• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 21

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

A. Tujuan Pembelajaran

Materi pada Kegiatan Pembelajaran 3 ini merupakan materi prasyarat untuk Kegiatan Pembelajaran berikutnya. Jadi setelah membaca dan mengikuti langkah- langkah atau arahan pada modul ini diharapkan Ananda dapat:

1.

Mengidentifikasi hukum-hukum dasar kimia.

2.

Menerapkan hukum-hukum dasar kimia untuk menyelesaikan perhitungan kimia.

3.

Menginterpretasi data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia.

B. Uraian Materi

HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

Perlu Ananda ketahui bahwa pada awal abad ke-18 para ilmuwan telah melakukan percobaan-percobaan yang mempelajari secara kuantitatif susunan zat dari beberapa reaksi kimia. Mereka menemukan adanya keteraturan-keteraturan yang dinyatakan sebagai hukum-hukum dasar kimia. Hukum dasar kimia yang akan dibahas di sini adalah Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier), Hukum Perbandingan Tetap (Proust), Hukum Kelipatan Perbandingan (Dalton), Hukum Perbandingan Volum (Gay Lussac), dan Hipotesis Avogadro.

1. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)

Perhatikan reaksi pembakaran kertas. Sepintas lalu dapat kita lihat bahwa massa abu hasil pembakaran lebih kecil daripada massa kertas yang dibakar.

Apakah pembakaran kertas disertai pengurangan massa?

Antoine Laurent Lavoisier telah menyelidiki massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang zat sebelum bereaksi, kemudian menimbang hasil reaksinya. Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.

Perubahan materi yang kita amati dalam kehidupan sehari-hari umumnya berlangsung dalam wadah terbuka. Jika hasil reaksi ada yang berupa gas (seperti pada pembakaran kertas), maka massa zat yang tertinggal menjadi lebih kecil daripada massa semula. Tetapi jika gas yang dihasilkan pada pembakaran kertas juga ditimbang massanya, maka massa zat-zat hasil reaksi akan sama dengan sebelum reaksi.

Ananda dapat lihat data hasil reaksi antara Pb(NO3)2 dengan KI dalam wadah tertutup menghasilkan PBI2 dan KNO3 pada Tabel 1.

Tabel 1.

Data percobaan massa zat sebelum dan sesudah reaksi

(3)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 22

Dari data percobaan tersebut dapat diketahui massa zat sebelum dan sesudah reaksi tidak ada perubahan. Hal tersebut membuktikan Hukum Kekekalan Massa.

Contoh soal:

Superfosfat adalah pupuk yang mudah larut dalam air. Pupuk ini merupakan campuran antara Ca(H2PO4)2 dengan CaSO4 dengan perbandingan jumlah molekul 1 : 2. Pupuk ini dibuat melalui reaksi berikut:

Ca3(PO4) + 2H2SO4 → Ca(H2PO4)2 + 2CaSO4

Jika 300 g Ca3(PO4)2 bereaksi sempurna dengan 189,7 g H2SO4, berapa massa pupuk superfosfat yang dihasilkan?

Penyelesaian:

Ca3(PO4) + 2H2SO4 → Ca(H2PO4)2 + 2CaSO4

300 g 189,7 g

Berdasarkan hukum kekekalan massa, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi. Jadi, massa pupuk superfosfat yang dihasilkan

= massa Ca3(PO4)2 + 2H2SO4

= 300 g + 189,7 g = 489,7 g

2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

Senyawa yang sama meskipun berasal dari daerah berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda ternyata mempunyai komposisi yang sama. Contohnya, hasil analisis terhadap garam natrium klorida dari berbagai daerah sebagai berikut.

Sebagaimana ditunjukkan dalam perhitungan di atas, bahwa perbandingan massa Na terhadap Cl ternyata tetap, yaitu 1 : 1,54. Jadi, senyawa tersebut memenuhi hukum Proust.

Contoh soal:

Jika reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen menghasilkan 18 gram uap air, berapakah massa H dan O dalam H2O? (massa atom relatif H = 1; O = 16).

Penyelesaian:

hidrogen + oksigen →air H ? O ?

Dalam molekul H2O, massa atom H : massa atom O

= 2(1) : 16

= 1 : 8

Oleh karena itu, massa 1 molekul H2O = 1 + 8 = 9 satuan.

massa H = 𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐴𝑡𝑜𝑚 𝐻

𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑀𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝐻2𝑂 x massa senyawa H2O

“Di dalam suatu sistem tertutup, massa zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi”.

“Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap.”

(4)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 23

= 1

9 x 18 gram = 2 gram massa O = massa atom O

massa molekul H2O x massa senyawa H2O = 8

9 x 18 gram = 16 gram

3. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

Hukum Proust dikembangkan lebih lanjut oleh para ilmuwan untuk unsur- unsur yang dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa. Salah seorang di antaranya adalah John Dalton (1766 – 1844). Dalton mengamati adanya suatu keteraturan yang terkait dengan perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa. Untuk memahami hal ini, perhatikan tabel hasil percobaan reaksi antara nitrogen dengan oksigen berikut.

Tabel 2. Reaksi antara Nitrogen dan Oksigen

Dengan massa oksigen yang sama, ternyata perbandingan massa nitrogen dalam senyawa nitrogen dioksida dan senyawa nitrogen monoksida merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Massa nitrogen dalam senyawa nitrogen dioksida

Massa nitrogen dalam senyawa nitrogen monoksida

=

1,75 gram

0,87 gram

=

2

1

Contoh soal:

Karbon bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa A dan B dengan komposisi sebagai berikut:

Senyawa A : 2,41 g karbon dan 3,22 g oksigen Senyawa B : 6,71 g karbon dan 17,9 g oksigen

Tentukan angka banding karbon yang paling sederhana yang bereaksi dengan oksigen dengan massa yang sama.

Penyelesaian:

Karbon Oksigen Karbon : Oksigen

Senyawa A 2,41 3,22 1 : 1,33 = 0,75 : 1

Senyawa B 6,71 17,9 1: 2,67 = 0,37 : 1

Jadi, perbandingan jumlah atom C dalam senyawa A dan senyawa B adalah 2 : 1.

4. Hukum Perbandingan Volum (Hukum Gay - Lussac)

Pada tahun 1808 Josep Louis Gay Lussac dari Perancis menyelidiki hubungan antara volum gas-gas dalam suatu reaksi kimia. Ia menemukan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, satu volum gas oksigen bereaksi dengan dua volum gas hidrogen menghasilkan dua volum uap air.

“Jika dua jenis unsur bergabung membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika, massa salah satu unsur dalam senyawa tersebut sama, sedangkan massa unsur lainnya berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya

dalam senyawa tersebut merupakan bilangan bulat sederhana.”

(5)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 24

Dari data percobaan tersebut Gay Lussac menyimpulkan:

Berikut contoh perbandingan volum pada reaksi-reaksi gas pada kondisi (suhu dan tekanan) yang sama.

a) H2 (g) + Cl2 (g) → 2HCl(g) Perbandingan volum H2 : Cl2 : HCl = 1 : 1 : 2 1 vol 1 vol 2 vol

b) 2 NH3 (g) → N2 (g) + 3 H2 (g) Perbandingan volum NH3 : N2 : H2 = 2 : 1 : 3 2 vol 1 vol 3 vol

Hukum ini hanya berlaku untuk reaksi-reaksi gas yang susunan molekulnya sederhana. Hukum perbandingan volum ini diperoleh semata-mata dari hasil percobaan. Berdasarkan hukum ini, kita dapat menghitung volum gas pada suatu reaksi, jika volum salah satu gas diketahui.

Contoh soal:

Salah satu komponen gas elpiji yang biasa digunakan dalam kegiatan rumah tangga adalah gas propana (C3H8). Pada suhu dan tekanan tertentu, gas propana terbakar sempurna dengan oksigen menurut reaksi berikut:

C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g)

Bila reaksi ini memerlukan 3 L gas oksigen, berapa volume C3H8 yang bereaksi dan gas-gas lain yang dihasilkan?

Penyelesaian:

Persamaan reaksi: C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g)

? 3 L Perbandingan volume = perbandingan koefisien.

𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝐶3𝐻8

𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑂2 = 𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐶3𝐻8 𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑂2 Volume C3H8 = 𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐶3𝐻8

𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑂2 x Volume O2 = 1

5 x 3L = 0,6 L 5. Hipotesis Avogadro

Hipotesis Avogadro berbunyi :

Berdasarkan hipotesis tersebut Ananda dapat menentukan jumlah molekul gas lain, jika volumnya diketahui.

Contoh Soal :

Gas nitrogen dan gas hidrogen dapat bereaksi membentuk gas amoniak (NH3) pada keadaan tekanan dan suhu yang sama. Jika 40 molekul gas nitrogen, berapa molekul gas hidrogen yang diperlukan dan berapa molekul gas NH3

yang dihasilkan?

“Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai

bilangan bulat dan sederhana.”

“Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama pula”.

(6)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 25

Penyelesaian:

Reaksi : N2 (g) + 3H2 (g) → 2 NH3 (g) Perbandingan koefisien : 1 : 3 : 2

Perbandingan volum : 1 vol : 3 vol : 2 vol Perbandingan molekul : 40 molekul : 3

1𝑥40 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 ∶ 2

1𝑥40 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 Gas H2 yang diperlukan : 3 x 40 molekul = 120 molekul

Gas NH3 yang terjadi : 2 x 40 molekul = 80 molekul

Jadi, gas H2 yang diperlukan adalah 120 molekul dan NH3 yang terjadi adalah 80 molekul.

C. Rangkuman

1. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) berbunyi jumlah massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

Zat A + Zat B → Zat C Massa A + B = massa C

2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) berbunyi perbandingan massa unsur- unsur penyusun dalam tiap senyawa selalu tetap.

Unsur A + Unsur B → Senyawa C

Massa A: massa B selalu tetap membentuk senyawa C

3. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton) berbunyi jika ada dua senyawa yang dibentuk dari dua unsur yang sama dan massa satu unsur pada kedua senyawa itu sama maka massa unsur yang lainnya mempunyai angka perbandingan yang sederhana dan bulat.

Unsur A + Unsur B → Senyawa I : AB Senyawa II : A2B3

Massa unsur A sama, maka massa unsur BI : BII = 2 : 3

4. Hukum Perbandingan Volum (Hukum Gay Lussac) berbunyi pada temperatur dan tekanan yang sama perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan mudah.

1 volum gas A + 1 volum gas B → 2 volum gas C Volum A : Volum B : Volum C = 1 : 1 : 2

5. Hukum Avogadro berbunyi pada temperatur dan tekanan yang sama, semua gas pada volum yang sama mengandung jumlah molekul yang sama pula.

P dan T sama: A2 + B2 → 2AB

Jumlah molekul A2: Jumlah molekul B2: Jumlah molekul AB = 1 : 1 : 2

D. Penugasan Mandiri

Hukum dasar kimia sangat penting bagi pemecahan masalah pada ilmu kimia dan ilmu pengetahuan alam lainnya. Ada beberapa ahli yang berjasa pada penemuan ini. Cobalah cari informasi tentang penemu hukum-hukum ini secara lengkap, bagaimana sejarahnya sampai mendapatkan penemuan-penemuan yang berharga untuk memotivasimu dalam belajar kimia. Informasi bisa didapat dari buku-buku, internet, majalah atau ensiklopedia. Buat laporannya dengan singkat!

(7)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 26

E. Latihan Soal

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat!

1. Berikut ini tabel reaksi antara tembaga dan belerang (sulfur) yang menghasilkan tembaga(II) sulfida berdasarkan Hukum Kekekalan Massa. Lengkapi tabel dan tulis persamaan reaksinya.

No

Massa sebelum reaksi

Massa sesudah reaksi Tembaga (II) sulfida

(gram) Tembaga

(gram)

Belerang (gram)

1 0,24 0,36

2 0,30 0,15

3 0,20 0,60

4 0,60 0,40

2. Logam natrium jika direaksikan dengan gas oksigen akan dihasilkan natrium oksida. Data beberapa percobaannya adalah sebagai berikut.

Sampel Massa Senyawa (gram)

Massa Natrium (gram)

Massa Oksigen (gram)

A 1,020 0,757 0,263

B 1,548 1,149 0,399

C 1,382 1,025 0,357

a. Tentukan perbandingan massa natrium dengan massa oksigen pembentuk senyawa pada setiap percobaan.

b. Apakah data tersebut sesuai dengan hukum perbandingan tetap? Jelaskan!

c. Tulis reaksi pada percobaan tersebut!

3. Perbandingan massa N dan O dalam senyawa NO dan NO2 adalah sebagai berikut.

Senyawa Massa Pembentuk (gram)

N O

NO 21 24

NO2 28 64

Buktikan apakah kedua rumus senyawa tersebut memenuhi Hukum Kelipatan Perbandingan?

4. Dua liter gas propana, C3H8 bereaksi dengan gas oksigen menghasilkan karbon dioksida dan uap air.

Tentukan:

a.

volum gas O2 yang diperlukan;

b.

volum gas CO2 yang dihasilkan;

c.

volum uap air yang dihasilkan.

5. Dua liter gas metana dibakar menurut reaksi CH4 (g) + 2 O2 (g) → CO2 (g) + 2 H2O(g).

Jika dalam 1 liter gas metana terdapat 100.000 molekul, tentukan jumlah molekul gas CO2 dan gas H2O yang dihasilkan!

(8)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 27

Kunci Jawaban 1.

No

Massa sebelum reaksi

Massa sesudah reaksi Tembaga (II) sulfida

(gram) Tembaga

(gram) Belerang (gram)

1 0,24 0,12 0,36

2 0,30 0,15 0,45

3 0,40 0,20 0,60

4 0,60 0,40 1,00

Persamaan reaksi : Cu + S → CuS (Skor = 20)

2. a.

Massa Natrium

(gram) Massa Oksigen

(gram) Massa Na : O

0,757 0,263 2,88 : 1

1,149 0,399 2,88 : 1

1,025 0,355 2,88 : 1

b. Sesuai dengan hukum perbandingan tetap karena perbandingan massa unsur- unsur dalam ketiga sampel (A, B, dan C) sama atau tetap.

c. Persamaan reaksi : 4Na + O2 → 2Na2O (Skor = 20)

3.

Jika massa N pada senyawa NO disamakan dengan massa N pada NO

2

yaitu 28, maka massa O pada NO dapat dihitung sebagai berikut:

28

21

x 24 gram = 32 gram Perbandingan massa menjadi:

Senyawa Massa Pembentuk (gram)

N O

NO 28 32

NO2 28 64

Dari perbandingan ini untuk perbandingan massa N yang sama ternyata perbandingan massa oksigennya 32 : 64 atau 1 : 2 yang merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Jadi, kedua rumus ini memenuhi Hukum Kelipatan Perbandingan.

(Skor = 20)

4. C3H8 (g) + 5 O2 (g) → 3CO2 (g) + 4 H2O(g) C3H8 (g) : O2 (g) : CO2 (g) : H2O(g) Perbandingan koefisien = 1 : 5 : 3 : 4 Perbandingan volume = 1 L : 5 L : 3 L : 4 L

2 L : 10 L : 6 L : 8 L Jadi :

a.

volum gas O2 yang diperlukan adalah 10 L

b.

volum gas CO2 yang dihasilkan adalah 6 L

c.

volum uap air yang dihasilkan adalah 8 L (Skor = 20)

5. CH4 (g) + 2 O2 (g) → CO2 (g) + 2 H2O(g) CH4 (g) : O2 (g) : CO2 (g) : H2O(g) Perbandingan koefisien = 1 : 2 : 1 : 2 Perbandingan volume = 1 L : 2 L : 1 L : 2 L

(9)

Modul Kimia Kelas X KD 3.10

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 28

Perbandingan molekul = 100.000 : 200.000 : 100.000 : 200.000 molekul molekul molekul molekul

Jadi jumlah molekul gas CO2 dan gas H2O yang dihasilkan adalah 100.000 molekul dan 200.000 molekul.

(Skor = 20)

F. Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab!

NO PERTANYAAN JAWABAN

YA TIDAK 1 Saya dapat mengidentifikasi hukum-hukum dasar kimia.

2 Saya dapat menerapkan hukum-hukum dasar kimia untuk menyelesaikan perhitungan kimia.

3 Saya dapat menginterpretasi data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia.

Catatan :

Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.

Cocokkanlah jawaban Ananda dengan Kunci Jawaban. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Ananda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 3.

Konversi tingkat penguasaan:

90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Pembelajaran 4. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 3, terutama bagian yang belum dikuasai.

(10)

LKPD : Hukum-hukum Dasar Kimia

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : X / Genap Alokasi waktu : 1 x 3 JPM

PETUNJUK UNTUK SISWA 1) Baca Tujuan Pembelajaran yang tercantum dalam LKPD

2) Dengan bimbingan guru, diskusikan materi prasyarat yang tercantum pada kolom materi Esensial.

3) Setiap siswa dalam kelompok masing-masing mengeksplorasi (mencermati dan mendiskusikan dalam kelompok) tentang model yang diberikan dalam LKPD, guru bertindak sebagai fasilitator.

4) Berdasarkan pemahaman terhadap model dan informasi serta pengalaman hidup, maka jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam topik pertanyaan kunci.

5) Siswa yang telah menemukan jawaban dari suatu pertanyaan, bertanggung jawab untuk menjelaskan jawabannya kepada teman yang belum paham dalam kelompoknya.

6) Siswa yang tidak mampu menjawab suatu pertanyaan, diharuskan membuat satu atau lebih pertanyaan dengan kalimat yang baik (kalimat sendiri, jelas dan ringkas) kepada anggota kelompok yang lain.

7) Untuk memperkuat ide-ide yang telah terbangun dan berlatih menerapkan ide-ide pada situasi yang baru, maka kerjakanlah sejumlah latihan dan soal aplikasi yang diberikan.

8) Setiap kelompok diharuskan menyampaikan kesimpulan hasil kinerja kelompoknya dan kelompok lain diminta untuk menanggapi, sedangkan guru melakukan penguatan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

(11)

KOMPETENSI DASAR DARI KI 3 KOMPETENSI DASAR DARI KI 4 3.8 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia,

konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan perhitungan kimia

4.8 Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia kuantitatif

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.8.1 Menjelaskan hukum dasar yaitu hukum

Lavoisier

3.8.2 Menjelaskan hukum dasar yaitu hukum Proust

3.8.3 Menjelaskan hukum dasar yaitu hukum Dalton

3.8.4 Menjelaskan hukum gas yaitu hukum Gay- lussac

3.8.5 Menjelaskan hukum gas yaitu hipotesis Avogadro

3.8.6 Menganalisis data hasil percobaan mengenai hukum-hukum dasar kimia

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 4.8.1. Menemukan konsep hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan

1. Peserta didik dapat menganalis data hasil percobaan menggunakan hukum kekekalan massa (Lavoisier)

2. Peserta didik dapat menyimpulkan hukum perbandingan tetap (Proust) melalui data hasil percobaan dengan benar

3. Peserta didik dapat menyimpulkan hukum kelipatan berganda (Dalton) melalui data hasil percobaan dengan benar

4. Peserta didik dapat menyimpulkan hukum perbandingan volume (Boyle Gay Lussac) melalui data hasil percobaan dengan benar

5. Peserta didik dapat menyimpulkan hipotesis Avogadro melalui informasi dan model yang diberikan dengan tepat

C. Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar dan Indikator

(12)

Materi yang akan dipelajari sesuai dengan Indikator (Hasil analisis Standar Isi)

ORIENTASI (Pengetahuan awal yang diperlukan ) Fakta Contoh Fakta :

1. Oksigen + hidrogen → air

1 gram 0,125 gram 1,125 gram 2. Massa atom relatif dilambangkan dengan Ar

Contohnya Ar H = 1

3. C-12 ditetapkan sebagai atom standar 4. Massa molekul relatif dilambangkan dengan

Mr

Contohnya Mr H2O = 18

Konsep 1. Massa atom relatif (Ar) merupakan perbandingan massa satu atom dengan massa standar.

2. Massa molekul relatif (Mr) merupakan massa molekul dengan massa standar

1. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak mengakibatkan

pembentukan zat baru.

Misalnya, bila es meleleh menjadi air atau bila pasir tergerus menjadi bubuk yang halus.

2. Perubahan kimia atau reaksi kimia adalah

peristiwa yang

menhasilkan satu zat baru. Setiap reaksi kimia ditandai dengan ciri-ciri diantaranya terbentuk endapan, terjadinya perubahan warna, perubahan suhu, atau terbentuknya gas.

Prinsip 1. Hukum kekekalan massa (hukum Lavoiser) menyatakan dalam wadah tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama 2. Hukum perbandingan tetap (Hukum Proust)

menyatakan suatu senyawa selalu terdiri atas unsur yang sama dengan perbandingan massa tetap

3. Hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton) menyatakan bila dua unsur pembentuk lebih dari satu senyawa, maka

D. Konsep-konsep Esensial

(13)

Materi yang akan dipelajari sesuai dengan Indikator (Hasil analisis Standar Isi)

ORIENTASI (Pengetahuan awal yang diperlukan ) perbandingan massa unsur kedua yang

bersenyawa dengan unsur pertama yang tertentu merupakan bilangan bulat dan sederhana

4. Hukum perbandingan volume (Hukum Gay Lussac) menyatakan pada suhu dan tekanan yang sama, maka volume gas yang terlibat dalam reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.

5. Untuk menentukan massa zat yang bereaksi dalam suatu senyawa maka diperlukan perbandingan unsur dalam senyawa.

6. Jika dua buah unsur membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka massa unsur yang satu dengan yang lainnya berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana

7. Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana

8. Pada volume yang sama gas- gas yang berbeda (pada suhu dan tekanan yang sama) mengandung jumlah partikel yang sama 9. Massa molekul relatif ditentukan oleh massa

atom-atom penyusunnya

MATERI PRASYARAT

1. Perubahan Fisika adalah perubahan yang tidak mengakibatkan pembentukan zat baru. Misalnya, es melelh menjadi cair atau bila garam digerus menjadi bubuk yang halus, tak terbentuk zat baru

2. Perubahan kimia atau reaksi kimia adalah peristiwa yang menghasilkan suatu zat baru. Setiap reaksi kimia ditandai dengan ciri-ciri diantaranya terbentuk endapan, terjadinya perubahan warna, perubahan suhu dan terbentuknya gas.

3. Untuk menggambarkan terjadinya suatu reaksi kimia, para kimiawan menggunakan cara standar melalui persamaan reaksi. Sebuah persamaan reaksi terdiri atas rumus kimia pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk) yang dihubungkan oleh tanda panah (→) disertai koefisiennya masing-masing

(14)

HUKUM KEKEKALAN MASSA (HUKUM LAVOISER)

Orientasi

Eksplorasi

2𝑁𝑎 (𝑠) + 𝐶𝑙 2(𝑔) → 2𝑁𝑎𝐶𝑙 (𝑠)

Zat pereaksi/reaktan Zat hasil reaksi/produk

Fase/wujud zat Tanda Panah dibaca

“Bereaksi menjadi Angka indeks

Koefisien reaksi Jika koefisien 1, tidak perlu

ditulis

Gambar 1. Contoh Penulisan Reaksi

Tujuan pembelajaran:

1. Peserta didik dapat menganalis data hasil percobaan menggunakan hukum kekekalan massa (Lavoisier)

1.

Kegiatan 1

(15)

Informasi

Pada tahun 1774, Antoine Laurent Lavoisier memanaskan timah dengan oksigen dalam wadah tertutup.

Dengan menimbang secara teliti, ia berhasil membuktikan bahwa dalam reaksi itu tidak tejadi perubahan massa.

Ternyata massa zat sebelum dan sesudah bereaksi dalam wadah tertutup adalah sama.

Percobaan Membuktikan Hukum Lavoisier

Alat dan bahan Alat :

No. Nama Alat Jumlah 1. Erlenmeyer 1 2. Corong kaca 1

3. Balon 3

4. Spatula logam 1 5. Gelas ukur 250

mL 1

6. Neraca

analitik/digital 1 Bahan :

No. Nama/rumus bahan Jumlah

1. Serbuk soda kue, Natrium Bikabonat, NaHCO

3

1 bungkus

2. Larutan cuka dapur, CH

3

COOH 100 mL

https://www.google.com/search?q=

lavoisier&source=lnms&tbm=isch&s a=X&ved=0ahUKEwjiyvu

(16)

Pertanyaan Pre-Lab

1. Berdasarkan bahan yang digunakan dalam percobaan ini, lengkapi tabel berikut!

Zat Wujud Warna Zat Jumlah Zat yang digunakan Serbuk NaHCO

3

,

soda kue

….. ….. …..

Larutan cuka dapur,

CH

3

COOH

….. ….. …..

2. Apa yang terjadi ketika 8,4 gram serbuk soda kue, NaHCO

3

(Ar Na=23,H=1,C=12, ) = 16) direaksikan dengan 100 mL larutan CH

3

COOH 0,01 M ? Apakah akan terbentuk zat baru?

Jawab: ………....

………..

3. Bagaimana massa zat sebelum dan sesudah bereaksi?

Jawab: ………....

………..

Prosedur kerja

1. Timbanglah Erlenmeyer kosong dan catat hasilnya, kemudian masukkan 100 mL larutan cuka dapur kedalam erlenmeyer , catat hasil timbangannya.

2. Masukkan ujung corong gelas ke dalam balon, kemudian sendoklah serbuk soda kue menggunakan spatula, masukkan ke dalam corong.

3. Timbanglah balon beserta isinya dengan neraca digital, catat hasilnya.

4. Kaitkan lubang ujung balon yang berisi sebuk soda kue pada Erlenmeyer yang berisi larutan cuka dapur, harus berhati – hati, jangan sampai soda kuenya tercampur ke dalam larutan cuka dapur, kemudian timbanglah di neraca digital, dan catat hasilnya.

5. Pertahankan posisi semua perlatan yang di timbang di Langkah 4 di atas

neraca digital , Campurkan soda kue dalam balon tadi dengan cara

mengangkat bagian balon yang berisi serbuk soda kue dan masukkan secara

(17)

perlahan ke dalam Erlenmeyer yang berisi larutan cuka dapur,tunggu sampai seleuruh soda kue bereaksi kemudian catat hasil timbangannya.

Tabel Pengamatan

No. Zat Massa sebelum

bereaksi

Massa setelah berekasi 1. Berat Erlenmeyer

kosong

……….…..g

2. Berat Erlenmeyer + 100 mL Larutan cuka dapur

………….g

3. Berat balon + 1 sendok serbuk soda kue

……….g

4. Berat Balon berisi soda kue + erlenmeyer yang berisi larutan Cuka dapur.

………g ………..g

Pertanyaan Post-Lab

1. Apakah jenis perubahan yang terjadi (perubahan kimia/perubahan fisiska)?

Jawab :………

……….

2. Apa ciri-ciri yang menandai perubahan tersebut?

Jawab :………..

……….

3. Dari percobaan antara 8,4 gram serbuk soda kue, NaHCO

3

(Ar Na=23,H=1,C=12, ) = 16) direaksikan dengan 100 mL larutan CH

3

COOH 0,01 M yang telah dilakukan didapat persamaan reaksinya :

NaHCO3 (s) + CH3COOH (aq)

CO2 (g) + H2O (l) + CH3COONa

(aq) Dari persamaan reaksi diatas, apa saja zat sebelum bereaksi?

Jawab :………..

………

4. Dari soal no. 3, tentukanlah zat yang dihasilkan setelah bereaksi?

(18)

Jawab :………..

………

5. Dari tabel pengamatan, bagaimana massa zat sebelum dan setelah bereaksi?

Jawab :………..

……….

6. Apakah percobaan diatas telah memenuhi hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier)? Jelaskan!

Jawab :………..

………

………..

(19)

Aplikasi (Latihan)

1. Tabel Data Hasil Percobaan Hukum Kekekalan Massa (Lavoiser) No Massa S

(gram)

Massa O

2

(gram)

Massa SO

2

(gram)

1 32 32 64

2 48 48 96

3 32 16 32

4 48 32 64

Berdasarkan data di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!

a. Dari tabel data di atas, data nomor berapakah yang mengikuti hukum kekekalan massa (Hukum Lavoiser)?

Jawab: ………

………

………..

b. Mengapa data tersebut mengikuti hukum kekekalan massa (Hukum Lavoiser)?

Jawab: ………

………

………..

2. Di dalam wadah tertutup, Logam magnesium sebanyak 6 gram direaksikan dengan oksigen sehingga menghasilkan 10 gram magnesium oksida. Berapakan massa oksigen yang diperlukan pada saat reaksi?

Jawab: ………

………

………..

Kesimpulan

Hukum kekekalan Massa (Hukum Lavoiser) : ………

………

………

………

………

(20)

HUKUM PERBANDINGAN TETAP (HUKUM PROUST) Orientasi

Eksplorasi Informasi

Jika Lavoiser meneliti massa zat, Joseph Louist proust (1807) mempelajari perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa. Ia mencoba menggabungkan hidrogen dan oksigen untuk membentuk air.

Reaksi antara Hidrogen dengan oksigen membentuk Air

2H

2

+ O

2

→ 2H

2

O

Model 1. Tabel Massa unsur-unsur dalam Pembentukan Senyawa Air Massa

Hidrogen (g)

Massa Oksigen

(g)

Massa Sebelum

Reaksi

Massa Air

Massa Sisa Hidrogen

(g)

Massa Sisa Oksigen

(g)

Massa setelah reaksi (g)

1 8 1+8=9 9 0 0 9+0=9

3 8 3+8=11 9 2 0 9+2=11

1 13 1+13=14 9 0 5 9+5=14

2 16 2+16=18 18 0 0 2+16=18

Tujuan pembelajaran:

2. 2. Peserta didik dapat menyimpulkan hukum perbandingan tetap (Proust) melalui data hasil percobaan dengan benar

Kegiatan 2

ttps://www.google.com/search?biw

=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1&

ei=ZCUGW27Kon3vgT16b64Cw&q

=proust&oq=proust&gs

https://www.google.com/search?bi w=1366&bih=654&tbm=isch&sa=

1&ei=qyUGW8_xFYOAvQSjZyoDA

&q=air+dalam+gelas&oq=air+dala m+gelas&gs

+

(21)

Reaksi Tembaga dengan oksigen membentuk tembaga (II) oksida

Perbandingan massa atom Cu dan O dalam molekul CuO berdasarkan tabel periodik Massa atom relatif unsur Cu= 63,5

Massa atom relatif unsur O = 16

Perbandingan massa atom relatif = 63,5 :16 = 3,96 : 1

Model 2. Tabel Perbandingan massa unsur Cu dan O berdasarkan hasil percobaan Percobaan

ke- Massa Cu (gram) sebelum pemanasan

Massa CuO (gram) Setelah

pemanasan

Massa O sebelum

pemanasan Perbandingan

1 6,42 8,04 8,04 − 6,42 = 1,62 6,42: 1,62 =3,96 ∶ 1

2 9,48 11,87 11,87 − 9,48 = 2,39 9,48: 2,39 =3,96: 1

Pembentukan Konsep ( Pertanyaan Kunci)

1. Tentukanlah unsur-unsur pembentuk Air!

Jawab : ………

………

………..

2. Dari model 1, Berapakah perbandingan massa hidrogen dengan massa oksigen dalam senyawa air (Perhatikan dari massa hidrogen dan massa oksigen yang bereaksi)?

Jawab: ………

………

………..

3. Bagaimana perbandingan massanya untuk setiap percobaan? Apakah tetap sama atau tidak?

Jawab: ………

………

………..

2Cu + O

2

→ CuO

Tembaga II Oksida

https://www.google.com/search?b iw=1366&bih=654&tbm=isch&sa

=1&ei=qiYGW4KKHov9vAT1kqG QCw&q=tembaga+I+oksida&oq

=tembaga+I+oksida&gs

+

(22)

4. Tentukan unsur-unsur pembentuk Tembaga II Oksida?

Jawab: ………

………

………..

5. Dari data percobaan pada model 2, berapakan perbandingan unsur tembaga dengan unsur oksigen pada senyawa tembaga II oksida?

Jawab: ………

………

………..

6. Bagaimana perbandingan massanya? Apakah tetap sama atau tidak?

Jawab: ………

………

………..

7. Data-data percobaan tersebut memenuhi hukum perbandingan tetap (Hukum Proust). Bagaimanakah bunyi hukum perbandingan tetap?

Jawab: ………

………

………..

8. Berdasarkan model 1 dan model 2, Apakah reaksi tersebut juga memenuhi Hukum kekekalan massa? Jelaskan!

Jawab: ………

………

………..

Aplikasi (Latihan)

1. Data eksperimen reaksi serbuk tembaga dengan belerang dalam perubahan senyawa tembaga (II) sulfida sebagai berikut!

No. Massa tembaga yang bereaksi

Massa belerang yang bereaksi

Massa tembaga (II) sulfida 1. 2,4 gram 1,2 gram 3,6 gram 2. 3,0 gram 1,5 gram 4,5 gram 3. 4,0 gram 2,0 gram 6,0 gram 4. 5,0 gram 2,5 gram 7,5 gram

Perbandingan massa tembaga dengan massa belerang pada senyawa tembaga (II) sulfida adalah?

Jawab : ………

(23)

………

………..

2. Perbandingan massa Fe:S dalam senyawa FeS adalah 7:4. Berapakah massa FeS yang terbentuk dan sisa pereaksi jika direaksikan 35 gram besi dan 16 gram belerang?

Jawab: ………

………

………..

3. Perbandingan massa karbon dan massa oksigen dalam senyawa karbon dioksida (CO

2

) adalah 3:8.

a. Berapakah gram karbon yang dapat bereaksi dengan 24 gram oksigen?

Jawab : ………

………

………..

b. Jika 6 gram karbon direaksikan dengan 12 gram oksigen, adakah unsur yang bersisa? Berapa gram karbon dioksida yang terbentuk?

Jawab: ………

………

………..

Kesimpulan

Hukum perbandingan tetap (hukum Proust) adalah………..

………

………

………

……….

(24)

HUKUM KELIPATAN BERGANDA (HUKUM DALTON) Orientasi

Eksplorasi Informasi

John Dalton tertarik mempelajari dua unsur yang dapat membentuk lebih dari satu senyawa, seperti nitrogen dengan oksigen, karbon dengan oksigen, belerang dengan oksigen, Hasil pengamatan Dalton melahirkan Hukum perbandingan berganda yang dikenal sebagai hukum Dalton.

Model 3. Tabel Perbandingan Massa Unsur Karbon dengan Massa Unsur Oksigen Tujuan pembelajaran:

3. 3. Peserta didik dapat menyimpulkan hukum kelipatan berganda (Dalton) melalui data hasil percobaan dengan benar

Karbon Monoksida Karbon Dioksida

Ilustrasi perbandingan Karbon + Oksigen

Keterangan:

= Karbon

= Oksigen

Perbandingan massa oksigen pada Karbon Monoksida : Karbon dioksida

1 : 2

Kegiatan 3

https://www.google.com/search?bi w=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1

&ei=_iYGW_aSCoPlvgT7lYoAg&q=Jo hn+Dalton&oq=John+Dalton&gs

(25)

Model 4. Tabel Perbandingan Massa Unsur Nitrogen dengan Massa Unsur Oksigen

Pembentukan Konsep (Pertanyaan Kunci)

Karbon dengan oksigen dapat membentuk senyawa karbon monoksida dan karbon dioksida

Senyawa 1 : Karbon + Oksigen → Karbon monoksida Senyawa 2 : Karbon + Oksigen → Karbon dioksida

Senyawa Karbon Oksigen Karbon : Oksigen Senyawa 1 42,8% 57,2% 1 : …..

Senyawa 2 27,3% 72,7% 1 : …..

Perbandingan Oksigen pada senyawa 1 : senyawa 2

=..….. : ….... = ….... : …....

Nitrogen dengan oksigen dapat membentuk senyawa dinitrogen oksida, nitrogen oksida, dinitrogen trioksida, dan dinitrogen tetraoksida

Senyawa Massa Nitrogen

(gram)

Massa Oksigen (gram)

Nitrogen : Oksigen N

2

O

N NO

2

O

3

N

2

O

4

28 28 14 28

16 48 16 64

7 : …..

7 : …..

7 : …..

7 : …..

Perbandingan Oksigen pada

N

2

O: NO: N

2

O

3

: N

2

O

4

=..….. : ….... : ….... : …....

(26)

1. Berdasarkan model 3, berapa senyawakah yang dapat dibentuk oleh unsur karbon dan oksigen?

Jawab: ………

………

………..

2. Berdasarkan model 3, Tentukanlah perbandingan massa unsur oksigen dalam kedua senyawa tersebut!

Jawab: CO : CO

2

.... : ....

3. Bagaimana perbandingan unsur oksigen yang didapat pada soal 2? Apakah merupakan bilangan bulat atau pecahan?

Jawab: ………

………

………..

4. Berdasarkan model 4, berapa senyawakah yang dapat dibentuk oleh unsur nitrogen dan oksigen?

Jawab: ………

………

………..

5. Berdasarkan model 4, Tentukanlah perbandingan massa unsur oksigen bila perbandingan massa unsur nitrogen dibuat tetap!

Jawab : N

2

O : NO : N

2

O

3

: N

2

O

4

.... : .... : .... : ....

6. Bagaimana perbandingan unsur oksigen yang didapat pada soal 5? Apakah merupakan bilangan bulat atau pecahan?

Jawab : ………

………

………..

7. Data-data percobaan pada model 3 dan model 4 memenuhi hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton). Bagaimanakah bunyi dari hukum perbandingan berganda?

Jawab: ………

………

………..

(27)

Aplikasi (Latihan)

1. Lengkapilah tabel berikut ini!

Senyawa Massa X (Gram) Massa Y

(Gram) Perbandingan senyawa X : senyawa Y

X

2

Y 20 12 5 : 3

XY 10

(a)

5 : 6

X

2

Y

3 (b)

36 5 : 9

X

2

Y

4

20

(c)

5 : 12

Dari tabel diatas, tentukanlah massa X dan Y dengan mengganti nilai (a), (b), dan (c)!

Jawab: ………

………

………..

2. Raksa dan klor membentuk 2 macam senyawa. Dalam senyawa pertama 0,66 gram raksa bergabung dengan 0,118 gram klor. Sedangkan dalam senyawa kedua 1,00 gram raksa bergabung dengan 0,355 gram klor. Buktikanlah bahwa perbandingan raksa dan klor dapat memenuhi hukum Dalton!

Jawab: ………

………

………..

Kesimpulan

Hukum kelipatan berganda (hukum Dalton) adalah………

………

………

………

………

………

(28)

HUKUM PERBANDINGAN VOLUME (HUKUM GAY LUSSAC)

Orientasi

Eksplorasi Informasi

Pada tahun 1808, seorang ilmuan Perancis, Joseph Gay-Lussac melakukan serangkaian percobaan untuk mengukur volume gas-gas yang terlibat dalam suatu reaksi. Gay Lussac mereaksikan berbagai gas. Percobaan-percobaan yang dilakukan adalah sebagai berikut.

Model 5. Data percobaan perbandingan volume gas yang bereaksi dengan gas hasil reaksi yang diukur pada suhu dan tekanan yang sama

Percobaan 1. Perbandingan volume gas H

2

dan O

2

untuk pembentukan H

2

O

2 L Gas Hidrogen + 1 L Gas Oksigen → 2 L Uap Air Percobaan 2. Perbandingan volume gas H

2

dan N

2

untuk pembentukan NH

3

3 L Gas Hidrogen + 1 L Gas Nitrogen → 2 L Gas Amonia Tujuan pembelajaran:

4. 4. Peserta didik dapat menyimpulkan hukum perbandingan volume (Boyle Gay Lussac) melalui data hasil percobaan dengan benar

Kegiatan 4

https://www.google.com/search

?biw=1366&bih=654&tbm=isch

&sa=1&ei=OCcGW83YBIvLvgT5j KvYCQ&q=Gay+Lussac&oq=Gay+

Lussac&gs

(29)

Percobaan 3. Perbandingan volume gas H

2

dan Cl

2

untuk pembentukan HCl

1 L Gas Hidrogen + 1 L Gas Klorin → 2 L Gas Hidrogen Klorida Model 6. Persamaan reaksi setara untuk beberapa reaksi

Pembentukan Konsep (Pertanyaan Kunci)

1. Berdasarkan model 5, Zat apa sajakah yang terlibat sebelum bereaksi pada percobaan 1,2, dan 3?

Jawab :

Percobaan 1 : ………

Percobaan 2: ……….

Percobaan 3: ………..

2. Berdasarkan model 5, Zat apa sajakah yang dihasilkan setelah bereaksi pada percobaan 1,2, dan 3?

Jawab :

Percobaan 1 : ………

Percobaan 2: ……….

Percobaan 3: ………..

a. Persamaan reaksi gas Hidrogen dengan gas oksigen 2H

2(g)

+ O

2(g)

→ 2H

2

O

(g)

b. Persamaan reaksi gas Nitrogen dengan gas Hidrogen 3H

2(g)

+ N

2(g) → 2NH3(g)

c. Persamaan reaksi gas Hidrogen dengan gas Klor

H

2(g)

+ Cl

2(g)

→ 2HCl

(g)

(30)

3. Berdasarkan model 5, tentukanlah perbandingan volume pada percobaan 1, 2 dan 3! Apakah merupakan bilangan bulat sederhana atau pecahan?

Jawab : ……….

………...

………

4. Berdasarkan model 5 percobaan 1, bandingkan perbandingan volume dengan perbandingan koefisien yang terdapat pada model 8a! Apakah sama atau tidak?

Jawab : ……….

………...

………

5. Berdasarkan model 5 percobaan 2, bandingakan dengan perbandingan koefisien yang terdapat pada model 6b! Apakah sama atau tidak?

Jawab : ……….

………...

………

6. Berdasarkan model 5 percobaan 3, bandingakan dengan perbandingan koefisien yang terdapat pada model 6! Apakah sama atau tidak?

Jawab : ……….

………...

………

7. Data-data percobaan pada model 5 memenuhi hukum perbandingan volume (Hukum Gay Lussac). Bagaimanakah bunyi dari hukum perbandingan volume?

Jawab : ……….

………...

………

(31)

Aplikasi (Latihan)

Untuk memperdalam pemahaman tentang hukum Gay-Lussac, kerjakanlah latihan soal di bawah ini!

1. Diketahui data reaksi gas amonia berikut 2NH

3(g)

→ N

2(g)

+ 3H

2(g)

1,0 liter 0,5 liter 1,5 liter

a. Berapa perbandingan volum gas-gas dalam reaksi tersebut?

Jawab : ………

………

b. Hitung volum gas amonia yang dibutuhkan untuk menghasilkan 10,0 liter gas nitrogen

Jawab : ………

………

c. Apakah reaksi diatas mengikuti hukum Gay-Lussac? Mengapa?

Jawab : ………

………

Kesimpulan

1. Hukum perbandingan Volume (hukum Gay Lussac) adalah ...

...

...

2. Hubungannya dengan koefisien reaksi adalah...

………

………

………

(32)

HIPOTESIS AVOGADRO Orientasi

Eksplorasi Informasi

Pada tahun 1811, Amando Avogadro berpendapat bahwa unsur-unsur itu tidak harus merupakan atom-atom bebas tetapi dapat berupa gabungan dari atom-atom yang membentuk molekul. Atas dasar ini, Avogadro mengembangkan hipotesis yang diajukan Dalton gay Lussac.

MODEL 7 Reaksi pembentukan 2 Liter Gas Amonia (NH3

(g)

) dari 3 liter gas hidrogen (H

2

) dan 1 liter gas Nitrogen (N

2(g)

) pada volume dan tekanan yang sama.

3 L gas Hidrogen + 1 L gas Nitrogen → 2 L gas Amonia

3H

2(g)

+ N

2(g)

→ 2 NH

3(g)

Tujuan pembelajaran:

5. 5. Peserta didik dapat menyimpulkan hipotesis Avogadro melalui informasi dan model yang diberikan dengan tepat

Kegiatan 5

https://www.google.com/search

?biw=1366&bih=654&tbm=isc h&sa=1&ei=jycGW8ypGsnxvgT m2qOQDg&q=avogadro&oq=

avogadro&gs

(33)

MODEL 8 Reaksi pembentukan 4 Liter Uap air (H

2

O

(g)

) dari 2 liter gas hidrogen (H

2

) dan 1 liter gas oksigen (O

2(g)

) pada volume dan tekanan yang sama.

2 L gas Hidrogen + 1 L gas Oksigen → 2 L Uap Air

2H

2(g)

+ O

2(g)

→ 2 H

2

O

(g)

Pembentukan Konsep (Pertanyaan Kunci)

1. Apa sajakah molekul yang terdapat pada model 7?

Jawab: ……….

………..

2. Berdasarkan model 7, apakah jumlah atom pada molekul unsur gas pada saat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama? Ya atau tidak? Tuliskan!

Atom Jumlah Sebelum reaksi Jumlah Sesudah reaksi H

N

3. Apa sajakah molekul yang terdapat pada model 8?

Jawab: ……….

………..

4. Berdasarkan model 8, apakah jumlah atom pada molekul unsur gas pada saat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama? Ya atau tidak? Tuliskan!

Atom Sebelum reaksi Sesudah reaksi H

O

5. Jadi, apakah gas yang bervolume sama, mengandung jumlah molekul yang sama?

Jawab: ……….

………..

6. Model 7 dan 8 adalah gambaran yang benar dari hipotesis Avogadro. Apa itu

Hipotesis Avogadro?

(34)

Jawab: ……….

………..

Aplikasi (Latihan)

Untuk memperdalam pemahaman tentang hukum Avogadro, kerjakanlah latihan soal di bawah ini!

1. Pada suhu dan tekanan tertentu, setiap 1 liter gas nitrogen akan tepat habis bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen membentuk 2 liter gas ammonia. Tentukan rumus molekul amonia . . . .

Jawab: ……….

………..

2. Pada suhu dan tekanan yang sama volume n atom gas helium adalah 2L.

berapakah jumlah gas nitrogen yang menempati ruang 3L?

Jawab: ……….

………..

Kesimpulan

Dalam hukum Avogadro pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang memiliki volume yang sama maka...

………

………

………

………

(35)

DAFTAR PUSTAKA

Brady, James E. 2000. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta : Bina Rupa Aksara

Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia Untuk Kelas X SMA. Bandung :

Grafindo

Syukri.1999. Kimia Dasar I. Bandung : ITB

https://www.google.com/search?q=lavoisier&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved

=0ahUKEwjiyvuqJ3bAhXLvo8KHdjDBeYQ_AUICigB&biw=1366&bih=654#imgrc

=7ENMOxDIhE01_M:

https://www.google.com/search?biw=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1&ei=ZCUGW- 27Kon3vgT16b64Cw&q=proust&oq=proust&gs_l=img.3..0l2j0i30k1l8.62770.66979.0.67 335.8.6.1.1.1.0.194.614.4j2.6.0....0...1c..64.img..0.8.656...0i67k1j0i10i24k1.0.F4FTQAfF6Ks

#imgrc=lKpX1nxk5Z5bhM:

https://www.google.com/search?biw=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1&ei=qyUGW8_xFY OAvQSjZyoDA&q=air+dalam+gelas&oq=air+dalam+gelas&gs_l=img.3..0l4j0i5i30k1l6.24 8168.253635.0.253793.15.13.0.2.2.0.85.871.13.13.0....0...1c.1.64.img..0.15.888...0i67k1.0.

DUailPoacCU#imgrc=udXxC2SpfPpRjM:

https://www.google.com/search?biw=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1&ei=qiYGW4KKHo v9vAT1kqGQCw&q=tembaga+I+oksida&oq=tembaga+I+oksida&gs_l=img.3..0i24k1.730 98.80984.0.82440.16.11.0.5.5.0.120.979.8j3.11.0....0...1c.1.64.img..0.16.1036...0j0i67k1j0i1 0k1j0i30k1j0i10i24k1.0.bpeqy6cHyjQ#imgrc=VbC9VkHIJXWNWM:

https://www.google.com/search?biw=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1&ei=_iYGW_aSCoP lvgT7lYoAg&q=John+Dalton&oq=John+Dalton&gs_l=img.3..0l2j0i30k1l8.53413.56082.

0.56418.11.9.0.2.2.0.175.757.8j1.9.0....0...1c.1.64.img..0.11.797....0.wAz6JV_Ktks#imgrc=Z cEG9kURTrVpkM:

https://www.google.com/search?biw=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1&ei=OCcGW83YBI vLvgT5jKvYCQ&q=Gay+Lussac&oq=Gay+Lussac&gs_l=img.3..0j0i30k1l6j0i5i30k1j0i24k1l 2.83007.85718.0.86085.10.10.0.0.0.0.118.800.9j1.10.0....0...1c..64.img..0.10.790...0i67k1.

0.48GYrHxOdh4#imgrc=T2PCtV6pFv7EgM:

https://www.google.com/search?biw=1366&bih=654&tbm=isch&sa=1&ei=jycGW8ypGsn xvgTm2qOQDg&q=avogadro&oq=avogadro&gs_l=img.3..0j0i67k1j0j0i30k1l7.18757.217 30.0.22072.8.7.0.1.1.0.82.527.7.7.0....0...1c.1.64.img..0.8.540...0i10k1.0.w453kRtdv8I#im grc=Re4K0RcJp7T-gM:

(36)

Penilaian Harian 1 Hukum Dasar Ilmu Kimia

Nama : …..

Kelas : ……..

Hari / Tgl : ………2022

No Soal Penyelesaian

(37)
(38)
(39)
(40)
(41)

Gambar

Tabel 2. Reaksi antara Nitrogen dan Oksigen
Gambar 1. Contoh Penulisan Reaksi
Tabel Pengamatan
Model 1. Tabel Massa unsur-unsur dalam Pembentukan Senyawa Air  Massa  Hidrogen  (g)  Massa  Oksigen (g)  Massa  Sebelum Reaksi  Massa Air  Massa Sisa  Hidrogen  (g)  Massa Sisa  Oksigen (g)  Massa  setelah  reaksi (g)  1  8  1+8=9  9  0  0  9+0=9  3  8  3
+4

Referensi

Dokumen terkait

jika dikaitkan dengan hukum kekekalan massa yaitu walaupun massa sebelum dan sesudah pemanasan Mg berbeda namun perbandingan massa Mg tetap sama atau

Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Antoine laurent lavoisier (1743-1794) mengemukakan hukum kekekalan massa atau yang disebut juga hukum lavoisier yang

Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan

Siswa diminta mengamati tayangan video atau animasi tentang konsep hukum Perbandingan Tetap (Proust) dan Hukum Perbandingan Berganda (Dalton), sehingga

Dengan bukti dari percobaan ini Lavoisier merumuskan suatu hukum dasar kimia yaitu Hukum Kekekalan Massa yang menyatakan bahwa jumlah massa zat sebelum dan sesudah rekasi

Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari nama kimiawan Perancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri

Hukum Perbandingan Berganda dikemukakan oleh John Dalton 1766- 17844 Menyatakan bahwa “Jika dua unsur dapat membentuk satua atau lebih senyawa, maka perbandingan massa dari unsur yang