RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI – NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL
CALON ANALIS DATA DAN INFORMASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PENERAPAN SISTEM PORTAL PENMAD BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN SISTEM
PELAYANAN PUBLIK PADA SEKSI PENDIDIKAN MADRASAH KEMENTERIAN AGAMA KOTA
TASIKMALAYA
OLEH
ULFA LUTFIYANA, S.KOM NIP. 199503142020122029
Peserta Latihan Dasar CPNS Gol. III Angkatan III
KEMENTERIAN REPUBLIK INDONESIA
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN BANDUNG TAHUN 2021
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
CALON ANALIS DATA DAN INFORMASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDKAN
PENERAPAN SISTEM PORTAL PENMAD BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN SISTEM PELAYANAN PUBLIK PADA SEKSI PENDIDIKAN MADRASAH KEMENTERIAN
AGAMA KOTA TASIKMALAYA
Nama : Ulfa Lutfiyana, S.Kom NIP : 199503142020122029
Telah Disetujui
Pada hari Kamis, Tanggal 23 September 2021
Mentor
H. Asep Barhia, S. Ag., M.Pd.I NIP. 196912102006041005
Coach/Pembimbing
Phindi Agung Dharmanto, SE.MM NIP. 198111182009121004
Mengetahui,
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandung
Drs. H. Aguslani, M.Ag.
NIP. 196606061991031005
iii
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
CALON ANALIS DATA DAN INFORMASI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PENERAPAN SISTEM PORTAL PENMAD BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN SISTEM PELAYANAN PUBLIK PADA SEKSI PENDIDIKAN MADRASAH KEMENTERIAN
AGAMA KOTA TASIKMALAYA
Nama : Ulfa Lutfiyana, S.Kom NIP : 199503142020122029
Telah diuji didepan Penguji
Pada hari Kamis, tanggal 22 September 2021
Penguji
Dr. Ayi Nasrudin, M.Pd.
NIP. 196805271989031002
Mengetahui,
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandung
Drs. H. Aguslani, M.Ag.
NIP. 196606061991031005
iv
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya, Penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi dan habituasi Nilai-nilai Dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berjudul “Penerapan Sistem Portal Penmad Berbasis Web untuk Meningkatkan Sistem Pelayanan Publik pada Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Tasikmalaya” ini sebagai salah satu syarat untuk memenuhi kelulusan Latihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Kementerian Agama Tahun 2021.
Dalam penyusunan rancangan aktualisasi Penulis tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, dan penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam kegiatan ini. Maka dari itu mohon saran dan kritik demi kelancaran kegiatan Aktualisasi Habituasi.
Tasikmalaya, 22 September 2021
Ulfa Lutfiyana
v DAFTAR ISI
Table of Contents
RANCANGAN AKTUALISASI ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vi
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Tujuan dan Manfaat ...3
1. Tujuan ...3
2. Manfaat ...3
C. Ruang Lingkup ...3
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI ...4
A. Deskripsi Organisasi ...4
1. Profil Organisasi ...4
2. Visi Kementerian Agama Kota Tasikmalaya ...4
3. Misi Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya ...6
4. Nilai – Nilai Organisasi ...6
5. Visi Seksi Pendidikan Madrasah ...6
6. Misi Seksi Pendidikan Madrasah ...6
B. Deskripsi Isu ...6
C. Analisis Isu ...7
D. Gagasan Pemecahan Core Issue ...9
E. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN ...10
F. Matrix Kegiatan Aktualisasi ...12
G. Jadwal Kegiatan ...19
H. Kendala dan Antisipasi ...20
BAB III PENUTUP ...21
DAFTAR PUSTAKA ...22
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Hasil survey kendala penyampaian informasi melalui wa grup ...2 Tabel 1. 2 Hasil survey tentang pengetahuan alur system pelayanan di Penmad ...2 Tabel 2. 1 Identifikasi permasalahan dengan alternatif solusi 7
Tabel 2. 2 Bobot penetapan kriteria metode USG ...8 Tabel 2. 3 Analisis isu menggunakan metode USG ...9 Tabel 2. 4 Matrix Kegiatan Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS (Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan) ...13 Tabel 2. 5 Jadwal Kegiatan ...19 Tabel 2. 6 Kendala yang mungkin terjadi dan antisipasinya ...20
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bagian penyelenggara Negara memiliki peran yang diatur dalam Pasal 11 UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yakni sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu pertama, organisasi penyelenggara pelayanan publik, kedua, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan ketiga, kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).
Whole of Government (WoG) menunjukkan bagaimana instansi pelayanan publik bekerja lintas sector dan menghilangkan sekat-sekat sektoral. Dalam pelayanan publik saat ini membutuhkan penerapan WoG untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi agar tidak tertinggal dengan instansi lain dan dorongan publik untuk mewujudkan system good governance seperti integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Sebagai seorang ASN saat mengetahui kurang baiknya kualitas pelayanan di satuan kerja, berkontribusi memperbaiki birokrasi adalah keharusan. Kontribusi paling minimal adalah melalui Tindakan dan perilaku sesuai nilai-nilai dasar ANEKA.
Pelayanan di Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Tasikmalaya sudah bagus akan tetapi masih ada beberapa kekurangan, salah satunya adalah kendala penyampaian informasi/ pengumuman dan prosedur pelayanan. Saat ini penyampaian informasi/ pelayanan memanfaatkan Whatsapp Group. Penulis membuat rekap hasil survey pelayanan publik dari 87 responden, salah satunya untuk mengukur keefektifan penyampaian informasi melalui wa group dan system pelayanan saat ini. Tabel rekap hasil survey pelayanan publik penyampaian informasi dapat dilihat pada Tabel 1.1 dan hasil survey system pelayanan saat ini dapat dilihat pada Tabel 1.2
2
Tabel 1. 1 Hasil survey kendala penyampaian informasi melalui wa grup
Indikator Presentase(%)
Informasi tertimbun chat grup 88.1%
Terlalu banyak grup 12.6%
Tidak ada kuota 2.2%
Tidak ada kendala 4.5%
Tabel 1. 2 Hasil survey tentang pengetahuan alur system pelayanan di Penmad
Indikator Sudah
mengetahui (%)
Belum mengetahui
(%) Alur/prosedur pelayanan dan syarat Mutasi Siswa 87.4% 12.6%
Alur/prosedur pelayanan dan syarat Pencairan Dana BOS 93.1% 6.9%
Alur/prosedur pelayanan dan syarat Legalisir Ijazah 83.9% 16.1%
Alur/prosedur pelayanan dan syarat Penyusunan Dokumen 1
88.5% 11.5%
Alur/prosedur pelayanan dan syarat Pencairan Tukin TPG 77% 23%
Alur/prosedur pelayanan dan syarat untuk penerbitan surat rekomendasi Pengajuan Bantuan Sarana dan Prasarana
49.4% 50.6%
Alur/prosedur pelayanan dan syarat untuk penerbitan surat rekomendasi Izin Belajar ke Luar Negeri
10.3% 89.7%
Dari data tersebut dapat diambil informasi bahwa terjadi kendala dalam penyampaian informasi/pengumuman melalui media wa grup serta kurang nya pengetahuan masyarakat tentang alur pelayanan di penmad.
Berdasarkan permasalahan diatas, pada rancangan aktualisasi ini penulis mengusulkan untuk membuat sebuah system yang berbasis web yang memuat prosedur pelayanan di Seksi Pendidikan Madrasah dan dapat meminimalisir kendala penyampaian informasi dengan membuat suatu wadah yang terpadu yang bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja. Dengan menggunakan system ini diharapkan standar pelayanan dapat tersosialisasikan dengan baik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
3
B. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan
a. Membuat suatu system portal penmad berbasis web untuk mensosialisasikan prosedur pelayanan dan Informasi/pengumuman di Seksi Pendidikan Madrasah.
b. Berpartisipasi dalam mewujudkan visi dan misi Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya.
c. Mampu menerapkan nilai nilai dasar ASN yang mencakup Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA)
d. Sebagai pedoman dalam melaksanakan habituasi di lingkungan kerja 2. Manfaat
a. Mewujudkan ASN yang professional dan berintegritas dengan mengimplementasikan nilai dasar ANEKA;
b. Dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan kerja.
c. Menjadi contoh yang baik bagi rekan kerja maupun masyarakat umum dengan mengaktualisasikan nilai dasar ANEKA dan pelayanan publik yang baik.
C. Ruang Lingkup
Penulisan laporan kegiatan aktualisasi ini dibatasi pada kegiatan upaya mensosialisasikan prosedur pelayanan yakni alur dan syarat pelayanan dan segala informasi melalui media website yang mengandung nilai-nilai dasar Akuntabiltas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) yang akan diimplementasikan di Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya. Kegiatan aktualisasi bersumber dari survey pelayanan publik yang diambil melalui googleform, dan kegiatan ini mendukung ASN untuk berinovasi untuk tercapainya visi, misi dan tugas Kementerian Agama Kota Tasikmalaya yang akan dilaksanakan 24 September – 24 Oktober 2021
4 BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Organisasi 1. Profil Organisasi
a. Nama Kantor : Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya SK Menteri Agama RI.No.BII/2030/2002, tanggal 14 Oktober 2002
b. Nama Bidang/Seksi : Seksi Pendidikan Madrasah (Seksi Penmad) c. Alamat Kantor
Jalan : Jl. Ahmad Yani No.75
Desa : Lengkongsari
Kecamatan : Tawang
Kab/Kota : Tasikmalaya Provinsi : Jawa Barat
Kodepos : 46111
Nomor telepon : (0265) 340003 d. Tahun Berdiri : 2002
e. Nama Kepala Kantor : Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M. Ag f. Nama Kepala Seksi : H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I
2. Visi Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
Dalam rangka mendukung visi pembangunan nasional sebagaimana telah disebut di atas, Visi Kementerian Agama Kota Tasikmalaya 2015 -2019 adalah:
“TERWUJUDNYA MASYARAKAT KOTA TASIKMALAYA YANG TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS, DAN SEJAHTERA LAHIR BATIN DALAM RANGKA MEWUJUDKAN MASYARAKAT INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG”.
Taat memiliki pengertian tunduk dan patuh, sehingga taat beragama dapat didefinisikan bahwa setiap umat beragama mampu menjalankan kegiatan beragamanya sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Sejalan dengan visi nasional maka hal ini akan memunculkan salah satu kepribadian bangsa Indonesia yaitu kepribadian bangsa Indonesia yang taat beragama.
Rukun memiliki pengertian baik dan damai, sehingga rukun dapat didefinisikan bahwa terciptanya kehidupan inter dan antar umat beragama di Indonesia secara baik dan damai. Sejalan dengan visi nasional maka hal ini akan mendorong
5
munculnya rasa toleransi sesama umat beragama, rasa saling menghargai dan sikap kegotong-royongan.
Kecerdasan mencakup kecerdasan inteIektual, emosional, dan spiritual, yang masing-masing indikatornya sebagai berikut:
a) Kecerdasan intelektual: memiliki kemampuan untuk mempelajari, memahami, dan menguasai ilmu agama, serta sains dan teknologi sesuai dengan jenjang pendidikan; berfikir rasionala abstrak, inovatif dan kreatif; serta mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah (problem solving).
b) Kecerdasan emosional: memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi diri dan orang lain, dapat memotivasi diri, serta berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain.
c) Kecerdasan spiritual: yaitu mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan akhlak mulia dan nilai-nilai agama Islam, serta menempatkan perilaku hidup dalam konteks makna yang luas.
Sejahtera mengandung pengertian aman sentosa, makmur, serta selamat, terlepas dari berbagai gangguan. Sehingga sejahtera lahir dan batin dalam konteks agama dapat diartikan bahwa setiap umat beragama di Indonesia dapat menjalankan kegiatan beragama secara bebas tanpa ada gangguan dari pihak manapun, serta tersedia sarana dan prasarana beribadah yang memadai bagi seluruh umat beragama di Indonesia. Agama merupakan salah satu hak dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia dan Undang-Undang telah menjamin bahwa setiap umat beragama dijamin kebebasannya dalam melaksanakan kegiatan beragamanya. Untuk itu perlu diwujudkan rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin, tersedianya lingkungan yang bersih, aman dan nyaman bagi kegiatan beragama seluruh masyarakat Indonesia serta adanya keserasian dan saling menghormati tidak hanya sesama manusia tetapi juga dengan lingkungan sekitarnya.
Dari sisi ekonomi, kesejahteraan lahir dan batin diwujudkan dengan upaya pemanfaatan dan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan seperti Zakat, Wakaf, sehingga mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat beragama. Sejalan dengan visi nasional, dengan memiliki kecerdasan dan kesejahteraan lahir dan bathin maka bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat serta sejajar dengan bangsa–bangsa lain.
6
3. Misi Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang diemban Kementerian Agama adalah:
a) Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama.
b) Penjabaran 5 (lima) budaya kerja Kementerian Agama c) Pemantapan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
d) Memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama.
e) Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan keagamaan.
f) Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama atas rasa saling hormat- menghormati.
g) Mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang berkualitas dan akuntabel.
h) Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan terpercaya.
4. Nilai – Nilai Organisasi
Nilai organisasi mengacu pada 5 budaya kerja Kementerian Agama:
a) Integritas b) Profesionalitas c) Inovasi
d) Tanggung jawab e) Keteladanan
5. Visi Seksi Pendidikan Madrasah
Terwujudnya Madrasah Unggul dengan sumber daya manusia yang berakhlaqul karimah, terampil dan mandiri.
6. Misi Seksi Pendidikan Madrasah
Untuk mewujudkan visi, Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Tasikmalaya merumuskan beberapa misi Seksi Pendidikan Madrasah sebagai berikut:
a) Meningkatkan kinerja professional tenaga pendidik dan kependidikan b) Meningkatkan pelayanan terhadap stakeholder
c) Meningkatkan sumber daya manusia madrasah yang berakhlaqul karimah, terampil, mandiri
d) Meningkatkan prestasi belajar siswa B. Deskripsi Isu
Kegiatan pokok atau fungsi bidang Pendidikan Madrasah menurut Peraturan Menteri Agama PMA No.13 Tahun 2012 Pasal 366 adalah menyiapkan perumusan kebijakan
7
teknis dan perencanaan di bidang Pendidikan Madrasah; Pelaksana pelayanan, bimbingan dan pembinaan di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengembangan potensi siswa, kelembagaan kerja sama dan pengelolaan system informasi Pendidikan Madrasah; Evaluasi dan penyusunan laporan dibidang Pendidikan Madrasah.
Dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan yang dihadapi untuk dapat dianalisis dan dilakukan tidakan dalam proses aktualisasi. Berikut identifikasi permasalahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi JFU di Seksi Pendidikan Madrasah dan alternatif solusinya:
Tabel 2. 1 Identifikasi permasalahan dengan alternatif solusi
No Uraian Tugas Permasalahan Solusi
1 Menyiapkan perumusan kebijakan teknis
Terdapat Pengumuman/
Informasi bersifat
mendadak dan
membutuhkan tindak lanjut segera
Mengusahakan paket data/ WiFi selalu dalam keadaan on demi
kemudahan dan
kecepatan informasi.
2 Melaksanakan pelayanan
1. Kurang optimalnya penyampaian
informasi dan pelayanan
2. Kehadiran pegawai tidak sesuai jadwal
1. Membuat wadah untuk menampung segala informasi Penmad
2. Memberikan
peringatan atau teguan langsung 3 Menyusun perencanaan
kegiatan
Koordinasi, musyawarah antar pegawai maupun antar stakeholder belum optimal
Merencanakan
kegiatan upgrading, mengadakan rakor setiap bulan sekali 4 Melakukan bimbingan
teknis dan pembinaan
Terkadang kurang dalam memberikan sosialisasi/
bimbingan teknis mengenai suatu project baru
Mengadakan bimtek agar tidak terjadi kebingungan
5 Evaluasi dan
penyusunan laporan
Kurangnya tingkat kesadaran pegawai dalam penyusunan laporan kinerja bulanan
Memberikan
konsekuensi yang mengikat yang sudah disepakati Bersama
C. Analisis Isu
Isu merupakan berbagai permasalahan yang sedang terjadi atau baru saja terjadi yang membutuhkan solusi. Solusi pemecahan masalah dapat dilakukan berdasarkan nilai efektifitas, efisiensi dan inovatif. Beberapa isu yang terjadi berdasarkan pengamatan mengenai manageman ASN dan penerapan Nilai - Nilai dasar ANEKA diantaranya:
8
1. Banyaknya pengumuman yang bersifat mendadak dan membutuhkan tindak lanjut segera membuat hasil kurang optimal
2. Kurangnya optimalnya penyampaian informasi dan pelayanan sehingga menimbulkan beberapa kendala.
3. Koordinasi, musyawarah antar pegawai maupun antar stakeholder belum optimal sehingga terkesan berjalan masing-masing.
4. Terkadang kurang dalam memberikan sosialisasi/ bimbingan teknis mengenai suatu project baru
5. Kurangnya tingkat kesadaran pegawai dalam penyusunan laporan kinerja bulanan 6. Kehadiran pegawai tidak sesuai jadwal WFH dan WFO yang mana seharusnya dalam
keadaan mendesak dapat melaksanakan pelayanan di kantor.
Setelah mengetahui isu yang terjadi di tempat kerja, kemudian dapat dilakukan proses analisis isu untuk menentukan core isu dari beberapa isu yang sebelumnya telah diidentifikasi dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode USG merupakan salah satu cara menetapkan urutan prioritas masalah dengan metode teknik scoring. Proses untuk metode USG dilaksanakan dengan memperhatikan urgensi dari masalah, keseriusan masalah yang dihadapi, serta kemungkinan bekembangnya masalah tersebut semakin besar. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut[ii]:
1. Urgency atau urgensi, yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
2. Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah, yakni dengan melihat dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, membahayakan system atau tidak.
3. Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni apakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit untuk dicegah
Pada metode USG menggunakan scoring skala 1-5, makin tinggi skor yang dihasilkan berarti makin tinggi tingkat urgesi, keseriusan dan tingkat perkembangan masalah. Berikut tabel penetapan kriteria kualitas isu:
Tabel 2. 2 Bobot penetapan kriteria metode USG
Bobot Keterangan
5 Sangat besar pengaruhnya
4 Besar pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kecil pengaruhnya
1 Sangat kecil pengaruhnya
9
Tabel 2. 3 Analisis isu menggunakan metode USG
No Isu Kriteria
Jumlah Rangking
U S G
1 Terdapat Pengumuman/
Informasi bersifat mendadak dan
membutuhkan tindak lanjut segera
4 3 4 11 3
2 Kurang optimalnya penyampaian informasi dan pelayanan
5 5 5 15 1
3 Koordinasi, musyawarah antar pegawai maupun antar stakeholder belum optimal
4 4 4 12 2
4 Terkadang kurang dalam memberikan sosialisasi/
bimbingan teknis mengenai suatu project baru
4 2 4 10 4
5 Kurangnya tingkat kesadaran pegawai dalam penyusunan laporan kinerja bulanan
3 2 3 8 5
6 Kehadiran pegawai tidak sesuai jadwal WFH/WFO
3 2 2 7 6
D. Gagasan Pemecahan Core Issue
Berdasarkan hasil analisis metode USG diatas terlihat bahwa isu yang mempunyai nilai tertinggi merupakan isu yang paling perlu dilakukan pemecahan masalah yaitu
10
kurang optimalnya penyampaian informasi dan pelayanan. Penyebab munculnya isu tersebut diantaranya:
1. SOP pada pelayanan di Seksi Pendidikan Madrasah belum di buat versi cetak/
digital sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan yang dapat dibaca oleh pengunjung
2. Pengunjung ada yang belum mengetahui alur pelayanan di Seksi Penmad.
3. Sumber informasi tidak lewat dari satu pintu, karena memang produk keluaran Penmad banyak dan berbeda-beda setiap bagiannya sehingga jumlah grup keluaran Penmad pun juga banyak
4. Tantangan pelayanan publik di era digitalisasi yang menuntut pelayanan lebih mudah dan cepat.
Dalam rangka meningkatkan kualitas system pelayanan di seksi Pendidikan Madrasah maka penulis menetapkan rancangan aktualisasi “Penerapan Sistem Portal Penmad Berbasis Web untuk Meningkatkan Sistem Pelayanan Publik pada Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Tasikmalaya”.
E. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN
Salah satu tugas PNS yang tercantum dalam undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 pasal 11 adalah memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Untuk mewujudkan PNS yang profesional diperlukan nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi yang selanjutnya disebut ANEKA.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya untuk mewujudkan pelayanan dan kinerja yang adil, responsive dan bermartabat.
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Prinsip Nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa menempatkan persatuan – kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan
11
negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.
3. Etika Publik
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Adapun Kode Etik Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat.
Oleh karena itu, dengan diterapkannya kode etik Aparatur Sipil Negara, perilaku pejabat publik harus berubah, Pertama, berubah dari penguasa menjadi pelayan;
Kedua, berubah dari ’wewenang’ menjadi ’peranan’; Ketiga, menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah, yang harus dipertanggung jawabkan.
4. Komitmen Mutu
Aktualisasi nilai dasar komitmen mutu dalam pelaksanaan tugas aparatur akan mendorong terciptanya iklim/budaya kerja unggul yang dapat menumbuhkan keberanian untuk menampilkan kreativitas dan inovasi. Dengan demikian, pergeseran orientasi kerja diarahkan untuk memotivasi aparatur mengubah mindset menuju layanan bermutu yaitu melayani publik. Kewajiban aparatur adalah memberikan layanan publik yang adil dan bermutu, untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
5. Anti Korupsi
Korupsi adalah Penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk keuntungan pribadi atau orang lain yang merugikan negara. Seorang PNS harus mempunyai nilai-nilai dasar anti korupsi yakni:
1) Jujur 2) Peduli 3) Mandiri 4) Disiplin
5) Tanggung jawab 6) Kerja keras 7) Sederhana
12
8) Berani 9) Adil
F. Matrix Kegiatan Aktualisasi
Untuk memecahkan isu utama dalam rancangan aktualisasi ini, maka perlu dilakukan rancangan kegiatan aktualisasi yang sesuai dengan nilai-nilai dasar PNS dengan pemaparan sebaga berikut:
13
Tabel 2. 4 Matrix Kegiatan Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar PNS (Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan)
Unit Kerja : Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Tasikmalaya
Identifikasi Isu : 1. Terdapat Pengumuman/ Informasi bersifat mendadak dan membutuhkan tindak lanjut segera
2. Kurang optimalnya penyampaian informasi dan pelayanan
3. Koordinasi, musyawarah antar pegawai maupun antar stakeholder belum optimal
4. Terkadang kurang dalam memberikan sosialisasi/ bimbingan teknis mengenai suatu project baru
5. Kurangnya tingkat kesadaran pegawai dalam penyusunan laporan kinerja bulanan
6. Kehadiran pegawai tidak sesuai jadwal WFH/WFO Isu yang diangkat : Kurang optimalnya penyampaian informasi dan pelayanan Gagasan Pemecahan Isu : Penerapan Sistem Portal Penmad Berbasis Web
14
No Nama Kegiatan Tahapan Kegiatan Output (Hasil Kegiatan)
Kontribusi Output Terhadap Penguatan Nilai-NIlai Dasar ASN (ANEKA)
Kontribusi Output Terhadap Visi/Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Konsultasi
dengan mentor (Kepala Seksi Pendidikan
Madrasah
1. Menghubungi Kepala Seksi Pendidikan
Madrasah/ mentor untuk menyepakati waktu pertemuan.
2. Mengkoordinasika
n rencana
pelaksanaan program.
3. Mencatat hasil koordinasi terkait rencana
pelaksanaan program
1. Mendapat
persetujuan mentor untuk
melaksanakan aktualisasi
2. Mendapat saran dari mentor terkait ide perubahan program aktualisasi
• Akuntabilitas Tanggung jawab terhadap
kejelasan program aktualisasi
• Nasionalisme Musyawarah dan koordinasi dengan mentor terkait program
aktualisasi
• Etika Publik Disiplin, sopan dan taat aturan
• Komitmen Mutu Menunjukkan program rancangan
aktualisasi yang efektif dan efisien
• Anti Korupsi Jujur dan terbuka dan kooperatif selama
pelaksanaan program aktualisasi
Terwujudnya sumber daya manusia yang berakhlaqul karimah sesuai visi Seksi Penmad
Kegiatan konsultasi
dengan mentor dapat
menguatkan nilai Profesionalitas yakni disiplin dan tepat waktu Ketika
menyampaikan laporan
rancangan
aktualisasi dan Tanggung jawab.
15
2 Membuat persiapan
program untuk persiapan
kegiatan aktualisasi
1. Membuat
instrument (pre test dan post test) 2. Menganalisis
kebutuhan system seperti fitur yang akan dimuat dalam system, spesifikasi computer, Bahasa pemrograman yang dibutuhkan, dll.
1. Lembar hasil pre test dan post test
2. Hasil analisis kebutuhan system
• Akuntabilitas Menunjukkan sikap tanggung jawab terkait program dan kevalid an data dalam analisis isu yang diangkat sebelumnya
• Nasionalisme Menunjukkan sikap kedisiplinan dalam menyusun rencana kegiatan
• Etika publik Tertib administrasi sebagai wujud ketertiban dalam melaksanakan program
• Komitmen Mutu Menyusun
program yang efektif dan efisien serta berorientasi pada mutu
• Anti Korupsi Menunjukkan sikap kemandirian dalam menyusun rencana kegiatan
Sesuai dengan misi nomor 2 yaitu
Meningkatkan pelayanan terhadap stakeholder
Kegiatan membuat instrument/
kuisioner online sebagai data pendukung dan menganalisis kebutuhan dari stakeholder maupun kebutuhan
system dapat meningkatkan nilai
akuntabilitas dan Amanah dalam menerima dan meneruskan masukan dari masyarakat.
3 Mensosialisasika
n rencana
1. Bermusyawarah dengan pegawai
1. Mendapat saran dari guru guru dan
• Akuntabilitas Sesuai dengan visi seksi
Menjalin
Kerjasama yang
16
kegiatan aktualisasi kepada
masyarakat dan melakukan survey pre test
Penmad dan guru untuk meminta saran terkait rencana program aktualisasi yang akan dilaksanakan 2. Mensosialisasikan program kegiatan yang dilaksanakan kepada pegawai dan masyarakat 3. Menyerahkan form
survey kepada masyarakat
pegawai terkait program aktualisasi 2. Terlaksananya
sosialisasi program dan pengisian survey
Menunjukkan transparasi dan partisipasi
terhadap kegiatan
yang akan
dilaksanakan
• Nasionalisme Adanya
Kerjasama yang baik antara pegawai dan masyarakat
• Etika Pubik Taat dan patuh terhadap kode etik ASN
• Komitmen Mutu Mensosialisasika n program yang efektif, efisien dan inovatif
• Anti Korupsi Menunjukkan kemandirian dalam pelaksanaan penyampaian Informasi
Penmad dengan mewujudkan sumber daya manusia yang terampil dan mandiri
baik antar stakeholder dan membuat Inovasi dengan membuat suatu system yang dapat diakses semua orang dimana saja dan kapan saja.
4. Membangun Sistem berbasis Web
1. Membaca hasil survey yang telah di diisi responden dan hasil analisis kebutuhan
2. Coding program
1. Pengimplementasia n kebutuhan pada system/ aplikasi yang dibuat
2. Terbangunnya/
terbentuknya
• Akuntabilitas Menunjukkan adanya tanggung jawab untuk meningkatkan system pelayanan
Sesuai dengan misi seksi yakni meningkatkan pelayanan terhadap stakeholder
Meningkatkan kualitas
pelayanan publik meningkatkan nilai budaya kerja
17
Aplikasi Sistem Portal Penmad
• Nasionalisme Melaksanakan strategi nasional dalam
menghadapi era Revolusi Industri 4.0
• Etika Publik Berusaha memberikan system pelayanan yang dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat
• Komitmen Mutu Memanfaatkan era digital dalam penyelenggaraan pelayanan publik
• Anti Korupsi Menunjukkan sikap
kedisiplinan dalam melakukan kegiatan dalam membangun system/aplikasi
kementerian agama yaitu Profesional dalam hal kompeten, efektif, efisien, bekerja cerdas dan tuntas
5 Melaksanakan kegiatan evaluasi melalui post test
1. Mensosialisasikan aplikasi yang dibuat kepada
1. Hasil penggunaan aplikasi
• Akuntabilitas Wujud realisasi pertanggung
Sesuai dengan misi seksi yakni meningkatkan
Kegiatan melaksanakan evaluasi dan
18
dan melakukan penilaian hasil post test
pegawai dan masyarakat
2. Melaksanakan post test untuk user (masyarakat dan pegawai) sekaligus meminta pendapat terkait aplikasi
3. Memeriksa hasil survey untuk mengukur tingkat efektifitas dan efisiensi
penggunaan aplikasi yang dibuat
2. Mendapatkan feedback user 3. Mengetahui tingkat
keefektifan
penggunaan aplikasi dalam rangka system pelayanan di penmad
jawaban terhadap rencana program kegiatan melalui evaluasi
penggunaan aplikasi
• Nasionalisme Menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain dalam hal ini menerima
feedback dari user aplikasi
• Etika Publik Taat peraturan dalam proses pembangunan sistem
• Komitmen Mutu Menganalisis tingkat efektifitas dan efisiensi aplikasi dengan berorientasi pada mutu
• Anti Korupsi Adanya sikap kedisiplinan dan kemandirian dalam melakukan kegiatan
pelayanan terhadap stakeholder
menganalisis hasil
pengimplementa sian Aplikasi dapat
mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan terpercaya.sesua
i misi
Kemeneterian Agama Kota Tasikmalaya
19
evaluasi untuk mengetahui tingkat
efektifitas dan efisiensi Aplikasi
G. Jadwal Kegiatan
Tabel 2. 5 Jadwal Kegiatan No Kegiatan September Oktober
Ket. Tanggal
III IV I II III 1 Konsultasi dengan mentor (Kepala
Seksi Pendidikan Madrasah) tentang rancangan aktualisasi yang akan dilakukan
14 September 2021
2 Membuat persiapan program untuk persiapan kegiatan aktualisasi seperti pembuatan form survey
15 September 2021 – 16 September 2021 3 Mensosialisasikan kegiatan
aktualisasi kepada masyarakat dan melakukan survey pre test
17 September 2021 – 19 September 2021
4 Membangun Sistem berbasis Web 24 September
2021 – 20 Oktober 2021 5 Melaksanakan kegiatan evaluasi
melalui post test dan melakukan penilaian hasil post test
21 Oktober 2021 – 24 Oktober 2021
20 H. Kendala dan Antisipasi
Adapun kendala yang mungkin terjadi oleh penulis selama aktualisasi dapat dilihat pada Tabel 2.6.
Tabel 2. 6 Kendala yang mungkin terjadi dan antisipasinya
Kendala Solusi/Antisipasi
Koordinasi dengan pihak lain karena masih dalam masa PPKM
Berkoordinasi memanfaatkan media smartphone
Kegiatan kemungkinan berbenturan/
disibukkan dengan pekerjaan kantor yang lain.
Pandai pandai memanage waktu, dan meminta bantuan rekan kerja jika pekerjaan belum bisa di handle sendiri
21 BAB III PENUTUP
Rancangan aktualisasi ini merupakan rencana kegiatan program habituasi selama di Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya. Harapannya peserta dapat melaksanakan rancangan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah di buat serta dalam pelaksanaannya dalam membangun system dapat selesai tepat waktu.
Sehingga sistem dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya khususnya Seksi Pendidikan Madrasah.
22
DAFTAR PUSTAKA
Modul Akuntabilitas, Lembaga Administrasi Negara, 2019 Modul Nasionalisme, Lembaga Administrasi Negara, 2019 Modul Etika Publik, Lembaga Administrasi Negara, 2019 Modul Komitmen Mutu, Lembaga Administrasi Negara, 2019 Modul Anti Korupsi, Lembaga Administrasi Negara, 2019
Syamriloade.2011. Definisi USG dalam http://id.shvoong.com/writing-and- speaking/presenting/2107165-definisi-usg/#ixzz2PpMx211U. Diakses pada September 2021.