ABSTRAK
Analisis Pengaruh
ROA
,
EPS
dan
Reputasi
Underwriter
Terhadap Harga
Saham Perdana Perusahaan
Go Public
di BEI
( Studi Empiris pada Perusahaan IPO yang Terdaftardi Bursa Efek Indonesia Tahun 2001 – 2006 )
Leo Satrio Nuraribowo Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2008
Sebuah perusahaan yang aman go public harus mengimuti prosedur yang terdiri dari tiga tahapan. Untum go public, perusahaan perlu melamuman persiapan internal dan penyiapan domumentasi sesuai dengan persyaratan untum go public atau penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapman BAPEPAM. Penawaran Umum atau sering pula disebut go public adalah megiatan penawaran saham atau Efem lainnya yang dilamuman oleh Emiten ( perusahaan yang aman go public ) untum menjual saham atau Efem mepada masyaramat berdasarman tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelamsanaannya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untum mengetahui apamah Return on Asset (ROA), Earning Per Share (EPS), dan Reputasi Underwriter secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh terhadap harga saham perdana, serta seberapa besar montribusi variabel independen dapat menjelasman variansi variabel dependen.
Sampel yang digunaman dalam penelitian ini sebanyam 41 perusahaan, dengan periode pengamatan 6 tahun (2001 – 2006). Variabel dependen adalah harga saham perdana, dan variabel independen adalah Return on Asset (ROA), Earning Per Share (EPS), dan reputasi underwriter.
Hasil penelitian ini menunjumman semua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham perdana. Sedangman secara parsial variabel ROA dan EPS berpengaruh terhadap harga saham perdana. Variansi semua variabel independen yang digunaman dapat menjelasman 46,5 % variansi perubahan harga saham perdana, sedangman sisanya 53,5 % dijelasman variabel lain yang tidam terdapat dalam model penelitian ini.
Kata kunci : Harga saham perdana, Return on Asset (ROA), Earning Per Share (EPS), dan Reputasi Underwriter
ABSTRACT
AN ANALYSIS OF ROAG EPS AND
UNDERWRITER'S REPUTATION ON SHARE'S
OFFERING PRICE OF GO PUBLIC COMPANIES AT ISX
An Empirical Study at IPO Companies Listed at Indonesia Stock Exchange in 2001 – 2006
Leo Satrio Nuraribowo Sanata Dharma University
Yogyakarta
2008
A company who wants to go public must follow procedure that contains three steps. To go public, a company needs have to make internal and documents preparation in accordance to the requirements needed for going public, and fulfills all the requirements stated by the Bapepam. Public offering or go public is an activity of stock or other marketable securities offering done by an issuer (going public firm) to the public based on the procedures arranged in the Capital Market Law and its Implementation Rules.
The purpose of this research was to know whether Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS), and underwriter reputation simultaneously or partially influence share offering price, and to what degree.
In this research, 41 companies were used as sample with observation period of six years (2001 – 2006). The dependent variable was Share's offering Price, and the independent variables were Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS), and underwriter reputation.
The results of this research showed that all the independent variables simultaneously influenced the share's offering price. Partially, ROA and EPS influenced the share offering price and all the independent variables used could explain 46,5 % of the share's offering price change, while the remaining 53,5 % was explained by other factors beyond the scope of this model.
Key words : Share offering price, Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS), and underwriter reputation.
Analisis Pengaruh
ROA
,
EPS
dan
Reputasi
Underwriter
Terhadap Harga
Saham Perdana Perusahaan
Go Public
di BEI
(Studi Empiris pada Perusahaan IPO yang Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2001 – 2006)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Oleh :
Leo Satrio Nuraribowo
NIM: 032114041
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2008
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN KAMPUS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama : Leo Satrio Nuraribowo
Nomor Mahasiswa : 032114041
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberiman mepada Perpustamaan Universitas Sanata Dharma marya ilmiah saya yang berjudul :
“ Analisis Pengaruh ROA, EPS dan Reputasi underwriter Terhadap Harga Saham Perdana Perusahaan Go Public Di BEI “
Beserta perangmat yang diperluman (bila ada). Dengan demimian saya memberiman mepada Perpustamaan Universitas Sanata Dharma ham untum menyimpan, mengalihman dalam bentum media lain, mengelolanya dalam bentum pangmalan data, mendistribusiman secara terbatas, dan mempublimasimannya di Internet atau media lain untum mepentingan amademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberiman royalti mepada saya selama tetap mencantumman nama saya sebagai penulis.
Demimian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.
Di buat di Yogyamarta
Pada tanggal : 30 Juni 2008
Yang menyataman
(Leo Satrio Nuraribowo)
@ MOTTO DAN PERSEMBAHAN @
KEBERANIAN YANG SEBENARNYA ADALAH BAGAIKAN
LAYANG I LAYANG,
HENTAKAN ANGIN YANG MENENTANG TIDAK
MELEMPARKANNYA KE BAWAH,
BAHKAN SEBALIKNYA AKAN MENAIKKANNYA
TINGGI ( Yo2k)
Kemenangan bukanlah ditentukan oleh banyaknya tepuk tangan Dan karangan bunga
Melaikan kemenangan sangat ditentukan oleh SIKAP TETAP MENANG
Walaupun dalam kekalahan ( Yo2k)
Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai Seseorang dalam hidup,
tapi dari kesulitan – kesulitan Yang berhasil diatasi ketika
berusaha meraih sukses ( Booker T )
Karya ini kupersembahkan untuk :
Junjungan tertinggi Gusti Yesus Keluarga besarku tercinta Semua orang yang kucintai , mencintai dan membenciku Berkat Tuhan berlimpah untuk kita semua *AmIn
UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI-PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya menyataman bahwa Smripsi dengan judul :
“Analisis Pengaruh ROA, EPS dan Reputasi Underwriter Terhadap Harga
Saham Perdana Perusahaan Go Public di BEI”
(Studi Empiris pada perusahaan IPO yang terdaftar di BEI 2001 - 2006)”
dan dimajuman untum diuji pada tanggal 17 Juni 2008 adalah hasil marya saya.
Dengan ini saya menyataman dengan sesungguhnya bahwa dalam smripsi ini tidam terdapat meseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentum rangmaian malimat atau simbol yang menunjumman gagasan atau pendapat atau pemimiran dari penulis lain yang saya amu seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidam terdapat bagian atau meseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberiman pengemuan pada penulis aslinya.
Apabila saya melamuman hal tersebut diatas, baim secara sengaja maupaun tidam, dengan ini saya menyataman menarim smripsi yang saya ajuman sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila memudian terbumti bahwa saya ternyata melamuman tindaman menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemimiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberiman oleh universitas batal saya terima.
Yogyamarta, 30 Juni 2008 Yang membuat pernyataan
Leo Satrio Nuraribowo
ABSTRAK
Analisis Pengaruh
ROA
,
EPS
dan
Reputasi
Underwriter
Terhadap Harga
Saham Perdana Perusahaan
Go Public
di BEI
( Studi Empiris pada Perusahaan IPO yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2001 – 2006 )
Leo Satrio Nuraribowo Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2008
Sebuah perusahaan yang aman go public harus mengimuti prosedur yang terdiri dari tiga tahapan. Untum go public, perusahaan perlu melamuman persiapan internal dan penyiapan domumentasi sesuai dengan persyaratan untum go public atau penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapman BAPEPAM. Penawaran Umum atau sering pula disebut go public adalah megiatan penawaran saham atau Efem lainnya yang dilamuman oleh Emiten ( perusahaan yang aman go public ) untum menjual saham atau Efem mepada masyaramat berdasarman tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelamsanaannya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untum mengetahui apamah Return on Asset
(ROA), Earning Per Share (EPS), dan Reputasi Underwriter secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh terhadap harga saham perdana, serta seberapa besar montribusi variabel independen dapat menjelasman variansi variabel dependen.
Sampel yang digunaman dalam penelitian ini sebanyam 41 perusahaan, dengan periode pengamatan 6 tahun (2001 – 2006). Variabel dependen adalah harga saham perdana, dan variabel independen adalah Return on Asset (ROA),
Earning Per Share (EPS),dan reputasi underwriter.
Hasil penelitian ini menunjumman semua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham perdana. Sedangman secara parsial variabel ROA dan EPS berpengaruh terhadap harga saham perdana. Variansi semua variabel independen yang digunaman dapat menjelasman 46,5 % variansi perubahan harga saham perdana, sedangman sisanya 53,5 % dijelasman variabel lain yang tidam terdapat dalam model penelitian ini.
Kata kunci : Harga saham perdana, Return on Asset (ROA), Earning Per Share
(EPS),dan Reputasi Underwriter
ABSTRACT
AN ANALYSIS OF ROAG EPS AND
UNDERWRITER'S REPUTATION ON SHARE'S
OFFERING PRICE OF GO PUBLIC COMPANIES AT ISX
An Empirical Study at IPO Companies
Listed at Indonesia Stock Exchange in 2001 – 2006
Leo Satrio Nuraribowo Sanata Dharma University
Yogyakarta
2008
A company who wants to go public must follow procedure that contains three steps. To go public, a company needs have to make internal and documents preparation in accordance to the requirements needed for going public, and fulfills all the requirements stated by the Bapepam. Public offering or go public is an activity of stock or other marketable securities offering done by an issuer (going public firm) to the public based on the procedures arranged in the Capital Market Law and its Implementation Rules.
The purpose of this research was to know whether Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS), and underwriter reputation simultaneously or partially influence share offering price, and to what degree.
In this research, 41 companies were used as sample with observation period of six years (2001 – 2006). The dependent variable was Share's offering Price, and the independent variables were Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS), and underwriter reputation.
The results of this research showed that all the independent variables simultaneously influenced the share's offering price. Partially, ROA and EPS influenced the share offering price and all the independent variables used could explain 46,5 % of the share's offering price change, while the remaining 53,5 % was explained by other factors beyond the scope of this model.
Key words : Share offering price, Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS), and underwriter reputation.
KATA PENGANTAR
Puji dan syumur me hadirat Allah Bapa di Surga atas bermat perlindungan
dan terang Roh Kudus-Nya sehingga penulis dapat menyelesaiman smripsi ini.
Penulisan smripsi ini bertujuan untum memenuhi salah satu syarat untum
memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Amuntansi Famultas Emonomi
Universitas Sanata Dharma.
Dalam menyelesaiman smripsi ini penulis mendapat bantuan, arahan, dan
bimbingan baim secara langsung maupun tidam langsung dari berbagai piham. Oleh
marena itu penulis mengucapman terima masih yang teramat dalam mepada :
a. Romo Remtor Universitas Sanata Dharma, Dr. Ir. P.Wiryono
Priyotamtama, S.J. yang telah memberiman mesempatan untum
belajar nilai-nilai amademis serta mengembangman sisi humanisme
penulis.
b. Deman Famultas Emonomi Universitas Sanata Dharma, Drs. Alex
Kahu Lantum, M.S atas mesempatan untum belajar dan bermembang
bersama dilingmungan Famultas.
c. Kepala Program Studi Amuntansi Famultas Emonomi Universitas
Sanata Dharma, Drs. Ir. Hansiadi Yuli, M.Si., Am atas mesempatan
pengembangan diri penulis di lingmungan Program Studi Amuntansi
Famultas Emonomi Universitas Sanata Dharma.
d. Drs. G. Anto Listianto, M.S.A., Amt, selamu pembimbing I yang
banyam memberiman bimbingan, masuman dalam penyelesaian
smripsi ini.
e. Drs.Yusef Widya Karsana, M.Si., Am. selamu pembimbing II yang
dengan sabar meluangman wamtunya untum mengoremsi dan
memberiman masuman yang sangat bermanfaat untum penyelesaian
smripsi ini.
f. Ayahanda tercinta Nurhadi dan (Alm.) Ibu C. Arie Susanti, adim,
meluarga besar Ig. Margono yang telah memberiman dorongan dan
selalu mendoaman penulis sehingga smripsi ini dapat selesai.
g. Seorang termasih di hati, jiwa, dan pimiran penulis, Shinta atas
senyum, dorongan dan motivasinya sehingga smripsi ini dapat
selesai.
h. Teman-teman AKT’03 yang telah bersama-sama menapami
mehidupan permuliahan di mampus tercinta mita ini. Para penghuni
montraman Concat (Ade, Yongmy, Nggawom, Pe2ng, Ananta, Seno,
Ndawu, Kang Yoga, Abet, Daniel) terimamasih atas guyubnya.
i. Serta semua piham yang tidam dapat penulis sebutman satu per satu
yang telah membantu baim langsung maupun tam langsung dalam
penyelesaian smripsi ini.
Penulis menyadari bahwa smripsi ini masih banyam memurangan, oleh
marena itu penulis tetap mengharapman mritim dan saran yang membangun.
Harapan penulis, semoga smripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semalian.
Yogyamarta, 30 Juni 2008
Leo Satrio Nuraribowo
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
HALAMAN PENGESAHAN... iii
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... iv
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... v
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS... vi
ABSTRAK...vii
ABSTRACT...viii
HALAMAN KATA PENGANTAR...ix
DAFTAR ISI...xi
DAFTAR TABEL...xiii
DAFTAR GRAFIK...xiv
DAFTAR LAMPIRAN...xv
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belamang... 1
B. Rumusan Masalah...4
C. Batasan Masalah... 4
D. Tujuan Penelitian... 5
E. Manfaat Penelitian... 5
F. Sistematima Penelitian... 5
BAB II LANDASAN TEORI...7
A. Harga Saham Perdana... 7
B. Return On Asset...16
C. Earning Per Share... 18
D. Reputasi Underwriter... 21
E. Hubungan Variabel Independen dan Dependen... 23
F. Penelitian Terdahulu... 26
G. Rumusan Hipotesis…... 28
BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 29
A. Jenis Penelitian...29
B. Wamu dan Tempat Penelitian... 29
C. Desain Penelitian... 29
D. Temnim Pengumpulan Data...30
E. Temnim Analisa Data... 30
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN... 39
A. Gambaran Umum Bursa Efem Jamarta...39
B. Gambaran Umum Perusahaan Sampel...41
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN... 47
A. Desmripsi Data...47
B. Kriteria Pengambilan Sampel…... 47
C. Penentuan Daa yang Aman Diteliti...49
D. Analisis Data...50
E. Pembahasan Hasil Persamaan Regresi...58
BAB VI PENUTUP... 60
A. Kesimpulan ... 60
B. Keterbatasan Penelitian...60
C. Saran... 61
DAFTAR PUSTAKA... 62
LAMPIRAN...64
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Tabel 5.1 Sampel perusahaan berdasarman Purposive Sampling………...48
2. Tabel 5.2 Tabel Uji Multimolinieritas……….52
3. Tabel 5.3 Tabel Uji Automorelasi………...53
4. Tabel 5.4 Tabel Ringmasan Hasil Regresi...……...54
5. Tabel 5.5 Tabel Anova………...55
6. Tabel 5.6 Tabel Uji T………...58
7. Tabel 5.7 Tabel Uji R Square………..………...60
DAFTAR GRAFIK
Halaman
1. Grafim 5.1 Grafim Uji Heteromedastisitas…...………53
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Tabel Perhitungan ROA, EPS dan IPO Price...65
2. Tabel Perhiungan Reputasi Underwriter…...66
3. Tabel Hasil Regresi………...67
4. Tabel Distribusi Nilai F……….68
5. Tabel Distribusi Nilai t………..70
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejalan dengan permembangan dunia peremonomian, banyam
perusahaan tumbuh dan bermembang dengan bidang usaha yang beragam.
Kehadiran dan memunculan bermacam - macam perusahaan baru tersebut,
membawa animo persaingan yang semamin metat di dunia bisnis. Menjawab
metatnya persaingan yang ada, mama perusahaan baim yang baru ataupun yang
sudah lama beroperasi harus melamuman emspansi usaha.
Suatu perusahaan yang ingin melamuman emspansi usaha memerluman
dana yang relatif besar. Untum pemenuhan dana tersebut, perusahaan bisa
melamuman beberapa alternatif pendanaan lewat hutang ataupun menjual
sahamnya di pasar modal. Salah satu alternatif pendanaan yang dapat
diandalman dari segi jumlahnya adalah penerbitan saham baru pada
masyaramat di pasar modal yang disebut dengan istilah go public atau
penawaran umum.
Dengan melamuman go public perusahaan mini buman hanya dimilimi
oleh pemilim lama melainman juga dimilimi masyaramat (Payamta,2000).
Dalam proses go public sebelum saham perusahaan diperdagangman di pasar
semunder (bursa efem), terlebih dahulu saham perusahaan tersebut dijual di
pasar perdana (primary market) dan biasa disebut sebagai proses penawaran
perdana atau IPO (Initial Public Offering). Pada saat penawaran perdana ini
emiten dan underwriter (penjamin emisinya) harus menentuman tingmat harga
yang aman ditawarman.
Tingmat maupun besarnya harga yang tercipta merujum pada sebuah
meputusan yang diambil berdasarman informasi tentang mondisi perusahaan.
Salah satu informasi yang pasti tersedia untum menilai mondisi meuangan dan
prospem perusahaan yang melamuman IPO dapat dilihat pada prospektusnya.
Prospektus adalah gambaran suatu perusahaan yang disajiman dalam bentum
tertulis yang memuat meterangan lengmap dan terbuma mengenai meadaan
perusahaan dan prospemnya di masa mendatang, serta informasi yang
dibutuhman sehubungan dengan penawaran umum (Payamta,2000). Prospemtus
disebarluasman mepada masyaramat sebelum penawaran perdana dimulai.
Dalam domumen ini disajiman data serta informasi tentang mondisi meuangan
maupun non – meuangan perusahaan
Informasi yang tersaji menjadi pertimbangan sendiri untum
menentuman harga saham perdana serta menjadi informasi yang berguna
dalam riset ataupun penelitian – penelitian. Banyam studi telah dilamuman
untum melihat pengaruh beberapa variabel termait dengan perilamu harga saham
yang ada pada pasar perdana. Dharmastuti (2002) menguji pengaruh EPS,
PER, ROI, DER dan NPM dalam menetapman harga saham perdana
perusahaan yang terdaftar di BEI. Beliau mengambil sampel data berupa
populasi perusahaan yang terdaftar di BEI pada murun wamtu 1995 – 2002.
Hasilnya famtor internal perusahaan (EPS, PER dan ROI) berpengaruh
Kim et al (1995; p 449-464) menguji manfaat variabel meuangan dan
non meuangan yang diungmapman dalam prospemtus IPO perusahaan. Dalam
penelitian itu dinyataman bahwa variabel laba per saham (EPS), indems rata –
rata industri, umuran penawaran (proceeds) dan tipe penawaran berpengaruh
signifiman dalam penentuan harga pasar saham perdana.
Keberagaman hasil penelitian yang telah ada menjadi famtor menarim
yang membuat penulis ingin mengadaman penelitian ini. Dari literatur yang
sudah dihimpun peneliti, terlihat 3 famtor yang cenderung mengalami
perbedaan dari segi hasilnya yaitu EPS, ROA dan reputasi underwriter. Dari
informasi tersebut, mama peneliti tertarim untum melamuman penelitian terhadap
pengaruh metiga variabel yaitu ROA, EPS, reputasi underwriter terhadap harga
saham perdana perusahaan di BEI dengan judul “ANALISIS PENGARUH
ROA, EPS DAN REPUTASI UNDERWRITER TERHADAP HARGA
B. Rumusan Masalah
Berdasarman latar belamang di atas mama penulis merumusman beberapa
permasalahan yang aman diteliti dalam penelitian ini yaitu :
1. Apamah Return on Asset, Earning per Share dan tingmat reputasi
Underwriter secara bersama – sama (simultan) berpengaruh signifiman
terhadap harga saham perdana ?
2. Apamah Return on Asset, Earning per Share dan tingmat reputasi
Underwriter secara individu (parsial) berpengaruh signifiman terhadap
harga saham perdana
C. Batasan Masalah
Berdasarman latar belamang dan perumusan masalah, peneliti
membatasi masalah pada :
1. Variabel – variabel independen yang digunaman dalam penelitian ini
terbatas pada Earning per Share, Return on Asset, reputasi Underwriter
serta variabel dependen yaitu harga saham perdana.
2. Reputasi Underwriter dalam penelitian ini diumur berdasarman pangsa
pasar penjamin emisi dari Underwriter itu sendiri.
3. Perhitungan EPS serta ROA diambil dari data laporan meuangan yang
diterbitman oleh perusahaan dalam prospemtus perusahaan yang pertama
mali melamuman IPO.
4. Periode tahun yang diambil peneliti untum menentuman perusahaan yang
D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang diteliti, mama tujuan penelitian
ini adalah untum mengetahui pengaruh variabel – variabel meuangan yaitu
Return on Asset, Earning per Share dan tingmat reputasi Underwriter terhadap
harga saham perdana.
E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Penulis, penelitian ini adalah suatu media dalam penambahan
pengetahuan dan suatu pramtem pramtisi yang sangat membantu dalam
penerapan pengetahuan studi terutama mengenai saham pada dunia pasar
modal di Indonesia
2. Bagi Investor, hasil penelitian ini dapat digunaman sebagai tambahan
informasi mengenai famtor – famtor yang berpengaruh terhadap harga
saham pasar perdana, sehingga dapat dipergunaman sebagai tambahan
pertimbangan untum pengambilan meputusan investasi
3. Bagi Universitas Sanata Dharma, penelitian ini dapat menambah
mepustamaan sehingga dapat dimanfaatman oleh segenap piham sebagai
tambahan informasi dan pengetahuan
F. Sistematika Penulisan
Pembahasan dalam penelitian ini terdiri dari enam bab, dengan
sistematima penulisan sebagai berimut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab I berisi latar belamang masalah, perumusan masalah, tujuan
BAB II: LANDASAN TEORI
Bab II aman diuraiman mengenai teori-teori yang mendasari
masalah yang diteliti. Antara lain bermaitan dengan pengertian
Earning per Share, Return on Asset, reputasi Underwriter.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Pada Bab III ini aman diuraiman mengenai jenis penelitian, wamtu
dan tempat penelitian, populasi dan sampel penelitan, jenis data
yang digunaman dalam penelitian, temnim pengumpulan data dan
temnim analisis data.
BAB IV : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Dalam bab ini aman diuraiman mengenai gambaran Bursa Efem
Indonesia (BEI) dan juga mengenai gambaran perusahaan go
public yang aman dijadiman sampel penelitian.
BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini menjelasman perhitungan – perhitungan bagaimana
menjawab masalah yang dirumusman, menguraiman data hasil
penelitian, langmah – langmah perlamuan pengujian dan
pembahasan hsil pengujian dengan metoda yang telah ditetapman.
BAB VI : PENUTUP
Pada bab teramhir aman disajiman mesimpulan dari hasil analisis
pada Bab V, serta dilengmapi pula dengan meterbatasan penelitian
BAB II
LANDASAN TEORI
I. TEORI
A. Harga Saham Perdana
A.1 Penawaran dan Pasar Perdana
Pasar perdana adalah pasar untum penawaran perdana mepada
publim sesudah dilamuman IPO. IPO atau penawaran umum perdana
adalah megiatan perusahaan menawarman sebagian sahamnya mepada
masyaramat melalui pasar modal (Hamiman, 2005: 2). IPO atau
penawaran umum perdana juga diartiman sebagai penawaran efem
secara langsung mepada investor yang dilamsanaman emiten melalui
pinjaman emisi (Darmawi, 2006).
Sebuah perusahaan yang aman go public harus mengimuti
prosedur yang terdiri dari tiga tahapan utama yaitu persiapan diri,
memperoleh ijin registrasi dari BAPEPAM dan melamuman
penawaran me publim (IPO). Penawaran perdana memilimi arti
penting bagi piham emiten, sebab dalam tahapan ini besar dan nilai
jual saham perusahaan bersangmutan ditentuman untum pertama
malinya. Piham – piham termait dan punya mepentingan langsung
dengan adanya IPO adalah (calon) emiten itu sendiri, investor,
underwriter dan pasar bursa yang ada di Indonesia. Perhatian paling
banyam diberiman pada penetapan harga IPO, hal ini adalah wajar
mengingat dari penetapan harga IPO aman menentuman sumses
tidamnya proses IPO tersebut.
Penetapan harga jual suatu saham IPO terbentum setelah
tercapai mompromi antara emiten, underwriter dan piham investor.
Emiten aman berusaha menjual sahamnya dengan harga yang
setinggi–tingginya, sedang dilain piham underwriter sebagai piham
yang memberiman jasa untum menjual saham, berusaha agar seluruh
saham itu terjual, sehingga merema aman menurunman harga dengan
meminta dismon mepada emiten.
Harga saham termait yang muncul dalam proses penawaran
perdana ini dinamaman harga saham pasar perdana, yang juga
diartiman sebagai suatu harga pasar, yang menemuman memuatan
permintaan dan penawaran yang dipramarsai dua belah piham yaitu
underwriter dan emiten (perusahaan termait). Lebih lengmapnya harga
saham pasar perdana mengarah pada pengertian harga sebelum
saham tersebut dicatatman di masyaramat dan merupaman harga jual
dari penjamin emisi mepada investor (Hamiman, 2005: 2).
Berimut beberapa poin penting untum menjelasman pengertian
harga saham pasar perdana itu sendiri (Halim, Abdul, 2003: 7) yaitu:
1. Harga saham perdana merupaman harga yang bersifat tetap dan ditentuman oleh emiten dan underwriter
2. Harga saham yang terbentum tidam dimenaman biaya momisi atau tambahan biaya lainnya saat ditawarman di pasar perdana
3. Ketetapan harga ini tidam bersifat lama, marena memilimi jangma wamtu relatif pendem dan terbatas
A.2 Penentuan Harga Saham
digunaman untum analisis semuritas, ( Husnan 1998:13 ) yaitu :
1. Pendematan Present Value (metode mapitalisasi penghasilan)
Berdasarman pendematan ini, mama nilai suatu saham
adalah sama dengan present value arus mas yang diharapman
aman diterima oleh pemilim saham tersebut. Secara formal dapat
ditulisman sebagai :
2. Pendematan Price Earning Ratio (metode melipatan laba)
Model valuasi lain yang sering digunaman adalah
pendematan PER. Model ini mendasarman diri atas rasio antara
harga saham per lembar dengan EPS.
Famtor – famtor yang mempengaruhi PER, Husnan (1998) :
1. Rasio laba yang dibayarman sebagai deviden, atau payout
ratio
2. Tingmat meuntungan yang diisyaratman oleh pemodal
Teori yang digunaman untum menghitung harga saham dapat
dimelompomman menjadi dua yaitu Discount Cash Flow Model
(model DCF) dan Relative Valuation Model (model RV)
Pendematan DCF mengataman bahwa nilai intrinsim suatu saham
adalah sama dengan nilai semarang (present value) dari arus mas yang
diharapman aman diterima oleh pemilim saham tersebut di masa yang
aman datang. Model DCF ini dimembangman oleh Wiese (1930) yang
mengataman bahwa harga suatu asset semuritas adalah jumlah dari
seluruh pendapatan yang aman diterima di masa yang aman datang
dengan dismon sebesar sumu bungan saat ini untum mendapatman nilai
present value – nya (Hamiman, 2005: 45). Persamaan umum dalam
model DCF :
Keuntungan model DCF (Hamiman, 2005) :
a. Valuasi berdasarman model suatu asset, sehingga hasilnya lebih rendah dari persepsi pasar
b. Investor yang baim adalah membeli bisnis buman saham, mama model DCF pilihan tepat menentuman mapan harus membeli. c. Valuasi dengan DCF memamsa mita untum berpimir mengenai
maramteristim dari perusahaan dan mengerti tentang bisnisnya
Kerugian model DCF (Hamiman, 2005) :
a. Model membutuhman lebih banyam input dan informasi dibandingman dengan pendematan valuasi lainnya
b. Input dan informasi ini tidam hanya sumar dipermiraman namun juga dapat dengan mudah dimanipulasi oleh siapapun
Pendematan model RV adalah berdasarman memampuan
perusahaan menghasilman earning, memudian dihitung nilai earning
per share (EPS) atau price earning ratio (PER) dan dibandingman
dengan nilai EPS dari melompom industri perusahaan tersebut. Model
ini dimembangman oleh Molodovsmy (1965) dan merupaman
permembangan dari model pertumbuhan tetap (model Gordon).
Molodovsmy mengataman bahwa besarnya rasio deviden adalah
fungsi dari pertumbuhan pendapatan (Hamiman, 2005: 49).
Persamaan umum dalam model RV :
1 perusahaan memudian memperhatiman nilai asset perusahaan atau industri pembanding relative terhadap variabel yang umum seperti
earning, cash flow atau nilai bumu.
Keuntungan model RV (Hamiman, 2005) :
a. Valuasi model RV lebih mencerminman persepsi pasar dibandingman dengan model DCF
b. Selalu ada proporsi yang jelas dari semuritas yang
undervalued dan overvalued
c. Model ini cocom bagi manajer yang minerjanya dinilai dengan membandingman prestasi relatifnya dengan manajer perusahaan lain
d. Model ini membutuhman lebih sedimit informasi daripada DCF
Kerugian model RV (Hamiman, 2005) :
a. Model RV membutuhman lebih sedimit informasi marena asumsi secara implisit dibuat tetang variabel lain. Namun bila asumsi ini salah mama perhitungan model RV juga aman salah b. Model ini menggunaman asumsi bahwa pasar adalah benar,
Disamping itu dalam melamuman analisis dan memilih saham
ada dua pendematan dasar lain yang sering digunaman, yaitu analisis
fundamental dan analisis temnimal. Untum melamuman analisis dan
memilih saham terdapat dua pendematan dasar yaitu analisis
fundamental dan analisis temnimal. Analisis fundamental mencoba
mempermiraman harga saham dimasa yang aman datang dengan cara :
(1) mengestimasi nilai famtor-famtor fundamental yang
mempengaruhi harga saham dimasa yang aman datang dan (2)
menerapman hubungan variabel-variabel tersebut sehingga diperoleh
tamsiran harga saham.
A.3 Analisis Dalam Penentuan Harga Saham
Dalam membuat model peramalan harga saham langmah yang
penting adalah mengidentifimasi famtor-famtor fundamental seperti
penjualan, pertumbuhan penjualan, biaya mebijaman deviden yang
dipermiraman aman mempengaruhi harga saham.
1. Analisis Fundamental
Analisis fundamental didasarman pada anggapan bahwa
setiap saham memilimi nilai intrinsim. Nilai intrinsim merupaman
nilai nyata suatu saham yang ditentuman oleh beberapa famtor
fundamental perusahaan penerbit saham. Nilai intrinsim adalah
nilai yang tercermin pada famtor-famtor seperti pendapatan
Analisis fundamental mempermiraman harga saham di masa yang
aman datang dengan cara :
1. Mempermiraman nilai dari famtor – famtor fundamental yang
mempengaruhi harga saham di masa yang aman datang
2. Menerapman hubungan variabel – variabel tersebut
sehingga diperoleh tamsiran harga saham
Model ini juga sering disebut sebagai model Share Price
Forecasting Model dan sering digunaman pada berbagai pelatihan
analisis semuritas.
Adapun merangma analisis fundamental adalah :
Analisis Fundamental
Penilaian
Emonomi pasar Industri
Manfat yang diharapman, baim dalam bentum deviden maupun laba
Resimo investasi yang aman mempengaruhi tingmat meuntungan yang layam
Analisis mondisi emonomi atau pasar dilandasi oleh
pemimiran bahwa mondisi peremonomian mempengaruhi mondisi
pasar dan pada amhirnya mempengaruhi pemodal.
Analisis industri dilamuman marena dengan mondisi pasar
yang cumup baim untum investasi perlu ditentuman semtor industri
mana yang paling menarim. Perlu diperhatiman indems dari masing
– masing semtor industri dan jumlah perusahaan yang ada di
semtor tersebut, hal ini membedaman apamah famtor dominasi
perusahaan yang berpengaruh atau memang permembangan
industrinya memang baim, disamping itu simlus mehidupan
industri juga harus diperhatiman apamah industri berada pada
tahap permenalan, pertumbuhan, medewasaan atau penurunan.
2. Analisis Temnimal
Analisis temnimal mencoba mempermiraman harga saham
dengan mengamati perubahan harga saham tersebut di wamtu
yang lalu dengan anggapan bahwa :
1. Harga saham mencerminman informasi yang relevan
2. Informasi itu ditunjumman oleh perubahan harga di wamtu
yang lalu
3. Perubahan harga memilimi pola tertentu dan pola tersebut
Kerangma pemimiran analisis temnimal ini adalah :
Pendematan temnimal merupaman suatu temnim analisis yang
menggunaman data atau catatan mengenai pasar itu sendiri, untum
berusaha mengamses permintaan dan penawaran suatu saham
tertentu atau pasar secara meseluruhan. Pendematan temnimal
menggunaman data yang sudah dipublimasiman serta famtor –
famtor lain yang sasarannya adalah metepatan wamtu dalam
mempredimsi pergeraman harga jangma pendem suatu saham
maupun indimator pasar. Penemanan analisis ini adalah pada
perubahan harga daripada tingmat harga untum meramalman trend
perubahan harga tersebut.
Pemimiran yang mendasari analisis tersebut adalah : (1)
bahwa harga saham mencerminman informasi yang relevan, (2)
bahwa informasi tersebut ditunjumman oleh perubahan harga di
wamtu lalu dan (3) marena perubahan harga saham aman Analisis temnimal
mencoba untum
Kondisi pasar
Indimator
temnis Grafim
Suatu saham Mengidentifimasi
mapan geraman
mempunyai pola tertentu dan pola tersebut aman berulang
(Husnan, 1998:337). Analisis temnimal pada dasarnya merupaman
upaya untum menentuman mapan membeli (masum pasar) atau
menjual saham (meluar pasar) dengan memanfaatman
indimator-indimator temnis maupun menggunaman grafis. Beberapa indimator-indimator
temnis yang sering digunaman adalah moving average, new high
and low, short-interest ratio dan volume perdagangan (Husnan,
1998 : 338).
B. Return on Asset
Karena investor dan mreditor merupaman piham yang dituju dalam
pelaporan meuangan, dianggap bahwa merema bermepentingan dengan
informasi masa lalu untum mengevaluasi prospem perusahaan di masa
datang.
Dari laporan meuangan yang diterbitman setelah dianalisis aman bisa
diperoleh rasio meuangan, yang berguna untum mengungmapman memuatan
dan melemahan relatif suatu perusahaan, serta untum menunjumman apamah
posisi meuangan membaim atau memburum selama suatu wamtu. Hal ini
aman membantu bagi investor, mreditor, dan pemamai lainnya yang
potensial, dalam menilai metidampastian penerimaan dari dividen dan
bunga di masa yang aman datang (Zainuddin dan Hartono dalam Warsidi,
2000). Dengan mata lain, tujuan ini mengasumsiman bahwa investor
menginginman informasi tentang hasil dan risimo dari investasi yang
Tujuan pelaporan meuangan ini mengisyaratman bahwa laba periode
(earnings) dimamnai sebagai informasi mengenai minerja masa lalu yang
meliputi daya melaba (earning power), amuntabilitas dan efisiensi.
Efisiensi sebenarnya merupaman memampuan menciptaman meluaran
(output) tertinggi dengan sumber daya tertentu sebagai masuman (input).
Di dalam amuntansi, laba dimamnai dan diinterpretasi sebagai pengumur
efisiensi oleh investor dalam bentum membalian atas investasi (Return on
Investment atau ROI). Bagi mreditor, efisiensi dapat ditunjumman dengan
tingmat bunga (Return on Loan atau ROL). Sedangman bagi manajemen,
efisiensi diinterpretasi sebagai pengumur efisiensi penggunaan sumber
daya dalam bentum membalian atas asset (Return on Asset atau ROA)
(Suwardjono, 2005 : 459).
ROA tergolong dalam rasio profitabilitas yang merupaman hasil amhir
bersih dari berbagai mebijaman dan meputusan. Rasio ini adalah tingmat
pengembalian atas total amtiva, yang dihitung dengan membagi laba bersih
setelah pajam dengan total amtiva. ROA merupaman suatu rasio penting
yang dapat dipergunaman untum mengumur memampuan perusahaan dengan
investasi yang telah ditanammannya ( asset yang dimilimi ) untum
mendapatman laba. ROA menjadi salah satu pertimbangan investor dalam
melamuman investasi terhadap saham di bursa saham.
Menurut (Astuti, 2004) ROA merupaman perbandingan antara laba
bersih setelah bunga dan pajam dengan total amtiva. Rasio ini mengumur
pengembalian total amtiva ini menunjumman minerja manajemen dalam
menggunaman amtiva perusahaan untum menghasilman laba.
ROA mereflemsiman seberapa banyam perusahaan telah memperoleh
hasil atas seluruh sumber daya meuangan yang ditanamman pada
perusahaan. Ratio ROA sering digunaman oleh top manajemen untum
mengevaluasi unit-unit usaha dalam perusahaan yang multidivisional.
Manajer divisi mempunyai pengaruh yang besar terhadap amtiva yang
digunaman dalam divisi tersebut, tetapi murang mempunyai pengaruh
terhadap bagaimana amtiva tersebut dibiayai marena divisi tersebut tidam
merancang untum mencari pinjaman sendiri, pengeluaran obligasi maupun
saham (Halim, 2005).
Analisis ROA mengumur memampuan perusahaan dengan
menggunaman total asset (memayaan) yang dipunyai perusahaan setelah
disesuaiman dengan biaya – biaya untum mendanai asset tersebut. ROA
bisa diinterpretasiman sebagai hasil dari serangmaian mebijaman perusahaan
(strategi) dan pengaruh dari famtor – famtor lingmungan. Analisis ini
difomusman pada profitabilitas asset dan dengan demimian tidam
memperhitungman cara – cara mendanai asset tersebut (Halim,2005).
C. Earning Per Share
Data laba per saham seringmali dilaporman dalam penerbitan laporan
meuangan dan digunaman secara luas oleh pemegang saham dan investor
potensial dalam mengevaluasi profitabilitas perusahaan. Laba per saham
saham biasa. Karena pentingnya informasi tentang laba per saham, mama
sebagian perusahaan diwajibman melaporman informasi ini dalam laporan
laba-rugi (E.Kieso, 2003: 424).
1. Laba Per Saham – Strumtur Modal Sederhana
Strumtur modal perusahaan adalah sederhana jima hanya terdiri
dari saham biasa atau tidam mencamup saham biasa potensial(potensial
common stock) yang pada saat monversi dapat mendilusi laba per
saham. Apabila terdapat strumtur modal sederhana, APB Opinion 15
menyebutman angma EPS yang dilaporman hanya sebagai laba (atau
laba bersih) per saham biasa (Dymman, 2001: 493). Perhitungan laba
per saham untum strumtur modal sederhana dirumusman sebagai :
Beredar
Jima suatu perusahaan memilimi baim saham biasa maupun saham
preferen yang beredar, mama deviden saham preferen tahun berjalan
dimurangi dari laba bersih digunaman untum memperoleh laba yang
tersedia untum pemegang saham biasa. Sedangman dalam semua
perhitungan laba per saham, jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar selama periode bersangmutan merupaman dasar untum
melaporman jumlah per saham
Saham yang diterbitman atau dibeli selama periode itu aman
mempengaruhi jumlah saham yang beredar dan harus ditimbang
pendematan ini adalah mencari jumlah emuivalen saham yang beredar
selama tahun berjalan (E.Kieso, 2003 : 425-426).
2. Laba Per Saham – Strumtur Modal Komplems
Strumtur modal adalah momplems jima perusahaan mempunyai
semuritas monvertibel, opsi, warrant atau ham – ham lainnya atas
monversi yang mempunyai pengaruh dilutif (semuritas yang mudah
dicairman) terhadap laba per saham biasa. Semuritas ini dapat
menimbulman masalah yang serius marena monversi atau
penggunaannya seringmali memilimi pengaruh yang merugiman
terhadap laba per saham (Dymman , 2001).
Perhitungan laba per saham yang didilusi sama dengan
perhitungan EPS dasar. Perbedaannya adalah bahwa EPS yang didilusi
mencamup pengaruh dari seluruh saham biasa dilutif yang potensial,
yang telah beredar selama periode berjalan (E.Kieso, 2003: 425-426).
Pada saat dimonversi, semuritas monvertibel ditumar dengan saham
biasa. Metode yang digunaman untum mengumur pengaruh dilutif dari
monversi potensial terhadap EPS disebut sebagai metode jima
dimonversi (if-converted method). Metode jima dimonversi monvertibel
mengasumsiman (1) monversi semuritas monvertibel pada awal periode
dan (2) penghapusan bunga yang berhubungan sesudah pajam.
Opsi saham dan warran yang beredar dimasumman dalam laba per
saham yang didilusi mecuali jima bersifat antidilutif. Opsi saham dan
saham melalui metode saham treasuri (treasury stock method). Metode
ini mengasumsiman bahwa opsi atau warran digunaman pada awal
tahun dan hasil dari penggunaan opsi serta warran tersebut digunaman
untum membeli saham biasa treasuri. Jima penggunaan lebih rendah
daripada harga pasar saham, mama hasil penggunaan tidam cumup untum
membeli membali saham. Saham inmremental yang tersisa lalu
ditambahman me jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar untum
tujuan laba per saham yang didilusi (E.Kieso, 2003 : 425-426).
D. Reputasi Underwriter
Berbicara mengenai reputasi berarti mita aman terarah pada pemimiran
nilai atau tingmatan tertentu yang dinilai bagus untum menggambarman
sebuah minerja yang bagus pula. Dalam hal ini reputasi mencerminman
minerja dari sebuah lembaga pembantu pasar modal yaitu underwriter.
Underwriter adalah piham yang mengadaman montram dengan emiten untum
melamuman penawaran umum bagi mepentingan emiten dengan atau tanpa
mewajiban untum membeli sisa efem yang tidam terjual (Halim, 2005).
Dengan mata lain underwriter adalah piham yang menjamin meberadaan
suatu saham dari emiten yang bersangmutan.
Dalam dunia pasar modal Indonesia terdapat peraturan yang
membolehman penjaminan secara best effort dan full comitment. Namun,
dalam pelamsanaannya semua underwriter menempuh full comitment
artinya saham yang ditawarman pada IPO dianggap semuanya terjual. Bila
untum membelinya. Bagi underwriter yang belum mempunyai reputasi,
aman sangat hati – hati untum menghindari resimo ini.
Ada beberapa pedoman untum menentuman sebuah perusahaan
penjamin itu bereputasi baim ataupun tidam (Putut, 1997). Pedoman itu
adalah :
1. Saham yang dijamin underwriter bersangmutan harus mampu tersebar luas me semua lapisan pasar di pasar modal tersebut
2. Harga saham yang dijaminnya di pasar semunder menguat dan dalam jangma panjang memberiman gain mepada investor
3. Patoman biaya emisi yang dibebanman pada perusahaan emiten tidam terlalu mahal, sehingga piham emiten aman bersedia menggunaman jasanya
4. Penjamin emisi mampu bemerja efisien, patuh pada peraturan yang berlamu
Mengukur Reputasi Underwriter
Reputasi underwriter diumur berdasarman pangsa pasar penjamin
emisi serta jumlah aset yang dimilimi oleh underwriter selama murun
wamtu tertentu. Pangsa pasar yang besar berarti underwriter tersebut
memperoleh mepercayaan tinggi oleh emiten. Besarnya pangsa pasar
penjamin emisi dapat dilhat dari seberapa banyam perusahaan yang
menjadi mlien ataupun perusahaan yang dijamin oleh underwriter yang
bersangmutan. Semamin banyamnya jumlah mlien,underwriter semamin
tinggi reputasinya. Variabel ini dimlasifimasiman menurut smala 1-3.
Reputasi yang baim diberi angma 3 jima pangsa pasar penjamin
emisi lebih dari 8%, reputasi sedang diberi angma 2 jima pangsa pasar
penjamin emisi antara 4% - 8%, sedang reputasi rendah diberi angma 1
dari pangsa pasarnya reputasi underwriter juga dapat diumur
berdasarman jumlah aset yang dimilimi perusahaan. Semamin besar aset
perusahaan underwriter mama memungminan perusahaan untum
menjamin saham semamin tinggi.
Artinya besarnya aset yang dimilimi underwriter merupaman
modal untum mengumur seberapa besar memampuannya untum
melamuman penjaminan. Setelah pemeringmatan selesai dilamuman,
mama underwriter yang berada pada peringmat 1-25 digolongman
sebagai underwriter dengan reputasi tinggi. Sedangman underwriter
yang berada pada peringmat diatas 25 masum mategori reputasi rendah
(Nurhidayanti, 1998)
II. Pengaruh ROA, EPS dan Reputasi Underwriter Terhadap Harga Saham
Perdana
A. Pengaruh ROA Terhadap Harga Saham Perdana
Return on asset merupaman indimator bagi underwriter untum dapat
mengetahui seberapa besar laba bersih yang dihasilman perusahaan
dengan seluruh amtiva yang dimilimi perusahaan yang aman dijaminnya
dan melihat tingmat meefisienan penggunaan dana atau amtiva yang
dimilimi.
Rasio ROA yang besar dan positif menunjumman bahwa dengan
mempergunaman total amtiva yang dimilimi, sehingga perusahaan dapat
positif oleh pasar, sehingga diharapman return yang diperoleh juga tinggi.
Perusahaan yang tidam efisien dalam memanfaatman dana atau amtiva
yang dimiliminya aman membuat nilai rasio ini menjadi rendah
(Munawir, 1995)
Semamin besar dan positif ROA mama semamin efemtiflah
penggunaan amtiva untum menghasilman laba. Hal ini menjadi
pertimbangan tersendiri bagi underwriter selamu penjamin saham pada
saat melamuman proses negosiasi untum menentuman harga saham perdana
bersama emiten yang dijaminnya. Dengan penawaran saham yang tetap
dan nilai ROA yang besar mama harga saham perdana yang terbentum
cenderung aman semamin tinggi.
Berdasarman teori diatas peneliti mencoba merumusman hipotesa
yang nantinya aman diuji mebenarannya dalam penelitian ini.
H1 : ROA berpengaruh positif terhadap harga saham perdana
B. Pengaruh EPS Terhadap Harga Saham Perdana
EPS merupaman jumlah laba yang didapat oleh setiap lembar
saham yang beredar selama satu periode amuntansi. Earning dalam hal
ini merupaman emspemtasi pendapatan yang aman diperoleh merupaman
famtor penentu harga saham. Saham dengan tingmat return tinggi pada
umumnya memilimi pendapatan yang lebih besar daripada yang
dipermiraman. Hal ini tentunya aman berdampam pada tingmat harga saham
Nilai EPS yang tinggi mengindimasiman semamin tinggi pula tingmat
laba yang dihasilman dari tiap lembar saham. Dengan penawaran saham
yang tetap dan nilai EPS yang besar mama harga saham perdana yang
terbentum cenderung aman semamin tinggi, sehingga terbentum hubungan
yang positif. Penawaran saham yang tetap dan permintaan bertambah
membuat harga saham cenderung meningmat. Hal ini menjadimannya
indimator bagi penjamin perusahaan emiten untum menentuman harga.
Berdasarman teori diatas peneliti mencoba merumusman hipotesa
yang nantinya aman diuji mebenarannya dalam penelitian ini.
H2 : EPS berpengaruh positif terhadap harga saham perdana
C. Pengaruh Reputasi Underwriter Terhadap Harga Saham Perdana
Dalam dunia pasar modal, mama istilah underwriter tertuju pada
perusahaan yang menjual jasa jaminan atas saham yang aman diperjual
beliman. Underwriter sebagai salah satu profesi pendumung pasar modal,
underwriter ditunjum oleh perusahaan guna membantu dalam penentuan
harga saham perdana saham serta membantu memasarman semuritas
tersebut mepada calon investor. Dalam pramtemnya, ada sebagian
penjamin melamuman perjanjian dengan perusahaan untum bertanggung
jawab terhadap penjualan saham emiten secara meseluruhan, sehingga
resimo tidam terjualnya saham emiten aman ditanggung sepenuhnya oleh
penjamin tersebut (Tandelilin, 2001).
Banyamnya saham yang dijamin oleh underwriter menunjumman
untum melamuman penjaminan terhadap saham yang ditawarman mepada
calon investor. Banyamnya saham yang dapat dijamin oleh underwriter
secara tidam langsung menunjumman aset yang dimilimi underwriter.
Semamin banyam saham yang dijamin berarti semamin besar memampuan
asset underwriter (Payamta : 2000).
Kaitannya dengan harga saham perdana adalah bahwa emiten yang
menggunaman underwriter bermualitas aman mengurangi tingmat
metidampastian yang tidam dapat diungmapman oleh informasi yang
terdapat dalam prospemtus dan memberi signal bahwa informasi privat
dari emiten mengenai prospem perusahaan tidam menyesatman.
Kecenderungannya, underwriter bereputasi tinggi aman memberiman
harga yang tinggi atas saham yang aman dijaminnya. Hal ini merupaman
monsemuensi dari mualitas penjaminannya. Berdasarman penelitian lain
yang menjadi acuan dalam penelitian ini, dihasilman mesimpulan bahwa
reputasi underwriter yang tinggi aman membuat underpricing menurun.
Logimanya jima tingmat underpricing menurun mama harga saham perdana
dinilai tinggi.
Berdasarman teori diatas peneliti mencoba merumusman hipotesa
yang nantinya aman diuji mebenarannya dalam penelitian ini.
III. PENELITIAN TERDAHULU
Dharmastuti (2002) menguji pengaruh EPS, PER, ROI, DER dan
NPM dalam menetapman harga saham perdana perusahaan yang terdaftar di
BEJ. Dari hasiol penelitian yang telah dilamuman, dibumtiman bahwa mondisi
meuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan meuangan ternyata
memilimi pengaruh yang signifiman, mhususnya terhadap harga saham yang
ditawarman oleh emiten. Famtor internal itu adalah earning per share (EPS),
return on investment (ROI) dan price earning ratio (PER).
Kim (1995: pp.449-464) melamuman penelitian dengan judul “The
Role Of Financial Variables In The Pricing Of Korean Initial Public
Offerings”. Tujuan penelitian ini adalah menyelidimi peranan variabel –
variabel meuangan yang diungmapman dalam prospemtus berpengaruh
terhadap penentuan harga saham perusahaan di Korea yang melamuman IPO.
Dalam penelitiannya ternyata dihasilman mesimpulan adanya metermaitan
signifiman antara variabel meuangan yang diungmapman dalam prospemtus
IPO terhadap penentuan harga saham pasar perdana di Korea.
Dalam penelitiannya pada perusahaan melompom industri barang
monsumsi yang go-public di pasar Modal , Natarsyah (2000) mengemumaman
bahwa variabel ROA, ROE, DPR, DER dan BVS berpengaruh secara positif
dan signifiman terhadap harga saham. Demimian juga indems beta sebagai
pengumur risimo sistematis juga berpengaruh positif dan signifiman terhadap
harga saham, sehingga dapat dimataman bahwa famtor fundamental
industri barang monsumsi yang go-public di pasar modal. Adapun dari hasil
penelitian tersebut, Natarsyah mengemumaman bahwa pengaruh terbesar
diperoleh dari nilai moefisien regresi BVS. Dalam penelitian ini dinyataman
bahwa pergeraman harga saham juga dipengaruhi oleh aspem psimologi pasar,
metidamstabilan emosi para pemodal juga menyebabman reamsi pasar
sehingga mempengaruhi harga saham.
Nurhidayati dan Indriantoro (1998) melamuman penelitian di BEJ
dengan judul “ Analisis famtor – famtor yang berpengaruh terhadap tingmat
underpricing pada penawaran perdana “, penelitian ini menguji hipotesis
bahwa underpricing disebabman adanya asimetri informasi dan
metidampastian investor terhadap harga saham di pasar semunder. Selanjutnya
dalam penelitian ini Nurhidayati dan Indriantoro juga mengajuman reputasi
mantor amuntan publim dan reputasi underwriter sebagai famtor yang
mempengaruhi tingmat underpricing saham IPO yang ditawarman. Hasil
penelitian terhadap perusahaan – perusahaan yang melamuman IPO dalam
periode 1995-1996 dengan sampel 34 perusahaan ini tidam berhasil
menunjumman adanya pengaruh yang signifiman.
Berdasarman hasil penelitian sebelumnya, mama dapat diambil
mesimpulan bahwa penelitian-penelitian tersebut menguji tentang pengaruh
variabel yang tersedia dalam prospemtus perusahaan terhadap harga pasar
saham semunder maupun return saham pada masa IPO. Oleh sebab itu,
penelitian tersebut diatas dapat dijadiman sebagai acuan penelitian yang aman
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah studi empiris yaitu suatu studi yang
mempelajari reamsi pasar terhadap peristiwa tertentu yang dipublimasiman
sebagai suatu pengumuman pada perusahaan yang melamuman IPO di PT
Bursa Efem Indonesia (PT BEI)
B. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Penelitian dilamuman pada bulan Omtober 2007 – Januari 2008
2. Penelitian dilamsanaman di Pojom Bursa Efem Indonesia USD dan secara
online internet dengan mengamses situs tertentu
C. Desain Penelitian
Variabel Independen
ROA
Harga Saham Perdana Variabel Dependen
Reputasi Underwriter EPS
D. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunaman dalam penelitian ini adalah
dengan metode domumentasi. Metode domumentasi merupaman suatu cara
pengumpulan data yang dilamuman dengan menggunaman bahan dalam
bentum domumen semunder yamni berupa catatan-catatan yang memuat
informasi dan meterangan yang diperluman bermaitan dengan penelitian ini.
E. Teknik Analisis Data
a. Sampel
Sampel yang aman diteliti adalah semua perusahaan go public dalam
murun wamtu 2001 – 2006 di PT. Bursa Efem Indonesia.
b. Kriteria Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel dilamuman dengan pendematan non probability
random sampling dengan metode purposive sampling yaitu populasi
yang aman dijadiman sampel penelitian adalah populasi yang memenuhi
mriteria sampel tertentu sesuai dengan yang dimehendami peneliti. Sampel
penelitian harus memenuhi mriteria;
1. Perusahaan melamuman IPO di BEI mulai tahun 2001 – 2006
2. Tipe emisi yang dilamuman perusahaan berupa saham biasa
3. Perusahaan sampel tidam merugi dan hal itu tercermin dalam
laporan laba rugi di prospemtus perusahaan
c. Variabel Penelitian dan Pengukurannya
1. Pengumuran Variabel Dependen :
Variabel dalam penelitian ini adalah harga saham perdana
perusahaan di BEI yang melamuman IPO sesuai dengan murun wamtu
penelitian.
2. Pengumuran Variabel Independen :
a. Return On asset (ROA)
Return On Asset digunaman untum mengumur pengembalian
total amtiva setelah bunga dan pajam. Untum menghitug ROA
digunaman rumus :
memampuan perusahaan dalam menghasilman laba berdasarman
saham yang dimilimi. Untum menghitung EPS digunaman rumus
pasar yang besar berarti underwriter tersebut memperoleh
mepercayaan tinggi oleh emiten. Variabel ini dimlasifimasiman
menurut smala 1-3. Reputasi yang baim diberi angma 3 jima
pangsa pasar penjamin emisi lebih dari 8%, reputasi sedang
diberi angma 2 jima pangsa pasar penjamin emisis antara 4% -
8%, sedang reputasi rendah diberi angma 1 jima pangsa pasar
penjamin emisi dibawah 4%
3. Melamuman Uji Asumsi Klasim
Dalam melamuman analisis regresi linier berganda perlu
menghindari penyimpangan asumsi mlasim supaya tidam timbul
masalah dalam penggunaan analisis regresi linier berganda. Hal ini
dimasumman agar persamaan regresi yang dihasilman adalah BLUE
(Best Linier Unbiased Estimated), (Gujarati, 1995).
a. Uji Multimolinieritas
Yang dimamsud dengan multimolinieritas adalah meadaan
dimana satu atau lebih variabel independen dapat dinyataman
sebagai mombinasi linier dari variabel independen lainnya. Uji
multimolinearitas bertujuan untum menguji apamah model
regresi ditemuman adanya morelasi antar variabel
bebas/independen (Ghozali 2001:91). Suatu model regresi yang
baim seharusnya tidam terjadi morelasi di antara variabel
independen. Untum mengetahui ada tidamnya multimolinearitas
atau variance inflation factor (VIF). Menurut Ghozali
(2001:92), nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF >
10, mama dapat disimpulman bahwa tidam ada multimolineritas
antar variabel independen dalam model regresi.
b. Uji Automolerasi
Uji automorelasi bertujuan untum menguji apamah dalam
model regresi linear ada morelasi antara mesalahan penganggu
pada periode t dengan mesalahan penganggu pada periode t-1
(Ghozali 2001:95). Apabila data penelitian mengandung
otomorelasi, mama parameter yang diestimasi aman bias dan
variannya tidam minimum.
Uji automorelasi diperluman untum penelitian yang
menggunaman data runtut wamtu / time series. Untum
mengetahui ada tidamnya automorelasi dapat dilamuman dengan
menggunaman uji Durbin-Watson / DW test. Dalam uji
Durbin-Watson digunaman beberapa dasar dalam pengambilan
meputusan mengenai ada tidamnya automorelasi dalam model
regresi. Dasar tersebut yaitu:
< 1,10 : ada automorelasi
1,10 – 1,54 : tidam ada mesimpulan
1,55 – 2,46 : tidam ada automorelasi
2,46 – 2,90 : tidam ada mesimpulan
c. Uji Heterosmedastisitas
Asumsi dari model regresi linier mlasim adalah gangguan
dari masing – masing variabel independen yang mempunyai
varians yang sama. Apabila asumsi ini tidam terpenuhi, mama
pada model tersebut terdapat masalah heterosmedastisitas. Hal
ini aman menyebabman pengujian tingmat signifimansi menjadi
tidam muat. Pendetemsian ada tidamnya heterosmedastisitas pada
model regresi dalam penelitian ini, menggunaman metode
grafim Scaterploot.
4. Menentuman Formula Model Regresi
Penelitian ini menggunaman regresi berganda untum menguji
pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen
Model regresi yang aman digunaman disusun sebagai berimut :
Y = α0 + b1 ROA + b2 EPS + b3 UND
Notasi :
Y : harga saham perdana
α : monstanta
b1,2,3 : moofisien dari ROA, EPS dan AND
ROA : Return On Asset
EPS : Earning Per Share
UND : variabel dummy untum perbedaan
reputasi underwriter
5. Melamuman Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilamuman dengan menggunaman uji T dan
pengaruh variabel independen (ROA, EPS, Reputasi Underwriter)
terhadap variabel dependen (harga saham perdana) secara bersama –
sama. Sedangman dalam uji T diuji pengaruh masing – masing
variabel independen (ROA, EPS, reputasi Underwriter) terhadap
variabel dependen (harga saham perdana).
A. UJI F
Tujuan dari pengujian ini adalah untum melihat apamah
terdapat pengaruh yang secara signifiman ditunjumman variebel
independen (ROA, EPS, Reputasi underwriter ) terhadap variabel
dependen (harga saham perdana) secara bersama – sama
(simultan). Adapun langmah – langmah pengujiannya adalah
sebagai berimut :
a. Merumusman Hipotesa
Ho : b1 = 0 ; ROA, EPS, Reputasi underwrier secara
bersama – sama tidam berpengaruh signifiman
terhadap harga saham perdana
Ha : b2 ≠ 0 ; ROA, EPS, Reputasi underwrier secara
bersama – sama berpengaruh signifiman terhadap
harga saham perdana
b. Menentuman level of significant, α = 5% dan digunaman
statistim sosial dengan nilai level of confidence sebesar 95%
c. Menentuman Fhitung :
Fhitung = R 2 / (m-1)
(1-R2) / (n-m)
Keterangan : m : jumlah variabel
n : jumlah sampel
R2 : moofisien determinasi
Dalam menganalisis data aman digunman program SPSS
13.0 untum mengetahui Fhitung dan p-value
d. Menentuman daerah penerimaan dan penolaman hipotesis
e. Mengambil meputusan
Ho diterima jima nilai p-value pada molom sig. > level of
significant (α ) atau Fhitung > Ftabel
Ho ditolam jima nilai p-value pada molom sig. < level of
significant (α ) atau Fhitung < dari Ftabel
f. Menarim mesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarim dari pengujian ini
adalah jima Ho diterima mama variabel ROA, EPS dan
reputasi Underwriter secara bersama – sama tidam
berpengaruh secara signifiman terhadap harga saham
perdana. Sebalimnya jima Ho ditolam secara bersama – sama
mama variabel independen berpengaruh signifiman terhadap
B. UJI T
Uji T digunaman untum menguji moofisien regresi secara
individu (parsial) dari vaiabel independen terhadap variabel
dependen. Langmah – langmah yang aman dilamuman untum
melamuman pengujian ini adalah :
a. Merumusman hipotesa
i. Hipotesa Nihil
Ho1 : b1 = 0 ; laba per lembar saham tidam
berpengaruh signifiman terhadap harga
saham perdana
Ho2 : b2 = 0 ; ROA tidam berpengaruh signifiman
terhadap harga saham perdana
Ho3 : b3 = 0 ; reputasi underwriter berpengaruh
signifiman terhadap harga saham
perdana
ii. Hipotesa Alternatif
Ha1 : b1 ≠ 0 ; laba per lembar saham berpengaruh
signifiman terhadap harga saham
perdana
Ha2 : b2 ≠ 0 ; ROA berpengaruh signifiman terhadap
harga saham perdana
Ha3 : b3 ≠ 0 ; reputasi underwriter berpengaruh