• Tidak ada hasil yang ditemukan

dipatuhi dan di ikuti oleh para akuntan di dalam membuat suatu laporan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "dipatuhi dan di ikuti oleh para akuntan di dalam membuat suatu laporan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Akuntansi menghasilkan informasi yang dituangkan dalam bentuk laporan atau statement keuangan. Informasi itu sendiri adalah data atau fakta

yang diolah dan disajikan dengan cara tertentu sehingga mempunyai makna

bagi yang berkepentingan atau bagi yang dituju oleh informasi tersebut.

Dengan kata lain untuk menghasilkan suatu informasi bagi yang membutuhkan, informasi tersebut haruslah mempunyai nilai. Adapun nilai yang dimaksud adalah bahwa informasi itu haruslah dapat menambah pengetahuan pengambil keputusan dan juga dapat mengubah pengambil keputusan atau menyebabkan perubahan perilaku.

Seperangkat laporan keuangan biasanya disusun dan diterbitkan oleh suatu perusahaan untuk tujuan memenuhi persyaratan-persyaratan dalam memperoleh kredit dari bank, atau dalam menjual saham kepasar modal. Agar

dapat digunakan oleh semua pihak yang berkepentingan, suatu laporan keuangan haruslah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (PAYBU). Di Indonesia yang menangani hal ini adalah Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Setiap tahunnya IAI mengeluarkan sebuah buku pedoman

bagi para akuntan yaitu Standart Akuntansi Keuangan (SAK) yang harus

dipatuhi dan di ikuti oleh para akuntan di dalam membuat suatu laporan

keuangan.

(2)

Seperti halnya perusahaan lainnya yang ada di Indonesia, PT. Lion

Metal Works, Tbk. Juga membuat suatu laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut haruslah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh IAI. Adapun laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen antara lain:

1. Neraca

Yaitu memberi informasi kepada pemakainya mengenai likuiditas dan

kelancaran operas! perusahaan, menilai struktur pendanaan perusahaan

dan menganalisis komposisi kekayaan dan potensi perusahaan.

2. Laporan Laba-Rugi

Yaitu memberikan informasi tentang keberhasilan manajemen didalam

mengelola perusahaan yang diukur dari selisih antara pendapatan dan biaya.

3. Laporan Perubahan Equity

Merupakan penghubung antara Laporan Laba Rugi dan Neraca. Laba atau Rugi dan Transaksi modal netto akan masuk dalam laporan perubahan modal sebagai angka modal akhir akan diperoleh.

4. Laporan Arus Kas

Yaitu informasi mengenai kegiatan manajemen selama satu periode akuntansi didalam mengelola kas perusahaan, baik aliran kas masuk maupun aliran kas keluar.

(3)

5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Berisi informasi yang sifatnya kualitatif tetapi perlu disampaikan karena dapat untuk memperjelas apa yang telah termuat dalam laporan keuangan utama.

Di dalam pembahasan BAB IV ini, penulis hanya akan memfokuskan penelitian tentang apakah laporan arus kas pada PT. Lion Metal Works, Tbk

telah sesuai dengan PSAK No. 2 atau tidak dan bagaimana kinerja PT. Lion

Metal Works, Tbk berdasarkan analisa laporan arus kas. Karena hal ini

merupakan inti dari pembahasan pertama yang ingin penulis sampaikan. Berdasarkan hasil dari pengamatan dan penelitian yang penulis peroleh bahwa didalam laporan arus kas PT. Lion Metal Works, Tbk telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang telah dikeluarkan IAI.

Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam laporan arus kas antara lain aktivitas

operasionai, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan, kesemuanya telah

disajikan dengan benar, sehingga dapat memberikan informasi yang

memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh

aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap jumlah

kas dan setara kas.

Di dalam penyajian laporan arus kas PT. Lion Metal Works, Tbk

menggunakan metode langsung hal ini telah sesuai dengan PSAK No. 2

dimana pada metode ini mengungkapkan kelompok utama dari penerimaan

kas bruto dan pengeluaran bruto sehingga menghasilkan jumlah arus kas

bersih. Kelebihan dari penggunaan metode langsung ini adalah bahwa dapat

(4)

digunakan dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan dengan metode tidak langsung.

Sedangkan pembahasan kedua adalah bagaimana kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk berdasakan analisis laporan arus kas, dari hasi] pengamatan dan penelitian yang penulis peroleh bahwa kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk berdasarkan laporan arus kas pada tahun 2002 dan 2003 sudah baik namun terjadi sedikit penurunan kas pada tahun 2004, penurunan yang dialami pada tahun 2004 haruslah diperhatikan oleh perusahaan karena apabila tidak diperhatikan dengan baik akan menurunkan kinerja perusahaan dalam

menghasilkan kas bersih. Walaupun PT. Lion Metal Works, Tbk mempunyai

laba cukup tinggi tapi belum tentu mempunyai kas yang cukup untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan.

Jadi, dari penjelasan secara singkat tadi, bahwa laporan arus kas yang

disajikan oleh PT. Lion Metal Works, Tbk adalah benar dan telah sesuai dengan PSAK No. 2 yang telah dikeluarkan oleh IAI, sehingga laporan tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sehingga kehadalan dari informasi tersebut dapat dijamin. Kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk berdasarkan laporan arus kas yang penulis teliti dan amati juga

sudah cukup baik walaupun ada sedikit penurunan kas .

B. Analisis Arus Kas Pada PT. Lion Metal Works, Tbk.

Dalam melakukan analisa laporan arus kas yang digunakan sepenuhnya adalah laporan arus kas perusahaan serta neraca dalam laporan

(5)

laba-rugi perusahaan. Adapun dalam hal ini adalah laporan keuangan PT. Lion Metal Works, Tbk. Bekasi.

Adapun model analisis arus kas ini adalah dengan cara

membandingkan angka-angka yang terdapat dalam laporan arus kas dengan

menggunakan rasio-rasio perhitungan sehingga dapat diketahui keadaan suatu

perusahaan tersebut apakah kinerja nya baik atau tidak. Analisa terhadap arus kas ini dapat dihitung dengan menggunakan tiga rasio, antara lain : rasio

kualitas penerimaan laba, rasio kecukupan, rasio efesiensi.

1. Rasio Kualitas Penerimaan Laba

Rasio ini digunakan untuk mengukur kualitas penerimaan laba, adapun

rasio ini dibagi menjadi dua rasio, yaitu :

a. Laba Bersih Terhadap Kas dari Penerimaan Operasi:

Adapun rumusnya adalah : Laba Bersih

Kas dari Aktivitas Operasi

Rasio Tahun 2002 = 11.876.012.529 x 100% = 92,78 % 12.799.255.815 Rasio Tahun 2003 = 12.262.817.555 x 100% = 105,65 % 11.607.037.659 Rasio Tahun 2004 = 23.552.933.831 x 100% = 377,17 % 6.244.683.149

(6)

Dari perhitungan diatas dapat kita ketahui bahwa tingkat kualitas penerimaan laba pada PT. Lion Metal Works, Tbk. Mengalami kenaikan yang semula pada tahun 2002 rasio laba bersih terhadap kas dari penerimaan operasi sebesar 92,78% meningkat menjadi 105,65% pada tahun 2003, terus meningkat menjadi 377,17% pada tahun 2004. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja manajemen perusahaan di dalam menghasilkan laba bersih dari arus kas aktivitas operasi sangat baik karena dari tahun ketahun terus meningkat.

b. Arus Kas Yang Memadai

Adapun rumusnya adaiah: Kas dari kegiatan operasi

Investasi kas + Tambahan persediaan + Deviden + Penggunaan hutang

Tahun 2002 = 12.799.255.815 5.144.930.496+30.406.411.172 + 3.126.318.100 + 3.448.980.000 12.799.255.815 x 100% 42.126.639.768 = 30,38 %

(7)

Tahun 2003 = 11.607.037.659 1.949.492.917+ 26.098.090.072 + 3.583.876.525 + 3.320.700.969 = 11.607.037.659 x 100% 34.952.160.483 = 33,20 % Tahun 2004 = 6.244.683.149 7.748.409.855+ 48.471.221.814 + 4.635.435.900 + 2.924.515.483 = 6.244.683.149 x 100% 63.837.141.338 = 9,73 %

Dari perhitungan diatas dapat kita ketahui bahwa didalam menghasilkan arus kas yang memadai bagi perusahaan diketahui bahwa pada tahun 2002, rasio yang memadai sebesar 30,38%, sedangkan pada tahun 2003 boleh dikatakan baik karena terjadi peningkatan yaitu sebesar 33,20%. Tetapi pada tahun 2004 rasio yang memadai kurang begitu baik karena hanya mencapai 9,73%. Penurunan rasio ini menandakan bahwa kemampuan kas perusahaan

(8)

untuk mencukupi kebutuhan investasi, tambahan persediaan dan deviden sangat rendah.

Jadi secara umum bila dilihat dari kualitas penerimaan yang dihasilkan perusahaan sudah cukup baik pada tahun 2002 dan 2003 karena mengalami peningkatan tapi pada tahun 2004 kemampuan perusahan dalam mencukupi kebutuhan investasi, tambahan persediaan, dan deviden tidak dapat dipertahankan dan sangat menghawatirkan bagi perusahaan, oleh karenaitu perusahaan harus meningkatkan kinerjanya untuk tahun berikutnya.

2. Rasio Kecukupan

Analisis terhadap rasio kecukupan ini bertujuan untuk mengukur kecukupan arus kas dari aktivitas operasi bila dibandingkan dengan pembayaran hutang, deviden, pembelian aktiva, dan Iain-lain. Adapun rasio kecukupan yang dihasilkan PT. Lion Metal Works, Tbk untuk tahun 2002, 2003, dan 2004 adalah :

a. Kecukupan Arus Kas

Adapun rumusnya adalah : Kas dari kegiatan operasi

Hutang jangka panjang + pembelian Aktiva + Pembayaran Deviden

Tahun 2002= 12.799.255.815

(9)

12.799.255.815 x 100% 3.881.792.510 329 % Tahun 2003 = 11.607.037.659 5.444.509.244 + 1.447.244.867 + 3.583.876.525 = 11.607.037.659 x 100% 10.475.630.644 = 110% Tahun 2004 = 6.244.683.149 7.402.640.768 + 5.498.901.332 + 4.635.435.900 = 6.244.683.149 x 100% 17.536.978.888 = 35,6%

Dari hasil perhitungan rasio diatas dapat diketahui bahwa kecukupan arus kas perusahaan untuk membayar hutang jangka panjang, pembelian aktiva, dan pembayaran deviden pada tahun 2002 adalah sebesar 329%, sedangkan pada tahun 2003 mulai menurun, yaitu sebesar 110%. Sedangkan pada tahun 2004 prosentase rasio lebih menghawatirkan lagi karena hanya mencapai 35,6%, penurunan ini bila tidak disikapi dengan baik akan mempengaruhi kemampuan perusahaan

(10)

dalam membiayai hutang jangka panjang, pembelian aktiva dan pembayaran deviden.

b. pembayaran deviden

Adapun rumusnya adalah : Deviden

Kas dari Aktivitas Operasi

Rasio Tahun 2002 - 3.126.318.100 x 100% 12.799.255.815 = 24,42% Rasio Tahun 2003 = 3.583.876.525 x 100% 11.607.037.659 = 30,87% Rasio Tahun 2004 = 4.635.435.900 x 100% 6.244.683.149 = 74,23%

Dari hasil perhitungan rasio pembayaran deviden diatas dapat diketahui bahwa perusahaan mengalami kenaikan persentase pembayaran deviden terhadap para investor dari tahun ke tahun. Yang semula pada tahun 2002 sebesar 24,42%, meningkat menjadi 30,87% pada tahun 2003, dan pada tahun 2004 meningkat lagi sebesar 74,23%. Peningkatan pembayaran deviden ini dapat mengakibatkan tingginya

(11)

kas dari operasi yang harus disediakan perusahaan untuk pembayaran deviden kepada pihak investor.

c. Pembayaran Hutang Jangka Panjang

Adapun rumusnya adalah : Pembayaran Hutang Jangka Panjang

Kas dari Aktivitas Operasi

Rasio Tahun 2002 = 57.558,286 x ] 00% 12.799.255.815 = 0,45% Rasio Tahun 2003 = 5.444.509.244 x 100% 11.607.037.659 = 46,90% Rasio Tahun 2004 = 7.402.640.768 x 100% 6.244.683.149 = 118,54%

Dilihat dari hasil perhitungan rasio pembayaran hutang jangka panjang diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2002, 2003, dan 2004 perusahaan membayar hutangnya dengan mengandalkan arus kas dari

kegiatan operasi yaitu sebesar 0,45%, 46,90%, dan 118,54%. Dari hasil

pembayaran hutang jangka panjang yang dilakukan oleh perusahaan

(12)

sehingga perusahaan harus menyediakan kas yang tinggi dari operasi untuk pembayaran hutang jangka panjangnya.

d. Reinvestasi

Adapun rumusnya adalah: Pembelian Aktiva Kas dari Aktivitas Operasi

Rasio Tahun 2002 = 697.916.124 x] 00% 12.799.255.815 - 5,45% Rasio Tahun 2003 « 1.447.244.867 x 100% 11.607.037.659 = 12,46% Rasio Tahun 2004 = 5.498.901.332 x 100% 6.244.683.149 = 88,05%

Dari hasil perhitungan rasio diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2002 perusahan melakukan pembelian terhadap aktiva yaitu sebesar 5,45%, dan pada tahun 2003 perusahaan melakukan pembelian sebesar 12,46%. Tapi pada tahun 2004 perusahaan melakukan pembelian aktiva lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu sebesar

(13)

aan

88,05%. Pembelian aktiva yang tinggi ini mengharuskan perusah

untuk menyediakan kas dari kegiatan operasi yang tinggi pula.

e. Penutupan Hutang

Adapun rumusnya adalah : Total Hutang Kas dari Aktivitas Operasi

Rasio Tahun 2002 = 15.913.746.666 x 100% 12.799.255.815 = 124,33% Rasio Tahun 2003 = 18.986.743.022 x 100% 11.607.037.659 = 163,57% Rasio Tahun 2004 = 26.192.701.333 x 100% 6.244.683.149 = 419,45%

Dari rasio ini dapat diketahui pada tahun 2002 angka rasio menunjukkan 124,33% dan pada tahun 2003 angka rasio sebesar 163,57%. Sedangkan pada tahun 2004 angka rasio menunjukkan

peningkatan yang tinggi yaitu sebesar 419,45%, hal ini dikarenakan perusahaan mempunyai hutang yang tinggi dari tahun sebelumnya ,

(14)

sehingga perusahaan hams menyediakan kas dari operasi yang tinggi untuk melunasi hutang-hutangnya.

3. Rasio Efesiensi

Rasio ini berguna untuk mengukur atau menilai perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatannya selama satu tahun. Selain itu penulis menggunakannya untuk menunjukkan hubungan hubungan antara kas

dengan perkiraan-perkiraan yang terdapat dalam laporan Laba-Rugi.

Adapun rasio efesiensi yang dihasilkan PT. Lion Metal Works, Tbk untuk tahun 2002, 2003, dan 2004 adalah sebagai berikut:

a. Arus Kas Terhadap Penjualan

Adapun rumusnya adalah :

Kas dari Kegiatan Operasi Penjualan Rasio Tahun 2002 = 12.799.255.815 x 100% 83.535.033.369 - 15,32% Rasio Tahun 2003 = 11.607.037.659 x 100% 87.997.276.518 = 13,14% Rasio Tahun 2004 = 6.244.683.149 x 100% 111.114.160.882 = 5,62%

(15)

Rasio ini membandingkan data yang berasal dari laporan Laba/Rugi dan laporan Arus Kas. Melalui rasio ini juga akan

dibandingkan antara arus kas dengan penjualan. Dari penjualan yang dilakukan maka akan menghasilkan arus kas, karena penjualan

termasuk kegiatan utama perusahaan dan termasuk kegiatan operasi. Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2002, 2003 dan 2004 rasio mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan penerimaan kas dari kegiatan operasi yang berasal dari penjualan rendah.

b. Arus Kas Terhadap Pendapatan

Adapun rumusnya adalah : Kas dari Kegiatan Operasi

Pendapatan Rasio Tahun 2002 = 12.799.255.815 x 100% 34.715.072.373 = 36,86 % Rasio Tahun 2003 = 11.607.037.659 x 100% 37.868.110.823 = 30,65% Rasio Tahun 2004 = 6.244.683.149 x 100% 52.863.508.901 = 11,81%

(16)

Pendapatan dari operasi tetap adalah pendapatan yang

diperoleh setelah penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan,

seperti yang terlihat pada laporan Laba/Rugi perusahaan. Dilihat dari perhitungan rasio tahun 2002, 2003 dan 2004 diatas terdapat kecenderungan bahwa tingkat arus kas terhadap pendapatan yang dihasilkan perusahaan mengalami penurunan, walaupun adanya peningkatan penjualan produk yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan arus kas dari kegiatan operasi. Sehingga tingkat pendapatan untuk menyumbangkan kas operasional terns menurun dan dapat disimpulkan juga bahwa tingkat efesiensi

perusahaan mengalami penurunan.

c. Hasil Pengembalian Arus Kas Atas Aktiva Adapun rumusnya adalah : Kas dari Kegiatan Operasi

Total Aktiva Rasio Tahun 2002 = 12.799.255.815 x 100% 108.262.574.583 = 11,82% Rasio Tahun 2003 = 11.607.037.659 x 100% 120.625.981.339 = 9,62%

(17)

Rasio Tahun 2004 = 6.244.683.149 * 100%

146.703.433.433 = 4,26%

Rasio ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pengembalian operasi terhadap aktiva. Sehingga dapat dinilai tingkat efesiensi dalam penggunaan aktiva untuk menghasilkan kas dari kegiatan operasi. Maka dapat dinilai dari perhitungan diatas bahwa rasio yang dihasilkan perusahaan mengalami penurunan dari tahun 2002 sampai 2004. Sehingga dapat dikatakan perusahaan tidak efesien dalam penggunaan aktiva untuk menghasilkan kas dari kegiatan operasi.

C. Analisis Arus Kas Sebagai Alat Ukur Kinerja Tabel3

Ringkasan Analisis Arus Kas Sebagai Alat Ukur Kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk. RASIO

1. Penerimaan Laba

a. Laba bersi terhadap kas dari penerimaan operasi

b. Arus kas yang memadai 2. Rasio Kecukupan

a. Kecukupan arus kas b. Pembayaran deviden 2002 92,78% 30,38% 329% 24,42% 2003 105,65% 33,20% 110% 30,87% 2004 377,17% 9,78% ^ 35,6% 74,23%

(18)

c. Pembayaran Hutang jangka panjang

d. Reinvestasi e. Penutupan hutang 3. Efesiensi

a. Arus kas terhadap penjualan b. Arus kas terhadap pendapatan c. Hasil pengembalian arus kas

atas aktiva 0,45% 5,45% 124,33% 15,32% 36,86% 11,82% 46,90% 12,46% 163,57% 13,14% 30,65% 9,62% 118,54% 88,05% 419,45% 5,62% 11,81% 4,26%

Agar dapat menghasilkan suatu kinerja perusahaan yang baik dan professional maka diperlukan adanya suatu evaluasi kinerja sehingga tingkat efesiensi dan efektivitas dari suatu perusahaan secara keseluruhan dapat dinilai guna mendukung jalannya kegiatan operasional dimasa yang akan datang. Salah satu cara untuk mengukur kinerja perusahaan tersebut adalah dengan menggunakan arus kas sebagai alat ukur kinerja perusahaan. Adapun kinerja perusahaan yang akan diukur adalah pada PT. Lion Metal Works, Tbk. Kinerja perusahaan tersebut meliputi periode akuntansi tahun 2002 sampai 2004.

Dillihat dari data yang penulis peroleh dari PRPM Jakarta, bahwa penjualan dari tahun 2002 sebesar Rp 83.535.033.369, pada tahun 2003 sebesar Rp 87.997.276.518 dan pada tahun 2004 sebesar Rp 111.114.160.882. Dari keterangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan penjualan dari tahun ke tahun dan menunjukkan suatu kinerja perusahaan yang cukup baik karena mampu meningkatkan penjualannya dalam satu tahun periode akuntansi.

(19)

Selain itu jika melihat dari beban usaha yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan, terlihat bahwa beban operasional untuk tahun 2002 sebesar Rp 48.819.960.996 sedangkan tahun 2003 sebesar Rp 50.129.165.695 dan pada tahun 2004 sebesar 58.250.651.981 dari keterangan tersebut dapat dilihat dari tahun ke tahun ada kenaikan beban usaha yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut pendapat penulis bila dilihat dari segi beban usaha memang meningkat, namun bila dibandingkan dengan tingkat penjualan yang meningkat dari tahun ke tahun adalah sesuai, karna bila tingkat penjualan meningkat maka akan diikuti pula dengan biaya operasional yang tinggi pula.

Apabila dilihat dari rasio arus kas yang terdiri dari rasio kualitas penerimaan kas mengalami peningkatan laba bersih dari aktivitas operasi yang sangat tinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar 377,17%, sedangkan pada rasio arus kas yang memadai mengalami penurunan sebesar 9,78% pada tahun 2004. Hal ini menyatakan bahwa dilihat dari sudut kualitas penerimaan kas sudah cukup baik.

Lalu bila dilihat dari rasio kecukupan arus kas mengalami penurunan sebesar 35,6% pada tahun 2004, sehingga kualitas kemampuan kas perusahaan untuk mencukupi pembayaran hutang jangka panjang, pembelian aktiva, dan pembayaran deviden rendah. sedangkan pada rasio pembayaran deviden mengalami peningkatan pada tahun 2004 yaitu sebesar 74,23% yang mengharuskan perusahaan menyediakan kas dari operasi yang tinggi untuk pembaaran deviden pada pihak investor. Dan apabila dilihat dari rasio pembayaran hutang jangka panjang juga mengalami kenaikan pada tahun 2004

(20)

sebesar 118,54% sehingga perusahaan harus menyediakan kas dari operasi yang tinggi untuk pembayaran hutang jangka panjang. Dan pada rasio

reinvestasi pada tahun 2004 mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari

tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 88,05% sehingga perusahaan harus mengeluarkan kas yang tinggi dari operasi untuk pembelian aktiva. Sedangkan

rasio penutupan hutang juga mengalami kenaikan yang tinggi pula pada tahun

2004 yaitu sebesar 419,45% hal ini disebabkan karena hutang perusahaan juga

tinggi sehingga perusahaan harus mengeluarkan kas dari operasi untuk melunasi hutang-hutangnya.

Apabila dilihat dari rasio efesiensi yang terdiri dari rasio arus kas

terhadap penjualan, arus kas terhadap pendapatan, dan pengembalian arus kas atas aktiva, ketiganya mengalami penurunan sebesar 5,62%, 11,81%, dan 4,26% pada tahun 2004. walaupun pada tahun tersebut tingkat penjualan meningkat yang secara otomatis dapat meningkatkan pendapatan namun hasil perhitungan rasio tersebut masih sangat kecil dan cendrung menurun dari tahun ke tahun, hal ini menyebabkan tingkat penerimaan kas perusahaan dari kegiatan operasi yang berasal dari penjualan dan pendapatan sangat rendah.

Dari analisis terhadap arus kas pada PT. Lion Metal Works, Tbk. Penulis dapat menyimpulkan bahwa secara umum kinerja perusahaan tersebut sudah cukup baik pada kurun waktu periode akuntansi 2002 sampai 2003. Tapi pada tahun 2004 mengalami penurunan. Meskipun diantara perhitungan rasio tersebut diatas ada yang mengalami penurunan namun hal tersebut masih dapat diperbaiki dengan meningkatkan kinerja dalam segala bidang.

Referensi

Dokumen terkait

prinsip perhitungan dari kedua metode tersebut adalah jumlah cost driver yang digunakan. Sistem penentuan harga pokok dengan activity based costing menggunakan cost

Total Pembiayaan, Dana Pihak Ketiga, FDR Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah berdasarkan Kota/Kabupaten - Maret 2015 (Financing, Depositor Funds, Percentage of FDR

Hasil klasifikasi sedimen bagian hulu dengan cara unifikasi tanah sebagaimana menunjukkan bahwa pada bagian kanan (belokan dalam) dan bagian kiri (belokan luar)

Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang melaksanakan pendidikan pada jalur formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan baik yang

Isolasi asam miristat hasil hidrolisis dilakukan dengan menambahkan asam yang selanjutnya miristat hasil hidrolisis dilakukan dengan menambahkan asam yang

Teknik penentuan sampel menggunakan teknik tidak acak (non probability sampling) yaitu teknik yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota

Pelepah Gewang Harga Pokok Produksi (Skala

Sentimen positif pada pasar komoditas yang sempat membuat saham- saham pertambangan berterbangan yang juga diikuti oleh beberapa saham infrastruktur dan menguatnya