viii
ABSTRACT
This research aims to examine the effect of tax avoidance on firm value with leverage and ROA as control variables in the manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange 2011-2013. Samples were taken by purposive sampling method, with the following criteria: (1) companies were listed on Indonesia Stock Exchange during periode 2011 until 2013, (2) financial statement ended 31 December and audited, (3) the companies have a profit during year, (4) there is no compensation for the previous tax year, (5)they used rupiah as reporting currency. Data was analyzed by multiple regression analysis. The results showed that tax avoidance has positive effect on firm value.
ix
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan dengan leverage dan ROA sebagai variabel kontrol pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria: (1) perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011 sampai tahun 2013, (2) laporan keuangan perusahaan memiliki akhir tahun fiskal 31 Desember dan telah diaudit, (3) perusahaan tidak mengalami kerugian pada tahun terkait, (4) tidak terdapat kompensasi pajak tahun sebelumnya, (5) mata uang pelaporan dinyatakan dalam satuan rupiah.Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tax avoidance berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
x
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...
i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRACT ... viii
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ...
11.1. Latar Belakang
...
11.2. Rumusan Masalah
...
51.3. Tujuan Penelitian
...
5xi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...
72.1. Tinjauan Pustaka
...
72.1.1. Definisi Pajak
...
72.1.2. Sistem Pemungutan Pajak
...
112.1.3. Fungsi Pajak
...
142.1.4. Tax Planning ... 15
2.1.5. Tax Avoidance ... 18
2.1.6. Nilai Perusahaan
...
252.2. Penelitian Terdahulu
...
282.3. Rerangka Pemikiran
...
292.4. Hipotesis Penelitian
...
32BAB III METODE PENELITIAN ...
333.1. Populasi dan Sampel
...
333.2. Jenis Penelitian
...
333.3. Definisi Operasional Variabel
...
343.4. Jenis dan Sumber Data
...
373.5. Teknik Pengujian Data
...
383.5.1. Uji Normalitas
...
383.5.2. Uji Multikolinearitas
...
393.5.3. Uji Autokorelasi
...
403.5.4. Uji Heteroskedastisitas
...
40xii
3.6.1. Teknik Analisis Regresi Berganda
...
413.6.2. Uji Goodness of Fit(Uji Fit Model)
...
423.6.3. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
...
423.6.4. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
...
433.6.5. Uji Koefisien Determinasi (R2)
...
44BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...
454.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
...
454.2. Hasil Pengujian Data
...
464.2.1. Uji Normalitas
...
464.2.2. Uji Multikolinearitas
...
474.2.3. Uji Autokorelasi
...
474.2.4. Uji Heteroskedastisitas
...
484.3. Hasil Analisis Data
...
494.3.1. Teknik Analisis Regresi Berganda
...
494.3.2. Uji Goodness of Fit(Uji Fit Model)
...
514.3.3. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
...
514.3.4. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
...
524.3.5. Uji Koefisien Determinasi (R2)
...
52xiii
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ...
575.1. Simpulan
...
575.2. Keterbatasan
...
575.3. Saran
...
575.3.1. Saran Terkait Hasil Penelitian
...
575.3.2. Saran Untuk Investor
...
585.3.2. Saran Untuk Perusahaan
...
58DAFTAR PUSTAKA ...
60LAMPIRAN ...
63xiv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
xv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Daftar Penelitian Terdahulu
...
28xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran A Perusahaan Sampel ... 63
Lampiran B Tax Avoidance Perusahaan Sampel ... 64
Lampiran C Leverage Perusahaan Sampel ... 65
Lampiran D ROA Perusahaan Sampel ... 66
Lampiran E Nilai Perusahaan Sampel ... 67
Lampiran F Uji Normalitas ... 68
Lampiran G Uji Mulkolinearitas ... 69
Lampiran H Uji Autokorelasi ... 70
Lampiran I Uji Heteroskedastisitas ... 71
Lampiran J Uji Goodness of Fit (Uji Fit Model) ... 72
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pajak menurut Ilyas et al. (2002) adalah salah satu sumber penerimaan kas negara
yang digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara dalam
menjalankan pemerintahan, termasuk untuk membiayai pembangunan nasional untuk
sebuah kemajuan bangsa Indonesia. Bagi Indonesia, penerimaan pajak sangat besar
peranannya untuk mengamankan anggaran negara dalam Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN). Definisi pajak menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, S.H
dalam Resmi (2013) merupakan iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan
undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik
(kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan, dan yang digunakan untuk
membayar pengeluaran umum. Definisi tersebut kemudian disempurnakan menjadi
peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai
pengeluaran rutin dan “surplus”-nya digunakan untuk public saving yang merupakan
sumber utama untuk membiayai public investment. Dengan demikian sangat
diharapkan wajib pajak dapat mematuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan
peraturan perpajakan yang berlaku.
Kepatuhan wajib pajak merupakan faktor penting dalam merealisasikan target
penerimaan pajak. Kepatuhan wajib pajak menurut Norman D. Nowak dalam Zain
(2008) memiliki pengertian yaitu suatu iklim kepatuhan dan kesadaran pemenuhan
Bab I Pendahuluan 2
berusaha untuk memahami semua ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan, mengisi formulir pajak dengan lengkap dan jelas, menghitung jumlah
pajak yang terutang dengan benar, dan membayar pajak yang terutang tepat pada
waktunya. Kepatuhan wajib pajak merupakan syarat agar penerimaan pajak negara
meningkat. Jadi, semakin patuh wajib pajak melaporkan dan melunasi kewajiban
perpajakannya maka penerimaan pajak pada suatu negara akan semakin meningkat
dan begitu pula sebaliknya.
Kepatuhan pajak merupakan fenomena yang sangat kompleks yang dilihat
dari banyak perspektif. Di Negara Indonesia, tingkat kepatuhan wajib pajak masih
tergolong sangat rendah. Hal tersebut dinyatakan oleh Budi (2013) bahwa untuk
wajib pajak orang pribadi hanya sekitar 25 juta saja yang telah membayar pajak dari
sekitar 60 juta masyarakat yang seharusnya membayar, sedangkan untuk wajib pajak
badan sekitar 520 wajib pajak yang membayar pajak dari sekitar 5 juta badan usaha
yang memiliki laba. Menurut Feld dan Frey (2007), rendahnya kepatuhan wajib
pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan dikarenakan tidak adanya insentif
langsung dari negara. Pajak yang telah dibayar tidak sebanding dengan manfaat yang
dirasakan masyarakat. Masyarakat akan membayar pajak dari penghasilan yang
diterimanya apabila mereka merasakan pelayanan publik sebanding dengan
pembayaran pajaknya, adanya perlakuan yang adil dari pemerintah serta proses
hukum yang jelas dari pemerintah. Selain itu, masyarakat seperti khususnya para
pengusaha suatu perusahaan atau wajib pajak badan yang memiliki tujuan dalam
optimalisasi laba menganggap aspek perpajakan sebagai faktor yang harus
dipertimbangkan perusahaan karena pajak merupakan beban di luar operasi
Bab I Pendahuluan 3
mengatasi hal tersebut, suatu perusahaan akan membuat perencanaan pajak (tax
planning) agar beban pajak perusahaan dapat diminimalisasi.
Menurut Darussalam dan Septriadi (2009) yang dimaksud dengan tax
planning adalah upaya wajib pajak untuk meminimalkan pajak yang terhutang
melalui skema yang sudah jelas diatur dalam peraturan undang–undang perpajakan
dan tidak menimbulkan dispute antara Wajib Pajak dan Otoritas Pajak. Tax planning
memiliki rangkaian aktivitas yaitu tax avoidance yang merupakan pengurang jumlah
pajak eksplisit (Hanlon dan Heitzman, 2010). Tax avoidance yang dilakukan ini
dikatakan tidak bertentangan dengan peraturan undang-undang perpajakan karena
dianggap praktik yang berhubungan dengan tax avoidance ini lebih memanfaatkan
celah-celah dalam undang-undang perpajakan tersebut yang akan mempengaruhi
penerimaan negara dari sektor pajak (Mangoting, 1999). Salah satu cara
memanfaatkan celah undang-undang perpajakan adalah dengan memanfaatkan biaya
yang dapat menjadi pengurang, seperti biaya administrasi, biaya bunga, biaya
pembelian bahan, dan lainnya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun
2008 tentang Pajak Penghasilan. Maka dari itu, perusahaan yang melakukan tax
planning dengan cara tax avoidance diperbolehkan dan bukan merupakan
pelanggaran di dalam perpajakan.
Tax avoidance mempengaruhi suatu nilai perusahaan jika dilihat dari
agresivitas pajak perusahaan tersebut. Para investor akan mempertimbangkan
kegiatan agresivitas pajak perusahaan untuk menanamkan sahamnya di perusahaan
tersebut. Semakin tinggi agresivitas pajak suatu perusahaan maka kepercayaan
investor akan menurun dan saham yang ditanamkan dalam perusahaan akan
Bab I Pendahuluan 4
Suatu perusahaan dikatakan mempunyai nilai yang baik jika memiliki kinerja
perusahaan yang baik. Jika nilai sahamnya tinggi bisa dikatakan bahwa nilai
perusahaannya juga baik. Nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya
kemakmuran pemegang saham (Husnan dan Pudjiastuti, 2007). Nilai perusahaan
merupakan nilai pasar dari suatu ekuitas perusahaan ditambah nilai pasar hutang.
Dengan demikan, penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang
perusahaan dapat mencerminkan nilai perusahaan. Berdasarkan penelitian terdahulu,
ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan, diantaranya
keputusan pendanaan (leverage), kebijakan deviden, keputusan investasi,
pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan.
Penelitian yang dilakukan oleh Desai dan Dharmapala (2009) membuktikan
adanya kepemilikan institusional yang mempengaruhi hubungan tax avoidance
dengan nilai perusahaan melalui pengujian cross sectional. Dari penelitian tersebut
dikatakan semakin kuatnya kepemilikan institusional suatu perusahaan, maka
pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan akan semakin kuat. Hasil
penelitian dari Desai dan Dharmapala (2009) yaitu tax avoidance berpengaruh
negatif terhadap nilai perusahaan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh
Chasbiandani dan Martani (2012) yang menyatakan adanya pengaruh positif tax
avoidance terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis
bermaksud untuk menguji pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan pada
Bab I Pendahuluan 5
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian, maka rumusan masalah yang dapat
diidentifikasikan oleh peneliti adalah apakah tax avoidance memiliki pengaruh
terhadap nilai perusahaan ?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang serta rumusan masalah di atas, maka tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empirik mengenai pengaruh tax
avoidance terhadap nilai perusahaan.
1.4 Kontribusi Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat:
1. Bagi Pemerintah
Membantu pemerintah dalam memberikan informasi apakah penghindaran
pajak (tax avoidance) yang dilakukan perusahaan manufaktur di Indonesia
telah dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Informasi tersebut
diharapkan dapat berguna bagi pemerintah untuk memperketat kebijakan
undang-undang perpajakan jika terjadi pelanggaran.
2. Bagi Perusahaan
Memberikan informasi bagi perusahaan apakah penghindaran pajak (tax
avoidance) dapat memberikan manfaat yaitu membuat nilai perusahaan
menjadi lebih baik atau sebaliknya.
Bab I Pendahuluan 6
Memberikan masukan kepada para investor untuk mempertimbangkan dana
yang akan diinvestasikannya. Sebelum menginvestasikan sahamnya, investor
akan melihat apakah tax avoidance yang dilakukan perusahaan akan
57
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah tax avoidance berpengaruh terhadap
nilai perusahaan dengan leverage dan ROA sebagai variabel kontrol. Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tax avoidance
berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
5.2. Keterbatasan
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini tidak dapat mewakili seluruh perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia, karena sampel yang digunakan dalam penelitian ini
hanya perusahaan manufaktur saja.
2. Tidak semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
yang digunakan menjadi sampel, dikarenakan terdapat beberapa sampel
perusahaan yang tidak memenuhi kriteria dan memberikan informasi yang
dibutuhkan.
3. Periode pengamatan belum maksimal, yaitu hanya tiga tahun saja.
5.3. Saran
5.3.1. Saran Terkait Hasil Penelitian
Bab V Simpulan dan Saran 58
1. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan
menggunakan sampel yang tidak terbatas pada perusahaan manufaktur di
Bursa Efek Indonesia saja tetapi seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia agar dapat memperkuat hasil penelitian.
2. Jumlah sampel yang digunakan tidak hanya tiga tahun, tetapi lebih dari tiga
tahun.
5.3.2 Saran Untuk Investor
Beberapa saran untuk investor diantaranya sebagai berikut:
1. Investor diharapkan dapat dengan bijaksana menggunakan dana atau saham
yang akan diinvestasikannya dengan melihat agresivitas pajak yang dilakukan
dalam perusahaan tersebut.
2. Investor diharapkan dapat melihat risiko dan peluang dengan cermat
berhubungan dengan investasi yang akan ditanamkan di perusahaan tersebut
untuk meminimalisasi kerugian dan memaksimalkan keuntungan bagi
investor.
3. Investor diharapkan dapat memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan
dengan teliti untuk menghindari penyimpangan yang akan berdampak rugi
atas saham yang diinvestasikan oleh investor tersebut.
5.3.3. Saran Untuk Perusahaan
Bab V Simpulan dan Saran 59
1. Perusahaan diharapkan tidak menyalahgunakan tindakan tax avoidance untuk
tujuan yang menyimpang sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada
investor untuk menanamkan sahamnya di perusahaan tersebut.
2. Perusahaan diharapkan dapat menjunjung tinggi transparansi dalam
menyajikan laporan keuangannya sehingga investor dapat merasa yakin untuk
60
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno dan Trisnawati, Estralita. (2013). Akuntansi Perpajakan. Edisi 3. Salemba Empat. Jakarta.
Budi, Chandra. (2013). Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Masih Rendah. Diakses pada 10 September 2014 dari http://www.pikiran-rakyat.com/node/242947.
Chasbiandani, Tryas dan Martani, Dwi. (2012). Pengaruh Tax Avoidance Jangka Panjang Terhadap Nilai Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi XV. Banjarmasin.
Christiawan, Jogi Julius dan Tarigan, Josua. (2007). Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi
Keuangan, 9(1), 1-8.
Darsono dan Ashari. (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Andi. Yogyakarta.
Darussalam dan Septriadi, Danny. (2009). Tax avoidance, tax planning, tax evasion, and anti avoidance rule. Diakses pada 23 September 2014 dari http://www/ortax.org/ortax/?mod=issue&page=show&id=36&q=&hlm=2.
Desai dan Dharmapala. (2009). Corporate tax avoidance and firm value. The Review
of Economics and Statistics, 91(3), 537 – 546.
Dyreng, S., M. Hanlon, and E. Maydew. (2008). Long Run Corporate Tax Avoidance. The Accounting Review, 83(1), 61-82.
Feld, Lars P. and Frey, Bruno S. (2006). Tax Compliance as The Result of a Psychological Tax Contract: The Role of Incentives and Responsive Regulations. National Tax Journal Law & Policy, 29(1), 102-120.
Ghozali, Imam. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro. Semarang.
Gitosudarmo, Indriyo. (2002). Manajemen Keuangan. Edisi Kempat. BPFE. Yogyakarta.
Hanlon, Michelle and Heitzman, Shane. (2010). A review of tax research. Journal of
Accounting and Economics, 50(2-3), 127 – 178.
61
Hartono, Jogiyanto. (2013). Metode Penelitian Bisnis Salah Kaprah dan
Pengalaman-Pengalaman. BPFE. Jakarta.
Herawaty, Vinola. (2008). Peran Praktek Corporate Governance Sebagai Moderating Variable dari Pengaruh Earnings Management Terhadap Nilai Perusahaan.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10(2), 97-108.
Husnan, Suad dan Pudjiastuti, Enny. (2007). Manajemen Keuangan. Edisi 5. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.
Horne, James C. Van dan Wachowicz, John M. (2005). Prinsip-prinsip Manajemen
Keuangan. Edisi 12. Salemba Empat. Jakarta
Ilyas, Waluyo, Wirawan. (2002). Perpajakan Indonesia. Edisi 1. Salemba Empat. Jakarta.
Keown, Arthur J. (2004). Manajemen Keuangan, Prinsip-prinsip dan Aplikasi. Edisi 9. Indeks. Jakarta
Mangoting, Yenni. (1999). Tax Planning: Sebuah Pengantar Sebagai Alternatif Meminimalkan Pajak. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 1(1), 43-53.
Mardiyanto, Handono. (2009). Intisari Manajemen Keuangan. Edisi 1. Grasindo. Jakarta.
Meliala, Tulis Sembiring dan Oetomo, Francisca Widianti. (2010). Perpajakan dan
Akuntansi Pajak. Edisi 6. Semesta Media. Jakarta.
Naimah, Zahroh dan Utama, Siddharta. (2006). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan, dan Profitabilitas Perusahaan Terhadap Koefisien Respon Laba dan Koefisien Respon Nilai Buku Ekuitas: Studi Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi IX.
Padang.
Pohan, Chairil Anwar. (2013). Manajemen Perpajakan Strategi Perencanaan Pajak
dan Bisnis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Resmi, Siti. (2013). Perpajakan Teori dan Kasus. Jilid 1. Edisi 7. Salemba Empat. Jakarta.
Riyanto, Bambang. (2008). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Penerbit GPFE. Yogyakarta.
Salvatore, Dominick. (2005). Managerial Economics. Fifth Edition. Thomson Learning. Singapore.
62
Sawir, Agnes. (2004). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan
Perusahaan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Suandy, Erly. (2008). Perencanaan Perpajakan. Salemba Empat. Jakarta.
Suliyanto. (2006). Metode Riset Bisnis. Andi. Yogyakarta.
Sujoko dan Soebiantoro, Ugy. (2007). Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham, Leverage, Faktor Intern dan Faktor Ekstern terhadap Nilai Perusahan. Jurnal
Manajemen dan Kewirausahan, 9(1), 41-48.
Suranta, Eddy dan Merdistusi, Pratana P. (2004). Income Smoothing, Tobin’s Q, Agency Problems dan Kinerja Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi
VII. Bali.
Undang-Undang No. 16 tahun 2009 Tentang Penetapan Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Menjadi Undang-Undang.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara.
Undang No. 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan.
Waluyo. (2013). Perpajakan Indonesia. Edisi 11. Salemba Empat. Jakarta.
Wild, John, K.R. Subramanyam, dan Robert F. Halsey. (2005). Analisis Laporan
Keuangan. Edisi 8. Jilid 1. Salemba Empat. Jakarta.
www.fiskal.depkeu.go.id diakses pada tanggal 10 Oktober 2014.
www.idx.co.id Diakses pada 7 September 2014