Anemia aplastik.pdf

24 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ANEMIA APLASTIK

Definisi: adanya pansitopenia pada darah perifer yang

disebabkan karena aplasia (hiposelularitas) sumsum tulang.

Pansitopenia adalah penurunan jumlah semua sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit)

Aplasia: Jaringan hematopoietik pada sumsum tulang digantikan oleh jaringan lemak.

1. Dunn DE. Bone Marrow failure, aplastic Anemia. In: Schiffman FJ, editor. Hematologic Pathophysiology. Philadelphia: Lippincot-Raven; 1998. p. 245.

(2)

Kerusakan sTL oleh toksin  produksi sel hematopoietik Penggantian jaringan STL oleh jaringan abnormal atau keganasan penekanan pertumbuhan & diferensiasi sTL.

Bbrp kasus: STL normo/hiperseluler  hematopoiesis inefektif, pembentukan sel rusak yg dikeluarkan dr

sirkulasi, destruksi sel oleh antibodi, sel normal terperangkap di RES (apoptosis)

PENYEBAB PANSITOPENIA

Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobe’s Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1450

(3)

Etiologi:

A. Primer

1. Congenital (Fanconi & non-Fanconi) 2. Idiopathic acquired

B. Sekunder

1. Obat-obatan:

- srg menekan STL: busulphan,cyclophosphamide, anthracyclines, nitrosoureas

- jrg menekan sTL: chloramphenicol, sulphonamides

(4)

2. Radiasi

3. Bahan kimia: benzene, TNT, insektisida, chlordane,

DDT.

4. Infeksi : Hepatitis ( non-A non-B), HIV,

miliary TBC, brucellosis, parasit.

5. ggn immune: hypoimmunoglobulinemia, thymoma,

thymic carcinoma. 6. Kehamilan

7. PNH

(5)

PATOFISIOLOGI

• Adanya penurunan pada jumlah

haemopoietik pluripotential stem cell dan

kegagalan dalam mempertahankan stem cell,

atau adanya reaksi imun terhadap stem cell,

sehingga stem cell tidak dapat membelah dan

berdiferensiasi.

(6)

kerusakan kualitas stem cell (stem cell

deficiency): pada tipe Fanconi dan idiopatik  gangguan eritropoiesis, granulopoiesis &

trombopoiesis.

kerusakan STL (microenvironment deficiency):

akibat radiasi & obat-obatan.

kegagalan produksi hematopoietic growth factors: supresi imun: sitokin , interferon y, IL-2, TNF-α  hematopoiesis

Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobe’s Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1452

(7)

Patofisiologi anemia aplastik sekunder

(8)
(9)
(10)
(11)

PATOGENESIS

1. Congenital

- Pada tipe Fanconi: autosomal resesif.

- sering disertai retardasi mental, keterlambatan pertumbuhan, kelainan otot, kelainan ginjal, dan kelainan kulit.

- adanya pemecahan kromosom spontan  tes:

inkubasi darah perifer dgn diepoxybutane (DEB test)

 limfosit akan pecah.

(12)

2. Idiopathic acquired

- tipe anemia aplastik paling sering

- adanya kerusakan struktur dan fungsional stem cell

karena autoimun terhadap sel T.

3. Sekunder

- adanya kerusakan langsung pd STL oleh radiasi,

virus atau obat sitotoksik,

(13)

Epidemiologi

Jenis anemia yang jarang

¼ kasus terjadi pd < 20 thn, disebabkan idiopatik.

1/3 pd > 60 thn, merupakan bentuk sekunder. Asia > eropa  pengaruh lingkungan.

(14)

Gejala dan Tanda

semua umur, paling banyak ± 30 thn, pria > wanita

tergantung derajat anemia & komplikasi antara infeksi – perdarahan

Onset AA idiopatik: tjd saat ada serangan demam,

Onset AA sekunder: bbrp minggu/bln stlh paparan

agen toksik.

• Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 94.

• Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobe’s Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1460

(15)

Gejala anemia: letih, lesu, nafas pendek

Gejala granulositopenia:

* infeksi mulut & tenggorok (adanya ulserasi di mulut dan pharing serta selulitis di leher)

Gejala trombositopenia:

* petekiae, purpura, epistaksis, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna (melena,

hematochezia), menorragi.

Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobe’s Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1460

(16)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. Darah perifer

a. Eritrosit:

Anemia, Hb < 7 g/dl

Jumlah retikulosit absolut < 25 x 109 /L (25.000/µL)

b. Leukosit;

Neutropenia, rasio batang:segmen

Tanpa gambaran sel muda di darah tepi

Bila leukosit < 1500 /µL  limfositopenia absolut c. Trombosit:

Trombositopenia:  bleeding time memanjang, tetapi parameter koagulasi normal

(17)

2. Sediaan hapus darah tepi

eritrosit: normositik normokrom atau makrositik

ringan, disertai anisopoikilositosis.

leukosit: * limfositosis 70-90%

* Granula neutrofil > besar & berwarna merah gelap

Trombosit: trombositopenia

•McKenzie SB. Hypoproliferative anemia. Textbook of hematology. Philadelphia: Williams & Wilkins; 1996. p. 205

•Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobe’s Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1461

(18)

3. Pemeriksaan sumsum tulang

 penting utk membedakan AA dan peny. lain dgn pansitopenia.

• Pada AA:

* sumsum tulang hiposeluler < 25%, terisi lemak >70%

* Stroma aseluler & lemak terisi oleh limfosit, sel

plasma, & sel retikulum.

* Area hiperseluler ‘hot spot’: pd remisi awal & AA berat

* Pewarnaan besi: terdapat granula besi di makrofag.

(19)

4. Pemeriksaan lain

 tidak spesifik tp sering ditemukan • HbF ( > 1,5 g/dl) terutama pd anak

• Erythropoietin : adanya hipoksia menstimulasi ginjal memproduksi lbh banyak EPO utk

merangsang stl.

• Serum Iron dengan saturasi transferrin > 50%  menggambarkan adanya supresi erythroid

(20)

Test khusus utk menyingkirkan DD & menentukan etiologi:

- Diagnosis banding PNH: Ham test dan SWT - Uji Serologis:

virus hepatitis, CMV, HIV, Epstein-Barr,TB dll.

Behrens JA. Anemias of Bone Marrow Failure and Systemic Disorders. In: Stiene-Martin, Lotspeich-Steininger CA, Koepke JA, eds. Clinical Hematology Principles, Procedures, Correlations. 2nd ed. Phildelphia: Lippincott-Raven; 1998. p.143

(21)

Diagnosis:

Klinis: tanda-tanda anemia, leukopenia dan

trombositopenia tanpa Splenomegali

GDT:

1. Tanpa gambaran abN neutrofil

2. Tanpa gambaran sel muda di darah tepi 3. Hitung Retikulosit

Sumsum tulang :

- Sel hematopoietik digantikan oleh lemak, tanpa gambaran invasi

- biopsi: selularitas < 25%

Behrens JA. Anemias of Bone Marrow Failure and Systemic Disorders. In: Stiene-Martin, Lotspeich-Steininger CA, Koepke JA, eds. Clinical Hematology Principles, Procedures, Correlations. 2nd ed. Phildelphia: Lippincott-Raven; 1998. p.143

(22)

Kriteria Diagnosis

Severe Aplastic Anemia :

Gambaran Sumsum Tulang + 2-3 gambaran darah tepi * Darah Tepi:

–Neutrofil < 500 / uL

–Trombosit < 20.000 / uL –Retikulosit < 20.000/uL

* Sumsum Tulang:

–Hiposeluler (<25% normal), atau

–Moderate cellularity (25-50%), dgn <30% sel hematopoetik

Very Severe Aplastic Anemia

- Neutrofil < 200 / uL

Berdasarkan International Aplastic Anemia Study Group

Behrens JA. Anemias of Bone Marrow Failure and Systemic Disorders. In: Stiene-Martin, Lotspeich-Steininger CA, Koepke JA, eds. Clinical Hematology Principles, Procedures, Correlations. 2nd ed. Phildelphia: Lippincott-Raven; 1998. p.140

(23)

PENANGANAN

• Mencari dan menghentikan penyebab (mis.radiasi,obat, agen toksik)

• Transplantasi sumsum tulang

a. transplantasi Syngeneic: dari kembar identik

b. transplantasi Allogeneic: dari unrelated donor

• Terapi immunosupresif

a. ATG (antithymocyte globulin) b. ATG + CSA (cyclosporine)

c. Methyl prednisolone (bolus i.v) dosis tinggi

Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobe’s Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1463-9

(24)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :