• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROJECT MANAGEMENT PROYEK MANAJEMEN PADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROJECT MANAGEMENT PROYEK MANAJEMEN PADA"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PROYEK

SYSTEM INFORMATION PROJECT MANAGEMENT

“PROYEK MANAJEMEN PADA APLIKASI JUAL-BELI

ELEKTRONIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN AKAD

MURABAHAH PADA KSU SRI LIMO”

DISUSUN OLEH:

Nama : 1. Hafizh Andika Pitoyo

2. Mega Ayu Silvianingsih Kelas : 4 TIPS 2

Study : SPM

Faculty : Faiq Miftakhul,M.KOM

Semester : 4

CEP-CCIT FTUI BEKERJASAMA DENGAN

(2)

KATA PENGANTAR

Assalammu ‘alaikum wr. wb.

Puji syukur penulis kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proyek SPM ini dengan judul “PROYEK MANAGEMENT PADA APLIKASI JUAL-BELI ELEKTRONIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN AKAD MURABAHAH PADA KSU SRI LIMO” tepat pada waktunya. Makalah ini berisi bagaimana aplikasi bisnis dikembangkan dalam bidang jual-beli,khususnya pembiayaan,penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua, dan teman-teman yang sudah memberi dukungan dan membantu menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Bpk Faiq Miftakhul,M.KOM selaku

faculty yang sudah membimbing kami dalam menyusun dan menyelesaikan dokumentasi ini. Maka dari itu, saran dan kritik yang bersifat membangun penulis harapkan demi kesempurnaan proyek ini. Semoga Tuhan meridhoi segala usaha kita. Amin

Depok, 15 Juni 2015

(3)

Daftar Isi

KATA PENGANTAR...ii

Daftar Isi...iii

Daftar Gambar...v

Daftar Tabel...vi

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...1

1.3 Tujuan Penelitian...2

1.4 Batasan Masalah...2

1.5 Metodologi Penulisan...2

1.6 Sistematika Penulisan...2

BAB II LANDASAN TEORI...4

2.1 Definisi Proyek...4

2.2 Manajemen Proyek...4

2.3 Manajer Proyek...5

2.4 Peranan Manajer Proyek...5

2.5 Stake Holder...6

2.6 Area Pengetahuan Management Project...7

2.6.1 Manajemen Ruang Lingkup Proyek (Project Scope Management)...8

2.6.2 Manajemen Biaya Proyek (Project Cost Management)...8

2.6.3 Manajemen Waktu Proyek (Project Time Management)...9

2.6.4 Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek (Project Human Resource Management)...10

2.6.5 Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Management)...11

2.6.6 Manajemen Kualitas Proyek (Project Quality Management)...12

2.6.7 Manajemen Pengadaan Material Proyek (Project Procurement Management)...13

(4)

2.7 Fase-Fase Manajemen Proyek...14

BAB III ANALISA MASALAH...15

3.1 AON...15

3.2 Diagram PERT...15

3.3 Critical Path Method (CPM)...17

3.4 Durasi...18

3.5 Work Breakdown Structure...19

3.6 Gantt Chart...20

3.7 Resource Sheet...22

3.8 Risk Manajemen...24

BAB IV Penutup...28

4.1 Kesimpulan...28

4.2 Saran...28

(5)

Daftar Gambar

Gambar 1 AON (Activity On Node)...15

Gambar 2 Forward Pass...16

Gambar 3 Backward Pass...16

Gambar 4 Critical Path Method...17

Gambar 5 Jadwal durasi bagan (1)...18

Gambar 6 Jadwal durasi bagan (2)...18

Gambar 7 Work Breakdown Structure...19

Gambar 8 Work Breakdown Structure (2)...20

Gambar 9 Gantt Chart...20

Gambar 10 Gantt Chart (2)...21

Gambar 11 Resource Sheet...22

Gambar 12 Cost Management (1)...23

(6)

Daftar Tabel

Tabel 1 Tabel kegiatan...15

Tabel 2 Diagram ES-EF...16

Tabel 3 Diagram ES, EF, LS dan LF...16

Tabel 4 Tabel CPM...17

(7)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini, sistem dalam perbankan syariah telah diminati banyak orang. Setiap Bank konvensional berlomba-lomba membuat produk syariahnya masing masing. Akad yang populer digunakan dalam perbankan syariah adalah akad Mudharabah, ijarah, dan Murabahah. Salah satu akad fiqih yang tidak kalah populer digunakan oleh perbankan syariah adalah akad jual-beli Murabahah. Transaksi murabahah ini lazim dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Secara sederhana, Murabahah berarti suatu penjualan barang seharga barang tersebut ditambah keuntungan yang telah disepakati.

Murabahah adalah salah satu dari bentuk akad jual beli yang telah banyak dikembangkan sebagai sandaran pokok dalam pembiayaan modal kerja dan investasi dalam perbankan syariah yang memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan karena ada kesepakatan keuntungan antara nasabah dan pihak Bank. Keuntungan yang menjanjikan sehingga hampir semua lembaga keuangan syariah menjadikannya sebagai produk financing dalam pengembangan modal mereka.

Proses transaksi jual beli dengan akad Murabahah salah satunya dalam jual beli rumah. Bank telah menyediakan rumah untuk ditawarkan oleh nasabah. Maka dibutuhkan suatu program komputer atau aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu proses jual-beli khususnya jual jual-beli rumah dengan menggunakan akad Murabahah. Program yang dibuat adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman C#. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis akan membahas lebih lanjut tentang project management dalam pembuatan “Aplikasi Jual Beli Rumah Pada Bank Syariah”.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana merancang sebuah Manajemen proyek pada Aplikasi Proyek Murabahah Pembiayaan Rumah?

2. Bagaimana mengerjakan sebuah proyek dengan konsep manajemen yang baik pada Aplikasi Proyek Murabahah Pembiayaan Rumah?

(8)

4. Bagaimana implementasi dari manajemen resiko pada proyek yang sedang dikerjakan?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui teknik penjadwalan proyek aplikasi pada KSU SRI Limo. 2. Mengetahui mengestimasi biaya proyek pada KSU SRI Limo.

3. Mengetahui bagaimana resiko yang terjadi dan berapa lama proses pengerjaann dan tingkat kesulitan dari proyek yang dikerjakan.

1.4 Batasan Masalah

Ruang lingkup materi dibatasi pada teknik penjadwalan menggunakan Gantt Chart, desain rancangan dengan menggunakan pemodelan UML, penentuan biaya dengan Cost Management Analysis, danmanajemen resiko dengan Risk Management. Akad yang digunakan adalah murabahah.Bahasa pemograman menggunakan PHP.

1.5 Metodologi Penulisan

Dalam proses penulisan proyek ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka (Library research) dan pembuatan akan management proyek. Pada metode ini, penulis megumpulkan beberapa referensi dari berbagai buku ataupun dari artikel yang berasal dari internet yang berhubungan dengan judul yang diajukan dengan menambahkan beberapa pendapat dari buku yang dibaca dan dari situs internet yang dikunjungi serta membuat aplikasi tersebut.

1.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan laporan tugas ini adalah sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan

Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori

(9)

BAB III : Anlisa Masalah

Dalam studi kasus ini menjelaskan tentang perancangan pembuatan management proyek pada aplikasi pembiyaan rumah dengan akad murabahah

BAB IV : Penutup

(10)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Proyek

Menurut PMBOK Guide (2004), proyek adalah suatu usaha atau pekerjaan sementara yang dilakukan untuk membuat sebuah produk, menghasilkan jasa atau hasil yang unik. Sebuah proyek dinyatakan berakhir apabila tujuan proyek sudah diraih, atau proyek tersebut dihentikan. Proyek bisa besar atau kecil dan membutuhkan waktu yang lama atau singkat untuk menyelesaikannya. Proyek memiliki beberapa sifat/atribut, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Memiliki tujuan yang unik.

2. Bersifat sementara (ada jangka waktu)

3. Dibangun berdasarkan progressive elaboration (dilaksanakan dan dikendalikan) 4. Membutuhkan sumber daya, biasanya dari berbagai area.

5. Harus punya pelanggan utama atau sponsor(memberi arahan dan dana)

2.2 Manajemen Proyek

(11)

2.3 Manajer Proyek

Menurut Project Mangement Body of Knowledge Guide (PMI 2001) mengatakan bahwa manajer proyek seseorang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek. Menurut Ritz (1994) seorang manajer proyek berasal dari suatu institusi atau seo-rang pengusaha yang sinonim dengan pengurus, eksekutif, supervisor dan boss.

2.4 Peranan Manajer Proyek

1. Berperan untuk mengintegrasikan beberapa kegiatan yang berbeda untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Berperan juga sebagai seorang komunikator. Dengan ini berarti manajer proyek men-jadi tempat terakhir menujunya laporan-laporan, memo, permintaan dan keluhan. Man-ajer proyek juga mengambil input dari banyak sumber, mengolah dan menyampaikan informasi ke beberapa pihak dan memastikan bahwa semua orang yang punya peran dalam proyek mengetahui informasi mengenai kebijaksanaan, tujuan, anggaran, jadwal kebutuhan, dan perubahan yang ada dalam proyek sesuai peran yang dimiliki.

3. Berperan untuk mengambil keputusan yang menjadi wewenangnya, antara lain men-genai realokasi sumber daya, mengubah lingkup proyek, menyeimbangkan kriteria bi-aya, jadwal dan performansi.

4. Merupakan seorang enterpreuneur yang harus berusaha untuk melakukan pengadaan dana, fasilitas dan orang agar proyek dapat berjalan.

5. Merupakan seorang agen pengubah yang mempelopori pemakaian ide yang baru dan inovatif dan berusaha keras mengatasi halangan untuk melakukan perubahan.

Uraian pekerjaan seorang manajer proyek dapat beragam,tetapi kebanyakan mencakup pertanggung jawaban, perencanaan, penjadwalan. Berikut adalah kurang lebih 15 fungsi atau tugas manajer proyek :

 Menentukan lingkup proyek  Evaluasi permintaan proyek

 Menetukan stakeholder, pembuat keputusan dan prosedur eskalasi

 mengidentifikasi dan mengevalu-asi resiko

 Membuat daftar detil aktifi-tas(WorkBreakdown Struc-ture-WBS)

(12)

 mengestimasi waktu yang di butuhkan

 Mengidentifikasi ketergantungan

 membangun flow cart mana-jemen proyek dari awal

 Berpartisipasi dalam meninjau ulang fase-fase proyek

 Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan serta anggaran

 Mengatur proses perubahan

 Melaporkan suatu proyek

2.5 Stake Holder

Istilah stakeholder sudah sangat fenomenal. Kata ini telah dipakai oleh banyak pihak dan hubungannnya dengan berbagi ilmu atau konteks, misalnya manajemen bisnis, ilmu komunikasi, pengelolaan sumberdaya alam, sosiologi, dan lain-lain. Lembaga-lembaga publik telah menggunakan istilah stakeholder ini secara luas ke dalam proses-proses pengambilan dan implementasi keputusan. Secara sederhana, stakeholder sering dinyatakan sebagai para pihak, lintas pelaku, atau pihak-pihak yang terkait dengan suatu issu atau suatu rencana. Yang termasuk dalam stakeholder adalah:

1. Sponsor proyek; 2. Manajer program; 3. Manajer proyek; 4. Anggota tim; 5. Staf pendukung;

6. Pelanggan/pengguna, baik perorangan atau perusahaan; 7. Pemasok;

8. Manajer portofolio.

Stakeholder terbagi menjadi dua macam antara lain :

1. Stakeholder utama merupakan stakeholder yang memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program, dan proyek. Mereka harus ditempatkan sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan.

(13)

proyek ini. Tokoh masyarakat : Anggota masyarakat yang oleh masyarakat di-tokohkan di wilayah itu sekaligus dianggap dapat mewakili aspirasi masyarakat b. Pihak Manajer publik : lembaga/badan publik yang bertanggung jawab dalam

pengambilan dan implementasi suatu keputusan.

2. Stakeholder pendukung (sekunder) adalah stakeholder yang tidak memiliki kaitan ke-pentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program, dan proyek, tetapi memiliki kepedulian (consern) dan keprihatinan sehingga mereka turut bersuara dan berpengaruh terhadap sikap masyarakat dan keputusan legal pemerintah.

a. Lembaga(Aparat) pemerintah dalam suatu wilayah tetapi tidak memiliki tanggung jawab langsung.

b. Lembaga pemerintah yang terkait dengan issu tetapi tidak memiliki kewenangan secara langsung dalam pengambilan keputusan.

c. Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) setempat : LSM yang bergerak di bidang yang bersesuai dengan rencana, manfaat, dampak yang muncul yang memiliki “concern” (termasuk organisasi massa yang terkait).

d. Perguruan Tinggi: Kelompok akademisi ini memiliki pengaruh penting dalam pengambilan keputusan pemerintah.

e. Pengusaha (Badan usaha) yang terkait.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemangku_kepentingan

2.6 Area Pengetahuan Management Project

Project Management Body of Knowledge ( PM Bok ) menguraikan tentang pengetahuan yang unik pada bidang manajemen proyek dan berhubungan dengan manajemen lain secara teratur.

2.6.1 Manajemen Ruang Lingkup Proyek (Project Scope Management)

Project Scope Management mendefinisikan ruang lingkup pekerjaan (scope) yang harusdilakukan untuk menghasilkan deliverable sesuai dengan spesifikasi dan jangka waktu yang telah ditetapkan. Deliverable yang dimaksud bisa berupa: produk, jasa, prosedur, sistem, maupun keluaran dalam bentuk lain. Pembahasan Project Scope Management meliputi:

(14)

c. Work Breakdown Structure; d. Scope verification;

e. Scope control.

2.6.2 Manajemen Biaya Proyek (Project Cost Management)

Project Cost Management menguraikan proses yang dilibatkan di dalam perencanaan, pemikiran, penganggaran, dan biaya-biaya pengendalian sehingga proyek dapat diselesaikan dengan anggaran yang telah disetujui.

Menurut Schwalbe ( 2004, p225 ), manajemen biaya proyek melibatkan proses yang dibutuhkan untuk menyakinkan bahwa proyek terselesaikan dengan angggaran yang dianjurkan. Seorang manajer proyek harus dapat meyakinkan bahwa proyek sudah didefinisikan dengan baik, mempunyai waktu yang akurat dan perkiraan harga, dan mempunyai anggaran yang realistis dimana tim proyek terlibat dalam hal penganjuran tersebut. Merupakan tugas manajer proyek untuk memuaskan stakeholder proyek sementara melanjutkan penekanan untuk mengurangi dan mengontrol biaya.

Proses yang terlibat didalam manajemen biaya proyek adalah : 1. Perencanaan Sumber Daya (Resource Planning)

Melibatkan penentuan sumber daya apa (orang, peralatan, dan material) dan kuantitas dari tiap sumber daya yang akan digunakan dalam melakukan aktivitas proyek. Keluaran dari proses ini adalah daftar dari kebutuhan sumber daya. 2. Perkiraan Biaya (Cost Estimating)

Melibatkan pengembangan sebuah pendekatan atau pemikiran dari biaya sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Keluaran utama dari proses ini merupakan perkiraan biaya, mendukung perincian, dan sebuah perencanaan manajemen biaya.

3. Penganggaran Biaya (Cost Budgeting)

Melibatkan pengalokasian pemikiran biaya keseluruhan terhadap peralatan kerja individu untuk membangun sebuah dasar untuk pengukuran kerja. Keluaran utama dari proses ini adalah dasar biaya (cost baseline).

4. Pengontrolan Biaya (Cost Control)

(15)

2.6.3 Manajemen Waktu Proyek (Project Time Management)

Project Time Management mengurangi proses penyelesaian proyek yang tepat waktu. Menurut Schwalbe, Manajemen waktu proyek secara sederhana didefinisikan yaitu melibatkan proses yang dibutuhkan untuk menyakinkan pemenuhan waktu dari proyek. Tetapi pencapaian hasil ini tidak sederhana.

Proses utama yang terlibat didalam manajemen waktu proyek adalah :

1. Pendefinisian Aktivitas (Activity Definition)

Melibatkan pengidentifikasian aktifitas yang khusus dimana anggota tim proyek dan pemegang saham harus berkerja untuk menghasilkan pengarahan proyek. Sebuah aktifitas atau tugas adalah elemen kerja, biasanya ditemukan di dalam

Work Breakdown Structure ( WBS ) yang mempunyai durasi yang diharapkan, biaya, dan kebutuhan akan sumber daya.

2. Barisan Aktivitas (Activity Sequencing)

Melibatkan pengidentifikasian dan pendokumentasian hubungan antara aktivitas proyek.

3. Perkiraan Durasi Aktivitas (Activity Duration Esting)

Melibatkan perkiraan periode jumlah kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktifitas individu.

4. Pengembangan jadwal (Schedule Development)

Melibatkan analisa urutan aktifitas, perkiraan durasi aktifitas, dan kebutuhan sumber daya untuk menciptakan jadwal proyek.

a. Gantt Chart

Menurut Schwalbe, Gantt Chart menyediakan suatu format standar untuk menggambarkan informasi mengenai jadwal proyek dengan menampilkan kegiatan proyek, jadwal mulai dan jadwal selesai dalam format kalender.

b. Critical Path Method ( CPM )

(16)

disele-saikan. Menggunakan network diagram dan mempunyai sedikit slack atau float

adalah waktu dari aktivitas yang mungkin tertunda tanpa menunda suatu aktivi-tas atau tanggal penyelesaian proyek.

c. Critical Chain Scheduling

Menurut Schwalbe, Critical Chain Scheduling adalah suatu metode penjad-walan yang mempertimbangkan sumber daya yang terbatas ketika menciptakan jadwal proyek dan memasukkan buffer pada proyek.

Buffer adalah penambahan waktu untuk melengkapi tugas, penambahan pada perkiraan untuk nilai dari bermacam-macam faktor.

Buffer dibagi menjadi 2, antara lain :

1. Feeding Buffer : penambahan waktu yang ditambahkan sebelum tugas pada bagian kritis didahului oleh bagian tugas yang non-kritis.

2. Project Buffer : penambahan waktu yang ditambahkan sebelum tanggal proyek selesai.

2.6.4 Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek (Project Human Resource Management)

Project Human Resource Management menguraikan proses dalam mengorganisir dan mengatur tim proyek itu. Menurut Schwlbe, manajemen sumber daya manusia proyek melibatkan proses yang dibutuhkan untuk melakukan efektifitas dari penggunaan orang yang terlibat dengan proyek. Manajemen sumber daya manusia menyangkut semua stakeholder proyek seperti: sponsor, pelanggan, anggota tim proyek, staff pendukung, para penjual yang mendukung proyek.

Proses utama yang terlibat didalam manajemen sumber daya manusia proyek adalah :

Perencanaan Sumber Daya Manusia mengidentifikasi dan mendokumentasikan perananan seseorang dalam proyek, tanggung jawabnya dan bagaimanarelasi pelapo-ran opelapo-rang tersebut dengan opelapo-rang-opelapo-rang lain dalam proyek

- Akuisisi Tim Proyekusaha untuk mendapatkan sumber daya manusia sesuai ke-butuhan untuk menyelesaikan proyek.

(17)

- Mengelola Tim Proyek Memantau kinerja tim proyek dengan memberikan ma-sukan atau motivasi, solusi ataupun sekedar koordinasi dalam rangka meningkatkan kinerja proyek.

2.6.5 Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Management)

Project Risk Management menguraikan proses yang berkaitan dengan pelaksanaan manajemen resiko pada suatu proyek.

Menurut Schwalbe, manajemen resiko proyek merupakan pengetahuan untuk mengidentifikasi, menugaskan, dan menanggapi resiko melalui daur hidup proyek dan perhatian dalam memenuhi objektif proyek. Menurut Schwalbe, tujuan dari manajemen resiko proyek dapat dilihat dengan meminimalkan potensi resiko sementara memaksimalkan potensi peluang atau pengeluaran.

Proses utama yang terlibat didalam manajemen resiko proyek adalah : 1. Perencanaan Manajemen Resiko (Risk Management Planning)

Melibatkan memutuskan bagaimana pendekatan dan rencana kegiatan manajemen resiko untuk suatu proyek. Dengan meninjau project charter, Work Breakdown Structure (WBS), aturan dan tanggung jawab, teloransi resiko stakeholder, dan kebijaksanaan manajemen resiko organisasi, tim proyek dapat merumuskan suatu perencanan manajemen resiko

2. Identifikasi Resiko (Risk Identification)

Melibatkan penentuan dimana resiko lebih mempengaruhi proyek dan pendokumentasian karakteristik dari setiap resiko yang ada.

3. Banyaknya Resiko (Quantitative Risk Analysis and Qualitative Risk Analysis) Melibatkan pengevaluasian resiko dan interaksi resiko untuk menafsirkan kemungkinan output proyek. Alat atau teknik untuk menghitung resiko yaitu jumlah uang yang diharapkan, menghitung riter resiko, estimasi PERT, simulasi, dan penilaian dari para ahli.

4. Perencanaan Tangapan Terhadap Resiko (Risk Response Planning)

Melibatkan pengambilan langkah-langkah untuk meningkatkan peluang dan mengembangkan tanggapan terhadap ancaman. Keluaran dari proses pengembangan tanggapan terhadap resiko ini adalah perencanaan manjemen resiko.

(18)

Melibatkan pengawasan terhadap resiko yang diketahui, identifikasi resiko-resiko baru, mengurangi resiko, dan mengevaluasi keefektifan dari penurunan resiko seluruhnya dalam daur hidup proyek. Keluaran utama dari proses ini adalah tindakan pembetulan terhadap tanggapan resiko dan update perencanaan manajemen resiko.

2.6.6 Manajemen Kualitas Proyek (Project Quality Management)

Project Quality Management menguraikan proses yang dilibatkan untuk meyakinkan bahwa proyek akan mencapai sasaran bila telah dikerjakan.

Menurut Schwalbe, tujuan utama dari manajemen kualitas proyek adalah untuk menyakinkan bahwa proyek akan memenuhi (memuaskan) kebutuhan yang akan diambil. Tim proyek harus mengembangkan hubungan yang baik dengan stakeholder kunci, khususnya pelanggan utama dengan proyek tersebut untuk mengerti kualitas yang ada didalamnya. Jika stakeholder proyek tidak puas dengan kualitas dari manajemen proyek atau hasil produk atau suatu proyek maka tim proyek harus membetulkan ruang lingkup, waktu, dan biaya untuk memenuhi kebutuhan stakeholder dan harapanharapan. Karena tim proyek harus mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan semua stakeholder dan mengetahui kebutuhan mereka.

1. Perencanaan kualitas (Quality Planning)

Melibatkan pengidentifikasian dimana standar kualitas berhubungan dengan proyek yang akan dilakukan dan bagaimana mencapai keduanya.

2. Meyakinkan kualitas (Quality Assurance)

Melibatkan evaluasi secara menyeluruh kinerja proyek untuk meyakinkan proyek akan memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Proses peyakinan kualitas melibatkan pengambilan tanggung jawab untuk kualitas selama proyek berlangsung hingga proyek berakhir.

3. Pengontrolan kualitas (Quality Control)

Melibatkan pengawasan hasil proyek khusus untuk meyakinkan apakah proyek sudah selesai dengan standar kualitas yang berhubungan sementara mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh.

2.6.7 Manajemen Pengadaan Material Proyek (Project Procurement Management)

(19)

Menurut Schwalbe, pengadaan (procurement) proyek mempunyai arti mendapatkan barang dan atau jasa dari sumber daya luar. Menurut Schwalbe keberhasilan dari proyek TI yang menggunakan sumber daya dari luar perusahaan sering tergantung pada manajemen pengadaan proyek. Manajemen pengadaan proyek itu sendiri meliputi proses yang dibutuhkan untuk mendapatkan barang atau jasa proyek dari luar.

Proses utama yang terlibat didalam manajemen pengadaan proyek adalah : 1. Proses Pengadaan (Procurement Planning)

Melibatkan penentuan bagaimana mengadakan dan kapan. Proses ini melibatkan penentuan bagaimana meng-outsource, menentukan jenis kontrak, dan menciptakan pernyataan kerja.

2. Perencanaan Permohonan (Solicitation Planning)

Melibatkan pendokumentasian kebutuhan produk dan mengidentifikasi sumber daya yang pontensial. Proses ini melibatkan penulisan dokumen pengadaan, seperti

Request For Proposal (RFP), dan mengembangkan criteria evaluasi. Akhir dari proses ini, yaitu organisasi sering mengumumkan Request For Proposal (RFP).

2.6.8 Manajemen Integrasi Proyek (Project Integration Management)

Project Integration Management menguraikan tentang proses dan aktivitas yang mengintegrasikan unsur-unsur dari manajemen proyek yang diidentifikasi, digambarkan, dikombinasikan, disatukan dan dikoordinir di dalam kelompok-kelompok proses manajemen proyek.

Menurut Schwalbe, Manajemen intergritas proyek meliputi proses yang terlibat didalam mengkoordinasi semua area pengetahuan manajemen proyek lain melalui dalam hidup proyek. Hal ini meyakinkan bahwa semua elemen dari proyek digunakan bersama pada waktu yang tepat untuk mensukseskan suatu proyek. Proses utama yang terlibat di dalam manajemen intergritas proyek adalah :

1. Pengembangan rencana proyek (Project Plan Development)

Melibatkan pengambilan hasil dari proses perencanaan dan membuat konsisten, dokumen yang koheren rencana proyek.

2. Pengeksekusian rencana proyek (Project Plan Execution)

(20)

3. Pengotrolan Perubahan Secara Keseluruhan (Integrated Change Control)

Melibatkan koordinasi perubahan didalam proyek secara keseluruhan. Untuk menyelesaikan keintegritasan manajemen proyek harus terlibat di dalam lingkup proyek, kualitas, waktu, biaya, sumber daya manusia, komunikasi, resiko, dan manajemen pengadaan (procurement). Karena semua itu terikat satu sama lain di dalam area pengetahuan.

2.7 Fase-Fase Manajemen Proyek

Manajemen proyek adalah penerapan pengetahuan, keahlian, alat-alat dan teknik untuk aktivitas proyek untuk memenuhi persyaratan proyek. Manajemen proyek dilakukan melalui penerapan yang sesuai serta penggabungan dari keseluruhan 42 proses manajemen yang dirangkum dalam 5 fase, yaitu:

1. Fase Pengenalan adalah tahap dimana proyek didefinisikan secara global yang men-cakup ruang lingkup, tujuan, waktu dan biaya.

2. Fase Perencanaan adalah tahap dimana proyek yang didefinisikan secara global dije-laskan secara terperinci dan jelas.

3. Fase Pelaksanaan adalah tahap dimana pelaksanaan atas apa-apa saja yang telah diren-canakan pada fase perencanaan.

4. Fase Pengawasan dan Pengontrolan adalah tahap dimana proyek yang sedang dikerjakan terus dilakukan pengawasan dan pengontrolan guna untuk tercapainya tujuan proyek, atau tahap dimana proyek telah selesai dikerjakan dan diterima oleh pihak client.

BAB III

ANALISA MASALAH

3.1 AON

Activity on node (AON), yang mana kegiatan digambarkan pada node dalam hal ini garis panah (arrow) merupakan hubungan logis antar kegiatan. Berikut adalah gambar AON dan table kegiatan yang digunakan dalam pembuatan aplikasi murabahah.

(21)

Tabel 1 Tabel kegiatan

Kegiatan Penjelasan Pendahuluan

langsung

Waktu Pengerjaan (Minggu)

A Perencanaan - 3

B Analisis A 2

C Design B 4

D Implementasi C 7

E Pengujian sistem D 1

Total 17

3.2 Diagram PERT

Diagram ini berisikan dengan nama kegiatan ataupun simbol kegiatan, lama hari kegiatan tersebut, Early Start, Early Finish, Latest Start, dan Latest Finish.

Berikut adalah Diagram PERT yang digunakan dalam pembuatan aplikasi pembiayaan murabahah KSU SRI Limo :

Gambar 2 Forward Pass

Tabel 2 Diagram ES-EF

Kegiatan Waktu ES EF LS LF

A 3 0 3

B 2 3 5

C 4 5 9

D 7 9 16

(22)

Gambar 3 Backward Pass

Tabel 3 Diagram ES, EF, LS dan LF

Kegiatan Waktu ES EF LS LF

A 3 0 3 0 3

B 2 3 5 3 5

C 4 5 9 5 9

D 7 9 16 9 16

E 1 16 17 16 17

3.3 Critical Path Method (CPM)

Critical Path Method (CPM) adalah teknik menganalisis kegiatan / aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total. Critical Path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang memungkinkan agar proyek dapat diselesaikan. Berikut adalah analisa Critical Path pada kegiatan proyek:

Gambar 4 Critical Path Method

Keterangan :

A = Tahap perencanaan

B = Tahap analisis

C = Tahap desain

D = Tahap implementasi

E = Tahap pengujian

Tabel 4 Tabel CPM

(23)

Float Float l Path

A 3 0 3 0 3 0 0 Ya

B 2 3 5 3 5 0 0 Ya

C 4 5 9 5 9 0 0 Ya

D 7 9 16 9 16 0 0 Ya

E 1 16 17 16 17 0 0 Ya

3.4 Durasi

Durasi dibawah ini akan menampilkan penjabaran waktu berapa lama proyek aplikasi pembiayaan murabahah KSU SRI Limo, berikut dibawah ini:

(24)

Gambar 6 Jadwal durasi bagan (2)

3.5 Work Breakdown Structure

WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.

(25)

Gambar 7 Work Breakdown Structure

Gambar 8 Work Breakdown Structure (2)

3.6 Gantt Chart

(26)

Gambar 9 Gantt Chart

(27)

3.7 Resource Sheet

Resource sheet merupakan seluruh lembar kerja yang berisi daftar nama Resource beserta seluruh detailnya. Gambar berikut menunjukkan daftar sumber daya yang digunakan dalam pengerjaan proyek.

Gambar 11 Resource Sheet

3.8 Cost Management Analysis

Analisis biaya yang diperlukan untuk seluruh kegiatan dalam pembuatan aplikasi pembiayaan Murabahah. Berikut merupakan Analisis biaya yang diperlukan pada seluruh

task dalam pembuatan aplikasi Murabahah pada KSU SRI Limo.

(28)
(29)

3.8 Risk Manajemen

Tabel 5 Risk Manajemen

No Peringkat Resiko Deskripsi Kategori PenyebabAkar Pemicu Tanggapan Penanggung Jawab Kemungkinan Dampak Severity

1 2 Perubahan

diagram Aplikasi yg dibangun tidak sesuai dengan model yang sudah ditentukan sebelumnya

Perencanaan Ide-ide baru Diagram kurang lengkap

Melakukan pengontrolan desain sistem

Analis Sistem 7 8 56

2 8 Pemograman waktu yang dibutuhkan dalam

aplikasi Penyalahgunaan hak akses Kurangnya autentifikasi Melakukan pembatasan hak akses

(30)

6 3 Penyimpanan

data Data tidak terhubung dan tidak tersimpan dengan baik pada sistem

Konstruksi Pembuatan

database Kesalahan pembuatan pada

6 10 Training Trainer kurang mengerti tentang sistem

Training

aplikasi Pengetahuan Pengetahuan yang kurang mengenai

Hardware Hardware yang digunakan untuk membangun aplikasi

rusak(con: CPU, Hdd, RAM, dll)

Konstruksi Kurangnya

kehati-hatian Pemakaian hardware tidak

(31)

9 5 Spesifikasi

(32)

BAB IV

Penutup

4.1 Kesimpulan

Dalam mengembangkan sebuah proyek dibutuhkan implementasi management proyek agar dapat mengurangi resiko biaya, waktu dan sumber daya yang telah ditentukan di awal pembuatan proyek.

4.2 Saran

(33)

Daftar Pustaka

http://agustinariyanti.blogspot.com/2011/04/knowledge-area-manajemen-proyek.html

https://sitompulke17.wordpress.com/2010/11/16/pengertian-work-breakdown-structure-wbs/

Gambar

Gambar 1 AON (Activity On Node)
Tabel 2 Diagram ES-EF
Tabel 4 Tabel CPM
Gambar 5 Jadwal durasi bagan (1)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika tim proyek mengurangi biaya proyek, maka akan berdampak pada pengurangan ruang lingkup, percepatan waktu pengerjaan, peningkatan risiko, penurunan kualitas suatu

Seorang Manajer Proyek harus mengetahui cara untuk mengelola lingkup atau scope suatu proyek termasuk perubahannya yang akan berdampak pada waktu dan biaya.. Enam Tahapan

Variabel X penelitian ini adalah implementasi pengetahuan manajemen proyek yang terdiri manajemen integrasi, manajemen lingkup, manajemen waktu, manajemen biaya, manajemen

Penerapan fungsi-fungsi manajemen secara sistematis pada suatu proyek mengunakan sumber daya secara2. efektif dan efisien agar tujuan proyek tercapai secara

Bidang Kajian : Apa itu proyek, manajemen dan manajemen proyek, Lingkup manajemen proyek, Proyek sistem informasi, Luas dan kapasitas manajemen proyek,

• Pengestimasian Biaya — mengembangkan perkiraan (estimasi) biaya sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan proyek. • Penganggaran Biaya — mengalokasikan

Menjelaskan proses-proses dalam manajemen resiko proyek yang meliputi perencanaan manajemen resiko, identifikasi resiko, analisis resiko kualitatif, analisis resiko kuantitatif,

diperhatikan dalam manajemen biaya proyek adalah biaya dari sumber daya yang.. diperlukan untuk menyelesaikan proyek,