Nur Hadi Wijaya, STP, MM
MAN 344 : MANAJEMEN
MUTU
PERTEMUAN 11-14Ch 3 - 2 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
What Is Quality?
“The degree of excellence of a thing”
(Webster’s Dictionary)
“The totality of features and characteristics
that satisfy needs” ( ASQC)
3
PRODUK BERKUALITAS
Memenuhi kepuasan konsumen
KUALITAS :
Karakteristik fisik/non fisik (yang membentuk produk/jasa)
yang dapat membedakan suatu produk dari produk
lainnya yang berasal dari saingannya atau grade dari
suatu produk yang sama untuk membedakan
Kesesuaian Mutu Untuk Konsumen
Pemasara n Pemasara n Pengertian Kualitas Pengertian Kualitas Perspektif Produsen Perspektif Produsen Perspektif Konsumen Perspektif Konsumen ProduksiProduksi Penyesuaian Kualitas
Penyesuaian untuk spesifkasi Biaya Penyesuaian Kualitas Penyesuaian untuk spesifkasi Biaya Desain Kualitas Karakteristik kualitasHarga Desain Kualitas Karakteristik kualitasHarga
Kesesuaian untuk digunakan konsumen
MANFAAT KEUNTUNGAN
Pengembang an kualitas Meningkatk an keuntungan Peningkatan Penjualan Mengembangkan respon Meninggikan harga Mengembangkan reputasi Peningkatan Penjualan Mengembangkan respon Meninggikan harga Mengembangkan reputasi Menurunkan biaya Meningkatkan produktiftasMenurunkan rework
dan potongan biaya Menurunkan biaya jaminan
Menurunkan biaya
Meningkatkan produktiftas
Menurunkan rework
6
QUALITY
Quality Control Quality Assurance
Total Quality Control
7
Quality Control
Sistem di mana kualitas produk/jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dihasilkan dari proses produksi yang ekonomis
Quality Assurance
8
Total Quality Control
Sistem yang efektif untuk mengintegrasikan pengem-bangan, pemeliharaan dan peningkatan kualitas yang dilakukan beberapa kelompok dalam organisasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen
Total Quality Management
9
Manajemen Kualitas
• Siklus PDCA ( Plan - Do - Check - Action ) • Q merupakan fungsi dari Q, C, D, S, M
(Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale) • Alat bantu : “ 7 old and new tools”
• 2 jargon :
1. Customer is the King
Ch 3 - 3 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Dimensions Of Product Quality
(Garvin)
1. Performance
◦ basic operating characteristics
2. Features
◦ “extra” items added to basic features
3. Reliability
Ch 3 - 4 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
4. Conformance
◦ meeting pre-established standards
5. Durability
◦ life span before replacement
6. Serviceability
Ch 3 - 5 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
7. Aesthetics
◦ look, feel, sound, smell or taste
8. Safety
◦ freedom from injury or harm
9. Other perceptions
Ch 3 - 6 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Service Quality
1. Time & Timeliness
◦ customer waiting time, completed on time
2. Completeness
◦ customer gets all they asked for
3. Courtesy
Ch 3 - 7 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
4. Consistency
◦ same level of service for all customers
5. Accessibility & Convenience
◦ ease of obtaining service
6. Accuracy
◦ performed right every time
7. Responsiveness
15
16
Gusoku (armor)
Hoyo (Hood) Kabuto (Helmet)
Tachi (long sword)
Katana (sword)
Ya (arrow)
Yumi (bow)
7
Ch 3 - 37 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Seven Quality Control
Tools
1. Fishbone diagram
2. Flowcharts
3. Check sheets
4. Pareto analysis
5. Histograms
1. Diagram Sebab-Akibat
Diagram Sebab-Akibat (juga dikenal sebagai
Diagram Tulang Ikan) merupakan alat analisa
yang dapat Anda gunakan untuk :
Mengkategorikan berbagai sebab potensial dari
suatu masalah atau pokok persoalan dengan cara yang rapi
Menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi
dalam suatu proses
Mengajarkan kepada tim dan individu tentang
2. Flowchart (Bagan Arus
Proses)
Bagan Arus Proses merupakan suatu alat
perencanaan dan analisis yang digunakan untuk :
Mendefnisikan dan menganalisis proses
manufaktur, perakitan atau jasa
Menyusun gambar proses tahap-demi-tahap
untuk tujuan analisis, diskusi, atau komunikasi
Mendefnisikan, membakukan, atau menemukan
3. Check Sheet (Lembar
Periksa)
Gunakan Lembar Periksa sebagai alat
pengumpul-data dan interpretasi bila Anda bermaksud untuk :
Membedakan antara opini dan fakta
Mengumpulkan data mengenai seberapa sering
suatu persoalan terjadi
Mengumpulkan data mengenai jenis persoalan
4. Bagan Pareto
Bagan Pareto merupakan grafk batang khusus
yang dapat digunakan sebagai alat interpretasi dalam :
Menentukan frekuensi atau tingkat kepentingan
relatif dari berbagai persoalan atau sebab
Memfokuskan pada pokok persoalan vital dengan
5. Histogram
Histogram adalah bagan batang jenis khusus
yang dapat Anda gunakan untuk :
Menyampaikan informasi mengenai variasi dalam
suatu proses
Mengambil keputusan dengan memusatkan
6. (Scatter Diagram) Diagram
Tebar
Diagram Tebar merupakan alat interpretasi data
yang akan digunakan untuk :
Menguji seberapa kuat hubungan antara dua
variable (misalnya, hubungan antara biaya iklan
dengan penjualan, lama pengalaman dengan kinerja karyawan, dll.)
Memastikan “firasat” akan hubungan
sebab-akibat langung antara jenis-jenis variabel
7. Peta Kontrol (Control
Chart)
KEGUNAAN BKM (Vincent, 1998)
Menentukan apakah proses berada dalam
pengendalian statistik.
Memantau terus menerus sepanjang waktu
agar proses tetap stabil secara statistikal
dan hanya mengandung variasi penyebab
umum.
Menentukan kemampuan proses (
proses
25
~ MANFAAT :
• mengarahkan diskusi faktor sebab dominan
• petunjuk pengumpulan dan pencatatan data
• menunjukkan kemampuan pekerja
Menggambarkan hubungan sebab~akibat
1. C.E. DIAGRAM (Diagram Sebab Akibat)
1. C.E. DIAGRAM (Diagram Sebab Akibat)
~ GUNA
• menganalisa kondisi aktual
perbaikan mutu
efsiensi sumber
daya
biaya
• eliminasi kondisi ~ cacat / keluhan konsumen
26
TAHAPAN
1. Kelompok analisa masalah 2. Anak panah
3. “tulang” penyebab
sebelah kanan masalah
mutu
27
CONTOH
“ Sangat sulit mengontrol kualitas pada saat
proses berlangsung karena banyak sekali faktor yang mempengaruhi kualitas dan faktor-faktor tersebut saling terkait ”
IDE
Cari hubungan antar faktordengan cara mencari hubungan sebab akibatnya dengan tanda panah sbb :
Yield (y) Yield (y) Steam pressure
(P)
Moisture content (m) Reaction Liquid
temperature (t)
1. Yield (y) dipengaruhi oleh moisture content ‘m’.
28
Cara membuat CE Diagram
Cara membuat CE Diagram
Step 1. Tentukan karakteristik
Step 2. Tuliskan pada sebelah kanan. Gambarkan panah dari arah kiri ke arah kanan.
Step 3. Buatlah daftar semua faktor yang mempengaruhi karakteristik tersebut ( di lembar kertas lain) (Brain Storming)
Step 4. Temukan hubungan sebab akibat antar faktor. (relation of perents-children).
Ex. Temp. of solution effects reaction.
Yield (y) Yield (y) Yield (y)
Yield (y)
• Temp. of solution • Crystalization hours
29
Step 5. Tulis faktor utama yang menyebabkan terjadinya karakteristik tersebut. Biasanya per tahapan proses.
Step 6. Pada setiap cabang tulis secara rinci faktor yang mempengaruhi terjadinya karakteristik tersebut.
Yield (y) Yield (y)
Raw material Raw material Raw material Raw material
Catalyzer Transportation Moisture content
Yield (y) Yield (y)
Raw material Raw material Raw material Raw material
Catalyzer Transportation Moisture content
Temp.
30
Step 7. Lanjutkan langkah 6 sampai semua sebab
terjadinya karakteristik tersebut tergambar pada diagram
© 1998 by Prentice-Hall Inc Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Fishbone Diagram
Quality Problem Machines Measurement Human Process Environment MaterialsFaulty testing equipment Incorrect specifications
Improper methods
Poor supervision
Lack of concentration Inadequate training
Out of adjustment Tooling problems
Old/worn
Defective from vendor Not to specifications
Material-handling problems
Deficiencies in product design
Ineffective quality management
Poor process design Inaccurate
temperature control
Langkah 4 : Menemukan sebab-akibat potensial dengan cara sumbang saran
Tempat Prosedur
Sistem Kebijakan Manusia
Laporan anggaran akhir bulan terlambat
Tidak ada tempat gabungan untuk meletakkan informasi
Jumlah kompuetr yang ada tidak cukup
Tidak ada prosedur
yang tetap Prosedur tidak mengikuti
Data terlambat Tidak jalan Terlalu lambat Tidakbertanggun g jawab Sistem mati Rumit Terlalu lambat Prosedur tidak mengikuti
Tidak ada kebijakan yang tetap
Data terlambat
2. Penyusunan Bagan Arus
Proses (FLOWCHART)
Penyusunan Bagan Arus Proses terdiri dari empat
langkah utama :
Langkah 1 : Menyiapkan sesi Bagan Arus Proses
Langkah 2 : Mengidentifkasi tugas-tugas proses
utama
Langkah 3 : Menggambarkan Bagan Arus Proses
Ch 3 - 39 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Lembar periksa adalah suatu alat sederhana yang digunakan untuk mencatat dan mengklasifikasi data
yang telah diamati
.
Tujuan :
•Memudahkan proses pengumpulan data terutama untuk mengetahui bagaimana sesuatu masalah sering terjadi.
•Memilah data ke dalam kategori yang berbeda seperti penyebab-penyebab, masalah-masalah dan lain-lain.
•Menyusun data secara otomatis, sehingga data itu dapat dipergunakan dengan mudah.
•Memisahkan antara opini dan fakta.
36
Fungs
i
Menyajikan data yang berhubungan dgn :
• Distribusi proses produksi
• Defective item
• Defective location
• Defective cause
• Check up confirmation
3. CHECK SHEET
Penyusunan Lembar
Periksa
Penyusunan Lembar Periksa terdiri dari lima langkah utama
:
Langkah 1 : Memperjelas sasaran pengukuran Anda Langkah 2 : Mengidentifkasi apa yang Anda ukur
Langkah 3 : Menentukan waktu atau tempat yang akan
diukur
Langkah 1 : Memperjelas sasaran pengukuran Apa masalahnya?
Mengapa data harus dikumpulkan?
Siapa yang akan menggunakan informasi yang
dikumpulkan dan informasi yang sebenarnya mereka inginkan?
Siapa yang mengumpulkan data?
Langkah 2 : Mengidentifikasikan apa yang akan diukur
Judul : Keluhan pelanggan bulan juni
Langkah 3: Menentukan Waktu Atau Tempat Yang Akan Diukur
Informasi berdasarkan waktu dan / tempat. Langkah 4: Mengumpulkan Data
Catat setiap peristiwa langsung pada lembar periksa.
Dilarang : menunda mencatat informasi hingga
akhir hari atau hingga beristirahat, dikhawatirkan lupa.
Langkah 5: Menjumlahkan Data
Keluhan pelanggan minggu pertama bulan juni
Jenis Keluhan
Senin
1/6/00 Selasa2/6/00 Rabu3/6/00 Kamis4/6/00 Jumat5/6/00 Sabtu6/6/00 Total
Pengiriman
terlambat I I II I I II 8
Pengemudi
Kasar II I III I 7
Penagihan
tidak sesuai IIII IIIII IIII III IIIII III 24 Salah Kirim III I II III III 12
Ch 3 - 40 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Check Sheet
COMPONENTS REPLACED BY LAB TIME PERIOD: 22 Feb to 27 Feb 1998 REPAIR TECHNICIAN: Bob
TV SET MODEL 1013
Integrated Circuits ||||
Capacitors |||| |||| |||| |||| |||| ||
Resistors ||
Transformers ||||
Commands
42
Product : Nata de coco Tanggal : 14/05/2007 Shift : 2 Supervisor : Agus
Line : 2 Tanda
tangan :
Jumlah/Batch : 100
Jenis kerusakan Jumlah Total
Isi kurang IIII 4
Bocor II 2
Posisi tutup miring III 3
Cembung I 1
Keterangan :
Contoh check sheet dalam produksi nata de coco
43
~ MANFAAT :
• mencari penyebab utama faktor kualitas
• memisahkan data (kategorisasi) sesuai dengan kelompok datanya
• memudahkan pengambilan keputusan peta
kontrol
• mempelajari secara menyeluruh masalah yang dihadapi
44 Mud stratum
Sand stratum Stone stratum
Rock
Stratifikasi kategorisasi
Mencari faktor penyebab utama
45
Contoh :
Contoh : analisa produk cacat distratifkasi berdasarkan analisa produk cacat distratifkasi berdasarkan penemuan operatornya
penemuan operatornya..
Defective Percentage Defectives (Pieces)
Production (in pieces)
Suppliers 20.0 % 40 200 Total 18.4 % 14 76 Yuhi Chemical Co
Statify the defectives by the material suppliers
21.0 % 26 124 Asahi chemical Co. 20.0 % 40 200 Total 12.7 % 8 63 Kohmo 19.4 % 12 62 Sato 26.7 % 20 75 Tanaka Defective Percentage Defectives (Pieces)
Production (in pieces)
Operators
4. Diagram pareto
Menentukan frekuensi relatif dan urutan
pentingnya masalah-masalah. yaitu
memprioritaskan sebab-sebab dari yang paling penting hingga ke yang paling tidak penting).
Memfokuskan perhatian pada isu-isu kritis dan
pentingnya melalui pembuatan ranking terhadap masalah-masalah atau penyebab dari masalah itu dalam bentuk yang signifkan.
Keuntungan
Membawa suatu visual impact, memperlihatkan golongan kecil karakteristik vital yang
membutuhkan perhatian.
Contoh dari golongan kecil vital adalah :
konsumen menghitung untuk banyaknya sisa atau
rework biaya
nonkompromis menghitung mayoritas konsumen
complain,
pemasok yang menghitung mayoritas bagian
yang rusak,
menghitung banyaknya proses yang downtime, menghitung tingginya biaya penyimpanan
Menyusun Bagan Pareto
Menyusun Bagan Pareto meliputi lima langkah utama :
Langkah 1 : Mengidentifkasi kategori masalah atau sebab
yang akan dibandingkan
Langkah 2 : Memilih suatu satuan pengukuran standar
dan periode waktu untuk dipelajari
Langkah 3 : Mengumpulkan dan meringkas data Langkah 4 : Menggambarkan sumbu horizontal dan
vertikal
Ch 3 - 38 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
A Pareto Chart
P er ce nt f ro m e ac h ca us e
Causes of poor quality
Mac hine cal ibra tions Defe ctive par ts Wro
ng d
imen sions Poor Des ign Ope rato
r erro
rs Defe ctive mat eria ls Surfa
ce a
bras ions 0 10 20 30 40 50 60 70 (64) (13) (10) (6)
50 Pareto Diagram 99.9 % 9.7 % 209 17.2 % 1.7 % 36 Length defectives (Ld)
4.3 % 0.4 %
9 Corner defectives (Cd)
24.9 % 2.4 %
52 Bolt defectives (Bd)
6.2 % 0.6 %
13 Material defectives (Md)
47.4 % 4.6 %
99 Head defective (Hd)
Per cent of Compodition Per cent Defective Number of Defectives Defective Item
Date : Catatan produk cacat Jumlah yang diinspeksi N = 2160
Hd Bd Ld Md Cd
Ju m la h ca ca t
(jumlah) 200 100 (%)
Contoh :
Ringkasan Masalah Kerusakan Bahan baku pada pabrik pakan
Jenis
kerusakan Frekuensi Persentase dari total (5)
Benda asing 8 33.33
Tepung 10 41.67
Kutu 1 4.17
Lemak rendah 4 16.67
Warna 1 4.17
Lembar data untuk pembuatan Daigram pareto.
Urutan jenis Kerusakan
Frekuensi Frekuensi
Kumulatif PersentaseDari total (%)
Persentase Kumulatif (%)
Tepung 10 10 41.67 41.67 Benda asing 8 18 33.33 75 Lemak
rendah 4 22 16.67 91.67
Kutu 1 23 4.17 95.84
Warna 1 24 4.17 100
Langkah 1 : Mengidentifkasikan kategori masalah
Langkah 2 : Memilih suatu satuan pengukuran standar dan periode waktu untuk dipelajari
Periode waktu yang akan diukur adalah minggu pertama bulan April 2004. Langkah 3 : Mengumpulkan dan meringkas data
Ringkasan daftar kerusakan produk mainan plastik seperti Tabel Langkah 4 : Menggambar sumbu horizontal dan vertikal
Garis vertikal :
◦ Garis vertikal sebelah kiri : buatkan pada garis ini skala dari nol sampai total keseluruhan dari kerusakan (dalam kasus di atas skalanya 0-24).
◦ Garis vertikal sebelah kanan : buatkan garis ini skala dari 0 % sampai 100%.
Garis Horizontal :
Membagi garis ini ke dalam banyaknya interval sesuai dengan banyaknya
item yang diklasifkasikan.
0 2 4 6 8 10 12
1 2 3 4 5
0 20 40 60 80 100 120
Frekuensi
Gambar yang menunjukkan :
(1) distribusi dari pengukuran, dan
(2) frekuensi dari setiap pengukuran.
Histogram dapat dipergunakan sebagai alat untuk : (1) mengkomunikasikan informasi tentang variasi
dalam proses
(2) membantu menajemen dalam membuat keputusan yang berfokus pada usaha perbaikan terus
menerus
.
Histogram adalah suatu alat yang meringkas grafik data yang membolehkan kita untuk :
(1) mengelompokkan pengamatan data di dalam sel, atau mendefinisikan kembali kategori, dalam order untuk menutupi lokasi data dan karakteristik dispersi (2) mampu memperkirakan kapabilitas proses dan
menghubungkan spesifikasi dengan target,
(3) memperkirakan bentuk populasi dan menandakan jika ada beberapa gap dalam data.
Penyusunan Histogram
Penyusunan Histogram terdiri dari enam langkah utama :
Langkah 1 : Mengumpulkan dan mentabulasi
Langkah 2 : Menghitung kisaran dan lebar interval
Langkah 3 : Menggambar sumbu horizontal dan vertikal
Langkah 4 : Mentabulasi data menurut interval
Langkah 5 : Memetakan data
58
1. Guna : menyajikan data secara visual sehingga lebih
mudah dilihat oleh pelaksanaan 2. Mekanisme :
1. Kumpulkan data pengamatan (N) data : minimum rumus statistik
tentukan
2. Pilih harga maksimum & minimum
a) Susun data dalam baris & kolom
b) Pilih angka max. Tiap baris
c) Pilih angka min. tiap baris
d) Tentukan max & min dari keseluruhan
3. Hitung range ( R ) = max min
4. Tentukan jumlah kelas ( K ) K = f(R) = 1 + 3.3 log R Atau
K = atau
K = 10 ~ tentukan
N
59
5. Tentukan kelas interval ( KI) KI = R/K
6. Tentukan batas bawah KI terendah BB = min – KI/2
7. Tentukan BB, batas atas dan setiap nilai kelas
8. Kelompok data setiap kelas = f(data) nyatakan “tally – mark”
9. Hitung f ( frekwensi ) X (minus, 0, plus)
10. Hitung rata-rata & tandar deviasi KI
K ?
NT max
60
Gambarkan histogram dari data berikut ini :
10 12 10 11.5 12 12 11 13.5 17 17 16 15 13.5 14 10 14 14 13 12 11 10 9 11 11 10.5 9.5 10.5 9 11.5 14.5 14.5 13.5 14.5 12 13 11 18 18 11 12 15 14 11 13 13 11.5 12 12 11 11.5 19 19 18 12 11.5 11 11 14 13.5 14 12.5 11 12 min max Data
• R = max min = 19 9 (19 – 9 = 10)
• K = = 50/7 7,…. 8 ~ 10
• KI = R/K = 10/7 = 13/
7 1.5 ~ 1
• BB = 9 – 1.5/2 = 8.25 ~ 8.5
• BA = 8.25 dst untuk setiap kelas. ~ 9.5
61 50
1 ……
19.5 18.75 – 20.25
2 ……
18 17.25 – 18.75
2 ……
16,5 15.75 – 17.25
5 ……
15 14.25 – 15.75
11 ……
13.5 12.75 – 14.25
17 ……
12 11.25 – 12.75
10 IIII IIII
10.5 9.75 – 11.25
2 II
9 8.25 – 9.75
Tallies NT Batas Kelas 8.25 20.25 5 11 2 2 1 17 10 2 X
10
f X
62
~ MANFAAT :
• mengarahkan diskusi faktor sebab dominan • petunjuk pengumpulan dan pencatatan data • menunjukkan kemampuan pekerja
6. SCATTERED DIAGRAM
TUJUAN Diagram Tebar
Menguji bagaimana kuatnya hubungan antara dua
variabel,
Menentukan jenis hubungan dari dua variabel itu, apakah
positif, negatif dan tidak ada hubungan.
Data variabel yang ditunjukkan dalam diagram tebar, dapat berupa :
Karakteristik kualitas dan faktor yang mempengaruhinya.
Dua karakteristik kualitas yang saling berhubungan.
Dua faktor yang saling berhubungan yang pengaruhi
Penyusunan Diagram
Tebar
Diagram Tebar terdiri dari empat langkah utama :
Langkah 1 : Mengumpulkan data
Langkah 2 : Menggambarkan sumbu horizontal
dan vertikal
Langkah 3 : Memetakan data pada diagram
65 91.2 73.5 22 91.4 73.1 21 91.3 72.0 20 90.9 72.8 19 90.5 73.7 18 91.4 72.8 17 90.7 74.5 16 90.5 74.3 15 91.5 72.1 14 91.0 73.7 13 90.3 74.9 12 90.8 74.2 11 90.8 73.6 10 91.2 72.9 9 91.6 71.5 8 90.6 74.3 7 90.6 73.0 6 91.0 73.0 5 91.3 72.1 4 90.8 73.2 3 90.8 73.8 2 91.1 72.5 1
Yield Y (%) Reaction Temperature
Ch 3 - 42 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Scatter Diagram
7. Control Chart
Control Chart merupakan sejenis grafk garis yang
digunakan sebagai alat analisis untuk :
Mengumpulkan dan menginterpretasikan data
Membuat gambar atas apa yang terjadi dalam situasi yang
Anda analisis
Menemukan pola yang menghasilkan pengetahuan atau
pengertian yang bernilai
Membandingkan data satu periode dengan periode lain,
68
~ MANFAAT :
• mengendalikan proses
• kecenderungan proses
• identifkasi kebutuhan konsumen
pH
t
Ch 3 - 43 © 1998 by Prentice-Hall Inc
Russell/Taylor Oper Mgt 2/e
Control Chart
18 12 6 3 9 15 21 24 272 4 6 8 10 12 14 16
Sample number N um be r of d ef ec ts
UCL = 23.35
LCL = 1.99
70
GAFIK KENDALI
GAFIK KENDALI
Grafk yang dilengkapi garis-garis kendali
~garis kendali atas (UCL)
~garis pusat (CL)
~garis kendali bawah (LC)
~garis kendali atas (UCL)
~garis pusat (CL)
~garis kendali bawah (LC)
Grafk kendali X – R
Grafk kendali P
Grafk kendali X – R
Grafk kendali P
GRAFIK KENDALI ~ proses normal / tidak normal
semua titik terkendali
tidak ada bentuk ‘khas’
semua titik terkendali
tidak ada bentuk ‘khas’
“RUN”
“trend”
“periodicity”
71
GRAFIK KENDALI X - R
GRAFIK KENDALI X - R
GRAFIK KENDALI X - R
GRAFIK KENDALI X - R
1. Kumpulkan data
~100 sampel dibagi dalam sub group
2. Hitung nilai rata-rata setiap sub group (X1…Xn) nilai rata-rata semua sub group (X).
Contoh :
X1 = 200 + 210 + 202 + 206 = 204.5 4
X = 204.5 + 200.3 + … + 201.8
25
= 202.4
3. Hitung kisaran (X terbesar – terkecil) untuk setiap subgroup (R1 … Rk) dan kisaran semua sub group (R).
R1 = 210 – 200 = 10.0
R = 10.0 + 16.0 + … +6.0 25
72
4. Hitung batas kendali atas dan bawah untuk grafk kendali X dan R
Untuk grafk X : UCL = X + A2R LCL = X – A2R Untuk grafk R :
UCL = D4R LCL = D3R Untuk grafk X :
UCL = 202.4 + (0.729 * 10.8) = 210.3 LCL = 202.4 – (0.729 * 10.8) = 194.5 Untuk grafk :
UCL = 2.282 * 10.8 = 24.6
74 5. Buat grafk kendali x (a, UCL, LCL)
X = Sub group Y = Nilai suhu
6. Buat grafk kendali R (a, UCL,LCL) X = Sub group
Y = Nilai suhu 7. Lengkapi keterangan
e.g : CL ~ garis penuh
75
1 2 3 4 ………….. 25
S
u
h
u
(
o C
) 215210
205
200
195
190 Subgrou
p
X , CL, UCL, LCL
76
1 2 3 4 ………….. Subgrou 30
p
K
is
a
ran
(
R
)
45.0
35.0 23.0 20.0 15.0 10.0 5.0 0.0 40.0
77
GRAFIK KENDALI P
GRAFIK KENDALI P
Fraksi cacat
TAHAP :
1. Kumpukan data jumlah sampel yang diperiksa (n),
dan jumlah sampel yang cacat (pn) min 20
subgroup.
2. Hitung fraksi cacat (p) = Pn/n untuk setiap subgroup.
78
3. Hitung nilai rata-rata fraksi cacat P = Pn / n = 153 / 7715 = 0.020
Nilai P = nilai CL
4. Hitung nilai batas atas dan bawah untuk setiap subgroup.
79
1 2 3 4 ………….. Subgrou 30
p
Gambar 2. Grafk kendali P
Fr
a
ks
i ca
ca
t
0.045
0.035 0.035 0.020 0.015 0.020 0.005 0.000 0.040