NAMA : Sindi Sinora Mahulauw NIM : 160301028
JURUSAN: Pendidikan Agama Islam IAIN AMBON
E-MAIL :[email protected]
ABSTRAK
GAYA HIDUP SEHAT DENGAN METODE SHALAT YANG BENAR
Shalat merupakan solusi paling tepat dan utama untuk merealisasikan usaha dalam mengatasi penumpukan zat-zat radikal bebas yang tidak dapat dinetralisasikan oleh sel-sel yang ada di dalam tubuh manusia, Dengan mendirikan shalat secara ikhlas, benar, dan istiqamah seperti yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
Sebagaimana yang diketahui di dalam bidang medis, sebagian besar penyakit atau kelainan yang terdapat di dalam tubuh diakibatkan oleh penumpukan zat radikal bebas yang tidak dapat diproses oleh sel-sel tubuh, disebabkan karena adanya gangguan mekanisme pembuluh darah, dan sistem jantung.
Berdasarkan beberapa kandungan [perbuatan dalam shalat hati(jiwa), lisan, dan yang telah ditetapkan Allah swt, sesuai dengan fitrah dan kebutuhan tubuh manusia sehingga keadaan jiwa menjadi selalu stabil, dan dapat beradaptasi dengan lingkungan secara efektif, serta seluruh proses metabolism sel tubuh (cooling down to body cell metabolism regulations).
BAB I
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
setiap umat manusia di dunia khususnya umat islam semuanya memiliki kewajiban untuk melaksanalan shalat, Kewajiban melaksanakan shalat ini tidak akan terlepas dan
terselesaikan dalam keseharian setiap umat muslim di seluruh dunia, kecuali jika ada sesuatu hal yang menghalangi seperti wanita yang dalam masa haid dan sejenisnya, serta kematian.
Seperti telah diketahui bahwa shalat bukan hanya sarana tempat berkomunikasi dengan sang pencipta, melainkan juga sebagai tempat jaminan kesehatan, shalat dapat diterapkan sebagai salah satu cara efektif untuk memelihara kesehatan tubuh, bukan hanya kesehatan jasmani yang didapat dari shalat melainkan juga kesehatan rohani dengan cara
menerapkan shalat sebagai pola hidup atau gaya hidup sehat.
Banyak manfaat yang didapat dari shalat selain kesehatan tubuh dan jiwa (hati), yaitu pahala dan kedudukan yang baik disisinya serta rasa nikmat dari mencintai dan dicintai oleh Allah dan mahluknya. Namun jika proses shalat yang dilaksanakan tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya maka tidak akan ada manfaat dan impian untuk memiliki tubuh yang sehat tidak akan pernah tercapai. Oleh karena itu karya ilmiah ini akan membantu anda menjawab permasalahan kesehatan tubuh anda dan menerapkannya dalam bentuk shalat dengan cara benar
B. RUMUSAN MASALAH
1. apa pengertian shalat secara umum? 2. apa pengertian gaya hidup sehat?
3. bagaimana cara memperoleh gaya hidup sehat dengan shalat? 4. mengapa shalat dapat memelihara fitrah tubuh manusia?
C. TUJUAN
3. Untuk mengetahui gaya hidup sehat dalam bentuk shalat
4. Untuk mengetahui apa hubungan shalat dengan fitrah tubuh manusia
Bab ii
Pembahasan
A. Pengertian shalat secara umum
Secara etimologi shalat memiliki arti do a dan secara istilah, para ahli fiqh
mengartikan secara lahir dan hakiki. Secara lahiriah shalat memiliki arti beberapa ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengan ucapan dan perbuatan tersebut kita kita beribadah kepada Allah swt menurut syarat-syarat yang telah ditentukan
Secara hakiki shalat memiliki arti menghadapkan hati (jiwa) kepada Allah swt yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebasaran dan keswempurnan kekuasan-Nya.
Shalat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslimin yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi kaum muslimin yang berada di dalam ruangan maupun kaum muslimin yang sedang berda di dalam perjalanan. Shalat merupakan ibadah kepada tuhan, serta penyerahan diri lahir dan bathin kepada allah swt dalam rangka ibadah dan memohon ridho-Nya baik berupa perkataan maupun perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri denganm salam sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan.
penyebrangan. Dan shalat juga merupakan hubungan paling pribadi antara seorang hamba denhan Tuhannya.
B. Pengertian gaya hidup sehat
Gaya hidup sehat adalah suatu pilihan hidup sederhana yang sangat tepat untuk diterapkan dan dijalankan. Hidup dengan pola makan, pikiran, lingkungan, dan kebiasaan yang sehat. Sehat dengan arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang bermanfaat dan baik bagi tubuh.
Pengertian pola hidup sehat menurut para ahli: yaitu menurut Kotler, pola hidup sehat adlah gambaran dari maktivitas atau kegiatan yang di dukunh oleh minat, keinginan dan bagaimana pikiran menjalaninya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Dan tentunya terhadap hal-hal yang baik.
Dari pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa gaya hidup sehat adalah suatu proses yang artinya proses kita dalam menjalankan suatu pilihan yang sangat tepat untuk kelangsungan hidup kita, sedangkan pola hidup sehat adalah hasil dimana harus dicapai dan ditempuh untuk memperoleh fisik yang sehat secara jasmani dan rohani.
Hidup sehat secara umum juga diartikan sebagai hidup yang terbebas dari segala masalah baik masalah jasmni maupun rohani, jasmani adalah fisik dan rohani adalah mental. Gangguan rohani adalah apa saja yang mengganggu kesehatan kondisi pikiran, hati, dan jiwa kita. Sedangkan masalah jasmani bisa berupa penyakit-penyakit yang mengganggu berfungsinya anggota badan kita.
C. Gaya hidup sehat dengan shalat
untuk kebugara dan kesehatan tubuhnya, tanpa didasari dengan ilmu pengetahuan mengenai hakikat dan tujuan dari pelaksanaan shalat itu secara murni dan benar sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
Pemahaman seperti ini adalah sebuah kekeliruan, meskipun ada sedikit aspek kebenaran di dalamnya, karena pada dasarnya inti dari shalat yang benar adalah perwujudan dari proses penstabilan hati (jiwa) dan seluruh proses meta bolisme sel dalam tubuh dalam rangka beribadah kepada Allah, serta senantiasa memohon kemudahan, pertolongan dan perlindungan nya dengan sabar dan tawakal agar disembuhkan dari berbagai penyakit dan menjaga kesehatan serta kestabilan tubuh. Hal ini sebagai mana firman Allah dalam QS Al-Baqarah: 45 dan mohonlah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat
Kesehatan manusia yang sering terganggu di karenakan adanya gangguan-gangguan atau kelainan mekanisme jantung dan kelainan proses metabolisme lainnya,
diakibatkan oleh penumpukan zat-zat asing yang masuk dengan bebas ke dalam tubuh melaui proses pernafasan, makanan, minuman maupun hal-hal lain yang berada di lingkungan sekeliling. Manusia pada era modern sering kali perpikir dengan adanya pelaksanaan olahraga (senam atau aerobik) secara rutin setiap hari dapat memaksimalkan dan meminimalisir penumpukan zat-zat radikal bebas di dalam tubuh. Memang benar dengan cara seperti ini juga dapat membantu menyehatkan tubuh tetapi hal seperti ini bukanlah cara yang tepat dan efektif, karena dengan berolahraga tenaga akan terkuras walaupun tubuh menjadi sehat, tetapi kenikmatan dan ketenangan hati (jiwa) tidak di dapat dan kebutuhan rohani tidak terpenuhi.
Shalat yang didirikan dengan cara yang benar sesuai dengan tuntutan nabi saw dapat memperbaiki serta membersihkan setiap diri manusia dari berbagai macam penyimpangan, dosa, gangguan, kelainan, kesalahan, dan penyakit yang ada di dalam dirinya akibat dari berbagai hasil perbuatan yang telah dilakukannya sendiri maupun dari pengaruh lingkungannya. Hal ini diperoleh dengan cara merealisasikan roh (mental) shalatyang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari dan interaksi dengan lingkungannya, khususnya dalam melakukan pencegahan terhadap berbagai perbuatan keji dan mungkar terhadap diri dan lingkungannya. Hal inji dikarenakan oleh berbagai petunjuk dan pertolongan yang diberikan Allah karena ia senantiasa mendirikan shalat dan mengingat serta memohon pertolongan kepada-Nya. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa berbagai keutamaan dan pengaruh mendirikan shalat (secara benar, mantap, berkesinambungan, tepat waktu ikhlas, dan sempurna) dapat diperoleh oleh setiap insan (diri) manusia yang senantiasa menunaikannya. Untuk mewujudkan pembersihan diri (tubuh), hati (jiwa), juga meningkatkan ketakwaan, rasa syukur, dan kecintaannya kepada Allah.
Macam-macam pengaruh gerakan shalat terhadap kesehatan tubuh yaitu: 1. Berdiri sebelum dan saat mendirikan shalat
a. Pencapaian keseimbangan posisi tubuh dan gerakan shalat
Posisi berdiri dengan tenang dalam shalat menjadikan berat badan tidak akan tertumpu pada otot bawah kaki saja sehingga terhindar dari risiko terjadinya kerusakan pada lekukan kaki, posisi ini juga akan mengurangi risiko terjadinya kelelahan pada tubuh.
b. Perenggangan bagian otot tubuh tertentu
Posisi ini menstabilkan aktivitas metabolism sel tubuh secara keseluruhan serta memulihkan kembali stamina, kebugaran, dan kesehatan tubuh. c. Pengaturan napas seefektif mungkin untuk berelaksasi (penenangan diri) d. Penstabilan aktivitas jantung dengan system peredaran darah dan limfeh
tubuh
a. Pencapaian keseimbangan dalam posisi tubuh dan gerkan shalat
Kadar berat otot-otot lengan tubuh bertambah secara bertahap melalui beberapa gerakan shalat. Gerakan ini dalah pemanasan dan persiapan bagi beberapa otot lengan tubuh untuk menanggung beban tubuh.
Begitu pula manfaat yang sama dalam gerakan shalt lainnya.
D. Shalat memelihara fitrah tubuh manusia
Jiwamuthmainnah(jiwa yang tenang), merupakan salah satu hasil yang dapat diraih setiap manusia jika dia selalu memelihara fitrahnya yang murni sesuai dengan semua ketentuan dan ketetapan Allah SWT yang terkandung dalam syariat Islam. Pemeliharaan fitrah yang murni tersebut hanya dapat dicapai dan diwujudkan dengan bertasyakur kepada Allah melalui ketundukan, zuhud (meninggalkan
sesuatu yuang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhiratnya),wara (meninggalkan segala Sesutu yang menimbulkan mudarat), dan takwa pada semua ketetapan-Nya. Proses penyucian jiwa(tazkiyatun nufus)secara khusus diaplikasikan dengan menjalankan semua ibadah atau amalan di dunia yang bersifat amar ma ruf nahi munkar, salah satunya dengan mendirikan shalat. Tujuan utamanya agar terbentuk hati (jiwa) yang senantiasa tunduk, patuh, dan beribadah kepada Allah. Selanjutnya dpat berpengaruh dan memberi ketenangan sehingga dapat mengembalikan dan memelihara fitrahnya yang murni.
Fitrah murni yang senantiasa terpelihara tersebut menjadikan diri manusia makin dekat kekada Allah sehinggaa dpat mempermudah interaksi dan berkimunikasi dengan-Nya.Allah pasti akan selalu menjadikan setiap perkataan, amalan, dan akhlak yang baik bgi par hamba-Nya sebagai alat pendengaran, penglihatan, pegangan tangan, memberikan pertolongan, dan perlindungan bagi para hamba-Nya serta menjalani kehidupan dunia dan akhirat dengan sempurna.
1. Realisasi shalat terhadap pemeliharaan fitrah tubuh manusia
1. Shalat menjadikan hati selalutasyakurpada ketetapan Allah Allah telah menetapkan kepada setiap manusia bahwa seluruh kebahagiaan dan nikmat selalu diperoleh dan dirasakan kembali tambahannya jika selalutasyakur(bersyukur) kepada-Nya. Bersyukur juga merupakan salah satu fitrah manusia yang telah Allah karuniakan kepada semua hamba-Nya jika ia mendapatkan kebahagiaan. Ada tiga perwujudan dari rasa syukur kepada Allah atas kebahagiaan yang diperoleh dan dirasakan oleh setiap manusia sesuai dengan fitrahnya, yaitu: pertama, jika ia diberi nikmat, kenikmatan, kebaikan, ia akan bersyukur; kedua, jika ia diuji dengan musibah atau kesusahan, ia akan bersabar; ketiga, jika ia berbuat kesalahan atau dosa, ia akan bertobat (meminta ampun kepada Allah swt), menyesalinya dan berusaha untuk tidak mengulanginya kembali.
2. Shalat menjadikan hati selalu ber-tazkiyatun nufus
Tazkiyahberasal dari kata zakka, yuzakki, tazkiyatan yang bermakna suci, tumbuh, dan berkembang. Sedangkan maksud dari kata tersebut adalah berbaikan dan penyucian hati atau jiwa manusia melalui ilmu yang bermanfaat dana mal saleh dengan melaksanakan perintah Allah. Sesuai dengan perintah Allah dalamQS At-Taubah: 103 ambilah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdolah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
3. Shalat menjadikan hati selalu bertakwa kepada Allah
Makna ketakwaan ini sesuai dengan segi Bahasa dan syariat islam sebagai fitrah murni manusia, yaitu tunduk dan taat terhadap semua ketetapan Allah.
Makna zuhud yang dimaksud secara kaidah adalah hilangnya semua bentuk keinginan terhadap sesuatu, baik yang disertai dengan kebencian maupun sekadar hilangnya keinginan padanya. Adapun makna zuhud menurut kaidahnya syariat islam adalah meninggalkan suatu rasa yang disenangi (digemari) terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat atau yang tidak dapat di gunakan untuk membantu dalam ketaatan kepada Allah.
2. Realisasi secara khusus dengan shalat untuk memelihara fitrah tubuh a. Melalui realisasi penyucian dan perjanjian hati kepada Allah swt
1. Realisasi penyucian hati kepada Allah
Shalat merupakan salah satu ibadah yang paling utama dalam merealisasikan penyucian hati (jiwa) dan ketakwaan serta tubuh
manusia. Ibadah yang dilakukan hati di dalam shalat dalah kekhusyukan, kelemahlembutan, penuh rasa takut dn berharap kepada Allah swt, ibadah yang dilakukan akal di dalam shalat adalah menadaburi, atau menghayati, merenungi dan memahami (penciptaan dan nikmat yang diberikan Allah serta berbagai bacaan atau isi al-qur an dan doa yang dibaca atau terkandung dalam shalat.
2. Realisasi perjanjian hati kepada Allah
Allah swt telah membuat perjanjian dengan semua roh manusia (sebelum mereka ditiupkan ke badan-badannya), bani israil (QS Al-Baqarahy: 83), adan umat islaim dalam hal mtewujudkan pengabduian dan peribadahan setiap manusia kepada-Nya, yaitu dengan
Bab iii Penutup
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan berbagai hal berikut:
1. Shalat merupakan solusi paling tepat dan utama untuk merealisasikan usaha dalam
mengatasi penumpukan zat-zat radikal bebas yang tidak dapat dinetralisasikan oleh sel-sel yang ada di dalam tubuh manusia, Dengan mendirikan shalat secara ikhlas, benar, dan istiqamah seperti yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
2. Gaya hidup yang di impi-impikan oleh setiap manusia salah satunya adalah gaya hidup sehat. Tidak banyak orang yang hidup dengan kesehatan tubuh yang baik, banyak yang mewujudkan gaya hidup sehat dengan cara berolahraga (senam dan aerobik) tetapi belum tentu menyehatkan dan menyeimbangkan proses metabolisme tubuh.
3. . Gaya hidup sehat dapat diwujudkan dengan salah cara yaitu Mendirikan shalat secara benar, ikhlas dan istiqamah akan sangat membantu dalam menyehatkan tubuh, karena shalat merupakan solusi paling tepat dan utama yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, karena di dalam shalat terkandung beberapa perbuatan hati (jiwa), lisan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan tubuh manusia oleh Allah sehingga keadaan tubuh menjadi stabil dan dapt beradaptasi dengan lingkungan secara efektif dan proposional. 4. Shalat bukan hanya memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh, melainkan juga
Daftar pustaka
Hendrik, sehat dengan shalat , solo: tiga serangkai, 2008 cet 1.
Syaikh Muhammad al-utsaimin, hidup sehat dengan shalat , Jakarta timur: akbarmedia, 2012, cet 2.
Briliantono m. soenarwo, sehat tanpa obat ,upaya hidup sehat dengan aplikasi rukun islam , Jakarta selatan: pustaka al-mawardi, 2010 cet 1.