Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
Nomor: 23/Pid.B/2016/PN.PLW
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Pelalawan yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
Nama Lengkap : DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (Alm);
Tempat lahir : Lampung;
Umur / tanggal lahir : 44 tahun /20 Desember 1971 Jenis kelamin : Laki-laki.
Kebangsaan/kewarganegaraan : Indonesia.
Alamat : Rt.02/Rw.06 Kel. Pkl. Lesung Kec. Pkl. Lesung Kab. Kabupaten Pelalawan;
Agama : Islam.
Pekerjaan : CPNS Guru SMKN 1 Ukui
Pendidikan : S1
Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik, sejak tanggal 26 November 2015 sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 ; 2. Perpanjangan Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci, sejak tanggal 16 Desember 2015
sampai dengan tanggal 24 Januari 2016 ;
3. Penuntut Umum, sejak tanggal 21 Januari 2016 sampai dengan 09 Februari 2016 ;
4. Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 28 Januari 2016 sampai dengan tanggal 26 Februari 2016;
5. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 27 Februari 2016 sampai dengan tanggal 26 April 2016;
6. Perpanjangan I oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru, sejak tanggal 27 April 2016 sampai dengan 26 Mei 2016;
Terdakwa dipersidangan didampingi oleh Penasihat Hukum yaitu ABU BAKAR SIDIK, SH., MH, ZULKIPLI, SH, ELVIRA SURIANI, SH, AHMAD YUSUF, SH dan ERIYANTO ,SH, Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor Advokat dan Konsultan Hukum ABU BAKAR SIDIK SH., MH & PARAMITRA berkantor di Jalan Rawamangun No. 02 Simpang Lima Labersa Pekanbaru, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 03 Januari 2016 yang telah didaftarkan dikepaniteraan Pengadilan Negeri Pelalawan Nomor 06/SK/2016/PN.PLW tanggal 04 Februari 2016 ;
Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan Nomor: 23/Pid.B/2016/PN.PLW tanggal 28Januari 2016 tentang Penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor: 23/Pen.Pid/2016/PN.PLW tanggal 28 Januari 2016 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (Alm.), bersalah melakukan tindak pidana “telah melakukan percobaan dengan sengaja merampas nyawa orang lain“ sebagai mana dimaksud dalam dakwaan Jaksa / Penuntut Umum yakni melanggar Pasal Pertama: Pasal 338 KUHPidana Jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana.
2. Menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (Alm.) selama 10 (sepuluh) Tahun penjara dikurangi dengan seluruh masa penahanan yang sudah dijalani oleh terdakwa dalam perkara ini, dengan perintah terdakwa tetap ditahan.
3. Menyatakan barang bukti berupa :
- 1 (satu) helai jilbab warna putih yang berlumuran darah dan juga terdapat robekan pada jilbab
- 1 (satu) helai baju dinas batik PGRI warna putih hitam yang berlumuran darah - 1 (satu) helai rok warna hitam yang ada bercak darah
- 1 (satu) pasang sepatu warna krem merk Bucheri terdapat bercak darah. Dikembalikan kepada saksi Nova Damayanti.
- 1 (satu) helai baju PGRI warna hitam putih yang ada bercak darah - 1 (satu) buah tas warna hitam merk Carbani Premium.
- 1 (satu) unit SPM merk Tiger BM 3620 VA warna merah Dikembalikan kepada terdakwa.
- 1 (satu) buah meja.
Dikembalikan kepada SMK 1 Ukui melalui terdakwa. - 1 (satu) buah parang bertangkai kayu.
Dirampas untuk dimusnahkan.
4. Menetapkan supaya terdakwa dibebani biaya perkara sebesar Rp 1000,- (seribu rupiah)
Menimbang, bahwa atas tuntutan Penuntut Umum tersebut, Terdakwa melalui Penasehat Hukumnya telah mengajukan Nota Pembelaan/ Pledooi yang disampaikan secara tertulis dipersidangan pada tanggal 04 Mei 2016 yang pada pokoknya menyatakan bahwa Terdakwa memohon keringanan hukuman karena Terdakwa telah dimaafkan oleh korban didepan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan selama dalampersidangan, terdakwa sangat menyesal atas perbuatan yang telah Terdakwa lakukan dan Terdakwa berjanji tidak akan mengulanginya lagi, terdakwa belum pernah dihukum dan sebagai tulang punggung kerluarga;
Menimbang, bahwa atas Pembelaan/ Pledooi yang diajukan oleh Terdakwa melalui Penasehat Hukum Terdakwa tersebut, Penuntut Umum juga mengajukan Jawaban atas Pembelaan/ Pledooi Penasehat Hukum Terdakwa (Replik) tersebut secara lisan pada hari dan tanggal itu juga yang pada pokoknya menyatakan tetap pada surat tuntutannya semula, sedangkan Penasehat Hukum Terdakwa dalam Dupliknya yang disampaikan secara lisan dipersidangan yang pada pokoknya menyatakan tetap pada Pembelaan/ Pledooinya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
Kesatu :
Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya masih dalam Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Telah melakukan Percobaan dengan sengaja merampas nyawa orang lain ”, Perbuatan mana dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi danmarah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban, dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2 (dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.
Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015, tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut : Hasil Pemeriksaan Luar :
1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi 103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.
2. Pada korban ditemukan
a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang tengkorak.
b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan 8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasarotot tampak sebagian otot terpotong.
3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.
4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan penanganan luka
5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015 KESIMPULAN :
Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP.
--- A T A U --- Kedua :
Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-setidak-tidaknya masih dalam Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Dengan sengaja melukai berat orang lain, “ Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi danmarah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban, dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2 (dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.
Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015, tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
Hasil Pemeriksaan Luar :
1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi 103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.
2. Pada korban ditemukan
a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang tengkorak.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.
c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar otot tampak sebagian otot terpotong.
3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.
4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan penanganan luka
5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015 KESIMPULAN :
Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 354 Ayat (1) KUHP.
--- A t a u --- Ketiga :
Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-setidak-tidaknya masih dalam Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ telah melakukan penganiayaan dengan rencana lebih dahulu yang mengakibatkan luka-luka berat , “ Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osisnamun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban, dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2 (dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.
Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015, tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut : Hasil Pemeriksaan Luar :
1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi 103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.
2. Pada korban ditemukan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulangtengkorak.
b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan 8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.
c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar otot tampak sebagian otot terpotong.
3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.
4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan penanganan luka
5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015 KESIMPULAN :
Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 353 Ayat (2) KUHP.
--- A ta u --- Ke empat :
Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-setidak-tidaknya masih dalam Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Telah Melakukan Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, “ Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut : Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada saksi korban “Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari gurutidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban, dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2 (dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.
Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015, tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut : Hasil Pemeriksaan Luar :
1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi 103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.
2. Pada korban ditemukan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulangtengkorak.
b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan 8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.
c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar otot tampak sebagian otot terpotong.
3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.
4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan penanganan luka.
5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015 KESIMPULAN :
Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 351 Ayat (2) KUHP.
Menimbang, bahwa atas dakwaan tersebut, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya menyatakan mengerti akan maksud dan isi dakwaan tersebut dan menyatakan tidak mengajukan keberatan/eksepsi;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi didepan persidangan dibawah sumpah sesuai dengan agamanya masing-masing, sebagai berikut:
1. Saksi NOVA DAMAYANTI Als NOVA Binti BACHTIAR EFENDI;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 07.30 wib Majelis Guru dan siswa SMK N 1 Ukui mengadakan upacara Hari Guru, lalu sekira jam 09.00 wib setelah upacara selesai para guru dan siswa berkumpul di ruang majelis guru untuk bersilaturahmi antara guru dan siswa.
- Bahwa sekira jam 10.30 wib saksi pergi ke ruangan saksi untuk melanjutkan pekerjaan saksi dan kemudian datang terdakwa sambil membawa tas miliknya dan duduk di kursi sofa yang ada di ruangan tersebut.
- Bahwa saat terdakwa berada di ruangan saksi, terdakwa ada meminta SKP (Surat Kinerja Pegawai) dan SPMT (Surat Pernyataan Mulai Tugas)
- Bahwa karena kinerja terdakwa saksi dinilai tidak baik seperti tidak menjalankan tugas sebagai guru dengan baik, masuk sesuka hati dan tidak ikut dalam upacara peringatan Hari Guru, maka saksi tidak menyerahkan surat yang diminta terdakwa tersebut.
- Bahwa merasa tidak terima dengan penolakan saksi maka terdakwa marah dan mengangkat meja kecil di depan sofa tempat terdakwa dan saksi duduk dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
menghempaskannya kepada saksi namun saat itu saksi menangkisnya dengan tangankanan tepatnya di bagian lengan saksi.
- Bahwa setelah dihempas dengan meja saksi berdiri karena ketakutan dan setelah melihat wajah terdakwa yang semakin terlihat marah, tiba-tiba saksi melihat terdakwa mengeluarkan parang dari dalam tas yang ia bawa, dan saksi mencoba melarikan diri. - Bahwa saat saksi keluar dari pintu ruangan, terdakwa mengayunkan parangnya ke
kepala saksi dan setelah itu saksi tetap berusaha melarikan diri dan terdakwa kembali membacok kepala saksi berulang kali.
- Bahwa saat saksi mulai lemas dan pandangan saksi mulai goyang terdakwa mengayunkan parangnya ke arah perut saksi namun saksi tangkis dengan tangan kiri saksi sehingga parang tersebut melukai tangan saksi tepatnya diatas pergelangan tangan sebelah kiri.
- Bahwa karena banyak darah yang keluar maka saksi terjatuh dalam posisi terduduk di dekat pintu masuk ruang kepala sekolah dan kemudian saksi berteriak minta tolong, sehingga para guru datang menolong saksi sedangkan terdakwa saksi tidak mengetahui lagi ada dimana karena saat itu saksi sudah sangat lemah dan banyak mengeluarkan darah.
- Bahwa selanjutnya oleh para guru, saksi dibawa ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk ke RS Efarina Pkl. Kerinci lalu dirujuk lagi ke RS Santa Maria Pekanbaru.
- Bahwa terdakwa di sekolah dikenal sebagai sosok yang temperament, gampang tersinggung, suka mencari kesalahan dan kejelekan orang lain dan sosialnya kurang. - Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi mengalami luka bacok dibagian kepala
sebanyak 3 bacokan dan terhadap bacokan tersebut mengakibatkan retak dirangka kepala sesuai hasil foto rongen di rumah sakit Mahkota – Malaysia, serta pergelangan tangan kiri saksi mengalami luka robek dan saat ini jari-jari tangan saksi bagian kiri tidak lagi berasa karena ada otot yang terputus dipergelangan tangan tersebut.
- Bahwa setelah kejadian hingga saat sekarang saksi belum bisa beraktifitas normal karena masih mengalami pusing.
Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidak benar yaitu :
1. Terdakwa tidak ada berkata kau – kau kepada saksi Nova.
2. Saat terdakwa sudah emosi, terdakwa ke ruangan majelis guru untuk mengambil parang yang ada dimeja terdakwa dan membawa nya ke ruangan saksi Nova lalu membacokan nya ke saksi Nova.
Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula;
2. Saksi YOSI SYAFRIANTI Als YOSI Binti SYAFRINAL (Alm.);
- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK 1 Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan keluarga.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat diSMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova Damayanti.
- Bahwa saat kejadian saksi mengetahui nya dan saat berada ditempat tersebut dan jarak saksi dengan tempat kejadian kejadian hanya sekitar 5 (lima) meter.
- Bahwa saksi melihat diantara ruang kepala sekolah dan ruangan TU, saksi Nova berusaha berjalan keluar dan berteriak minta tolong dan saat itu terdakwa membacokan parang yang dipegangnya kearah kepala saksi NOVA sebanyak 3 (tiga) kali.
- Bahwa ketika saksi Nova sudah berada diluar ruangan terdakwa hendak membacokan kembali parang yang dipegangnya ke kepala saksi Nova, namun saksi melihat parang tersebut terlepas dari gagang nya yang terbuat dari kayu sehingga parang terjatuh dihalaman dekat taman didepan ruangan tata Usaha.
- Bahwa melihat kejadian tersebut, saksi dan beberapa para guru langsung menolong saksi Nova sedangkan terdakwa pergi meninggalkan tempat tersebut.
- Bahwa selain luka robek di kepala saksi NOVA mendapat luka robek di pergelangan tangan sebelah kiri.
- Bahwa selain terdakwa dan saksi Nova Damayanti, tidak ada lagi orang lain diruangan Kepala Sekolah tersebut.
- Bahwa saksi tidak mengetahui kapan terdakwa masuk keruangan Saksi Nova damayanti karena pada saat upacara hari guru sekitar jam 07.30 Wib, terdakwa tidak datang namun selesai upacara sekitar jam 09.00 Wib, saksi ada melihat terdakwa dengan membawa tas ransel yang disandang dipunggung nya.
- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan sehingga terdakwa melakukan pembacokan terhadap saksi Nova dan saksi hanya mengetahui ketika saksi Nova sudah berlumuran darah berteriak minta tolong berjalan keluar dari ruangan nya dan dibelakang saksi Nova terlihat terdakwa yang sedang mengayunkan sebilah parang dari pegangan tangannya.
- Bahwa saksi tidak mengetahui darimana terdakwa mendapatkan parang tersebut dan selama saksi berada diruangan majelis guru, saksi tidak melihat terdakwa masuk mengambil parang.
- Bahwa selain saksi yang menyaksikan kejadian tersebut ada juga Saksi EDI dan saksi AGUNG.
- Bahwa terdakwa di sekolah dikenal sebagai sosok yang temperament, gampang tersinggung, suka marah-marah dan suka mencari kesalahan dan kejelekan orang lain dan kurang bersosialisasi.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidakbenar yaitu : Terdakwa tidak pernah marah-marah terhadap siapa pun dan tidak pernah membuat keributan disekolah. Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula;
3. Saksi AGUNG SETIAWAN, S.Pd Als AGUNG Bin SUTOPO;
- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK 1 Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan keluarga.
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova Damayanti.
- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut karena pada saat itu saksi sedang berada di ruang majelis guru dan mendengar teriakan minta tolong dari saksi NOVA dan setelah mendengar teriakan tersebut saksi keluar ruangan dan saksi menyaksikan saksi NOVA dibacok oleh terdakwa.
- Bahwa jarak antara saksi dengan tempat kejadian hanya sekitar 12 (dua belas) meter - Bahwa saksi melihat terdakwa ada melakukan pembacokan ke arah kepala saksi
NOVA sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan sebilah parang yang gagangnya terbuat dari kayu.
- Bahwa saat melihat kejadian tersebut, saksi panik dan berusaha untuk mencari alat yang dapat menolong saksi Nova Damayanti akan tetapi saksi tidak tahu apa yang harus diambil.
- Bahwa setelah terdakwa pergi barulah saksi dan rekan-rekan guru lainnya menolong saksi Nova.
- Bahwa selain luka robek di kepala, saksi NOVA juga mengalami luka robek di pergelangan tangan sebelah kiri nya.
- Bahwa saksi melihat sebilah parang yang tidak ada gagangnya terjatuh di halaman dekat taman didepan ruangan tata usaha dan dapat saksi pastikan bahwa parang tersebutlah yang digunakan terdakwa untuk membacok kepala saksi Nova Damayanti. - Bahwa selain terdakwa dan saksi Nova Damayanti, tidak ada lagi orang lain diruangan
Kepala Sekolah tersebut.
- Bahwa saksi tidak mengetahui kapan terdakwa masuk keruangan Saksi Nova damayanti karena pada saat upacara hari guru sekitar jam 07.30 Wib.
- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan sehingga terdakwa melakukan pembacokan terhadap saksi Nova dan saksi hanya mengetahui ketika saksi Nova sudah berlumuran darah berteriak minta tolong berjalan keluar dari ruangan nya dan dibelakang saksi Nova terlihat terdakwa yang sedang mengayunkan sebilah parang dari pegangan tangan nya.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa saksi tidak mengetahui dari mana terdakwa mendapatkan parang tersebut danselama saksi berada diruangan majelis guru, saksi tidak melihat terdakwa masuk mengambil parang.
- Bahwa terdakwa di sekolah dikenal sebagai sosok yang temperament, gampang tersinggung, suka marah-marah dan suka mencari kesalahan dan kejelekan orang lain dan kurang bersosialisasi.
Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidak benar yaitu:
1. Pada saat terdakwa mengambil parang diruangan majelis guru, tidak satupun guru ada diruangan tersebut.
2. Terdakwa tidak pernah marah-marah terhadap siapa pun dan tidak pernah membuat keributan disekolah.
Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula; 4. Saksi EDI SUPRIYONO Als EDI Bin SARDI;
- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK 1
Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan keluarga.
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di
SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova Damayanti.
- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut pada saat saksi sedang berada di ruang
majelis guru dan mendengar teriakan dari siswa SMK dan setelah saksi keluar ruangan saksi melihat saksi NOVA sudah jatuh terduduk dengan bersimbah darah.
- Bahwa saksi melihat disebelah saksi NOVA yang terduduk bersimbah darah ada
terdakwa yang sedang berdiri sambil memegang sebilah parang yang gagangya terbuat dari kayu.
- Bahwa saksi melihat sebilah parang yang tidak ada gagangnya terjatuh di halaman dekat taman didepan ruangan tata usaha dan dapat saksi pastikan bahwa parang tersebutlah yang digunakan terdakwa untuk membacok kepala saksi Nova Damayanti karena ada darah yang menempel di parang tersebut.
- Bahwa selain terdakwa dan saksi Nova Damayanti, tidak ada lagi orang lain diruangan Kepala Sekolah tersebut.
- Bahwa saksi tidak mengetahui kapan terdakwa masuk keruangan Saksi Nova damayanti karena pada saat upacara hari guru sekitar jam 07.30 Wib.
- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan sehingga terdakwa melakukan pembacokan terhadap saksi Nova dan saksi hanya mengetahui ketika saksi Nova sudah berlumuran darah berteriak minta tolong berjalan keluar dari ruangan nya dan dibelakang saksi Nova terlihat terdakwa.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa saksi tidak mengetahui darimana terdakwa mendapatkan parang tersebut dan
selama saksi berada diruangan majelis guru, saksi tidak melihat terdakwa masuk mengambil parang.
- Bahwa selain luka robek di kepala, saksi NOVA juga mengalami luka robek di
pergelangan tangan sebelah kiri.
Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidak benar yaitu : Pada saat terdakwa mengambil parang diruangan majelis guru, tidak satupun guru ada diruangan tersebut. Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula;
5. Saksi AGUS SALIM Als AGUS Bin USMAN LATIF;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova Damayanti.
- Bahwa pada saat kejadian saksi sedang bekerja bangunan untuk membangun local di SMK N 1 Ukui tersebut, dan saat itu saksi mendengar suara minta tolong dari para siswa dan majelis guru.
- Bahwa setelah mendengar suara teriakan tersebut saksi langsung pergi ke lokasi asal suara dan setelah itu saksi melihat saksi NOVA berdiri sempoyongan dengan bersimbah darah.
- Bahwa setelah melihat saksi NOVA bersimbah darah saksi langsung mendekati saksi NOVA dan merangkulnya dan langsung mengambil sepeda motor dan membawa pergi saksi NOVA ke Puskesmas Ukui.
- Bahwa menurut guru-guru dan siswa yang berada ditempat kejadian, sebab saksi NOVA bersimbah darah karena saksi NOVA dibacok dengan menggunakan parang oleh terdakwa.
Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada keberatan;
6. Saksi REFLIANA Als ANA Binti BAHARUDIN;
- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK 1 Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan keluarga.
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova Damayanti.
- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut setelah saksi mendengar teriakan dari para siswa dan setelah itu saksi keluar ruangan majelis guru dan melihat saksi NOVA sudah berada di teras ruang kepala sekolah dengan berlumuran darah
- Bahwa saksi NOVA berlumuran darah akibat pembacokan yang dilakukan terdakwa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa yang melakukan pembacokan terhadap saksi NOVA adalah terdakwa karenapada saat saksi NOVA berada di teras ruangan kepala sekolahdengan berlumuran darah terdakwa sudah dalam posisi hendak meninggalkan lokasi kejadian
- Bahwa setahu saksi penyebab terdakwa melakukan pembacokan terhadap saksi NOVA adalah SKP (Surat Penilaian Kerja) dan SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas) serta SPT (Surat Perintah Tugas) yang mana surat-surat tersebut dibutuhkan terdakwa untuk pengurusan 100% PNS nya, dan surat-surat yang dibutuhkan terdakwa tersebut tidak dikeluarkan saksi NOVA
- Bahwa saksi ada mengatakan kepada saksi NOVA secara bergurau bahwa terdakwa ada mengasah parang, dan saksi mengetahui terdakwa mengasah parang karena saksi diberitahu oleh sdr. SAPARDI yang juga guru di SMK N 1 Ukui pada hari Senin tanggal 23 November 2015 ;
Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada keberatan;
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa terdakwa pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30.Wib di jam istirahat dan juga saat itu jam pertama dan kedua tidak ada proses belajar mengajar dikarenakan bertepatan dengan hari guru, terdakwa mendatangi ruangan Kepala Sekolah yaitu saksi NOVA DAMAYANTI.
- Bahwa terdakw sudah berada diruangan saksi Nova Damayanti, terdakwa duduk dikursi sofa yang ada didepan meja kerja saksi Nova Damayanti, kemudian terdakwa langsung mengatakan maksud dan tujuan terdakwa menemui saksi Nova Damayanti dengan mengatakan “ BUK, saya mau minta SKP dan SPMT untuk bahan PNS saya “ namun saat itu saksi Nova Damayanti belum menjawab karena sedang menerima telpon, setelah selesai menerima telepon lalu saksi Nova Damayanti berkata kepada terdakwa “ kenapa saya harus memberikan skp dan spmt kepada bapak “ lalu terdakwa jawab “ Ibu kan Kepala sekolah saya. “
- Bahwa selanjutnya saksi Nova Damayanti mengatakan “ Kalo hanya alasan saya Kepala sekolah bapak saya belum bisa berikan, coba cari alasan yang lain “ dan saat itu terdakwa jawab bahwa terdakwa tidak ada alasan lain karena tidak mungkin terdakwa meminta surat kepada orang lain, dan yang harus mengeluarkan surat tersebut adalah Kepala Sekolah.
- Bahwa kemudian saksi Nova Damayanti mengatakan kepada terdakwa apa yang telah terdakwa sampaikan kepada bapak ZARPI (Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kab. Pelalawan) lalu terdakwa jawab “ saya tidak ada mengatakan apa-apa kepada bapak ZARPI, selanjutnya saksi Nova Damayanti kembali bertanya hal yang sama tersebut, lalu terdakwa jawab “ Saya hanya menyampaikan keluhan saya terhadap ibu selama satu tahun ini kepada pak ZARPI “ lalu saksi Nova Damayanti kembali bertanya kepada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
terdakwa “ Apa yang telah bapak sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kab.Pelalawan), kok ada No. HP nya sama bapak “, mendengar kata-kata saksi Nova Damayanti saat itu terdakwa hanya diam dan tidak menjawab, selanjutnya saksi Nova Damayanti arah-marah dan mengatakan Kau Kau kepada terdakwa , dan mengatakan “ dari dulu kau hanya lapor sana sini itu bukan kerjaan orang itu kerjaan anjing, lalu terdakwa menjawab “ Lo kok gitu buk, tolong lah Buk waktu dah mepet waktu saya hanya kamis dan jum’at saja (batas pengumpulan tanggal 1 Desember) dan ibu juga tau belum tentu satu hari surat itu langsung siap di Dinas.
- Bahwa selanjutnya saksi Nova Damayanti menjawab “ kalau saya tidak mau kasih gimana “ lalu terdakwa berkata lagi “ tolong lah buk ini hidup mati saya “, dan dijawab lagi oleh saksi Nova Damayanti “ itu urusan kamu, pokoknya saya tidak mau berikan “ lalu mendengar hal tersebut terdakwa emosi dan teringat parang yang terdakwa simpan dimeja terdakwa yang ada diruang majelis guru, lalu terdakwa keluar dari ruangan saksi Nova Damayanti dan menuju keruang majelis guru yang berjarak sekitar 6 (enam) meter dari ruangan saksi Nova Damayanti lalu terdakwa mengambil parang tersebut dan memasukkannya kedalam tas milik terdakwa.
- Bahwa kemudian terdakwa kembali masuk keruangan saksi Nova Damayanti dengan membawa tas yang berisi parang dan saat itu terdakwa letakkan disamping terdakwa duduk, lalu saksi Nova Damayanti bertanya “ Mau apa lagi Kau “ lalu terdakwa jawab “ tolong lah Buk “ lalu dijawab lagi oleh saksi Nova Damayanti “ Kalau saya tidak mau, mau apa kau “ dan dijawab terdakwa “ Buk, udah lah, kita sudah 1 tahun kayak gini, seperti anak kecil aja kita “ lalu dijawab saksi Nova Damayanti “ Kalau satu tahun mau ngapain “ dan saat itu terdakwa sudah tambah emsosi, lalu terdakwa mengatakan “ Buk, ini menyangkut hidup saya, jangan sampai saya masuk penjara “ lalu saksi Nova Damayanti mengatakan “ mau kau masuk penjara,mau gak jadi PNS itu urusanmu bukan urusanku.
- Bahwa mendengar hal tersebut, terdakwa tambah emosi dan terdakwa membalikkan meja kecil yang ada dihadapan terdakwa sambil mengatakan “ Betul-betul lah buk “ lalu saksi Nova Damayanti langsung berdiri dan lalu terdakwa juga berdiri sambil mendekati meja saksi Nova Damayanti, “ kemudian saksi Nova Damayanti berkata “ mau apa kau “ selanjutnya terdakwa langsung membuka kancing tas terdakwa dan mengambil parang yang ada ditas tersebut kemudian parang tersebut terdakwa pegang dan ayunkan kebagian kepala saksi Nova Damayanti dan mengenai nya, lalu saksi Nova Damayanti hendak melarikan diri dan keluar dari ruangan dan saat mau keluar ruangan posisi saksi Nova Damayanti dekat dengan terdakwa dikarenakan posisi terdakwa dekat pintu keluar lalu terdakwa kembali mengayunkan parang tersebut kebagian kepala saksi Nova Damayanti.
- Bahwa selanjutnya setelah saksi Nova Damayanti keluar dan berada diruang tamu kepala Sekolah lalu terdakwa kembali mengayunkan parang tersebut dan seingat terdakwa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :