerjaannya di masa depan dapat
membantu mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’
kota Bandung untuk mengatasi hambatan yang ada.
Optimism sendiri merupakan sikap dan rasa optimis yang ada di dalam diri mahasiswa
Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi di Universitas “X” kota Bandung dalam
mendapatkan pekerjaan atau memikirkan mengenai pekerjaan yang akan dijalaninya kelak
setelah lulus perkuliahan. Hal yang relevan terhadap hubungan antara optimism dan orientasi
masa depan sendiri adalah kecenderungan patra optimism untuk memikirkaan cara yang
strategis untuk melindungi self-esteem mereka setelah mengalami suatu kegagalan.
Mahasiswa yang memiliki rasa optimis akan memandang bahwa kegagalan dari suatu
peristiwa yang mereka alami merupakan hal yang akan terjadi sekali saja pada diri mereka.
Faktor lain yang mempengaruhi orientasi masa depan bidang pekerjaan adalah close
interpersonal relationship. Close interpersonal relationships menjelaskan bagaimana
hubungan para mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas
‘X’ kota Bandung dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, misalnya dengan orang tua,
saudara kandung, dan teman sebaya. Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas
Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung yang memiliki hubungan yang baik dan diberi
dukungan mengenai pekerjaan yang akan diambil, maka hal tersebut dapat membantu dan
akan memberikan pengaruh mengenai orientasi masa depan yang akan dipilih, mahasiswa
yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung akan
berdiskusi dan mengumpulkan informasi yang relevan mengenai macam – macam pekerjaan
yang akan dipilih. Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi
Universitas ‘X’ kota Bandung yang memiliki hubungan dengan orang sekitar yang kurang
baik, misalnya dengan orang tua kurang baik, maka pembentukan orientasi masa depan akan
15
Universitas Kristen Maranatha
Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung akan mengalami kesulitan dalam
menentukan jenis ranah yang akan dipilih.
Faktor ketiga yang mempengaruhi adalah gender. Pada mahasiswa yang berjenis
kelamin laki – laki, mereka dituntut untuk memiliki orientasi masa depan bidang pekerjaan
yang jelas karena secara umum semua orang berpendapat bahwa laki-laki harus memiliki
pekerjaan yang jelas dan bagus agar dapat memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan keluarga
atau dianggap menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan untuk mahasiswa perempuan,
mereka biasanya lebih memikirkan mengenai masa depan pernikahannya. Hal ini berkaitan
juga dengan cultural contex. Dari banyaknya penelitian yang dilakukan selama ini, jika ada
pertanyaan mengenai apakah budaya berpengaruh pada orientasi masa depan, maka
jawabannya bisa ya dan tidak. Suku bangsa yang dimiliki mahasiswa yang sedang mengambil
skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung dapat mempengaruhi dalam
memilih orientasi masa depan. Cultural context pun tidak hanya terbatas pada suku bangsa
saja, tapi bisa juga budaya-budaya yang berlaku di lingkungan mahasiswa Fakultas Psikologi
yang sedang mengambil skripsi. Bagi mahasiswa pria yang ada di dalam keluarga, mungkin
tuntutan untuk mendapatkan pekerjaan yang dapat mendukung masa depannya.
Mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi di Universitas ‘X’ kota
Bandung yang memiliki orientasi masa depan yang jelas adalah mahasiswa yang memiliki
motivasi untuk mengarahkan perilakunya ke bidang pekerjaan yang diinginkannya. Selain itu
juga memikirkan harapan dan hal-hal yang ingin dihindari dalam mendapatkan pekerjaan, dan
mulai mencari-cari informasi serta membuat komitmen bidang pekerjaan yang diinginkannya.
Jika salah satu komponen atau lebih, tidak dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi yang
sedang mengambil skripsi di Universitas ‘X’ kota Bandung, maka dapat dikatakan bahwa ia
memiliki orientasi masa depan yang tidak jelas. Berdasarkan tiga komponen tersebut, orientasi
16
Universitas Kristen Maranatha 2009). Kejelasan orientasi masa depan mahasiswa Fakultas Psikologi pada bidang pekerjaan
tercapai saat memiliki dorongan pada suatu bidang pekerjaan (motivational), mampu
merencanakan pencapaian atas pekerjaan yang diinginkan tersebut (cognitive representation), dan
bertindak serta berusaha untuk menjalankan perencanaan yang telah disusun (behavioral).
Sebaliknya, ketidakjelasan orientasi masa depan bidang pekerjaan terjadi ketika mahasiswa
Fakultas Psikologi tidak mengetahui atau memiliki dorongan yang di dalam diri mereka pada
suatu bidang pekerjaan (motivational), tidak memiliki perencanaan (cognitive representation),
tidak berusaha untuk mendapatkan suatu bidang pekerjaan (behavioral), atau minimal salah satu
dari ketiga kompone tersebut tidak dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi.
Bagan 1.1 Kerangka Pikir Mahasiswa Fakultas
Psikologi Universitas ‘X’ yang sedang mengambil skripsi
Orientasi Masa Depan Bidang
Pekerjaan
Jelas
Tidak Jelas
Value Expectance Control Hopes Fear Exploration Commitment
Behavior Cognitive
Representative Motivational
Faktor yang mempengaruhi orientasi masa depan :
1. Personality Characteristic 2. Interpersonal Relationship 3. Gender
17
Universitas Kristen Maranatha 1.6 Asumsi Penelitian
Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik asumsi sebagai berikut :
1. Ketiga komponen dari orientasi masa depan bidang pekerjaan yaitu motivational,
cognitive representative, dan behavior ada di dalam diri mahasiswa Fakultas Psikologi yang
sedang mengambil skripsi di Universitas ‘X’ kota Bandung.
2. Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’
kota Bandung memiliki variasi yang berbeda pada setiap komponen dan sub komponen.
3. Terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi orientasi masa depan mahasiswa
yang sedang mengambil skripsi di Fakultas Psikologi Universitas ‘X’ kota Bandung, yaitu
personality, interpersonal relationships, gender dan cultural context.
4. Mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi di Universitas ‘X’
kota Bandung yang memiliki orientasi masa depan yang tidak jelas pada bidang pekerjaan,
apabila minimal salah satu dari ketiga komponen tersebut memiliki derajat yang rendah.
59 Universitas Kristen Maranatha BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan pada
Mahasiswa Fakultas Psikologi yang Sedang Mengambil Skripsi di Universitas “X” Kota
Bandung, didapat hasil penelitian sebagai berikut :
1. Sebagian besar mahasiswa Fakultas Psikologi ynag sedang mengambil skripsi di
Universitas “X” kota Bandung memiliki Orientasi Masa Depan bidang Pekerjaan
yang tidak jelas.
2. Mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi di Universitas “X” kota Bandung yang memiliki orientasi masa depan bidang pekerjaan yang tidak
jelas lebih banyak menunjukkan komponen behavioral yang rendah.
3. Faktor personality, close interpersonal relationship, gender dan cultural context
tidak memiliki keterkaitan dalam pembentukan orientasi masa depan bidang
pekerjaan mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi di
Universitas “X” kota Bandung.
4. Mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil skripsi di Universitas “X” kota Bandung yang memilih pekerjaan sebagai HRD mayoritas memiliki orientasi
60
Universitas Kristen Maranatha 5.2 Saran
5.2.1 Saran Teoritis
1. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan
mengenai Orientasi Masa Depan bidang Pekerjaan pada sampel yang sama dengan
mengkorelasikan dengan variable lain yang mungkin memiliki peraan dalam
pembentukan masa depan bidang pekerjaan
2. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian mengenai faktor
yang mempengaruhi yaitu personality dan close interpersonal relationship,
sehingga dapat dilihat lebih jauh lagi pengaruhnya terhadap orientasi masa depan
bidang pekerjaan.
5.2.2 Saran Praktis
1. Bagi mahasiswa dengan orientasi masa depan yang tidak jelas, disarankan untuk
lebih banyak lagi untuk menggali potensi yang ada di dalam diri sehingga dapat
membuat perencanaan yang lebih matang dan terdorong untuk lebih memikirkan
pekerjaan yang akan dijalani kelak.
2. Bagi Fakultas Psikologi Universitas “X: kota Bandung, penelitian ini dapat membantu Fakultas Psikologi untuk membuat program atau kegiatan untuk
meningkatkan orientasi masa depan bidang pekerjaan, seperti lebih banyak
memberikan konsultasi karier atau memberikan kegiatan perkuliahan mengenai
karier atau pekerjaan, serta membuat pelatihan dalam bidang pekerjaan untuk
mahasiswa. Sehingga mahasiswa Fakultas Psikologi mampu menyusun dan
membuat perencanaan yang lebih matang lagi mengenai pekerjaan yang
STUDI DESKRIPTIF MENGENAI ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI YANG SEDANG
MENGAMBIL SKRIPSI DI UNIVERSITAS “X” BANDUNG
SKRIPSI
Diajukan Untuk Menempuh Sidang Sarjana pada Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung
Oleh :
PUTRI ANNISSA AZWAR
NRP : 0930048
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG
vii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur peneliti panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Penyayang
karena atas rahmat-Nya peneliti dapat menyelesaikan penelitian dengan judul Studi Deskriptif
mengenai Orientasi Masa Depan pada Mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang mengambil
Skripsi di Universitas “X” kota Bandung.
Selama membuat penulisan penelitian ini, peneliti mengalami hambatan dan kesulitan.
Terselesaikannya penulisan penelitian ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Dr. Irene Prameswari Edwina, M.Psi., Psikolog, selaku Dekan Fakultas
Psikologi Universitas Kristen Maranatha.
2. Dra. Magdalena Fanuel, M.Psi.,Psikolog selaku dosen pembimbing utama yang
senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan arahan, saran, kritik serta
dukungan semangat kepada peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini.
3. Cakrangadinata, M.Psi., Psikolog selaku dosen pembimbing pendamping yang
dengan penuh kesabaran sudah memberikam bimbingan, saran, serta kritik
kepada peneliti dalam penyusunan penelitian ini.
4. Kristin Rahmani, S.Psi., M.Si., Psikolog, selaku dosen wali yang selalu
memberikan pengarahan dan dukungan kepada peneliti untuk menyelesaikan
penelitian ini.
5. Mahasiswa Fakultas Psikologi yang sedang menyusun skripsi yang sudah
viii
6. Papa, Mama, Tante Nani, Uni Linda, Bang Ary, Uda Alvin, Uda Ilham, dan
Zaki yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan semangat dan doa selama
penyusunan penelitian ini.
7. Acit, Editha, Wida, Delfi, Gadis, Gadih, dan Tasya yang selalu memberikan
semangat, doa, dan menemani peneliti hingga penelitian ini bisa terselesaikan
8. Trahara, Ghea, Abuy, Anna, MasDoy, Garung, Riko, Yoke, Caesar, Heidy,
Becip, Audy, Epen, Lele, Wulan, Jebo serta teman-teman Psikologi Maranatha
yang memberikan masukan dan semangat, serta mendengarkan keluhan peneliti
sehingga bisa menyelesaikan penelitian ini
Akhir kata peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan pihak-pihak yang memerlukan.
Bandung, November 2016
61 Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA
Fakultas Psikologi. (2015). Panduan Penelitian Skripsi Sarjana. Bandung: Universitas Kristen
Maranatha
Guilford. (1956). Fundamental Statistics in Psychology and Education. New York:
McGraw-Hill.
Gulo, W. (2002). Metodologi Penelitian. Penerbit : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia,
Jakarta
Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Santrock, John W. ( 2012). Life-Span Development. Perkembangan Masa Hidup. Edisi 13.
Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Seginer, R. (2009). Future Orientation: Developmental and Ecological Perspective. New
York: Springer Science and Bussiness Media.
Universitas Kristen Maranatha DAFTAR RUJUKAN
Jobsdb. (2014). Strategi Mencari Pekerjaan. (Online).
(http://id.jobsdb.com/id-id/articles/sulitnya-mendapatkan-pekerjaan, diakses 27 Maret 2016)
Audi, Nuansa. (2016). Studi Deskriptif Mengenai Orientasi Masa Depan Domain Pendidikan
Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Yang Sedang Menyusun Skripsi Di Universitas
“X” Kota Bandung (Skripsi). Bandung: Fakultas Psikologi Universitas Kristen
Maranatha.
Nainggolan, Hardi Wantus Halomoan. (2016). Studi Deskriptif Mengenai Gambaran
Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan Pada Mahasiswa Gamers Fakultas
Ekonomi yang sedang Mengontrak Skripsi Tahun Ajaran 2015/2016 di Universitas
“X” Kota Bandung (Skripsi). Bandung: Fakultas Psikologi Universitas Kristen
Maranatha.
Natasha, Vicky. (2014). Studi Deskriptif tentang Profil Orientasi Masa Depan Domain
Pendidikan dan Pekerjaan pada Siswa Kelas XII SMFK “X” di Kota Bandung
(Skripsi). Bandung: Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha.
Septiana, Wulan. (2015). Kontribusi Jenis-Jenis Dukungan Orang Tua Terhadap Orientasi
Masa Depan Bidang Pendidikan pada Siswa Kelas XI SMAN “X” Bandung (Skripsi).
Universitas Kristen Maranatha Zakaria, Editha. 2013. Studi Deskriptif Mengenai Orientasi Masa Depan Ranah Pendidikan,
Pekerjaan, dan Pernikahan pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Yang Mengontrak
Usulan Penelitian Tahun Akademik 2012/2013 di Universitas “X” Bandung (Skripsi).
Bandung: Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha.
Wattimena, R. A. A. (2011). Makna Kerja Dalam Hidup Manusia. (Online).
(https://rumahfilsafat.com/2011/03/07/makna-kerja-dalam-hidup-manusia/, diakses 21