Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
P U T U S A N
Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Jeneponto yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Para Terdakwa:
Terdakwa I
1. Nama lengkap : Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing;
2. Tempat lahir : Parangkeke, Kabupaten Gowa;
3. Umur / Tanggal lahir : 63 Tahun / 1 Juli 1957;
4. Jenis kelamin : Laki-laki;
5. Kebangsaan : Indonesia;
6. Tempat tinggal : Lingkungan Parangkeke, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa;
7. Agama : Islam;
8. Pekerjaan : Petani.
Terdakwa II
1. Nama lengkap : Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga;
2. Tempat lahir : Parangkeke, Kabupaten Gowa;
3. Umur / Tanggal lahir : 68 Tahun / 31 Desember 1952;
4. Jenis kelamin : Laki-laki;
5. Kebangsaan : Indonesia;
6. Tempat tinggal : Lingkungan Parangkeke, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa;
7. Agama : Islam;
8. Pekerjaan : Petani.
Para Terdakwa ditangkap pada tanggal 28 Desember 2020;
Para Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik sejak tanggal 29 Desember 2020 sampai dengan tanggal 17 Januari 2021;
2. Penuntut Umum sejak tanggal 7 Januari 2021 sampai dengan tanggal 26 Januari 2021;
3. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jeneponto sejak tanggal 15 Januari 2021 sampai dengan tanggal 13 Februari 2021;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
4. Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 14 Februari 2021 sampai dengan tanggal 14 April 2021.
Para Terdakwa di persidangan tidak didampingi oleh Penasihat Hukum;
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp tanggal 15 Januari 2021 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp tanggal 15 Januari 2021 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan ;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Ahli dan Para Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan ;
Setelah mendengar pembacaan Tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga masing-masing bersalah melakukan tindak pidana “dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap barang, dengan sengaja menghancurkan barang”, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (2) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dalam dakwaan pertama;
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga berupa pidana penjara masing-masing selama 3 (tiga) tahun, dikurangi selama Terdakwa- Terdakwa berada dalam tahanan;
3. Menyatakan barang bukti berupa:
• 3 (tiga) batang pipa PVC, diameter 2 (dua) inci, warna abu-abu dan hitam, panjang 12 (dua belas) meter;
• 26 (dua puluh enam) batang pipa HDPE, diameter 1,5 (satu koma lima) inci, warna hitam bis biru, panjang 11,50 (sebelas koma lima puluh) meter;
• 7 (tujuh) batang pipa HDPE, diameter 1,5 (satu koma lima) inci, warna hitam bis biru, panjang 5,70 (lima koma tujuh puluh) meter;
• 1 (satu) batang pipa HDPE, diameter 1,5 (satu koma lima) inci, warna hitam bis biru, panjang 11,10 (sebelas koma sepuluh) meter;
• 1 (satu) batang pipa HDPE, diameter 1,5 (satu koma lima) inci, warna hitam bis biru, panjang 9,90 (sembilan koma sembilan puluh) meter;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
• 1 (satu) batang pipa HDPE, diameter 1,5 (satu koma lima) inci, warna hitam bis biru, panjang 2,4 (dua koma empat) meter.
Dikembalikan kepada Saksi Harum Bin Ronjo.
4. Menetapkan agar Para Terdakwa membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp15.000,00 (lima belas ribu rupiah).
Setelah mendengar permohonan lisan dari Para Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan mohon keringanan hukuman dikarenakan Para Terdakwa sudah berusia lanjut, walaupun Para Terdakwa tetap menyatakan tidak melakukan perbuatannya tersebut;
Setelah mendengar tanggapan lisan Penuntut Umum terhadap permohonan Para Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan tetap pada Tuntutannya;
Setelah mendengar tanggapan lisan Para Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pada permohonannya;
Menimbang, bahwa Para Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
Pertama:
Bahwa Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya, pada hari Sabtu tanggal 30 bulan Maret tahun 2019 sekira pukul 14.00 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu tertentu di bulan Maret tahun 2019, atau diwaktu -waktu lain pada tahun 2019, bertempat di mata air Lembang Tallua, yang terletak di Dusun Bontomanai, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto atau setidak-tidaknya pada tempat- tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jeneponto, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, perbuatan tersebut dilakukan oleh Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:
Bahwa pada tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 13.00 WITA ketika Saksi Harum Bin Ronjo sedang bersama dengan Saksi Arfah Bin Hakim menuju ke lokasi Bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di Mata Air Lembang Tallua Dusun Bontomanai Desa Ujung Bulu Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto untuk mengecek air sekaligus mengecat bak PMA tersebut, Saksi Harum dan Saksi Arfah mendengar suara beberapa orang kemudian Saksi Harum dan Saksi Arfah mencari tempat untuk bersembunyi di semak-semak untuk melihat keadaan, saat itu kedua Saksi melihat Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya melakukan pengrusakan bak PMA tersebut. Saat itu Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga memotong pipa-pipa untuk mengaliri air yang ada pada bak PMA tersebut dengan menggunakan gergaji kayu, sedangkan beberapa orang yang tidak diketahui namanya tersebut membantu memegang pipa tersebut pada saat dipotong dan ada pula yang menarik potongan pipa setelah dipotong, kemudian pipa-pipa yang telah dipotong tersebut dibawa keluar dari lokasi bak penampungan mata air tersebut;
Bahwa akibat perbuatan Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya tersebut, sampai saat ini Bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di Mata Air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto tidak dapat digunakan, sehingga menimbulkan kerugian kurang lebih sebesar Rp97.380.000,00 (sembilan puluh tujuh juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah);
Perbuatan Terdakwa-Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Atau Kedua:
Bahwa Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya, pada hari Sabtu tanggal 30 bulan Maret tahun 2019 sekira pukul 14.00 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu tertentu di bulan Maret tahun 2019, atau diwaktu-waktu lain pada tahun 2019, bertempat di mata air Lembang Tallua, yang terletak di Dusun Bontomanai, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto atau setidak-tidaknya pada tempat- tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jeneponto, dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan atau membikin tak dapat dipakai bangunan-bangunan kereta api, trem, telegrap, telepon atau listrik, atau bangunan -bangunan untuk membendung, membagi atau menyalurkan air, saluran gas, air atau saluran yang digunakan untuk keperluan umum, perbuatan tersebut dilakukan oleh Terdakwa dengan cara- cara sebagai berikut:
Bahwa pada tahun 2018 masyarakat Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto memperoleh bantuan dari Pemerintah berupa pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
(PAMSIMAS) dengan tujuan agar masyarakat Desa Ujung Bulu , Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto dapat memperoleh air yang bersih dan layak untuk digunakan. Proyek pembangunan tersebut mulai dikerjakan sejak bulan Agustus 2018 bertempat di mata air Lembang Tallua, yang terletak di Dusun Bontomanai, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dikoordinir oleh Saksi Harum Bin Ronjo selaku penanggung jawab pembangunan PAMSIMAS tersebut;
Bahwa pada tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 13.00 WITA ketika Saksi Harum Bin Ronjo sedang bersama dengan saksi Arfah Bin Hakim menuju ke lokasi Bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di Mata Air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto untuk mengecek air sekaligus mengecat bak PMA tersebut, Saksi Harum dan Saksi Arfah mendengar suara beberapa orang kemudian Saksi Harum dan Saksi Arfah mencari tempat untuk bersembunyi di semak-semak untuk melihat keadaan, saat itu kedua Saksi melihat Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing, Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya melakukan pengrusakan bak PMA tersebut. Saat itu Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga memotong pipa-pipa untuk mengaliri air yang ada pada bak PMA tersebut dengan menggunakan gergaji kayu, sedangkan beberapa orang yang tidak diketahui namanya tersebut membantu memegang pipa tersebut pada saat dipotong dan ada pula yang menarik potongan pipa setelah dipotong, kemudian pipa-pipa yang telah dipotong tersebut dibawa keluar dari lokasi bak penampungan mata air tersebut;
Bahwa akibat perbuatan Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing, Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya tersebut, sampai saat ini Bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di Mata Air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto tidak dapat digunakan oleh masyarakat sebagaimana tujuan semula, sehingga menimbulkan kerugian kurang lebih sebesar Rp97.380.000,00 (sembilan pu lu h tujuh juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah);
Perbuatan Terdakwa-Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 408 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
Atau Ketiga:
Bahwa Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing, Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya, pada hari Sabtu tanggal 30 bulan Maret tahun 2019 sekira pukul 14.00 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu tertentu di bulan Maret tahun 2019, atau diwaktu-waktu lain pada tahun 2019, bertempat di mata air Lembang Tallua, yang terletak di Dusun Bontomanai, Desa Ujungbulu Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto atau setidak-tidaknya pada tempat- tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jeneponto, dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, perbuatan tersebut dilakukan oleh Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:
Bahwa pada tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 13.00 WITA ketika Saksi Harum Bin Ronjo sedang bersama dengan Saksi Arfah Bin Hakim menuju ke lokasi Bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di Mata Air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto untuk mengecek air sekaligus mengecat bak PMA tersebut, Saksi Harum dan saksi Arfah mendengar suara beberapa orang kemudian saksi Harum dan saksi Arfah mencari tempat untuk bersembunyi di semak-semak untuk melihat keadaan, saat itu kedua Saksi melihat Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing, Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya melakukan pengrusakan bak PMA tersebut. Saat itu Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing dan Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga memotong pipa-pipa untuk mengaliri air yang ada pada bak PMA tersebut dengan menggunakan gergaji kayu, sedangkan beberapa orang yang tidak diketahui namanya tersebut membantu memegang pipa tersebut pada saat dipotong dan ada pula yang menarik potongan pipa setelah dipotong, kemudian pipa-pipa yang telah dipotong tersebut dibawa keluar dari lokasi bak penampungan mata air tersebut;
Bahwa akibat perbuatan Terdakwa I Abdul Halim Alias Halim Bin Gassing, Terdakwa II Mappauddin Alias Mappa Bin Jaga dan beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya tersebut, sampai saat ini Bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di Mata Air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto tidak dapat
digunakan sehingga menimbulkan kerugian kurang lebih sebesar
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
Rp97.380.000,00 (sembilan puluh tujuh juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah);
Perbuatan Terdakwa-Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 406 ayat (1) Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana;
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Para Terdakwa menyatakan telah mengerti dan tidak mengajukan keberatan;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:
1. Saksi Harum Bin Ronjo dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi mengerti dihadirkan di persidangan ini dikarenakan perbuatan Para Terdakwa yang telah melakukan pengrusakkan pipa PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat);
- Bahwa Saksi merupakan Ketua Pengelola dari program PAMSIMAS;
- Bahwa kejadian pengrusakkan pipa tersebut terjadi pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 14.00 WITA di Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, tepatnya di sekitar mata air Lembang Tallua;
- Bahwa awalnya Saksi bersama Saksi Arfah pada tanggal 30 Maret 2019 hendak menuju lokasi Bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di mata air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto untuk mengecek air sekaligu s mengecat bak PMA, namun sebelum Saksi dan saksi Arfah sampai di bak PMA, sekitar pukul 14.00 WITA, tepatnya di dekat bak BPT (Bak Pelepas Tekanan) 1 Program Pamsimas, disitu Saksi mendengar terdapat suara keributan banyak orang, sehingga kemudian Saksi dan Saksi Arfah mencari tempat untuk bersembunyi di semak-semak dan saat itu Saksi melihat Para Terdakwa bersama sekitar lebih dari 10 (sepuluh) orang yang Saksi tidak kenal sedang melakukan pengrusakkan pipa;
- Bahwa cara-cara Para Terdakwa ketika melakukan pengrusakkan pipa yaitu dengan cara menggergajinya menggunakan gergaji kayu dengan menggerakkan ke depan dan ke belakang menggunakan tangan kanan, sedangkan beberapa orang yang lain membantu memegang pipa dan ada yang merusak pipa tersebut dengan mematahkan serta ada juga yang menarik pipa tersebut ke arah barat yakni ke arah wilayah Kabupaten Gowa;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
- Bahwa posisi Para Terdakwa saat melakukan pengrusakkan pipa yakni menghadap ke arah dimana Saksi melihat dari semak-semak, yang mana ketika itu Para Terdakwa dalam posisi yang sejajar;
- Bahwa posisi Saksi dan Saksi Arfah saat melihat kejadian pengrusakkan tersebut berada sekitar kurang lebih 50 (lima puluh) meter dari tempat dimana Para Terdakwa menggergaji pipa;
- Bahwa Saksi dapat melihat jelas apa yang dilakukan oleh Para Terdakwa dan beberapa orang lainnya tersebut karena tidak ada pohon maupun benda-benda yang dapat menghalangi pandangan Saksi dan saat itu ju ga cuaca dalam keadaan cerah;
- Bahwa Saksi yakin jika yang dilihat oleh Saksi di tempat kejadian adalah Para Terdakwa, karena Para Terdakwa merupakan tokoh masyarakat di wilayah Cikoro, yang mana Terdakwa I selain sebagai Petani juga merupakan Ustad/Pendakwah dan Terdakwa II selain sebagai Petani juga merupakan tokoh yang disegani yang dapat menggerakkan masyarakat;
- Bahwa Saksi dan Saksi Arfah pada saat itu tidak menegur atau melarang Para Terdakwa dan pelaku pengrusakkan lainnya yang Saksi tidak kenal dikarenakan Saksi dan Saksi Arfah merasa takut dengan jumlah mereka yang banyak dan juga sebagian besar membawa senjata tajam seperti gergaji dan parang;
- Bahwa pada saat itu Saksi dan Saksi Arfah mengamati kejadian pengrusakkan pipa dari balik semak-semak selama kurang lebih sekitar 10 (sepuluh) menit;
- Bahwa setelah Saksi melakukan pengamatan , kemudian Saksi dan Saksi Arfah pulang ke rumah masing-masing sehingga tidak jadi mengecat bak;
- Bahwa setelah Saksi tiba di rumah sekitar pukul 19.00 WITA, Saksi kemudian menelepon salah satu anggota Kepolisian dari Polsek Kelara dan melaporkan kejadian tersebut, namun laporan Saksi tidak ditanggapi , kemudian tidak lama berselang Saksi Mansyur yang merupakan Kepala Desa Ujung Bulu menelepon Saksi dan menyampaikan bahwa terdapat informasi dari Polsek Tompobulu, Kabupaten Gowa, bahwa terdapat pipa yang dititip di Polsek Tompobulu oleh beberapa warga Lingkungan Parangkeke, lalu sekitar 4 (empat) hari kemudian Saksi dihubungi oleh pihak Kepolisian dari Polsek Kelara untuk melaporkan peristiwa tersebut, sehingga selanjutnya pada tanggal 4 April 2019 Saksi menuju Polsek Kelara untuk melaporkan peristiwa tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
- Bahwa pipa yang dirusak pada saat kejadian ini terjadi yakni sejumlah 97 (sembilan puluh tujuh) batang pipa HDPE dengan diameter 1,5 (satu koma lima) inci berwarna hitam bis biru dengan panjang 6 (enam) meter dan 6 (enam) batang pipa PVC dengan diameter 2 (dua) inci berwarna abu-abu dengan panjang 6 (enam) meter;
- Bahwa pada tanggal 7 April 2019 dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak Kepolisian dari Polsek Kelara yang dipimpin oleh Kapolsek Kelara dan saat olah TKP tersebut dilakukan, Saksi, Saksi Arfah, Saksi Mansyur, Saksi Saparuddin dan Saksi Ansar serta beberapa orang masyarakat Desa Ujung Bulu juga mengikuti kegiatan olah TKP tersebut;
- Bahwa setelah olah TKP selesai dilakukan, saat Saksi bersama rekan n ya yang lain dalam perjalanan pulang, tiba-tiba di pinggir jalan tepatnya di Dusun Bontojai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Para Terdakwa serta warga lainnya yang berasal dari Lingkungan Parangkeke, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa melakukan penghadangan , kemudian Saksi Mansyur mendekati Para Terdakwa dengan berkata “kenapa dirusak itu pipa”, yang dijawab oleh Para Terdakwa dengan mengatakan “nakke mantong ampanraki pipayya siagang bak ka, karena antamaki wilayah Gowa” yang artinya “benar saya yang merusak pipa dan bak tersebut karena masuk di wilayah Kabupaten Gowa”;
- Bahwa selain kerusakan pipa, terdapat juga benda yang rusak yakni 1 (satu) buah bak Penampung Mata Air (PMA) dengan ukuran 2,5 (dua koma lima) meter x 2,5 (dua koma lima) meter dengan kedalaman 1,5 (satu koma lima) meter yang terbuat dari bahan semen, pasir dan batu gunung;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui siapa yang merusak 1 (satu) buah bak Penampung Mata Air (PMA) tersebut, karena Saksi hanya melihat jika Para Terdakwa melakukan pengrusakkan pipa;
- Bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian pengrusakkan tersebu t yakni kurang lebih sekitar Rp97.380.000,00 (sembilan puluh tujuh juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah);
- Bahwa sumber dana pembangunan program PAMSIMAS di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, menggunakan dana sharing antara pemerintah pusat, dana desa serta swadaya masyarakat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
- Bahwa tujuan pembangunan 1 (satu) buah bak penampung dan pipa air pada program PAMSIMAS yang dirusak tersebut adalah untuk mengalirkan air kepada warga Dusun Bontojai dan Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari;
- Bahwa pipa saluran PAMSIMAS yang rusak dengan cara terpotong- potong tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, selain itu kondisi bak PMA sudah tidak dapat digunakan karena dasar dari bak PMA tersebut telah retak dan di dalam bak PMA terdapat batu gunung yang besar hampir seukuran bak PMA beserta kayu -kayu yang tidak dapat lagi diangkat dari dalam bak;
- Bahwa sejak awal pembangunan program PAMSIMAS ini, sudah sempat terjadi permasalahan yang mana warga Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, melarang dilanjutkannya pembangunan proyek PAMSIMAS karena menurut mereka letak pembangunan proyek PAMSIMAS masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gowa bukan wilayah Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa sepengetahuan Saksi, lokasi pembangunan program PAMSIMAS berada di wilayah Kabupaten Jeneponto, hal mana juga sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Ahli tapal batas suatu wilayah yakni Kapten CTP Anang Arifin yang menerangkan bahwa lokasi pembangunan 1 (satu) buah bak penampung dan pipa air program PAMSIMAS berada di wilayah Kabupaten Jeneponto.
Atas keterangan Saksi tersebut, Para Terdakwa menyatakan jika keterangan Saksi tidak benar dikarenakan Para Terdakwa tidak berada di lokasi kejadian dan Para Terdakwa juga tidak pernah memotong pipa saluran PAMSIMAS ketika peristiwa ini terjadi.
2. Saksi Arfah Bin Hakim dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi mengerti dihadirkan di persidangan ini dikarenakan perbuatan Para Terdakwa yang telah melakukan pengrusakkan pipa PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat);
- Bahwa Saksi merupakan Sekretaris Program PAMSIMAS;
- Bahwa kejadian pengrusakkan pipa tersebut terjadi pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 14.00 WITA di Dusun Bontomanai,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, tepatnya di sekitar mata air Lembang Tallua;
- Bahwa awalnya Saksi bersama Saksi Harum pada tanggal 30 Maret 2019 hendak menuju ke lokasi bak Penampungan Mata Air (PMA) yang terletak di mata air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabu paten Jeneponto untuk mengecek air sekaligu s mengecat bak PMA, namun sebelum Saksi dan Saksi Harum sampai di bak PMA, sekitar pukul 14.00 WITA tepatnya di dekat bak BPT (Bak Pelepas Tekanan) 1 Program PAMSIMAS, disitu Saksi mendengar terdapat suara keributan banyak orang, sehingga kemudian Saksi dan Saksi Harum mencari tempat untuk bersembunyi di semak-semak dan saat itu Saksi melihat Para Terdakwa bersama sekitar lebih dari 10 (sepuluh) orang yang Saksi tidak kenal sedang melakukan pengrusakkan pipa;
- Bahwa cara-cara Para Terdakwa ketika melakukan pengrusakkan pipa yaitu dengan cara menggergajinya menggunakan gergaji kayu dengan menggerakkan ke depan dan ke belakang menggunakan tangan kanan, sedangkan beberapa orang yang lain membantu memegang pipa dan ada yang merusak pipa tersebut dengan mematahkan serta ada juga yang menarik pipa tersebut ke arah barat yakni ke arah wilayah Kabupaten Gowa;
- Bahwa posisi Para Terdakwa saat melakukan pengrusakkan pipa yakni menghadap ke arah dimana Saksi melihat dari semak-semak, yang mana ketika itu Para Terdakwa dalam posisi yang sejajar;
- Bahwa posisi Saksi dan Saksi Harum saat melihat kejadian pengrusakkan tersebut berada sekitar kurang lebih 50 (lima puluh) meter dari tempat dimana Para Terdakwa menggergaji pipa;
- Bahwa Saksi dapat melihat jelas apa yang dilakukan oleh Para Terdakwa dan beberapa orang, karena tidak ada pohon maupun benda-benda lainnya yang dapat menghalangi pandangan Saksi dan saat itu juga cuaca dalam keadaan cerah;
- Bahwa Saksi yakin jika yang dilihat oleh Saksi di tempat kejadian adalah Para Terdakwa, karena Para Terdakwa merupakan tokoh masyarakat di wilayah Cikoro, yang mana Terdakwa I selain sebagai Petani juga merupakan Ustad/Pendakwah dan Terdakwa II selain sebagai Petani juga merupakan tokoh yang disegani yang dapat menggerakkan masyarakat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
- Bahwa Saksi dan Saksi Harum pada saat itu tidak menegur atau melarang Para Terdakwa dan pelaku pengrusakkan lainnya yang Saksi tidak kenal dikarenakan Saksi dan Saksi Harum merasa takut dengan jumlah mereka yang banyak dan juga sebagian besar membawa senjata tajam seperti gergaji dan parang;
- Bahwa pada saat itu Saksi dan Saksi Harum mengamati kejadian pengrusakkan pipa tersebut dari balik semak-semak selama sekitar 10 (sepuluh) menit;
- Bahwa setelah Saksi melakukan pengamatan, kemudian Saksi dan Saksi Harum pulang ke rumah masing-masing dan tidak jadi mengecat bak;
- Bahwa terkait pelaporan ke Kantor Polisi atas kejadian pengrusakkan pipa saluran PAMSIMAS ini, Saksi mempercayakannya kepada Saksi Harum dikarenakan Saksi Harum merupakan Ketua Program PAMSIMAS;
- Bahwa pipa yang dirusak pada saat kejadian ini terjadi yakni sejumlah 97 (sembilan puluh tujuh) batang pipa HDPE dengan diameter 1,5 (satu koma lima) inci berwarna hitam bis biru dengan panjang 6 (enam) meter dan 6 (enam) batang pipa PVC dengan diameter 2 (dua) inci berwarna abu-abu dengan panjang 6 (enam) meter;
- Bahwa pada tanggal 7 April 2019 dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Polsek Kelara yang dipimpin Kapolsek Kelara dan saat olah TKP tersebut Saksi, Saksi Harum, Saksi Mansyur, Saksi Saparuddin dan Saksi Ansar serta beberapa orang masyarakat Desa Ujung Bulu juga mengikuti kegiatan olah TKP tersebut;
- Bahwa setelah olah TKP selesai dilakukan, saat Saksi bersama rekan n ya yang lain dalam perjalanan pulang, tiba-tiba di pinggir jalan tepatnya di Dusun Bontojai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Para Terdakwa serta warga lainnya yang berasal dari Lingkungan Parangkeke, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa melakukan penghadangan , kemudian Saksi Mansyur mendekati Para Terdakwa dengan berkata “kenapa dirusak itu pipa”, yang dijawab oleh Para Terdakwa dengan mengatakan “nakke mantong ampanraki pipayya siagang bak ka, karena antamaki wilayah Gowa” yang artinya “benar saya yang merusak pipa dan bak tersebut karena masuk di wilayah Kabupaten Gowa”;
- Bahwa selain kerusakan pipa, terdapat juga benda yang rusak yakni 1 (satu) buah bak Penampung Mata Air (PMA) dengan ukuran 2,5 (dua koma lima) meter x 2,5 (dua koma lima) meter dengan kedalaman 1,5
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
(satu koma lima) meter yang terbuat dari bahan semen, pasir dan batu gunung;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui siapa yang merusak 1 (satu) buah bak Penampung Mata Air (PMA) tersebut, karena Saksi hanya melihat jika Para Terdakwa melakukan pengrusakkan pipa;
- Bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian pengrusakkan tersebu t yakni kurang lebih sekitar Rp97.380.000,00 (sembilan puluh tujuh juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah);
- Bahwa dana pembangunan program PAMSIMAS di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto menggunakan dana sharing antara pemerintah pusat, dana desa serta swadaya masyarakat;
- Bahwa tujuan pembangunan / pembuatan 1 (satu) buah bak pen ampu ng dan pipa air pada program PAMSIMAS yang dirusak tersebut adalah untuk mengalirkan air kepada warga Dusun Bontojai dan Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari;
- Bahwa pipa saluran PAMSIMAS yang rusak dengan cara terpotong- potong tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, selain itu kondisi bak PMA sudah tidak dapat digunakan karena dasar dari bak PMA tersebut telah retak dan di dalam bak PMA terdapat batu gunung yang besar hampir seukuran bak PMA beserta kayu -kayu yang tidak dapat lagi diangkat dari dalam bak;
- Bahwa sejak awal pembangunan program PAMSIMAS ini, sudah sempat terjadi permasalahan yang mana warga Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, melarang dilanjutkannya pembangunan proyek PAMSIMAS karena menurut mereka letak pembangunan proyek PAMSIMAS masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gowa bukan wilayah Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa sepengetahuan Saksi, lokasi pembangunan program PAMSIMAS berada di wilayah Kabupaten Jeneponto, hal mana juga sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Ahli tapal batas suatu wilayah yakni Kapten CTP Anang Arifin yang menerangkan bahwa lokasi pembangunan 1 (satu) buah bak penampung dan pipa air program PAMSIMAS berada di wilayah Kabupaten Jeneponto.
Atas keterangan Saksi tersebut, Para Terdakwa menyatakan jika keterangan Saksi tidak benar dikarenakan Para Terdakwa tidak berada di
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
lokasi kejadian dan Para Terdakwa juga tidak pernah memotong pipa saluran PAMSIMAS ketika peristiwa ini terjadi.
3. Saksi Mansyur Bin Muhammad dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi mengerti dihadirkan di persidangan ini dikarenakan perbuatan Para Terdakwa yang telah melakukan pengrusakkan pipa PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat);
- Bahwa Saksi merupakan Kepala Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa Saksi tidak melihat secara langsung perbuatan Para Terdakwa ketika melakukan pengrusakkan pipa saluran PAMSIMAS;
- Bahwa Saksi mengetahui peristiwa pengrusakkan pipa program PAMSIMAS ini, ketika awalnya pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 19.00 WITA, saat itu Saksi ditelepon oleh anggota Kepolisian dari Polsek Tompobulu, Kabupaten Gowa yang menyampaikan kepada Saksi jika ada warga dari Kelurahan Cikoro, Kabupaten Gowa yang jumlahnya sekitar 20 (dua puluh) orang datang dengan menggunakan mobil truk ke Polsek Tompobulu lalu men itipkan pipa yang bentuknya sama dengan pipa yang digunakan pada Program PAMSIMAS yang terletak di Mata Air Lebang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dimana selanjutnya batang- batang pipa tersebut diturunkan dari mobil tru k dan dibuatkan tanda terima penitipan yang ditandatangani oleh Para Terdakwa serta Kepala Kelurahan Cikoro yang bernama Mukhlis Bin Hasinong;
- Bahwa anggota Polsek Tompobulu menyampaikan hal tersebut kepada Saksi dikarenakan sepengetahuan anggota Polsek Tompobulu batang- batang pipa yang dititipkan oleh Para Terdakwa mirip dengan pipa pengairan yang digunakan dalam proyek PAMSIMAS, dan sepengetahuan anggota Polsek Tompobulu bahwa di sekitar wilayahnya hanya Desa Ujung Bulu yaitu Desa yang berbatasan dengan Desa Cikoro yang memiliki program PAMSIMAS dan menggunakan pipa seperti yang dititipkan tersebut;
- Bahwa setelah menerima informasi dari Polsek Tompobulu, kemudian Saksi menindaklanjuti hal tersebut dengan menghubungi Saksi Harum dikarenakan Saksi Harum merupakan Ketua Program PAMSIMAS, dimana saat itu Saksi Harum menyampaikan jika siang tadi tepatnya pada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019, sekitar pukul 14.00 WITA, Saksi Harum dan Saksi Arfah melihat Para Terdakwa serta beberapa orang lainnya yang tidak dikenal sedang merusak pipa saluran PAMSIMAS;
- Bahwa berdasarkan penyampaian Saksi Harum kepada Saksi, bahwa Para Terdakwa serta beberapa orang yang tidak dikenal telah melakukan pengrusakan pipa saluran PAMSIMAS dengan memotong pipa saluran PAMSIMAS tersebut menggunakan gergaji kayu dengan cara menggerakkan ke depan dan belakang gergaji tersebut dengan menggunakan tangan kanan serta beberapa orang yang tidak dikenal membantu memegang pipa tersebut pada saat dipotong dan ada pula yang menarik potongan pipa setelah dipotong;
- Bahwa pipa yang dirusak pada saat kejadian ini terjadi yakni sejumlah 97 (sembilan puluh tujuh) batang pipa HDPE dengan diameter 1,5 (satu koma lima) inci berwarna hitam bis biru dengan panjang 6 (enam) meter dan 6 (enam) batang pipa PVC dengan diameter 2 (dua) inci berwarna abu-abu dengan panjang 6 (enam) meter;
- Bahwa pada tanggal 7 April 2019, dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Polsek Kelara yang dipimpin Kapolsek Kelara, dan saat olah TKP tersebut Saksi, Saksi Harum, Saksi Arfah, Saksi Saparuddin, Saksi Ansar serta beberapa orang masyarakat Desa Ujung Bulu juga mengikuti kegiatan olah TKP tersebut;
- Bahwa setelah olah TKP selesai dilakukan, tiba-tiba di pinggir jalan tepatnya di Dusun Bontojai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Para Terdakwa serta warga lainnya yang berasal dari Lingkungan Parangkeke, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa melakukan penghadangan, kemudian Saksi men dekati Para Terdakwa dengan berkata “kenapa dirusak itu pipa”, yang dijawab oleh Para Terdakwa dengan mengatakan “nakke mantong ampanraki pipayya siagang bak ka, karena antamaki wilayah Gowa” yang artinya
“benar saya yang merusak pipa dan bak tersebut karena masuk di wilayah Kabupaten Gowa”;
- Bahwa saat Para Terdakwa mengatakan “nakke mantong ampanraki pipayya siagang bak ka, karena antamaki wilayah Gowa” yang artinya
“benar saya yang merusak pipa dan bak tersebut, karena masuk di wilayah Kabupaten Gowa”, Saksi Harum mendengar perkataan tersebut dan Saksi yakin beberapa anggota Polisi mendengar juga ketika Para
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
Terdakwa mengatakan hal tersebut karena posisi beberapa anggota Polisi tersebut berada diantara Saksi dan Para Terdakwa;
- Bahwa selain kerusakan pipa, terdapat juga benda yang rusak yakni 1 (satu) buah bak Penampung Mata Air (PMA) dengan ukuran 2,5 (dua koma lima) meter x 2,5 (dua koma lima) meter dengan kedalaman 1,5 (satu koma lima) meter yang terbuat dari bahan semen, pasir dan batu gunung;
- Bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian pengrusakkan tersebu t yakni kurang lebih sekitar Rp97.380.000,00 (sembilan puluh tujuh juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah);
- Bahwa dana pembangunan Program PAMSIMAS di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto menggunakan dana sharing antara pemerintah pusat, dana desa serta swadaya masyarakat;
- Bahwa tujuan pembangunan 1 (satu) buah bak penampung dan pipa air pada program PAMSIMAS yang dirusak tersebut adalah untuk mengalirkan air kepada warga Dusun Bontojai dan Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari;
- Bahwa pipa saluran PAMSIMAS yang rusak dengan cara terpotong- potong tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, selain itu kondisi bak PMA sudah tidak dapat digunakan karena dasar dari bak PMA tersebut telah retak dan di dalam bak PMA terdapat batu gunung yang besar hampir seukuran bak PMA beserta kayu -kayu yang tidak dapat lagi diangkat dari dalam bak;
- Bahwa sejak awal pembangunan program PAMSIMAS ini, sudah sempat terjadi permasalahan yang mana warga Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa melarang dilanjutkannya pembangunan proyek PAMSIMAS karena menurut mereka letak pembangunan proyek PAMSIMAS masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gowa bukan wilayah Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa lokasi pembangunan program PAMSIMAS berada di wilayah Kabupaten Jeneponto, hal mana juga sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Ahli tapal batas suatu wilayah yakni Kapten CTP Anang Arifin yang menerangkan bahwa lokasi pembangunan 1 (satu) buah bak penampung dan pipa air program PAMSIMAS berada di wilayah Kabupaten Jeneponto;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
- Bahwa setelah kejadian ini terjadi, Saksi pernah didatangi oleh Lurah Cikoro yakni Saksi Mukhlis, yang mana pada saat itu Saksi Mukhlis menyampaikan permintaan maaf atas pengrusakkan pipa yang dilaku kan oleh warganya serta menyatakan siap mengganti rugi atas kerusakan pipa tersebut.
Atas keterangan Saksi tersebut, Para Terdakwa menyatakan jika keterangan Saksi tidak benar dikarenakan Para Terdakwa tidak berada di lokasi kejadian dan Para Terdakwa juga tidak pernah memotong pipa saluran PAMSIMAS ketika peristiwa ini terjadi.
4. Saksi Mustari Bin Maing dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi mengerti dihadirkan di persidangan ini dikarenakan perbuatan Para Terdakwa yang telah melakukan pengrusakkan pipa PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat);
- Bahwa Saksi merupakan salah satu pekerja dalam program PAMSIMA S ini;
- Bahwa Saksi tidak melihat secara langsung perbuatan Para Terdakwa ketika melakukan pengrusakkan pipa saluran PAMSIMAS;
- Bahwa Saksi mengetahui peristiwa ini ketika Saksi Harum menyampaikan hal tersebut kepada Saksi, dimana pada saat itu Saksi Harum mengatakan bahwa Para Terdakwa serta beberapa orang lainnya yang tidak dikenal pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019 sekitar pukul 14.00 WITA sudah merusak pipa saluran PAMSIMAS yang berada di Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa berdasarkan penyampaian Saksi Harum, bahwa Para Terdakwa melakukan pengrusakkan pipa saluran PAMSIMAS dengan cara memotong pipa saluran PAMSIMAS tersebut menggunakan gergaji kayu dengan cara menggerakkan ke depan dan ke belakang gergaji tersebut dengan menggunakan tangan kanan serta beberapa orang yang tidak dikenal membantu memegang pipa tersebut pada saat dipotong dan adapula yang menarik potongan pipa setelah dipotong;
- Bahwa berdasarkan penyampaian dari Saksi Harum, pipa yang dirusak pada saat kejadian ini terjadi yakni sejumlah 97 (sembilan puluh tujuh) batang pipa HDPE dengan diameter 1,5 (satu koma lima) inci berwarna hitam bis biru dengan panjang 6 (enam) meter dan 6 (enam) batang pipa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
PVC dengan diameter 2 (dua) inci berwarna abu-abu dengan panjang 6 (enam) meter;
- Bahwa jika tidak dirusak, proyek pembangunan PAMSIMAS sebenarnya hanya sisa proses pengecatan bak saja;
- Bahwa pada saat proses pembangunan bak pertama, Saksi pernah didatangi oleh Lurah Cikoro, dimana pada saat itu ia mengatakan “jangan kerja disini karena ini masuk wilayah Kabupaten Gowa, kerja saja yang di wilayah Kabupaten Jeneponto”, namun Saksi sudah tidak mengingat lagi kapan tepatnya Lurah Cikoro mengatakan hal tersebut kepada Saksi . Atas keterangan Saksi tersebut, Para Terdakwa menyatakan jika keterangan Saksi tidak benar dikarenakan Para Terdakwa tidak berada di lokasi kejadian dan Para Terdakwa juga tidak pernah memotong pipa saluran PAMSIMAS ketika peristiwa ini terjadi.
5. Saksi H.Mahmuddin Bin Tendeng dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi mengerti dihadirkan di persidangan ini terkait pengrusakkan pipa;
- Bahwa Saksi merupakan Kepala Dusun/Lingkungan Dusun Paran gkeke, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa;
- Bahwa Saksi sudah 22 (dua puluh dua) tahun menjadi Kepala Dusun/Lingkungan Parangkeke;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui kapan dan dimana peristiwa pengrusakkan pipa tersebut terjadi;
- Bahwa sepengetahuan Saksi, Pemerintah Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, pada saat ini sementara sedang membangun Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tepatnya di Mata Air Lembang Tallua, Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa letak Dusun Parangkeke, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa berbatasan langsung dengan Dusun Bontomanai, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa awalnya pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2019, sekitar pukul 09.00 WITA, ketika itu Saksi sedang sementara berada di rumahnya yang terletak di Parangkeke, Kelurah an Cikoro, Kecamatan Tompobulu,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
Kabupaten Gowa, kemudian tiba-tiba Saksi ditelephone oleh seseorang yang Saksi tidak kenal yang mengatakan bahwa terdapat batang-batang pipa yang berada di pinggir jalan Dusun Parangkeke, kemudian Saksi bertanya kepada orang tersebut “kenapa kamu bisa mengetahuinya?” dan orang tersebut menjawab “saya sementara lewat di jalan dan melihat pipa-pipa tersebut”;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui siapa orang yang menelephone Saksi dan juga Saksi tidak mengenali suara orang yang menelephone Saksi tersebut;
- Bahwa setelah itu Saksi menuju ke rumah Terdakwa I untuk menyampaikan bahwa ada orang yang menelephone Saksi dan mengatakan kalau ada pipa di pinggir jalan , sehingga saksi memerintahkan Terdakwa I untuk mengamankan dan membawa pipa tersebut ke kantor Polsek Tompobulu, sehingga setelah Saksi menyampaikan hal tersebut kemudian Saksi pulang;
- Bahwa Saksi tidak menyampaikan kepada Terdakwa I perihal dimana letak dari pipa tersebut, Saksi hanya memerintahkan Terdakwa I untuk mencari pipa tersebut di sekitar jalan Dusun Parangkeke;
- Bahwa Saksi memerintahkan Terdakwa I untuk membawa pipa-pipa tersebut ke Polsek Tompobulu dengan tujuan untuk diamankan, agar pipa-pipa tersebut jangan sampai hilang;
- Bahwa Saksi memerintahkan Terdakwa I untuk membawa pipa-pipa tersebut ke Polsek Tompobulu dikarenakan Terdakwa I adalah salah satu tokoh masyarakat di Dusun Parangkeke, oleh karena itu Terdakwa I nantinya dapat menjadi Saksi apabila pipa-pipa tersebut dititipkan di Polsek Tompobulu;
- Bahwa Saksi tidak pernah mencari informasi terkait siapa pemilik pipa- pipa yang diamankan oleh Terdakwa I di Polsek Tompobulu;
- Bahwa Saksi saat itu hanya berpikir untuk mengamankan pipa-pipa tersebut agar tidak hilang, sehingga Saksi menyuruh Terdakwa I untuk mengamankan pipa-pipa tersebut menuju Polsek Tompobulu;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui bersama siapa dan dengan menggunakan apa Terdakwa I membawa batang-batang pipa tersebut menuju Polsek Tompobulu;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui dimana Terdakwa I menemukan pipa tersebut, karena Saksi tidak pernah mengecek ke lokasi ditemukannya pipa tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 58 Putusan Nomor 17/Pid.B/2021/PN Jnp
- Bahwa Saksi tidak mengetahui siapa yang menandatangani berita acara penitipan pipa tersebut di Polsek Tompobulu;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui batang-batang pipa tersebut peruntukkannya untuk apa;
- Bahwa pada bulan Oktober Tahun 2018, Saksi pernah mendatangi lokasi pembangunan PAMSIMAS yang terletak di Mata Air Lembang Tallua bersama dengan Kepala Kelurahan Cikoro yakni Saksi Mukhlis dan beberapa warga Kelurahan Cikoro lainnya dengan tujuan untuk mengetahui bahwa lokasi pembangunan Program PAMSIMAS tersebut berada di wilayah Kabupaten Gowa atau wilayah Kabupaten Jeneponto, dikarenakan berdasarkan penyampaian dari Saksi Mukhlis, bahwa lokasi pembangunan Program PAMSIMAS yang dibangun oleh Pemerintah Desa Ujung Bulu berada di wilayah Kabupaten Gowa;
- Bahwa saat Saksi dan Saksi Mukhlis beserta warga lainnya telah melihat lokasi tersebut, Saksi dan Saksi Mukhlis serta warga lainnya tidak melakukan apa-apa dan langsung pulang ke rumah masing-masing, karena kebetulan pada saat itu di lokasi pembangunan proyek PAMSIMAS sedang terjadi hujan deras, namun saat itu Saksi dan Saksi Mukhlis sempat menyampaikan kepada pekerja pembangunan Program PAMSIMAS agar tidak melanjutkan pembangunan PAMSIMAS, karena proyek tersebut masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gowa, kecuali apabila masuk ke dalam wilayah Kabupaten Jeneponto;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui dan tidak mengenali foto barang bukti berupa potongan pipa-pipa yang diperlihatkan kepada Saksi;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui siapa yang menjadi korban atas kerusakan pipa pada Program PAMSIMAS tersebut;
- Bahwa sepengetahuan Saksi, air dari mata air Lembang Tallua digunakan oleh 2 (dua) Dusun di Kelurahan Cikoro yakni Dusun Parangkeke dan Dusun Lembang Bulu;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui apakah ada atau tidak dusun atau desa lain selain Dusun Parangkeke dan Dusun Lembang Bulu yang juga memanfaatkan atau menggunakan air yang bersumber dari mata air Lembang Tallua tersebut;
- Bahwa sepengetahuan Saksi, mata Air Lembang Tallua masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gowa, dimana hal tersebut saksi ketahui dari penyampaian Lurah Cikoro yakni Saksi Mukhlis dan informasi dari oran g-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20