• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Kejadian Sindrom Cushing pada Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) Medan Tahun 2012 hingga 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Kejadian Sindrom Cushing pada Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) Medan Tahun 2012 hingga 2015"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh:

JOSEP LIMBONG 120100266

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

“Karya Tulis Ilmiah ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan Sarjana Kedokteran”

Oleh:

JOSEP LIMBONG 120100266

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)
(4)

ABSTRAK

Pendahuluan: Sindrom Cushing adalah sindrom klinik yang disebabkan oleh kelebihan glukokortikoid secara kronik sebagai hasil dari paparan jangka lama

organisme dari glukokortikoid eksogen atau endogen. Penyebab terbanyak sindrom

Cushing pada anak adalah iatrogenik (exogenous). Menggunakan dosis minimal efektif dan waktu paruh obat yang pendek atau menengah adalah cara terbaik dalam

mencegah sindrom Cushing iatrogenik.

Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran kejadian sindrom Cushing pada anak di

RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2012 hingga mei 2015.

Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan desain studi kasus cross sectional. Data penderita sindrom Cushing tipe iatrogenik dikumpulkan dari bagian rekam medis di Divisi Endokrinologi Anak, Departemen Ilmu Kesehatan

Anak, dan RSUP. Haji Adam Malik, Medan tahun 2012 hingga Mei 2015.

Hasil penelitian: Hasil penelitian dari 21 anak dijumpai 15 orang laki-laki dan 6 orang anak perempuan. Berdasarkan kelompok usia penderita sindrom Cushing

iatrogenik yang terbanyak adalah diantara 7-12 tahun (38,1%) dengan usia rata-rata

9,88 tahun. Sindrom nefrotik adalah penyakit primer tersering yaitu sebanyak 12

orang anak (57,1%). Gambaran klinis terbanyak penderita adalah moon face yaitu sebanyak 17 orang anak (23,8%). Jenis kortikosteroid yang paling banyak digunakan

adalah prednison yaitu sebanyak 12 orang anak (57,1%) dengan dosis rata-rata 44,17

mg/hari. Lama pengobatan terbanyak adalah ≥1 bulan sebanyak 19 orang anak

(90,5%).

Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa sindrom Cushing iatrogenik sebagian besar terjadi pada anak laki-laki prapubertas dan penyakit primer tersering adalah sindrom

nefrotik. Prednison dosis tinggi dan jangka lama merupakan penyebab sindrom

Cushing iatrogenik.

(5)

ABSTRACK

Background: Cushing’s sydrome is a clinical syndrome caused by an excesss of

glucocorticoids in chronic as a result of long term exposure to the organism of

exogenous or endogenous glucocorticoid.

Cushing syndrome in children is mainly caused by iatrogenic (exogenous). Using minimal dose effectively and short or intermediete half time of regimen therapy is the best preventive method of iatrogenic Cushing syndrome.

Objective: The aim of this research is to find the description of iatrogenic Cushing syndrome in children at Haji Adam Malik General Hospital, Medan year 2012 to may 2015

Method: The research is conducted retrospective descriptive method with cross-sectionals approach and it was done in Pediatric Endocrinology Division , Pediatric Health Department and Haji Adam Malik General Hospital, Medan year 2012 to may 2015. All the information was collected through medical records.

Results: The results shows that out of 21 samples, 15 of them are male and 6 patients are female. Patients with iatrogenic Cushing syndrome were more on the age group between 7-12 years old (38,1) with mean 9,88 years old. Nephrotic syndrome was the most frequent primer disease as much as 12 children (57,1 %). The most frequent

clinical feature of iatrogenic Cushing syndrome was moon face as much as 17 children (23,8%). Prednisone was the most of corticosteroid used as much as 12 children (57,1%) and average dose was 44,17 mg/day. The most frequent duration of therapy was ≥1 month as much as 19 children (90,5%).

Conclusion: It can be concluded that pre pubertal male patients more affected to iatrogenic Cushing syndrome and nephrotic syndrome is the most primer disease . High dose and prolong therapy of prednisone is the most cause iatrogenic Cushing syndrome.

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah

melimpahkan berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

penelitian karya tulis ilmiah ini dengan judul “Gambaran Kejadian Sindrom Cushing

pada Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) Medan

Tahun 2012 hingga 2015”.

Penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing saya,

dr. Siska Mayasari Lubis, M.Ked(Ped), SpA yang telah memberikan waktu untuk

membimbing, mendukung, dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan penelitian

ini sehingga dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan.

Selain itu, penulisan karya tulis ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan

dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis dengan rasa hormat menyampaikan ucapan

terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. dr. Gontar Siregar, Sp. PD (KGEH), selaku Dekan Fakultas

Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) yang telah memberikan kesempatan

kepada penulis dalam mengikuti pendidikan sarjana kedokteran di Fakultas

Kedokteraan Universitas Sumatera Utara.

2. Dosen dan civitas akademik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

3. Kedua orangtua, Ayahanda Mascot Limbong, Ibunda Robasaria Silaban , dan Adik

saya Herman Toni Limbong serta anggota keluarga lainnya yang telah memberikan

dukungan serta motivasi kepada penulis selama penelitian ini.

4. Teman-teman stambuk 2012 dan senior yang tidak dapat penulis sebutkan satu per

(7)

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih ada kekurangannya. Untuk itu, penulis

mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan tulisan ini.

Semoga karya tulis ini memberi manfaat kepada kita semua.

Medan, Desember 2015

Penulis,

(8)

DAFTAR ISI

(9)

2.2.1.1. Perangsangan glukoneogenesis……….. 9

2.2.1.2. Penurunan pemakaian glukosa oleh sel……….….10

2.2.1.3. Efek kortisol pada metabolisme protein……….…10

2.2.1.4. Efek pada metabolisme lemak………....11

2.2.1.5. Peran adaptasi terhadap stres...…11

2.2.1.6. Efek glukokortikoid sebagai antiinflamasi dan antialergi. 12 2.2.2. Pengaturan sekresi kortisol……….. 12

2.2.3. Ritme sirkardian dari sekresi glukokortikoid……….. 13

2.3. Sindrom Cushing………... 14

2.3.1. Pengertian………..……... 14

2.3.2. Klasifikasi dan Etiologi……….………... 14

2.3.2.1. Sindrom Cushing tergantung ACTH…………... 14

2.3.2.2. Sindrom Cushing tidak tergantung ACTH…………... 14

2.4. Patofisiologi………... 16

2.5. Diagnosis………. 17

2.5.1. Manifestasi Klinis………... 17

2.5.2. Pemeriksaan Laboratorium………... 20

2.5.2.1. Pemeriksaan Kadar Kortisol Plasma………... 20

(10)

2.5.2.3. Tes Supresi Deksametason Dosis Tunggal…... 20

2.5.2.4. Pemeriksan Kadar ACTH Plasma…... 20

2.6. Diagnosis Banding………... 21

2.7. Penatalaksanaan………... 22

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL………….. 25

3.1. Kerangka Konsep Penelitian………...……… 25

3.2. Definisi Operasional……….. 26

Bab 4 METODE PENELITIAN………...... 29

4.1. Jenis Penelitian……….……... 29

4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian……… 29

4.2.1. Lokasi……… 29

4.2.2. Waktu………. 29

4.3. Populasi dan Sampel Penelitian……… 29

4.3.1. Populasi………... 29

4.3.2. Sampel ………... 30

4.4. Metode Pengumpulan Data………. 30

(11)

BAB 5 HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN ... 32

5.1. Hasil Penelitian ... 32

5.1.1. Deskripsi Lokasi penelitian ... 32

5.1.2. Deskripsi Karekteristik Responden ... 32

5.2. Pembahasan ... 36

5.2.1. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Kelompok Usia36 5.2.2. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.. 37

5.2.3. Distribusi Responden Berdasarkan Penyakit Primer…………... 37

5.2.4. Distribusi Responden Berdasarkan Gambaran Klinis……..….. 38

5.2.5. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Korikosteroid ……...38

5.2.6. Distribusi Responden Berdasarkan Dosis Obat yang Dikonsumsi 39 5.2.7 Distribusi Responden Berdasarkan Lama Pengobatan………... 39

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN... 41

6.1. Kesimpulan...41

6.2. Saran... 42

(12)

Daftar Gambar

Nomor Judul Halaman

2.1. Biosintesis hormon

kortisol 8

2.3 Mekanisme kontrol umpan

(13)

Daftar Tabel

Nomor Judul Halaman

2.1 Klasifikasi sindrom

Cushing

15

2.2. Temuan klinis 39 oasien

anak penderita sindrom

Cushing

(14)

Daftar Istilah/Singkatan

Singkatan Pengertian

11 β-HSD 11 β-hydroxycorticosteroid dehydrogenase

ACTH Adrenocorticotropic releasing hormone

Referensi

Dokumen terkait

betina dan jantan atau wanita dan pria (KBBI, 2010). Etiologi adalah penyebab yang tersering kejadian hipertiroid pada anak. Pemeriksaan laboratorium adalah pengukuran kadar

Lebih dari 80 peratus abortus terjadi pada 12 minggu pertama, dan setelah itu angka ini cepat menurun(Harlap dan Shiono,1980).Kelainan kromosom merupakan penyebab, paling

Tujuan penelitian Penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mengetahui angka kejadian relaps pada anak dengan sindrom nefrotik yang diterapi dengan kortikosteroid dari tahun

Sebaiknya pasien dengan sindrom nefrotik diberi terapi mematuhi protokol pengobatan relaps yang terkini menurut International Study of Kidney Disease in Children, ISKDC

Sebaiknya pasien dengan sindrom nefrotik diberi terapi mematuhi protokol pengobatan relaps yang terkini menurut International Study of Kidney Disease in Children, ISKDC

Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif retrospektif bagi menilai angka kejadian relaps sindrom nefrotik pada anak yang diterapi dengan

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu berupa rekam medis pasien Sindrom Guillain-Barre di Rumah Sakit Umum Pusat Haji

Data penderita yang menderita asfiksia neonatorum dikumpulkan dari rekam medis pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Medan dari tahun 2010 hingga