ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas
Akuntansi menghasilkan informasi yang dituangkan dalam bentuk laporan atau statement keuangan. Informasi itu sendiri adalah data atau fakta
yang diolah dan disajikan dengan cara tertentu sehingga mempunyai makna
bagi yang berkepentingan atau bagi yang dituju oleh informasi tersebut.
Dengan kata lain untuk menghasilkan suatu informasi bagi yang membutuhkan, informasi tersebut haruslah mempunyai nilai. Adapun nilai yang dimaksud adalah bahwa informasi itu haruslah dapat menambah pengetahuan pengambil keputusan dan juga dapat mengubah pengambil keputusan atau menyebabkan perubahan perilaku.
Seperangkat laporan keuangan biasanya disusun dan diterbitkan oleh suatu perusahaan untuk tujuan memenuhi persyaratan-persyaratan dalam memperoleh kredit dari bank, atau dalam menjual saham kepasar modal. Agar
dapat digunakan oleh semua pihak yang berkepentingan, suatu laporan keuangan haruslah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (PAYBU). Di Indonesia yang menangani hal ini adalah Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Setiap tahunnya IAI mengeluarkan sebuah buku pedoman
bagi para akuntan yaitu Standart Akuntansi Keuangan (SAK) yang harus
dipatuhi dan di ikuti oleh para akuntan di dalam membuat suatu laporan
keuangan.
Seperti halnya perusahaan lainnya yang ada di Indonesia, PT. Lion
Metal Works, Tbk. Juga membuat suatu laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut haruslah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh IAI. Adapun laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen antara lain:
1. Neraca
Yaitu memberi informasi kepada pemakainya mengenai likuiditas dan
kelancaran operas! perusahaan, menilai struktur pendanaan perusahaan
dan menganalisis komposisi kekayaan dan potensi perusahaan.
2. Laporan Laba-Rugi
Yaitu memberikan informasi tentang keberhasilan manajemen didalam
mengelola perusahaan yang diukur dari selisih antara pendapatan dan biaya.
3. Laporan Perubahan Equity
Merupakan penghubung antara Laporan Laba Rugi dan Neraca. Laba atau Rugi dan Transaksi modal netto akan masuk dalam laporan perubahan modal sebagai angka modal akhir akan diperoleh.
4. Laporan Arus Kas
Yaitu informasi mengenai kegiatan manajemen selama satu periode akuntansi didalam mengelola kas perusahaan, baik aliran kas masuk maupun aliran kas keluar.
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Berisi informasi yang sifatnya kualitatif tetapi perlu disampaikan karena dapat untuk memperjelas apa yang telah termuat dalam laporan keuangan utama.
Di dalam pembahasan BAB IV ini, penulis hanya akan memfokuskan penelitian tentang apakah laporan arus kas pada PT. Lion Metal Works, Tbk
telah sesuai dengan PSAK No. 2 atau tidak dan bagaimana kinerja PT. Lion
Metal Works, Tbk berdasarkan analisa laporan arus kas. Karena hal ini
merupakan inti dari pembahasan pertama yang ingin penulis sampaikan. Berdasarkan hasil dari pengamatan dan penelitian yang penulis peroleh bahwa didalam laporan arus kas PT. Lion Metal Works, Tbk telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang telah dikeluarkan IAI.
Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam laporan arus kas antara lain aktivitas
operasionai, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan, kesemuanya telah
disajikan dengan benar, sehingga dapat memberikan informasi yang
memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh
aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap jumlah
kas dan setara kas.
Di dalam penyajian laporan arus kas PT. Lion Metal Works, Tbk
menggunakan metode langsung hal ini telah sesuai dengan PSAK No. 2
dimana pada metode ini mengungkapkan kelompok utama dari penerimaan
kas bruto dan pengeluaran bruto sehingga menghasilkan jumlah arus kas
bersih. Kelebihan dari penggunaan metode langsung ini adalah bahwa dapat
digunakan dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan dengan metode tidak langsung.
Sedangkan pembahasan kedua adalah bagaimana kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk berdasakan analisis laporan arus kas, dari hasi] pengamatan dan penelitian yang penulis peroleh bahwa kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk berdasarkan laporan arus kas pada tahun 2002 dan 2003 sudah baik namun terjadi sedikit penurunan kas pada tahun 2004, penurunan yang dialami pada tahun 2004 haruslah diperhatikan oleh perusahaan karena apabila tidak diperhatikan dengan baik akan menurunkan kinerja perusahaan dalam
menghasilkan kas bersih. Walaupun PT. Lion Metal Works, Tbk mempunyai
laba cukup tinggi tapi belum tentu mempunyai kas yang cukup untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan.
Jadi, dari penjelasan secara singkat tadi, bahwa laporan arus kas yang
disajikan oleh PT. Lion Metal Works, Tbk adalah benar dan telah sesuai dengan PSAK No. 2 yang telah dikeluarkan oleh IAI, sehingga laporan tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sehingga kehadalan dari informasi tersebut dapat dijamin. Kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk berdasarkan laporan arus kas yang penulis teliti dan amati juga
sudah cukup baik walaupun ada sedikit penurunan kas .
B. Analisis Arus Kas Pada PT. Lion Metal Works, Tbk.
Dalam melakukan analisa laporan arus kas yang digunakan sepenuhnya adalah laporan arus kas perusahaan serta neraca dalam laporan
laba-rugi perusahaan. Adapun dalam hal ini adalah laporan keuangan PT. Lion Metal Works, Tbk. Bekasi.
Adapun model analisis arus kas ini adalah dengan cara
membandingkan angka-angka yang terdapat dalam laporan arus kas dengan
menggunakan rasio-rasio perhitungan sehingga dapat diketahui keadaan suatu
perusahaan tersebut apakah kinerja nya baik atau tidak. Analisa terhadap arus kas ini dapat dihitung dengan menggunakan tiga rasio, antara lain : rasio
kualitas penerimaan laba, rasio kecukupan, rasio efesiensi.
1. Rasio Kualitas Penerimaan Laba
Rasio ini digunakan untuk mengukur kualitas penerimaan laba, adapun
rasio ini dibagi menjadi dua rasio, yaitu :
a. Laba Bersih Terhadap Kas dari Penerimaan Operasi:
Adapun rumusnya adalah : Laba Bersih
Kas dari Aktivitas Operasi
Rasio Tahun 2002 = 11.876.012.529 x 100% = 92,78 % 12.799.255.815 Rasio Tahun 2003 = 12.262.817.555 x 100% = 105,65 % 11.607.037.659 Rasio Tahun 2004 = 23.552.933.831 x 100% = 377,17 % 6.244.683.149
Dari perhitungan diatas dapat kita ketahui bahwa tingkat kualitas penerimaan laba pada PT. Lion Metal Works, Tbk. Mengalami kenaikan yang semula pada tahun 2002 rasio laba bersih terhadap kas dari penerimaan operasi sebesar 92,78% meningkat menjadi 105,65% pada tahun 2003, terus meningkat menjadi 377,17% pada tahun 2004. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja manajemen perusahaan di dalam menghasilkan laba bersih dari arus kas aktivitas operasi sangat baik karena dari tahun ketahun terus meningkat.
b. Arus Kas Yang Memadai
Adapun rumusnya adaiah: Kas dari kegiatan operasi
Investasi kas + Tambahan persediaan + Deviden + Penggunaan hutang
Tahun 2002 = 12.799.255.815 5.144.930.496+30.406.411.172 + 3.126.318.100 + 3.448.980.000 12.799.255.815 x 100% 42.126.639.768 = 30,38 %
Tahun 2003 = 11.607.037.659 1.949.492.917+ 26.098.090.072 + 3.583.876.525 + 3.320.700.969 = 11.607.037.659 x 100% 34.952.160.483 = 33,20 % Tahun 2004 = 6.244.683.149 7.748.409.855+ 48.471.221.814 + 4.635.435.900 + 2.924.515.483 = 6.244.683.149 x 100% 63.837.141.338 = 9,73 %
Dari perhitungan diatas dapat kita ketahui bahwa didalam menghasilkan arus kas yang memadai bagi perusahaan diketahui bahwa pada tahun 2002, rasio yang memadai sebesar 30,38%, sedangkan pada tahun 2003 boleh dikatakan baik karena terjadi peningkatan yaitu sebesar 33,20%. Tetapi pada tahun 2004 rasio yang memadai kurang begitu baik karena hanya mencapai 9,73%. Penurunan rasio ini menandakan bahwa kemampuan kas perusahaan
untuk mencukupi kebutuhan investasi, tambahan persediaan dan deviden sangat rendah.
Jadi secara umum bila dilihat dari kualitas penerimaan yang dihasilkan perusahaan sudah cukup baik pada tahun 2002 dan 2003 karena mengalami peningkatan tapi pada tahun 2004 kemampuan perusahan dalam mencukupi kebutuhan investasi, tambahan persediaan, dan deviden tidak dapat dipertahankan dan sangat menghawatirkan bagi perusahaan, oleh karenaitu perusahaan harus meningkatkan kinerjanya untuk tahun berikutnya.
2. Rasio Kecukupan
Analisis terhadap rasio kecukupan ini bertujuan untuk mengukur kecukupan arus kas dari aktivitas operasi bila dibandingkan dengan pembayaran hutang, deviden, pembelian aktiva, dan Iain-lain. Adapun rasio kecukupan yang dihasilkan PT. Lion Metal Works, Tbk untuk tahun 2002, 2003, dan 2004 adalah :
a. Kecukupan Arus Kas
Adapun rumusnya adalah : Kas dari kegiatan operasi
Hutang jangka panjang + pembelian Aktiva + Pembayaran Deviden
Tahun 2002= 12.799.255.815
12.799.255.815 x 100% 3.881.792.510 329 % Tahun 2003 = 11.607.037.659 5.444.509.244 + 1.447.244.867 + 3.583.876.525 = 11.607.037.659 x 100% 10.475.630.644 = 110% Tahun 2004 = 6.244.683.149 7.402.640.768 + 5.498.901.332 + 4.635.435.900 = 6.244.683.149 x 100% 17.536.978.888 = 35,6%
Dari hasil perhitungan rasio diatas dapat diketahui bahwa kecukupan arus kas perusahaan untuk membayar hutang jangka panjang, pembelian aktiva, dan pembayaran deviden pada tahun 2002 adalah sebesar 329%, sedangkan pada tahun 2003 mulai menurun, yaitu sebesar 110%. Sedangkan pada tahun 2004 prosentase rasio lebih menghawatirkan lagi karena hanya mencapai 35,6%, penurunan ini bila tidak disikapi dengan baik akan mempengaruhi kemampuan perusahaan
dalam membiayai hutang jangka panjang, pembelian aktiva dan pembayaran deviden.
b. pembayaran deviden
Adapun rumusnya adalah : Deviden
Kas dari Aktivitas Operasi
Rasio Tahun 2002 - 3.126.318.100 x 100% 12.799.255.815 = 24,42% Rasio Tahun 2003 = 3.583.876.525 x 100% 11.607.037.659 = 30,87% Rasio Tahun 2004 = 4.635.435.900 x 100% 6.244.683.149 = 74,23%
Dari hasil perhitungan rasio pembayaran deviden diatas dapat diketahui bahwa perusahaan mengalami kenaikan persentase pembayaran deviden terhadap para investor dari tahun ke tahun. Yang semula pada tahun 2002 sebesar 24,42%, meningkat menjadi 30,87% pada tahun 2003, dan pada tahun 2004 meningkat lagi sebesar 74,23%. Peningkatan pembayaran deviden ini dapat mengakibatkan tingginya
kas dari operasi yang harus disediakan perusahaan untuk pembayaran deviden kepada pihak investor.
c. Pembayaran Hutang Jangka Panjang
Adapun rumusnya adalah : Pembayaran Hutang Jangka Panjang
Kas dari Aktivitas Operasi
Rasio Tahun 2002 = 57.558,286 x ] 00% 12.799.255.815 = 0,45% Rasio Tahun 2003 = 5.444.509.244 x 100% 11.607.037.659 = 46,90% Rasio Tahun 2004 = 7.402.640.768 x 100% 6.244.683.149 = 118,54%
Dilihat dari hasil perhitungan rasio pembayaran hutang jangka panjang diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2002, 2003, dan 2004 perusahaan membayar hutangnya dengan mengandalkan arus kas dari
kegiatan operasi yaitu sebesar 0,45%, 46,90%, dan 118,54%. Dari hasil
pembayaran hutang jangka panjang yang dilakukan oleh perusahaan
sehingga perusahaan harus menyediakan kas yang tinggi dari operasi untuk pembayaran hutang jangka panjangnya.
d. Reinvestasi
Adapun rumusnya adalah: Pembelian Aktiva Kas dari Aktivitas Operasi
Rasio Tahun 2002 = 697.916.124 x] 00% 12.799.255.815 - 5,45% Rasio Tahun 2003 « 1.447.244.867 x 100% 11.607.037.659 = 12,46% Rasio Tahun 2004 = 5.498.901.332 x 100% 6.244.683.149 = 88,05%
Dari hasil perhitungan rasio diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2002 perusahan melakukan pembelian terhadap aktiva yaitu sebesar 5,45%, dan pada tahun 2003 perusahaan melakukan pembelian sebesar 12,46%. Tapi pada tahun 2004 perusahaan melakukan pembelian aktiva lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu sebesar
aan
88,05%. Pembelian aktiva yang tinggi ini mengharuskan perusah
untuk menyediakan kas dari kegiatan operasi yang tinggi pula.
e. Penutupan Hutang
Adapun rumusnya adalah : Total Hutang Kas dari Aktivitas Operasi
Rasio Tahun 2002 = 15.913.746.666 x 100% 12.799.255.815 = 124,33% Rasio Tahun 2003 = 18.986.743.022 x 100% 11.607.037.659 = 163,57% Rasio Tahun 2004 = 26.192.701.333 x 100% 6.244.683.149 = 419,45%
Dari rasio ini dapat diketahui pada tahun 2002 angka rasio menunjukkan 124,33% dan pada tahun 2003 angka rasio sebesar 163,57%. Sedangkan pada tahun 2004 angka rasio menunjukkan
peningkatan yang tinggi yaitu sebesar 419,45%, hal ini dikarenakan perusahaan mempunyai hutang yang tinggi dari tahun sebelumnya ,
sehingga perusahaan hams menyediakan kas dari operasi yang tinggi untuk melunasi hutang-hutangnya.
3. Rasio Efesiensi
Rasio ini berguna untuk mengukur atau menilai perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatannya selama satu tahun. Selain itu penulis menggunakannya untuk menunjukkan hubungan hubungan antara kas
dengan perkiraan-perkiraan yang terdapat dalam laporan Laba-Rugi.
Adapun rasio efesiensi yang dihasilkan PT. Lion Metal Works, Tbk untuk tahun 2002, 2003, dan 2004 adalah sebagai berikut:
a. Arus Kas Terhadap Penjualan
Adapun rumusnya adalah :
Kas dari Kegiatan Operasi Penjualan Rasio Tahun 2002 = 12.799.255.815 x 100% 83.535.033.369 - 15,32% Rasio Tahun 2003 = 11.607.037.659 x 100% 87.997.276.518 = 13,14% Rasio Tahun 2004 = 6.244.683.149 x 100% 111.114.160.882 = 5,62%
Rasio ini membandingkan data yang berasal dari laporan Laba/Rugi dan laporan Arus Kas. Melalui rasio ini juga akan
dibandingkan antara arus kas dengan penjualan. Dari penjualan yang dilakukan maka akan menghasilkan arus kas, karena penjualan
termasuk kegiatan utama perusahaan dan termasuk kegiatan operasi. Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2002, 2003 dan 2004 rasio mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan penerimaan kas dari kegiatan operasi yang berasal dari penjualan rendah.
b. Arus Kas Terhadap Pendapatan
Adapun rumusnya adalah : Kas dari Kegiatan Operasi
Pendapatan Rasio Tahun 2002 = 12.799.255.815 x 100% 34.715.072.373 = 36,86 % Rasio Tahun 2003 = 11.607.037.659 x 100% 37.868.110.823 = 30,65% Rasio Tahun 2004 = 6.244.683.149 x 100% 52.863.508.901 = 11,81%
Pendapatan dari operasi tetap adalah pendapatan yang
diperoleh setelah penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan,
seperti yang terlihat pada laporan Laba/Rugi perusahaan. Dilihat dari perhitungan rasio tahun 2002, 2003 dan 2004 diatas terdapat kecenderungan bahwa tingkat arus kas terhadap pendapatan yang dihasilkan perusahaan mengalami penurunan, walaupun adanya peningkatan penjualan produk yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan arus kas dari kegiatan operasi. Sehingga tingkat pendapatan untuk menyumbangkan kas operasional terns menurun dan dapat disimpulkan juga bahwa tingkat efesiensi
perusahaan mengalami penurunan.
c. Hasil Pengembalian Arus Kas Atas Aktiva Adapun rumusnya adalah : Kas dari Kegiatan Operasi
Total Aktiva Rasio Tahun 2002 = 12.799.255.815 x 100% 108.262.574.583 = 11,82% Rasio Tahun 2003 = 11.607.037.659 x 100% 120.625.981.339 = 9,62%
Rasio Tahun 2004 = 6.244.683.149 * 100%
146.703.433.433 = 4,26%
Rasio ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pengembalian operasi terhadap aktiva. Sehingga dapat dinilai tingkat efesiensi dalam penggunaan aktiva untuk menghasilkan kas dari kegiatan operasi. Maka dapat dinilai dari perhitungan diatas bahwa rasio yang dihasilkan perusahaan mengalami penurunan dari tahun 2002 sampai 2004. Sehingga dapat dikatakan perusahaan tidak efesien dalam penggunaan aktiva untuk menghasilkan kas dari kegiatan operasi.
C. Analisis Arus Kas Sebagai Alat Ukur Kinerja Tabel3
Ringkasan Analisis Arus Kas Sebagai Alat Ukur Kinerja PT. Lion Metal Works, Tbk. RASIO
1. Penerimaan Laba
a. Laba bersi terhadap kas dari penerimaan operasi
b. Arus kas yang memadai 2. Rasio Kecukupan
a. Kecukupan arus kas b. Pembayaran deviden 2002 92,78% 30,38% 329% 24,42% 2003 105,65% 33,20% 110% 30,87% 2004 377,17% 9,78% ^ 35,6% 74,23%
c. Pembayaran Hutang jangka panjang
d. Reinvestasi e. Penutupan hutang 3. Efesiensi
a. Arus kas terhadap penjualan b. Arus kas terhadap pendapatan c. Hasil pengembalian arus kas
atas aktiva 0,45% 5,45% 124,33% 15,32% 36,86% 11,82% 46,90% 12,46% 163,57% 13,14% 30,65% 9,62% 118,54% 88,05% 419,45% 5,62% 11,81% 4,26%
Agar dapat menghasilkan suatu kinerja perusahaan yang baik dan professional maka diperlukan adanya suatu evaluasi kinerja sehingga tingkat efesiensi dan efektivitas dari suatu perusahaan secara keseluruhan dapat dinilai guna mendukung jalannya kegiatan operasional dimasa yang akan datang. Salah satu cara untuk mengukur kinerja perusahaan tersebut adalah dengan menggunakan arus kas sebagai alat ukur kinerja perusahaan. Adapun kinerja perusahaan yang akan diukur adalah pada PT. Lion Metal Works, Tbk. Kinerja perusahaan tersebut meliputi periode akuntansi tahun 2002 sampai 2004.
Dillihat dari data yang penulis peroleh dari PRPM Jakarta, bahwa penjualan dari tahun 2002 sebesar Rp 83.535.033.369, pada tahun 2003 sebesar Rp 87.997.276.518 dan pada tahun 2004 sebesar Rp 111.114.160.882. Dari keterangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan penjualan dari tahun ke tahun dan menunjukkan suatu kinerja perusahaan yang cukup baik karena mampu meningkatkan penjualannya dalam satu tahun periode akuntansi.
Selain itu jika melihat dari beban usaha yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan, terlihat bahwa beban operasional untuk tahun 2002 sebesar Rp 48.819.960.996 sedangkan tahun 2003 sebesar Rp 50.129.165.695 dan pada tahun 2004 sebesar 58.250.651.981 dari keterangan tersebut dapat dilihat dari tahun ke tahun ada kenaikan beban usaha yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut pendapat penulis bila dilihat dari segi beban usaha memang meningkat, namun bila dibandingkan dengan tingkat penjualan yang meningkat dari tahun ke tahun adalah sesuai, karna bila tingkat penjualan meningkat maka akan diikuti pula dengan biaya operasional yang tinggi pula.
Apabila dilihat dari rasio arus kas yang terdiri dari rasio kualitas penerimaan kas mengalami peningkatan laba bersih dari aktivitas operasi yang sangat tinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar 377,17%, sedangkan pada rasio arus kas yang memadai mengalami penurunan sebesar 9,78% pada tahun 2004. Hal ini menyatakan bahwa dilihat dari sudut kualitas penerimaan kas sudah cukup baik.
Lalu bila dilihat dari rasio kecukupan arus kas mengalami penurunan sebesar 35,6% pada tahun 2004, sehingga kualitas kemampuan kas perusahaan untuk mencukupi pembayaran hutang jangka panjang, pembelian aktiva, dan pembayaran deviden rendah. sedangkan pada rasio pembayaran deviden mengalami peningkatan pada tahun 2004 yaitu sebesar 74,23% yang mengharuskan perusahaan menyediakan kas dari operasi yang tinggi untuk pembaaran deviden pada pihak investor. Dan apabila dilihat dari rasio pembayaran hutang jangka panjang juga mengalami kenaikan pada tahun 2004
sebesar 118,54% sehingga perusahaan harus menyediakan kas dari operasi yang tinggi untuk pembayaran hutang jangka panjang. Dan pada rasio
reinvestasi pada tahun 2004 mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari
tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 88,05% sehingga perusahaan harus mengeluarkan kas yang tinggi dari operasi untuk pembelian aktiva. Sedangkan
rasio penutupan hutang juga mengalami kenaikan yang tinggi pula pada tahun
2004 yaitu sebesar 419,45% hal ini disebabkan karena hutang perusahaan juga
tinggi sehingga perusahaan harus mengeluarkan kas dari operasi untuk melunasi hutang-hutangnya.
Apabila dilihat dari rasio efesiensi yang terdiri dari rasio arus kas
terhadap penjualan, arus kas terhadap pendapatan, dan pengembalian arus kas atas aktiva, ketiganya mengalami penurunan sebesar 5,62%, 11,81%, dan 4,26% pada tahun 2004. walaupun pada tahun tersebut tingkat penjualan meningkat yang secara otomatis dapat meningkatkan pendapatan namun hasil perhitungan rasio tersebut masih sangat kecil dan cendrung menurun dari tahun ke tahun, hal ini menyebabkan tingkat penerimaan kas perusahaan dari kegiatan operasi yang berasal dari penjualan dan pendapatan sangat rendah.
Dari analisis terhadap arus kas pada PT. Lion Metal Works, Tbk. Penulis dapat menyimpulkan bahwa secara umum kinerja perusahaan tersebut sudah cukup baik pada kurun waktu periode akuntansi 2002 sampai 2003. Tapi pada tahun 2004 mengalami penurunan. Meskipun diantara perhitungan rasio tersebut diatas ada yang mengalami penurunan namun hal tersebut masih dapat diperbaiki dengan meningkatkan kinerja dalam segala bidang.