Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
P U T U S A N
Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Cianjur yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
Nama lengkap : SANDI PRIA UTAMA BIN H. NYANYANG; Tempat lahir : Cianjur;
Umur/tanggal lahir : 28 Tahun / 28 Mei 1991; Jenis Kelamin : Laki-laki;
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat tinggal : Kampung Warungjengkol RT 002/001 Desa Sukawangi Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur; Agama : Islam;
Pekerjaan : Karyawan Swasta;
Terdakwa ditangkap pada tanggal 10 Januari 2020;
Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik sejak tanggal 11 Januari 2020 sampai dengan tanggal 30 Januari 2020; 2. Penyidik Perpanjangan Oleh PU sejak tanggal 31 Januari 2020 sampai dengan
tanggal 10 Maret 2020;
3. Penuntut Umum sejak tanggal 17 Februari 2020 sampai dengan tanggal 07 Maret 2020;
4. Hakim PN sejak tanggal 03 Maret 2020 sampai dengan tanggal 01 April 2020; 5. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur sejak tanggal 2 April 2020
sampai dengan tanggal 31 Mei 2020;
Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat Hukum; Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr tanggal 3 Maret 2020 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr tanggal 3 Maret 2020 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, dan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa SANDI PRIA UTAMA Bin H. NYANYANG bersalah melakukan Tindak Pidana “Penggelapan dalam Jabatan” sebagaimana diatu r dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan Primair penuntut umum.
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa SANDI PRIA UTAMA Bin H. NYANYANG dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 4 (empat) bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
3. Menyatakan barang bukti berupa : - 13 (tiga belas) lembar Kwitansi;
- 17 (tujuh belas) lembar surat pernyataan; - 1 (satu) surat pernyataan An. Sandi Pria Utama;
- 1 (satu) bunde surat perjanjian program pemagangan Nomor. 0283/P.Magang/HRD/Cab-106/1903 yang ditandatangani Saudara Sandi Pria Utama yang dikeluarkan dari Kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA; - 2 (dua) lembar surat pernyataan integritas tanggal 25 Maret 2019 yang
dikeluarkan dari Kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA yang ditandatangani Saudara Sandi Pria Utama;
- 2 (dua) lembar Slip gaji An. Sandi Pria Utama yang diterbitkan dari Kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA;
- 1 (satu) bunde laporan Audit PT. NUSA SURYA CIPTADANA tanggal 17 Juli 2019;
Dikembalikan kepada saksi Fitri Dwi Ariesta;
- 1 (satu) lembar Kwitansi, tanggal 29 April 2019, dengan Nomor. KI 0618004162;
Dikembalikan kepada Siti Nuralam, S.Pd Binti Alm Imas Mulyani;
4. Menetapkan terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp3.000,00 (tiga ribu rupiah);
Setelah mendengar permohonan Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan memohon keringanan hukuman karena Terdakwa telah merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulanginya;
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap permoh on an Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
PRIMAIR:
Bahwa Terdakwa SANDI PRIA UTAMA Bin H. NYANYANG pada hari Rabu tanggal 19 Juni tahun 2019 sekira jam 16.00 WIB atau setidak – tidaknya pada suatu waktu di bulan Juni tahun 2019 bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Jalan Naggeleng–Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur atau pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur berwenang mengadili, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan karen a ada hubungan kerja atau karen a pencariannya atau karena mendapat upah jika antara beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut perbuatan tersebut dilaku kan dengan cara sebagai berikut:
Bahwa awalnya terdakwa melakukan program pemagangan di PT. NUSA SURYA CIPTADANA yang bergerak dalam bidang pendanaan biaya kredit motor sejak bulan Maret 2019 dalam masa pemagangan dengan jabatan sebagai Colector berdasarkan surat perjanjian program pemagangan Nomor: 0283/P.Magang/HRD/Cab-I06/1903 tanggal 25 Maret 2019 dengan gaji setiap bulannya sebesar Rp2.300.000,00 (dua juta tiga ratus ribu rupiah). Selanjutnya setelah terdakwa mulai aktif bekerja sebagai Colector yang bertugas mengambil uang dari nasabah yang telat membayar angsuran, terdakwa melakukan perbuatan tersebut dengan cara Terdakwa mendatangi nasabah yang telat membayar angsuran kemudian pada saat terdakwa mengambil uang tersebut terdakwa memberikan kwitansi pembayaran palsu yang telah discan kepada nasabah. Dengan total uang angsuran dari nasabah yang diterima oleh terdakwa kurang lebih sebesar Rp21.960.150,00 (dua puluh juta Sembilan ratu s enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah) dimana nasabah tersebut diantaranya atas nama:
1. Abas Basyuni sebesar Rp1.796.000,00 (satu juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu rupiah);
2. Aziz Muslim sebesar Rp1.203.240,00 (satu juta dua ratus tiga ribu dua ratus empat puluh rupiah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
3. Irvan Ramadan Kusuma Rp1.071.940,00 (satu juta tujuh puluh satu ribu Sembilan ratus empat puluh rupiah);
4. Siti Nuralam, S.pd sebesar Rp4.744.000,00 (empat juta tujuh ratus empat puluh empat ribu rupiah);
5. Heri Hermawan sebesar Rp1.083.910,00 (satu juta delapan puluh tiga ribu Sembilan ratus sepuluh rupiah);
6. Yanto Sugianto sebesar Rp1.170.000,00 (satu juta seratus tujuh puluh ribu rupiah);
7. Siska Hendrayanty sebesar Rp1.063.990,00 (satu juta enam puluh tiga ribu Sembilan ratus Sembilan puluh rupiah);
8. Nita Mustiana sebesar Rp719.500,00 (tujuh ratus Sembilan belas ribu lima ratus rupiah);
9. Ir. Agus Supriatna sebesar Rp971.440,00 (Sembilan ratus tujuh puluh satu empat ratus empat puluh rupiah);
10. Sumarni sebesar Rp1.165.400,00 (satu juta seratus enam puluh lima ribu empat ratus rupiah);
11. Tina Fatimah sebesar Rp563.000,00 (lima ratus enam puluh tiga ribu rupiah);
12. Erni Sri Mulyati sebesar Rp851.400,00 (delapan ratus lima puluh satu ribu empat ratus rupiah);
13. Rastono sebesar Rp1.206.600,00 (satu juta dua ratus enam ribu enam ratu s rupiah);
14. Heri sebesar Rp1.083.190,00 (satu juta delapan puluh tiga ribu seratus Sembilan puluh rupiah);
15. Hj. Suhera sebesar Rp1.537.700,00 (satu juta lima ratus tiga puluh tujuh tujuh ratus rupiah);
16. Reza Arifin Ismail/Dewi Srielindawati Rp1.205.600,00 (satu juta dua ratus lima ribu enam ratus rupiah);
17. Kartika Puji Rahayu sebesar Rp764.080,00 (tujuh ratus enam puluh empat ribu delapan puluh rupiah);
Setelah itu uang pembayaran angsuran dari nasabah tersebut yang seharusnya disetorkan kepada PT NUSA SURYA CIPTADANA, oleh terdakwa tidak disetorkan melainkan terdakwa pakai untuk kehidupan sehari -hari. Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar jam 16.00 WIB perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa diketahui oleh saksi Diki Iskandar selaku Colector di PT NUSA SURYA CIPTADANA lalu perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut dilaporkan kepada saksi Fitria Dwi Ariesta
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
selaku Head Collection PT NUSA SURYA CIPTADANA hingga akhirnya terdakwa diintrogasi oleh saksi Fitria Dwi Ariesta dan terdakwa mengakui bahwa terdakwa tidak menyetorkan uang pembayaran dari nasabah kepada perusahaan tempat terdakwa berkerja. Setelah itu pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2019 saksi Fitria Dwi Ariesta menyuruh saksi Setiawan, saksi Yusep dan saksi Herman selaku Colector di PT NUSA SURYA CIPTADANA untuk menyesuaikan data di lapangan dengan data yang ada pada perusahaan dan setelah dilakukan pengecekan audit ternyata benar ditemukan selisih Sebanyak 17 (tujuh belas) pembayaran angsuran nasabah yang diberikan kepada terdakwa dengan total keseluruhan sebesar Rp21.960.150,00 (dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah) yang tidak disetorkan ke perusahaan selanjutnya saksi Fitria Dwi Ariesta melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Cabang perusahaan dan pihak kepolisian resor Cianjur untuk diperiksa lebih lanjut;
Bahwa akibat perbuatan Terdakwa Sandi Pria Utama menurut Laporan Audit PT NUSA SURYA CIPTADANA Finance Cabang 106 Cianjur Per Bulan Juni 2019 oleh pihak Supervisor Collection (Kepala Penagihan) tanggal 17 Juli 2019 ditemukan adanya angsuran yang tidak masuk sistem, setelah melaku kan audit terhadap angsuran konsumen PT NSC Cabang 106 Cianjur, pada bulan Juni 2019 di temukan selisih tenor angsuran konsumen pada system dan pembayaran konsumen yang menyebabkan PT NSC Cabang 106 Cianjur mengalami kerugian sebesar Rp21.960.150,00 (dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah);
Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana;
SUBSIDIAIR:
Bahwa Terdakwa SANDI PRIA UTAMA Bin H. NYANYANG pada hari Rabu tanggal 19 Juni tahun 2019 sekira jam 16.00 WIB atau setidak – tidaknya pada suatu waktu di bulan Juni tahun 2019 bertempat di PT NUSA SURYA CIPTADANA Jalan Naggeleng–Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur atau pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur berwenang mengadili, dengan sengaja dan melawan hukum mengaku sebagai milik sen diri barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut perbuatan tersebut dilaku kan dengan cara sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
Bahwa awalnya sejak bulan Maret tahun 2019 terdakwa mulai aktif sebagai Colector yang bertugas mengambil uang angsuran dari nasabah yang telat membayar angsuran dengan cara terdakwa mendatangi nasabah yang telat membayar angsuran tetapi pada saat terdakwa mengambil uang angsuran tersebut terdakwa memberikan kwitansi pembayaran palsu yang telah discan kepada nasabah Dengan total uang angsuran dari nasabah yang diterima oleh terdakwa kurang lebih sebesar Rp21.960.150,00 (dua puluh juta Sembilan ratu s enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah) dimana nasabah tersebut diantaranya atas nama:
1. Abas Basyuni sebesar Rp1.796.000,00 (satu juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu rupiah);
2. Aziz Muslim sebesar Rp1.203.240,00 (satu juta dua ratus tiga ribu dua ratus empat puluh rupiah);
3. Irvan Ramadan Kusuma Rp1.071.940,00 (satu juta tujuh puluh satu ribu Sembilan ratus empat puluh rupiah);
4. Siti Nuralam, S.pd sebesar Rp4.744.000,00 (empat juta tujuh ratus empat puluh empat ribu rupiah);
5. Heri Hermawan sebesar Rp1.083.910,00 (satu juta delapan puluh tiga ribu Sembilan ratus sepuluh rupiah);
6. Yanto Sugianto sebesar Rp1.170.000,00 (satu juta seratus tujuh puluh ribu rupiah);
7. Siska Hendrayanty sebesar Rp1.063.990,00 (satu juta enam puluh ti ga ribu Sembilan ratus Sembilan puluh rupiah);
8. Nita Mustiana sebesar Rp719.500,00 (tujuh ratus Sembilan belas ribu lima ratus rupiah);
9. Ir. Agus Supriatna sebesar Rp971.440,00 (Sembilan ratus tujuh puluh satu empat ratus empat puluh rupiah);
10. Sumarni sebesar Rp1.165.400,00 (satu juta seratus enam puluh lima ribu empat ratus rupiah);
11. Tina Fatimah sebesar Rp563.000,00 (lima ratus enam puluh tiga ribu rupiah);
12. Erni Sri Mulyati sebesar Rp851.400,00 (delapan ratus lima puluh satu ribu empat ratus rupiah);
13. Rastono sebesar Rp1.206.600,00 (satu juta dua ratus enam ribu enam ratu s rupiah);
14. Heri sebesar Rp1.083.190,00 (satu juta delapan puluh tiga ribu seratus Sembilan puluh rupiah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
15. Hj. Suhera sebesar Rp1.537.700,00 (satu juta lima ratus tiga puluh tujuh tujuh ratus rupiah);
16. Reza Arifin Ismail/Dewi Srielindawati Rp1.205.600,00 (satu juta dua ratus lima ribu enam ratus rupiah);
17. Kartika Puji Rahayu sebesar Rp764.080,00 (tujuh ratus enam puluh empat ribu delapan puluh rupiah);
Setelah itu uang pembayaran angsuran dari nasabah tersebut yang seharusnya disetorkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, oleh terdakwa tidak disetorkan melainkan terdakwa pakai untuk kehidupan sehari -hari. Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar jam 16.00 WIB perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa diketahui oleh saksi Diki Iskandar, lalu perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut dilaporkan kepada saksi Fitria Dwi Ariesta hingga akhirnya terdakwa diintrogasi oleh saksi Fitria Dwi Ariesta dan terdakwa mengakui bahwa terdakwa tidak menyetorkan uang pembayaran angsuran yang didapat dari nasabah. Setelah itu pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2019 saksi Fitria Dwi Ariesta menyuruh saksi Setiawan, saksi Yusep dan saksi Herman untuk menyesuaikan data di lapangan dengan data yang ada pada perusahaan dan setelah dilakukan pengecekan audit ternyata benar ditemukan selisih Sebanyak 17 (tujuh belas) pembayaran angsuran nasabah yang diberikan kepada terdakwa dengan total keseluruhan sebesar Rp21.960.150,00 (dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah) yang tidak disetorkan ke perusahaan selanjutnya saksi Fitria Dwi Ariesta melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Cabang perusahaan dan pihak kepolisian resor Cianju r untuk diperiksa lebih lanjut;
Bahwa akibat perbuatan terdakwa Sandi Pria Utama menyebabkan saksi Fitria Dwi Arista selaku Head Collection (Kepala Penagihan) pada PT Nusa Surya Ciptadana Cabang Cianjur mengalami kerugian sebesar Rp21.960.150,00 (dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah).
Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:
1. Saksi Fitria Dwi Ariesta Binti (Alm) Rudy Handoko di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa pada pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur Terdakwa telah melakukan tindak pidana penggelapa n dalam jabatan dan korbannya adalah PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa Saksi mengenal Terdakwa yang merupakan bawahan Saksi, yaitu Saksi menjabat sebagai Head collection (Kepala Penagihan) sejak tahun 2017 sampai dengan sekarang dan Terdakwa sebagai Collector di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur namun tidak memiliki hubungan keluarga;
- Bahwa barang yang telah digelapkan oleh Terdakwa yaitu uang sebesar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah) yang merupakan milik PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara Terdakwa membuat kwitansi palsu dengan cara discan, kemudian Terdakwa mendatangi konsumen yang telat membayar cicilan kredit motor kemudian mengambil uang angsuran kredit dari tiap konsumen, selanjutnya Terdakwa memberikan kwitansi palsu kepada konsumen dan setelah uang angsuran tersebut ada di tangan Terdakwa tidak disetorkan atau diserahkan kepada pihak Perusahaan PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa perusahaan PT. NUSA SURYA CIPTADANA tersebut bergerak dibidang Pendanaan biaya kredit motor baik motor baru maupun bekas; - Bahwa tugas Saksi yaitu mengontrol penagihan konsumen terutama yan g
telat membayar cicilan dan juga mengontrol karyawan untuk mengarahkan dan memberitahu siapa saja konsumen yang telat membayar;
- Bahwa cara bekerja perusahaan Saksi terutama di bagian penagihan pembiayan kredit motor yaitu menagih konsumen yang telat membayar, lalu Saksi menyuruh anak buah Saksi (collector) untuk mendatangi konsumen dan apabila konsumen tersebut membayar langsung pada
collector maka oleh collector diberikan bukti kwitansi yang mana kwitansi
tersebut diberikan ke konsumen dan arsipnya diserahkan ke kantor, di mana setelah menerima uang tersebut collector tersebut menyerahkan uang setoran kepada Saksi dan ada juga yang ke Suvervisor collector Herdi Friandi;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB ketika Saksi sedang berada di kantor mendapat informasi dari Saksi Diki
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
Iskandar (Collector) memberitahukan bahwa ada konsumen yang sudah membayar cicilan kepada Terdakwa hanya saja uang tersebut tidak diserahkan ke kantor, sekitar pukul 16.30 WIB Saksi memanggil Terdakwa untuk menanyakan apakah benar sudah menerima uang dari konsumen akan tetapi uang tersebut tidak disetorkan dan saat itu Terdakwa membenarkan telah melakukan perbuatan tersebut selanjutnya Terdakwa membuat surat pernyataan yang mana isinya dirinya mengakui dan bersedia bertanggung jawab, kemudian keesokan harinya Saksi menyuruh
Collector (Saksi Setiawan, Yusep dan Herman ) untuk mendatangi
konsumen yang telat membayar cicilan kredit motor (sesuai data di komputer), di mana hasil di lapangan diperoleh keterangan bahwa konsumen tersebut sudah membayar kepada Terdakwa dengan bukti kwitansi akan tetapi setelah dilakukan pengecekan di kantor kwitansi tersebut diduga palsu dan tern yata ada 17 nasabah/konsumen yang sudah membayar cicilan kredit motor tersebut kepada Terdakwa, selanjutnya Saksi melaporkan kejadian tersebut kepada kepala cabang dan pihak Kepolisian Resor Cianjur;
- Bahwa setelah Saksi mengetahui adanya kejadian tersebu t Saksi atau pihak kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur langsung mengadakan audit di mana hasil audit pihak Perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah);
- Bahwa Terdakwa mendapatkan upah atau gaji dalam setiap bulan dan ada Surat Keterangan Pengangkatan;
- Bahwa konsumen/nasabah yang telah menyerahkan uang kepada Terdakwa namun tidak diserahkan ke perusahaan yaitu Saksi Heri Rp670.000,00, Nuralam, Rp4.150.000,00, Irvan R Rp679.000,00, Shiska H. Rp674.000,00, Rastono Rp683.000,00, Dewi S Rp541.000,00, Saksi Sumarni Rp683.000,00 Saksi Kartika Rp582.000,00, Saksi Ir. Agus Rp591.000,00, Saksi Aziz M Rp705.000,00, Saksi Yanto S Rp710.000,00, Saksi Nita M Rp641.000,00, Saksi Heri.H Rp705.000,00 Saksi Hj. Suhera Rp978.000,00, Saksi Tina Fatimah Rp413.000,00, Saki Abas Basyuni Rp1.278.000,00, Saksi Erni Sri.M Rp668.000,00, dengan jumlah total Rp15.374.000,00 (lima belas juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah); Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 2. Saksi Basa Ulina Br Simalango di bawah janji pada pokoknya menerangkan
sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
- Bahwa Saksi bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur sebagai ADH (Administration Head) Kepala Adminitrasi sejak bulan April 2019 sampai dengan sekarang dan Tugas pokok Saksi yaitu mengawasi keuangan kantor yang masuk maupun keluar dan adminitrasi perkantoran; - Bahwa perusahaan PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur tempat Saksi bekerja tersebut bergerak di bidang Pendanaan pembelian kendaraan bermotor baik motor baru maupun motor bekas yang mana pendanaannya bisa secara lunas maupun kredit;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, Terdakwa telah melakukan penggelapan dalam jabatan dan korbannya adalah PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa Saksi mengenal Terdakwa karena Terdakwa merupakan karyawan di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur sebagai Collector (penagih) yang tugas dan tanggung jawabnya adalah mendatangi dan mengambil uang cicilan/angsuran kredit sepeda motor nasabah yang sudah telat membayar angsuran sekitar 1-2 bulan;
- Bahwa barang yang telah digelapkan oleh Terdakwa tersebut yaitu beru pa uang sebesar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta sembilan ratu s en am puluh ribu seratus lima puluh rupiah) milik PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa awalnya Terdakwa membuat kwitansi palsu dengan cara discan, kemudian Terdakwa mendatangi konsumen yang telat membayar cicilan kredit motor kemudian mengambil uang angsuran kredit dari tiap konsumen, selanjutnya Terdakwa memberikan kwitansi palsu kepada konsumen dan setelah uang angsuran tersebut ada di tangan Terdakwa tidak di setorkan atau diserahkan kepada pihak Perusahaan PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa pada sekitar bulan Juni 2019 pukul 13.00 WIB datang seorang nasabah akan tetapi Saksi lupa namanya, di mana saat itu nasabah tersebut akan membayar angsuran akan tetapi setelah dilihat dalam sistem, nasabah tersebut dalam melakukan pembayaran bulan lalu belum masuk selanjutnya Saksi konfirmasi kepada nasabah tersebut, di mana nasabah saat itu menunjukan bukti kwitansi pembayaran atas nama yang menerima uang angsuran Terdakwa, selanjutnya Saksi mengecek kembali
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
ke dalam sistem dan ternyata uang angsuran nasabah tersebu t tidak masuk, dan saat itu Saksi melihat kwitansi yang dibawa nasabah tersebut diduga palsu, hingga akhirnya Saksi melaporkan kejadian tersebut kepada atasan Saksi dan juga saat itu pihak perusahaan melakukan pengecekan melalui sistem dan juga pengecekan ke lapangan, di mana diperoleh keterangan bahwa ada uang angsuran dari nasabah yang oleh Terdakwa terima akan tetapi tidak diserahkan ke pihak perusahaan kemudian pihak perusahaan melakukan audit;
- Bahwa setelah adanya kejadian tersebut pihak kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur langsung mengadakan audit di mana hasil audit pihak Perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah);
- Bahwa setiap collector yang menerima uang dari nasabah selalu dibuatkan kwitansi nya dimana kwitansi yang aslinya diberikan kepada nasabah sedangkan arsipnya diserahkan kepada pihak perusahaan;
- Bahwa konsumen/nasabah yang telah menyerahkan uang kepada Terdakwa namun tidak diserahkan ke perusahaan yaitu Saksi Heri Rp670.000,00, Nuralam, Rp4.150.000,00, Irvan R Rp679.000,00, Shiska H. Rp674.000,00, Rastono Rp683.000,00, Dewi S Rp541.000,00, Saksi Sumarni Rp683.000,00 Saksi Kartika Rp582.000,00, Saksi Ir. Agus Rp591.000,00, Saksi Aziz M Rp705.000,00, Saksi Yanto S Rp710.000,00, Saksi Nita M Rp641.000,00, Saksi Heri.H Rp705.000,00 Saksi Hj. Suhera Rp978.000,00, Saksi Tina Fatimah Rp413.000,00, Saki Abas Basyuni Rp1.278.000,00, Saksi Erni Sri.M Rp668.000,00, dengan jumlah total Rp15.374.000,00 (lima belas juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah); Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 3. Saksi Herdi Vriadi Bin Rina Priana di bawah sumpah pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur sebagai Suvervisor collection (Kepala penagihan) sejak bulan Mei 2019 sampai dengan sekarang dan Tugas pokok sebagai Suvervisor collection (Kepala penagihan) yaitu me-review data setiap nasabah yang telat membayar angsuran;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
Kabupaten Cianjur, Terdakwa telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan korbannya adalah PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa Saksi mengetahui kejadian tersebut pada saat sedang berada di kantor di mana saat itu datang seorang nasabah yang akan melakukan pembayaran angsuran, akan tetapi setelah di lakukan pengecekan di data komputer terdapat perbedaan jumlah angsuran, selanjutnya nasabah tersebut memberikan kwitansi setelah di cek ternyata kwitansi tersebut diduga palsu, kemudian Saksi menanyakan kepada collector yang lain dan menanyakan ke nasabah lain yang memberikan uang angsuran kepada Terdakwa Ialu Saksi menyuruh nasabah yang sudah membayar angsu ran ke Terdakwa untuk datang ke kantor yang mana saat itu para nasabah membuat surat pernyataan yang mana isinya adalah bahwa setiap nasabah sudah melakukan pembayaran kepada Terdakwa, selanjutnya Saksi melaporkan kejadian tersebut kepada Saksi Fitria Dwi Ariesta; - Bahwa setelah adanya kejadian tersebut pihak kantor PT. NUSA SURYA
CIPTADANA Cabang Cianjur langsung mengadakan audit di mana hasil audit pihak Perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah);
- Bahwa setiap collector yang menerima uang dari nasabah selalu dibuatkan kwitansinya di mana kwitansi yang aslinya diberikan kepada nasabah sedangkan arsipnya diserahkan kepada pihak perusahaan;
- Bahwa konsumen/nasabah yang telah menyerahkan uang kepada Terdakwa namun tidak diserahkan ke perusahaan yaitu Saksi Heri Rp670.000,00, Nuralam, Rp4.150.000,00, Irvan R Rp679.000,00, Shiska H. Rp674.000,00, Rastono Rp683.000,00, Dewi S Rp541.000,00, Saksi Sumarni Rp683.000,00 Saksi Kartika Rp582.000,00, Saksi Ir. Agus Rp591.000,00, Saksi Aziz M Rp705.000,00, Saksi Yanto S Rp710.000,00, Saksi Nita M Rp641.000,00, Saksi Heri.H Rp705.000,00 Saksi Hj. Suhera Rp978.000,00, Saksi Tina Fatimah Rp413.000,00, Saki Abas Basyuni Rp1.278.000,00, Saksi Erni Sri.M Rp668.000,00, dengan jumlah total Rp15.374.000,00 (lima belas juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah); Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 4. Saksi Dicky Iskandar Bin (Alm) Didin Samsudin di bawah sumpah pada
pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur, Terdakwa telah melakukan tindak pidana penggel apan dalam jabatan dan korbannya adalah PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa Saksi bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA yang bergerak di bidang Pendanaan pembelian kendaraan bermotor baik motor baru maupun motor bekas yang mana pendanaannya bisa secara lunas maupun kredit sebagai Remedial (Penagihan) 20 Juni 2018 sampai dengan sekarang dan Tugas pokok sebagai Remedial (penagihan) yaitu mengulang tagihan/mendatangi nasabah yang mana untuk menarik unit atau pelunasan;
- Bahwa Saksi mengenal Terdakwa sebagai karyawan di perusahaan yang sama sebagai Collector (penagih);
- Bahwa barang yang telah digelapkan oleh Terdakwa tersebut yaitu beru pa uang sebesar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta sembilan ratu s en am puluh ribu seratus lima puluh rupiah) milik PT. NUSA SURYA CIPTADANA;
- Bahwa Saksi mengetahui kejadian tersebut awalnya sekitar bulan Mei 2019 pada saat Saksi sedang di warung makan di depan kantor di mana saat itu Saksi mendengar Terdakwa sedang berbincang-bincang dengan
collector yang lain, yang mana saat itu Saksi mendengar dari pembicaraan
tersebut bahwa Terdakwa telah mengambil uang angsuran akan tetapi uang tersebut tidak disetorkan ke pihak perusahaan dan Terdakwa akan menggantinya, 2 hari kemudian ada nasabah yang datang ke kantor untu k melakukan pembayaran angsuran, di mana saat itu nasabah merasa sudah membayar angsuran dengan menunjukan kwitansi yang ditandatangani oleh Terdakwa selanjutnya pihak perusahaan mengecek di sistem di mana di dalam sistem belum terdapat uang angsuran dari nasabah tersebut, selanjutnya Saksi bersama Saksi Hendi melakukan pengecekan ke nasabah -nasabah ternyata benar Terdakwa sudah mengambil uang angsuran dari nasabah akan tetapi uang tersebut tidak diserahkan ke pihak perusahaan;
- Bahwa setelah adanya kejadian tersebut pihak kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur langsung mengadakan audit dimana hasil audit pihak Perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp21.960.150,00
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
(Dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah);
- Bahwa konsumen/nasabah yang telah menyerahkan uang kepada Terdakwa namun tidak diserahkan ke perusahaan yaitu Saksi Heri Rp670.000,00, Nuralam, Rp4.150.000,00, Irvan R Rp679.000,00, Shiska H. Rp674.000,00, Rastono Rp683.000,00, Dewi S Rp541.000,00, Saksi Sumarni Rp683.000,00 Saksi Kartika Rp582.000,00, Saksi Ir. Agus Rp591.000,00, Saksi Aziz M Rp705.000,00, Saksi Yanto S Rp710.000,00, Saksi Nita M Rp641.000,00, Saksi Heri.H Rp705.000,00 Saksi Hj. Suhera Rp978.000,00, Saksi Tina Fatimah Rp413.000,00, Saki Abas Basyuni Rp1.278.000,00, Saksi Erni Sri.M Rp668.000,00, dengan jumlah total Rp15.374.000,00 (lima belas juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah); Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 5. Saksi Setiawan Bin H. Makruf di bawah sumpah pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur;
- Bahwa Saksi bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur sebagai Collector (penagihan) sejak bulan Februari 2019 sampai dengan sekarang, sedangkan Saksi mengenal Terdakwa karena Terdakwa merupakan karyawan di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur juga sebagai Collector (penagih);
- Bahwa barang yang telah digelapkan oleh Terdakwa yaitu berupa uang sebesar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah) milik PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara menscan atau memfotokopi kwitansi selanjutnya mengambil uang angsuran dari nasabah/konsumen kredit motor yang mana nasabah tersebut telat membayar angsuran, selanjutnya uang angsuran tersebut diambil Terdakwa akan tetapi uang tersebut tidak diserahkan kepada pihak perusahaan;
- Bahwa Saksi mengetahui kejadian tersebut awalnya sekitar bulan juni 2019 ketika Saksi diajak oleh Saksi Yusep untuk mendatangi nasabah yang telat membayar angsuran yang mana saat itu Saksi Yusep sudah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
curiga kepada Terdakwa karena setiap datang ke nasabah untuk menagih selalu melesat dalam melakukan pembayaran angsuran, hingga saat itu Saksi bersama Saksi Yusep mendatangi nasabah di mana dari setiap nasabah tersebut memberikan kwitansi/faktur yang sudah ditandatangani oleh Terdakwa kepada Saksi dan Saksi Yusep, selanjutya Saksi melakukan pengecekan data di kantor secara sistem dan ternyata diperoleh hasil bahwa para nasabah yang sudah melakukan pembayaran angsuran kepada Terdakwa tidak ada yang masuk ke dalam perusah aan; - Bahwa setelah adanya kejadian tersebut pihak kantor PT. NUSA SURYA
CIPTADANA Cabang Cianjur langsung mengadakan audit di mana hasil audit pihak Perusahaan mengalami kerugian sekira Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah); - Bahwa konsumen/nasabah yang telah menyerahkan uang kepada Terdakwa namun tidak diserahkan ke perusahaan yaitu Saksi Heri Rp670.000,00, Nuralam, Rp4.150.000,00, Irvan R Rp679.000,00, Shiska H. Rp674.000,00, Rastono Rp683.000,00, Dewi S Rp541.000,00, Saksi Sumarni Rp683.000,00 Saksi Kartika Rp582.000,00, Saksi Ir. Agus Rp591.000,00, Saksi Aziz M Rp705.000,00, Saksi Yanto S Rp710.000,00, Saksi Nita M Rp641.000,00, Saksi Heri.H Rp705.000,00 Saksi Hj. Suhera Rp978.000,00, Saksi Tina Fatimah Rp413.000,00, Saki Abas Basyuni Rp1.278.000,00, Saksi Erni Sri.M Rp668.000,00, dengan jumlah total Rp15.374.000,00 (lima belas juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah); Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 6. Saksi Yusep Abdul Rochman Bin (Alm) Rosadin di bawah sumpah pada
pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur;
- Bahwa Saksi bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur sebagai Collector (penagihan) sejak bulan Februari 2019 sampai dengan sekarang, sedangkan Saksi mengenal Terdakwa karena Terdakwa merupakan karyawan di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur juga sebagai Collector (penagih);
- Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara menscan atau memfotokopi kwitansi selanjutnya mengambil uang angsuran dari nasabah/konsumen kredit motor yang mana nasabah tersebut telat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
membayar angsuran, selanjutnya uang angsuran tersebut diambil Terdakwa akan tetapi uang tersebut tidak diserahkan kepada pihak perusahaan;
- Bahwa Saksi mengetahui kejadian tersebut awalnya sekitar bulan juni 2019 ketika Saksi mengecek data nasabah yang telat membayar kemudian Saksi mencoba menghubungi melalui telepon dimana saat itu Saksi memperoleh keterangan bahwa nasabah Saksi Ir. Agus telah membayar angsuran kepada Terdakwa kemudian Saksi melihat data akan tetapi setelah dilakukan pengecekan diperoleh bahwa angsuran Saksi Ir. Agus tidak ada yang masuk, selanjutnya Saksi klarifikasi ke Terdakwa di mana saat itu Terdakwa mengatakan bahwa uangya sudah kepakai dan akan diganti, selanjutnya Saksi melaporkan kejadian tersebut ke Suvervisor
Collection Saksi Herdi, setelah itu Saksi disuruh mendatangi nasabah yang
telat membayar angsuran dimana setelah Saksi mengunjungi nasabah nasabah tersebut diperoleh keterangan bahwa nasabah sudah melakukan pembayaran angsuran kepada Terdakwa disertai dengan kwitansinya, selanjutya Saksi melakukan pengecekan data di kantor secara sistem dan ternyata diperoleh hasil bahwa para nasabah yang sudah melakukan pembayaran angsuran kepada Terdakwa tidak ada yang masuk ke perusahaan, keesokan harinya Saksi Fitria (Head Collection) menghubungi para nasabah untuk membuat surat pernyataan yang mana isinya telah membayar uang angsuran kepada Terdakwa dengan membawa kwitansi yang diberikan oleh Terdakwa kepada para nasabah;
- Bahwa setelah adanya kejadian tersebut pihak kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur langsung mengadakan audit dimana hasil audit pihak Perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp21.960.150,00 (Dua puluh satu juta Sembilan ratus enam puluh ribu seratus lima puluh rupiah);
- Bahwa konsumen/nasabah yang telah menyerahkan uang kepada Terdakwa namun tidak diserahkan ke perusahaan yaitu Saksi Heri Rp670.000,00, Nuralam, Rp4.150.000,00, Irvan R Rp679.000,00, Shiska H. Rp674.000,00, Rastono Rp683.000,00, Dewi S Rp541.000,00, Saksi Sumarni Rp683.000,00 Saksi Kartika Rp582.000,00, Saksi Ir. Agus Rp591.000,00, Saksi Aziz M Rp705.000,00, Saksi Yanto S Rp710.000,00, Saksi Nita M Rp641.000,00, Saksi Heri.H Rp705.000,00 Saksi Hj. Suhera Rp978.000,00, Saksi Tina Fatimah Rp413.000,00, Saki Abas Basyuni
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
Rp1.278.000,00, Saksi Erni Sri.M Rp668.000,00, dengan jumlah total Rp15.374.000,00 (lima belas juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah); Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 7. Saksi Aziz Muslim Bin Maman di bawah sumpah pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari, tanggal Saksi tidak mengetahui tahun 2019, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur;
- Bahwa Saksi mengkredit 1 unit sepeda motor merk Honda Beat (Nomor Polisi lupa) di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur dengan harga Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) di mana perbulannya Saksi harus membayar angsuran sebesar Rp692.000,00 (enam ratus sembilan puluh dua ribu rupiah) dengan masa tenor 35 bulan/3 tahun;
- Bahwa Saksi mengenal dan mengetahui Terdakwa yang merupakan karyawan dari NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur, di man a yan g Saksi ketahui Terdakwa menjabat sebagai collector/penagih uang angsuran kepada tiap nasabah;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui berapa jumlah uang milik PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur yang digelapkan oleh Terdakwa; - Bahwa sepengetahuan Saksi Terdakwa melakukan perbuatan tersebut
dengan cara mengambil uang angsuran sepeda motor milik Saksi, yang mana saat itu setelah Saksi menyerahkan uang Terdakwa menyerahkan kwltansi, kepada Saksi, ternyata kwitansi tersebut diduga palsu, dimana Saksi mengetahui hal tersebut dari pihak PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa pada saat itu saya sudah membayar angsuran sepeda motor tersebut sudah 10 kali angsuran;
- Bahwa Saksi membayar angsuran kredit motor tersebut biasanya ke
collector (penagih) lain, dan Saksi melakukan pembayaran angsuran kredit
motor kepada Terdakwa yaitu angsuran ke-9 dari 35 dan sudah membayarnya sejumlah Rp705.000,00 (tujuh ratus lima ribu rupiah) diberikan bukti berupa kwitansi nomor KI0618004504 dengan nilai uang Rp705.000,00 (tujuh ratus lima ribu rupiah);
- Bahwa setiap collector yang menerima uang dari nasabah selalu dibuatkan kwitansi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
- Bahwa sepengetahuan Saksi ada nasabah lain yang melakukan pembayaran kepada Terdakwa diantaranya Saksi Nita, saksi Agus dan yang lainnya;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 8. Saksi Nita Mustiana Binti Karsim di bawah sumpah pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari, tanggal saksi tidak mengetahui tahun 2019, bertempat di PT NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur, Terdakwa telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan korbannya adalah PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa Saksi menjaminkan BPKB sepeda motor ke pihak PT Nusa Suya Ciptadana Cab.Cianjur dengan harga kurang lebih Rp7.000.000,00 dimana perbulannya Saksi harus membayar angsuran sebesar Rp628.000 dengan masa tenor 17 bulan/1,5 tahun;
- Bahwa mengenal dan mengetahui Terdakwa dan merupakan karyawan dari PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur, dimana yang Saksi ketahui Terdakwa menjabat sebagai collector/penagih uang angsuran kepada tiap nasabah;
- Bahwa barang yang telah digelapkan oleh Terdakwa tersebut yaitu beru pa uang namun besarannya Saksi tidak mengetahui;
- Bahwa uang tersebut adalah milik PT NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa sepengetahuan Saksi Terdakwa melakukan perbuatan tersebut dengan cara mengambil uang angsuran BPKB motor milik Saksi, yang mana saat itu setelah Saksi menyerahkan uang Terdakwa menyerahkan kwltansi kepada Saksi, ternyata kwitansi tersebut diduga palsu, dimana Saksi mengetahui hal tersebut dari pihak PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa pada saat itu Saksi sudah membayar angsuran sepeda motor tersebut sudah 16 kali angsuran;
- Bahwa Saksi membayar angsuran tersebut biasanya ke collector (penagih) lain, dan Saksi melakukan pembayaran angsuran BPKB motor kepada Terdakwa yaitu angsuran yang ke 12 dari 17 kali dan sudah membayarny sejumlah Rp641.000,00 (enam ratus empat puluh satu ribu rupiah) dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
diberikan bukti berupa kwitansi dengan nomor KI0618004504 dengan nilai uang Rp641.000,00 (enam ratus empat puluh satu ribu rupiah);
- Bahwa setiap collector yang menerima uang dari nasabah selalu dibuatkan kwitansi;
- Bahwa sepengetahuan Saksi ada nasabah lain yang melakukan pembayaran kepada Terdakwa diantaranya Saksi Agus, Saksi Aziz dan yang lainnya;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui berapa jumlah kerugian yang diderita oleh Pihak PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur tersebut;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; 9. Saksi Ir. Agus Supriatna Bin (Alm) Kosim di bawah sumpah pada pokoknya
menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari, tanggal saksi tidak mengetahui tahun 2019, bertempat di PT NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur, Terdakwa telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan korbannya adalah PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa Saksi menjaminkan BPKB sepeda motor Nopol F.5857 XJ ke pihak PT. NUSA SUYA CIPTADANA Cabang Cianjur dengan harga kurang lebih Rp8.000.000,00 dimana perbulannya Saksi harus membayar angsuran sebesar Rp588.000,00 dengan masa tenor 24 bulan/2 tahun;
- Bahwa Saksi mengenal dan mengetahui Terdakwa dan merupakan karyawan dari PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur, dimana yang Saksi ketahui Terdakwa menjabat sebagai collector/penagih uang angsuran kepada tiap nasabah;
- Bahwa barang yang telah digelapkan oleh Terdakwa tersebut yaitu beru pa uang namun besarannya Saksi tidak mengetahui;
- Bahwa uang tersebut adalah milik PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur;
- Bahwa sepengetahuan Saksi Terdakwa melakukan perbuatan tersebut dengan cara mengambil uang angsuran BPKB sepeda motor milik Saksi, yang mana saat itu setelah Saksi menyerahkan uang, Terdakwa menyerahkan kwitansi, kepada Istri Saksi, ternyata kwitansi tersebut diduga palsu dimana Saksi mengetahui hal tersebut pada saat Istri Saksi akan melakukan angsuran bulan berikutnya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
- Bahwa pada saat itu Saksi sudah membayar angsuran BPKB sepeda motor tersebut sudah 15 kali angsuran;
- Bahwa Saksi membayar angsuran tersebut biasanya ke collector (penagih) lain, dan Saksi melakukan pembayaran angsuran BPKB motor kepada Terdakwa yaitu angsuran yang ke 15 dari 24 kali dan sudah membayarnya membayarnya sejumlah Rp591.000,00 (lima ratus Sembilan puluh satu ribu rupiah) dan diberikan bukti berupa kwitansi dengan nomor KI0618004504 dengan nilai uang Rp591.000,00 (lima ratus Sembilan puluh satu ribu rupiah);
- Bahwa setiap collector yang menerima uang dari nasabah selalu dibuatkan kwitansi;
- Bahwa sepengetahuan Saksi ada nasabah lain yang melakukan pembayaran kepada Terdakwa dian taranya Saksi Nita, Saksi Aziz dan yang lainnya;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan; Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur atau tepatnya di kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA;
- Bahwa Terdakwa bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA dimana PT tersebut bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor baik secara lunas maupun kredit dan juga pembiayaan dengan jaminan BPKB sepeda motor, Terdakwa bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA sejak bulan maret 2019 dimana selama Terdakwa bekerja mendapat upah sebesar Rp2.500.000,00 (Dua juta lima ratus ribu rupiah) dan tugas Terdakwa sebagai Collector yaitu mengambil uang angsuran milik nasabah yang macet/nunggak;
- Bahwa barang yang digelapkan tersebut berupa uang yang Terdakwa terima dari tiap nasabah atau milik PT. NUSA SURYA CIPTADANA sebesar kurang lebih Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah);
- Bahwa perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan awalnya Terdakwa sebagai Collector mendatangi nasabah/konsumen yang telat membayar angsuran kemudian Terdakwa mengambil uang tersebu t dan memberikan kwitansi asli dan palsu (scan) kepada nasabah/konsumen dan juga ada nasabah yang mana Terdakwa tidak memberikan kwitansi, selanjutnya uang dari tiap nasabah tersebut tidak Terdakwa berikan kepada pihak perusahaan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
dimana tempat Terdakwa bekerja, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa seijin dan sepengetahuan pihak perusahaan;
- Bahwa seingat Terdakwa nasabah/konsumen yang uangnya Terdakwa ambil dan tidak Terdakwa serahkan ke pihak PT. NUSA SURYA CIPTADANA adalah kurang lebih 17 orang, akan tetapi Terdakwa sudah lupa siapa nama namanya, adapun yang masih Terdakwa ingat ialah Saksi Aziz Musum, Abas Basuni, Rastono, Saksi Agus dan Shiska dan lain -lain (tidak ingat), begitu juga dengan nominal nya Terdakwa tidak ingat;
- Bahwa prosedur oprasional pengambilan uang milik konsumen di PT. NUSA SURYA CIPTADANA yang benar adalah setelah Terdakwa mendatangi dan mengambil uang milik konsumen/nasabah yang telat membayar seharusnya uang tersebut diserahkan ke Kantor/pihak perusahaan namun uang tersebu t tidak Terdakwa setorkan atau serahkan ke pihak PT. NUSA SURYA CIPTADANA dan uang tersebut Terdakwa bawa untuk dimiliki dan Terdakwa gunakan tanpa seijin dan sepengetahuan PT. NUSA SURYA CIPTADANA; - Bahwa Terdakwa mendapatkan kwitansi yang palsu dengan cara di scan
tersebut dari IWAN Martlawan hanya saja Terdakwa tidak mengetahui siapa yang menscan kwitansi tersebut, dimana yang Terdakwa ketahui Iwan saat itu bekerja di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Warungkondang dan menjabat sebagai collector akan tetapi saat ini sudah keluar dari PT. NUSA SURYA CIPTADANA sekitar bulan 2019 dimana Iwan mengundurkan diri karena sudah menggelapkan uang DP milik konsumen;
- Bahwa uang tersebut Terdakwa gunakan untuk biaya keperluan sehari hari dimana uang tersebut sudah habis digunakan;
- Bahwa Terdakwa tidak mempunyai ijin dari pihak PT. NUSA SURYA CIPTADANA untuk menggunakan uang angsuran nasabah/konsumen PT. NUSA SURYA CIPTADANA tersebut;
- Bahwa sepengetahuan Terdakwa kerugian yang diderita oleh PT. NUSA SURYA CIPTADANA Warungkondang akibat perbuatan yang dilakukannya adalah sebesar Rp15.000.000,00 (Lima belas juta rupiah);
- Bahwa Terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya;
- Bahwa Terdakwa merasa bersalah dan menyesal serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi;
Menimbang, bahwa Terdakwa tidak mengajukan Saksi yang meringankan (a de charge);
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 34 Putusan Nomor 79/Pid.B/2020/PN Cjr.
1. 13 (tiga belas) lembar Kwitansi;
2. 17 (tujuh belas) lembar surat pernyataan; 3. 1 (satu) surat pernyataan An. Sandi Pria Utama;
4. 1 (satu) bundel surat perjanjian program pemagangan Nomor. 0283/P.Magang/HRD/Cab-106/1903 yang ditandatangani Saudara Sandi Pria Utama yang dikeluarkan dari Kan tor PT. NUSA SURYA CIPTADANA; 5. 2 (dua) lembar surat pernyataan integritas tanggal 25 Maret 2019 yang
dikeluarkan dari Kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA yang ditandatangani Saudara Sandi Pria Utama;
6. 2 (dua) lembar Slip gaji An. Sandi Pria Utama yang diterbitkan dari Kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA;
7. 1 (satu) bundel laporan Audit PT. NUSA SURYA CIPTADANA tanggal 17 Juli 2019;
8. 1 (satu) lembar Kwitansi, tanggal 29 April 2019, dengan Nomor. KI 0618004162;
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan baran g bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:
- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di PT. NUSA SURYA CIPTADANA Cabang Cianjur Jalan Nanggelang-Cirahayu Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur;
- Bahwa Terdakwa merupakan karyawan PT. NUSA SURYA CIPTADANA di mana perusahaan tersebut bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor baik secara lunas maupun kredit dan juga pembiayaan dengan jaminan BPKB sepeda motor, sejak bulan Maret 2019 sebagai Collector yaitu mengambil uang angsuran milik nasabah yang macet/nun ggak sesuai dengan surat perjanjian program pemagangan Nomor: 0283/P.Magang/ HRD/Cab-106/1903 yang ditandatangani Saudara Sandi Pria Utama yang dikeluarkan dari Kantor PT. NUSA SURYA CIPTADANA;
- Bahwa selama Terdakwa bekerja mendapatkan gaji/upah setiap bulannya sebesar Rp2.500.000,00 (Dua juta lima ratus ribu rupiah);
- Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara mendatangi nasabah/konsumen yang telat membayar angsuran kemudian Terdakwa mengambil uang tersebut dan memberikan kwitansi asli dan palsu (scan) kepada nasabah/konsumen dan juga ada nasabah yang mana Terdakwa tidak memberikan kwitansi, selanjutnya uang dari tiap nasabah tersebut tidak Terdakwa berikan kepada pihak perusahaan dimana tempat Terdakwa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :