• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metafora Penyakit dalam Bahasa Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Metafora Penyakit dalam Bahasa Indonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Palmer, F.R. 1976. Semantics: A New Outline. Cambrige: Cambrige University Press.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisa Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Astuti, Kabul . 2011. “Metafora Konseptual”. [Dikutip 23 Juni 2014]

Tersedia dari: http://www. wordpress.com/tag/metafora-konseptual/.

Rajeg, I Made.2009. “Cintanya Bertepuk Sebelah Tangan: Metaphoric and Metonymic Conceptualisation of Love in Indonesia”. [Dikutip 4 Mei 2014]

Tersedia dari: https://www.google.co.id/url? 2F042-I-Made-Rajeg-Univ.-Udayana-Cintanya-Bertepuk-Sebelah-Tangan-69620078.pdf.

Moleong, Lexy J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyadi. 2010a. “Metafora Emosi dalam Bahasa Indonesia”. Makalah pada the 5th International Seminar On Austronesia Language and Literature, Udayana, Denpasar, 19-20 Juli”.

Mulyadi. 2010b. “Dari Gerakan ke Emosi: Perspektif Linguistik Kognitif”. Logat, 1:17-24.

Siregar, Rumnasari. 2013. Metafora Cinta dalam Bahasa Angkola. (Tesis) Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

Silalahi, Roswita. 2005. “Metafora dalam Bahasa Batak Toba”.

Verspoor, Cornelia M. “What are the Characteristic of Emotional Metaphors?” [dikutip 19 Agustus 2015] Tersedia dari: http://public.lanl.gov/pubs/rice/met-thesis.pdf.

Alwi, Hasan. 2004. Pembinaan Bahasa dalam Konteks Otonomi Daerah.[dikutip 31 Agustus 2015] Tersedia dari:

Alwi, Hasan dkk. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Blai Pustaka.

Schendl, Herbert. 2001. Historical Linguistics.[dikutip 31 Agustus 2015] Tersedia dari:

Siregar, Bahren Umar. 2010. “Emosi dan Kebudayaan dalam Metafora” .[dikutip 31 Agustus 2015] Tersedia dari:

http://lib.balaibahasa.org/v2/catalog/index.php?p=show_detail&id=12440

(2)

Referensi

Dokumen terkait

campur kode adalah sebuah kode utama atau kode dasar yang digunakan memiliki fungsi dan otonomi, sedangkan kode yang lain yang terlibat dalam penggunaan bahasa tersebut hanyalah

Analisis wacana adalah telaah mengenai aneka fungsi (pragmatik) bahasa. Kita menggunakan bahasa dalam kesinambungan atau untaian wacana. Tanpa konteks, tanpa hubungan wacana

Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian ini ialah konsep OTOMOTIF dalam bahasa Indonesia memiliki sepuluh kategori, yaitu DAYA, PENYAKIT, MUSUH, TUMBUHAN,

Unjuk kerja dalam konteks hasil pembelajaran bahasa berkaitan dengan kinerja aktif-produktif lewat berbicara dan menulis (Nurgiyantoro, 2015 : 34). Berdasarkan

Dalam konteks Komunitas ASEAN 2015, Badan Bahasa membuat diktum mengenai orang luar (non-Indonesia) wajib berbahasa Indonesia tatkala bernegosiasi hal ikhwal

Fungsi penggunaan bahasa gaul bahasa Mandarin dalam media sosial WeChat periode Agustus s.d Oktober 2015 yang peneliti temukan adalah fungsi ekspresi atau emotif,

Fungsi penggunaan bahasa gaul bahasa Mandarin dalam media sosial WeChat periode Agustus s.d Oktober 2015 yang peneliti temukan adalah fungsi ekspresi atau emotif,

Hasan Alwi juga merupakan seorang daripada anggota pasukan penyusun buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga 1 (TBBI), 2000 yang diterbitkan oleh Balai Pustaka,