• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Gizi (Studi Kasus: Klinik UB Malang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Gizi (Studi Kasus: Klinik UB Malang)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Gizi

(Studi Kasus: Klinik UB Malang)

Aizul Faiz Iswafaza1, Achmad Arwan2, Arief Andy Soebroto3

Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

Abstrak

Kesejahteraan manusia salah satunya didapatkan dari nilai kesehatan. Untuk sehat didapatkan dengan cara menjaga asupan makan bagi tubuh. Menjaga asupan makanan bisa dilakukan dengan konsultasi kepada ahlinya atau penerapan pola makan yang seimbang. Klinik Universitas Brawijaya Malang merupakan salah satu penyedia layanan kesehatan gizi. Klinik tersebut melakukan layanan berdasarkan buku Pedoman Gizi Rumah Sakit tahun 2011. Layanan yang dilakukan berupa perekaman data diri hingga monitoring dan evaluasi. Perekaman data pasien saat ini menggunakan metode konvensional, menyebabkan keterbatasan akses hasil layanan data pasien. Dalam membuat rancangan menu makan pasien diperlukan data bahan makan dan tidak melebihi batas intervensi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem informasi yang membantu ahli gizi dalam melayani kesehatan gizi pasien menggunakan metode pengembangan waterfall. Teknologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem berupa penggunaan framework laravel dengan bahasa pemrograman website. Dalam pembuatan rekayasa kebutuhan sistem, didapatkan 30 kebutuhan fungsional yang kemudian dibuatkan rancangan kemudian dilakukan implementasi. Pada tahap akhir penelitian, dilakukan pengujian menggunakan metode black box dan white box. Hasil pengujian black box dari 30 kebutuhan fungsional didapatkan 52 test case yang memberikan status valid sebesar 100% yang berarti sesuai dengan rancangan yang dibuat.

Kata kunci: laravel, waterfall, sistem informasi, gizi, indeks massa tubuh, menu diet

Abstract

One of human welfare is derived from the value of health. For health, it is obtained by maintaining food intake for the body. Maintaining food intake can be done in consultation with experts or the application of a balanced diet. Universitas Brawijaya Malang Clinic is one of the nutrition health service providers. The clinic conducts services based on the Hospital Nutrition Guidelines book in 2011. The services carried out are in the form of recording personal data until monitoring and evaluation. Recording patient data currently using conventional methods, causing limited access to patient data services. In making a diet menu design the patient needs food data and does not exceed the patient intervention limit. This study aims to develop an information system that assists nutritionists in serving the nutritional health of patients using the waterfall development method. The technology used to develop the system is the use of laravel frameworks with the website programming language. In making system requirements engineering, 30 functional requirements were obtained which were then made designs and then implemented. In the final stage of the study, testing was carried out using the black box and white box method. The results of the black box testing of 30 functional requirements found 52 test cases that gave a valid status of 100% which meant that it was in accordance with the design made.

Keywords: laravel, waterfall, information system, nutrition, body mass index, diet menu

1. PENDAHULUAN

Gizi merupakan salah satu faktor kesejahteraan manusia. Untuk mendapat gizi yang baik bisa dengan cara menjaga asupan makan bagi tubuh atau berkonsultasi dengan

para ahli gizi. Gizi yang baik didapatkan berdasarkan hasil status yang dilihat dari nilai indeks massa tubuh (IMT). Klinik UB Malang merupakan salah satu penyedia layanan kesehatan gizi. Memiliki dua ahli gizi, Klinik

(2)

Universitas Brawijaya melayani pasiennya sesuai dengan aturan yang telah dibuat pada Pedoman Gizi Rumah Sakit (PGRS) tahun 2013. Dalam layanan yang diberikan ahli gizi akan melakukan tahapan-tahapan mulai dari merekam data diri pasien, melakukan penilaian berupa: assessment, biokimia, klinis dan dietary, kemudian dilakukan intervensi gizi kepada pasien, penentuan diagnosa dan juga melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan ekspektasi ahli gizi terhadap tindakan yang diberikan kepada pasien. Selain saran, monitoring dan evaluasi, ahli gizi memberikan tindakan dengan cara mengatur asupan makan pasien menggunakan rancangan menu makan.

Hasil dari wawancara yang dilakukan memberikan gambaran permasalahan seperti perekaman data rekam medis gizi dilakukan dengan tulis tangan ahli gizi, sehingga setiap hasil rekam medis disimpan pada ruangan masing-masing yang menyebabkan rekam medis memungkinkan untuk berpindah tangan, dalam membuat rancangan menu makan ahli gizi menggunakan program excel dengan kombinasi macro yang ada sehingga template yang diberikan dianggap tidak dinamis, untuk merancangnya ahli gizi kerap kali berpindah sheet untuk mengetahui bahan makanan yang ada. Selain itu file tersebut memungkinkan data bahan makanan berubah tiap tahunnya sehingga diperlukannya sebuah media untuk mempermudah atau meringankan permasalahan tersebut.

Penelitian ini dibuat untuk mendapatkan hasil rekayasa kebutuhan pada penelitian pengembangan sistem informasi kesehatan gizi, hasil rancangan sistem pada penelitian pengembangan sistem informasi kesehatan gizi, hasil implementasi pada penelitian pengembangan sistem informasi kesehatan gizi dan hasil pengujian pada sistem informasi kesehatan gizi. Dalam penelitian ini akan dilakukan secara bertahap yaitu: identifikasi masalah, pencarian studi literatur, rekayasa kebutuhan sistem, perencanaan sistem, implementasi sistem, pengujian sistem dan penarikan kesimpulan di akhir pembuatan penelitian ini.

Sistem yang dihasilkan diharapkan mampu membantu ahli gizi dalam merekam hasil layanan pada pasien serta memudahkan dalam membuat rancangan menu makan pasien.

2. LANDASAN KEPUSTAKAAN 2.1. Kajian Pustaka

Penelitian lain yang pernah dilakukan pertama dilakukan oleh Deny Kurniawan (2015), penulis membangun sebuah sistem pengolahan gizi pada rumah sakit saiful anwar menggunakan metode rational unified process. Sistem tersebut membantu para pekerja dalam melakukan distribusi makanan bergizi pada pasien rawat inap. (Kurniawan, 2015). Penelitian kedua oleh Arif Auliya (2014), penulis menggunakan framework phoneGap untuk melakukan perekaman pasien. (Auliya, 2014). Dan pada penelitian Ketiga oleh Gede Bayu Eka Bhuana (2018). Penulis mengembangkan sebuah sistem yang membantu hubungan antara pasien dan ahli gizi (Bhuana, 2018).

2.2. Pelayanan Kesehatan Gizi pada Klinik

Pelayanan kesehatan gizi pada Indonesia telah diatur pada SK Menkes Nomor 983 Tahun 1998 tentang Organisasi Rumah Sakit. Dan Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan. Pada hal tersebut berisikan pelayanan kesehatan gizi dibagi menjadi empat kegiatan, salah satunya Gizi Rawat Jalan. Pelayanan kesehatan gizi rawat jalan ditemukan pada lingkungan klinik dengan kegiatan: assessment, penetapan diagnosis, penentuan intervensi gizi dan monitoring evaluasi kepada pasien. Selain itu, kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan gizi (Depkes RI, 2013). Mekanisme pelayanan kesehatan gizi terhadap pasien, berupa:

1. Perekaman identitas pasien

Berguna untuk mengetahui informasi umum pasien secara identitas seperti umur, kelamin, kontak dan tempat tinggal yang nantinya data umur dan kelamin digunakan sebagai salah satu parameter pemrosesan pelayanan kesehatan.

2. Melakukan Assessment,

Pada saat melakukan assessment terdapat beberapa kategori terdiri dari antropometri, biokimia, klinis dan dietary. 3. Menentukan diagnosis pasien

Diagnosis pada kesehatan gizi memiliki tiga jenis domain yaitu Domain Intake (NI), Domain Klinis (NC) dan Domain Perilaku (NB).

(3)

Empat kebutuhan yang diperlukan adalah energi, protein, lemak dan karbohidrat. (Anggraeni, 2012),

a. Kebutuhan Energi (KE),

Persamaan (1) untuk KE pria, Persamaan (2) untuk KE wanita,

𝐾𝐸(𝑝𝑟𝑖𝑎)= 66 + (13,7 × 𝐵𝐵) + (5 × 𝑇𝐵) − (6,8 × 𝑈) (1) 𝐾𝐸(𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎)= 65,5 + (9,6 × 𝐵𝐵) + (1,8 × 𝑇𝐵) − (4.7 × 𝑈) (2) Keterangan: TB = Tinggi Badan BB = Berat Badan b. Kebutuhan Protein (KP),

Untuk nilai KP ditunjukkan pada Persamaan (3).

𝐾𝑃 = 15%×𝐾𝐸

4 (3)

Untuk menghitung persentase KP (P%) ditunjukkan pada Persamaan (4).

𝑃% = 𝐾𝑃×4

𝐾𝐸 (4)

c. Kebutuhan Lemak (KL),

Untuk nilai KL ditunjukkan pada Persamaan (5).

𝐾𝐿 = 25%×𝐾𝐸

9 (5)

Untuk menghitung persentase KL (L%) ditunjukkan pada Persamaan (6).

𝐿% = 𝐾𝐿×9

𝐾𝐸 (6)

d. Kebutuhan Karbohidrat (KK),

Untuk nilai Sisa energi (sisaeg)

ditunjukkan pada Persamaan (7) 𝑠𝑖𝑠𝑎𝑒𝑔= 100% − (𝑃% + 𝐿%) (7) Untuk menghitung KK ditunjukkan pada Persamaan (8).

𝐾𝐾 = 𝑠𝑖𝑠𝑎𝑒𝑔×𝐾𝐸

4 (8)

5. Simulasi rancangan makanan

Simulasi makanan dibuat jika dibutuhkan. simulasi makanan ini terdiri dari tiga makan berat, tiga makan snack dan berdasarkan waktu makannya (pagi, siang, malam).

6. Evaluasi dan monitoring

Bagian ini berguna untuk memberikan saran kepada pasien apa harus dilakukan, ditingkatkan maupun dikurangi dari segi aktivitas maupun gizi makanan pasien.

2.3. Indeks Massa Tubuh dan Angka Kecukupan Gizi

AKG merupakan rumusan yang ditetapkan oleh para pakar di bidangnya melalui Widya

karya Nasional dan Pangan dan Gizi sebagai standar gizi dalam pangan, pengembangan diet, perumusan anjuran porsi makanan dan penetapan acuan label gizi (Kartono et al., 2012).

IMT merupakan salah satu alat sederhana yang digunakan untuk melihat, memantau dan mengetahui status gizi manusia. Untuk mengetahui nilai hasil IMT dapat dihitung dengan (Depkes RI, 2012).

𝐼𝑀𝑇 = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛 (𝑘𝑔)

[𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛 (𝑚)]2 (2.9) Dan hasil tersebut akan dikategorikan menjadi 3 yaitu Kurus, Normal dan Gemuk

.

2.4. Waterfall

Model siklus pengembangan sistem ini diberi nama waterfall karena pada tahap pengembangannya dilakukan secara sekuensial atau dilakukan secara bertahap. Penggunaan model ini dikarenakan rekayasa kebutuhan sistem telah didefinisikan secara jelas dan tidak berupah.

Siklus ini memiliki tahapan utama yaitu berupa (Sommerville, 1997):

1. Analisis dan definisi kebutuhan, 2. Rancangan sistem,

3. Implementasi dan pengujian unit, 4. Integrasi dan pengujian sistem, 5. Operasi dan pemeliharaan,

3. METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini digunakan tahapan untuk menyusun dan menyelesaikan penelitian ini berupa identifikasi masalah, studi literatur dan pengambilan data, rekayasa kebutuhan sistem, perencanaan sistem, implementasi sistem dan pengujian sistem dan di akhiri dengan penarikan kesimpulan dan saran yang ditunjukkan pada Gambar 1. Pengembangan sistem pada penelitian ini menerapkan model waterfall, karena semua kebutuhan pada sistem yang akan dikembangkan telah didapatkan dan didefinisikan secara jelas dan tidak ada perubahan pada tahapan selanjutnya.

(4)

Gambar 1. Alur Metodologi Penelitian Identifikasi masalah merupakan tahapan penulis melakukan pencarian permasalahan dengan melakukan observasi dan dialog Bersama narasumber seorang ahli gizi yang ada pada Klinik UB Malang. Kemudian dilakukan hasil observasi yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan hipotesis. Pada bagian studi literatur merupakan tahapan mengumpulkan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Tahapan rekayasa kebutuhan dilakukan identifikasi masalah yang menghasilkan proses bisnis as-is dan dari analisis proses bisnis tersebut menghasilkan proses bisnis to-be sebagai proses bisnis baru yang diajukan, selain itu dibuatkan gambaran umum sistem yang akan dikembangkan pada penelitian ini, identifikasi aktor beserta karakteristiknya, spesifikasi kebutuhan dan deskripsi didefinisikan dalam bentuk daftar kebutuhan dan kemudian dilakukan pemodelan dalam bentuk use case diagram setelah itu setiap kebutuhan pada daftar kebutuhan dibuat use case scenario.

Pada tahap perencanaan akan dilakukan perancangan arsitektur, perancangan data dan perancangan komponen. Untuk perancangan arsitektur dibuat dalam bentuk sequence diagram sebagai representasi interaksi objek pada sistem dan class diagram sebagai gambaran hubungan antara class-class yang akan diimplementasikan. Untuk perancangan data akan dibuat dalam bentuk entity relation diagram dan untuk perancangan komponen akan dibuat dalam bentuk pseudocode sebagai

gambaran alur logika fungsional yang ada pada sistem dan dalam bentuk mockup untuk gambaran rancangan antarmuka sistem.

Pada tahapan implementasi sistem akan dilakukan pembuatan sistem yang didasari dari tahapan sebelumnya dan sistem yang dibangun dalam bentuk website. Dan pada tahapan pengujian akan dilakukan pengujian unit menggunakan teknik white box, pengujian integrasi dan pengujian validasi menggunakan teknik black box pada kebutuhan fungsional dan non fungsional. Akhir penelitian ini berisikan hasil dari penarikan kesimpulan sebagai jawaban atas rumusan masalah yang dibuat dan juga saran untuk penelitian selanjutnya.

4. REKAYASA KEBUTUHAN SISTEM 4.1. Gambaran Umum Sistem

Sistem Informasi Kesehatan Gizi (SIGIZI) merupakan sistem yang dikembangkan dengan basis web. Sistem ini membantu para ahli gizi pada Klinik UB Malang dalam melayani kesehatan gizi pasien yang berkunjung. Sistem ini memiliki fitur berupa merancang menu makanan, melakukan pendaftaran pasien baru dan melakukan pelayanan kesehatan pasien berupa perekaman nutrisi pasien sebelum berkunjung. Sistem akan dijalankan pada local server (dijalankan sisi ahli gizi dan tidak bisa diakses dari luar). Sistem diberi masukan berdasarkan hasil dialog antara ahli gizi dan pasien kemudian akan diproses dan menghasilkan berupa hasil diagnosis, hasil monev (monitoring dan evaluasi) dan juga hasil rancangan makanan jika ada.

4.2. Identifikasi Aktor

Berdasarkan hasil observasi dengan ahli gizi pada Klinik UB dan analisis dari proses bisnis didapatkan dua aktor yang nantinya digunakan sebagai hak akses pada sistem yang dikembangkan. Kedua aktor yang ditentukan adalah Admin dengan inisial “AD” dan juga Ahli Gizi dengan inisial “AG”. Admin merupakan orang yang memegang penuh kendali terhadap sistem dan Ahli Gizi merupakan orang yang melayani pasien dan melakukan operasi pelayanan pasien pada sistem.

(5)

4.3. Kebutuhan Fungsional Sistem

Kebutuhan fungsional merupakan fungsi utama yang harus ada dalam sistem. Sehingga ketika dijalankan fungsi tersebut menyelesaikan permasalahan dengan hasil yang diinginkan. Kebutuhan yang didapatkan berdasarkan hasil observasi atau wawancara (elisitasi) berjumlah 30 kebutuhan fungsional.

4.3. Kebutuhan Non Fungsional Sistem

Fungsi pendukung ditentukan pada bagian ini yaitu kebutuhan non fungsional. Kebutuhan yang didapatkan berupa Compatibility, yang berarti sistem diharuskan dapat digunakan pada browser seperti opera, edge, chrome dan firefox.

4.4. Use Case Diagram

Untuk melakukan representasi perilaku aktor dapat dilakukan dengan cara membuat use case diagram. Pada diagram tersebut didapatkan 30 use case, dan hasil representasi tersebut ditunjukkan pada Gambar 2.

5. RANCANGAN SISTEM 5.1. Rancangan Arsitektur

Pada tahapan rancangan class didapatkan empat class controller dan lima class model. Empat class controller berupa ControllerPelayanan, ControllerPasien, ControllerUser dan ControllerBP yang mendeklarasikan extends class Controller. Lima class model berupa Aktivitas, Layanan, Menu, BahanPangan dan Pasien yang mendeklarasikan extends class Model. Ditunjukkan pada Gambar 3.

(6)

Gambar 3. Class Diagram

5.2. Rancangan Data

Rancangan Data berisikan representasi berupa gambar ERD (Entity Relational Diagram). Didapatkan lima entitas yaitu Layanan, Pasien, User, Menu dan Bahan Pangan. Dari relasi yang ada didapatkan relasi yang membentuk entitas dikarenakan hubungan many-to-many yaitu relasi Merekam Aktivitas. 5.3. Rancangan Antarmuka

Sampel yang digunakan dalam rancangan antarmuka berupa fungsi layanan registrasi data pasien. Gambar 4 menunjukkan hasil pembuatan mockup dari layanan registrasi data pasien.

Gambar 4. Halaman Antarmuka Layanan Registrasi Data Pasien

6. IMPLEMENTASI SISTEM 6.1. Hasil Implementasi Code Program

Berdasarkan pseudocode yang telah dibuat, hasil implementasi dilakukan dengan bahasa pemrograman website. Penggunaan model Object Oriented Programming menjadi pilihan dalam melakukan implementasikan hasil rancangan tersebut, dengan bantuan framework laravel yang membantu dalam implementasi model pemrograman Model View Controller.

6.2. Hasil Implementasi Antarmuka

Hasil rancangan antarmuka pada Gambar 4 kemudian dengan bantuan framework bootstrap, didapatkan hasil yang ditunjukkan pada Gambar 5.

Gambar 5. Hasil Implementasi Antarmuka Layanan Registrasi Data Pasien

(7)

7. PENGUJIAN SISTEM 7.1. Pengujian Unit

Pengujian unit menggunakan teknik white box dilakukan menggunakan sampel method regis_pasien. Sampel tersebut kemudian diberikan penomoran pada pseudocode dan digambarkan dalam bentuk flow graph. Kemudian dihitung nilai dari cyclomatic complexity dan didapatkan jumlah independent path hasil dari perhitungan cyclomatic complexity. dari hasil independent path kemudian didapatkan 5 kasus uji. Contoh hasil flow graph ditunjukkan pada Gambar 6.

Gambar 6. Hasil Flow Graph Method regis_pasien

1. Cyclomatic Complexity 1) V(G) = Region, R = 5 2) V(G) = (Edge – Node) +2 = (17 - 14) + 2 = 5 3) V(G) = Predicate + 1 = 4 + 1 = 5 Keterangan:

V(G) = Nilai Cyclomatic Complexity

2. Independent Path

1) 1-2-3-14

2) 1-2-4-5-10-11-13-14

3) 1-2-4-5-10-11-12-13-14

4) 1-2-4-5-6-7-8-9-14

5) 1-2-4-5-6-7-9-14

.

Hasil independent path digunakan untuk menentukan test case method regis_pasien.

1. Jalur 1

- Test Case:

User memasukkan data diri pasien dengan lengkap dan melakukan upload file rujukan dengan ekstensi yang tidak sesuai dengan yang ditentukan (selain PDF, JPG, PNG, JPEG) atau file size melebihi batas 2 MB.

- Expected Result:

Sistem akan kembali pada halaman registrasi data pasien dan memberikan notifikasi merah pada kolom upload file.

- Result:

Sistem kembali pada halaman registrasi data pasien dan memberikan notifikasi merah pada kolom upload file.

- Status: Valid

2. Jalur 2

- Test Case:

User memasukkan data diri pasien dengan lengkap dan memilih jenis rujukan APS (Atas Permintaan Sendiri) - Expected Result:

Sistem akan menyimpan data pasien dan menampilkan halaman profil sementara pasien.

- Result:

Sistem menyimpan data pasien dan menampilkan halaman profil sementara pasien.

- Status: Valid

3. Jalur 3

- Test Case:

User memasukkan data diri pasien dengan lengkap, memilih jenis rujukan APD (Atas Permintaan Dokter), memasukkan nama dokter dan unggah file rujukan sesuai dengan ekstensi. - Expected Result:

Sistem akan menyimpan data pasien dan menampilkan halaman pasien - Result:

Sistem menyimpan data pasien dan menampilkan halaman pasien.

- Status: Valid

4. Jalur 4

- Test Case:

User tidak mengubah data yang ada pada field form yang tersedia.

- Expected Result:

Sistem akan menampilkan halaman pasien.

- Result:

Sistem menampilkan halaman pasien. - Status: Valid

(8)

5. Jalur 5

- Test Case:

User mengubah data yang ada pada salah satu field form yang tersedia. - Expected Result:

Sistem akan menampilkan halaman profil sementara pasien dengan data diri yang baru diubah.

- Result:

Sistem menampilkan halaman profil sementara pasien dengan data diri yang baru diubah.

- Status: Valid

7.2 Pengujian Integrasi

Pengujian integrasi dilakukan menggunakan sampel fungsional find() pada class ControllerPasien dan fungsional getPasien() pada class ModelPasien. sampel tersebut kemudian pseudocode method tersebut diberikan penomoran kemudian digambarkan dalam bentuk flow graph. Dari gambar tersebut didapatkan flow graph gabungan dan menghasilkan empat test cases dan semua test cases menghasilkan status valid yang artinya sesuai dengan rancangan ekspektasi yang dibuat.

7.3. Pengujian Validasi Fungsional

Pengujian validasi dilakukan menggunakan metode black box untuk memastikan semua fungsi yang didaftarkan telah dilakukan implementasi dan memeriksa hasil output dari sistem yang dikembangkan dengan output dari rancangan sistem. Dari hasil pengujian pada Sistem Informasi Kesehatan Gizi didapatkan hasil dari 30 kebutuhan fungsional berupa 52 test case yang memberikan hasil 100% yang berarti telah sesuai dengan rancangan dan daftar kebutuhan fungsional.

7.4. Pengujian Validasi Non Fungsional.

Pengujian Non Fungsional dilakukan menggunakan aplikasi pihak ketiga yaitu SortSite dengan cara memasukkan link sistem yang dikembangkan pada aplikasi tersebut. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan sistem yang dikembangkan dapat dijalankan pada browser seperti edge, firefox, chrome dan opera. Hasil pengujian ditunjukkan pada Gambar 7.

Gambar 7. Hasil Pengujian Non Fungsional menggunakan SortSite

8. Kesimpulan

Elisitasi yang dilakukan pada ahli gizi di Klinik UB Malang, mendapatkan hasil berupa identifikasi aktor Admin dan ahli gizi, didapatkan 30 kebutuhan fungsional pada sistem. Kemudian dibuatkan model berupa use case diagram yang terdiri dari 30 use case dan juga use case scenario.. Dari hasil rekayasa kebutuhan sistem kemudian dilakukan pembuatan rancangan dalam bentuk rancangan arsitektur berupa pembuatan rancangan sequence diagram dan class diagram, rancangan data dalam bentuk entity relation diagram, rancangan komponen berupa pembuatan pseudocode sebagai perancangan algoritme dan mockup sebagai perancangan antarmuka. Digunakan tiga sampel pada penelitian ini berupa fungsi registrasi data pasien, merekam data assessment dan merancang menu makan.

Hasil implementasi yang didapatkan pada penelitian ini berupa sistem dikembangkan dalam basis atau platfom website dengan menerapkan pemodelan object oriented programming dan penerapan pola MVC (model view controller). Penggunaan framework laravel bertujuan untuk mempermudah dalam penerapan pola mvc. Untuk tempat penyimpanan data, sistem ini menggunakan relation database (sql) dengan database management berupa MySQL.

Hasil pengujian unit menggunakan metode white box digunakan sampel yang menghasilkan 25 test cases dari 5 sampel pengujian unit. Sampel tersebut berupa fungsional registrasi data diri pasien, fungsional layanan assessment, fungsional layanan simulasi pasien, fungsional find() pada class ControllerPasien dan fungsional getPasien() pada class ModelPasien. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan semua test case menghasilkan status valid. Pengujian integrasi yang dilakukan menggunakan sampel yang digunakan pada pengujian unit yaitu fungsional find() pada class ControllerPasien dan fungsional getPasien() pada class ModelPasien. Dari pengujian tersebut

(9)

didapatkan sebuah flow graph gabungan dan menghasilkan empat test case dan semua test case tersebut memberikan hasil valid. Dari hasil pengujian validasi didapatkan dari 30 kebutuhan fungsional dan 52 test case yang memberikan hasil 100% yang berarti telah sesuai dengan rancangan dan daftar kebutuhan fungsional. Hasil pengujian kebutuhan non fungsional sesuai dengan identifikasi pada rekayasa kebutuhan berupa sistem dapat dijalankan atau digunakan pada browser seperti edge, opera, chrome dan firefox.

9. Saran

Hasil dari penelitian ini belum sempurna dalam menyelesaikan permasalahan yang ada oleh sebab itu untuk penelitian selanjutnya yang ingin mengembangkan lebih lanjut dapat melakukan pengembangan API untuk data bahan pangan yang selalu up-to-date, sistem yang dibuat masih berbasis desktop sehingga bisa dikembangkan dalam bentuk aplikasi perangkat bergerak dan untuk pengembangan lanjutan bisa dengan mencari hubungan diagnosis yang ada pada sistem sehingga nanti bisa dihasilkan sistem pakar atau sistem rekomendasi keputusan dalam diagnosis kesehatan gizi pasien.

10. DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, A. C. (2012). ASUHAN GIZI; NUTRIONAL CARE PROCESS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Auliya, A. (2014). RANCANG BANGUN APLIKASI PERANGKAT BERGERAK PENILAIAN STATUS GIZI DAN PENENTUAN KEBUTUHAN ENERGI. Malang.

Bhuana, G. B. E. (2018). RANCANG BANGUN PROTOTIPE APLIKASI KONSULTASI MENU MAKANAN BERBASIS MOBILE BAGI PENDERITA PENYAKIT

DIABETES MENGGUNAKAN METODE HARRIS BENEDICT. Malang.

Depkes RI. (2012). Pedoman Praktis

Pemantauan Status Gizi orang dewasa. https://doi.org/10.1039/c5cs00687b Depkes RI. (2013). PEDOMAN PGRS:

PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT. (Depkes RI, Ed.). Jakarta. Retrieved from http://gizi.depkes.go.id/download/Pedoma n Gizi/COVER PGRS_PGRS Final.pdf Kartono, D., Hardinsyah, Jahari, A., Sulaeman,

A., Astuti, M., Soekatri, M., & Riyadi, H. (2012). Ringkasan - Angka Kecukupan

Gizi ( AKG ) yang dianjurkan bagi Orang Indonesia 2012. Research Gate, (April 2017), 1–18.

https://doi.org/10.1017/S00221120710021 67

Kurniawan, D. (2015). RANCANG BANGUN SISTEM PENGOLAHAN GIZI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR

MENGGUNAKAN METODE RATIONAL UNFIELD PROCESS (RUP). Malang. Sommerville, I. (1997). Software Engineering.

Monthly Notices of … (Vol. 291). https://doi.org/10.1111/j.1365-2362.2005.01463.x

Gambar

Gambar 1. Alur Metodologi Penelitian  Identifikasi  masalah  merupakan  tahapan  penulis  melakukan  pencarian  permasalahan  dengan  melakukan  observasi  dan  dialog  Bersama narasumber seorang ahli gizi yang ada  pada  Klinik  UB  Malang
Gambar 2. Use Case Diagram
Gambar 3. Class Diagram
Gambar 7. Hasil Pengujian Non Fungsional  menggunakan SortSite

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perencanaan arsitektur sistem informasi rekam medis dan monitoring gizi buruk disesuaikan pada kebutuhan pengguna dan proses

Berdasarkan pengujian black box dengan hasil 100% valid, kebutuhan fungsional dan non fungsional yang telah dilakukan pendefinisian pada tahap analisis kebutuhan dapat

Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan pengembangan sistem manajemen sumber daya manusia di Ramayana, maka kesimpulan yang didapatkan yaitu pada rekayasa

Ketika melakukan anilisis kebutuhan pemodelan kebutuhan harus dibuat dengan bentuk yang mudah dipahami seperti use case scenario, dan use case diagram yang

Dari hasil pengujian pada Gambar 13 diatas dapat disimpulkan bahwa web service Sistem Informasi E-Complaint GraPARI Telkomsel Malang telah berjalan dengan baik

Hasil dari pengujian validasi pada sistem informasi aset fisik Masjid Ibnu Sina memberikan hasil yang baik dengan beberapa catatan umpan balik dari pengguna dan hasil

Hasil dari analisis kebutuhan pada pembangunan sistem tender online berbasis web menghasilkan kebutuhan sebanyak 25 kebutuhan fungsional diantaranya 2 kebutuhan untuk

Pengujian usability testing dilakukan kepada 3 orang pengguna aplikasi SIMPLE yang menghasilkan nilai yaitu untuk aspek effectiveness didapatkan hasil sebesar 100% yang