• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL PRAKTIK HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MODUL PRAKTIK HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL PRAKTIK

HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA

LABORATORIUM ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

(2)

i MODUL PRAKTIK

HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA

Penerbit : Laboratorium Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMY Alamat : Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta Penyusun : Nasrullah, S.H., S. Ag., MCL.

Afriansyah Tanjung, S.H.

Rizqi Musrifah, S.H.

Satria Sukananda, S.H.

Amalia Trianing Kusuma, S.H.

Layout : Hamdan Faishal Ismail, S.H.

(3)

ii KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr Wb

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkah, rahmat dan hidayah-Nya juga kami telah menyelesaikan Modul Praktik Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara yang nantinya akan dipakai dalam proses belajar mengajar mata kuliah yang diselenggarakan oleh Laboratorium Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Modul Praktik Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara ini disajikan dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai pegangan dan petunjuk bagi mahasiswa/i Fakultas Hukum UMY yang mengambil mata kuliah Praktik Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, dan agar tercapai target penguasan materi baik secara teoritis maupun praktis.

Harapannya mahasiswa/i yang menempuh mata kuliah tersebut dapat terbekali dalam menghadapi dunia kerja setelah mencapai derajat kesarjanaannya.

Atas tersusunnya Modul Praktik Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara ini, Laboratorium Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada penyusun modul ini. Akhir kata, semoga modul ini dapat bermanfaat. Amiin.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Yogyakarta, 11 Februari 2019

Koordinator Laboratorium Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Wiratmantio, S.H., M.Hum.

(4)

1 MODUL PRAKTIK

Peradilan Tata Usaha Negara

Dosen : 1. Nasrullah, S.H., S. Ag., MCL.

2. Nur Ismanto S.H., M.Si

3. Andriyani Masyitoh, S.H.,M.H 4. Shinta Savitriana K D, S.H.

Instruktur : 1. Abidin A.K.E. Julianto, S.H.

2. Rizqi Musrifah, S.H 3. Nisa Fitria, S.H.

4. Farah Asmajasmine I, S.H.

5. Rama Cahyo Wicaksono

I. PENDAHULUAN

A. MATA KULIAH : Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara B. BOBOT SKS : 3 SKS

C. VISI, MISI, DAN TUJUAN PENDIDIKAN PRODI

1. VISI : Menjadi Program Studi yang unggul dalam pengembangan ilmu hukum berwawasan syariah.

2. MISI :

a. Berperan aktif dalam proses pengembangan dan peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang ilmu hukum

(5)

2 melalui upaya internalisasi dan disintegrasi nilai-nilai Islam dalam kegiatan pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat.

b. Mencetak sarjana yang cakap, percaya diri, dan tangguh serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam praktek penegakan hukum dan pengembangan ilmu hukum di masyarakat pada umumnya dan di dunia kerja pada khususnya

c. Aktif berperan serta dalam proses pembangunan hukum nasional pada umumnya dan lebih khusus lagi pada pembangunan dan pengembangan hukum nasional yang lebih mengintegrasikan nilai-nilai Islam.

3. TUJUAN :

a. Menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar ilmu hukum dan syariah dengan sebagai basis kajian dan pengembangan ilmu hukum.

b. Mengahasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dasar untuk mengaplikasikan ilmu hukum kedalam praktik hukum di masyarakat.

c. Menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu hukum dalam peraturan global dan memecahkan permasalahan secara interdisipliner.

d. Menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam kompetisi profesi hukum, seperti advokat, jaksa, hakim, konsultan hukum dan sebagainya.

(6)

3 e. Menghasilkan lulusan yang memiliki keberanian menegakan nilai

keadilan dan kebenaran berdasarkan syariah Islam dalam dunia profesi hukum dan kehidupan sehari-hari.

D. CAPAIAN PEMBELAJARAN (LEARNING OUTOME)

Capaian Pembelajaran Prodi Ilmu Hukum berdasarkan Profil Lulusan sebagai berikut:

UNSUR SNPT &

KKNI

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

SIKAP

1. Betaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religious;

2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika;

3. Menginternalisasikan nilai, norma, dan etika akademik;

4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa;

5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinil orang lain;

(7)

4 6. Berkontribusi dalam peningkatan mutu

kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;

7. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;

8. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;

9. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan;

10. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;

11. Kemampuan sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan inspiratory secara sistemik dan efektif;

12. Kemampuan memimpin (leadership) 13. Kemampuan memahami dan merespon

aspirasi, kebutuhan & kepentingan masyarakat dan stakeholder untuk penyelesaian masalah, penyusunan kebijakan dan pengembangan pengetahuan;

(8)

5 14. Mengamalkan tata cara beribadah yang

benar berdasarkan Al-Qur’an dan As- Sunnah maqbullah;

15. Berakhlaqul karimah dalam bermuamalah yang bermanfaat bagi diri, masyarakat, bangsa, dan Negara.

UNSUR SNPT &

KKNI

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

PENGUASAN PENGETAHUAN

a. Kemampuan menguasai logika hukum dan syariah

b. Kemampuan berpikir analitis dan sintetis dengan memperhitungkan dampak

c. Kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan

d. Kemampuan menganalisis masalah dalam perspektif syariah

e. Kemampuan menguasai Bahasa Indonesia dan bahasa asing

f. Mengetahui dan memahami hakikat Tuhan, manusia dan kehidupan sesuai dengan tuntutan Al Qur’an, Hadits shahih dan ilmu pengetahuan

(9)

6 g. Memahami teknologi informasi.

UNSUR SNPT &

KKNI

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

KETERAMPILAN UMUM

a. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;

b. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;

c. Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain, atau kritik seni;

d. Menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut diatas dalam bentuk skripsi atau

(10)

7 laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

e. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;

f. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;

g. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervise dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya;

h. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggungjawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri;

i. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali

(11)

8 data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi

KETRAMPILAN KHUSUS

a. Kemampuan membuat dokumen hukum;

b. Kemampuan menemukan hukum dan strategi dalam penyelesaian masalah hukum;

c. Kemampuan bernegosiasi dan berkomunikasi secara efektif;

d. Kemampuan menerapkan hukum dan syariah dalam penyelesaian masalah hukum;

e. Kemampuan melakukan inovasi dan pengembangan metode problem solving;

f. Kemampuan melakukan inovasi dalam pengembangan kebijakan publik;

g. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk kerjasama;

h. Kemampuan memahami dan merespon aspirasi masyarakat untuk penyusunan kebijakan;

i. Mampu melakukan penelusuran bahan hukum.

(12)

9 E. KETERCAPAIAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN SIKAP,

PENGUASAAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN UMUM DAN KETERAMPILAN KHUSUS MELALUI MATA KULIAH YANG BERSANGKUTAN

Capaian Pembelajaran yang dimiliki oleh Mahasiswa setelah mengikuti Mata Kuliah Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara adalah:

HARDSKILL

PENGUASAAN PENGETAHUAN

1. Kemampuan menguasai logika hukum dan syariah.

2. Kemampuan berpikir analitis dan sintetis dengan memperhitungkan dampak.

3. Kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan

KETRAMPILAN UMUM

1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan keahliannya.

2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur.

(13)

10 3. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian

hasil kerja kelompok dan melakukan supervise dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada yang berada di bawah tanggungjawabnya.

4. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggungjawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri.

SOFTSKILL

SIKAP

1. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.

2. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.

3. Mengelola pembelajaran secara mandiri.

KETRAMPILAN KHUSUS

1. Kemampuan mengidentifikasi sengketa TUN.

2. Membuat dokumen hukum dalam penyelesaian sengketa TUN (surat kuasa, gugatan, jawaban, replik, duplik, pembuktian, kesimpulan).

(14)

11 3. Bernegosiasi dan berkomunikasi secara

efektif.

4. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk kerjasama.

5. Kemampuan penelusuran bahan hukum.

F. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM

1. Kasus dalam perkara/sengketa Peradilan Tata Usaha Negara

Dosen dan/atau instruktur dapat memberikan contoh kasus dengan catatan bahwa kasus yang sudah diberikan akan digunakan sebagai kasus tetap dalam setiap tahap penyusunan tugas membuat dokumen hukum selanjutnya.

2. Peraturan perundang-undangan yang relevan

Peraturan perundang-undangan yang digunakan dalam Peradilan Tata Usaha Negara Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Jo. Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan peraturan perundang-undangan lainnya yang relevan.

3. Contoh-contoh dokumen beracara dalam perkara di Peradilan Tata Usaha Negara

Contoh dokumen akan diberikan oleh Dosen/instruktur pada saat praktikum.

4. Alat tulis dan kertas

Alat tulis dan kertas akan diberikan oleh instruktur pada saat praktikum.

(15)

12 G. PROSEDUR UMUM

1. Mata Kuliah ini diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan dan terdaftar sebagai peserta Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara melalui Program Studi Ilmu Hukum dan Laboratorium Fakultas Hukum UMY;

2. Seluruh Peserta mata kuliah Praktek Peradilan Tata Usaha Negara dipandu oleh seorang dosen kelas, Hakim PTUN dan instruktur praktikum;

3. Setiap mahasiswa harus memiliki dan mempelajari petunjuk praktikum secara cermat, dengan dibimbing oleh instruktur praktikum;

4. Setiap praktikum, mahasiswa harus membawa/menyiapkan alat dan bahan praktikum. Khusus untuk alat/bahan praktikum selain alat tulis dapat berkoordinasi dengan instruktur praktikum/Lab Hukum FH UMY;

5. Setiap praktikum mahasiswa harus mengerjakan tugas-tugas yang telah ditentukan oleh dosen/instruktur praktikum sesuai dengan petunjuk praktikum;

6. Hasil tugas praktikum harus diserahkan kepada dosen/instruktur praktikum sebagai bahan penilaian praktikum;

7. Setiap praktikum mahasiswa peserta praktikum harus mengisi lembar kerja praktikum yang telah disediakan oleh Lab Hukum, dan diserahkan kepada dosen/instruktur praktikum;

(16)

13 8. Penyelenggaraan praktikum dan jadwal kegiatan praktikum akan

dilaksanakan dan ditentukan lebih lanjut oleh Lab Hukum FH UMY.

H. EVALUASI

Semua hasil tugas/kertas kerja praktikum serta keaktifan dan kedisiplinan peserta praktikum akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan penilaian akhir yang selanjutnya dikoordinasikan dan diserahkan kepada Dosen kelas untuk diakumulasikan dengan nilai kelas dengan bobot 50% nilai teori dan 50% nilai praktikum, kemudian menjadi nilai mata kuliah Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara secara keseluruhan.

I. MATRIK PEMBELAJARAN 1. Teori

Pertemuan Bahan Kajian

Pokok Pembahasan

Keterangan

1 a. Kontrak Belajar b. Penjelasan

RPS

2 BAB I Negara Hukum dan Peradilan Administrasi

• Negara Hukum

• Negara Hukum dan Peradilan Administrasi Negara

• Negara Hukum

Pancasila dan

Tugas Resume 5%

(17)

14 Peradilan

Administrasi Negara 3 Pengertian, Asas,

dan Kompetensi PTUN

• Pengertian Hukum Acara PTUN

• Asas-Asas Hukum Acara PTUN

• Kompetensi PTUN

Tugas Resume 5%

4 Persamaan dan Perbedaan Hukum Acara PTUN dengan Hukum Acara Perdata

• Persamaan Hukum Acara PTUN dengan Hukum Acara Perdata

• Perbedaan Hukum Acara PTUN dengan Hukum Acara Perdata

(18)

15 5 Evaluasi Capaian

Pembelajaran (UK-1)

• Negara Hukum dan PTUN

• Negara

Pancasila dan Hukum Acara Peradilan TUN

• Asas Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara

• Persamaan dan Perbedaan Hukum Acara PTUN dengan Hukum Acara Perdata

25%

6 Penyelesaian Sengketa TUN

• Pengertian Sengketa TUN

• Pangkal Sengketa

• Kedudukan para pihak dalam sengketa

(19)

16

• Alur

penyelesaian sengketa TUN 7 Gugatan ke PTUN • Alasan

Mengajukan Gugatan

• Tenggang Waktu Mengajukan Gugatan

• Syarat-Syarat Gugatan

• Tuntutan dalam Gugatan

• Permohonan Beracara dengan Cuma-Cuma

8 Acara

Pemeriksaan di PTUN

• Pemeriksaan dengan Acara Singkat

• Pemeriksaan Persiapan

(20)

17

• Pemeriksaan Permohonan Penangguhan Pelaksanaan KTUN

• Pemeriksaan dengan Acara Cepat

• Pemeriksaan Dengan Acara Biasa

8 Evaluasi Capaian Pembelajaran (UK – 2)

1. Penyelesaian sengketa 2. Gugatan ke PTUN

3. Acara Pemeriksaan 4. Pembuktian

25%

9 Putusan dan

Pelaksanaan Putusan

A. Pengertian Putusan

B. Putusan PTUN C. Isi Putusan

1. gugatan ditolak 2. gugatan

dikabulkan

(21)

18 3. gugatan tidak

diterima D. Susunan Isi Putusan

1. kepala Putusan 2. Identitas Para

Pihak 3. Pertibangan

Hukum 4. Amar

5. Biaya Perkara E. Pelaksanaan Putusan

10 Upaya-upaya Hukum

1. Perlawanan 2. Banding 3. Kasasi 4. Perlawanan

Pihak Ketiga 5. Peninjauan

Kembali 11 Evaluasi Capaian

Pembelajaran (UK – 3)

&

Penugasan Studi Kasus

1. Putusan dan Pelaksanaan Putusan 2. Upaya-upaya

Hukum

25%

12 Studi Kasus

(Putusan Perkara TUN di PTUN)

1. Kasus antar orang dengan Pejabat TUN\

10%

(22)

19 2. Kasus Badan

Hukum Privat dengan

Pejabat TUN 13 Overview

Dokumen2

Hukum dalam Perkara TUN di PTUN &

Penugasan menyiapkan dokumen2 persidangan

1. Surat Kuasa 2. Surat Gugatan 3. Jawaban/Ekse

psi 4. Replik 5. Duplik

6. Pengantar Alat Bukti

7. Kesimpulan 8. Putusan 14 Observasi Proses

Persidangan di PTUN

Memantau

lingkungan ruang sidang dan mengikuti proses persidangan

20%

15 Review &

Penilaian Tugas Membuat

Dokumen-

Dokumen Hukum dalam Perkara TUN di PTUN

A. Surat Kuasa B. Surat Gugatan C. Jawaban/Ekse

psi D. Replik E. Duplik

F. Pengantar Alat Bukti

G. Kesimpulan H. Putusan

20%

(23)

20 16 Praktik Beracara

Sengketa TUN di PTUN (Peradilan Semu)

1. Para Pihak dalam Sengketa TUN

2. Para petugas dalam persidangan sengketa TUN 3. DokumenHuk

um dalam persidangan

20%

17 Evaluasi Capaian Pembelajaran (UK –4)

Dokumen hukum:

Surat Kuasa dan Gugatan

30%

2. Praktikum MATA KULIAH

PERTEMUAN MATERI PEMBAHASAN

Hukum Acara Peradilan

Tata Usaha Negara

1

Kontrak Belajar & Penjelasan Mengenai Negara Hukum dan Proses Peradilan Administrasi (Pengantar Praktek PTUN)

2

Penjelasan Materi Teknik Pembuatan Surat Kuasa Khusus (Pembagian Kelompok, Pembagian Kasus Perkara

(24)

21 dan Penugasan Pembuatan Surat Kuasa Khusus)

3

Review & Evaluasi tugas surat Kuasa Khusus dilanjutkan penjelasan materi teknik pembuatan gugatan serta penugasan pembuatan gugatan (perkelompok sesuai kasus posisi).

4

Review & Evaluasi tugas pembuatan gugatan dilanjutkan penjelasan materi teknik pembuatan jawaban gugatan serta penugasan pembuatan jawaban gugatan (perkelompok sesuai kasus posisi).

5

Review & Evaluasi tugas pembuatan jawaban gugatan dilanjutkan penjelasan materi teknik pembuatan replik serta penugasan pembuatan replik atas jawaban gugatan (perkelompok sesuai kasus posisi).

6

Review & Evaluasi tugas pembuatan replik atas jawaban gugatan dilanjutkan penjelasan materi tentang duplik serta penugasan pembuatan

(25)

22 duplik atas replik (perkelompok sesuai kasus posisi).

7

Review & Evaluasi tugas pembuatan duplik dilanjutkan penjelasan materi tentang pengantar alat bukti (Pembuktian) serta penugasan pembuatan alat bukti (Pembuktian) dalam PTUN, dibuat pekelompok sesuai kasus posisi

8

Review & Evaluasi tugas pembuatan alat bukti (pembuktian) dalam PTUN dilanjutkan penjelasan teknik pembuatan kesimpulan dalam PTUN serta penugasan pembuatan kesimpulan dalam PTUN perkelompok sesuai kasus posisi

9

Review & Evaluasi Kesimpulan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai berkas-berkas dan proses beracara di persidangan peradilan tata usaha negara serta penugasan pembuatan berkas persidangan

(26)

23 10

Penugasan Pembuatan Berkas Persidangan Peradilan Tata Usaha

Negara (Gugatan/

Jawaban/Replik/Duplik/Alat Bukti/Kesimpulan)

KRITERIA PENILAIAN a. Penilaian Hard Skills

GRADING SCHEME

GRADE SKOR DESKRIPSI

A ≥80

1. Format dokumen sempurna 2. Kedalaman substansi sempurna 3. Tata tulis (bahasa) sempurna

AB 75-79

1. Format dokumen sangat baik 2. Kedalaman substansi sangat baik 3. Tata tulis (bahasa) sangat baik

B 65-74

1. Format dokumen baik 2. Kedalaman substansi baik 3. Tata tulis (bahasa) baik

BC 60-64

1. Format dokumen cukup baik 2. Kedalaman substansi cukup baik 3. Tata tulis (bahasa) cukup baik

C 50-59

1. Format dokumen cukup 2. Kedalaman substansi cukup 3. Tata tulis (bahasa) cukup

(27)

24

D 35-49

1. Format dokumen kurang 2. Kedalaman substansi kurang 3. Tata tulis (bahasa) kurang

E <35

1. Format dokumen sangat kurang 2. Kedalaman substansi sangat kurang 3. Tata tulis (bahasa) sangat kurang

b. Penilaian Soft Skills

KRITERIA : Ketepatan cara komunikasi

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan sempurna oleh pendengar

Sangat Baik

75-79 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan sangat baik oleh pendengar

Baik 65-74 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar

Cukup Baik

60-64 Informasi yang disampaikan cukup baik untuk diterima isi dan maknanya

Cukup 50-59 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan cukup oleh pendengar

Kurang 35-49 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan kurang oleh pendengar

Sangat Kurang

<35 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan sangat kurang oleh pendengar

(28)

25 KRITERIA : Berani mengemukakan pendapat

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Mengemukakan pendapat dengan sempurna Sangat Baik 75-79

Mengemukakan pendapat dengan sangat baik

Baik 65-74 Mengemukakan pendapat dengan baik Cukup Baik 60-64 Mengemukakan pendapat dengan cukup baik

Cukup 50-59

Mengemukakan pendapat dengan cukup

Kurang 35-49

Mengemukakan pendapat dengan kurang Sangat

Kurang

<35

Mengemukakan pendapat dengan sangat kurang

KRITERIA : Menghargai pendapat orang lain

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Menghargai pendapat orang lain dengan sempurna Sangat Baik 75-79 Menghargai pendapat orang lain dengan sangat

baik

Baik 65-74 Menghargai pendapat orang lain dengan baik Cukup Baik 60-64 Menghargai pendapat orang lain dengan cukup

baik

Cukup 50-59 Menghargai pendapat orang lain dengan cukup Kurang 35-49 Menghargai pendapat orang lain dengan kurang

(29)

26 Sangat

Kurang

<35 Menghargai pendapat orang lain dengan sangat kurang

KRITERIA : Kerjasama

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Kerjasama kelompok sempurna Sangat Baik 75-79

Kerjasama kelompok sangat baik

Baik 65-74 Kerjasama kelompok baik Cukup Baik 60-64 Kerjasama kelompok cukup baik Cukup 50-59 Kerjasama kelompok cukup Kurang 35-49 Kerjasama kelompok kurang Sangat

Kurang

<35

Kerjasama kelompok sangat kurang

(30)

27 RENCANA TUGAS DAN KRITERIA PENILAIAN

Nama Mata Kuliah

: Hukum HA PTUN

SKS : 1 SKS

Program Studi

: Ilmu Hukum

Pertemuan : 10

Fakultas : Hukum Bobot Nilai

: 70% dari total nilai tugas

Materi : Pembuatan Dokumen Hukum dalam Penyelesaian Sengketa PTUN

1. Surat Kuasa 2. Surat Gugatan 3. Jawaban 4. Replik 5. Duplik

6. Pembuktian (Pengantar Alat Bukti) 7. Kesimpulan

1. TUJUAN TUGAS

Mampu membuat dokumen-dokumen hukum dalam beracara di PTUN 2. URAIAN TUGAS

a. Obyek Garapan

Membuat dokumen Surat Kuasa, Gugatan, Jawaban, Replik, Duplik, Pengantar Alat Bukti dan Kesimpulan.

(31)

28 b. Batasan yang harus dikerjakan

1) Membagi kelompok

2) Mencari Putusan PTUN yang sudah Inkracht

3) Membuat dokumen Surat Kuasa, Gugatan, Jawaban, Replik, Duplik, Pengantar Alat Bukti dan Kesimpulan

c. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara pengerjaan) 1) Mahasiswa dibagi kedalam beberapa kelompok

2) Masing-masing kelompok mendiskusikan kasus TUN yang ada 3) Hasil diskusi, masing-masing membuat dokumen hukum dalam

beracara di PTUN (Surat Kuasa, Surat Gugatan, Jawaban, Replik, Duplik, Pembuktian, dan Kesimpulan)

d. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan

Dokumen berupa : Surat Kuasa, Gugatan, Jawaban, Replik, Duplik, Pengantar Alat Bukti dan Kesimpulan.

e. Bobot dan sistem penilaian praktikum

Bobot tugas membuat dokumen hukum dalam penyelesaian perkara di PTUN 70% dari total nilai tugas (masing-masing 10% untuk setiap tugas dengan rincian 5% untuk penilaian hard skills dan 5% untuk penilaian soft skills). Sedangkan nilai Ujian Kompetensi Praktikum (UK-3) memiliki

bobit nilai 30% dari total nilai praktikum

(32)

29 3. KRITERIA PENILAIAN

a. Penilaian Hard Skills

GRADING SCHEME

GRADE SKOR DESKRIPSI

A ≥80

4. Format dokumen sempurna 5. Kedalaman substansi sempurna 6. Tata tulis (bahasa) sempurna

AB 75-79

4. Format dokumen sangat baik 5. Kedalaman substansi sangat baik 6. Tata tulis (bahasa) sangat baik

B 65-74

4. Format dokumen baik 5. Kedalaman substansi baik 6. Tata tulis (bahasa) baik

BC 60-64

4. Format dokumen cukup baik 5. Kedalaman substansi cukup baik 6. Tata tulis (bahasa) cukup baik

C 50-59

4. Format dokumen cukup 5. Kedalaman substansi cukup 6. Tata tulis (bahasa) cukup

D 35-49

4. Format dokumen kurang 5. Kedalaman substansi kurang 6. Tata tulis (bahasa) kurang

E <35

4. Format dokumen sangat kurang 5. Kedalaman substansi sangat kurang 6. Tata tulis (bahasa) sangat kurang

(33)

30 b. Penilaian Soft Skills

KRITERIA : Ketepatan cara komunikasi

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan sempurna oleh pendengar

Sangat Baik

75-79 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan sangat baik oleh pendengar

Baik 65-74 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar

Cukup Baik

60-64 Informasi yang disampaikan cukup baik untuk diterima isi dan maknanya

Cukup 50-59 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan cukup oleh pendengar

Kurang 35-49 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan kurang oleh pendengar

Sangat Kurang

<35 Informasi yang disampaikan dapat diterima dengan sangat kurang oleh pendengar

KRITERIA : Berani mengemukakan pendapat

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Mengemukakan pendapat dengan sempurna Sangat Baik 75-79

Mengemukakan pendapat dengan sangat baik

Baik 65-74 Mengemukakan pendapat dengan baik

(34)

31 Cukup Baik 60-64 Mengemukakan pendapat dengan cukup baik

Cukup 50-59

Mengemukakan pendapat dengan cukup

Kurang 35-49

Mengemukakan pendapat dengan kurang Sangat

Kurang

<35

Mengemukakan pendapat dengan sangat kurang

KRITERIA : Menghargai pendapat orang lain

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Menghargai pendapat orang lain dengan sempurna Sangat Baik 75-79 Menghargai pendapat orang lain dengan sangat

baik

Baik 65-74 Menghargai pendapat orang lain dengan baik Cukup Baik 60-64 Menghargai pendapat orang lain dengan cukup

baik

Cukup 50-59 Menghargai pendapat orang lain dengan cukup Kurang 35-49 Menghargai pendapat orang lain dengan kurang Sangat

Kurang

<35 Menghargai pendapat orang lain dengan sangat kurang

KRITERIA : Kerjasama

GRADE SCORE DESKRIPSI

Sempurna ≥80 Kerjasama kelompok sempurna Sangat Baik 75-79

Kerjasama kelompok sangat baik

(35)

32 Baik 65-74 Kerjasama kelompok baik

Cukup Baik 60-64 Kerjasama kelompok cukup baik Cukup 50-59 Kerjasama kelompok cukup Kurang 35-49 Kerjasama kelompok kurang Sangat

Kurang

<35

Kerjasama kelompok sangat kurang

PENILAIAN AKHIR A. NILAI TEORI

No Elemen Penilaian Bobot Nilai Total Nilai Akhir 1 2 Tugas Resume 10 %

100 % 50 % 2 1 Tugas Makalah 15 %

3 UK-1 25 %

4 UK-2 25 %

5 UK-3 25 %

B. NILAI PRAKTIK No Elemen Penilaian

Bobot Nilai Total Nilai Akhir

1 7 Tugas Harian 70 %

100 % 50 %

2 UK-4 (praktik) 30 %

C. GABUNGAN NILAI

(36)

33

No Rincian Nilai Total Nilai

1 Nilai Teori 50 %

100 % 2 Nilai Praktik 50 %

D. KONVERSI NILAI AKHIR

Interval Nilai Nilai Huruf

80-100 A

75-79 AB

65-74 B

60-64 BC

50-59 C

35-49 D

<35 E

(37)

34 II. MATERI POKOK BAHASAN

A. ALUR PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA

ALUR PENYELESAIAN SENGKETA TUN

Sengketa TUN

Upaya Administrasi

Keberatan

Banding Administratif Beracara

ALUR PENYELESAIAN SENGKETA TUN

(38)

35 B. ALUR PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA DI

PTUN

C. KASUS

Kasus Acara TUN Perijinan

Abid Ecla Kadhafi seorang karir yang tinggal di Kota Surabaya. Ia memiliki keluarga yang bahagia. Pada tahun 2018 Abid ingin membangun rumah lagi yang rencananya akan dihadiahkan kepada putrinya, Amalia Rama Suyati. Abid telah berkeliling dan akhirnya menemukan lokasi yang cocok yang bertempat di Jalan Simohilir Barat No. 20 Surabaya.

Ia berniat melihat dahulu Gambar Revisi Rencana Lingkungan, Peruntukan dan Pemetakan Tanah Angkatan Laut yang dibuat oleh Kepala Bagian Tata Kota Surabaya pada tanggal 16 Mei 1977. Dalam peta Perencanaan Tata Kota telah tergambar peruntukan tanah untuk perumahan, untuk jalan umum, untuk saluran air dan fasilitas umum lainnya.

Akhirnya ia mengajukan izin pemakaian meskipun belum ada fasilitas umum yang dibangun. Pemerintah Kota Surabaya menyarankan agar Abid tetap

(39)

36 menjalankan pembangunan saja dahulu (tanpa IMB dan akses jalan). Akhirnya ia mendapatkan surat berikut:

Surat Izin Pemakaian Nomor: 188/200P/400/2012 tanggal 03 Agustus 2012 dengan Obyek Tanah di Jalan Simohilir Barat Nomor 20 Surabaya atas nama

Abid Ecla Kadhafi.

Lambat laun karena Abid tidak mendapatkan fasilitas umum seperti jalan akses ke lokasi, ia tidak bisa memanfaatkan bidang tanah itu. Akhirnya oleh Pemerintah Kota dalam hal ini Walikota Surabaya, bu Dhea Nisa Sahaja, dianggap tidak memanfaatkan tanah dan menelantarkan tanah. Maka izin pemakaian tanah di Jalan Simohilir Barat No. 20 Surabaya atas nama Abid Ecla Kadhafi dicabut oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan dikeluarkannya:

Surat Keputusan Walikota Surabaya Nomor 190/2800/436/2018, tertanggal 30 April 2018 tentang “Pencabutan Surat Izin Pemakaian Nomor

188/200P/400/2012 tanggal 3 Agustus 2012 dengan Obyek Tanah di Jalan Simohilir Barat Nomor 20 Surabaya atas nama Abid Ecla Kadhafi.

Pencabutan Izin Pemakaian Tanah terhadap Surat Keputusan Walikota Surabaya Nomor 190/2800/436/2018 atas nama Abid Ecla Kadhafi ini adalah berkaitan dengan pasal 8 Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 3 tahun 2016 dan Peraturan Daerah No. 13 tahun 2010 jo Peraturan Daerah No. 2 tahun 2013 tentang Ketentuan-ketentuan yang wajib ditaati oleh Pemegang Izin Pemakaian Tanah.

Ketika Abid melakukan konfirmasi pada bu Dhea Nisa Sahaja, Abid menerima pernyataan bahwa tindakan yang dilakukan Dhea Nisa Sahaja ini sudah sesuai dengan Perda-perda tersebut.

Kasus Acara TUN Kepegawaian

PT. Musrifah Pakan adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri dan perdagangan umum dan memiliki produksi ransum makanan hewan, beralamat di Kawasan Industri Candi Blok XI C, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Perusahaan ini telah menjalankan produksi sejak tahun

(40)

37 2015. Dokumen-dokumen yang diperlukan telah dilengkapi oleh perusahaan ini.

Diantaranya:

1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Nomor: 517/1800/11.01/PM/V/2014 tanggal 14 Mei 2014, untuk barang/jasa/dagangan utama : Bahan pakan ternak/hewan.

2. Rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kota Semarang tanggal 31 Juli 2015 Nomor: 660.1/1164/B.II/VII/2015 Hal : Rekomendasi UKL-UPL

3. Keputusan Walikota Semarang tanggal 31 Juli 2015 Nomor : 660.1/1165/B-II/VII/2015 tentang Izin Lingkungan Kepada PT.

Musrifah Pakan Atas Usaha dan/atau Kegiatan Industri Ransum Makanan Hewan di Kawasan Industri Candi Blok XI C, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Dua tahun sejak PT Musrifah Pakan beroperasi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang menerima pengaduan bertanggal 12 Mei 2017 dari PT. Petropack Agro Industries yang dikirim sendiri oleh Direktur Utamanya, yakni Uswatun Anindita Lituhayu. PT Petropack mendalilkan PT Musrifah telah menyebabkan pencemaran lingkungan. Laporan ini membuat Walikota Semarang, Rama Priyo Kusuma, mengeluarkan:

Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor: 660.1/3183/B.IV/VI/2017 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Lingkungan Hidup kepada pimpinan PT Musrifah Pakan di jalan Gatot Subroto Blok XI - C Kawasan Industri Candi Kota

Semarang Tanggal 8 Juni 2017.

Nyonya Rizqi Septia Trianing selaku Direktur PT Musrifah Pangan mabuk kepayang atas sikap Uswatun dan bapak Rama. Meski begitu ia tetap melaksanakannya dengan baik seperti melakukan fumigasi, pengujian udaha dan air, dan mengisolasi bahan baku produksi. Di tengah pelaksanaan Surat sebelumnya, justru Rizqi Septia menerima:

Keputusan Walikota Semarang tanggal 21 Agustus 2017 Nomor:

660.1/3587/B.IV/VIII/2017 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Lingkungan

(41)

38 Hidup Berupa Pembekuan Izin Lingkungan kepada pimpinan PT Musrifah Pakan

di Jalan Gatot Subroto Blok Xi - C Kawasan Industri Candi, Kota Semarang.

D. DOKUMEN BERACARA DALAM PENYELESAIAN PERKARA DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA

Dokumen beracara yang diperlukan oleh Pemberi Jasa Hukum dalam penyelesaian perkara di Peradilan Tata Usaha Negara melaui jalur peradilan adalah:

1. Materi Praktikum I : Surat Kuasa Khusus a. Pengertian

Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh pemberi kuasa dan penerima kuasa yang berisi tentang pemberian wewenang kepada penerima kuasa untuk melakukan suatu tindakan yang dilakukan untuk dan atas nama pemberi kuasa khususnya dalam perkara perdata, menurut ketentuan hukum yang berlaku.

b. Unsur-Unsur Surat Kuasa Khusus 1) Judul (Surat Kuasa Khusus);

2) Identitas pemberi kuasa (nama lengkap, kewarganegaraan, tempat tinggal, dan pekerjaan);

3) Pernyataan pemberi kuasa;

4) Identitas penerima (nama lengkap, kewarganegaraan, tempat tinggal, dan pekerjaan);

5) Kewenangan yang diberikan oleh pemberi kuasa kepada penerima kuasa disebutkan secara rinci dan jelas;

(42)

39 6) Wewenang substitusi dari penerima kuasa kepada orang lain;

7) Tempat dan tanggal pembuatan dan penandatangan surat kuasa;

8) Tanda tangan pemberi kuasa yang disertai materai cukup dan tanda tangan penerima kuasa.

c. Alat dan Bahan Praktikum

1) Deskripsi kasus Peradilan Tata Usaha Negara berdasarkan contoh identifikasi kasus Peradilan Tata Usaha Negara (Dosen dan Instruktur dapat melakukan improvisasi dalam identifikasi kasus atau memberikan contoh kasus lain. Kasus yang sudah diambil digunakan untuk membuat tugas selanjutnya disesuaikan dengan materi praktikum)

2) Lembar Kerja Praktikum (disediakan oleh instruktur) d. Tugas Praktikum

1) Overview Teknik Membuat Surat Kuasa Khusus 2) Penugasan Membuat Surat Kuasa Khusus e. Referensi

1) Darwan Prinst, Strategi Menyusun dan Menangani Gugatan Perdata, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1996.

2) Reni Anggriani, Modul PLKH Penyelesaian Perkara Perdata, Laboratorium Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, 2011.

(43)

40 3) Zairin Harahap, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara,

PT RajaGrafindo, Jakarta, 2014.

2. Materi Praktikum II : Surat Gugatan a. Pengertian

Mengenai pengertian gugatan dijelaskan dalam Pasal 1 angka 5 UU PTUN sebagai berikut: “Gugatan adalah permohonan berisi tuntutan terhadap badan atau pejabat tata usaha negara dan diajukan ke pengadilan untuk mendapat putusan.

b. Pengajuan Gugatan

Menurut Pasal 54 ayat (1) UU PTUN gugatan sengketa TUN diajukan secara tertulis kepada pengadilan yang berwenang yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat. Gugatan yang diajukan harus dalam bentuk tertulis, karena gugatan itu akan menjadi pegangan bagi pengadilan dan para pihak selama pemeriksaan.

Apabila tergugat lebih dari satu badan atau pejabat tata usaha negara dan berkedudukan tidak dalam satu daerah hukum Pengadilan TUN, gugatan diajukan pada pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan salah satu badan atau pejabat tata usaha negara. Dalam hal tempat kedudukan tergugat tidak berada dalam daerah hukum pengadilan tempat kediaman penggugat, maka gugatan diajukan kepada pengadilan tempat kedudukan penggugat untuk diteruskan ke pengadilan yang

(44)

41 bersangkutan. Adapun bila penggugat dan tergugat berada di luar negeri, gugatan diajukan ke Pengadilan TUN Jakarta, dan apabila tergugat berkedudukan di dalam negeri dan penggugat berada di luar negeri, gugatan diajukan ke Pengadilan TUN di tempat kedudukan tergugat.

c. Hal-Hal Penting Dalam Gugatan

1) Subjek Gugatan Tata Usaha Negara (Pihak-Pihak yang Berperkara)

Pihak Penggugat adalah orang atau Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh keputusan tata usaha negara. Pihak Tergugat adalah badan/pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan putusan tata usaha negara (Surat Keputusan).

2) Objek Gugatan Tata Usaha Negara

Sesuai bunyi Pasal 1 UU PTUN : “Penetapan tertulis yang berisi tindakan hukum tata usaha negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang bersifat kongkret, individu dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata”.

Berdasarkan bunyi pada pasal tersebut ada beberapa kriteria pada objek gugatan yang harus termuat yaitu:

a) Adanya penetapan tertulis

b) Berisi tindakan hukum tata usaha negara

(45)

42 c) Berdasarkan perundang-undangan

d) Bersifat konkret, individu dan final e) Menimbulkan akibat hukum d. Syarat-Syarat Dalam Gugatan

Pasal 56 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 menentukan:

1) Gugatan Harus Memuat

a) Nama, kewarganegaraan, tempat tinggal dan pekerjaan penggugat atau kuasanya, jika badan hukum maka nama badan hukum, tempat kedudukan badan hukum dan dasar berdirinya badan hukum serta yang berhak bertindak dalam badan hukum tersebut disebutkan.

b) Nama, jabatan tergugat dan tempat tinggalnya

c) Dasar-dasar gugatan dan hal yang diminta untuk diputuskan oleh pengadilan

2) Apabila gugatan dibuat dan ditandatangani oleh seorang kuasa penggugat, maka gugatan harus disertai surat kuasa yang sah.

3) Gugatan sedapat mungkin juga disertai keputusan tata usaha negara disertakan oleh penggugat

Syarat-syarat gugatan untuk sengketa TUN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) di atas, untuk perkara perdata di dalam HIR atau RBg tidak ada ketentuannya, sehingga terpaksa syarat-syarat gugatan untuk perkara perdata berpedoman pada ketentuan sebagaimana dimaksud dalam

(46)

43 Pasal 8 angka 3 Rv. Dari ketentuan yang terdapat dalam Pasal 56 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 dapat diketahui bahwa syarat-syarat yang harus dimuat dalam surat gugatan adalah sebagai berikut:

a) Identitas Diri (1) Penggugat (2) Tergugat

b) Dasar Gugatan (fundamentum petendi, posita atau dalil gugatan)

c) Hal yang diminta untuk diputuskan oleh pengadilan (petitum)

e. Alat dan Bahan Praktikum

1) Deskripsi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara berdasarkan contoh identifikasi Pengadilan Tata Usaha Negara

2) Lembar Kerja Praktikum (disediakan oleh instruktur jika pengerjaan dengan tulis tangan.

f. Tugas Praktikum

1) Presentasi Surat Kuasa 2) Evaluasi/Review

3) Overview Elemen Surat Gugatan

4) Overview Teknik Menyusun Surat Gugatan

5) Penugasan Kelompok Membuat Surat Gugatan berdasarkan kasus TUN yang ada.

(47)

44 3. Materi Praktikum III : Jawaban Gugatan (dalam Eksepsi dan

dalam Pokok Perkara

a. Pengertian Jawaban Gugatan

Ketentuan pada Pasal 74 UU PTUN pada dasarnya memberi kesempatan kepada tergugat untuk mengajukan jawaban atas gugatan berikut memberikan penjelasan tentang jawaban tersebut. Jawaban tergugat umumnya berisi tangkisan terhadap gugatan penggugat. Jawaban tergugat terdiri dari dua bentuk yaitu:

(a) jawaban eksepsi, (b) jawaban atas pokok perkara.

1) Jawaban Eksepsi

Eksepsi adalah tangkisan hal-hal di luar dari pokok perkara, sehingga gugatan dinyatakan tidak dapat diterima.

Eksepsi dalam perkara TUN diatur dalam Pasal 77 UU PTUN yaitu:

a) Eksepsi tentang kewenangan mengadili atau kompetensi absolut

b) Eksepsi tentang kewenangan relatif

c) Eksepsi lain-lain, selain tentang kewenangan absolut dan relatif.

2) Jawaban Tanpa Eksepsi

Setelah mengemukakan eksepsi (tangkisan), selanjutnya disampaikan jawaban terhadap pokok permasalahan yang

(48)

45 diajukan oleh penggugat. Adapun, secara umum satu jawaban biasanya berisikan:

a) Bantahan

b) Pengakuan/pembenaaran c) Fakta-fakta lain.

b. Unsur-Unsur Jawaban Gugatan

1) Tempat, tanggal, bulan dan tahun pembuatan jawaban gugatan 2) Pejabat dan Lembaga atau Instansi yang dituju (Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara cq. Majelis Hakim Pemeriksa Perkara…)

3) Perihal;

4) Identitas Para Pihak (jika para pihak diwakili kuasa hukum dijelaskan kuasanya)

5) Dalam Eksepsi

6) Dalam Pokok Perkara (berisi tentang uraian/ulasan, sanggahan/penolakan dalil-dalil/posita gugatan dengan disertai argumentasinya)

7) Permohonan/Petitum 8) Penutup

9) Tempat, tanggal, bulan dan tahun pembuatan jawaban gugatan 10) Tanda tangan dan nama terang tergugat atau kuasa hukumnya

(tanpa materai)

(49)

46 c. Contoh Format Jawaban Gugatan

Tempat, tanggal pembuatan

Kepada Yth.

Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Nomo:…/G/../PTUN-…

Pengadilan Tata Usaha Negara……….

Jalan……No…….

Di……..

Hal : Jawaban Gugatan Nomor….atas Surat Keputusan Nomor………..

Tertanggal 23 Maret 1994 tentang Kutipan akta kelahiran atas nama

…..yang dikeluarkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan

Sipil…...

Dengan Hormat,

Yang Bertanda tangan dibawah ini:

Identitas Diri (Nama, pekerjaan/jabatan, kewarganegaraan, dan tempat tinggal)

Dengan ini memberikan kuasa kepada :

1) Identitas Diri (Nama, pekerjaan/jabatan, kewarganegaraan, dan tempat tinggal)

(50)

47 2) Identitas Diri (Nama, pekerjaan/jabatan, kewarganegaraan, dan

tempat tinggal)

Melalui surat ini hendak menyampaikan jawaban atas Gugatan Dalam Sengketa Tata Usaha Negara dari Penggugat sebagai berikut (Tergugat dengan ini menyampaikan Eksepsi dan Jawaban sebagai berikut):

I. Tentang Eksepsi

A. Eksepsi Absolut (kalau ada) B. Eksepsi Relatif (uraikan)

1. Kadaluwarsa (uraikan)

2. Guagatan nebis in idem (uraikan) 3. Dan lain-lain (uraikan)

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas mohon PTUN menyatakan diri tidak berwenang mengadili perkara ini (kalau menyangkut eksepsi absolut) dan karenanya/atau menyatakan gugatan tidak dapat diterima.

II. Tentang Pokok Perkara

a. Bahwa tergugat dengan ini membantah seluruh dalil- dalil gugatan penggugat, kecuali atas hal-hal yang secara tegas diakui oleh tergugat dalam jawaban ini.

b. Bahwa hal-hal yang telah dikemukakan dalam eksepsi, secara mutatis mutandis juga masuk kedalam jawaban

(51)

48 terhadap pokok perkara, sehingga tidak perlu diulangi lagi.

c. Bahwa…(dan seterusnya) merupakan bantahan terhadap dalil-dalil gugatan penggugat poin demi poin.

III. Kesimpulan

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas mohon majelis hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini yang memberikan putusan yang amarnya menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima.

Hormat Kami / Saya

(Tergugat/Kuasa Hukumny (...)

d. Alat dan Bahan Praktikum

1) Deskripsi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara berdasarkan contoh identifikasi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara 2) Lembar Kerja Praktikum (disediakan oleh instruktur jika

pengerjaan dengan tulis tangan).

e. Tugas Praktikum

1) Presentasi Surat Gugatan 2) Evaluasi/Review

3) Overview Teknik Menyusun Jawaban 4) Penugasan Membuat Jawaban Gugatan

(52)

49 4. Materi Praktikum IV : Replik

a. Pengertian

Replik adalah surat yang berisi tanggapan atau sanggahan dari penggugat (konvensi) atas jawaban gugatan dari tergugat.

b. Unsur-Unsur Replik 1) Perihal;

2) Instansi atau Pejabat yang dituju;

3) Identitas Para Pihak;

4) Tanggapan dan/atau sanggahan dari Penggugat atas jawaban gugatan dari Tergugat, dalam hal ini pada prinsipnya isinya adalah merupakan penegasan dari surat gugatan dan bantahan atau sanggahan terhadap jawaban gugatan yang disampaikan oleh Tergugat.

5) Permohonan;

Permohonan atau petitum dalam suatu replik pada umumnya berisi tentang penolakan atas dalil-dalil dan permohonan/petitum yang diajukan penggugat dalam gugatan.

6) Penutup;

7) Tempat, tanggal, bulan dan tahun pembuatan Replik;

8) Tanda tangan dan nama terang penggugat konvensi atau kuasa hukumnya (tanpa materai)

(53)

50 c. Alat dan Bahan Praktikum

1) Deskripsi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara berdasarkan identifikasi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara

2) Lembar Kerja Praktikum (disediakan oleh instruktur jika pengerjaan dengan tulis tangan).

d. Tugas Praktikum

1) Presentasi Jawaban Gugatan 2) Evaluasi/Review

3) Overview Teknik Membuat Replik 4) Penugasan Membuat Replik

5. Materi Praktikum V : Duplik a. Pengertian

Duplik adalah surat yang berisi tanggapan atau sanggahan dari Tergugat atas Replik yang diajukan oleh Penggugat.

b. Unsur-Unsur Duplik 1) Perihal;

2) Instansi atau Pejabat yang dituju;

3) Identitas Para Pihak;

4) Tanggapan dan/atau sanggahan dari Tergugat atas Replik yang diajukan oleh Pengugat, dalam hal ini pada prinsipnya isinya adalah merupakan penegasan dari jawaban gugatan dan

(54)

51 bantahan atau sanggahan terhadap Replik yang disampaikan oleh Penggugat.

5) Permohonan;

Permohonan dalam suatu Duplik pada prinsipnya memuat penolakan dalil-dalil dan permohonan/petitum yang termuat baik dalam gugatan maupun Replik yang diajukan oleh Penggugat, serta permohonan untuk mempertahankan dalil- dalil permohonan yang sudah diajukan dalam jawaban dan/atau gugatan rekonvensi (apabila ada)

6) Penutup;

7) Tempat, tanggal, bulan dan tahun pembuatan Duplik;

8) Tanda tangan dan nama terang tergugat atau kuasa hukumnya (tanpa materai)

c. Alat dan Bahan Praktikum

1) Deskripsi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara berdasarkan identifikasi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara.

2) Lembar Kerja Praktikum (disediakan oleh instruktur jika pengerjaan dengan tulis tangan).

d. Tugas Paraktikum 1) Presentasi Replik 2) Evaluasi/Review

3) Overview Teknik Membuat Duplik 4) Penugasan Membuat Duplik

(55)

52 6. Materi Praktikum VI : Pembuktian (Format Pengajuan Bukti

Tertulis) a. Pengertian

Pembuktian berasal dari kata “Bukti” yang berarti fakta yang dikemukakan di persidangan untuk mendukung dalil-dalil gugatan Penggugat atau dalil-dalil bantahan tergugat atau untuk membantah keterangan pihak lawan. Dalam arti luas membuktikan adalah suatu upaya meyakinkan hakim kebenaran dalil atau posita yang di kemukakan dalam suatu perkara yang pada hakikatnya mmpertimbangkan secara kemasyarakatan mengapa dalil posita tertentu dianggap benar.

Tujuan dari pembuktian adalah meyakinkan hakim akan peristiwa-peristiwa tertentu. Hal ini dilakukan secara langsung oleh hakim dengan menetapkan hukum suatu peristiwa, mengkualifikasikannya dan kemudian membuktikannya.

b. Macam-Macam Alat Bukti

Alat Bukti dalam PTUN diatur dalam Pasal 100 UU PTUN, yaitu:

1) Alat Bukti ialah:

a) Surat atau tulisan b) Keterangan ahli c) Keterangan saksi d) Pengakuan para pihak

(56)

53 e) Pengetahuan hakim.

2) Keadaan yang telah diketahui oleh umum tidak perlu dibuktikan.

c. Alat dan Bahan Praktikum

1) Deskripsi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara berdasarkan identifikasi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara.

2) Lembar Kerja Praktikum (disediakan oleh instruktur jika pengerjaan dengan tulis tangan).

d. Tugas Praktikum 1) Presentasi Duplik

2) Evaluasi/Review dari tugas yang dikerjakan mahasiswa/i 3) Overview tentang Pembuktian

4) Penugasan Membuat Pengantar Alat Bukti

7. Materi Praktikum VII : Kesimpulan a. Pengertian

Setelah acara jawab menjawab dan pembuktian selesai, kepada para pihak di berikan kesempatan untuk menyampaikan konklusi (kesimpulan) di akhir persidangan, namun demikian kesimpulan ini bukanlah merupakan suatu keharusan bagi para pihak. Menurut Pasal 97 ayat (1) UU PTUN, bahwa konklusi disusun dalam bentuk kesimpulan dari masing-masing pihak, secara sistematis mulai dari Eksepsi, tentang pokok perkara,

(57)

54 tentang pembuktian yang kemudian di tutup dalam kesimpulan apakah gugatan terbukti atau tidak. Dalam konklusi juga ada kesempatan dari masing-masing pihak untuk menyampaikan pendapatnya yang terakhir tentang perkara.

b. Unsur-Unsur Kesimpulan 1) Perihal dan nomor perkara;

2) Pejabat dan Instansi yang di tuju 3) Identitas para pihak

4) Butir-butir kesimpulan

a) Posedur beracara yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku (apabila ada)

b) Dalil-dalil posita (baik dalam konvensi maupun dalam rekonvensi) yang sangat prinsip dan dapat menjamin kepentingan/hak dari pihak yang mengajukan;

c) Penilaian tentang bukti-bukti yang telah terungkap dalam persidangan.

5) Permohonan/petitum

Dalam hal ini tidak perlu menyebutkan secara rinci lagi dari keseluruhan petitum sebagaimana dalam gugatan atau jawaban gugatan, replik atau duplik apabila tidak terdapat perubahan tuntutan, sehingga tidak terjadi pengulangan akan tetapi hanya bersifat mempertegas dari tuntutan-tuntutan yang pernah dikemukakan/diajukan sebelumnya.

(58)

55 6) Tempat, hari, tanggal, bulan dan tahun pembuatan kesimpulan;

7) Tanda tangan dan nama terang yang mengajukan kesimpulan atau kuasa hukumnya (tanpa materai).

c. Contoh Format Kesimpulan (konklusi)

KESIMPULAN PENGGUGAT/TERGUGAT DALAM PERKARA NOMOR……….

ANTARA

……….

MELAWAN

………

Tempat, tanggal pembuatan

Hal: Kesimpulan Penggugat/Tergugat

Kepada Yth.

Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Nomor:…/G/../PTUN-…

Pengadilan Tata Usaha Negara……….

Jalan……No…….

Di……..

Dengan Hormat,

(Identitas Penggugat/Tergugat beserta Kuasa Hukumnya jika ada) Penggugat/ Tergugat dengan ini menyampaikan konklusi sebagai berikut:

(59)

56 1) Tentang Eksepsi

(Di sini masing-masing pihak membuat kesimpulan/konklusi tentang eksepsi, artinya apakah eksepsi tersebut terbukti atau tidak terbukti/ kalau terbukti apa dasarnya? Kalau tidak terbukti apa dasarnya? Ini harus diuraikan secara singkat dan jelas)

2) Tentang Jawab Menjawab

(Berdasarkan jawab menjawab yang dilakukan, uraikan hal-hal yang dapat dibuktikan secara jelas, tegas dan apa dasar hukumnya masing-masing)

3) Tentang Alat Bukti A. Bukti Tertulis B. Bukti Saksi 4) Lain-Lain

(Maksudnya kalau ada bukti-bukti lainnya, maka itu dibahas secara perinci, jelas, dan singkat. Misalnya hasil sidang lapangan, dan lain-lain).

5) Kesimpulan

6) (Berdasarkan poin I, II, III dan IV hal apa yang terjadi terbukti dan hal-hal yang tidak terbukti).

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas mohon majelis hakim yang terhormat mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya (penggugat). Atau menolak gugatan penggugat

(60)

57 untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima (tergugat).

Hormat Kami / Saya

(Tergugat/Kuasa Hukumnya)

(...)

d. Alat dan Bahan Praktikum

1) Deskripsi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara berdasarkan identifikasi kasus Pengadilan Tata Usaha Negara.

2) Lembar Kerja Praktikum (disediakan oleh instruktur jika pengerjaan dengan tulis tangan).

e. Tugas Praktikum 1) Presentasi Alat Bukti 2) Evaluasi/Review

3) Overview Teknik Membuat Kesimpulan 4) Penugasan Membuat Kesimpulan

(61)

58 DAFTAR PUSTAKA

W. Riawan Tjandra, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Yogyakarta, Universitas Atma Jaya, 2002.

A. Siti Soetami, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Refika Aditama, Bandung,2011.

R. Wiyono, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Sinar Grafika, Jakarta, 2013.

R.O.B. Siringoringo dan Kawan-kawan, Menjawab Permasalahan Teori dan Praktik Peradilan Tata Usaha Negara, Ghalia Indonesia, Bogor, 2011.

Titik Triwulan T, Hukum Tata Usaha Negara dan HukumAcara Peradilan Tata Usaha Negara Indonesia, Kencana, Jakarta, 2014.

Yuslim, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Sinar Grafika, Jakarta, 2015.

Zairin Harahap, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Rajagrafindo Persada, Jakarta,2014.

Referensi

Dokumen terkait

(2) Dalam hal 4 (empat) bulan setelah putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud path ayat (1) dikrimkan, tergugat tidak

Hakim Ketua : Setelah mendengar gugatan yang telah dibacakan dan atas keberatan pihak tergugat , Maka untuk menunggu pihak tergugat mempersiapkan jawaban atau esepsinya atas

 Jika tdk berkedudukan di daerah hkm Jika tdk berkedudukan di daerah hkm pengadilan penggugat, maka gugatan pengadilan penggugat, maka gugatan.. dpt diajukan kpd pengadilan

Alasan pengajuan gugatan di Peradilan TUN menurut Pasal 53 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1986 terdiri dari: a) Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan

Namun demikian, dalam acara  biasa  jawaban terhadap gugatan  tetap dibuka bagi  tergugat untuk melakukan eksepsi ( tangkisan ) 

Menangani sengketa TUN yang diberikan oleh Ketua Pengadilan TUN Pontianak atas perkara gugatan yang diajukan oleh orang atau badan hukum perdata denga mendengar,

Yang dimaksud dengan “sengketa Tata Usaha Negara” adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan Badan atau Pejabat Tata

Penggugat Tidak Hadir membahas tentang ketidakhadiran antara tergugat atau kuasa hukumnya dan penggugat atau kuasa hukumnya dalam persidangan mengenai tanggal tempat dan perihal lain