i
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
SKRIPSI
Oleh SURIANA NIM 105721103416
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2021
ii
HALAMAN JUDUL
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen Pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
SURIANA NIM 105721103416
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2021
iii
LEMBAR PERSEMBAHAN
Karya ilmiah ini kupersembahkan untuk:
1. Kedua orang tua saya Ayahanda Barang dan Ibunda Subaedah yang telah memberikan semangat dan doa sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini.
2. Keluarga besar saya terutama Suami dan Adik-adik saya yang telah memberikan dukungan untuk proses penyelesaian skripsi ini.
3. Bapak dan Ibu Dosen, terkhusus kepada kedua dosen pembimbing yang selama ini telah meluangkan banyak waktunya untuk membimbing, menuntun dan mengarahkan saya dalam menyelesaikan skripsi ini.
MOTTO HIDUP
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah engkau
berharap”
(QS. Al-Insyirah : 6-8)
iv
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 295 gedung iqra Lt. 7 Telp. (0411) 866972 Makassar
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul Peneltian : Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Nama Mahasiswa : Suriana No. Stambuk : 105721103416 Program Studi : Manajemen
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar
Menyatakan bahwa skripsi ini telah diteliti, diperiksa dan diujikan didepan panitia penguji skripsi strata satu (S1) pada tanggal 16 Juli 2021 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar, 21 Juli 2021 Menyetujui,
Mengetahui,
Pembimbing II
Asri Jaya, SE.,MM NIDN : 0926088303 Pembimbing I
Dr. Ansyarif Khalid,S.E.,M.Si.Ak.CA NIDN : 0916096601
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si NBM : 0902116603
Ketua Program Studi
Muh. Nur Rasyid, SE., MM NBM : 1085576
v
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Telp. (0411) 866972 Makassar
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi atas Nama SURIANA, NIM 105721103416, diterima dan disahkan oleh Panitia Ujian Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor : 0005/SK-Y/61201/091004/2021 M, tanggal 06 Dzulhijjah 1442 H/ 16 Juli 2021 M, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Manajemen pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar, PANITIA UJIAN
1. Pengawas Umum : Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag (...) (Rektor Unismuh Makassar)
2. Ketua : Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si (...) (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
3. Sekretaris : Dr. Agus Salim HR, SE., MM (...) (WD 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
4. Penguji : 1. Drs. Asdi., M.M (...) 2. Drs. H. A. Muhidding Daweng.,M.M (...) 3. Zalkha Soraya, S.E, M.M (...) 4. Amelia Rezki Septiani Amin,S.E.,M.M (...)
Disahkan Oleh,
06 Dzulhijjah 1442 H 16 Juli 2021 M
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si NBM : 0902116603
vi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Telp. (0411) 866972 Makassar
SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Suriana
Stambuk : 105721103416 Program Studi : Manajemen
Dengan Judul : Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia
Dengan ini menyatakan bahwa :
Skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah ASLI hasil karya sendiri, bukan hasil jiplakan dan tidak dibuat oleh siapapun
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar dan telah di ujikan pada tanggal 16 Juli 2021.
Makassar, 21 Juli 2021 Yang Membuat Pernyataan,
Suriana Diketahui Oleh,
Materai 6000
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Dr. H. Andi Jam’an, SE.,MSi NBM : 0902116603
Ketua Program Studi,
Muh. Nur Rasyid, SE., MM NBM : 1085576
vii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.
Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Skripsi yang dibuat oleh penulis ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus tak pamrih. Suami dan anakku tersayang serta saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Serta seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu
viii
pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M. Ag. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr. H. Andi Jam`an, SE.,M.Si Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Muh. Nur Rasyid, SE.,MM. Selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Dr. Ansyarif Khalid, S.E., M.Si. Ak. CA. Selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.
5. Bapak Asri Jaya, SE., MM., selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya dan telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi ini.
6. Bapak Penasehat Akademik yang selalu membimbing dan memberikan saran yang baik dan bijaksana selama menjalani proses perkuliahan sampai penyusunan skripsi saat ini.
7. Bapak/ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
8. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
9. Rekan-rekan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Angkatan 2016, khususnya teman-teman kelasku
ix
Manajemen 16 A, terima kasih atas segala tegur sapa yang hangat, senyum tulus di bibir dan canda tawa yang mengakrabkan, semoga tali silaturahim ini tetap selalu terjaga sampai kapanpun.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu segala kritik dan saran dari pembaca dan siapapun/masyarakat yang sifatnya membangun, diterima dengan senang hati, demi kesempurnaan dan kemajuan bersama.
Penulis berharap skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.
Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu Alaikum Wr.Wb.
Makassar, 21 Juli 2021 Suriana 105721103416
x
ABSTRAK
Suriana. 2021, Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Ansyarif Khalid dan Asri Jaya.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh modal (CAR), likuiditas (LDR), profitabilitas (ROE), dan Rentabilitas (ROA) terhadap harga saham. Objek penelitian adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018, dengan mengungkapkan dan menyajikan data yang dibutuhkan dalam penelitian.
Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah purposive sampling yang melibatkan 40 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018 dengan periode pengamatan selama 5 (lima) tahun adalah sebanyak 13 sampel perusahaan. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26 for window.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Modal (CAR) tidak berpengaruh terhadap harga saham dengan nilai t 2,006 dan nilai signifikasi 0,53 > 0,05.
Likuiditas (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t 0,510 dan nilai signifikasi 0,613 > 0,05. Sedangkan Profitabilitas (ROE) berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t 0,930 dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Rentabilitas (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t 1,740 dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05.
Kata kunci: CAR, LDR, ROE, ROA dan harga saham.
xi
ABSTRACT
Suriana, 2021, The Effect of financial performance on stock prices in banking companies listed on the Indonesian Stock Exchange. Thesis Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Makassar. Supervised by Ansyarif Khalid and Asri Jaya.
This study aims to examine and analyze the effect of capital (CAR), liquidity (LDR), profitability (ROE), and rentability (ROA) on stock prices. The research object is a banking company listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2018, by disclosing and presenting the data needed in the study.
The method used in object selection in this study is purposive sampling involving 40 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2018 with a period of 5 (five) years, totaling 13 samples of companies. The analysis model used in this study is a multiple linear regression analysis model which is carried out with the help of the SPSS version 26 for windows program.
The results of this study indicate that capital (CAR) has no effect on stock prices with a t value of 2.006 and a significance value of 0.53> 0.05. Liquidity (LDR) has no significant effect on stock prices with a t value of 0.510 and a significance value of 0.613> 0.05. Meanwhile, profitability (ROE) has a significant effect on stock prices with a t value of 0.930 and a significance value of 0.000
<0.05. Rentability (ROA) has a significant effect on stock prices with a t value of 1.740 and a significance value of 0.000 <0.05
Keywords : CAR, LDR, ROE, ROA, and stock prices
xii
DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iii
LEMBAR PERSETUJUAN... iv
LEMBAR PENGESAHAN ... v
SURAT PERNYATAAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK BAHASA INDONESIA ... x
ABSTRACT ... xi
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 6
D. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8
A. Saham ... 8
1. Pengertian Saham ... 8
2. Pengertian Harga Saham ... 8
B. Kinerja Keuangan ... 10
xiii
1. Pengertian Kinerja ... 10
2. Rasio-Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan ... 12
3. Analisis Kinerja Keuangan ... 16
C. Perbankan ... 18
D. Penelitian Terdahulu ... 21
E. Kerangka Pikir ... 24
F. Hipotesis ... 24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 25
A. Jenis Penelitian ... 25
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 25
C. Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran ... 26
D. Populasi dan Sampel ... 28
E. Teknik Pengumpulan Data ... 30
F. Teknik Analisis Data ... 31
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 35
A. Gambaran Umum Objek penelitian . ... 35
B. Pengujian dan Hasil Analisis Data ... 37
C. Pembahasan Hasil Analisis Data ... 49
BAB V PENUTUP ... 52
A. Kesimpulan ... 52
B. Saran ... 52
DAFTAR PUSTAKA ... 54
LAMPIRAN ... 56
xiv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 21
Tabel 2.2 Sampel Penelitian ... 29
Tabel 3.1 Desktiptif Statistic ... 38
Tabel 3.2 Uji Normalitas ... 40
Tabel 3.3 Uji Multikolinearitas ... 41
Tabel 3.4 Uji Glenjer Heteroskedastisitas ... 43
Tabel 3.5 Uji Autokorelasi ... 44
Tabel 3.6 Uji Analisis Regresi Linear Berganda ... 45
Tabel 3.7 Uji Koefisien Determinan ... 47
Tabel 3.8 Uji Signifikasi Secara Parsial ... 48
xv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Pikir ... 24
Gambar 3.1 Bagan Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia ... 37
Gambar 3.2 Uji Normalitas Dengan Analisis Grafik Plot ... 40
Gambar 3.3 Hasil Grafik Scatterplot Heteroskedastisitas ... 42
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
1. Sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2014-2018 ... 57
2. Data penelitian laporan keuangan harga saham ... 58
3. Data penelitian laporan keuangan modal ... 60
4. Data penelitian laporan keuangan likuiditas ... 62
5. Data penelitian laporan keuangan profitabilitas ... 64
6. Data penelitian laporan keuangan rentabilitas ... 66
7. Hasil analisis ... 68
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Perbankan adalah suatu lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari ma syarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. (Kasmir, 2014).
Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana (surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (deficit unit) serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar aliran lalu lintas pembayaran (Merkuiswati, 2007).
Sebagai lembaga intermediasi antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana, diperlukan bank dengan kinerja keuangan yang sehat, sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan lancar. Untuk dapat melaksanakan fungsinya tersebut, maka indikator yang dipergunakan untuk mengukur tingkat kesehatan bank yaitu melalui penilaian faktor Capital, Aset, Management, Earning dan Liquidity yang disebut dengan CAMEL sebagaimana diatur oleh regulator dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bank yang semakin tumbuh dan berkembang tentu membutuhkan modal yang semakin besar untuk mendukung ekspansinya maupun untuk memenuhi ketentuan regulator Otoritas Jasa Keuangan. Untuk memenuhi kebutuhan modal bank dapat dilakukan secara internal yaitu, melalui
2
pemupukan laba ditahan, dengan cara tidak membagikan labanya sebagai deviden kepada pemegang saham, atau melalui setoran oleh pemegang saham. Namun pemenuhan modal secara internal ini sangat terbatas, karena keterbatasan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba maupun keterbatasan pemegang saham secara individu dalam menyetor modal yang dibutuhkan. Untuk mengatasi permasalahan ini, banyak bank-bank yang melakukan Initial Public Offering (IPO) untuk memenuhi permodalannya melalui para investor dengan menjual saham dipasar modal.
Pasar modal merupakan salah satu sumber dana untuk meningkatkan permodalan bagi perusahaan yang mempublik melalui penerbitan saham dan menjualnya kepada investor melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya pada suatu perusahaan dapat melakukannya dengan membeli saham perusahaan yang dikehendaki melalui pasar modal.
Dalam pengambilan keputusan investasi saham, investor lebih memilih saham yang memberikan return yang tinggi. Investor dapat menilai kemapuan perusahaan yang bisa memberikan return berdasarkan laporan kinerja keuangan. Kinerja keuangan bank merupakan bagian dari kinerja secara keseluruhan. Apabila kinerja keuangan dinyatakan baik, maka kemungkinan laba yang diperoleh perusahaan meningkat, dan dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham akan mengalami kenaikan pula. Tingginya daya beli saham akan berdampak pada naiknya harga saham. Sebaliknya apabila kinerja perusahaan buruk, para investor cenderung tidak membeli saham
dan keputusan akhir yaitu menjual saham, maka penawaran akan meningkat. Hal ini berdampak pada turunnya harga saham.
Berdasarkan Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2018 pasar saham domestik menunjukkan kinerja positif didukung oleh struktur fundamental dan sektoral yang semakin baik. Dari sisi fundamental, pertumbuhan laba bersih perusahaan perbankan sepanjang tahun 2018 mengalami peningkatan. Hal tersebut menjadi faktor penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG). Pada penutupan akhir tahun 2018, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,06 % pada level 6.194 yang sekaligus menjadikan Indonesia menempati posisi terbaik kedua di Asia dari sisi pergerakan saham. Pencapaian tersebut dinilai cukup positif di tengah kondisi ekonomi yang sulit diprediksi.
Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator yaitu permodalan yang diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR), likuiditas yang dapat diukur dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), profitabilitas yang dapat diukur dengan Return on Equity (ROE) dan rentabilitas yang dapat diukur dengan ratio Return On Asset (ROA).
Capital Adequency Ratio (CAR) atau sering disebut Kebutuhan Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dikatakan sehat apabila bank memiliki ratio CAR (KPMM) minimal delapan persen. Semakin tinggi CAR (KPMM) bank menunjukkan kemampuan bank untuk menanggulangi risiko semakin baik, serta semakin besar peluang bank untuk menyalurkan kredit, sehingga lebih
4
memberikan keyakinan kepada stakeholders akan kelangsungan operasional bank.
Likuiditas yang diukur dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yaitu perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan Dana Pihak Ketiga yang dihimpun oleh bank. LDR yang baik berada dikisaran 85%-95%.
LDR yang rendah mencerminkan dana yang dihimpun oleh bank tidak maksimal ditanamkan dalam bentuk kredit, sehingga tidak akan menghasilkan rentabilitas yang maksimal. Demikian juga sebaliknya apabila LDR terlalu tinggi, mencerminkan bahwa seluruh dana masyarakat yang dihimpun disalurkan dalam bentuk kredit sehingga dapat menghasilkan keuntungan maksimal.
Profitabilitas yang diukur dengan Return on Equity (ROE) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham tersebut yang dinyatakan dalam presentase. ROE dihitung dari penghasilan (income) terhadap modal yang diinvestasikan oleh para pemilik saham.
Rentabilitas bank yang diukur melalui rasio Return On Asset (ROA) mencerminkan kemampuan aset yang dimiliki oleh bank untuk mengasilkan laba. Semakin tinggi ROA menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba semakin baik yang berarti kinerja bank semakin membaik sehingga dapat mempengaruhi harga saham bank. Namun demikian, dalam kenyataannya kinerja keuangan yang dicerminkan oleh rasio-rasio tersebut diatas tidak selalu berbanding lurus dengan harga sahamnya, karena adanya faktor-faktor eksternal lainnya seperti
sentiment pasar, kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah, tingkat inflasi dan lain-lain.
Penelitian tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham perusahaan perbankan telah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya dan memperoleh hasil yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini lebih difokuskan pada variabel kinerja keuangan perbankan terkait aspek permodalan, likuiditas, profitabilitas, dan rentabilitas terhadap harga saham.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumya maka yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah modal berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
2. Apakah likuiditas berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? 3. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham pada
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? 4. Apakah rentabilitas berpengaruh terhadap harga saham pada
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
6
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan dapat dinyatakan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengaruh modal terhadap harga saham pada
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3. Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
4. Untuk mengetahui pengaruh rentabilitas terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini bermanfaat dalam mengembangkan teori atau konsep-konsep tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta sebagai bahan masukan bagi peneliti berikutnya yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pihak investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh kinerja keuangan perusahaan perbankan terhadap harga saham yang diperdagangkan dipasar modal yang menyangkut investasi saham bagi pihak-pihak yang memiliki
kepentingan sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan untuk pengambilan keputusan investasi, menentukan perusahaan mana yang mempunyai risiko baik dan meramalkan harga-harga saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat mengurangi risiko kerugian dan menghasilkan return saham yang baik.
b. Bagi pihak Perbankan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi bagi pihak manajemen perbankan dalam penetapan kebijakan terutama menyangkut keuangan dan kebijakan lain berdasarkan analisis rasio keuangan.
c. Bagi pihak manajemen perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak manajemen perusahaan perbankan sebagai masukan atau dasar untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang dapat dilihat dari rasio keuangan yang baik.
8 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Saham
1. Pengertian Saham
Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (emiten) yang menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan itu. Fahmi (2012) menyebutkan bahwa saham adalah salah satu instrument pasar modal yang paling banyak diminati oleh investor, karena mampu memberikan tingkat pengembalian yang menarik. Saham adalah kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan, dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang telah dijelaskan kepada setiap pemegangnya.
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012) saham juga berarti sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
2. Pengertian Harga Saham
Menurut Jogiyanto (2011) harga saham adalah harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar. Tinggi rendahnya harga saham ini ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham tersebut di pasar modal.
Harga saham menentukan kekayaan pemegang saham.
Maksimalisasi kekayaan pemegang saham diterjemahkan menjadi memaksimalkan harga saham perusahaan. Harga saham pada satu waktu tertentu akan bergantung pada arus kas yang diharapkan
diterima di masa depan oleh investor “rata-rata” jika investor membeli saham ( Brigham dan Houston, 2010).
Harga saham merupakan salah satu indikator penghasilan perusahaan. Keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan akan memberikan kepuasan bagi investor yang rasional. Harga saham yang cukup tinggi akan memberikan keuntungan, yaitu berupa capital gain dan citra yang baik perusahaan sehingga memudahkan bagi manajemen untuk mendapatkan dana dari luar perusahaan.
Menurut Brigham dan Houston (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham adalah :
1. Laba perlembar saham ( Earning Per Share/EPS)
Semakin tinggi laba per lembar saham yang dihasilkan oleh perusahaan akan mendorong invenstor untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi, sehingga harga saham perusahaan akan meningkat.
2. Tingkat bunga, dapat mempengaruhi harga saham dengan cara : a. Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dan
obligasi, apabila suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya untuk ditukarkan dengan obligasi. Hal ini akan menurunkan harga saham, hal sebaliknya juga akan terjadi apabila tingkat bunga mengalami penurunan.
b. Mempengaruhi laba perusahaan, hal ini terjadi karena bunga adalah biaya, semakin tinggi suku bunga maka semakin rendah laba perusahaan. Suku bunga juga mempengaruhi
10
kegiatan ekonomi yang juga akan mempengaruhi laba perusahaan.
3. Jumlah kas deviden yang dibagi
Kebijakan pembagian deviden dapat dibagi menjadi dua yaitu sebagian dibagikan dalam bentuk deviden dan sebagian lagi disisihkan sebagai laba ditahan. Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi harga, maka peningkatan pembagian deviden merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham karena jumlah kas deviden yang besar adalah yang diinginkan oleh Investor sehingga harga saham naik.
4. Jumlah laba yang didapat perusahaan
Pada umumnya investor melakukan investasi pada perusahaan yang mempunyai profit yang cukup baik karena menunjukkan prospek yang cerah sehingga investor tertarik untuk berinvestasi, yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan.
5. Tingkat risiko dan pengembalian
Apabila tingkat risiko dan proyeksi yang diharapkan oleh perusahaan meningkat, maka akan mempengaruhi harga saham perusahaan.
B. Kinerja Keuangan 1. Pengertian Kinerja
Kinerja adalah hasil yang dicapai suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented dan non profit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu (Fahmi, 2015).
Menurut Fahmi (2015) Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelasanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja keuangan perusahaan umumnya diukur berdasarkan penghasilan bersih (laba) atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi atau penghasilan per saham (Harmono, 2015). Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran yang tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang di analisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan (Fahmi, 2011).
Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan menggunakan laporan keuangan sebagai dasar melakukan pengukuran kinerja.Pengukuran tersebut dapat menggunakan sistem penilaian (rating) yang relevan. Pengukuran kinerja keuangan juga berarti membandingkan antara standar yang telah ditetapkan dengan kinerja keuangan yang ada dalam perusahaan.
Menurut Hery (2016) pengukuran kinerja merupakan salah satu komponen penting didalam sistem pengendalian manajemen untuk mengetahui tingkat keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
12
2. Rasio-Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perbankan
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Jenis- jenis rasio likuiditas adalah sebagai berikut :
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar adalah rasio yang membandingkan aset lancar dengan kewajiban lancar. Yang dimaksud dengan aset lancar adalah aset-aset perusahaan yang berupa kas, setara kas dan aset-aset yang dapat diubah menjadi kas dalam waktu cepat (maksimal 1 tahun).
b. Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio kas adalah perbandingan antara kas dan setara kas dengan kewajiban lancar. Semakin besar rasio kas, berarti perusahaan memiliki kas yang semakin besar untuk menutup kewajiban lancarnya.
c. Loan Deposit Ratio (LDR)
LDR merupakan perbandingan antara total kredit yang diberikan kepada nasabah dibandingkan dengan total dana pihak ketiga. Dengan kata lain LDR menunjukkan kemampuan bank untuk menyediakan dana pada debitur dengan modal yang dimiliki oleh bank maupun dana yang mampu dikumpulkan dari masyarakat.
2. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dihasilkan dari penjualan dan investasi. Rasio profitabilitas terdiri dari beberapa jenis yaitu sebagai berikut :
a. Gross Profit Margin
Gross Profit Margin merupakan perbandingan antara laba kotor dan pernjualan pada periode yang sama. Semakin besar perhitungan menandakan semakin baik kondisi keuangan perusahaan.
b. Net Profit Margin
Rasio ini mengukur jumlah rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh satu penjualan rupiah. Semakin tinggi rasio artinya semakin baik, karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
c. Return On Assets (ROA)
ROA adalah perbandingan antara laba bersih dibandingkan dengan aset total. ROA yang bagus adalah ROA yang nilainya besar atau meningkat terus dari tahun ke tahun.
d. Return On Equity (ROE)
ROE merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total ekuitas. Secara sederhana ROE melihat seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang dimiliki perusahaan.
14
e. Return On Investment (ROI)
Return on investment adalah laba atas investasi yang dihitung berdasarkan hasil pembagian dari pendapatan yang dihasilkan dengan besaran modal yang ditanam. Artinya, ROI berperan penting guna memberikan informasi mengenai ukuran profitabilitas perusahaan sehingga kegiatan operasional dapat dievaluasi tingkat pengembalian investasinya.
3. Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dalam periode tertentu. Rasio rentabilitas terbagi atas :
a. Profit margin
Profit margin adalah cara menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau profit dalam tingkat penjualan.
b. Net Profit Margin
Rasio ini mengukur jumlah rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh satu penjualan rupiah. Semakin tinggi rasio artinya semakin baik, karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
c. Return On Asset (ROA)
ROA adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dengan menggunakan semua aktiva yang dimiliki perusahaan.
4. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas (Activity Ratio) adalah jenis rasio keuangan yang digunakan untuk menilai seberapa baik perusahaan dalam mengelola asetnya, khususnya terkait dengan efisiensi penggunaan aset, modal kerja, dan aset jangka panjang. Rasio ini juga dikenal sebagai rasio pemanfaatan aset atau rasio efisiensi operasi. Rasio aktivitas terdiri atas :
a. Rasio Perputaran Piutang
Rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang. Semakin tinggi perputarannya maka semakin baik pula bagi perusahaan.
b. Rasio Perputaran Aktiva Tetap ( Fixed Assets Turn over)
Rasio ini digunakan untuk melihat sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan penjualan dengan aktiva tetap yang dimiliki.
c. Rasio Perputaran total Aktiva (Total Asset Turn Over)
Total asset turn over adalah perbandingan antara penjualan dengan total aktiva suatu perusahaan yang menjelaskan tentang kecepatan perputaran total aktiva dalam satu periode tertentu.
d. Rasio Perputaran persediaan
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola persediaanya. Semakin tinggi perputarannya maka semakin baik. Hal tersebut artinya perusahaan menjual dan
16
mengelola persediaan dengan cepat dan baik. Jika rendah berarti efektifitas pengendalian persediaan kurang baik.
3. Analisis Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan dapat dinilai dengan beberapa alat analisis.
Berdasarkan tekniknya, analisis keuangan dapat dibedakan menjadi:
a. Analisis perbandingan laporan keuangan, merupakan teknik analisis dengan cara membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih dengan menunjukkan perubahan, baik dalam jumlah (absolut) maupun dalam presentase (relatif).
b. Analisis tren (tendensi posisi), merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi keadaan keuangan apakah menunjukkan kenaikan atau penurunan.
c. Analisis Presentase per-komponen (commom size), merupakan teknik analisis untuk presentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap keseluruhan atau total aktiva maupun utang.
d. Analisis sumber dan penggunaan modal kerja, merupakan teknik analisis untuk mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu yang dibandingkan.
e. Analisis sumber dan penggunaan kas, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengetahui kondisi kas disertai sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode waktu tertentu.
f. Analisis rasio keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengetahui hubungan di antara pos tertentu dalam neraca maupun laporan laba rugi baik secara individu maupun secara simultan.
g. Analisis perubahan laba kotor, merupakan teknik analisis untuk mengetahui posisi laba dan sebab-sebab terjadinya perubagian laba.
h. Analisis Break even, merupakan teknik analisis untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
Penilaian kinerja keuangan bagi investor sebagai informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Apabila kinerja perusahaan baik maka nilai usaha akan tinggi. Dengan nilai usaha yang tinggi membuat para investor melirik perusahaan tersebut untuk menanamkan modalnya sehingga akan terjadi kenaikan harga saham atau dapat dikatakan bahwa harga saham merupakan fungsi dari nilai perusahaan. Sedangkan bagi perusahaan, informasi kinerja keuangan perusahaan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal sebagai berikut :
a. Untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatannya. Selain digunakan untuk melihat kinerja organisasi secara keseluruhan, maka pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk menilai kontribusi suatu bagian dalam pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan.
b. Dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk masa yang akan datang.
18
c. Memberi petunjuk dalam pembuatan keputusan dan kegiatan organisasi pada umumnya dan divisi atau bagian organisasi khususnya.
d. Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan penanaman modal agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.
C. Perbankan
Perbankan adalah lembaga keuangan yang berperan sangat vital dalam aktivitas perdagangan internasional serta perekonomian internasional. Dalam perekonomian yang sangat modern seperti saat ini, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran bank dan aktivitasnya.
Hal ini dapat dilihat dengan semakin maraknya minat masyarakat untuk menyimpan kelebihan uang yang dimiliki, meminjam uang (kredit) untuk kebutuhan usaha, berbisnis, bahkan sampai berinvestasi melalui perbankan.
Menurut Kasmir (2016) Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup banyak orang.
Secara umum, fungsi utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary. Adapun fungsi bank menurut Budisantoso dan Triandaru (2011) adalah sebagai berikut:
1. Agent of Trust
Dasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan (trust), baik dalam hal penghimpunan dana maupun penyaluran dana.
Masyarakat akan mau menitipkan dananya di bank apabila dilandasi adanya unsur kepercayaan. Masyarakat percaya bahwa uangnya tidak akan disalahgunakan oleh bank, uangnya akan dikelola dengan baik, bank tidak akan bangkrut, dan pada ssat yang telah dijanjikan simpanan tersebut dapat ditarik kembali dari bank.
2. Agent of Development
Kegiatan perekonomian masyarakat disektor moneter dan disektor rill tidak dapat dipisahkan. Kedua sektor tersebut selalu berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sektor rill tidak dapat berkinerja dengan baik apabila sektor moneter tidak bekerja dengan baik. Kegiatan bank berupa penghimpunan dan penyaluran dana sangat diperlukan bagi lancarnya perekonomian di sektor rill.
3. Agent of Services
Disamping melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain bagi masyarakat. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum. Jasa ini antara lain dapat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang berharga, pemberian jaminan bank dan penyelesaian tagihan.
Menurut kasmir (2016) kegiatan lembaga keuangan adalah sebagai berikut :
20
1. Menghimpun dana (uang) dari masyarakat dalam bentuk simpanan, maksudnya dalam hal ini bank sebagai tempat menyimpan uang atau berinvestasi bagi masyarakat.
2. Menyalurkan dana ke masyarakat, maksudnya adalah bank memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat yang mengajukan permohonan.
Dengan kata lain bank menyediakan dana bagi masyarakat yang membutuhkan.
3. Memberikan jasa-jasa bank, seperti pengiriman uang (transfer), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari dalam kota (clering), penagihan surat-surat berharga dari luar kota dan luar negeri (inkaso), Letter of Credit (L/C), Safe deposit Box, bank garansi, Bank notes, travelers chaque dan jasa lainnya.
D. Penelitian Terdahulu
Penelitian yang berhubungan dengan kinerja keuangan telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, sehingga beberapa poin penting dari hasil penelitian sebelumnya dapat dijadikan dasar dalam penelitian ini. Berikut ini akan diuraikan penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini :
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Peneliti dan Tahun
Judul Penelitian
Metode Penelitian Hasil 1 Endang
susilowati, Sri Utiyati(2016)
Pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham
perbankan
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menganalisa data sekunder dengan pengambilan
sampel secara purpose sampling.
Hasil Penelitian menunjukkan LDR, NPM dan DER tidak berpengaruh
signifikan terhadap harga saham. ROA berpengaruh
signifikan terhadap
harga saham
perusahaan perbankan.
2 Rido Faiza Fahlevi, Set Asmapane, Bramantika Oktaviani (2018)
Pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Metode penelitian menggunakan teknik komparatif
Hasil penelitian menunjukkan CAR,
LDR, ROA
berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3 Sandro Heston Sambul, Sri Murni, Johan R. Tumiwa (2016)
Pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham yang ditawarkan di Bursa Efek Indonesia (Studi kasus 10 Bank dengan aset terbesar)
Metode penelitian menggunakan teknik asosiatif kausal
Hasil penelitian menunjukkan secara parsial CAR dan NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada kinerja keuangan dengan 10 aset terbesar yang terdaftar di BEI.
Sedangkan LDR dan
22
ROA berpengaruh signifikan dan parsial terhadap harga saham.
4 Rosdian Widiawati Watung, Ventje ilat (2016)
Pengaruh Return On Asset (ROA) Net Profit Margin (NPM) dan Earning per Share (EPS) terhadap harga saham pada
perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2011- 2015.
Metode penelitian menggunakan penelitian asosiatif dengan teknik pengambilan
sampel secara purpose sampling
Hasil penelitian menunjukkan secara parsial dan simultan ROA, NPM, dan EPS berpengaruh
signifikan terhadap
harga saham
perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015.
5 Masril (2018) Pengaruh CAR
dan LDR
terhadap Harga Saham pada
Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia.
Metode penelitian menggunakan pendekatan
penelitan kuantitatif dan pengambilan sampel secara purpose sampling.
Hasil penelitian menunjukkan secara CAR dan LDR tidak berpengaruh positif terhadap harga saham. CAR dan LDR secara parsial dan signifikan juga tidak berpengaruh terhadap harga saham.
6 Ni Luh putu Dewi Sunari
Setyarini, Henny rahyuda (2017)
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return Saham perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Metode Penelitian menggunakan jenis penelitian
kuantitatif dengan sumber data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan CAR
dan NPM
berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. LDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham.
7 Yuni Yolanda Sari, Budi Yanti, Liza Zulbahri (2018)
Pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham (Studi
pada sub
sektor perbankan
Metode penelitian menggunakan penelitian
kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purpose sampling.
Hasil penelitian menunjukkan secara
simultan ada
pengaruh yang signifikan antara NPL, LDR, ROA, NIM, dan CAR Terhadap harga saham. NPL, ROA.
BUMN di Bursa Efek
Indonesia)
LDR dan CAR
berpengaruh negatif dan signifikanterhadap
harga saham.
Sedangkan NIM terdapat pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
8 Kadek Stia Rani, Ni Nyoman Ayu Diantini (2015)
Pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap harga saham dalam indeks LQ45 di BEI
Metode Penelitian menggunakan penelitian
kuantitatif dan kualitatif dengan sumber data sekunder. Serta menggunakan metode observasi nonparticipation
Hasil penelitian menunjukkan CR,
ROE dan DER
berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham.
Sedangkan EPS dan total assets turnover rmempengaruhi harga saham secara positif dan signifikan.
9 9
Wulandari Puspita sari, Sapari (2017)
Pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham
perusahaan yang terdaftar di BEI
Metode penelitian menggunakan penelitian
kuantitatif dengan sumber data sekunder dan teknik pengambilan sampel secara purpose sampling.
Secara parsial CR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. ROE, PER, dan EPS secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI.
10 Pryanka J.V Polli, lvonne Saerang, Yunita Mandagie (2014)
Rasio keuangan pengaruhnya terhadap harga saham pada bank umum Swasta
Nasional devisa yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia.
Metode penelitian menggunakan penelitian asosiatif kausal dengan pemilihan sampel secara purpose sampling.
CAR, LDR tidak berpengaruh
signifikan terhadap harga saham. ROA dan ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
24
E. Kerangka Pikir
Kerangka Pikir yang dibentuk dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
(Kasmir, 2016 dan Darmadji ,2012) Gambar 2.1 Kerangka pikir
E. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah yang telah di paparkan, maka penulis mengajukan dugaan hipotesis yaitu :
1. Modal berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Likuiditas berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
3. Profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
4. Rentabilitas berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Modal (CAR) (X1)
Likuiditas (LDR) (X2)
Profitabilitas (ROE) (X3)
Harga Saham (Y) (PBV) -Harga saham penutupan (closing price)
Rentabilitas (ROA) (X4) 9 (X4) K Kinerja Keuangan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik suatu fenomena yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah penelitian. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-data yang telah ada, selanjutnya dilakukan proses analisa terhadap data-data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No. 259 Kota Makassar, Sulawesi Selatan kode pos 90221.
Dengan mengambil data penelitian dari perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2018
Lokasi atau tempat penelitian ini dipilih karena Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah wadah yang menyediakan data yang akan diteliti oleh peneliti yaitu laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Waktu pelaksanaan penelitian mulai Bulan November 2020 sampai Bulan Januari 2021.
2225
26
C. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel Dependen
Variabel Dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Yang termasuk variabel terikat dalam penelitian ini yaitu harga saham.
Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini yaitu harga saham penutupan (closing price).
a. Harga Saham (Y)
Harga saham adalah harga yang muncul sebagai hasil dari pergerakan penawaran dan permintaan di pasar bursa efek terhadap saham yang bersangkutan. Bagi perusahaan sendiri, saham adalah kepemilikan atas aset perusahaan.
2. Variabel Independen
Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya variabel terikat. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi :
a. Modal (X1)
Modal adalah dana yang ditempatkan pihak pemegang saham, pihak pertama pada bank yang memiliki peranan sangat penting sebagai penyerap jika timbul kerugian. Aspek permodalan diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR). Semakin tinggi Capital Adequency Ratio, maka semakin baik kempuan bank dalam menanggung resiko kredit dari setiap aktiva produktif yang beresiko.
b. Likuiditas (X2)
Likuiditas adalah kemampuan bank memenuhi semua kewajiban untuk membayar hutang-hutang jangka pendeknya atau kewajiban yang sudah jatuh tempo. Misalnya membayar gaji, membayar biaya operasional dan sebagainya. Semakin tinggi likuiditas suatu perusahaan maka kinerjanya dianggap semakin baik. Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi biasanya lebih memiliki kesempatan untuk mendapatkan berbagai pihak, seperti lembaga keuangan, kreditur dan investor. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas adalah Loan Deposit Ratio (LDR).
c. Profitabilitas (X3)
Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan bank dalam mencari keuntungan. Tujuannya adalah agar terlihat perkembangan bank dalam rentang waktu tertentu, baik penurunan atau kenaikan dan sekaligus mencari penyebab perubahan tersebut. Pada prinsipnya, semakin tinggi profitabilitas bank dalam memperoleh laba maka semakin baik dan mampu menggunakan modalnya secara produktif. Jenis rasio untuk mengukur profitabilitas adalah Return on Equity (ROE).
d. Rentabilitas (X4)
Rentabilitas adalah perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Indikator yang dipergunakan untuk mengukur rentabilitas adalah Return On Asset (ROA).
28
D. Populasi dan Sampel a. Populasi
Menurut Sugiyono (2017), Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018.
b. Sampel
Sampel adalah sebagian dari subjek dalam populasi yang akan diteliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 13 perusahaan perbankan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purpose sampling.
Menurut Sugiyono (2017) purpose sampling yaitu pengambilan sampel data berdasarkan kriteria tertentu.. Adapun kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara berturut-turut periode 2014-2018
2. Perusahaan Perbankan yang mempublikasikan laporan keuangan lengkap di Bursa Efek Indonesia selama periode 2014-2018 3. Perusahaan Perbankan tidak mengalami delisting maupun merger
selama periode 2014-2018.
4. Tersedia data dan Laporan Keuangan yang lengkap sesuai dengan rasio penelitian.
Perusahaan yang sesuai dengan kriteria pemilihan sampel yaitu sebagai berikut:
No Nama Perusahaan Kode
Saham
1 Bank Capital Indonesia Tbk BACA
2 Bank Central Asia Tbk BBCA
3 Bank Bukopin Tbk BBKP
4 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk BBNI 5 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BBRI
6 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk BBTN
7 Bank Danamon Indonesia Tbk BDMN
8 Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk
BJBR
9 Bank Maspion Indonesia tbk BMAS
10 Bank Mandiri (Persero) Tbk BMRI
11 Bank CIMB Niaga Tbk BNGA
12 Bank Maybank Indonesia Tbk BNII
13 Bank Mega Tbk MEGA
Tabel 2.2 Sampel penelitian
30
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Dokumentasi (Dokumentation)
Metode ini dilakukan dengan cara mencatat data-data yang telah dipublikasi oleh lembaga-lembaga pengumpul data, mengumpulkan, serta mengkaji data sekunder, yaitu berupa data laporan keuangan tahunan pada perusahaan perbankan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan yang akan digunakan dalam penelitian ini, peneliti melakukan pencarian data dengan cara browsing ke situs BEI www.idx.co.id, dan data pendukung lainnya yang diperoleh melalui artikel-artikel di internet.
2. Studi Kepustakaan (Library Research)
Dalam penelitian ini penulis berusaha untuk memperoleh beberapa informasi dari pengetahuan yang dapat dijadikan pegangan dalam penelitian yaitu dengan cara studi kepustakaan untuk mempelajari, meneliti, mengkaji, dan menelaah literatur- literatur berupa buku, jurnal, buletin, hasil symposium yang berhubungan dengan penelitian untuk memperoleh bahan-bahan yang akan dijadikan landasan teori.
F. Teknik Analisis Data 1. Statistik Deskriptif
Ghozali (2018) menyatakan bahwa statistik deskriptif memberikan gambaran suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata
(mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (kemencengan distribusi). Statistik deskriptif biasanya digunakan untuk menggambarkan profil data sampel sebelum memanfaatkan teknik analisis statistik yang berfungsi untuk menguji hipotesis.
2. Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan mewakili (representatif), maka model tersebut harus memenuhi uji asumsi klasik regresi, yang meliputi :
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi kedua variabel yang ada yaitu variabel bebas dan terikat mempunyai distribusi data yang normal atau tidak (Ghozali,2018). Model regresi yang baik memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan korelasi antara variabel bebas.
Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF), ergon value, dan condition index. Apabila nilai tolerance di atas 10%, VIF di bawah 10, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas multikolinieritas.
c. Uji Autokorelasi
32
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t-1).
d. Uji Heteroskedatisitas
Uji Heteroskedatisitas bertujuan untuk menguji ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang bebas dari heterokedastisitas.
3. Analisis Regresi Berganda
Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik analaisis regresi linear berganda untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan antara variabel satu dengan variabel lain. Variabel independen yang digunakan terdiri dari modal (CAR), likuiditas (LDR), profitabilitas (ROE), dan rentabilitas (ROA).
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen maka digunakan model regresi linear berganda (multiple linier regression method), yang dirumuskan sebagai berikut :
Y=a + b1 CAR+b2 LDR+b3 ROE+b4 ROA+ε Keterangan
Y = Harga Saham a = Konstanta
b1,b2,b3,b4 = Koefisien regresi, merupakan besarnya perubahan variabel terikat akibat perubahan tiap- tiap unit variabel bebas
CAR = Capital Adequency Ratio LDR = Loan to Deposit Ratio ROE = Return on Equity ROA = Return on Asset
ε = Kesalahan residual (eror)
Dalam pengujian alat analisis regresi perlu dilakukan pengujian asumsi klasik agar hasil analisis regresi menunjukkan hubungan yang valid meliputi ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari goodness of fit. Secara statistik, setidaknya hal ini dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai statistik F, dan nilai statistic t (Ghozali,2018).
a. Koefisien determinasi (R^2)
Pengujian koefisien determinan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.Bila nilai kecil berarti kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel sangat terbatas. Jika = 0 maka tidak ada kolinearitas, sebaliknya jika = 1 maka ada kolinearitas. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu.
b. Uji t
Uji t digunakan untuk menguji variabel yang berpengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara individualatau tersendiri. Secara statistik dapat diukur dari nilai statistik t, nilai statistik
34
F, dan nilai koefisien determinasi (R2). Dasar pengambilan keputusan adalah :
1) Jika nilai t hitung < nilai t tabel atau nilai probabilitas signifikasi lebih besar dari 0,05 (taraf kepercayaan α = 5%) maka Ho diterima.
2) Jika nilai t hitung > nilai t tabel atau nilai probilitas signifikansi lebih kecil dari 0,05 (taraf kepercayaan α = 5%) maka Ho ditolak.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.
Bursa Efek Jakarta kembali dibuka pada tanggal 10 Agustus 1977 dan ditangani oleh Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM), institusi baru di bawah Departemen Keuangan. Kegiatan perdagangan dan kapitalisasi pasar saham pun mulai meningkat seiring dengan perkembangan pasar finansial dan sektor swasta yang puncak perkembangannya pada tahun 1990.
Pada tahun 1991, bursa saham diswastanisasi menjadi PT. Bursa Efek Jakarta dan menjadi salah satu bursa saham yang dinamis di Asia.Swastanisasi bursa saham ini menjadi PT. Bursa Efek Jakarta mengakibatkan beralihnya fungsi BAPEPAM menjadi Badan Pengawas Pasar Modal.
Tahun 1955 adalah tahun Bursa Efek Jakarta memasuki babak baru, karena pada tanggal 22 Mei 1995 Bursa Efek Jakarta meluncurkan Jakarta Automated Trading System (JATS). JATS merupakan suatu sistem perdagangan manual. Sistem baru ini dapat memfasilitasi perdagangan saham dengan frekuensi yang lebih besar dan lebih menjamin kegiatan pasar yang fair dan transparan di banding sistem perdagangan manual.
3535
36
Pada bulan Juli 2000, Bursa Efek Jakarta merupakan perdagangan tanpa warkat (ckripess trading) dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan menghindari peristiwa saham hilang dan pemalsuan saham, serta untuk mempercepat proses penyelesaian transaksi. Tahun 2001 Bursa Efek Jakarta mulai menerapkan perdagangan jarak jauh (Remote Trading), sebagai upaya meningkatkan akses pasar, efisiensi pasar, kecepatan dan frekuensi perdagangan.
Tahun 2007 menjadi titik penting dalam sejarah perkembangan Pasar Modal Indonesia. Dengan persetujuan para pemegang saham kedua bursa, BES digabungkan ke dalam BEJ yang kemudian menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tujuan meningkatkan peran pasar modal dalam perekonomian Indonesia.
Pada tahun 2008, Pasar Modal Indonesia terkena imbas krisis keuangan dunia menyebabkan tanggal 8-10 Oktober 2008 terjadi penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 2 Maret 2009 Bursa Efek Indonesia meluncurkan sistim perdagangan baru yakni Jakarta Automated Trading System Next Generation (JATS Next-G), yang merupakan pengganti sistim JATS yang beroperasi sejak Mei 1995.
1. Visi dan Misi Perusahaan Bursa Efek Indonesia
a. Visi Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia.
b. Misi menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggarahnya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisiensi serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)
2. Struktur Organisasi
Gambar 3.1
Bagan Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia
Sumber :www.idx.co.id
B. Pengujian dan Hasil Analisis Data 1. Deskriptif Data
Deskriptif data digunakan untuk memberikan gambaran tentang data yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Data ini meliputi nilai maximum, nilai minimum, mean dan standar deviasi. Berikut hasil deskriptif pada tabel berikut:
38
Tabel 3.1 Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Modal (CAR) (X1) 40 ,20 1,48 ,5513 ,28044
Likuiditas (LDR) (X2)
40 ,05 ,37 ,1553 ,07906
Profitabilitas (ROE) (X3)
40 ,01 ,25 ,0943 ,05563
Rentabilitas (ROA) (X4)
,06 ,13 ,0120 ,00674
Harga Saham (PBV) (Y)
40 179292,50 12650098,89 1961662,3515 2870440,08703
Valid N (listwise) 40 Sumber : data diolah 2021
a. Variabel modal (CAR) berdasarkan dengan tabel diatas dapat diketahui nilai maksimal diperoleh oleh Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) periode 2014 sebesar 1,460,391, dan nilai minimum diperoleh Bank Danamon Indonesia (BDMN) tahun 2018 sebesar 0,202557348, rata-rata sebesar 0,5513 dan standar deviasinya sebesar 0,28044
b. Variabel Likuiditas (LDR) berdasarkan tabel diatas dapat diketahui nilai maksimal diperoleh bank Tabungan Negara (Persero) (BBTN) tahun 2014 sebesar0.367503839 dan nilai minimum diperoleh Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) tahun 2018 sebesar 0,054460345 rata-rata sebesar 0,1553 dan standar deviasinya sebesar 0,07906
c. Variabel Profitabilitas (ROE) berdasarkan tabel diatas dapat diketahui nilai maksimal diperoleh Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tahun 2014 sebesar 0,24815309 dan nilai minimum dipeoleh Bank CIMB