• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 1 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Ahmad Irfan

PUTUSAN

Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Pangkalan Bun yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan acara pemeriksaan biasa, telah menjatuhkan putusan sebagaimana tersebut di bawah ini dalam perkara atas nama Terdakwa :

Nama Lengkap : EDI PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO.

Tempat lahir : Pangkalan Bun (Kalteng). Umur / tanggal lahir : 23 Tahun / 10 Juli 1991. Jenis kelamin : Laki-laki.

Kebangsaan : Indonesia.

Tempat tinggal : Jalan Desa Pangkalan Lada RT. 17/04 Kecamatan Pangkalan Lada Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah.

Agama : Islam.

Pekerjaan : Tani.

Pendidikan : SMP Tamat.

Terdakwa ditahan di Rumah Tahanan Negara berdasarkan Surat Perintah atau Penetapan Penahanan oleh :

1. Penyidik, sejak tanggal 07 Juli 2014 sampai dengan tanggal 26 Juli 2014;

2. Perpanjangan Penuntut Umum, sejak tanggal 27 Juli 2014 sampai dengan tanggal 04 September 2014;

3. Penuntut Umum , sejak tanggal 04 September 2014 sampai dengan tanggal 23 September 2014;

4. Hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, sejak tanggal 10 September 2014 sampai dengan tanggal 09 Oktober 2014;

5. Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, sejak tanggal 10 Oktober 2014 sampai dengan tanggal 08 Desember 2014;

Terdakwa tidak mempergunakan haknya dan menolak untuk didampingi oleh Penasihat Hukum walaupun Majelis Hakim telah menunjuk ABDUL SYUKUR, SH. Pengacara/Penasehat Hukum yang berkedudukan di Jalan Sutan Syahrir Gang Lombok RT. 003 Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Penetapan Nomor : 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu tentang penujukan Penasehat Hukum untuk mendampingi Terdakwa selama pemeriksaan di Persidangan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 2 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca surat-surat dan berkas perkara yang bersangkutan; Setelah memperhatikan;

1. Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun No. 233/Pen.Pid/2014/PN. P. Bun. tertanggal 10 September 2014, tentang penunjukan majelis hakim yang mengadili perkara ini;

2. Penetapan Hakim Ketua Majelis No. 233/Pen.Pid/2014/PN. P. Bun. tertanggal 10 September 2014, tentang penetapan hari sidang pertama, yaitu Rabu tanggal 17 September 2014;

Setelah mendengar keterangan Saksi-Saksi dan keterangan Terdakwa di persidangan;

Setelah memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar Tuntutan Pidana (Requisitoir) dari Penuntut Umum dalam Surat Tuntutan No. Reg. Perk : PDM-44/PKBUN/09/2014 tertanggal 06 November 2014 yang pada pokoknya menuntut agar Majelis yang memeriksa perkara ini memutuskan sebagai berikut :

1. Menyatakan Terdakwa EDI PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak yaitu Saksi DEWI SAFITRI, melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat (2) UU No. 23 Th. 2002, sebagaimana dalam dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum.

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa EDI PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO, dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun, dikurangi selama Terdakwa berada dalam masa tahanan sementara, dengan perintah agar Terdakwa tetap ditahan. Dan pidana denda sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) Subs. 7 (tujuh) bulan kurungan.

3. Menyatakan barang bukti berupa :

- 1 (satu) lembar kaos lengan panjang warna hitam corak titik warna putih. - 1 (satu) lembar rok panjang warna coklat.

- 1 (satu) lembar kerudung warna ungu. - 1 (satu) lembar kaos dalam warna biru. - 1 (satu) lembar celana dalam warna putih.

- 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter MX Nopol : KH 4600 GF, Noka : MH350C001BK173867, Nosin : 50c173994, warna hijau.

Dikembalikan kepada Saksi DEWI SAFITRI;

- 1 (satu) lembar kaos pendek warna biru bertuliskan KICK DNM warna merah. - 1 (satu) lembar celana jeans merk JCC warna abu-abu.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 3 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

- 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda type Beat warna hitam Nopol : KH 2394 GW.

Dikembalikan kepada Terdakwa EDI PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO;

4. Menetapkan agar Terdakwa, membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah).

Setelah mendengar pembelaan dari Terdakwa yang pada pokoknya memohon hukuman yang seringan-ringannya dan Terdakwa berjanji tidak akan melakukan Tindak Pidana serta menyesali perbuatannya;

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa sebagaimana tersebut dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum No. Reg. Perkara : PDM-44/PKBUN/09/2014, tertanggal 09 September 2014 yang dibacakan di persidangan sebagai berikut :

DAKWAAN :

Bahwa Terdakwa EDI PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO, pada hari Sabtu tanggal 05 Juli 2014 sekitar jam 20.00 WIB atau di sekitar waktu itu setidak-tidaknya waktu lain dalam bulan Juli tahun dua ribu empat belas, bertempat di areal lahan sawit di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah atau setidak-tidaknya di tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, “dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain”, yakni terhadap Saksi DEWI SAFITRI Binti SUWARNO yang masih berumur 17 (tujuh belas) tahun atau setidak-tidaknya berumur di bawah 18 (delapan belas) tahun, perbuatan tersebut dilakukan Terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut :

• Diawal pertemuan dan perkenalan antara Terdakwa dengan Saksi DEWI SAFITRI yang masih tinggal dalam 1 (satu) kecamatan di Pangkalan Lada pada hari Senin tanggal 30 Juni 2014, selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 5 Juli 2014 sekitar jam 16.00 WIB, Terdakwa dengan maksud untuk dapat bertemu kembali dengan Saksi DEWI SAFITRI, menghubungi Saksi DEWI SAFITRI via SMS dan balas via SMS juga oleh Saksi DEWI SAFITRI bahwa Terdakwa bisa bertemu dengan Saksi setelah Saksi selesai mengantarkan adiknya untuk Shalat Tarawih;

• Bahwa sekitar jam 20.00 WIB saat Terdakwa bertemu dengan Saksi DEWI SAFITRI di pinggir Jalan Ahmad Yani Km. 46 Desa Pangakalan Dewa, Terdakwa mengajak Saksi DEWI SAFITRI untuk mengobrol di areal lahan sawit di Desa Pangkalan Dewa, sesampainya di areal lahan sawit tersebut, Terdakwa mulai merayu Saksi DEWI SAFITRI, dengan mengatakan “saya sayang dan cinta sama adik beneran dan tulus, adik mau ngak menerima cinta mas” namun Saksi DEWI SAFITRI menolak cinta Terdakwa dengan mengatakan “saya masih pelajar dan akan melanjutkan masuk pesantren atau mondok di jawa”, dan Terdakwa langsung memegang tangan Saksi, memeluk serta berusaha melepaskan pakaian rok yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 4 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Saksi kenakan dengan cara menurunkannya, namun Saksi DEWI SAFITRI berusaha menahan rok yang dikenakannya agar tidak turun dan lepas dari tubuhnya sambil berteriak-teriak dengan maksud ada orang lain yang mendengar dan menolong Saksi;

• Bahwa karena Saksi DEWI SAFITRI menahan rok yang dikenakannya agar tidak terlepas dari tubuhnya, Terdakwa mendorong Saksi hingga jatuh terlentang ke tanah dan saat itu Terdakwa langsung berupaya lagi menurunkan rok yang dikenakan Saksi serta membuka celana dalam yang dikenakan Saksi hingga terbuka, saat itu Saksi sempat mengatakan kepada Terdakwa “jangan mas, dosa”, namun Terdakwa tidak mengindahkannya melainkan Terdakwa langsung melepaskan resleting celana yang Terdakwa kenakan serta mengeluarkan alat kelamin Terdakwa yang sudah dalam keadaan ereksi/menegang dan langsung memasukkan ke dalam alat kelamin Saksi DEWI SAFITRI dan menggerakkannya naik turun berkali-kali atau setidak-tidaknya lebih dari 1 (satu) kali, ketika Terdakwa merasakan air maninya akan keluar Terdakwa mencabut alat kelaminnya dari dalam alat kelamin Saksi DEWI SAFITRI lalu mengeluarkan air mani Terdakwa diluar alat kelamin Saksi DEWI SAFITRI dan Terdakwa merasakan kenikmatan; • Berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : 445/373/PL.D tanggal 07 Juli 2014 yang

dibuat dan ditanda tangani oleh dr. JHONFERY SIDABALOK, dokter pada Puskesmas Dinas di Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap korban atas nama DEWI SAFITRI, umur 17 tahun, pada pemeriksaan luar didapatkan :

1. Pada alat kelamin : Labia mayora dan minora tampak oedema/benjol dan tampak merah, terdapat luka lecet (+) dengan panjang 1,0 cm x lebar 1,5 cm. Perineum tampak lecet (+) panjang 0,5 cm x lebar 1,0 cm dan darah tidak ada (-) Himen (selaput dara) masih utuh;

2. Pada celana dalam korban tidak ditemukan cairan sperma dan bercak darah tidak ditemukan;

Perbuatan Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menimbang, bahwa terhadap Dakwaan diatas, Terdakwa menyatakan mengerti atas isi Dakwaan tersebut dan tidak mengajukan keberatan (eksepsi);

Menimbang, bahwa untuk membuktikan Dakwaannya tersebut, Penuntut Umum telah menyerahkan barang bukti berupa 1 (satu) lembar kaos lengan panjang warna hitam corak titik warna putih, 1 (satu) lembar rok panjang warna coklat, 1 (satu) lembar kerudung warna ungu, 1 (satu) lembar kaos dalam warna biru, 1 (satu) lembar celana dalam warna putih, 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter MX Nopol : KH 4600 GF, Noka : MH350C001BK173867, Nosin : 50c173994, warna hijau, 1 (satu)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 5 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

lembar kaos pendek warna biru bertuliskan KICK DNM warna merah, 1 (satu) lembar celana jeans merk JCC warna abu-abu dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda type Beat warna hitam Nopol : KH 2394 GW;

Menimbang, bahwa semua barang bukti tersebut telah disita sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga dapat dipertimbangkan dalam perkara ini;

Menimbang, bahwa disamping itu Penuntut Umum Juga mengajukan Saksi-Saksi di persidangan dimana Saksi-Saksi-Saksi-Saksi tersebut telah memberikan keterangan dengan di bawah smpah/ janji yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Saksi DEWI SAFITRI Binti SUWARNO, dibawah sumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa kejadiannya terjadi pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah;

- Bahwa awalnya Saksi mendapatkan SMS dan telepon dengan bahasa mengancam dari Terdakwa yang saat itu mengajak bertemu dan setelah Saksi mengantarkan adik Saksi ke Masjid kemudian Terdakwa menghubungi Saksi dan menanyakan dimana keberadaan Saksi lalu Saksi menjawab mau pulang ke rumah namun tiba-tiba Terdakwa berdiri di pinggir jalan atau di daerah lahan sawit kemudian Saksi berhenti dan Saksi turun dari sepeda motor lalu bersalaman dengan Terdakwa lalu Terdakwa mengatakan cinta kepada Saksi namun Saksi menolak cinta Terdakwa karena Saksi masih pelajar dan akan melanjutkan masuk ke pesantren atau mondok di jawa namun Terdakwa langsung memegang tangan sambil menurunkan rok Saksi dan mendorong Saksi ke belakang dan setelah Saksi terjatuh lalu Terdakwa langsung menindih Saksi dan memasukkan alat kelaminnya yang Terdakwa keluarkan melalui resleting ke dalam alat kelamin Saksi dan setelah melakukan persetubuhan lalu Terdakwa melepas bajunya dan menghapus air mata Saksi dan Terdakwa memeluk Saksi dan mengatakan kalau Saksi pergi ke jawa maka Terdakwa akan melakukan persetubuhan lagi setelah itu Saksi jatuh karena merasa lemas dan setelah Saksi jatuh kemudian Terdakwa mengatakan akan bertanggung jawab menikahi Saksi, setelah itu Saksi pergi dengan mengendarai sepeda motor Saksi menuju ke Musholla yang berada di Desa Pangkalan Dewa untuk mencari Kyai di Musholla untuk menceritakan keadaan yang Saksi alami namun Saksi tidak bertemu dengan Kyai di Musholla tersebut namun Saksi bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak Saksi kenal yang mengantarkan Saksi ke rumah anggota Polisi yang berada di Desa Pangkalan Dewa, setelah itu orang tua Saksi datang dan melaporkan ke Polsek Pangkalan Lada;

- Bahwa Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Saksi sebanyak 1 (satu) kali; - Bahwa setelah terjadi persetubuhan tersebut Saksi merasakan sakit dan perih di

alat kelamin Saksi namun Saksi tidak mengetahui Terdakwa mengeluarkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 6 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

sperma atau tidak namun sepengetahuan Saksi di celana dalam Saksi terdapat lendir atau cairan namun dari alat kelamin Saksi tidak ada mengeluarkan darah; - Bahwa antara Saksi dengan Terdakwa tidak terikat pernikahan dan hanya

sebatas teman saja karena Saksi mengenal Terdakwa baru 4 (empat) hari sebelum kejadian namun sebelumnya Terdakwa sering mengirim SMS namun Saksi tidak menanggapinya;

- Bahwa Terdakwa mengetahui Saksi baru lulus SMP dan Saksi akan melanjutkan pendidikan ke pesantren di jawa;

- Bahwa Terdakwa maupun keluarganya tidak ada meminta maaf kepada Saksi dan keluarga Saksi;

- Bahwa Saksi mengenali barang bukti yang diajukan dalam perkara ini;

Menimbang bahwa atas keterangan Saksi di atas, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

2. Saksi SUWARNO Bin SOPAWIRO, dibawah sumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa Saksi adalah ayah kandung dari Dewi Safitri;

- Bahwa Dewi Safitri adalah anak kandung Saksi dari pernikahan Saksi dengan Hartinem dan Dewi lahir di Nganjuk pada tanggal 05 Januari 1997 dan sekarang berumur 17 (tujuh belas) tahun dan baru lulus SMP;

- Bahwa kejadiannya terjadi pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah;

- Bahwa sebelumnya Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga dengan Terdakwa;

- Bahwa Saksi mengetahui Dewi telah disetubuhi oleh Terdakwa setelah Saksi diberitahukan oleh anak Saksi yang bernama Hariyati kakak kandung Dewi; - Bahwa awalnya pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 23.00 WIB ketika

Saksi sedang tidur di rumah lalu Saksi dibangunkan dan diberitahukan oleh Hariyati bahwa Dewi telah disetubuhi oleh Terdakwa, setelah itu istri Saksi yang bernama Hartinem langsung melaporkan ke Polsek Pangkalan Lada;

- Bahwa Saksi tidak mengetahui bagaimana cara Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Dewi;

- Bahwa dari pengakuan Dewi kepada Saksi, persetubuhan tersebut terjadi karena keinginan Terdakwa sendiri sedangkan Dewi tidak menginginkan sama sekali dan pada saat Dewi disetubuhi oleh Terdakwa, Dewi mengatakan kepada Saksi bahwa Dewi merasakan kesakitan pada bagian alat kelaminnya bahkan seluruh badannya juga merasa sakit dan Dewi sudah berusaha untuk menolak bahkan sampai berontak namun tidak sanggup karena Terdakwa lebih kuat dari Dewi;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 7 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

- Bahwa lokasi kejadian tersebut dalam keadaan sepi dan letaknya jauh dari pemukiman warga;

- Bahwa Saksi mengenali barang bukti yang diajukan dalam perkara ini;

Menimbang bahwa atas keterangan Saksi di atas, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

3. Saksi HARTINEM Als. MBAH HONO Binti TIJAN, dibawah sumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa Saksi adalah ibu kandung dari Dewi Safitri;

- Bahwa Dewi Safitri adalah anak kandung Saksi dari pernikahan Saksi dengan Suwarno dan Dewi lahir di Nganjuk pada tanggal 05 Januari 1997 dan sekarang berumur 17 (tujuh belas) tahun dan baru lulus SMP;

- Bahwa kejadiannya terjadi pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah;

- Bahwa sebelumnya Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga dengan Terdakwa;

- Bahwa seingat Saksi, Terdakwa pernah datang ke rumah Saksi pada hari Rabu, 02 Juli 2014 sekitar pukul 08.00 WIB kemudian datang lagi pada pukul 11.30 WIB;

- Bahwa Saksi mengetahui Dewi telah disetubuhi oleh Terdakwa setelah Saksi diberitahukan oleh anak Saksi yang bernama Hariyati kakak kandung Dewi; - Bahwa awalnya pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 23.00 WIB ketika

Saksi sedang tidur di rumah lalu Saksi dibangunkan dan diberitahukan oleh Hariyati bahwa Dewi telah disetubuhi oleh Terdakwa, setelah itu Saksi langsung melaporkan ke Polsek Pangkalan Lada;

- Bahwa Saksi tidak mengetahui bagaimana cara Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Dewi;

- Bahwa dari pengakuan Dewi kepada Saksi, persetubuhan tersebut terjadi karena keinginan Terdakwa sendiri sedangkan Dewi tidak menginginkan sama sekali dan pada saat Dewi disetubuhi oleh Terdakwa, Dewi mengatakan kepada Saksi bahwa Dewi merasakan kesakitan pada bagian alat kelaminnya bahkan seluruh badannya juga merasa sakit dan Dewi sudah berusaha untuk menolak bahkan sampai berontak namun tidak sanggup karena Terdakwa lebih kuat dari Dewi; - Bahwa lokasi kejadian tersebut dalam keadaan sepi dan letaknya jauh dari

pemukiman warga;

- Bahwa Saksi mengenali barang bukti yang diajukan dalam perkara ini ;

Menimbang bahwa atas keterangan Saksi di atas, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 8 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

4. Saksi HARIATI Binti SUWARNO, dibawah sumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa Saksi adalah kakak kandung dari Dewi Safitri;

- Bahwa Dewi Safitri adalah anak kandung dari pernikahan Hartinem dan Suwarno dan Dewi lahir di Nganjuk pada tanggal 05 Januari 1997 dan sekarang berumur 17 (tujuh belas) tahun dan baru lulus SMP;

- Bahwa kejadiannya terjadi pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah;

- Bahwa sebelumnya Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga dengan Terdakwa;

- Bahwa pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 22.00 WIB ketika Saksi sedang tidur di rumah kemudian Ustadz Romli datang ke rumah Saksi untuk mengantar Dewi kemudian Dewi menceritakan kepada Saksi bahwa Terdakwa telah melakukan persetubuhan kepada Dewi lalu Saksi langsung pergi ke rumah orang tua Saksi dan setelah Saksi bertemu dengan Ibu Saksi yang bernama Hartinem lalu Saksi memberitahukan kejadian tersebut dan membawa Dewi melaporkan ke Polsek Pangkalan Lada;

- Bahwa dari pengakuan Dewi kepada Saksi kejadian persetubuhan tersebut terjadi ketika Dewi sewaktu pulang sholat tarawih kemudian di pertengahan jalan di sekitar kebun kelapa sawit di Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada Kab. Kobar Prop. Kalteng, Dewi dihadang oleh Terdakwa kemudian Dewi dibawa ke dalam kebun kelapa sawit setelah itu kedua tangan Dewi dipegang kemudian Dewi direbahkan tubuhnya lalu kerudungnya diikatkan oleh Terdakwa menutupi mata Dewi kemudian Terdakwa langsung melepaskan celana dalamnya kemudian Dewi disetubuhi oleh Terdakwa;

- Bahwa dari pengakuan Dewi kepada Saksi, persetubuhan tersebut terjadi karena keinginan Terdakwa sendiri sedangkan Dewi tidak menginginkan sama sekali dan pada saat Dewi disetubuhi oleh Terdakwa, Dewi mengatakan kepada Saksi bahwa Dewi merasakan kesakitan pada bagian alat kelaminnya bahkan seluruh badannya juga merasa sakit dan Dewi sudah berusaha untuk menolak bahkan sampai berontak namun tidak sanggup karena Terdakwa lebih kuat dari Dewi; - Bahwa lokasi kejadian tersebut dalam keadaan sepi dan letaknya jauh dari

pemukiman warga;

- Bahwa Saksi mengenali barang bukti yang diajukan dalam perkara ini ;

Menimbang bahwa atas keterangan Saksi di atas, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;

Menimbang, bahwa di persidangan Terdakwa tidak mengajukan Saksi yang meringankan (a de charge);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 9 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Menimbang, bahwa dipersidangan telah pula didengar keterangan Terdakwa yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa kejadiannya terjadi pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah;

- Bahwa Terdakwa telah melakukan persetubuhan dengan Dewi Safitri;

- Bahwa Terdakwa kenal dengan Dewi Safitri pada hari Rabu, 25 Juni 2014 melalui SMS dan telepon Terdakwa langsung mengajak Dewi berkenalan kemudian pada hari Senin, 30 Juni 2014 sekitar pukul 10.00 WIB Terdakwa datang ke rumah Dewi yang berada di Jalan Ahmad Yani Km. 47 Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada Kab. Kotawaringin Barat lalu pada tanggal 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB Terdakwa bertemu lagi dengan Dewi di perbatasan/gang antara perkebunan pohon karet dan pohon kelapa sawit yang berada di Jalan Ahmad Yani Km. 46 Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada Kab. Kotawaringin Barat;

- Bahwa ketika Terdakwa bertemu dengan Dewi pertama kali hanya bertamu dan mengobrol biasa saja namun pada pertemuan yang kedua kalinya Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Dewi;

- Bahwa awalnya pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 16.00 WIB Terdakwa mengirim SMS kepada Dewi dan mengatakan janjian untuk bertemu kemudian sekitar pukul 18.30 WIB Terdakwa menunggu Dewi di jembatan Jalan Ahmad Yani Km. 47 Desa Pangkalan Tiga Kec. Pangkalan Lada lalu Terdakwa menerima SMS dari Dewi yang mengatakan bahwa Dewi masih makan dan mengantar adiknya untuk sholat tarawih di Masjid Desa Pangkalan Dewa setelah itu Dewi baru bisa menemui Terdakwa kemudian sekitar pukul 20.00 WIB akhirnya Terdakwa bertemu dengan Dewi di pinggir Jalan Ahmad Yani Km. 46 Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada dan pada pertemuan tersebut Dewi mengatakan kepada Terdakwa bahwa Dewi malu bertemu di pinggir jalan karena takut dilihat orang kemudian Terdakwa mengajak Dewi masuk ke gang perbatasan antara kebun sawit dengan kebun karet dengan membawa sepeda motor masing-masing dan di dalam gang tersebut Terdakwa mengatakan kepada Dewi sambil memegang tangannya “adik tidak sholat tarawih kah ? saya sayang dan cinta sama adik beneran dan tulus, adik mau gak menerima cinta mas. Kalau mau pegang erat tangan mas kalau gak mau lepaskan” Dewi menjawab sambil memegang erat tangan Terdakwa “iya, adik mau menerima cinta mas” kemudian Terdakwa mengatakan kepada Dewi “saya bahagia adik bisa menerima cinta mas” Dewi menjawab “mas jangan lupa sholat lima waktu kalau adik tinggal mondok di jawa, kalau kita berjodoh pasti ketemu lagi” kemudian Terdakwa menjawab “iya, tetapi mas mohon jangan tinggalin mas ke jawa dulu” Dewi menjawab “mas, adik ingin menjadi wanita yang baik” Terdakwa menjawab “saya tidak bisa hidup tanpa adik” lalu kami berdua tersenyum dan tertawa kemudian Terdakwa mengatakan “aku cium kening adik boleh apa tidak?” namun

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 10 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Dewi diam saja sambil memejamkan mata lalu Terdakwa langsung mencium kening Dewi dan langsung berpelukan dalam posisi sama-sama masih berdiri dan ketika masih berpelukan Terdakwa mengatakan kepada Dewi “dik, mas kepingin kaya gitu” dan Dewi menjawab “dosa mas, jangan” lalu Terdakwa mengatakan “adik sayang gak sama mas” Dewi menjawab “iya adik sayang mas” kemudian tubuh Dewi langsung Terdakwa rebahkan pelan-pelan ke tanah dan setelah rebah di tanah lalu Terdakwa berusaha menarik rok panjang yang dipakai Dewi dengan tangan kanan Terdakwa namun ditahan dengan tangan kiri Dewi dan Dewi mengatakan “jangan mas, dosa”, karena ada penolakan tersebut Terdakwa diam saja lalu Terdakwa menarik kembali rok tersebut lalu melepaskan celana dalam yang dipakai Dewi lalu Terdakwa menarik lutut Dewi sehingga posisinya duduk kemudian Terdakwa melepas resleting celana panjang yang Terdakwa gunakan lalu Terdakwa mengeluarkan alat kelamin Terdakwa yang pada saat itu sudah dalam keadaan menegang dari dalam celana dalam Terdakwa dan langsung berusaha untuk memasukkan alat kelamin Terdakwa ke dalam alat kelamin Dewi lalu Terdakwa menggerakkan alat kelaminnya dengan gerakan naik turun/keluar masuk sebanyak 2 (dua) kali hingga akhirnya sperma Terdakwa keluar dari alat kelamin Terdakwa di dalam alat kelamin Dewi namun karena Terdakwa takut Dewi hamil lalu Terdakwa langsung menarik alat kelamin Terdakwa keluar dari alat kelamin Dewi sehingga sperma Terdakwa tumpah ke tanah namun dari alat kelamin Dewi tidak ada mengeluarkan darah dan setelah selesai persetubuhan tersebut lalu Dewi mengenakan rok panjang dan celana dalamnya sendiri dan Terdakwa melihat Dewi menangis;

- Bahwa memang awalnya tidak ada niat Terdakwa untuk melakukan persetubuhan dengan Dewi dan Terdakwa hanya ingin mengobrol saja dengan Dewi sebelum Dewi pergi untuk mondok ke jawa namun niat untuk melakukan persetubuhan tersebut timbul ketika Terdakwa memeluk tubuh Dewi;

- Bahwa Terdakwa merasa sangat mencintai Dewi dan Terdakwa merasa takut jika harus kehilangan Dewi dan Terdakwa juga tidak mau Dewi mondok di pesantren di jawa;

- Bahwa Terdakwa mengetahui bahwa Dewi masih pelajar dan baru saja lulus dari SMP dan Terdakwa memperkirakan Dewi berumur 17 (tujuh belas) tahun;

- Bahwa Terdakwa juga berjanji bersedia untuk menikahi Dewi seandainya Dewi hamil akibat persetubuhan yang Terdakwa lakukan kepada Dewi;

- Bahwa situasi pada saat terjadinya persetubuhan tersebut dalam keadaan sangat sepi, cuaca cerah dan gelap karena sudah malam hari, tidak ada cahaya penerangan sama sekali;

- Bahwa Terdakwa mengenali barang bukti yang diajukan dalam perkara ini; - Bahwa Terdakwa belum pernah dihukum;

- Bahwa Terdakwa menyesali perbuatannya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 11 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Saksi, keterangan Terdakwa, dan barang bukti, terdapat persesuaian satu sama lainnya, sehingga Majelis Hakim memperoleh adanya fakta hukum yang pada pokoknya sebagai berikut :

- Bahwa kejadiannya terjadi pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah;

- Bahwa Terdakwa telah melakukan persetubuhan dengan Dewi Safitri;

- Bahwa Terdakwa kenal dengan Dewi Safitri pada hari Rabu, 25 Juni 2014 melalui SMS dan telepon Terdakwa langsung mengajak Dewi berkenalan kemudian pada hari Senin, 30 Juni 2014 sekitar pukul 10.00 WIB Terdakwa datang ke rumah Dewi yang berada di Jalan Ahmad Yani Km. 47 Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada Kab. Kotawaringin Barat lalu pada tanggal 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB Terdakwa bertemu lagi dengan Dewi di perbatasan/gang antara perkebunan pohon karet dan pohon kelapa sawit yang berada di Jalan Ahmad Yani Km. 46 Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada Kab. Kotawaringin Barat;

- Bahwa ketika Terdakwa bertemu dengan Dewi pertama kali hanya bertamu dan mengobrol biasa saja namun pada pertemuan yang kedua kalinya Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Dewi;

- Bahwa awalnya pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 16.00 WIB Terdakwa mengirim SMS kepada Dewi dan mengatakan janjian untuk bertemu kemudian sekitar pukul 18.30 WIB Terdakwa menunggu Dewi di jembatan Jalan Ahmad Yani Km. 47 Desa Pangkalan Tiga Kec. Pangkalan Lada lalu Terdakwa menerima SMS dari Dewi yang mengatakan bahwa Dewi masih makan dan mengantar adiknya untuk sholat tarawih di Masjid Desa Pangkalan Dewa setelah itu Dewi baru bisa menemui Terdakwa kemudian sekitar pukul 20.00 WIB akhirnya Terdakwa bertemu dengan Dewi di pinggir Jalan Ahmad Yani Km. 46 Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada dan pada pertemuan tersebut Dewi mengatakan kepada Terdakwa bahwa Dewi malu bertemu di pinggir jalan karena takut dilihat orang kemudian Terdakwa mengajak Dewi masuk ke gang perbatasan antara kebun sawit dengan kebun karet dengan membawa sepeda motor masing-masing dan di dalam gang tersebut Terdakwa mengatakan kepada Dewi sambil memegang tangannya “adik tidak sholat tarawih kah ? saya sayang dan cinta sama adik beneran dan tulus, adik mau gak menerima cinta mas. Kalau mau pegang erat tangan mas kalau gak mau lepaskan” Dewi menjawab sambil memegang erat tangan Terdakwa “iya, adik mau menerima cinta mas” kemudian Terdakwa mengatakan kepada Dewi “saya bahagia adik bisa menerima cinta mas” Dewi menjawab “mas jangan lupa sholat lima waktu kalau adik tinggal mondok di jawa, kalau kita berjodoh pasti ketemu lagi” kemudian Terdakwa menjawab “iya, tetapi mas mohon jangan tinggalin mas ke jawa dulu” Dewi menjawab “mas, adik ingin menjadi wanita yang baik” Terdakwa menjawab “saya tidak bisa hidup tanpa adik” lalu kami berdua tersenyum dan tertawa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 12 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

kemudian Terdakwa mengatakan “aku cium kening adik boleh apa tidak?” namun Dewi diam saja sambil memejamkan mata lalu Terdakwa langsung mencium kening Dewi dan langsung berpelukan dalam posisi sama-sama masih berdiri dan ketika masih berpelukan Terdakwa mengatakan kepada Dewi “dik, mas kepingin kaya gitu” dan Dewi menjawab “dosa mas, jangan” lalu Terdakwa mengatakan “adik sayang gak sama mas” Dewi menjawab “iya adik sayang mas” kemudian tubuh Dewi langsung Terdakwa rebahkan pelan-pelan ke tanah dan setelah rebah di tanah lalu Terdakwa berusaha menarik rok panjang yang dipakai Dewi dengan tangan kanan Terdakwa namun ditahan dengan tangan kiri Dewi dan Dewi mengatakan “jangan mas, dosa”, karena ada penolakan tersebut Terdakwa diam saja lalu Terdakwa menarik kembali rok tersebut lalu melepaskan celana dalam yang dipakai Dewi lalu Terdakwa menarik lutut Dewi sehingga posisinya duduk kemudian Terdakwa melepas resleting celana panjang yang Terdakwa gunakan lalu Terdakwa mengeluarkan alat kelamin Terdakwa yang pada saat itu sudah dalam keadaan menegang dari dalam celana dalam Terdakwa dan langsung berusaha untuk memasukkan alat kelamin Terdakwa ke dalam alat kelamin Dewi lalu Terdakwa menggerakkan alat kelaminnya dengan gerakan naik turun/keluar masuk sebanyak 2 (dua) kali hingga akhirnya sperma Terdakwa keluar dari alat kelamin Terdakwa di dalam alat kelamin Dewi namun karena Terdakwa takut Dewi hamil lalu Terdakwa langsung menarik alat kelamin Terdakwa keluar dari alat kelamin Dewi sehingga sperma Terdakwa tumpah ke tanah namun dari alat kelamin Dewi tidak ada mengeluarkan darah dan setelah selesai persetubuhan tersebut lalu Dewi mengenakan rok panjang dan celana dalamnya sendiri dan Terdakwa melihat Dewi menangis;

- Bahwa memang awalnya tidak ada niat Terdakwa untuk melakukan persetubuhan dengan Dewi dan Terdakwa hanya ingin mengobrol saja dengan Dewi sebelum Dewi pergi untuk mondok ke jawa namun niat untuk melakukan persetubuhan tersebut timbul ketika Terdakwa memeluk tubuh Dewi;

- Bahwa Terdakwa merasa sangat mencintai Dewi dan Terdakwa merasa takut jika harus kehilangan Dewi dan Terdakwa juga tidak mau Dewi mondok di pesantren di jawa;

- Bahwa Terdakwa mengetahui bahwa Dewi masih pelajar dan baru saja lulus dari SMP dan Terdakwa memperkirakan Dewi berumur 17 (tujuh belas) tahun;

- Bahwa Terdakwa juga berjanji bersedia untuk menikahi Dewi seandainya Dewi hamil akibat persetubuhan yang Terdakwa lakukan kepada Dewi;

- Bahwa situasi pada saat terjadinya persetubuhan tersebut dalam keadaan sangat sepi, cuaca cerah dan gelap karena sudah malam hari, tidak ada cahaya penerangan sama sekali;

- Bahwa Terdakwa mengenali barang bukti yang diajukan dalam perkara ini; - Bahwa Terdakwa belum pernah dihukum;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 13 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

- Bahwa Terdakwa menyesali perbuatannya;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah dengan adanya fakta-fakta hukum yang telah terungkap diatas, telah dapat menyatakan Terdakwa bersalah atau tidak bersalah melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan oleh Penuntut Umum kepadanya;

Menimbang, bahwa untuk menentukan Terdakwa bersalah melakukan suatu tindak pidana maka harus terlebih dahulu diteliti apakah fakta-fakta hukum yang telah terungkap tersebut, telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana yang terkandung dalam Pasal yang didakwakan oleh Penuntut Umum;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan Jaksa Penuntut Umum disusun secara tunggal, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang unsurnya sebagai berikut :

1. Unsur Setiap Orang.

2. Unsur Dengan Sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian Kebohongan atau Membujuk Anak.

3. Unsur Melakukan Persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Ad.1 Unsur Setiap Orang

Menimbang bahwa yang dimaksud dengan kata “Setiap Orang“ menurut ketentuan Pasal 1 angka 16 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak adalah orang perseorangan termasuk Korporasi. Dari penegasan Pasal tersebut unsur setiap orang sama halnya dengan unsur Barangsiapa sebagaimana dimaksud dalam KUHP, yang berarti menunjuk kepada pelaku sebagai subyek hukum dalam suatu perbuatan pidana dimana atas perbuatannya dapat diminta pertanggung jawabannya.

Menimbang bahwa di dalam perkara ini yang menjadi sebagai subyek hukum sebagaimana dimaksud dalam dakwaan Penuntut Umum adalah Terdakwa EDI

PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO dimuka Persidangan identitasnya telah dicocokan

dengan identitas sebagaimana surat dakwaan Penuntut Umum ternyata adanya kecocokan antara satu dengan lainnya sehingga dalam perkara ini tidak terdapat kesalahan orang (error in persona) yang diajukan ke muka Persidangan.

Menimbang bahwa atas pertanyaan Majelis Hakim selama Persidangan ternyata Terdakwa mampu dengan tanggap dan tegas menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya sehingga Majelis berpendapat Terdakwa dipandang sebagai orang atau subyek hukum yang dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas Majelis berkeyakinan unsur pertama ini telah terpenuhi ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 14 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Ad.2 Unsur Dengan Sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian Kebohongan atau Membujuk Anak

Menimbang bahwa yang dimaksud Dengan Sengaja adalah suatu Perbuatan yang disadari serta di insyafi dan telah diketahui akan akibat yang ditimbulkan sedangkan akibat tersebut dikehendaki,

Menimbang bahwa yang dimaksud dengan melakukan Tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan akal cerdik sehingga orang yang berpikiran normal dapat tertipu dengan cara memberikan perkataan bohong atau perkataan yang tidak sebenarnya dengan tersusun rapi sehingga kebohongan yang satu menutup kebohongan lainnya untuk mempengaruhi orang menurutinya untuk berbuat sesuatu yang apabila mengetahui maksud dari pelakunya ia tidak akan berbuat demikian.

Menimbang bahwa yang dimaksud dengan Anak menurut ketentuan Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang dimaksud dengan Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 Tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Menimbang bahwa dari fakta yang terungkap dipersidangan baik keterangan Saksi-Saksi, keterangan Terdakwa serta barang bukti diketahui persetubuhan tersebut Terdakwa lakukan sebanyak 1 (satu) kali terhadap Dewi Safitri yaitu pada hari Sabtu, 05 Juli 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah;

Menimbang bahwa persetubuhan tersebut berawal sekitar pukul 20.00 WIB ketika Terdakwa bertemu dengan Dewi di pinggir Jalan Ahmad Yani Km. 46 Desa Pangkalan Dewa Kec. Pangkalan Lada dan pada pertemuan tersebut Dewi mengatakan kepada Terdakwa bahwa Dewi malu bertemu di pinggir jalan karena takut dilihat orang kemudian Terdakwa mengajak Dewi masuk ke gang perbatasan antara kebun sawit dengan kebun karet dengan membawa sepeda motor masing-masing dan di dalam gang tersebut Terdakwa mengatakan kepada Dewi sambil memegang tangannya “adik tidak sholat tarawih kah ? saya sayang dan cinta sama adik beneran dan tulus, adik mau gak menerima cinta mas. Kalau mau pegang erat tangan mas kalau gak mau lepaskan” Dewi menjawab sambil memegang erat tangan Terdakwa “iya, adik mau menerima cinta mas” kemudian Terdakwa mengatakan kepada Dewi “saya bahagia adik bisa menerima cinta mas” Dewi menjawab “mas jangan lupa sholat lima waktu kalau adik tinggal mondok di jawa, kalau kita berjodoh pasti ketemu lagi” kemudian Terdakwa menjawab “iya, tetapi mas mohon jangan tinggalin mas ke jawa dulu” Dewi menjawab “mas, adik ingin menjadi wanita yang baik” Terdakwa menjawab “saya tidak bisa hidup tanpa adik” lalu kami berdua tersenyum dan tertawa kemudian Terdakwa mengatakan “aku cium kening adik boleh apa tidak?” namun Dewi diam saja sambil memejamkan mata lalu Terdakwa langsung mencium kening Dewi dan langsung

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 15 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

berpelukan dalam posisi sama-sama masih berdiri dan ketika masih berpelukan Terdakwa mengatakan kepada Dewi “dik, mas kepingin kaya gitu” dan Dewi menjawab “dosa mas, jangan” lalu Terdakwa mengatakan “adik sayang gak sama mas” Dewi menjawab “iya adik sayang mas” kemudian tubuh Dewi langsung Terdakwa rebahkan pelan-pelan ke tanah dan setelah rebah di tanah lalu Terdakwa berusaha menarik rok panjang yang dipakai Dewi dengan tangan kanan Terdakwa namun ditahan dengan tangan kiri Dewi dan Dewi mengatakan “jangan mas, dosa”, karena ada penolakan tersebut Terdakwa diam saja lalu Terdakwa menarik kembali rok tersebut lalu melepaskan celana dalam yang dipakai Dewi lalu Terdakwa menarik lutut Dewi sehingga posisinya duduk kemudian Terdakwa melepas resleting celana panjang yang Terdakwa gunakan lalu Terdakwa mengeluarkan alat kelamin Terdakwa yang pada saat itu sudah dalam keadaan menegang dari dalam celana dalam Terdakwa dan langsung berusaha untuk memasukkan alat kelamin Terdakwa ke dalam alat kelamin Dewi lalu Terdakwa menggerakkan alat kelaminnya dengan gerakan naik turun/keluar masuk sebanyak 2 (dua) kali hingga akhirnya sperma Terdakwa keluar dari alat kelamin Terdakwa di dalam alat kelamin Dewi namun karena Terdakwa takut Dewi hamil lalu Terdakwa langsung menarik alat kelamin Terdakwa keluar dari alat kelamin Dewi sehingga sperma Terdakwa tumpah ke tanah namun dari alat kelamin Dewi tidak ada mengeluarkan darah dan setelah selesai persetubuhan tersebut lalu Dewi mengenakan rok panjang dan celana dalamnya sendiri dan Terdakwa melihat Dewi menangis

Menimbang bahwa dari fakta-fakta hukum tersebut diatas untuk melaksanakan niatnya Terdakwa telah melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan dengan cara Terdakwa membujuk Dewi Safitri untuk melakukan hubungan badan dengan Terdakwa dan Terdakwa mengatakan kepada Dewi sambil memegang tangannya “adik

tidak sholat tarawih kah ? saya sayang dan cinta sama adik beneran dan tulus, adik mau gak menerima cinta mas. Kalau mau pegang erat tangan mas kalau gak mau lepaskan” Dewi menjawab sambil memegang erat tangan Terdakwa “iya, adik mau menerima cinta mas” kemudian Terdakwa mengatakan kepada Dewi “saya

bahagia adik bisa menerima cinta mas” Dewi menjawab “mas jangan lupa sholat lima

waktu kalau adik tinggal mondok di jawa, kalau kita berjodoh pasti ketemu lagi” kemudian Terdakwa menjawab “iya, tetapi mas mohon jangan tinggalin mas ke jawa dulu” Dewi menjawab “mas, adik ingin menjadi wanita yang baik” Terdakwa menjawab “saya tidak bisa hidup tanpa adik” lalu kami berdua tersenyum dan tertawa kemudian Terdakwa mengatakan “aku cium kening adik boleh apa tidak?” namun Dewi diam saja sambil memejamkan mata lalu Terdakwa langsung mencium kening Dewi dan langsung berpelukan dalam posisi sama-sama masih berdiri dan ketika masih berpelukan Terdakwa mengatakan kepada Dewi “dik, mas kepingin kaya gitu” dan Dewi menjawab “dosa mas, jangan” lalu Terdakwa mengatakan “adik sayang gak sama mas” Dewi menjawab “iya adik sayang mas” kemudian tubuh Dewi langsung Terdakwa rebahkan pelan-pelan ke tanah dan setelah rebah di tanah lalu Terdakwa berusaha menarik rok

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 16 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

panjang yang dipakai Dewi dengan tangan kanan Terdakwa namun ditahan dengan tangan kiri Dewi dan Dewi mengatakan “jangan mas, dosa”;

Menimbang bahwa dari fakta tersebut majelis berkeyakinan sesungguhnya Dewi Safitri tidak menginginkan perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa terhadap dirinya tersebut dan Dewi Safitri juga menolak dengan mengatakan “dosa mas jangan”;

Menimbang bahwa dari pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas Majelis berpendapat serta berkeyakinan bahwa Terdakwa telah dengan Sengaja melakukan membujuk anak;

Menimbang bahwa dari fakta yang terungkap dipersidangan diketahui bahwa Dewi Safitri adalah anak kandung dari ayah yang bernama Suwarno dan Ibu yang bernama Hartinem yang dilahirkan di Nganjuk pada tanggal 05 Januari 1997, yang saat peristiwa tersebut terjadi masih berusia ± 17 (tujuh belas) tahun sehingga dengan demikian Dewi Safitri termasuk seseorang Anak sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang menyatakan “yang dimaksud dengan Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan.”

Menimbang bahwa dengan demikian Majelis berkeyakinan Unsur Dengan Sengaja Membujuk Anak telah terpenuhi ;

Ad.3. Unsur Melakukan Persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Menimbang bahwa yang dimaksud dengan Persetubuhan adalah peraduan antara kemaluan laki-laki dan perempuan yang biasa dijalankan untuk mendapatkan anak dimana kemaluan laki-laki harus masuk ke dalam kemaluan perempuan sehingga mengeluarkan air Mani;

Menimbang bahwa dalam perkembangan selanjutnya pengertian hukum “Persetubuhan” tersebut tidak harus terjadi atau dilakukan untuk mendapatkan anak, dimana alat kelamin laki-laki harus mengeluarkan air mani / sperma, melainkan sudah cukup “Persetubuhan” itu terjadi apabila alat kelamin laki-laki sudah masuk ke dalam alat kelamin perempuan;

Menimbang bahwa dari fakta yang terungkap diketahui cara Terdakwa melakukan persetubuhan dengan cara Terdakwa menarik kembali rok tersebut lalu melepaskan celana dalam yang dipakai Dewi lalu Terdakwa menarik lutut Dewi sehingga posisinya duduk kemudian Terdakwa melepas resleting celana panjang yang Terdakwa gunakan lalu Terdakwa mengeluarkan alat kelamin Terdakwa yang pada saat itu sudah dalam keadaan menegang dari dalam celana dalam Terdakwa dan langsung berusaha untuk memasukkan alat kelamin Terdakwa ke dalam alat kelamin Dewi lalu Terdakwa menggerakkan alat kelaminnya dengan gerakan naik turun/keluar masuk sebanyak 2 (dua) kali hingga akhirnya sperma Terdakwa keluar dari alat kelamin Terdakwa di dalam alat kelamin Dewi namun karena Terdakwa takut Dewi hamil lalu Terdakwa langsung menarik alat kelamin Terdakwa keluar dari alat kelamin Dewi sehingga sperma Terdakwa tumpah ke tanah;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 17 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut Majelis berpendapat alat kelamin Terdakwa telah masuk ke dalam alat kelamin (vagina) Dewi Safitri sehingga dengan demikian unsur Melakukan Persetubuhan dengannya atau dengan orang lain telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum telah terpenuhi, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana

“DENGAN SENGAJA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN PERSETUBUHAN

DENGANNYA”;

Menimbang, bahwa Majelis tidak menemukan adanya alasan-alasan yang sah yang dapat menghilangkan pemidanaan, juga adanya kemampuan dari Terdakwa untuk dimintakan pertanggungjawabannya menurut hukum, maka Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan kepadanya harus dijatuhi pidana sesuai dengan kadar kesalahannya;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan pidana apa dan seberapa berat pidana yang akan dijatuhkan kepada Terdakwa;

Menimbang, bahwa Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menentukan bahwa “setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah)”;

Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum di dalam requisitoir/ surat tuntutan pidananya menuntut supaya Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dikurangi selama Terdakwa dalam tahanan dan denda sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) Subsidair 7 (tujuh) bulan kurungan;

Menimbang, bahwa terhadap tuntutan pidana dari Jaksa Penuntut Umum tersebut Majelis Hakim akan mempertimbangkan sebagai berikut;

Menimbang, bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap diri Terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan sebagai berikut :

Hal yang memberatkan :

- Perbuatan Terdakwa meresahkan masyarakat;

- Perbuatan yang dilakukan Terdakwa merupakan perbuatan yang sangat tercela di mata masyarakat;

Hal-hal yang meringankan :

- Terdakwa menyesali perbuatannya tersebut;

- Terdakwa belum pernah dihukum dan masih muda yang diharapkan dapat memperbaiki perilakunya

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa berada dalam tahanan sebelum putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka dengan mengingat ketentuan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 18 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

Pasal 22 ayat (4) dan (5) KUHAP, maka masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan terhadap diri Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka dengan mengingat ketentuan Pasal 193 ayat (2) huruf “b” KUHAP, maka Terdakwa tetap ditahan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan ke persidangan berupa1 (satu) lembar kaos lengan panjang warna hitam corak titik warna putih, 1 (satu) lembar rok panjang warna coklat, 1 (satu) lembar kerudung warna ungu, 1 (satu) lembar kaos dalam warna biru, 1 (satu) lembar celana dalam warna putih dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter MX Nopol : KH 4600 GF, Noka : MH350C001BK173867, Nosin : 50c173994, warna hijau adalah milik Dewi Safitri, maka akan dikembalikan kepada yang berhak yaitu Dewi Safitri sedangkan 1 (satu) lembar kaos pendek warna biru bertuliskan KICK DNM warna merah 1 (satu) lembar celana jeans merk JCC warna abu-abu dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda type Beat warna hitam Nopol : KH 2394 GW adalah milik Edi Pramuji Bin Takari Suwasono, maka akan dikembalikan kepada yang berhak yaitu Edi Pramuji Bin Takari Suwasono;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa telah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan dijatuhi pidana, maka berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf “i” dan Pasal 222 ayat (1) KUHAP, kepada Terdakwa harus pula dibebani untuk membayar biaya perkara yang jumlahnya seperti disebutkan dalam diktum putusan ini;

Menimbang, bahwa dengan memperhatikan hal-hal yang memberatkan dan meringankan diatas, dan dengan mempertimbangkan pula bahwa pidana yang harus dijatuhkan kepada Terdakwa selain bersifat edukatif juga harus bersifat preventif, dalam arti dimaksudkan supaya dengan penjatuhan pidana tersebut Terdakwa dapat menyadari kesalahannya;

Menimbang, bahwa untuk lengkapnya putusan ini maka segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan dianggap telah turut dipertimbangkan dalam putusan ini;

Mengingat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan perkara ini.

M E N G A D I L I :

1. Menyatakan Terdakwa EDI PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “DENGAN

SENGAJA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN PERSETUBUHAN DENGANNYA”;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa EDI PRAMUJI Bin TAKARI SUWASONO dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan 8 (delapan) bulan dan pidana denda sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar dapat diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan;

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 19 dari 19 Putusan Nomor 233/Pid.Sus/2014/PN Pbu

4. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan; 5. Menetapkan barang bukti berupa :

• 1 (satu) lembar kaos lengan panjang warna hitam corak titik warna putih. • 1 (satu) lembar rok panjang warna coklat.

• 1 (satu) lembar kerudung warna ungu. • 1 (satu) lembar kaos dalam warna biru. • 1 (satu) lembar celana dalam warna putih.

• 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter MX Nopol : KH 4600 GF, Noka : MH350C001BK173867, Nosin : 50c173994, warna hijau.

Dikembalikan kepada Saksi Dewi Safitri;

• 1 (satu) lembar kaos pendek warna biru bertuliskan KICK DNM warna merah. • 1 (satu) lembar celana jeans merk JCC warna abu-abu.

• 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda type Beat warna hitam Nopol : KH 2394 GW.

• Dikembalikan kepada Terdakwa Edi Pramuji Bin Takari Suwasono.

6. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 2.500.- (dua ribu lima ratus rupiah);

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Bun pada hari Kamis tanggal 20 November 2014 oleh kami : ARIS

GUNAWAN, SH. sebagai Hakim Ketua, M. ZAKIUDDIN, SH. dan ANGELIA RENATA, SH. masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam

persidangan yang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Hakim Ketua dengan didampingi oleh Hakim-Hakim Anggota tersebut dengan dibantu oleh ADE ANDIKO,

SH. sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, dengan

dihadiri oleh ACHMAD JUSRIADI T, SH. Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun serta dihadiri oleh Terdakwa.

HAKIM-HAKIM ANGGOTA HAKIM KETUA,

TTD TTD

1. M. ZAKIUDDIN, SH. ARIS GUNAWAN, SH.

TTD 2. ANGELIA RENATA, SH. PANITERA PENGGANTI, TTD ADE ANDIKO, SH. Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa

Pada pukul 22.00 wib Terdakwa mengantarkan teman Terdakwa menuju Pasar Jebrod Cianjur dengan menggunakan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat nomor polisi F 2484 XL

HERI LIWOTO untuk menyerahkan uang tersebut kepada Saksi RAFRIANDI (Anak Saksi SYAFRUDIN) dalam bentuk Dollar Singapura, selanjutnya Saksi RAFRIANDI menyerahkan

- Berdasarkan keterangan saksi dan bersesuaian pula dengan keterangan terdakwa didapat fakta yuridis bahwa Terdakwa mengambil 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha

--- Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan dari saksi Rusula Hia (berkas terpisah) dan keterangan terdakwa sendiri, bahwa saksi Rusula Hia (berkas terpisah)

Bahwa Saksi-1 yang tidak terima dengan apa yang dilakukan Saksi-3 terhadap Saksi-2 tersebut kemudian mengajak Saksi-2 ke Madenpom VII/2 Palu pada Kamis tanggal

ketempat terdakwa dan saksi DAVID KURNIAWAN alias KALAS NIKOV berdomisili, selanjutnya mengajarkan kepada terdakwa dan DAVID KURNIAWAN alias KALASNIKOV cara membuat

Halaman 10 pakaiannya dan Terdakwa juga merapikan pakaian Terdakwa serta seblum Saksi SITI FATIMAH binti LACOK pulang terlebih dahulu Saksi SITI FATIMAH binti LACOK