• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan antara hk. internasional and hk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hubungan antara hk. internasional and hk"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Hubungan Antara

(2)

Pengantar Hubungan HI dan HN

• Pentingnya pemahaman hubungan HI dan

HN

- Tidak semata-mata kepentingan akademik - Kebutuhan praktek

- Klarifikasi hukum perjanjian

• Masalah utama hubungan HI dan HN : - satu sistem atau dua sistem hukum

(3)

Dasar Berlakunya Hukum Internasional

Voluntarisme

Obyektifisme

(4)

Paham Dualisme

• Berasal dari teori dasar berlakunya hukum

internasional yang mendasarkan atas kemauan negara.

• Paham diatas mengakibatkan suatu anggapan dimana hukum nasional & hukum internasional adalah dua sistem hukum yang berbeda &

terpisah satu sama lain.

(5)

Paham Dualisme

(6)

Paham Dualisme

• HI dan HN adalah dua sistem hukum yang terpisah dan independen. Hukum nasional bersumber pada kehendak negara, sedangkan hukum internasional bersumber pada kehendak bersama (masyarakat negara).

• Keduanya memiliki subyek yang berbeda. Subyek hukum nasional adalah perorangan / badan hukum (perdata/publik), sedangkan subyek hukum

internasional adalah negara.

(7)

Akibat Hukum dari Dualisme

• Kedua sistem tersebut tidak mungkin

mendasarkan / bersumber kepada satu sama lain. (tidak ada persoalan hierarki)

• Tidak mungkin ada pertentangan diantaranya, yang ada hanya penunjukan kembali (renvoi). • Untuk memberlakukan hukum internasional ke

dalam hukum nasional, diperlukan transformasi hukum

(8)
(9)

Paham Monisme

• Beranggapan bahwa hanya ada satu sistem hukum di dunia yang mengatur kehidupan manusia: HI dan HN adalah satu kesatuan sistem hukum.

• Menimbulkan persoalan hubungan hiearki atau keutamaan: Monisme dengan primat hukum

nasional & Monisme dengan primat hukum internasional

(10)

MONISME

Monisme Primat Hukum Nasional

(11)

Monisme Primat Hukum Nasional

• Beranggapan bahwa HN adalah hukum yang utama daripada HI

• Beranggapan bahwa HI merupakan lanjutan dari HN untuk urusan-urusan luar negeri.

(12)

Monisme Primat Hukum Internasional

• Beranggapan bahwa HI adalah hukum yang lebih tinggi daripada HN

• Beranggapan bahwa HN tunduk kepada HI & dasar mengikatnya berasal dari suatu

“pendelegasian” wewenang dari HI

(13)

Tanggapan terhadap kedua teori

• Tidak memberikan jawaban yang

memuaskan mengenai hubungan HI dan HN • Praktek tidak menunjukkan aliran mana

yang lebih dominan

• Hubungan HI dan HN diserahkan pada praktek masing-masing negara

(14)

Sikap HI terhadap HN

• HI pada dasarnya tidak menyampingkan HN • Negara tidak dapat menggunakan HN

sebagai pembenaran untuk mengelak kewajiban HI

(15)

Sikap HN terhadap HI

• Sulit disimpulkan karena hukum domestik sangat bervariasi dan sering tidak jelas dan tidak konsisten

• Perlu mempelajari praktek negara-negara dalam hal perjanjian, kebiasaan

(16)

Praktek negara-negara

• Inggris

(17)

Praktek Indonesia

• Cenderung menganut paham monisme dengan primat hukum internasional

-- Hukum positf Indonesia: UU no. 24 Tahun 2000 -- Implementasi Perjanjian/Kovensi Internasional

-- Sikap terhadap Kebiasaan Internasional, Praktek Pengadilan

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan praktik hukum internasional sebagaimana telah uraikan diatas menunjukan bahwa teori monisme dengan primat hokum nasional dalam praktik telah menimbulkan akibat yang

Pajak berganda internasional merupakan masalah pokok dalam hukum pajak internasional atau pajak yang dikenakan lebih dari satu kali terhadap objek yang sama oleh lebih

Aliran dualisme bersumber pada teori bahwa daya ikat hukum internasional bersumber pada kemauan negara, hukum internasionaldan hukum nasional merupakan dua sistem

Di antara beberapa teori yang ada adalah teori hukum alam dimana negara itu terikat atau tunduk pada hukum internasional dalam hubungan antara mereka satu sama lain , karena

Carr melihat pada lingkungan internasional, dimana intesitas hubungan antar negara yang kompleks, benturan-benturan kepentingan nasional tidak dapat dihindarkan. Apa

Terhadap kelompok ini harus diberlakukan hukum nasional dari negara yang bersangkutan. Hukum internasional tidak mengaturnya sama sekali kecuali hanya melarang negara lain

Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam hal perspektif Hukum Internasional dan Nasional yaitu pihak Indonesia dalam hal ini BNN menjalin kerja sama dengan lembaga internasional yang

Kaitan antara hukum lingkungan dan hukum internasional publik menunjukkan kerja sama global untuk menangani masalah lingkungan lintas