• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

P U T U S A N

Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN Cjr.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Cianjur yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

1. Nama lengkap : SRI ROHAYATI Binti (Alm) DODO;

2. Tempat lahir : Cianjur;

3. Umur/Tanggal lahir : 35 Tahun/15 Maret 1984;

4. Jenis kelamin : Perempuan;

5. Kebangsaan : Indonesia;

6. Tempat tinggal : Kampung Sindangsari Rt. 05 Rw. 01 Desa Mulyasari Kec. Cailaku Kabupaten Cianjur;

7. Agama : Islam;

8. Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga;

Terdakwa ditangkap pada tanggal 15 Oktober 2019 berdasarkan surat perintah penangkapan Nomor : Sp.Kap/238/X/2019/Sat Reskrim;

Terdakwa ditahan berdasarkan surat perintah/penetapan penahanan dari:

1. Penyidik, sejak tanggal 16 Oktober 2019 sampai dengan tanggal 4 November 2019;

2. Penyidik Perpanjangan oleh Penuntut Umum, sejak tanggal 5 November 2019 sampai dengan tanggal 14 Desember 2019;

3. Penyidik Perpanjangan Pertama oleh Ketua Pengadilan Negeri Cianjur, sejak tanggal 15 Desember 2019 sampai dengan tanggal 13 Januari 2020;

4. Penyidik Perpanjangan Kedua oleh Ketua Pengadilan Negeri Cianjiur, sejak tanggal 14 Januari 2020 sampai dengan tanggal 12 Februari 2020;

5. Penuntut Umum, sejak tanggal 12 Febru ari 2020 sampai dengan tanggal 2 Maret 2020;

6. Hakim Pengadilan Negeri Cianjur, sejak tanggal 26 Februari 2020 sampai dengan tanggal 26 Maret 2020;

7. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur, sejak tanggal 27 Maret 2020 sampai dengan tanggal 25 Mei 2020;

8. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung sejak tanggal 26 Mei 2020 sampai dengan tanggal 24 Juni 2020 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Terdakwa dalam perkara ini di dampingi oleh Penasihat Hukum/AdvokatNadya Wikeu Rahmawati, S.H., Suryadi, S.H., Iyus Yusuf Djufrie, S.H., Endar Sudrajat, S.H., Ade Darmansyah, S.H.M.H., dan Adek Wahyudin, S.H., Eddy Haryanto, S.H., dan Sri Rezeki, S.H., dari Lembaga Perlindungan & Bantuan Hukum (LPBH) Perempuan &

Anak Cianjur, yang beralamat di Jalan Jalan Muwardi No. 132 By Pass Cianjur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor; 077/SK.Pid/LPBH-PA Cjr/X/2020, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Cianjur pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020, dibawah register perkara Nomor 65/SKPid/2020/PN Cjr;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca:

- Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN Cjr, tanggal 26 Februari 2020 tentang penunjukkan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr, tanggal 26 Februari 2020 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan ;

Telah mendengar tuntutan pidana (Requisitoir) dari Jaksa Penuntut Umum di persidangan pada hari Selasa, tanggal 19 Mei 2020 yang pada pokoknya menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cianjur yang mengadili perkara ini memutuskan:

1. Menyatakan Terdakwa SRI ROHAYATI BINTI alm DODO Telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “yang melakukan perekrutan, Pengangkutan, Penampungan, Pengiriman, Pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utan g atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut diwilayah Negera Repubilk Indonesai, yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan.

Sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 2 ayat (1) UU No.21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa SRI ROHAYATI BINTI alm DODO dengan Pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun penjara dikurangi selama Terdakwa berada dalam Tahanan dan dengan [perintah Terdakwa tetap

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

ditahan, denda Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) Subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan;

3. Menyatakan barang bukti :

- 1 (satu) buah paspor warna hijau atas nama ATINI MARIA BINTI ADE SUHARDA;

- 1 (satu) lembar tiket pemberangkatan atas pesawat dari Dubai ke Jakarta ayas nama penumpang ATINI MARIA BINTI ADE SUHARA;

Dikembalikan kepada saksi KARTINI BINTI ADE SUHARA;

4. Membebankan pada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5 .000,- ( Lima ribu Rupiah).

Menimbang, bahwa atas tuntutan dari Penuntut Umum tersebut, Terdakwa melalui Penasihat Hukumnya telah mengajukan nota pembelaan (Pledooi) secara tertulis pada hari Selasa, tanggal 26 Mei 2020, yang pada pokoknya adalah sebagai berikut:

1. Menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya kepada Terdakwa SRI ROHAYATI BINTI ALM DODO;

2. Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi;

3. Terdakwa memiliki 2 anak yang masih kecil yang sangat membutuhkan dirinya;

4. Tuntutan 7 (tujuh) tahun penjara, denda Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) subsider 3 (tiga) bulan kurungan sangat memberatkan Terdakwa karena pihak-pihak lain yang seharusnya turut menjadi Terdakwa dalam perkara ini tidak tersentuh sehingga hukuman ini harus di pikul sendiri oleh Terdakwa;

5. Terdakwa belum pernah dihukum;

6. Membebankan ongkos perkara kepada Negara;

Menimbang, bahwa Terdakwa sendiri telah mengajukan pembelaan (Pledooi) secara pribadi yang pada pokoknya memohon hukuman seringhan - ringannya dikarenakan anak Terdakwa yang masih kecil dan suami Terdakwa sering sakit-sakitan;

Menimbang, bahwa terhadap nota pembelaan (Pledooi) dari Terdakwa tersebut, Penuntut Umum tetap pada tuntutannya dan Terdakwa tetap pada pembelaannya semula;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Dakwaan:

Kesatu

Bahwa Terdakwa SRI ROHAYATI BINTI ALM DODO pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2019 sekitar pukul 09 .00 Wib atau setidak tidaknya dalam bulan Oktober 2019 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tahun 2019 bertempat di Kampung Cikaret Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur atau setidak-tidaknya suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur yang berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara ini, melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekeuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memeri bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memgang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengekploitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia. Perbuatan tersebut dilakukan Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:

Bahwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat lagi bulan Agustus 2019 datang ada seseorang yang meghubungi terdakwa bahwa ada saksi KARTINI alias ATINI yang ingin bekerja ke DUBAI dan baru pada bulan Agustus 2019 Terdakwa bertemu dengan saksi KARTINI alias ATINI di kampung Cageundang Desa Nagrak keamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, kemudian Terdakwa meminta persyaratan kepada saksi KARTINI berupa KTP ASLI, KK ASLI, PASPORT (jika ada) dan surat izin dari suami / orang tua, pada saat itu negara tujuan bekerja dari sdr. KARTINI alias ATINI yaitu akan bekerja di dubai, setelah persyaratan di terima oleh Terdakwa persyaratan tersebut diberikan kepada sdri. IMI SURATMI (belum tertangkap) karena Terdakwa yang merupakan bawahan sdri IMI SURATMI, kemudian pada bulan SEPTEMBER 2019 saksi KARTINI ALIA ATINI melakukan medical cek up pada bulan september 2019 di klinik amelia (jalan dewi sartika, jakarta timur), kemudian hasil medical cek up tersebut adalah UNFIT (tidak FIT), SELANJUTYA TERDAKWA MENERIMA UANG fit DARI SDRI imi suratmi SEBESAR Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) dan Terdakwa membeirkan uang FIT sebesar Rp. 4.500.000,- (empat juta rupiah) kepada saksi KARTINI alias ANTINI, selanjutnya Terdakwa sesuai dengan perintah sdri IMI SURATMI Terdakwa menjemput saksi KARTINI alias atini pada tanggal 16 september 2019 dan setelah sampai di kampung rambutan saksi KARTINI dijemput oleh orang suruhan sdri IMI SURATMI, kemudian pada tanggal 18 September 2019

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

sekira jam 19.00 wib TANPA PELATIHAN KERJA / BLK saksi KARTINI ali as ATINI berangkat menuju dubai sebagai asisten Rumah tanggal, dan saksi KARTINI di dubai hanya bertahan sekira 24 hari dikarenakan jam kerja yang tidak sesuai yaitu dari pukul 05.30 pagi sampai dengan pukul 23.00 malam atau sekitar 17 jam sehingga membuat saksi KARTINI alias ATINI tidak sanggupa dan pulang pada tanggal 10 Oktober 2019 tanpa digaji dengan alasan saksi KARTINI alias ATINI baru bekerja 24 hari belum 1 (satu) bulan, sehingga saksi IVAN yang merupakan suami dari saki kartini alias atini yang merasa tidak membeirkan ijin untuk pergi bekerja ke DUBAI melaporkan Terdakwa ke polres cianjur. Dan Terdakwa mendapat keuntungan bersih sebesar kurang lebih Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) atas keberhasilan Terdakwa merekrut saksi KARTINI sampai berangkat ke;

Bahwa perbuatan Terdakwa sebagimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) UU No.21 Tahun 2017 tentang Pemberaantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Atau Kedua :

Bahwa Terdakwa SRI ROHAYATI BINTI ALM DODO pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2019 sekitar pukul 09 .00 Wib atau setidak tidaknya dalam bulan Oktober 2019 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tahun 2019 bertempat di Kampung Cikaret Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur atau setidak-tidaknya suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur yang berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara ini, membawa warga negara Indonesia ke luar wilayah negara Republik Indonesia dengan maksud untuk dieksploitasi di luar wilayah negera indoesia. Perbuatan tersebut dilakukan Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:

Bahwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat lagi bulan Agustus 2019 datang ada seseorang yang meghubungi Terdakwa bahwa ada saksi KARTINI alias ATINI yang ingin bekerja ke DUBAI dan baru pada bulan Agustus 2019 Terdakwa bertemu dengan saksi KARTINI alias ATINI di kampung Cageundang Desa Nagrak keamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, kemudian Terdakwa meminta persyaratan kepada saksi KARTINI berupa KTP ASLI, KK ASLI, PASPORT (jika ada) dan surat izin dari suami / orang tua, pada saat itu negara tujuan bekerja dari sdr. KARTINI alias ATINI yaitu akan bekerja di dubai, setelah persyaratan di terima oleh Terdakwa persyaratan tersebut diberikan kepada sdri. IMI SURATMI belum tertangkap karena Terdakwa yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

merupakan bawahan sdri IMI SURATMI, kemudian pada bulan SEPTEMBER 2019 saksi KARTINI ALIA ATINI melakukan medical cek up pada bulan september 2019 di klinik amelia (jalan dewi sartika, jakarta timur), kemudian hasil medical cek up tersebut adalah UNFIT (tidak FIT), SELANJUTYA TERDAKWA MENERIMA UANG fit DARI SDRI imi suratmi SEBESAR Rp.

7.000.000,- (tujuh juta rupiah) dan Terdakwa membeirkan uang FIT sebesar Rp.

4.500.000,- (empat juta rupiah) kepada saksi KARTINI alias ANTINI, selanjutnya Terdakwa sesuai dengan perintah sdri IMI SURATMI Terdakwa menjemput saksi KARTINI alias atini pada tanggal 16 september 2019 dan setelah sampai di kampung rambutan saksi KARTINI dijemput oleh orang suruhan sdri IMI SURATMI, kemudian pada tanggal 18 September 2019 sekira jam 19.00 wib TANPA PELATIHAN KERJA / BLK saksi KARTINI alias ATINI berangkat menuju dubai sebagai asisten Rumah tanggal, dan saksi KARTINI di dubai hanya bertahan sekira 24 hari dikarenakan jam kerja yang tidak sesuai yaitu dari pukul 05.30 pagi sampai dengan pukul 23.00 malam atau sekitar 17 jam sehingga membuat saksi KARTINI alias ATINI tidak sanggupa dan pulang pada tanggal 10 Oktober 2019 tanpa digaji dengan alasan saksi KARTINI alias ATINI baru bekerja 24 hari belum 1 (satu) bulan, sehingga saksi IVA N yang merupakan suami dari saki kartini alias atini yang merasa tidak membeirkan ijin untuk pergi bekerja ke DUBAI melaporkan Terdakwa ke polres cianjur. Dan Terdakwa mendapat keuntungan bersih sebesar kurang lebih Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) atas keberhasilan Terdakwa merekrut saksi KARTINI sampai berangkat ke;

Bahwa perbuatan Terdakwa sebagimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 4 UU No.21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Menimbang, bahwa atas dakwaan dari Penuntut Umum tersebut Terdakwa tidak keberatan dan mohon persidangan untuk dilanjutkan;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi sebagai berikut:

1. Saksi Kartini Binti Ade, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi pernah memberikan keterangan di Penyidik dan keterangan saksi sebagaimana BAP benar adanya;

- Bahwa saksi dihadapkan kepersidangan karena akan memberikan keterangan dalam perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

- Bahwa yang menjadi korban adalah saksi sendiri sedangkan yang menjadi pelakunya adalah Terdakwa dan Sdri.Imi Supartini;

- Bahwa terjadinya pada hari Senin tanggal 16 September 2019 sekira jam 06.00 Wib di Kp.Paseh Desa Sukamaju Kec. Cianjur Kabupaten Cianjur;

- Bahwa saksi kenal dengan saksi Ivan Dik Dik Mahardika karena merupakan suami saksi sendiri;

- Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa tersebut dari pedagang kelilin g yang pada saat itu ketika saksi sedang di rumah saksi mendengarkan ada pedagang keliling yang menceritakan bahwa ada sponsor yan g bisa membantu memberangkatkan calon tenaga kerja menuju luar negeri, karena pada saat itu saksi sedang ada masalah maka dari itu saksipun bertanya dan mendapatkan nama sponsor tersebut, lalu bersama pedagang keliling tersebut mengantarkan saksi untuk bertemu dengan Terdakwa;

- Bahwa persyaratan yang diminta oleh Terdakwa yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP) Asli dan Kartu Keluarga (KK) Asli dan saksi membuat paspor di Kantor Imigrasi Bekasi;

- Bahwa saksi melaksanakan Medical cek up pada hari Senin tanggal 02 September 2019 sekira jam 14.00 Wib di Klinik Amelia, Jakarta, dan yang membawa saksi ke tempat medical tersebut adalah Terdakwa;

- Bahwa Terdakwa menjanjikan kepada saksi jika saksi dinyatakan Fit maka saksi akan mendapatkan uang Fit sejumlah Rp4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah);

- Bahwa saksi berangkat menuju Dubai pada hari Rabu tanggal 18 September 2019 melalui Bandara Soekarno Hatta sekira jam 19.00 Wib, sebelumnya saksi pergi dari tempat penampungan dan diantar menuju Bandara Soekarno Hatta;

- Bahwa pekerjaan yang saksi kerjakan di Dubai tersebut yaitu sebagai Asisten Rumah Tangga;

- Bahwa saksi bekerja disana sudah sekira 24 hari, dan waktu jam kerja disana yaitu dari pukul 05.30 pagi sampai dengan pukul 22.00 malam;

- Bahwa terjadinya perdagangan orang tersebut terjadinya pada hari Senin tanggal 16 September 2019 sekira jam 06.00 Wib di Kp.Paseh Desa Sukamaju Kec. Cianjur Kabupaten Cianjur;

- Bahwa persyaratan yang diminta oleh Terdakwa yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP) Asli dan Kartu Keluarga (KK) Asli;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

- Bahwa yang memberikan uang Fit tersebut kepada saksi secara tunai oleh Terdakwa setelah saksi dinyatakan Fit dan saat ini uang tersebut sudah saksi terima;

- Bahwa setelah medical cek up saksi sempat menginap di Jakarta selama 1 (satu) hari tepatnya di sebuah penampungan namun untuk alamatn ya saksi tidak mengetahuinya;

- Bahwa saksi penah bertemu dengan Sdri Imi Suratmi ketika saksi akan melakukan medical cek up di Klinik Amelia;

- Bahwa saksi tidak diberikan pelatihan kerja/BLK baik oleh Terdakwa maupun oleh Sdri. Imi Suratma, setelah proses pembuatan paspor saksi hanya disuruh menunggu jadwal pemberangkatan saja;

- Bahwa saksi sampai ke Indonesia pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019 sekira jam 13.30 Wib;

Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi tersebut, Terdakwa tidak berkeberatan dengan keterangan saksi dan membenarkannya;

2. Saksi Ivan Dikdik Mahardika Bin E Supandi, (keterangannya dibacakan dipersidangan) yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi kenal dengan saksi Kartini karena merupakan istri saksi sendiri;

- Bahwa saksi terakhir bersama istrinya pada hari Sabtu tanggal 14 September 2019 ketika saksi berada di Sukabumi karena sedang berlibur, kemudian saksi pergi ke Garut selanjutnya mengantarkan saksdi Kartini ke Kp. Cageundang Ds Sukamaju Kec. Kabupaten Cianjur pada hari Senin tanggal 16 September 2019;

- Bahwa saksi mengetahui kalau istri saksi menjadi korban dalam tindak pidana perdagangan orang dari keterangan mertua saksi yaitu saksi Juju;

- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut dari istri saksi sendiri pada hari Selasa tanggal 17 September 2019 sekira jam 06.00 Wib di Kp.

Paseh Ds Sukamaju Kec. Cianjur Kabupaten Cianjur;

- Bahwa saksi Kartini berada di Dubai selama 22 (dua puluh dua) hari dan saksi Kartini bekerja selama kurang lebih 17 (tujuh belas) jam setiap harinya;

Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi yang telah dibacakan tersebut, Terdakwa tidak berkeberatan dengan keterangan saksi dan membenarkannya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

3. Saksi Juju, (keterangannya dibacakan dipersidangan) yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa yang menjadi korban adalah anak saksi sendiri yaitu saksi Kartin i sedangkan pelakunya adalah Terdakwa dan sdr. Imi Suratmi;

- Bahwa kejadiannya pada hari Selasa tanggal 17 September 2019 sekira jam 06.00 Wib di Kp. Paseh Ds Sukamaju Kec. Cianjur Kabupaten Cianjur;

- Bahwa saksi kenal dengan saksi Ivan Dikdik Mahardika karena merupakan suami dari anak saksi yaitu saksi Kartini, akan tetapi pernikahan dilakukan secara sirih;

- Bahwa saksi pernah ketemu dengan Terdakwa sekira awal bulan September 2019 yang menerangkan Terdakwa adalah merupakan sponsor yang akan membantu memproses pemberangkatan saksi Kartini menuju Dubai;

- Bahwa pekerjaan yang akan didapatkan anak saksi adalah sebagai asisten rumah tangga;

- Bahwa pada saat itu Terdakwa tidak memperlihatkan surat tugas untuk merekrut calon tenaga kerja kepada saksi;

- Bahwa peran Terdakwa adalah merekrut anak saksi serta mengantar anak saksi dari Cianjur ke Jakarta yang kemudian diserahkan kepada sdr. Imi Suratmi;

- Bahwa yang saksi ketahui jumlah uang FIT yang saksi Kartini terima dari Terdakwa adalah sejumlah Rp.4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah);

- Bahwa anak saksi sudah kembali ke Indonesia pada tanggal 9 Oktober 2019;

- Bahwa yang saksi ketahui anak saksi bekerja dari pukul 05.00 pagi sampai dengan pukul 23.00 malam;

Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi yang telah dibacakan tersebut, Terdakwa tidak berkeberatan dengan keterangan saksi dan membenarkannya;

Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa Terdakwa pernah memberikan keterangan di Penyidik dan keterangan sebagaimana BAP benar adanya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

- Bahwa Terdakwa dihadapkan kepersidangan sehubungan sebagai Terdakwa akan memberikan keterangan dalam perkara tindak pidana perdagangan orang;

- Bahwa Terdakwa kenal dengan seorang perempuan yang bernama saksi Kartini Als. Atini;

- Bahwa yang mengenalkan Terdakwa dengan saksi Kartini Als Atini tersebut adalah seorang laki-laki yang baru saksi kenal. karena pada saat itu ada seseorang yang menghubungi Terdakwa dan meneran gkan jika ada seorang calon tenaga kerja yang ingin bekerja, setelah itu sekira akhir bulan Agustus 2019 Terdakwa bertemu dengan saksi Kartini Als.

Atini tersebut tepatnya di Kp. Cageundang Desa Nagrak Kec. Cianjur Kabupaten Cianjur;

- Bahwa yang dibahas pada saat itu adalah seputar pekerjaan dan persyaratan unuk bekerja di Luar Negeri;

- Bahwa persyaratan yang diperlukan yaitu : KTP Asli, KK Asli, Passport (jika ada) dan surat izin dari suami/orang tua, pada saat itu N egara tujuan bekerja dari saksi Kartini Als.Atini yaitu akan bekerja di Dubai;

- Bahwa pada saat itu saksi Kartini Als.Atini mengaku sebagai janda dan Terdakwa pada saat itu Terdakwa tidak mengecek legalitas atau surat janda dari saksi Kartini Als.Atini tersebut, pada saat itu Terdakwa hanya percaya pada pengakuan saksi Kartini Als.Atini saja;

- Bahwa persyaratan yang diberikan kepada Terdakwa yaitu salinan Kartu Keluarga (foto copy) dan surat izin dari orang tua;

- Bahwa saksi .Kartini Als. Atini berangkat pada tanggal 18 September 2019, akan tetapi sesuai perintah dari Sdri. Imi Suratmi saya harus berangkat dari Cianjur pada hari Senin tanggal 16 September 2019 Terdakwa bersama saksi Kartini Als. Atini pergi ke Jakarta dan menurunkannya di Kampung Rambutan, setelah itu saksi Kartini Als.Atini yang Terdakwa ketahui dijemput oleh orang yang telah disuruh oleh Sdri.

Imi Suratmi, sedangkan Terdakwa pulang kembali ke Cianjur;

- Bahwa salinan Kartu Keluarga dan surat izin dari orang tua saksi .Kartin i Als.Atini saat ini sudah Terdakwa berikan kepada Sdri. Imi Suratmi;

- Bahwa Terdakwa tidak mempunyai surat tugas untuk merekrut para calon tenaga kerja tersebut, Terdakwa bekerja atas dasar perintah dari Sdri. Imi Suratmi;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

- Bahwa Sdri. Imi Suratmi adalah orang yang menyuruh Terdakwa untuk merekrut dan mengirimkan calon tenaga kerja untuk diberangkatkan menuju timur tengah;

- Bahwa Terdakwa tidak mengetahui melalui PT mana Sdri. Imi Suratmi memberangkatkan para calon tenaga kerja tersebut, tugas Terdakwa hanya merekrut dan mengirimkan calon tenaga kerja kepada Sdri. Imi Suratmi saja, sedangkan untuk proses selanjutnya Terdakwa tidak mengetahuinya;

- Bahwa uang yang Terdakwa berikan kepada saksi Kartini Als.Atini adalah sejumlah Rp.4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah);

- Bahwa keuntungan yang Terdakwa dapatkan kurang lebih Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah);

- Bahwa Terdakwa tidak terlalu ingat kapan saksi Kartini melakukan medical cek up, yang Terdakwa ingat jika pelaksanaan medical cek up tersebut terjadi pada sekira awal bulan September 2019 di Klinik Amelia (Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur);

- Bahwa sebelum diberangkatan Terdakwa tidak memberikan pelatihan kerja kepada saksi Kartini Als.Atini tersebut;

- Bahwa pada saat itu saksi Kartini Als. Atini tidak ikut pulang bersama Terdakwa, karena saksi Kartini Als. Atini yang Terdakwa ketahui menjalani proses selanjutnya yaitu proses pembuatan paspor;

- Bahwa terhadap saksi Kartini Als. Atini tidak ada pemaksaan supaya berangkat dan kalau ada suaminya harus ada izin dari suaminya;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti dipersidangan adalah sebagai berikut: 1 (satu) buah paspor warna hijau atas nama KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARDA dan 1 (satu) lembar tiket pemberangkatan atas pesawat dari Dubai ke Jakarta atas nama penumpang KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARA;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa, alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa Terdakwa pernah memberikan keterangan di Penyidik dan keterangan sebagaimana BAP benar adanya dan Terdakwa akan memberikan keterangan karena telah melakukan tindak pidana;

- Bahwa Terdakwa dihadapkan kepersidangan sehubungan sebagai Terdakwa akan memberikan keterangan dalam perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

- Bahwa Terdakwa kenal dengan seorang perempuan yang bernama saksi Kartini Als. Atini karena yang mengenalkan Terdakwa dengan saksi Kartini Als Atini tersebut adalah seorang laki-laki yang baru saksi kenal. karena pada saat itu ada seseorang yang menghubungi Terdakwa dan menerangkan jika ada seorang calon tenaga kerja yang ingin bekerja, setelah itu sekira akhir bulan Agustus 2019 Terdakwa bertemu dengan saksi Kartini Als. Atini tersebut tepatnya di Kp. Cageundang Desa Nagrak Kec.

Cianjur Kabupaten Cianjur;

- Bahwa saksi Kartini kenal dengan Terdakwa tersebut dari pedagang kelilin g yang pada saat itu ketika saksi Kartini sedang di rumahnya mendengarkan ada pedagang keliling yang menceritakan bahwa ada sponsor yang bisa membantu memberangkatkan calon tenaga kerja menuju luar negeri, karena pada saat itu saksi sedang ada masalah maka dari itu saksi Kartini bertanya dan mendapatkan nama sponsor tersebut, lalu bersama pedagang keliling tersebut mengantarkan saksi Kartini untuk bertemu dengan Terdakwa;

- Bahwa yang dibahas pada saat itu adalah seputar pekerjaan dan persyaratan unuk bekerja di Luar Negeri, dengan persyaratan yang diperlukan yaitu: KTP Asli, KK Asli, Passport (jika ada) dan surat izin dari suami/orang tua, pada saat itu Negara tujuan bekerja dari saksi Kartini Als.Atini yaitu akan bekerja di Dubai;

- Bahwa pada saat itu saksi Kartini Als.Atini mengaku sebagai janda dan Terdakwa pada saat itu Terdakwa tidak mengecek legalitas atau surat janda dari saksi Kartini Als.Atini tersebut, pada saat itu Terdakwa hanya percaya pada pengakuan saksi Kartini Als.Atini saja;

- Bahwa persyaratan yang diberikan kepada Terdakwa yaitu salinan Kartu Keluarga (KK) (foto copy) dan surat izin dari orang tua;

- Bahwa saksi Kartini berangkat menuju Dubai pada hari Rabu tanggal 18 September 2019 melalui Bandara Soekarno Hatta sekira jam 19.00 Wib, sebelumnya saksi pergi dari tempat penampungan dan diantar menuju Bandara Soekarno Hatta, akan tetapi sesuai perintah dari Sdri. Imi Suratmi saksi harus berangkat dari Cianjur pada hari Senin tanggal 16 September 2019 Terdakwa bersama saksi Kartini Als.Atini pergi ke Jakarta dan menurunkannya di Kampung Rambutan, setelah itu saksi Kartini Als.Atini yang Terdakwa ketahui dijemput oleh orang yang telah disuruh oleh Sdri. Imi Suratmi, sedangkan Terdakwa pulang kembali ke Cianjur;

- Bahwa pekerjaan yang saksi Kartini kerjakan di Dubai tersebut yaitu sebagai Asisten Rumah Tangga dan saksi Kartini bekerja disana sudah sekira 24

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

hari, dan waktu jam kerja disana yaitu dari pukul 05.30 pagi sampai dengan pukul 22.00 malam;

- Bahwa Terdakwa tidak mempunyai surat tugas untuk merekrut para calon tenaga kerja tersebut, Terdakwa bekerja atas dasar perintah dari Sdri. Imi Suratmi, karena Sdri. Imi Suratmi adalah orang yang menyuruh Terdakwa untuk merekrut dan mengirimkan calon tenaga kerja untuk diberangkatkan menuju timur tengah;

- Bahwa Terdakwa tidak mengetahui melalui PT mana Sdri. Imi Suratmi memberangkatkan para calon tenaga kerja tersebut, tugas Terdakwa hanya merekrut dan mengirimkan calon tenaga kerja kepada Sdri. Imi Suratmi saja, sedangkan untuk proses selanjutnya Terdakwa tidak mengetahuinya;

- Bahwa uang yang Terdakwa berikan kepada saksi Kartini Als.Atini adalah sejumlah Rp.4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah), sedangkan keuntungan yang Terdakwa dapatkan kurang lebih Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah);

- Bahwa Terdakwa tidak terlalu ingat kapan saksi Kartin i melakukan medical cek up, yang Terdakwa ingat jika pelaksanaan medical cek up tersebut terjadi pada sekira awal bulan September 2019 di Klinik Amelia (Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur);

- Bahwa saksi Kartini tidak diberikan pelatihan kerja/BLK baik oleh Terdakwa maupun oleh Sdri. Imi Suratma, setelah proses pembuatan paspor saksi hanya disuruh menunggu jadwal pemberangkatan saja;

- Bahwa pada saat itu saksi Kartini Als.Atini tidak ikut pulang bersama Terdakwa, karena saksi Kartini Als.Atini yang Terdakwa ketahui menjalani proses selanjutnya yaitu proses pembuatan paspor;

- Bahwa terhadap saksi Kartini Als. Atini tidak ada pemaksaan supaya berangkat dan kalau ada suaminya harus ada izin dari suaminya;

- Bahwa saksi Kartini sampai ke Indonesia pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019 sekira jam 13.30 Wib;

- Bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti dipersidangan adalah sebagai berikut: 1 (satu) buah paspor warna hijau atas nama KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARDA dan 1 (satu) lembar tiket pemberangkatan atas pesawat dari Dubai ke Jakarta atas nama penumpang KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARA;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Menimbang, bahwa Penuntut Umum telah mengajukan Terdakwa dengan dakwaan berbentuk alternatif, yaitu:

Dakwaan:

Kesatu : Melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Atau

Kedua : Melanggar pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penun tut Umum dengan dakwaan berbentuk Alternatif, maka sesuai dengan fakta-fakta yang telah terungkap dipersidangan yan g terbukti adalah dakwaan alternatif kesatu yaitu Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Unsur “Setiap orang”;

2. Unsur “Melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau mamfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kenali atas orang lain, untuk tujuan mengekploitasi orang tersebut di wilayah Negara Republik Indonesia”;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:

Ad.1. Unsur “Setiap orang” ;

Menimbang, bahwa yang dimaksud “Barang siapa” dalam unsur ini adalah orang yang berkedudukan sebagai subyek hukum yang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam perkara ini, yaitu seseorang yang identitasnya sebagaimana dimaksudkan oleh Pasal 155 ayat (1) jo. Pasal 197 ayat (1) huruf b KUHAP, dan telah disebutkan/diuraikan oleh Penuntut Umum dalam surat dakwaannya No. REG. PERK: PDM- 04 / M.2.27./ Etl 02 / 2020 yaitu Terdakwa SRI ROHAYATI Binti (Alm) DODO;

Menimbang, bahwa sebagaimana fakta dipersidangan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan Terdakwa diketahui bahwa persoon yang hadir dan diperiksa dipersidangan ini adalah orang yang identitasnya sesuai dengan yang termuat dalam surat dakwaan Penuntut Umum sehingga in casu tidak terjadi error in persona;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Menimbang, bahwa selama pemeriksaan perkaranya, Majelis Hakim menilai Terdakwa tersebut sehat jasmani dan rohani serta dapat menjawab dengan baik segala pertanyaan yang diajukan kepadanya, oleh karena itu Terdakwa dinilai tidak mengalami cacat jiwanya karena penyakit;

Menimbang, bahwa mengenai unsur “Setiap orang”“ ini, Majelis Hakim hanya memberikan penegasan mengenai orangnya atau subyek hukum sebagaimana identitasnya tercantum dalam dakwaan Penuntut Umum, sedangkan mengenai pembuktian apakah benar unsur selebihnya telah terpenuhi oleh perbuatan Terdakwa, menurut Hakim pembuktian mengen ai hal tersebut, inhaerent pada waktu mempertimbangkan unsur-unsur selanjutnya;

Menimbang, bahwa dari uraian pertimbangan tersebut di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur “Setiap orang” telah terpenuhi;

Ad.2. Unsur “Melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau mamfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kenali atas orang lain, untuk tujuan mengekploitasi orang tersebut di wilayah Negara Republik Indonesia;

Menimbang, bahwa unsur Melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau mamfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kenali atas orang lain, untuk tujuan mengekploitasi orang tersebut di wilayah Negara Republik Indonesia”, ini mengandung beberapa elemen yang bersifat alternatif, artinya apabila salah satu atau lebih elemen dari unsur ini telah terbukti, maka cukup untuk dapat dinyatakan unsur ini terpenuhi, dan haruslah mendapat izin dari pihak pejabat yang berwenang mengeluarkan izin dimaksud, bila tidak ada izin maka perbuatan tersebut adalah merupakan perbuatan yang bertentangan dengan aturan hukum atau merupakan perbuatan yang melawan hukum;

Menimbang, bahwa Terdakwa pernah memberikan keterangan di Penyidik dan keterangan sebagaimana BAP benar adanya dan Terdakwa akan memberikan keterangan karena telah melakukan tindak pidana;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Menimbang, bahwa Terdakwa dihadapkan kepersidangan sehubungan sebagai Terdakwa akan memberikan keterangan dalam perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Menimbang, bahwa Terdakwa kenal dengan seorang perempuan yang bernama saksi Kartini Als. Atini karena yang mengenalkan Terdakwa dengan saksi Kartini Als Atini tersebut adalah seorang laki-laki yang baru saksi kenal.

karena pada saat itu ada seseorang yang menghubungi Terdakwa dan menerangkan jika ada seorang calon tenaga kerja yang ingin bekerja, setelah itu sekira akhir bulan Agustus 2019 Terdakwa bertemu dengan saksi Kartini Als.

Atini tersebut tepatnya di Kp. Cageundang Desa Nagrak Kec. Cianjur Kabupaten Cianjur;

Menimbang, bahwa saksi Kartini kenal dengan Terdakwa tersebut dari pedagang keliling yang pada saat itu ketika saksi Kartini sedang di rumahnya mendengarkan ada pedagang keliling yang menceritakan bahwa ada sponsor yang bisa membantu memberangkatkan calon tenaga kerja menuju luar negeri, karena pada saat itu saksi sedang ada masalah maka dari itu saksi Kartini bertanya dan mendapatkan nama sponsor tersebut, lalu bersama pedagang keliling tersebut mengantarkan saksi Kartini untuk bertemu dengan Terdakwa;

Menimbang, bahwa yang dibahas pada saat itu adalah seputar pekerjaan dan persyaratan unuk bekerja di Luar Negeri, dengan persyaratan yang diperlukan yaitu : KTP Asli, KK Asli, Passport (jika ada) dan surat izin dari suami/orang tua, pada saat itu Negara tujuan bekerja dari saksi Kartini Als.Atini yaitu akan bekerja di Dubai;

Menimbang, bahwa pada saat itu saksi Kartini Als. Atini mengaku sebagai janda dan Terdakwa pada saat itu Terdakwa tidak mengecek legalitas atau surat janda dari saksi Kartini Als.Atini tersebut, pada saat itu Terdakwa hanya percaya pada pengaku an saksi Kartini Als.Atini saja;

Menimbang, bahwa persyaratan yang diberikan kepada Terdakwa yaitu salinan Kartu Keluarga (KK) (foto copy) dan surat izin dari orang tua;

Menimbang, bahwa saksi Kartini berangkat menuju Dubai pada hari Rabu tanggal 18 September 2019 melalui Bandara Soekarno Hatta sekira jam 19.00 Wib, sebelumnya saksi pergi dari tempat penampungan dan diantar menuju Bandara Soekarno Hatta, akan tetapi sesuai perintah dari Sdri. Imi Suratmi saksi harus berangkat dari Cianjur pada hari Senin tanggal 16 September 2019 Terdakwa bersama saksi Kartini Als.Atini pergi ke Jakarta dan menurunkannya di Kampung Rambutan, setelah itu saksi Kartini Als.Atin i yan g

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Terdakwa ketahui dijemput oleh orang yang telah disuruh oleh Sdri. Imi Suratmi, sedangkan Terdakwa pulang kembali ke Cianjur;

Menimbang, bahwa pekerjaan yang saksi Kartini kerjakan di Dubai tersebut yaitu sebagai Asisten Rumah Tangga dan saksi Kartini bekerja disana sudah sekira 24 hari, dan waktu jam kerja disana yaitu dari pukul 05.30 pagi sampai dengan pukul 22.00 malam;

Menimbang, bahwa Terdakwa tidak mempunyai surat tugas untuk merekrut para calon tenaga kerja tersebut, Terdakwa bekerja atas dasar perintah dari Sdri. Imi Suratmi, karena Sdri. Imi Suratmi adalah orang yang menyuruh Terdakwa untu k merekrut dan mengirimkan calon tenaga kerja untu k diberangkatkan menuju timur tengah;

Menimbang, bahwa Terdakwa tidak mengetahui melalui PT mana Sdri.

Imi Suratmi memberangkatkan para calon tenaga kerja tersebut, tugas Terdakwa hanya merekrut dan mengirimkan calon tenaga kerja kepada Sdri.

Imi Suratmi saja, sedangkan untuk proses selanjutnya Terdakwa tidak mengetahuinya;

Menimbang, bahwa uang yang Terdakwa berikan kepada saksi Kartini Als.Atini adalah sejumlah Rp.4.500.000,00 (empat juta lima ratus ri bu rupiah), sedangkan keuntungan yang Terdakwa dapatkan kurang lebih Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah);

Menimbang, bahwa Terdakwa tidak terlalu ingat kapan saksi Kartini melakukan medical cek up, yang Terdakwa ingat jika pelaksanaan medical cek up tersebut terjadi pada sekira awal bulan September 2019 di Klinik Amelia (Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur);

Menimbang, bahwa saksi Kartini tidak diberikan pelatihan kerja/BLK baik oleh Terdakwa maupun oleh Sdri. Imi Suratma, setelah proses pembuatan paspor saksi hanya disuruh menunggu jadwal pemberangkatan saja;

Menimbang, bahwa pada saat itu saksi Kartini Als.Atini tidak ikut pulang bersama Terdakwa, karena saksi Kartini Als.Atini yang Terdakwa ketahui menjalani proses selanjutnya yaitu proses pembuatan paspor;

Menimbang, bahwa saksi Kartini sampai ke Indonesia pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019 sekira jam 13.30 Wib;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti dipersidangan adalah sebagai berikut: 1 (satu) buah paspor warna hijau atas nama KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARDA dan 1 (satu) lembar tiket pemberangkatan atas pesawat dari Dubai ke Jakarta atas nama penumpang KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARA;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan -pertimbangan tersebut diatas dihubungkan dengan fakta hukum oleh karenanya Unsur “Melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau mamfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kenali atas orang lain, untuk tujuan mengekploitasi orang tersebut di wilayah Negara Republik Indonesia”, telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa oleh karena seluruh unsur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang didakwakan dalam dakwaan alternatif kesatu oleh Penuntut Umum telah terpenuhi atas perbuatan yang dilakukan Terdakwa maka kejahatan Terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan, dan oleh karena itu Terdakwa telah dapat dipersalahkan melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan pada dakwaan alternatif kesatu tersebut;

Menimbang, bahwa dari kenyataan yang diperoleh selama pemeriksaan di persidangan dalam perkara ini Majelis Hakim tidak menemukan h al-hal yan g dapat melepaskan Terdakwa dari pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau sebagai alasan pemaaf atas perbuatan yang telah dilakukan Terdakwa, oleh karenanya Majelis Hakim berkesimpulan bahwa perbuatan yang dilakukan Terdakwa harus dipertanggungjawabkan kepada Terdakwa, dan dengan demikian berdasarkan Pasal 193 ayat (1) KUHAP bahwa Terdakwa telah dapat dipersalahkan dan harus dijatuhi hukuman pidana;

Menimbang, bahwa sebelu m menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu oleh Majelis Hakim keadaan yang memberatkan dan meringankan bagi Terdakwa, sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP Jo. Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang No. 14 Tahun 1970, yang mana dipertimbangkan sebagai berikut :

Keadaan yang memberatkan :

- Perbuatan Terdakwa meresahkan masyarakat;

- Dari perbuatan Terdakwa telah mendapat keuntungan dari saksi Kartini Binti Ade Suhara;

Keadaan yang meringankan:

- Terdakwa bersikap sopan dalam memberikan keterangan di persidangan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

- Terdakwa mengakui perbuatannya dan tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangannya dipersidangan;

- Terdakwa tulang punggung keluarga dan Terdakwa belum pernah dihukum;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim dalam perkara ini sependapat dengan Penuntut Umum mengenai pasal yang telah terbukti dipersidangan, yang man a Penuntut Umum telah menuntut Terdakwa tersebut dalam pasal dakwaan alternatif kesatu yaitu melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, maka Majelis Hakim dalam menentukan putusan atas diri Terdakwa, dengan dihubungkan dengan fakta hukum diatas bahwa Terdakwa telah melakukan tindak pidana membantu melakukan perekrutan yang bertujuan untuk mengekploitasi orang tersebut diwilayah negara Republik Indonesia;

Menimbang, bahwa terhadap penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa sebelum putusan ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap, dimana penahanan tersebut telah merampas kemerdekaan Terdakwa secara hukum, maka kiranya cukup adil dan beralasan bagi Majelis Hakim untuk mengurangkan masa penahanan tersebut dengan pidana penjara yang dijatuhkan, sebagaimana dimuat dalam amar putusan ini;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa berada dalam tahan an dan penahanan terhadap diri Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditentukan status penahanan terhadap Terdakwa setelah putusan ini diucapkan, maka kiranya cukup adil Majelis Hakim menentukan status penahanan Terdakwa seperti yang termuat dalam amar putusan ini;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti berupa: 1 (satu) buah paspor warna hijau atas nama KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARDA dan 1 (satu) lembar tiket pemberangkatan atas pesawat dari Dubai ke Jakarta atas nama penumpang KARTINI MARIA BINTI ADE SUHARA, terhadap barang bukti tersebut diatas Majelis Hakim akan menentukan statusnya dalam amar putusan dibawah ini;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sehingga dijatuhi pidana, dan Terdakwa sebelumnya tidak mengajukan permohonan pembebasan dari pembayaran biaya perkara, maka cukup beralasan bagi Majelis Hakim untuk membebankan Terdakwa untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar putusan ini;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 21 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2020/PN. Cjr

Menimbang, bahwa perlu dipahami bahwa pemidanaan yang dijatu hkan oleh Majelis Hakim bukanlah merupakan tindakan balas dendam, melainkan merupakan pesan yang memuat pencelaan dan peringatan bagi calon -calon pelanggar hukum dalam rangka memperkecil kemungkinan pengulangan atau peniruan terhadap tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa, dengan kata lain bahwa pemidanaan ini hanyalah merupakan reaksi yang pantas, adil dan tetap manusiawi menurut Majelis Hakim, maka oleh karena itu cukuplah beralasan dan adil bagi Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana kepada Terdakwa sebagaimana yang dimuat dalam amar putusan ini;

Menimbang, bahwa menurut Majelis Hakim pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa berikut ini adalah layak dan adil serta diharapkan dapat menjadi prevensi khusus (Bagi Terdakwa menjadi sarana pembinaan, bimbingan agar menjadi insyaf dan menjadi anggota masyarakat yang berbudi baik serta berguna) dan juga diharapkan dapat menjadi prevensi umum (mencegah terjadinya tindak pidana serupa yang dilakukan oleh anggota masyarakat lainnya) dengan menegakkan norma hukum;

Menimbang, bahwa berdasarkan uraian -uraian diatas, dan dihubungkan dengan aspek keadilan hukum, Majelis Hakim akan menjatuhkan hukuman yang setimpal dan dirasa adil dengan perbuatan Terdakwa, agar tidak ada anggapan, insitusi dan aparatur hukum hanya mengedepankan Formal Justice (Possitivist-Legalistik) semata, tanpa memperdulikan Substansial Justic;

Memperhatikan akan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagan gan Orang, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 serta peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan perkara ini;

M E N G A D I L I:

1. Menyatakan Terdakwa SRI ROHAYATI Binti (Alm) DODO tersebut diatas, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana

“Melakukan perekrutan untuk tujuan mengekploitasi orang tersebut di wilayah Negara Republik Indonesia”,” sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan Pidana denda sejumlah Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda Tersebut tidak dibayar maka diganti dengan Pidana kurungan selama 1 (satu) bulan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

Referensi

Dokumen terkait

245.564.350,-(dua ratus empat puluh lima juta lima ratus enam puluh empat ribu tiga ratus lima puluh rupiah) tersebut telah dilakukan pengelolaanya oleh saksi AZIS

- Bahwa setelah terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Nuryani Usia tersebut, kemudian terdakwa mengangkat kelambu, pada saat itu juga saksi Nurma Umamit

- Bahwa awalnya Saksi mendapatkan SMS dan telepon dengan bahasa mengancam dari Terdakwa yang saat itu mengajak bertemu dan setelah Saksi mengantarkan adik Saksi

HERI LIWOTO untuk menyerahkan uang tersebut kepada Saksi RAFRIANDI (Anak Saksi SYAFRUDIN) dalam bentuk Dollar Singapura, selanjutnya Saksi RAFRIANDI menyerahkan

- Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, berawal keti ka saksi RUKMIN Binti LASAKOWA alias NELI bersama MISNA Binti POTUTU Alias INA duduk

Majelis Hakim berpendapat bahwa posisi antara Saksi Korban Jacob Betaubun Alias Yopi dan saudara Roy Obeth Betaubun saling berdekatan dimana Saksi Korban Jacob

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa dan saksi-saksi, perbuatan Terdakwa menggunakan Narkotika jenis ganja dilakukan tanpa ijin dari pihak yang

Halaman 10 pakaiannya dan Terdakwa juga merapikan pakaian Terdakwa serta seblum Saksi SITI FATIMAH binti LACOK pulang terlebih dahulu Saksi SITI FATIMAH binti LACOK