RENCANA KEGIATAN KKN PPM A. Permasalahan
Berdasarkan observasi lapangan dan wawancara pada perangkat Desa Duda Utara dan masyarakat ditemukan beberapa permasalahan maupun potensi yang bisa dikembangkan di wilayah Desa Duda Utara. Permasalahan dan potensi tersebut tercantum dalam tabel berikut.
Tabel 1. Identifikasi Permasalahan
No. Permasalahan Lokasi Sumber
(P/M/D)* 1. Jaringan irigasi yang tidak dapat
memenuhi kebutuhan persawahan dan mengakibatkan para petani di Duda Utara memperebutkan air
Desa Duda Utara P
2. Terisolirnya beberapa daerah di Desa Duda Utara dan kendaraan roda empat tidak dapat melintas
Desa Duda Utara P
3. Sebagian warga Desa Duda Utara adalah pengerajin anyaman ata dan saat ini bahan baku kayu ata mahal
Desa Duda Utara P
4. Rendahnya kesadaran warga Desa Duda Utara akan kesehatan, khususnya mengenai kepemilikan jamban
Desa Duda Utara P
5. Masih banyaknya warga yang terserang penyakit demam berdarah
Desa Duda Utara D
6. Kurangnya kesadaran masyarakat akan sampah serta tidak adanya bak sampah
7. Kurang maksimalnya SIMANTRI (Sistem Pertanian Terintergrasi) Desa Duda Utara khususnya dalam hal pengelolaan pupuk kompos
Banjar Karangsari Kelod, Desa Duda Utara
M,D
8. Tidak adanya website administrasi Desa Duda Utara
Desa Duda Utara P
9. Masih adanya warga Desa Duda Utara khususnya yang lanjut usia tidak bisa membaca
Desa Duda Utara P
10. Belum adanya kelompok belajar mandiri yang bisa memaksimalkan potensi belajar anak-anak di Desa Duda Utara
Desa Duda Utara P
11. Rendahnya harga jual buah salak pada saat panen raya
Desa Duda Utara M
12. Tidak adanya media pemberitahuan atau pengumuman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan
Desa Duda Utara P, M
13. Kurang optimalnya pemanfaatan halaman rumah warga Desa Duda Utara sebagai media tanam
Desa Duda Utara M
14. Kurang terawatnya POSKESDES (Posko Kesehatan Desa) Desa Duda Utara
Desa Duda Utara P,M
15. Kurangnya kesadaran warga tentang perilaku hidup bersih dan sehat
*Keterangan :
P = Perangkat Desa M = Masyarakat
D = Dinas instansi vertikal/stakeholder B. Prioritas Pemilihan Masalah
Dari beberapa permasalahan dan potensi yang tercantum dalam tabel 1, kelompok kami menetapkan prioritas pemilihan masalah yaitu :
Tabel 2. Prioritas Pemilihan Masalah
No. Permasalahan Alasan Pemilihan
1. Kurang maksimalnya SIMANTRI (Sistem Pertanian Terintergritas) Desa Duda Utara khususnya dalam hal pengelolaan pupuk kompos
SIMANTRI (Sistem Pertanian Terintergritas) merupakan salah satu kelompok tani warga Desa Duda Utara yang memiliki peranan penting bagi anggotanya yang berprofesi sebagai peternak sapi. Pada awalnya SIMANTRI di Desa Duda Utara memprioritaskan dalam hal pengelolaan pupuk kompos yang dihasilkan dari ternak sapi. Namun pupuk kompos tersebut mendapat nilai yang sangat rendah apabila dijual di pasaran dan tidak sebanding dengan biaya pengolahan pupuk kompos tersebut. 2. Masih banyaknya warga
Desa Duda Utara yang terkena penyakit demam berdarah
Banyaknya jumlah warga Desa Duda Utara yang terjangkit penyakit demam berdarah selain disebabkan oleh nyamuk Aides Aieghpty tapi juga karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit demam berdarah.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat
Desa Duda Utara sering mengalami kejadian luar biasa (KLB). Kejadian luar biasa yang pernah terjadi antara lain muntaber dan rabies. Pada tahun 2016 ini pun, Desa Duda Utara kembali mengalami kejadian
luar biasa, yaitu demam berdarah. Salah satu faktor terjadinya hal ini adalah kurangnya kesadaran warga Desa Duda Utara mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
4. Kurang terawatnya POSKESDES (Posko Kesehatan Desa) Desa Duda Utara
POSKESDES (Posko Kesehatan Desa) merupakan lembaga kesehatan terdekat dan satu-satunya di Desa Duda Utara. Kondisi POSKESDES Desa Duda Utara sendiri kurang terawat sebagaimana seharusnya lembaga kesehatan.
5. Belum adanya kelompok belajar mandiri yang bisa memaksimalkan potensi belajar anak-anak di Desa Duda Utara
Terdapat 3 (tiga) sekolah dasar dan 1 (satu) sekolah menengah pertama di Desa Duda Utara. Siswa di Desa Duda Utara hanya mendapatkan pelajaran sebatas di sekolah saja. Hal ini dikarenakan tidak terdapat layanan bimbingan belajar, selain itu juga dikarenakan banyaknya siswa di Desa Duda Utara yang berada di bawah garis kemiskinan.
6. Masih adanya warga Desa Duda Utara khususnya yang lanjut usia tidak bisa membaca
Membaca merupakan salah satu hal yang wajib dikuasai oleh setiap orang di era globalisasi saat ini. Dengan membaca kita dapat memperoleh berbagai informasi. Apabila seseorang tidak dapat membaca maka hal tersebut menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam berbagai hal, contohnya adalah dalam mengurus administrasi maupun dalam mencari pekerjaan.
7. Kurang optimalnya pemanfaatan halaman rumah warga Desa Duda Utara sebagai media tanam
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Desa Duda Utara dapat dilihat bahwa rumah warga disana memiiki pekarangan yang cukup luas. Selain itu, tanah di Desa Duda Utara termasuk tanah yang subur karena berada di lereng selatan dari Gunung Agung. Didukung dengan cuaca yang mendukung
untuk menanam, maka diadakan program kerja Rumah Pangan Lestari.
8. Tidak adanya website Desa Duda Utara
Di era globalisasi saat ini, internet merupakan salah satu sumber utama dalam mencari berbagai informasi. Website merupakan salah satu bentuk dari informasi pada internet tersebut. Tidak adanya website Desa Duda Utara menyebabkan kurang dikenalnya Desa Duda Utara beserta dengan potensi yang ada di Desa Duda Utara.
C. Rencana Program KKN PPM
Adapun rencana program kelompok kami selama satu periode KKN PPM di Desa Duda Utara, meliputi :
Tabel 3. Rencana Program KKN PPM
No. Nomor Sektor Rencana Program Bahan Volume Sumber Dana 1. 02.1.2.10 Pelatihan Peningkatan Produksi, Pengaplikasian dan Pemasaran Pupuk Kompos Terpal, EM4, Cangkul, Snack peserta 16 orang 5 x 8 jam Iuran Mahasiswa 2. 13.1.1.55 Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tentang Penyakit DBD dan Pengadaan Bubuk Abate Bubuk abate, Pamflet, Poster 20 orang 3 x 5 jam Iuran Mahasiswa
3. 13.1.1.55 Penyuluhan dan Pelatihan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sabun antiseptic, Cetak leaflet, Kertas HVS A4 70 gram 20 orang 3 x 5 jam Iuran Mahasiswa 4. 15.1.9.99 Perawatan Gedung POSKESDES (Posko Kesehatan Desa) Desa Duda Utara Kuas, Roll, Amplas, Cat (hijau,coklat dan abu-abu), Koran, Kapi, Tanaman, dan Pupuk 16 orang 3 x 7 jam Iuran Mahasiswa 5. 11.1.1.01 Pemberian Pelajaran Tambahan Matematika dan Bahasa Inggris Buku Pelajaran, Spidol, Penghapus Papan, Papan Tulis 20 orang 3 x 5 jam Iuran Mahasiswa 6. 11.2.1.01 Pemberian Pembinaan Belajar Membaca dan Menulis Bagi Masyarakat yang Tidak Bisa Membaca Buku Tulis, Pensil, Penghapus, dan Spidol 20 orang 3 x 6 jam Iuran Mahasiswa 7. 02.1.1.01 Rumah Pangan Lestari Polybag bening, Pot, Pupuk (N,P, dan K), dan Benih. 20 orang 2 x 8 jam Iuran Mahasiswa
8. 08.1.1.01 Pembuatan Website Desa Duda Utara Kuota Internet, Cuk Roll 5 orang 3 x 7 jam Iuran Mahasiswa
D. Deskripsi Program Kegiatan 1. Program Pokok
1. Judul Kegiatan Bidang Peningkatan Produksi : “Pelatiham Peningkatan Produksi, Pengakplikasian dan Pemasaran Pupuk Kompos”
a. Latar Belakang
Desa Duda Utara memiliki potensi yang cukup beragam dari segi pertanian dan perkebunan.Begitu memasuki Desa Duda Utara terdapat perkebunan salak yang cukup banyak dan luas,demikian pula dengan mata pencaharian penduduk di desa ini yang sebagian besar penduduknya merupakan petani salak.Namun,jika ditelusuri kembali para petani salak di desa ini belum dapat memelihara tanamannya dengan baik dan benar,contohnya seperti pemberian kompos pada tanaman salak mengenai takaran,cara pengaplikasian kompos dan manfaat kompos itu sendiri belum secara maksimal dilakukan.
Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Proses pembuatan dan pemanfaatan kotoran ternak dan sisa tanaman untuk dijadikan pupuk kompos sudah di lakukan di Simantri Siwa Mukti Desa Duda Utara. Menurut Bapak I Gede Pageh Suartawan (Ketua Simantri) pembuatan kompos untuk sekarang ini tidak dilaksanakan lagi, terkendala pemasaran dan harga yang kompos murah.
Dari permasalahan tersebut dirasa masih perlu untuk dilaksanakan pelatihan terkait peningkatan produksi kompos dari petani, pengaplikasian ke tanaman kebun dan pemasaran produk.
Program ini dilakukan untuk membantu petani di desa dalam meningkatkan produksi kompos dan membantu pemerintah dalam mensosialisasikan pertanian organik. Program ini nantinya akan dilaksanakan bersama warga desa yang termasuk
kelompok tani. Sebelumnya dilakukan penyuluhan dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan kompos dan pengaplikasian ke tanaman.
Kompos yang akan dibuat merupakan kompos yang berasal dari bahan-bahan alami setempat yang ada di sekitar lingkungan warga dan mudah didapat. Bahan-bahan tersebut dapat berupa kotoran ternak sapi, serasah, sekam, sampah-sampah organik, dan kunci keberhasilan komposnya yaitu dengan penambahan stater (EM4).
Setelah dilakukannya pelatihan pembuatan kompos ini, akan dilakukan pengecekan dan pembalikkan kompos dengan jangka waktu 3 hari sekali. Kompos akan jadi kurang lebih selama 3 minggu jika kondisi lingkungan mendukung. Jika kompos sudah jadi akan siap digunakan dan dapat diperjual belikan kemasyarakat lainnya.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari terbentukya program ini adalah untuk memberikan peningkatan produksi, dan pemanfaatan pupuk kompos ke tanaman salak untuk memberikan nilai tambah dan peningkatan produksi tanaman salak petani.
c. Manfaat
Adapun manfaat dari terbentukya program ini adalah dapat memamfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk kompos serta peningkatan produksi tanaman salak petani.
d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok Sasaran SIMANTRI dan Kelompok Tani di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
2. Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk Menyiapkan tempat pelaksanaan
Mengumpulkan peserta Menyiapkan konsumsi
Sosialisasi kepada warga Desa Duda Utara Pelaksanaan
Memberikan penyuluhan peningkatan produksi, pemanfaatan dan pupuk kompos
Pemberian konsumsi Pembuatan pupuk kompos Evaluasi
SIMANTRI dan Kelompok Tani di Desa Duda Utara dapat meningkatkan produksi pupuk kompos dan pengaplikasian ke tanaman salak.
e. Rencana Anggaran Biaya
2. Judul Kegiatan Bidang Kesehatan Masyarakat 1 : “Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tentang Penyakit DBD dan Pengadaan Bubuk Abate”
a. Latar Belakang
Ditinjau dari segi kesehatan, masyarakat Desa Duda Utara masih belum terlalu peduli dengan kebersihan lingkungan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Total (Rp) 1 Terpal 1 buah Rp. 60.000 Rp. 60.000 2 EM4 3 buah Rp. 20.000 Rp. 60.000 3 Cangkul 3 Buah Rp. 120.000 Rp. 120.000 3 Pembicara 1 orang Rp. 300.000 Rp. 300.000 4 Snack 50 buah Rp. 3.000 Rp. 150.000 TOTAL Rp. 690.000
Walau demikian, kondisi lingkungan Desa Duda Utara tergolong bagus. Hal ini didasarkan pada hasil survey lapangan yang dilakukan oleh kelompok bahwa jumlah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dimana pembuangan sampah-sampah rumah tangga yang diangkut langsung oleh truk pembuangan sampah ke TPA sulit ditemukan di desa ini. Bahkan dalam satu rumah warga ada yang tidak memiliki bak untuk membuang sampah. Disisi lain warga juga kurang memerhatikan kebersihan rumah dan kesehatan individu itu sendiri. Hal ini terlihat dari keadaan rumah warga yang berdekatan dengan kandang hewan ternak, seperti ayam dan sapi Selain itu, mayoritas masyarakat Desa Duda Utara memiliki perkebunan salak di depan rumahnya. Kondisi ini tentu saja akan sangat membahayakan kesehatan warga Desa Duda Utara yang ditambah pula dengan keadaan cuaca dan musim hujan yang mendominasi saat ini.
Musim hujan yang terjadi di Bali khususnya daerah Duda Utara, Kabupaten Karangasem dapat memicu timbul dan berkembangnya berbagai macam penyakit yang mungkin dapat menjadi wabah yang berbahaya bagi masyarakat. Musim hujan menjadi musim yang subur akan datangnya jentik-jentik nyamuk yang menjadi sumber penyakit bila keadaan lingkungan tidak terjaga dengan baik, mulai dari kebersihan hingga kerapian lingkungannya. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan adalah demam berdarah. Menurut Kepala Desa Duda Utara, I Wayan Dharma Adi, kasus DBD cukup sering terjadi di Desa Duda Utara. Sepanjang Tahun 2016 ini Duda Utara menempati peringkat pertama kasus demam berdarah se kecamatan selat.. Hal ini menunjukkan begitu besarnya bahaya demam berdarah yang mengancam warga Desa Duda Utara, Selat, Karangasem. Oleh karena itu pencegahan menjadi hal wajib dan penting dilakukan agar ancaman ini tidak berkelanjutan. Kegiatan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah bertambah luasnya wabah penyakit yang dapat ditimbulkan, masyarakat Desa Duda Utara perlu melakukan kegiatan penataan dan kebersihan lingkungan guna mengurangi adanya perkembangbiakan benih-benih penyakit yang mungkin dibawa seiring datangnya musim hujan.
Penyakit ini menjadi jenis penyakit yang sering menimbulkan keresahan bagi masyarakat, mengingat dampaknya yang dapat menimbulkan kematian bagi penderita jika tidak ditangani dengan segera dan benar. Penyakit Demam Berdarah Dengue ini menyebar melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang dapat menyebarkan virus demam berdarah dengue bernama Aedes Aegypti. Secara umum, dengan datangnya musim hujan, maka sangat dimungkinkan banyaknya genangan air yang tersisa dari hujan yang
ada. Genangan-genangan air semacam ini dapat menjadi tempat utama perkembangbiakan jentik-jentik serta benih-benih nyamuk yang nantinya akan berkembang menjadi nyamuk dewasa yang dapat menyebarkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
b. Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang demam berdarah dengue. Sehingga nantinya masyarakat dapat memahami tentang apa itu demam berdarah dengue dan mengetahui tindakan preventif yang dapat dilakukan. c. Manfaat
Manfaat dari program ini adalah kami dapat mengajak, menghimbau dan memberitahukan bahaya demam berdarah dengue dan dapat mengetahui tindakan preventif yang dapat dilakukan seperti 3M
d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok sasaran dari program ini adalah seluruh warga Desa Duda Utara 2. Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM
Perencanaan
Pembuatan proposal.
Pembuatan surat kepada pihak terkait. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Pelaksanaan
Memberikan penyuluhan ke tiap rumah warga di Desa Duda Utara. Evaluasi
Warga Desa Duda Utara memiliki pemahaman lebih mengenai penyakit demam berdarah.
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Total (Rp)
1. Bubuk Abate 100 Buah Rp. 2000 Rp. 200.000
2. Cetak leaflet 100 Lembar Rp. 1.000 Rp. 100.000
3. Cetak Poster 10 lembar Rp. 10.000 Rp. 100.000
TOTAL Rp. 400.000
3. Judul Kegiatan Bidang Kesehatan Masyarakat 2 : “Penyuluhan dan Pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS)”
a. Latar Belakang
Perilaku hidup bersih dan sehat masih menjadi permasalahan di Desa Duda Utara. Dari hasil observasi yang telah kami lakukan, didapatkan hasil bahwa masih terdapat beberapa masyarakat yang memiliki kesadaran PHBS yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya sampah di sekitar lingkungan mereka, kandang hewan ternak yang berada satu lingkungan dengan areal rumah. PHBS ini sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah munculnya penyakit seperti diare, DBD, malaria, dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya peningkatan kesadaran sejak dini, salah satunya adalah dengan menekankan dan menerapkan PHBS di sekolah. Diharapkan dengan mengadakan penyuluhan PHBS di sekolah, siswa dan perangkat lingkungan sekolah lebih tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
b. Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya anak sekolah dasar tentang pentingnya prilaku hidup bersih sehat khususnya mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari
Manfaat dari program ini adalah kami dapat mengajak, menghimbau dan menerapkan pentingnya hidup bersih dan sehat kepada adik-adik sekolah dasar terutama dalam hal cuci tangan cara yang baik dan benar.
d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok sasaran dari program ini adalah siswa dan siswi sekolah dasar di Desa Duda Utara, warga sekolah (kepala sekolah,guru, dan pegawai), serta masyarakat lingkungan sekolah (penjaga kantin, satpam, dan lain-lain).
2. Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Pembuatan proposal
Pembuatan surat kepada pihak terkait Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan Pelaksanaan
Melakukan penyuluhan kepada siswa sekolah dasar di Desa Duda Utara Evaluasi
Program ini dinyatakan berhasil apabila anak-anak paham akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
e. Rancangan Anggaran Biaya
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Total (Rp) 1. Sabun antiseptic 2 Buah Rp. 15.000 Rp. 30.000
2. Cetak leaflet 100 Lembar Rp. 1.000 Rp. 100.000
TOTAL Rp. 165.000
4. Judul Kegiatan Bidang Prasarana Fisik : “Perawatan Gedung POSKESDES (Posko Kesehatan Desa) Desa Duda Utara”
a. Latar Belakang
Masyarakat desa merupakan kekuatan dari suatu desa sehingga kesehatan masyarakat desa sangatlah penting. Dalam mewujudkan kesehatan masyarakat desa Duda Utara Kecamatan Selat, Karangasem terdapat suatu wadah berupa bangunan POSKESDES (Posko Kesehatan Desa) yang setiap harinya beroperasi. POSKESDES merupakan suatu kebutuhan yang vital bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat mengkonsultasikan kesehatannya.
Melihat kondisi POSKESDES Desa Duda utara yang sudah cukup tua, maka perlu diadakannya perawatan terhadap bangunan tersebut. Maka dari itu mahasiswa KKN mengusulkan program kerja perawatan POSKESDES yang dilakukan dengan cara pengecatan poskesdes serta penanaman tanaman toga sehingga diharapkan pokskesdes dapat menjadi lebih asri serta melalui POSKESDES yang bersih dan sehat diharapkan kesehatan masyarakat dapat menjadi lebih baik.
b. Tujuan
Merawat kembali poskesdes yang sudah cukup tua sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya.
c. Manfaat
POSKESDES dapat menjadi lebih baik.
POSKESDES semakin sering digunakan maupun dimanfaatlan oleh warga Desa Duda Utara.
d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok Sasaran Masyarakat di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
2. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Konsultasi dengan Kepaa Dusun tentang waktu pelaksanaan kegiatan Menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan Pelaksanaan
Mahasiswa dibantu masyarakat mengecat POSKESDES dan melakukan penanaman toga.
Pengerikan cat lama dan pembersihan dari kotoran serta diamplas Pengecatan dinding
Penanaman toga di halaman POSKESDES Evaluasi
Kegunaan tanaman toga yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar. Kenyamanan Suasana POSKESDES yang dirasakan masyrakat saat
berobat.
e. Rancangan Anggaran Biaya
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Total (Rp) 1 Kuas 5 buah Rp. 12.000 Rp. 60.000 2 Roll 3 buah Rp. 20.000 Rp. 60.000 3 Amplas 3 lbr Rp. 15000 Rp. 45000
4 Cat warna hijau 5 kg Rp. 200.000 / 2.5L Rp. 400.000 5 Cat warna coklat 2.5 kg Rp. 200.000 / 2.5L Rp. 200.000 6 Cat warna abu abu 2.5 kg Rp. 200.000 / 2.5L Rp. 200.000
7 Koran tentatif Rp. 5.000 Rp. 5000 8 Kapi 5 buah Rp. 15.000 Rp. 75.000 9 Tanaman 8 buah Rp. 30.000 Rp. 240.000 10 Pupuk 10 kg Rp. 20.000/10kg Rp. 20.000 12 Tanah 10 kg Rp. 20.000/10kg Rp. 20.000 TOTAL Rp. 1.325.000
5. Judul Kegiatan Bidang Sosial Budaya 1 : “Pemberian Pelajaran Tambahan Matematika dan Bahasa Inggris”
a. Latar Belakang
Matematika dan Bahasa Inggris merupakan sekian dari banyaknya mata pelajaran pokok yang diajarkan dalam sekolah dasar maupun menengah. Disadari atau tidak bahwa matematika memegang peranan sangat penting dan sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, banyak siswa dan siswi menganggap bahwa Matematika adalah salah satu pelajaran yang susah. Namun sesungguhnya anak didik memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya matematika, para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan praktis, beserta bersikap positif dan berjiwa kreatif.
Selanjutnya, Bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional patut dikuasai oleh publik agar mereka dapat berkomunikasi di dunia global dan lebih mengenal dunia, sehingga pengetahuan semakin luas. Oleh karena itu, pendidikan Bahasa Inggris yang ditanamkan sejak dini adalah hal yang tidak dapat dipungkiri. Menanamkan pendidikan Bahasa Inggris sejak dini akan memudahkan bagi anak-anak untuk mengingat lebih lama apa yang telah mereka pelajari dibandingkan saat mereka dewasa nanti.
Berdasarkan hal-hal tersebut, kami mengadakan kegiatan pengajaran Matematika dan Bahasa Inggris untuk lebih memperkenalkan kedua pelajaran tersebut kepada siswa-siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang ada di desa Duda Utara. Melalui pembelajaran yang memuat aktivitas-aktivitas yang menarik, seperti
berhubungan dengan visual, warna, musik dan permainan edukatif diharapkan dapat menarik minat siswa-siswi SD dan SMP di desa Duda Utara dalam proses pembelajaran. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pula bahwa siswa-siswi tersebut memperoleh pengetahuan lebih dalam mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. b. Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan pembelajaran matematika dan bahasa inggris adalah untuk melatih dan mengasah kemampuan siswa-siswi pada dua mata pelajaran tersebut dalam meningkatkan minat mereka terhadap proses pembelajaran.
c. Manfaat
Siswa dan siswi mengetahui pentingnya mata pelajaran tersebut dalam dunia pendidikan.
Siswa dan siswi memperluas pengetahuan mereka di bidang pendidikan. d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok sasaran dari program ini adalah siswa dan siswi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Desa Duda Utara.
2. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Konsultasi dengan Kepala Desa mengenai waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.
Menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk mendukung proses pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan
Mengumpulkan siswa dan siswi sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama di Desa Duda Utara sesuai dengan target yang telah ditentukan. Pemberian materi disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa dan siswi. Evaluasi
Proses evaluasi dilakukan dengan melihat perkembangan siswa dan siswi ketika menerima materi dan pemahaman mereka tentang subjek yang diajukan dalam proses pembelajaran.
e. Rancangan Anggaran Biaya
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Jumlah
1. Fotokopi bahan pengajaran 200 lembar Rp.150 Rp. 30.000
2. Spidol 3 buah Rp.6.500 Rp. 19.500
3. Tinta Refill 2 buah Rp. 15.000 Rp. 30.000
4. Penghapus papan 1 buah Rp. 5.000 Rp. 5.000
5. Papan Tulis 1 buah Rp.73.000 Rp. 73.000
TOTAL Rp. 157.500
6. Judul Kegiatan Bidang Sosial Budaya 2 : “Pemberian Pembinaan Belajar Membaca dan Menulis Bagi Masyarakat yang Tidak Bisa Membaca”
a. Latar Belakang
Jika kita telusuri secara mendalam banyak masyarakat desa khususnya bagi laki-laki dan perempuan yang berada di usia produktif dan non produktif yang tidak bisa membaca. Di Desa Duda Utara angka melek huruf dapat dikategorikan rendah. Banyaknya orangtua yang hanya tamat sekolah dasar bahkan tidak bersekolah. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk melakukan program belajar membaca dan menulis agar berita yang mereka serap tidak berlalu begitu saja. Dengan memberikan pengajaran belajar membaca dan menulis diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Duda Utara.
Sasaran program belajar membaca dan menulis berada pada anak yang tidak bersekolah, putus sekolah dan orangtua yang melek hurufnya rendah. Hal ini bertujuan agar minat membaca dan menulis di Desa Duda Utara semakin meningkat. Selain itu informasi yang masuk baik dari televisi dan koran dapat dipahami dengan baik sehingga dapat mengatasi segala kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya maupun politik.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan pengajaran membaca dan menulis adalah untuk meningkatkan kualitas SDM serta mengetahui informasi tentang berbagai hal melalui media cetak maupun elektronik.
c. Manfaat
Mengetahui berbagai informasi yang berguna bagi kehidupan.
Memperluas wawasan serta dapat memecahkan masalah-masalah yang terjadi. Memperkaya kosakata, ungkapan, istilah, yang sangan menunjang keterampilan
menyimak, berbicara, dan menulis. d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok sasaran dari program ini adalah anak yang tidak bersekolah, putus sekolah dan warga yang melek hurufnya rendah.
2. Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Konsultasi dengan Kepala Desa mengenai waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.
Menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk mendukung proses pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan
Mengumpulkan masyarakat yang melek hurufnya rendah di Desa Duda Utara dengan target yang telah ditentukan.
Pengenalan terhadap alphabet/huruf dari A-Z.
Memberikan tekas bacaan untuk melatih kemampuan membaca maupun menulis.
Evaluasi
Proses evalusai dilakukan dengan melihat perkembangan masyarakat terhadap materi yang telah diajarkan. Memantau peningkatan yang terjadi sebelum bisa membaca maupun menulis dan setelah diajarkan membaca serta menulis. Ini dilakukan dengan memberikan suatu teks untuk mereka baca dan meminta mereka menulis sesuatu untuk melihat sejauh mana perkembangan yang dialami.
e. Rancangan Anggaran Biaya
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Jumlah
1. Buku tulis 20 biji Rp. 3000 Rp. 60.000
2. Pensil 20 buah Rp.2500 Rp.50.000
3. Penghapus 20 biji Rp.1000 Rp. 20.000
TOTAL Rp. 130.000
7. Judul Kegiatan Bidang Peningkatan Produksi 2 : “Rumah Pangan Lestari” a. Latar Belakang
Pekarangan merupakan sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah di usahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau
apotik hidup. Lahan pekarangan sudah lama dikenal dan memiliki fungsi multiguna antara lain yaitu;
1. Selain untuk penghijauan, tanaman sayuran dapat menjadi sumber kebutuhan sayur;
2. Salah satu bentuk penyaluran hobi;
3. Timbulnya rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi sayuran yang ditanam sendiri ;
4. Diperolehnya sayuran yang lebih terjamin kebersihan dan mutunya, karena penggunaan pestisida yang dapat ditekan semaksimal mungkin;
5. Bertanam sayuran berarti melatih seluruh anggota keluarga untuk lebih mencintai Alam ;
6. Bahkan di tengah kondisi harga bahan kebutuhan pokok naik,menanam sayur mayur di kebun dapat turut membantu perekonomian dalam rumah tangga , bahkan kalau hasilnya lebih, bisa dijual ke pasar.
Kawasan Rumah Pangan Lestari diwujudkan dalam satu Rukun Tetangga atau Rukun Warga/Dusun (Kampung) yang telah menerapkan prinsip Rumah Pangan Lestari dengan menambahkan intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (Sekolah, rumah ibadah dan lainnya), lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil.
Kementrian Pertanian telah menyusun konsep Model Kawasan Rumah Pangan Lestari yang merupakan himpunan dari Rumah Pangan Lestari (RPL) yaitu rumah tangga dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutannya, pemanfaatan pekarangan dalam konsep model KRPL dilengkapi dengan kelembagaan kebun bibit Desa, Unit pengolahan serta pemasaran untuk penyelamatan hasil yang melimpah (Kementrian Pertanian, 2011) Berdasarkan pemikiran tersebut, seperti tertuang dalam Pedoman Umum Model KRPL (Kementrian Pertanian, 2011), tujuan pengembanngan Model KRPL adalah :
1. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari,
2. Meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan diperkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos, 3. Mengembangkan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan
pekarangan dan melakukan pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan, dan
4. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan rumah pangan lestari yakni dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan dapat memanfaatkan ruang daalam pekarangan sebagai lahan pertanian yang hasilnya dapat dikonsumsi sendiri.
c. Manfaat
Keluarga yang menerapkan rumah pangan lestari dapat memperkecil pengeluaran untuk membeli bahan makanan
Menjadilan rumah atau tempat tinggal menjadi asri dan nyaman d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok sasaran dari program ini adalah warga Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
2. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Konsultasi dengan kepala dusun tentang waktu pelaksanaan kegiatan Menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan
Pelaksanaan
Koordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait
Sosialisasi dengan warga setempay mengenai keuntungan Rumah Pangan Lestari
Pembuatan demplot pada rumah warga Evaluasi
Kebersihan dalam pemeliharaan tanaman dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
e. Rancangan Anggaran Biaya
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Total (Rp) 1 Polybag bening 2 bks Rp. 50.000 Rp. 50.000 2 Pot 5 pcs Rp. 30.000 Rp. 30.000 3 Pupuk N,P Dan K 2 kg Rp. 50.000 Rp. 50.000 4 Benih 3 pcs Rp. 100.000 Rp. 100.000
Biaya tak terduga + 10% Rp. 98.000
TOTAL Rp. 328.000
2. Program Pokok Tambahan
1. Judul Kegiatan Bidang Sosial Budaya : “Pembuatan Website Desa Duda Utara” a. Latar Belakang
Saat ini kebutuhan akan informasi sudah semakin meningkat. Berbagai cara dapat digunakan untuk mendapatkan informasi. Salah sau caranya adalah menggunakan internet. Di zaman yang modern seperti saat ini, internet sudah menjadi kebutuhan
masyarakat. Internet sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik itu dalam bidang bisnis, hiburan, ataupun pendidikan. Desa Duda Utara adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Di Desa Duda Utara terdapat perkebunan salak yang cukup banyak dan luas, demikian pula dengan mata pencaharian penduduk di desa ini yang sebagian besar penduduknya merupakan petani salak. Adapun hasil produksi dari Desa Duda Utara yaitu buah salak, berbagai olahan salak, dan beberapa kerajinan lainnya. Namun belum banyak orang yang mengetahui informasi mengenai Desa Duda Utara, baik itu mengenai batas – batas desa, aparatur desa, objek pariwisata desa, budaya desa, ataupun hasil produksi desa. Dengan dibuatnya website desa ini, diharapkan nantinya masyarakat luas dapat mengetahui informasi mengenai desa, sehingga Desa Duda Utara lebih dikenal di masyarakat baik karena potensi pariwisatanya, budaya desanya, ataupun dari hasil produksi desanya.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari website desa ini adalah agar masyarakat luas dapat lebih mengenal Desa Duda Utara, baik itu mengenai batas – batas desa, aparatur desa, objek pariwisata desa, budaya desa, ataupun hasil produksi desa.
c. Manfaat
Adapun manfaat dari website desa ini adalah Desa Duda Utara menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas.
d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok Sasaran program ini adalah masyarakat luas secara global. 2. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM
Perencanaan
Pencarian data.
Persiapan alat yang digunakan. Pelaksanaan
Evaluasi
Evaluasi hasil website Desa Duda Utara.
e. Rancangan Anggaran Biaya
No Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Jumlah 1. Kuota internet 1 Rp. 50.000 Rp. 50.000 2. Cuk Roll 1 Rp. 20.000 Rp. 20.000 TOTAL Rp. 70.000,- 3. Program Bantu
1. Judul Kegiatan Bidang Prasarana Fisik 1 : “Pengecatan Batas Desa Duda Utara” a. Latar Belakang
Tapal atau batas desa merupakan sarana penting di sebuah desa sebagai tanda untuk memasuki suatu wilayah atau sebagai petunjuk yang memudahkan penduduk untuk mencari alamat. Hal ini dirasa sangat berguna sebagai inventaris khususnya di wilayah pedesaan, yang memiliki wilayah luas dan dikelilingi beberapa desa lainnya. Keberadaaan tapal atau tanda batas wilayah melengkapi komponen di dalam pedesaan untuk memperjelas batas suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Desa Duda Utara terdiri dari 6 banjar , dengan tujuan untuk memberikan pikiran dan tenaga dalam pelaksanaan program pembuatan atau pengadaan batas-batas desa karena melihat program ini sangat diperlukan untuk realisasi bentuk pengabdian terhadap Tri Darma Perguruan Tinggi (tiga) yaitu pengabdian masyarakat atau biasa disebut dengan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM). Dari rancangan program kerja diatas diharapkan pembuatan batas-batas desa di Desa Duda Utara mampu memberikan manfaat positif bagi pembangunan desa.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari pengecatan tapal batas desa ialah untuk memberikan identitas batas desa Duda Utara secara jelas.
c. Manfaat
Adapun manfaat dari pengecatan tapal batas desa ini adalah untuk memberikan kejelasan dari batas-batas wilayah Desa Duda Utara.
d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok sasaran dari program ini adalah warga Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
2. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Konsultasi dengan kepala dusun tentang waktu pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan
Menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan. Mahasiswa dibantu warga Desa Duda Utara mengecat batas desa. Evaluasi
Batas desa yang dapat terlihat dengan jelas. e. Rancangan Anggaran Biaya
No. Nama Penguunaan Jumlah Harga Satuan Total (Rp) 1 Tinta emas 50 ml Rp. 100.000 Rp. 100.000 2 Tinner 50 ml Rp. 25.000 Rp. 25.000 3 Kuas 5 buah Rp. 12.000 Rp. 60.000
4 Karton 1 lbr Rp. 12.000 Rp. 12.000
5 Cutter 2 buah Rp. 8.000 Rp. 16.000
6 Lakban 1 buah Rp. 12.000 Rp. 12.000
7 Penggaris 2 buah Rp. 10.000 Rp. 20.000
TOTAL Rp. 245.000
2. Judul Kegiatan Bidang Prasarana Fisik 2 : “Sumbangan Tempat Sampah Kepada Sekolah Dasar di Desa Duda Utara”
a. Latar Belakang
Kebersihan merupakan salah satu faktor utama untuk mencapai kenyamanan dalam kehidupan manusia. Kebersihan dapat dicapai dengan berbagai cara. Dimulai dari hal terkecil dengan pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Sampah merupakan suatu masalah yang tak pernah bisa terselesaikan. Setiap manusia menghasilkan sampah sekitar 1.5 liter per hari. Semakin hari, sampah tersebut akan menumpuk tanpa suatu penyelesaian. Sampah yang menjadi permasalah yang pelik bukan hanya bagi pemerintah namun juga bagi masyarakat.
Penanggulangan sampah haruslah dipilah sehingga mempermudah pemerintah dalam pengelolaannya. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk sementara sampah anorganik dapat dijual kembali untuk di daur ulang. Dengan pemberian tempat sampah diharapkan dapat membantu dalam penyedian prasarana sekolah yang belum cukup serta mendidik mental siswa untuk membuang sampah ditempat sampah. b. Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan sarana membuang sampah untuk murid sekolah dasar di Desa Duda Utara.
c. Manfaat
Siswa mengetahui pentingnya pemilahan sampah demi menjaga kebersihan. Melatih mental siswa untuk menjaga kebersihan mulai sejak dini.
d. Lingkup Kegiatan
1. Kelompok sasaran dari program ini adalah sekolah dasar di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
2. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Partisipatif KKN PPM Perencanaan
Konsultasi dengan masing-masing kepala sekolah dari sekolah dasar di Desa Duda Utara serta dengan guru-guru mata pelajaran terkait dengan waktu pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan
Pemberian tong sampah ke tiap-tiap sekolah dasar. Evaluasi
Adanya kesadaran warga atau masyarakat sejak dini akan pentingnya membuang sampah pada tempat.
e. Rancangan Anggaran Biaya
No. Nama Penggunaan Jumlah Harga Satuan Total (Rp) 1 Tempat sampah plastic 4 buah Rp. 135.000 Rp. 540.000 TOTAL Rp. 540.000