• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA-JEPANG PERIODE : JANUARI NOVEMBER A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Jepang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA-JEPANG PERIODE : JANUARI NOVEMBER A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Jepang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA-JEPANG PERIODE : JANUARI – NOVEMBER 2013

A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Jepang

1. Neraca perdagangan Jepang dengan Dunia periode Januari-November 2013 tercatat defisit sebesar US$ 105,25 miliar, meningkat 32,08% dibanding periode yang sama tahun 2012, yang tercatat defisit sebesar US$ 79,68 miliar. Total perdagangan Jepang- Dunia pada periode Januari-November 2013, tercatat sebesar US$ 1.417,13 miliar, atau turun 8,58% dibanding periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesar US$ 1.550,11 miliar. Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor Jepang ke Dunia sebesar US$ 655,94 miliar, atau turun 10,78% dibanding periode yang sama tahun 2012 yang tercatat sebesar US$ 735,21 miliar, dan impor sebesar US$ 761,19 miliar, atau turun 6,59% dibanding periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesar US$ 814,90 miliar.

2. Ekspor Jepang ke Dunia periode Januari-November 2013 terbesar ditujukan ke Amerika Serikat sebesar US$ 121,51 miliar, atau turun 5,19% dibanding periode

yang sama tahun 2012, dan merupakan 18,52% dari total ekspor Jepang ke Dunia.

Kemudian, ke China sebesar US$ 117,37 miliar, atau turun 12,00% dibanding periode yang sama tahun 2012. Korea Selatan sebesar US$ 52,12 miliar (-7,44%); Taiwan US$ 38,02 miliar (-9,68%); Hongkong US$ 34,44 miliar (-9,07%); Thailand US$ 33,34 miliar (-16,85%), dan Singapura US$ 19,36 miliar (-9,91%). Sedangkan, Indonesia di peringkat ke-10, dengan nilai sebesar US$ 15,63 miliar (-16,76%).

3. Komoditi ekspor non-migas utama Jepang ke Dunia, yang meningkat periode Januari- November 2013 adalah Special HS, Chile, Japan, Korea, Mexico, Norway (HS 0000) sebesar US$ 32,77 miliar (0,36%); Cyclic Hydrocarbons (HS 2902) sebesar US$ 8,76 miliar (27,98%); dan Turbo-jets, Turbo-propellers (HS 8411) sebesar US$ 4,14 miliar (0,99%). Sementara itu, Motor Cars & Oth Motor Vehicles (HS 8703) sebesar US$ 84,10 miliar, mengalami penurunan 6,38% dibanding periode yang sama tahun 2012, juga merupakan komoditi ekspor non migas Jepang dengan nilai tertinggi pada periode ini, dan pangsanya sebesar 12,82%; Selanjutnya, Parts & Access Of The Motor Vehicles Of Headings 8 (HS 8708) sebesar US$ 32,34 miliar (-11,80%); dan Electronic Integrated Circuits (HS 8542) sebesar US$ 24,90 miliar (-11,47%).

4. Impor Jepang pada periode Januari-November 2013 terbesar berasal dari China

(2)

sebesar US$ 165,27 miliar, atau turun 4,83% dibanding periode yang sama tahun 2012, dan merupakan 21,71% dari total impor Jepang dari Dunia. Kemudian, dari Amerika Serikat US$ 64,58 miliar (-8,40%); Australia sebesar US$ 46,64 miliar (-10,75%); Saudi Arabia sebesar US$ 45,09 miliar (-9,53%); United Arab Emirates sebesar US$ 38,82 miliar (-3,45%); Qatar sebesar US$ 33,73 miliar (+3,55%); Korea Selatan sebesar US$ 32,78 miliar (-11,72%), dan Malaysia sebesar US$ 27,27 miliar (-9,48%). Sementara itu, impor dari Indonesia sebesar US$ 26,30 miliar, mengalami penurunan sebesar 11,05%. Pada periode ini, Indonesia menduduki peringkat ke-9 sebagai negara asal impor Jepang, dan Malaysia berada di peringkat ke-8.

5. Beberapa komoditi impor non migas utama Jepang dari Dunia, yang mengalami peningkatan, pada periode Januari-November 2013 antara lain adalah:

• Electric Apparatus For Line Telephony, incl Curr Line System (HS 8517) sebesar US$ 23,97 miliar, meningkat sebesar 1,22% dibanding periode yang sama tahun 2012, juga merupakan komoditi impor non migas Jepang dengan nilai tertinggi pada periode ini;

• Diodes, Transistors & Similar Devices; (HS 8541) sebesar US$ 7,49 miliar (83,49%) .

Sedangkan, komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, antara lain :

• Coal; Briquettes, Ovoids & Similar Solid (HS 2701) sebesar US$ 21,58 miliar, turun 20,82% dibanding periode yang sama tahun 2012;

• Iron Ores & Concentrates (HS 2601) sebesar US$ 15,98 miliar, turun 11,30%

dibanding periode yang sama tahun 2012, sebesar US$ 18,02 miliar;

• Electronic Integrated Circuits (HS 8542) sebesar US$ 15,18 miliar (-5,66%);

• Automatic Data Processing Machines (HS 8471) sebesar US$ 14,94 miliar (-3,78%);

• Medicaments (Except Vaccines, Etc; Bandages Or Pha) (HS 3004) sebesar US$ 13,67 miliar (-10,87%),

B. Perdagangan bilateral Jepang dengan Indonesia

1. Selama periode Januari-November 2013, neraca perdagangan Jepang dengan Indonesia surplus bagi Indonesia sebesar US$ 10,67 miliar, turun 1,13% dibanding surplus periode yang sama tahun 2012, sebesar US$ 10,79 miliar. Total perdagangan periode Januari-November 2013 tercatat sebesar US$ 41,94 miliar, atau turun 13,27%

(3)

dibanding periode yang sama tahun 2012, sebesar US$ 48,35 miliar. Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor Jepang ke Indonesia sebesar US$ 15,63 miliar, atau turun sebesar 16,76% dibanding periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesar US$ 18,78 miliar, dan impor Jepang dari Indonesia sebesar US$ 26,30 miliar, atau turun sebesar 11,05% dibanding periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesar US$ 29,57 miliar .

2. Beberapa komoditi ekspor non migas utama Indonesia ke Jepang yang meningkat nilai ekspornya pada periode Januari-November 2013 adalah :

• Plywood, Veneered Panels And Similar Laminated Wood (HS 4412) sebesar US$ 679,32 juta, atau meningkat 1,67% dibanding periode yang sama tahun 2012, sebesar US$ 668,14 juta;

• Insulated Wire, Cable And Other Insulated Electric (HS 8544) sebesar US$ 511,72 juta (0,45%);

• Crustaceans, Live, Frsh, Chilled, Frzn Etc (HS 0306) sebesar US$ 368,42 juta (4,68%).

Sementara itu, komoditi ekspor non migas utama Indonesia yang turun nilai ekspornya ke Jepang, antara lain:

• Coal, Briquettes, Ovoids and Similar Solid Fuels Man (HS 2701) sebesar US$ 3.429,27 juta, turun 15,17% dibanding tahun 2012, dan merupakan 15,89%

dari total impor Jepang pada periode ini;

• Natural Rubber, Balata, Gutta-Percha, etc (HS 4001) sebesar US$ 1.048,88 juta (-21,10%);

• Nickle Mattes, Nickle Oxide Sinters (HS 7501) sebesar US$ 896,00 juta (-0,61%);

• Copper Ores & Concentrates (HS 2603) sebesar US$ 654,60 juta (-20,52%) ,

• Ash & Residues Containing Metals of Metallic (HS 2620) sebesar US$ 604,33 juta (-31,72%).

3. Beberapa komoditi impor utama Indonesia dari Jepang, yang nilai impornya meningkat, selama periode Januari-November 2013, adalah :

• Automatic Regulating Or Controlling Instruments (HS 9032) sebesar US$ 244,99 juta, atau meningkat 8,75% dibanding periode yang sama tahun 2012, sebesar US$ 225,28 juta;

• Air Or Vacuum Pumps, Air Or Other Gas Compressors (HS 8414) sebesar US$ 189,80 juta (24,60%);

(4)

• Machine Tools For Working Metal By Forging, Etc; (HS 8462) sebesar US$ 144,71 juta (10,15%);

• Machining Centers, Unit Construction Machines (HS 8457) sebesar US$ 119,29 juta (41,74%);

• Bars And Rods Nesoi, Angles, Shapes And Sections (HS 7228) sebesar US$ 91,27 juta (3,07%).

C. Informasi Lainnya

1. Perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang untuk tahun 2014 oleh IMF.

Pada tanggal 21 Januari 2014, International Monetary Fund (IMF) IMF mengumumkan World Economic Outlook (WEO) terbarunya. Dalam WEO ini, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jepang sebesar 1,7% pada tahun 2014.

2. Pertemuan dengan Shoyo Trading Co., Ltd.

Dalam rangka meningkatkan hubungan dagang antara Jepang dengan Indonesia, Atdag Tokyo telah mengadakan Pertemuan dengan Perwakilan Gudang Garam di Tokyo Mr.

Takihiro Umeda, pada tanggal 15 Januari 2014. Pertemuan membicarakan fasilitasi penyelenggaraan berbagai event yang mendapatkan dukungan dari Bidang Perdagangan KBRI Tokyo. Pada kesempatan tersebut disampaikan juga beberapa kendala yang mungkin terjadi antara lain izin membagikan sampel kepada masyarakat, mengingat ketatnya peraturan batasan umur untuk dapat merokok di Jepang. Dari penjelasan yang disampaikan, diketahui bahwa sekitar 300.000 toko mendapatkan izin penjualan rokok dari Japan Tabacco Jepang. Namun, hanya sekitar 5.000 toko yang menjual rokok buatan Indonesia “Gudang Garam”. Adapun penjualan rokok Gudang Garam mencapai 12 juta yen per bulan atau 48 juta yen per tahun. Menurut penuturan Mr. Takihiro Umeda, konsumen penggemar rokok Gudang Garam Indonesia umumnya orang Jepang yang telah/pernah melakukan perjalanan ke Indonesia baik bisnis maupun travelling. Untuk mendapatkan suasana rileks atau santai ala Indonesia, mereka membeli rokok Gudang Garam. Disampaikan lebih lanjut bahwa, persaingan ke depan semakin ketat terkait penerapan kenaikan pajak konsumsi dari 5% menjadi 8% mulai berlaku 1 April 2014.

3. Diseminasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan Pengelolaan Hutan Lestari (PHL)

Dalam rangka mensosialisasikan dan mempromosikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) serta skema Lisensi Ekspor

(5)

Produk Perkayuan Indonesia (V-Legal Document) yang telah diakui Uni Eropa sebagai sistem yang kredibel melalui Kerjasama “Voluntary Partnership Agreement on Forest Law Enforce Government and Trade (FLEGT-VPA), bertempat di ruang rapat KBRI Tokyo pada tanggal 29 Januari 2014 telah berlangsung diseminasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). Pelaksanaan kegiatan ini, merupakan kelanjutan penyelenggaraan acara pertemuan kesiapan Indonesia dalam memasuki era perdagangan kayu legal disampaikan pada pertemuan bilateral antara Kementerian Kehutanan RI dan Ministry of Agriculture, Forestry and Fishery (MAFF) Jepang di Tokyo bulan Oktober 2013, yang mengharapkan terjalin kerjasama yang lebih erat dengan Jepang untuk menghapuskan perdagangan kayu ilegal. Jepang merupakan importir terbesar kedua produk kayu Indonesia. Pada pertemuan tersebut, secara khusus Indonesia menjelaskan mengenai Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang sudah diterapkan Indonesia dan Permendag RI No.

64/2012 yang mewajibkan ekspor kayu bersertifikat SVLK. Sistem tersebut telah diakui oleh Uni Eropa melalui penandatanganan voluntary partnership agreement (VPA). Indonesia mengharapkan agar Jepang juga dapat segera mengakui SVLK.

Acara diseminasi diselenggarakan bekerjasama dengan NGO Friends of Earth (FOE), dihadiri oleh dunia usaha juga dihadiri oleh perwakilan ITTO, Perwakilan Pemerintah Jepang, asosiasi importir kayu, asosiasi konsumen kayu dan lembaga swadaya masyarakat. Beberapa isu yang mengemuka dalam dialog tersebut antara lain adalah jaminan kepastian legalitas kayu terkait perizinan, lingkungan dan lainnya.

4. Pelayanan Inquiries

Pelayanan Inquiries bulan Januari 2014, Atdag Tokyo menerima 13 inquiries yang terdiri dari 1 Inquiries Offer to buy dari pengusaha/ importir Jepang dan 12 Inquiries Offer to sell dari pengusaha Indonesia.

Semua permintaan Inquiries dari pengusaha Indonesia maupun importir Jepang telah ditindak lanjuti.

Sumber : Laporan Atdag Tokyo, Jepang, Januari 2014

Referensi

Dokumen terkait

Sementara itu ekspor Sumatera Barat Januari 2014 juga turun sebesar 17,64 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.. Turun sebesar 17,64 persen

 Neraca perdagangan Kalimantan Timur pada bulan November 2016 surplus sebesar US$ 0,955 miliar, lebih kecil jika dibanding surplus bulan Oktober 2016 sebesar US$ 1,03 miliar,

Sementara, total perdagangan Chili dengan Kanada, juga turun sebesar 8,7% menjadi US$ 1.003,4 juta, demikian juga total perdagangan Chili dengan Meksiko mengalami penurunan

Dari Thailand, untuk semua perusahaan dikenakan BAMD yang sama sebesar US$ 550,52 / ton serta untuk semua perusahaan dari Taiwan, dikenakan BAMD yang sama sebesar US$ 723,62

Sementara itu, negara- negara asal impor Korea Selatan terbesar pada periode Januari-September 2015 adalah China dengan nilai US$ 66,75 miliar atau meningkat sebesar 1,64%

Perekonomian Singapura meningkat sebesar 2,6% y-o-y pada kuartal pertama 2015, meningkat dari 2,1% pada kuartal sebelumnya, dimana perdagangan grosir dan eceran

Dalam Semester I ini, 641 perusahaan asing telah melakukan merger dan akuisisi di RRT, dengan nilai mencapai US$ 13,19 milyar, naik 336% dibanding periode yang sama tahun

Di sisi lain, Amerika Serikat bersedia memberikan kuota bebas bea cukai untuk daging sapi Jepang (Wagyu) sebesar 3.000 ton/tahun, dan seluruh produk daging sapi dari