• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Filler PCC (Precipitated Calcium Carbonate) Terhadap Sifat Mekanik, Elektrik, Termal Dan Morfologi Dari Komposit HDPE/PCC

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Filler PCC (Precipitated Calcium Carbonate) Terhadap Sifat Mekanik, Elektrik, Termal Dan Morfologi Dari Komposit HDPE/PCC"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

CARBONATE) TERHADAP SIFAT MEKANIK, ELEKTRIK,

TERMAL DAN MORFOLOGI DARI KOMPOSIT HDPE/PCC

1)

Emiliana Kasmujiastuti dan Arum Yuniari

Email: [email protected]

Diterima: 15 Maret 2012 Disetujui: 28 Mei 2012

ABSTRACT

The purpose of this research was to know the effect of precipitated calcium carbonate

(PCC) on morphology and quality of the HDPE g-MAH with PCC as filler. The process of HDPE

g-MAH /PCC composites with a rheomix 3000 Haake at 180 º C and 50 rpm of rotor speed for 10

minutes. The composition of HDPE and additives are set constant, and PCC content was varied

10, 15 , 20, 30,40 and 50 phr (per hundred resin). The results of scanning electron microscopy

showed that composite HDPE-g-MAH dan 30 phr of PCC was compatibel. Analysis functional

group on composites with Fourier Transform Infra Red (FTIR) indicated wave band on 3449,61

1 -1 -1 -1 -1

cm-, 2921 cm , 1707,21 cm , 1485 cm dan 722,03 cm . The test results of the electrical

properties (insulation resistance : e 4 M& and electric resistance : no holed), and thermal

properties (sparks : no flame andtissue not burned) indicate that all of the composite

HDPE-g-MAH/PCC fullfill SNI 04-6504-2001, except resistance to heat.

Keywords: HDPE, PCC, maleic anhidride, electrical reistance, thermal resisitance

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan filler Precipitated

Calcium Carbonat (PCC) terhadap morfologi, sifat mekanik, termal dan elektrik komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC. Pembuatan komposit HDPE-g-MAH dengan filler PCC

o

menggunakan mesin Rheomix 3000 Haake dengan suhu 180C, selama 10 menit dan kecepatan

50 rpm. Komposisi HDPE dan bahan aditif dibuat tetap, dan kandungan PCC divariasi 0; 10 ;

20 ; 30; 40 dan 50 phr (per hundred resin). Morfologi komposit diamati dengan Scanning

Electron Microscope (SEM) dengan metode secondary electron image perbesaran 2000 X dan

karakterisasi gugus fungsi pada komposit dengan menggunakan Fourier Transform Infra Red

(FTIR). Hasil pengamatan morfologi SEM memperlihatkan bahwa permukaan komposit

HDPE-g-MAH dan PCC 30 phr adalah kompatibel dan hasil uji FTIR terlihat adanya puncak serapan

1 -1 -1 -1 -1

pada panjang gelombang3449,61 cm-, 2921 cm , 1707,21 cm , 1485 cm dan 722,03cm . Dari

hasil uji mekanikal komposit HDPE-g-MAH berisi filler PCC 30 phr mempunyai densitas 1,18

3 2

gr/cm, kekuatan tarik 254,22 kg/cm, perpanjangan putus 20%, kekerasan 96,6 shore D dan

2

ketahanan pukul takik 25 kJ/m. Hasil uji sifat elektrikal (resistansi isolasi : e 4 M& dan kuat

listrik: tidak tembus) dan uji thermal (percikan api: tidak ada api dan tisu tidak terbakar)

menunjukkan bahwa semua komposit HDPE-g-MAH dengan filler PCC memenuhi SNI

04-6504-2001, kecuali untuk ketahanan panas (uji sifat thermal).

Kata kunci: HDPE, PCC, maleat anhidrat, sifat elektrikal, sifat thermal

(THE EFFECT OF PCC (PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE )

FILLER ON THE MECHANICAL, ELECTRICAL, THERMAL

(2)

dkk, (2004) telah melakukan penelitian

analisa terhadap karakteristik tracking dari

high density polyethylene murni, dan

menunjukkan bahwa HDPE murni cocok

untuk diaplikasikan sebagai isolator pada

penggunaan voltase rendah.

Salah satu filler yang dapat digunakan

adalah Precipitated Calcium Carbonate

(PCC). Precipitated Calcium Carbonate

(PCC) adalah produk turunan dari kapur yang

telah mengalami proses rekarbonisasi dengan

rumus kimia CaCO. Precipitated Calcium

3

Carbonate (PCC) adalah senyawa kimia yang

memiliki rumus kimia CaCO3. PCC memiliki

struktur kristal yang berbeda dengan kalsium

karbonat lain. PCC memilki struktur kristal

yang biasa disebut sebagai kalsit. Bentuk

umum dari PCC adalah kristal heksagonal

yang dikenal dengan calsite, dengan

turunannya adalah skalenohedral,

rhombohedral dan prismatik. Calcium

carbonat dengan ukuran partikel rata-rata > 1

micron, cenderung berfungsi sebagai filler.

Semakin kecil ukuran partikel dari

Precipitated Calcium Carbonate (PCC), maka

semakin kuat efeknya.

Komposit merupakan sejumlah sistim

multiphase sifat gabungan yaitu gabungan

antara bahan matrik atau pengikat pemerkuat

dengan bahan pengisi (Feldman dan Hartomo,

1995).

Pada pembuatan komposit perlu

ditambahkan bahan aditif agar diperoleh sifat

mekanik yang diinginkan. Bahan aditif

tersebut antara lain bahan pengisi (filler),

antioksidan, flame retardant, heat stabilizer,

pemlastis dan sebagainya (Breza, 1987;

Buszard, 1984; Capolupo and Chucta, 1987).

Nanokomposit dari bahan HDPE dan

calcium carbonat dapat menghasilkan

campuran dengan ketahanan impact yang

tinggi (Qiang Yuan et al, 2009). Penambahan

10 % calcium carbonate pada HDPE dapat

menyebabkan naiknya ketahanan panas dan

kristalinitas campuran (Samaneh et al, 2009).

Tujuan penelitian ini adalah untuk

mempelajari pengaruh penggunaan filler

precipitated calcium carbonat (PCC) terhadap

sifat mekanik, elektrik termal dan morfologi

komposit HDPE/PCC. HDPE dihasilkan dari proses

polimerisasi monomer ethylene pada suhu dan

tekanan rendah dengan berbagai katalisator

umumnya kompon logam transisi seperti

chrom dan titanium, kadang-kadang

digunakan co-catalyst seperti aluminium

alkyl. HDPE mempunyai derajad kristalinitas

tinggi.

Sifat-sifat HDPE antara lain sifat

elektriknya baik, mudah diproses, liat, keras,

suhu pelunakan relatif tinggi, bila diraba

terasa seperti lilin, tahan terhadap bahan

kimia, mudah diberi warna, sifat rigiditasnya

baik, dan stabilitas dimensinya bagus.

Densitas melebihi atau sama dengan 0,941

3

g/cm. Densitas akan mempengaruhi

sifat-sifat termal dan fisis HDPE. Menurut Gupta

(1994), kenaikan densitas antara lain akan

menyebabkan kekakuan/ sifat rigid dan

kekerasan. HDPE memiliki sifat bahan yang

lebih kuat, dan kaku dibanding LDPE dan bisa

o

bertahan pada temperatur tinggi 120C.

Meskipun jenis plastik ini kaku, tetapi masih

termasuk fleksibel dan tidak mudah pecah

pada temperatur antara -50ºC sampai 100ºC

mampu tetap berada bentuknya, transparan

tetapi agak buram, tahan terhadap cairan

pelarut dan mempunyai daya elektrostatik

kecil. HDPE mempunyai jumlah rantai cabang

yang lebih sedikit dibanding LDPE sehingga

HDPE mempunyai kekuatan tarik dan gaya

antar molekulyang tinggi.

HDPE merupakan plastik yang murah,

mudah diproses dengan berbagai metode

seperti cetak injeksi (injection molding), cetak

tekan (compression molding), dan cetak tiup

(blow molding), juga mempunyai sifat tahan

bahan kimia, ketahanan elektrik (electrical

resistivity) dan sangat getas pada suhu rendah.

Plastik HDPE juga sering digunakan sebagai

bahan isolator. Bahan isolator mempunyai

daya hantar listrik (electrical conductivity)

yang kecil dan tahan listrik (electrical

resistance) besar. Untuk itu pemakaian bahan

isolator perlu mempertimbangkan sifat

kelistrikannya. Sifat kelistrikan menurut

Harper (1975) dan Swathatafrijiah Wawas

(2004) mencakup resistivitas (volume dan

surface resistivity), permitivitas atau faktor

(3)

Pengujian komposit HDPE-g-MAH

dengan filler PCC

Pengujian dilakukan untuk mengetahui

kualitas komposit HDPE, yang meliputi uji

sifat mekanik : densitas, tensile strength,

elongation at break, izod impact dan

kekerasan. Uji densitas dilakukan

menggunakan alat densimeter dan mengacu

metode uji ASTM D792. Uji kuat tarik (tensile

strength) dan kemuluran (elongation at break)

dilakukan dengan menggunakan alat uji

tensile strength tester, uji kekerasan

menggunakan hardness tester ; uji sifat

elektrikal : resistansi isolasi (volume

resistivity) dan kuat listrik (dielectrict

strength) dengan mengacu SNI

04-6504-2011 Lampu swa-balast untuk pelayanan

pencahayan umum-persyaratan keselamatan;

uji sifat thermal meliputi ketahanan terhadap

panas dan ketahanan terhadap percikan api

dengan mengacu SNI 04-6504-2011; Selain

itu juga diamati morfologi komposit untuk

mengetahui homogenitas dispersi filler PCC

didalam komposit menggunakan Scanning

Electron Microscope (SEM) dengan metode

secondary electron image perbesaran 2000 x

.Karakterisasi gugus fungsi pada komposit

dengan menggunakan alat Fourier Transform

Infra Red (FTIR).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil uji morfologi (SEM) dan FTIR, uji

mekanikal, uji elektrikal dan thermal untuk

semua formula komposit HDPE/PCC

disajikan pada Gambar 1 sampai dengan 14

serta Tabel 1 dan 2.

Morfologi komposite HDPE-g-MAH

dengan filler PCC

Pengamatan melalui Scanning Electron

Microscope (SEM) dilakukan untuk melihat

kondisi permukaan (morfologi) komposit dan

homogenitas distribusi filler PCC didalam

komposit plastik. Pengamatan morfologi

komposit melalui SEM dilakukan

menggunakan metode secondary electron

image dengan perbesaran 2000x. Hasil SEM

disajikan pada Gambar 1 sampai 6. Bahan penelitian

Bahan baku yang digunakan pada

penelitian ini adalah plastik jenis high density

polyethylene (HDPE) produksi dalam negeri

merek Asrene SI 5230injection grade dengan

melt temperature 175-235ºC. Filler digunakan

precipitated calcium carbonate (PCC)

produk dari PT. Karya Total Wonosari dengan

ukuran partikel 10µm. Maleat anhidride

(MA) sebagai compatibilizer, dicumyl

peroksida (DCP) sebagai inisiator,

antioksidan (AOX), antimoni trioksida

sebagai flame retardant dari Jerman, calsium

stearat sebagai heat stabilizer buatan

Singapura merk FACI, dan asam stearat

sebagai lubricant.

Alat penelitian

Alat proses meliputi: Timbangan digital

merk Mettler Toledo, Hot Blender : Rheomic

3000 Haake , hydraulic press MN Vulcanizing

Press Spec XLB, D 400 x 400 x1, tahun 2000,

mesin pelletizing, dan injection molding Merk

COSMO, kode TTI 330/100HT.

Alat uji meliputi: alat uji morfologi:

Scanning Electron Microscopy (SEM) merk

JEOUL, Fourier Transform Infra Red (FTIR)

merk Shimadzu IR Prestige 21, AIM-8800,

alat uji mekanik: tensile strength tester merk

Troning Albert tipe QC II-M-18, hardness

tester merk Toyoseiki (Durometer D), Izod

Impact Tester, dan Electro Densimeter Merk

Mirage EW-200SG alat uji elektrikal dan alat

uji thermal: Ball Presser, Glow Wire Tester,

Diamond Perkin Elmer.

Metode penelitian

Proses pembuatan komposit

Komposit yang dibuat sebanyak 5

kompon. Jumlah filler PCC dibuat bervariasi.

Perbandingan HDPE/PCC dalam formulasi

yang diteliti adalah 100/10; 100/20; 100/30,

100/40; 100/50 dan sebagai kontrol digunakan

perbandingan HDPE/PCC 100/0. Bahan

lainnya adalah flame retardant, asam stearat,

anti oksidan, compatibilizer dan inisiator

dibuat tetap.

Proses pembuatan komposit dilakukan

dengan menggunakan mesin Rheomic 3000

o

(4)

Gambar 1 merupakan komposit tanpa

filler PCC, memperlihatkan dengan jelas

rongga kosong yang ada diantara

molekul-molekul HDPE.

Dari Gambar 2 sampai dengan 6 terlihat

bahwa rongga kosong tersebut telah terisi

dengan filler PCC. Pada Gambar 4 yang

merupakan SEM komposit HDPE-g-MAH

dengan filler PCC 30 phr terlihat distribusi

yang paling homogen karena rongga HDPE

lebih besar dari pada ukuran partikel PCC

maka satu rongga HDPE dapat ditempati oleh

beberapa partikel PCC. Hal ini menunjukkan

bahwa maleat anhidrat mampu memperbaiki

kompatibilitas antara matriks polimer dan

filler (Qi Wang et al, 2002). Gambar 1.

MikrografSEM komposit HDPE tanpa filler PCC

Gambar 2.

MikrografSEM komposit HDPE-g-MAH

dengan filler PCC 10 phr

Gambar 3.

MikrografSEM komposit HDPE-g-MAH

dengan filler PCC 2 0 phr

Gambar 4.

MikrografSEM komposit HDPE-g-MAH

dengan filler PCC 3 0 phr

Gambar 5.

Mikro grafSEM komposit HDPE-g-MAH

dengan filler PCC 4 0 phr

Gambar 6.

MikrografSEM komposit HDPE-g-MAH

(5)

MAH dengan filler PCC 30 phr seperti pada

Gambar 8 menggambarkan pita serapan

1

-didaerah: 3449,61 cm- (C-CH), 2921 cm

3

1 -1

(CH stretch), 1707,21 cm (C=O stretch) dan

2

-1 -1

1485 cm (C=C) dan 722,03 cm merupakan

pita serapan CH-CH-CH (Peacock, 2000).

2 2 2

Spektrum Calcium Carbonate ditunjukkan

-1

pita Infra Red pada 1485, 722,03 cm sesuai

q3-asymmetric stretching dan q4-asymmetric

bending vibrations, yang merupakan

karakteristik struktur calcite.

Sifat mekanikal

Hasil uji sifat mekanik untuk komposit

dengan filler PCC disajikan pada Gambar

sampai dengan Gambar 9 sampai dengan 13.

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

densitas komposit HDPE-g-MAH

Dari Gambar 9 terlihat bahwa densitas

komposit meningkat dengan bertambahnya

jumlah filler PCC. Semakin banyak filler PCC

yang ditambahkan densitas komposit menjadi

semakin besar. Peningkatan densitas komposit

dikarenakan densitas filler lebih tinggi dari

densitas HDPE. Menurut (Gupta , 1994)

3

densitas HDPE > 0,954 gr/cm.

Hasil uji densitas komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC disajikan di Gambar

9.

Gambar 9. Densitas komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC

Menurut (Sylvia et al, 2006) dalam

penelitiannya tentang sifat mekanik dan

rheologi komposit HDPE dan CaCO

3 Karakterisasi gugus fungsi pada

komposit dengan menggunakan alat Fourier

Transform Infra Red (FTIR)

Spectrophotometer dan hasil FTIR disajikan

pada Gambar 7 dan 8. Gambar 7. menyajikan

spektrum LDPE sedangkan spektrum FTIR

komposit HDPE/PCC dengan filler PCC 30

phr disajikan pada Gambar 8.

Gambar 7. Spektrum FTIR LDPE

Gambar 7 merupakan spektrum FTIR

LDPE yang menggambarkan pita serapan

didaerah 3913,96 3604,48 (C-CH3); 2905,02

-1 -1

cm (CH), 1470,39 1539,10 cm (C=C),

-1

718,09 cm merupakan pita serapan CH-CH

-2 2

CH (Peacock, 2000).

2

Gambar 8. Spektrum FTIR komposit

HDPE/PCC dengan filler PCC 30 phr

1.09 1.12 1.16 1.18 1.21 1.22 1.05 1.15 1.25 0 10 20 30 40 50 Jumlah PCC, phr D e n s i t as , g r / c m 3

(6)

3

ditambahkan komposit menjadi padat dan

kaku sehinggaakan menaikkan densitas, hal

ini disebabkan CaCO cenderung

3

beraglomerasi. Densitas tertinggi dicapai pada

penggunaan PCC 50 phr yaitu sebesar 1,22

3

gr/cm dan terendah pada penggunaan PCC 10

3

phr yaitu 1,12 gr/cm. Menurut Gupta, (1994),

kenaikan densitas antara lain akan

menyebabkan kekakuan/ sifat rigid dan

kekerasan.

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

kekuatan tarik komposit HDPE-g-MAH

Hasil uji kekuatan tarik komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC disajikan

pada Gambar 10. Komposit HDPE-g-MAH

dengan filler PCC makin banyak PCC yang

ditambahkan nilai kuat tarik turun. Hal ini

dikarenakan interfacial adhesion diantara

HDPE sebagai matrik dan filler PCC

melemah, sehingga bila mendapat tarikan

tidak dapat menahannya yang menyebabkan

komposit putus (Sylvia, et al, 2006). Kekuatan

tarik tertinggi dicapai pada komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC 10 phr yaitu 261,52

kg/cm2 dan terendah pada penggunaan filler

PCC 50 phr yaitu 241,83 kg/cm2.

Gambar 10. Kuat tarik komposit HDPE-g-

MAH dengan filler PCC

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

kemuluran komposit HDPE-g-MAH

Hasil uji kemuluran diperlihatkan

PCC pada Gambar 11. Nilai kemuluran untuk

semua variasi PCC adalah sama yaitu 20 %.

Gambar 11.Kemuluran komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC

Kemuluran dipengaruhi oleh kadar PCC

dalam matriks campuran makin banyak kadar

PCC yang ditambahkan maka kemulurannya.

akan semakin menurun. Hal ini tidak terjadi

pada komposit LDPE/PCC. Sylvia et al

(2006) dalam penelitiannya tentang komposit

HDPE dan calcium carbonate mengatakan

bahwa makin tinggi kadar calcium carbonate

yang ditambahkan elastisitas komposit

cenderung naik.

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

kekerasan komposit HDPE-g-MAH

Hasil uji kekerasan komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC disajikan pada

Gambar 12. Kekerasan komposit semakin

bertambah dengan bertambahnya jumlah

bahan pengisi PCC.

Gambar 12. Grafik kekerasan komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC 270.91 261.52 259.55 254.22 248.54 241.83 230 240 250 260 270 280 0 10 20 30 40 50 Jumlah PCC, phr K e k u a t a n T a r i k , k g / c m 2 20 20 20 20 20 20 10 15 20 25 0 10 20 30 40 50 Jumlah PCC, phr P e r p a n j a n g a n p u t u s , % 94.4 95.2 95.4 96.6 96.7 96.8 94 95 96 97 98 0 10 20 30 40 50 Jumlah PCC, phr K e k e r a s a n , S h o r e D

(7)

21 kJ/m.

C. Hasil uji sifat thermal

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

ketahanan panas komposit HDPE-g-MAH

Hasil uji sifat ketahanan terhadap panas

disajikan pada Gambar 14. Gambar 14

memperlihatkan bahwa data ketahanan panas

komposit tertinggi pada penggunaan filler

PCC 10 phr yaitu sebesar 2,6 kemudian mulai

turun dengan penambahan filler PCC 20 phr

menjadi 2,2 dan tetap bertahan sampai

penambahan filler PCC 30 phr.

Gambar 14. Ketahanan terhadap panas

komposit HDPE-g-MAH dengan filler PCC

Kemudian turun pada penambahan filler

PCC 40 phr yaitu sebesar 2,1. Berdasarkan

analisa statistik SAS 1 faktor ada perbedaan

(pd0,05) yang bermakna pada ketahanan

panas antar konsentrasi PCC.

Syarat mutu SNI 04-6504-2001 untuk

ketahanan terhadap panas adalah d 2,00. Dari

Gambar 14 terlihat bahwa komposit

HDPE/PCC dengan filler PCC semuanya

tidak memenuhi SNI 04-6504-2001 kecuali

komposit HDPE tanpa filler PCC yaitu 2.

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

ketahanan terhadap api komposit

HDPE-

g-Ketahanan terhadap api diuji

berdasarkan SNI 04-65-2001dengan

æ

menggunakan kawat bara 650 C selama 30

detik. Hasil uji ketahanan terhadap api

komposit HDPE/PCC disajikan pada Tabel 1. Hal ini dikarenakan PCC merupakan

filler rigid maka semakin banyak PCC yang

mengisi rongga HDPE otomatis kekerasan

bertambah. Lebih lanjut dinyatakan oleh

(Gupta, 1994) bahwa kekerasan dipengaruhi

juga oleh densitas. Makin besar densitas maka

plastik akan semakin keras dan rigid.

Kekerasan dan densitas tertinggi dicapai pada

penambahan filler 50 phr yaitu kekerasan

sebesar 96,8 shore D dan densitas 1,22

gr/cm3. Kekerasan dan densitas terendah

dicapai pada penambahan filler 10 phr yaitu

kekerasan sebesar 95,2 shore D dan densitas

1,12 gr/cm3.

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

ketahanan pukul takik komposit

HDPE-g-MAH

Hasil uji ketahanan pukul takik

disajikan pada Gambar 13. Ketahanan pukul

takik optimum dicapai untuk komposit yang

berisi filler 10 phr.

Gambar 13. Ketahanan pukul takik komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC

Penambahan filler PCC 10 phr

menaikkan ketahanan pukul takik sebesar

16%, namun penambahan filler PCC diatas 10

phr akan menurunkan ketahanan pukul takik.

Hal ini didukung pendapat dari (Sylvia et al ,

2006 dan Qi Wang et al, 2002) yang

mengatakan bahwa penambahan CaCO

3

sampai dengan 15 phr ketahanan pukul takik

komposit akan naik. Ketahanan pukul takik

tertinggi pada penambahan filler PCC 10 phr

2

yaitu sebesar 35 kJ/m dan terendah pada

penambahan filler PCC 50 phr yaitu sebesar 30 35 29 25 22 21 20 25 30 35 40 45 0 10 20 30 40 50 Jumlah PCC, phr K e t a h a n a n p u k u l t a k i k , k J / m 2 2 2.6 2.2 2.2 2.1 2.2 1 1.5 2 2.5 3 0 10 20 30 40 50 Jumlah PCC, phr K e t a h a n a n p a n a s , m m

(8)

Dari Tabel 1 terlihat bahwa semua

komposit hasil penelitian dan kontrol (tanpa

PCC) memenuhi persyaratan SNI

04-6504-Hasil uji sifat elektrikal komposit

HDPE-g-MAH dengan filler PCC

Pengaruh jumlah filler PCC terhadap

resistansi isolasi dan kuat listrik komposit

HDPE-g-MAH.

Tabel 2 memperlihatkan bahwa sifat

elektrikal komposit HDPE-g-MAH dengan

filler PCC. Dari semua variasi jumlah PCC

komposit HDPE-g-MAH mempunyai nilai

resistansi isolasi e 4 M© dan kuat listrik tidak

tembus. Hasil penelitian memenuhi

persyaratan SNI 04-6504-2011: Lampu

swa-balast untuk pelayanan pencahayaan umum

-2011: Lampu swa-balast untuk pelayanan

pencahayaan umum - persyaratan

keselamatan.

persyaratan keselamatan.

Penggunaan PCC sebagai filler dalam

membuat komposit plastik dapat menaikkan

sifat sifat kekuatan plastik dan akan

meningkatkan sifat tahan listrik (electrical

resistance).

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan

bahwa:

1. Pengamatan morfologi komposit

HDPE/PCC yang berisi PCC 30 phr Jumlah

fillerPCC,

phr

Hasil uji ketahanan terhadap

api, detik

Syarat mutu

SNI 04-6504-2011

0 Tidak ada api dan tisu tidak

terbakar

Tidak ada api dan tisu tidak terbakar

10 Tidak ada api dan tisu tidak

terbakar

Tidak ada api dan tisu tidak terbakar

20 Tidak ada api dan tisu tidak

terbakar

Tidak ada api dan tisu tidak terbakar

30 Tidak ada api dan tisu tidak

terbakar

Tidak ada api dan tisu tidak terbakar

40 Tidak ada api dan tisu tidak

terbakar

Tidak ada api dan tisu tidak terbakar

50 Tidak ada api dan tisu tidak

terbakar

Tidak ada api dan tisu tidak terbakar

Jumlah filler PCC, phr Resistansi Isolasi, Kuat Listrik 0 e 4 Tidak tembus 10 e 4 Tidak tembus 20 e 4 Tidak tembus 30 e 4 Tidak tembus 40 e 4 Tidak tembus 50 e 4 Tidak tembus

(9)

York.

d Book of Polyethylene.

Structure Properties and Aplications.

Marcel Dekker, Inc.

Qiang Yuan, Jinesh, S.S., Kennith, J.B., dan

Devesh, K.M., 2009. On Processing and

Impact Deformation Behavior of High

Density Polyethylene (HDPE)-Calcium

Carbonate Nanocomposite. Journal of

Polymer Engineering. Volume 294,

Issue, pages 141-151.

Qi Wang, Huiqiang, C., and Yuan, L., 2002.

LDPE-g-MAH prepared through solid

phase mechanochemistry and its

compatibilizing effets on LDPE/CaCO

3.

Journal Polymer-Plastics Technology

and Engineering Volume 41, Issue 2. p

215-228.

Samaneh, S.S., Seyed, M.Z., Jalil, V.K., dan

Seyed, A.S., 2009. The Effect of

Nano-Sized Calcium Carbonate on

Thermodynamic-Parameters of HDPE (

The Sized Calcium Carbonate on

Thermodynamic Parameters of

HDPE-Effect of Nano). Journal of Materials

Processing Technology No(127).Pages

(1310-1317).

Sarathi, R., Chandrasekar, S., Sabari Giri,V.,

Venkataseshaiah, C., and Velmurugan,

R., 2004. Analysis of surface

degradation of high density

polyethylene (HDPE) insulation

material due to tracking, Bulletin of

Materials Science, 27 (3), 251-262

Sylvia, C.S.T., Maria, M.M., Aline, P.L.,

Lucine, S.S., Bianca, M., Marisa,

C.G.R., and Fernanda, M.B.C., 2006.

Composite of High Density

Polyethylene and Different Grades of

Calcium Carbonate: Mechanical,

Rheological, Thermal and

Morphological Properties. Journal of

Applied Polymer Science. Vol 101, Issue

4, pages 2559-2564.

SNI 04-6504-2001. Lampu swa-balast untuk

pelayanan pencahayaan umum -

persyaratan keselamatan. Dewan

Srtandardisasi Nasional. Jakarta

Swathatafrijiah, W., 2004. Sifat Listrik Bahan

dan Polimer. Sentra Polimer, Volume 3

Nomor 15, halaman 17, Jakarta. Peacock, 2000. Han

distribusi filler PCC didalam komposit

tersebut paling homogen dibanding yang

lain.

2. Hasil ujiFTIR terlihat puncak serapan pada

1 panjang gelombang3449,61 cm- (C-CH), 3 -1 -1 2921 cm (CH stretch), 1707,21 cm (C=O 2 -1 -stretch), 1485 cm (C=C) dan 722,03 cm 1

merupakan pita serapan CH-CH- CH.

2 2

3. Sifat mekanik komposit HDPE/PCC yang

berisi filler PCC 30 phr mempunyai

m3

densitas 1,18 gr/c , kekuatan tarik 254,22

m2

kg/c , perpanjangan putus 20%, kekerasan

96,6 shore D dan ketahanan pukul takik 25

m2

kJ/ .

4. Uji elektrikal dan thermal menunjukkan

bahwa semua formula komposit hasil

penelitian memenuhi persyaratan SNI

04-6504-2011 Lampu Swa-balast untuk

pelayanan pencahayaan umum

-persyaratan keamanan yaitu untuk sifat

elektrikal (resistansi isolasi dan kuat

listrik) dan sifat thermal terutama untuk

percikan api, kecuali untuk ketahanan

panas. Resistansi isolasi e 4 M& dan kuat

listrik tidak tembus serta tidak ada api dan

tisu tidak terbakar.

DAFTAR PUSTAKA

Breza, M.J., 1987. Ultraviolet Stabilizers,

Modern Plastics Encyclopedia

1986-1987, Vol.63, 180-187.

Buszard, D.L., 1984. PVC Technology (Edited

by Titow, W.V.), Elsiever Applied

th

Science Publ.,4 ed.,117-213, London &

New York.

Capulupo, J.D., and Chucta, T.M., 1987. Anti

Oxidant, Modern Plastics Encyclopedia

1986-1987, Vol.63, 112-114.

Feldman, D., dan Hartomo A.J., 1995. Bahan

Polimer Konstruksi Bangunan, Penerbit

PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Gupta R.K., 1994. Handbook of Small Scale

Plastics Projects & Processing

Techniques, Small Business Publication,

Roop Nagar, Delhi-India.

Harper,C.A., 1975. Electrical Design

Properties of Plastics and Elastomer,

Chapter 2 in Hand Book of Plastics and

Gambar

Gambar  1  merupakan  komposit  tanpa
Gambar  8  menggambarkan  pita  serapan
Gambar 10. Kuat tarik komposit HDPE-g-
Gambar 14. Ketahanan terhadap panas

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kekuatan tarik dan regangan pada komposit serat glass dengan jumlah lapisan yang berbeda.. Benda uji yang dicetak pertama

Menurut Thursan (2005) percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuat anak merasa

Salah satu yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan strategi pemasaran.. Lalu perusahaan

[r]

Bahwa benar tak lama kemudian Saksi Andarias Sa’pang melihat temannya yaitu Saksi Aris Lande tahu-tahu sudah tergeletak dilantai di pukul rombongan Terdakwa yaitu

untuk meramalkan jumlah investasi industri usaha mikro dan kecil pada tahun 2018, maka disimpulkan bahwa Hasil peramalan untuk prediksi jumlah investasi usaha mikro dan kecil pada

3Glossolalia merujuk kepada ungkapan dalam bahasa asing yang diucapkan ketika khusyuk bersembahyang. Biasanya ini berlaku apabila individu kehabisan