BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3. 1. Lokasi dan Waktu Penelitian
1.1.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Gorontalo pada siswa kelas X. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah menengah atas yang terletak di Jln KH. Dewantoro Kelurahan Limba U1 Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Jumlah guru yang mengajar mata pelajaran fisika adalah 5 orang, 2 orang Master Pendidikan dan 3 orang Sarjan Pendidikan serta semuanya merupakan guru yang berasal dari dalam daerah.
1.1.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari April sampai juni pada materi listrik dinamis semester genap tahun ajaran 2012/2013. Dengan rincian kegiatan sebagai berikut.
a) Kegiatan persiapan
b) Kegiatan pengumpulan data c) Kegiatan analisis data
d) Penulisan laporan 3. 2. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei dengan teknik korelasional. Teknik korelasional adalah teknik penelitian yang menghubungkan satu variabel dengan variabel lain. Menurut Arents (2008:181) “teknik korelasional digunakan bila peneliti mengeksplorasi hubungan
alamiah diantara dua variabel atau lebih”. Metode korelasional ini bertujuan untuk menentukan ada tidaknya hubungan antar satu variabel dengan variabel lain dan apabila ada hubungan berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara kualitas catatan dengan hasil belajar siswa fisika siswa Kelas X.
3. 3. Variabel Penelitian dan Definisi 3.3.1 Variabel Bebas (X)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kualitas catatan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Kota Gorontalo. Secara operasional kualitas catatan siswa didefinisikan sebagai skor capaian kualitas catatan siswa yang diamati/dinilai. Sedangkan secara konstitutif kualitas catatan didefinisikan sebagai catatan yang mengandung indikator sebagai berikut.
1. Kelengkapan catatan
Poin-poin penting yang dicantumkan dalam catatan baik berupa pengertian kuat arus, daya listrik, hukum kirchoff I, hukum kirchoff II, persamaan-persamaan dan keterangan serta contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.
2. Penyajian informasi yang benar
Informasi yang benar berupa informasi yang relevan (konten yang dicantumkan sesuai dengan topik), akurat (tepat,tidak ada kesalahan dan mempunyai maksud dan tujuan yang jelas) dan logis.
3. Penyajian ilustrasi/gambar
Ilustrasi yang dicantumkan mendukung dan mempermudah memahami konsep-konsep dari kuat arus listrik, daya listrik, hukum kirchoff I, hukum kirchoff II dan alat ukur listrik.
4. Kesesuaian bahasa
Informasi yang dicantumkan harus menggunakan bahasa baku, simbol-simbol yang digunakan sesuai dengan simbol-simbol fisika dan informasi yang dicantumkan tidak rancu.
5. Terorganisir
Catatan yang terorganisir misalnya mulai dari judul materi jelas, sub-sub-sub materi, uraian materi, persamaan dan keterangannya serta contoh-contoh.
6. Originalitas
Informasi yang tulis didalam catatan menggunakan kalimat sendiri sesuai dengan bahasa baku dan istilah fisika serta dapat diketahui maksud dan tujuannya.
7. Rapi
Catatan yang rapi dapat menarik minat siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah dicatat.
3.4.2 Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada materi listrik dinamis. Secara operasional hasil belajar dapat didefinisikan sebagai skor yang diperoleh melalui tes ulangan harian. Sedangkan definisi konstitutif adalah
tes hasil belajar yang terfokus pada materi listrik dinamis. Untuk memperoleh data hasil belajar siswa yaitu dengan mengambil arsip nilai hasil tes ulangan harian materi listrik dinamis pada guru mata pelajaran fisika.
3. 4. Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi
Menurut Arikunto (2006:130) bahwa, populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Gorontalo tahun ajaran 2012/2013, yang terdaftar pada tahun 2012/2013 yang terdistribusi dalam 8 kelas dengan jumlah keseluruhan 207 orang. Distribusi jumlah perkelas untuk kelas X SMA Negeri 3 Gorontalo dapat dilihat pada tabel 1 berikut.
Tabel 1. Distribusi Penyebaran Siswa disetiap Kelas
Kelas Jumlah Siswa Total
Laki-laki Perempuan X1 9 18 27 X2 9 17 26 X3 9 18 27 X4 9 17 26 X5 9 15 24 X6 9 17 26 X7 9 16 25 X8 8 18 26 Jumlah 71 136 207
(Sumber: Buku daftar siswa SMA Negeri 3 Gorontalo tahun ajaran 2012/2013) 3.4.2 Sampel
Meunurut Arikunto (2006: 131) bahwa, sampel adalah sebagian atau wakil yang dimiliki oleh populasi yang akan diteliti. Cara pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Cluster random sampling (sampel acak berkelompok). Dari delapan kelas ini akan diambil tiga kelas sebagai sampel yang dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi kelas X yang homogen. Dikatakan homogen dilihat dari materi yang diajarkan, bahan ajar, guru yang mengajar. Pengambilan sampel secara acak berkelompok dari delapan kelas dan yang terpilih adalah kelas X6, X7, dan X8 dengan cara undi-undian.
3. 5. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.5.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan data penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi.
Menurut Arikunto (2010: 274) metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, prasasti, notulen rapat dan lain sebagainya. Pada penelitian ini data yang didokumentasi, yaitu:
a. Mengumpulkan catatan fisika yang dijadikan sebagai variabel X dari setiap siswa yang dijadikan sampel, untuk dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian.
b. Mengambil arsip nilai hasil belajar siswa pada saat tes ulangan harian sebagai variabel Y yang skornya telah diberikan oleh guru mata pelajaran fisika.
3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data 3.5.2.1 Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah lembar penilaian kualitas catatan fisika. Instrumen ini termasuk tes otentik yang betujuan untuk menilai kualitas catatan siswa setelah menerima materi listrik dinamis. Menurut Rustam (2007: 4) bahwa penilaian otentik merupakan penilaian yang melibatkan suatu tugas (task) bagi siswa untuk menampilkan dan sebuah kriteria penilaian atau rubrik yang akan digunakan untuk menilai penampilan berdasarkan tugas yang diberikan.
3.5.2.2 Teknik Pengujian Instrumen
Teknik uji validitas yang digunakan untuk mengukur validitas lembar penilaian adalah validitas isi. Menurut Purwanto (2013: 121) validitas isi dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat ahli (Expert judgement) yaitu orang yang memiliki kompetensi dalam suatu bidang dapat di mintakan pendapatnya untuk menilai ketepatan isi instrumen penelitian (lembar penilaian).
Suatu indikator dikatakan valid apabila indikator tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas disini digunakan untuk mengukur suatu indikator valid dan cocok untuk digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian.
Tabel 2. Data hasil validasi Lembar Penilaian Kualitas catatan Aspek yang dinilai Skala
Penilaian Rata-rata
Kriteria Status
Validitas Kesimpulan
Kelengkapan Catatan 4 100 SB Valid Tanpa Revisi
Penyajian Informasi
yang benar 4 100 SB Valid Tanpa Revisi
Penyajian
Ilustrasi/gambar 4 100 SB Valid Tanpa Revisi
Penggunaan Kosa kata/
kesesuaian bahasa 4 100 SB Valid Tanpa Revisi
Terorganisir 4 100 SB Valid Tanpa Revisi
Originalitas 3 75 B Valid Revisi Kecil
Rapi 4 100 SB Valid Tanpa Revisi
Berdasarkan tabel 2, menunjukkan bahwa lembar penilaian yang disusun peneliti membutuhkan revisi kecil pada aspek penilaian originalitas dengan kriteria baik, dan menurut pendapat validator kata original diperbaiki menjadi originalitas.
3. 6. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis
statistik. Analisis deskriptif dilakukan untuk menyajikan data setiap variabel
dalam besaran-besaran statistik seperti rata-rata (mean), frekuensi terbanyak (modus), simpangan baku (standar deviasi), dan menggambarkannya ke dalam dan histogram, sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi dan korelasi sederhana.
1.6.1 Uji Normalitas Data
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dalam penelitian ini adalah teknik uji chi-kuadrat (Sudjana, 2005: 47) yang digunakan untuk menguji
hipotesis bila populasi terdiri atas dua atau lebih klas dimana data berbentuk nominal dan sampelnya besar. Dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menentukan rentang kelas
Rentang = Data Besar – Data Kecil 2. Menentukan banyak kelas interval
K = 1 + 3,3 log n
3. Menentukan panjang kelas interval (P)
kelas banyak
g ren
P tan
4. Membuat daftar data ditribusi frekuensi
5. Menentukan nilai rata-rata dengan rumus (Sudjana, 2005: 67):
i i i f x f x Dimana: x = Rata-rata i
f = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
i
x = menyatakan nilai
6. Menentukan simpangan baku melalui varians (S2) dengan rumus (Sudjana, 2005: 95): 1 2 2 2 n n x f x f n s i i i i Dimana: 2
s = simpangan baku melalui varians
i
x = tanda kelas
i
f = frekuensi yang sesuai dengan tanda kelasxi
n= fi 7. Menghitung Chi-Quadrat (X2) k i i i i E E O x 1 2 2
Dimana: x2 = Chi Kuadrat
Oi = Frekuensi Pengamatan
Ei = Frekuensi hasil yang diharapkan Kriteria pengujian:
Terima hipotesis populasi berdistribusi normal, jika 2
< 2
(1- ) (k - 1) dengan taraf nyata = 0,05.
Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 4, diperoleh uji normalitas data pada variabel X (kualitas catatan fisika) dan variabel Y (hasil belajar siswa) berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil pengujian normalitas
chi-kuadrat (x2) disajikan pada tabel berikut.
Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Chi-Kuadrat (x2) Hasil Belajar siswa (Y) atas
Kualitas Catatan (X)
Variabel Xhitung Xdaftar Kesimpulan
α = 0,05
X 3,4873 12,6 Normal
Y 11, 2973 12,6 Normal
1.6.2 Pengujian Hipotesis
1.6.2.1 Mencari Persamaan Regresi
Persamaan yang digunakan untuk menentukan persamaan regresi adalah
bX a
Yˆ , dimana harga a dan b dapat dicari dengan menggunakan rumus
sebagai berikut. (Sugiono 2011: 262).
2 2 2 X X n XY X Y a i i 2 2 X X n Y X XY n b (Sugiono 2011: 262)
Dimana:
a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)
b = Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan (+) atau penurunan(-) variabel Y
ΣX = Jumlah nilai kualitas catatan
ΣY = Jumlah nilai hasil belajar ΣX2
= Jumlah kuadrat nilai kualitas catatan
ΣXY = Hasil kali antara nilai kualitas catatan dan hasil belajar
1.6.2.2 Menguji Linearitas dan keberartian Persamaan Regresi
Untuk menguji linearitas dan keberartian persamaan regresi digunakan rumus sebaga berikut.
TC JK S JK G JK n Y Y TC JK a b JK a JK T JK S JK n X Y XY b a b JK n Y a JK Y T JK i x i 2 2 2 2 (Sugiono, 2011: 264) Dimana:
JK(T) = Jumlah kuadrat total JK(a) = Jumlah kuadrat koefisien a JK(b|a) = Jumlah kuadrat regresi JK(S) = Jumlah kuadrat sisa
JK(TC) = Jumlah kuadrat tuna cocok JK(G) = Jumlah kuadrat Galat 1. Menguji Linearitas Regresi
Untuk menguji linearitas regresi Yˆ a bX menggunakan uji Fisher
(Sugiono, 2011: 273) dengan rumus berikut.
2 2 G TC hitung S S F Dimana: 2 ) ( 2 k TC JK STC k n G JK STC2 ( )
Sumber-sumber variasi JK(TC) dan JK(G) dihitung menggunakan persamaan-persamaan berikut. TC JK S JK G JK n Y Y TC JK i x i 2 2
Dengan kriteria pengujian:
Untuk taraf α = 0,05 terima hipotesis yang menyatakan bahwa persamaan regresi linear: Jika F(hitung) < F(k-2), (n-k) dan tolak hipotesis jika F(hitung) > F(k-2), (n-k). 2. Menguji Keberartian Regresi
Untuk menguji keberartian arah regresi Yˆ a bX menggunakan uji
Fisher (Sugiono, 2011: 273) dengan rumus berikut.
2 2 res reg hitung S S F Dimana:
Sumber-sumber variasi JK(bǀ a) dan JK(S) dihitung menggunakan persamaan-persamaan berikut. a b JK a JK T JK S JK n X Y XY b a b JK
Untuk taraf α = 0,05 terima hipotesis yang menyatakan bahwa koefisien arah regresi berarti jika F(hitung) > F(1,n-2) dan tolak hipotesis jika F(hitung) < F(1,n-2). Semua perhitungan yang diperoleh dimasukkan ke dalam daftar analisis varians pada tabel 4.
Tabel 4: Daftar ANAVA untuk regresi linear Yˆ a bX
Sumber variasi Dk JK KT F Total N 2 Y Y2 Regresi (a) Regresi (b a) Sisa 1 1 n - 2 JK(a) JK(b a) JK(S) JK (a) a b Sreg2 2 -n JK(S) 2 sis S 2 2 sis reg S S Tuna cocok Galat k – 2 n - k JK(TC) JK(G) 2 -k JK(TC) 2 TC S k -n JK(TC) 2 G S 2 2 G TC S S (Sugiono, 2011: 257) 1.6.2.3 Analisis Korelasi
1. Menghitung Koefisien Korelasi
Untuk menentukan apakah ada hubungan antara kualitas catatan dengan hasil belajar fisika siswa digunakan rumus Pearson Product Moment (Sugiono, 2011: 274) sebagai berikut.
2 2 2 2 i i i i i i i i XY y y n x x n y x y x n r Dimana:
r = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y n = Jumlah responden
= Jumlah skor X = Variabel bebas Y = Variabel terikat
Pemberian penafsiran terhadap koefisien korelasi yang diperoleh besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan tabel 5.
Tabel 5: Pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi
Interval koefisien Tingkat hubungan
0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 –1,000 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat (Sugiono, 2011: 274) 2. Menghitung Koefisian Determinasi
Menghitung koefisien diterminasi (r2) dimaksudkan untuk melihat tingkat keeratan hubungan antara variabel X dengan variabel Y dihitung dengan menggunakan rumus koefisien koefisien diterminasi (Ridwan dan Sunarto, 2011 :82) sebagai berikut.
KP = r2 x 100 %
Dimana: KP = Nilai Koefisien Determinasi r = Nilai Koefisien Korelasi
3. Menguji Signifikan Koefisian Korelasi (Menguji Keberartian Hubungan) Uji keberartian atau signifikasi koefisien korelasi ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kualitas catatan dengan hasil belajar siswa. Rumus yang digunakan untuk uji ini yaitu, menggunakan tehnik statistik Uji t (Sugiono, 2011: 274).
2 1 2 r n r t
Dimana: t = Nilai Statistik
r = Nilai Koefisien korelasi n = Jumlah Sampel
Pengujian ini dilakukan melalui pasangan hipotesis (Sugiyono, 2011:96) sebagai berikut.
Ha : ≤ 0 atau
H0 : ≥ 0
Dimana:
Ho: ρ ≤ 0: Tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas catatan dengan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Fisika.
Ha: ρ ≥ 0 : Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas catatan siswa dengan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Fisika.
Keterangan: ρ = simbol yang menunjukkan kuatnya hubungan Dengan kriteria pengujian:
Terima Ho, jika t (1 -½ά) < thitung < t (1 -½ά) dengan taraf kepercayaan ά = 0.05 dan serta dk = n – 2