1
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi Pada Karyawan di PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga)
PENDAHULUAN Latar Belakang
Kepuasan kerja sangatlah penting karena para karyawan merupakan aset yang berharga bagi perusahaan yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan agar dapat memberikan kontribusikan yang optimal Wahab (2012). Selain itu, kepuasan kerja karyawan juga menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan perusahaan. Kaitan kepuasan kerja terhadap stres kerja ini terjadi melalui mekanisme ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan, adanya ketidakpuasan kerja akhirnya menimbulkan stres kerja. Ketidakpuasan kerja karyawan akan menimbulkan pengaruh yang tidak baik seperti meninggalkan perusahaan, termasuk mencari posisi baru dan mengundurkan diri.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah stres kerja.
Stres kerja merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh tuntutan fisik, lingkungan, dan situasi sosial pada tubuh seseorang yang sering ditandai dengan marah, emosi, tertekan, persaingan antar karyawan, situasi kerja yang tidak nyaman, fasilitas yang tidak memadai, kurangnya perhatian dari perusahaan terhadap karyawannya Waluyo (2013).
Purbaningrat (2015) menemukan adanya pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini berarti bahwa semakin rendah tingkat stres kerja karyawan maka akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Namun berbeda dengan penelitian Ananda (2014) yang menemukan bahwa stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.
Menurut Ananda (2014), karyawan merasa nyaman dengan pekerjaan yang dijalani saat ini meskipun berat adalah keinginan mereka yang sangat mengharapkan untuk mendapatkan insentif dan gaji yang diterima sangat guna menambah kebutuhan keluarga. Stres kerja merupakan dua hal yang tidak mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja. Namun kepuasan kerja akan diperoleh jika karyawan memberikan hasil kerja yang baik untuk perusahaan dengan karyawan-karyawan yang memiliki rasa tanggung jawab lebih besar terhadap perusahaan, sehingga stres kerja dan tidak akan tumbuh apabila setiap karyawan mampu mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
Berdasarkan perbedaan hasil penelitian Purbaningrat (2015) yang menemukan adanya pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja yang tidak sejalan dengan penelitian Ananda (2014) yang menemukan stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, maka
2
peneliti akan meneliti ulang penelitian tersebut dengan judul pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan.
Penelitian ini akan mengambil objek karyawan PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distributor rokok Djarum. Berdasarkan hasil wawancara dengan David (27 tahun) tanggal 21 Maret 2018 dibagian distribusi PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga juga tidak terlepas dari permasalahan stres kerja seperti karyawan dituntut untuk memenuhi target penjualan, karyawan merasa kecewa karena upah kerja yang diterima tidak sesuai dengan beban kerja. Selain itu berdasarkan wawancara awal dengan karyawan PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga, mengungkapkan bahwa karyawan merasa tidak puas karena jumlah gaji yang diterima tidak sesuai dengan beban kerja dan kurangnya komunikasi yang baik antara pimpinan dan karyawan.
Berdasarkan hal tersebut maka persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan di PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga.
Manfaat penelitian ini adalah:1) Manfaat teoritis, penelitian ini memberikan tambahan referensi khususnya dalam bidang sumber daya tentang pengaruh stres kerja karyawan terhadap kepuasan kerja karyawan. 2)Manfaat praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan menambah wawasan dan pengetahuan peneliti dalam bidang sumber daya manusia.
TINJAUAN PUSTAKA Stres Kerja
Menurut Handoko (2008) stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi proses berpikir, emosi, dan kondisi seseorang, hasilnya stres yang terlalu berlebihan dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan dan pada akhirnya akan mengganggu pelaksanaan tugasnya. Hasibuan (2014) menyatakan orang-orang yang mengalami stres menjadi gugup dan merasakan kekuatiran kronis sehingga mereka sering menjadi marah-marah, agresif, tidak dapat relaks, atau memperlihatkan sikap yang tidak kooperatif. Putra (2014) mendefinisikan stres kerja adalah suatu kondisi karyawan yang mengalami tekanan dalam pekerjaan baik dari tugas, pimpinan dan lingkungan kerja tempat karyawan tersebut bekerja. Rini (2010) stres kerja dapat dikaitkan dengan kendala dan tuntutan, kendala adalah kekuatan yang mencegah seseorang untuk mengerjakan apa yang
3
diinginkan sedangkan tuntutan mengacu pada hilangnya sesuatu yang diinginkan, jadi karyawan akan mengalami stres karena menghadapi peluang, kendala, dan tuntutan.
Berdasarkan uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa, stres kerja adalah situasi yang dialami oleh seorang karyawan yang dapat memberikan tekanan dalam menjalankan pekerjaan, sehingga mempengaruhi pola berpikir, kondisi seseorang, dan emosi.
Menurut Robbins (2008), ada beberapa indikator stres kerja, yang dialami oleh karyawan yaitu terdiri dari stres fisik dan non fisik sebagai berikut:
1) Adanya pekerjaan yang dirasa berat oleh karyawan.
2) Adanya kecemasan jika pekerjaan belum selesai.
3) Adanya ketegangan jika karyawan melakukan kesalahan.
4) Adanya keletihan yang berlebihan.
5) Detak jantung derdetak cepat.
6). Sering sakit kepala dalam bekerja.
7) Sering izin bekerja.
8) Berkurangnya selera makan.
9) Adanya rasa tidak percaya diri.
10) Mengalami penurunan berat badan 11) Hubungan rekan kerja
Kepuasan Kerja
Menurut Kreitner dan Kinicki (2001), kepuasan kerja adalah suatu efektifitas atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan. Robbins (2003), kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima. Menurut Hariandja (2005), kepuasan kerja adalah sejauh mana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya.
Menurut Hasibuan (2006), kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, disiplin, dan prestasi kerja.
Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi antara keduanya.
Menurut Mangkunegara (2007), kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya.
4
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual yang merupakan sikap dan perasaan seseorang yang timbul berdasarkan penilaian terhadap situasi kerja dan apa yang diperoleh dari pekerjaannya.
Menurut Yuwono (2005), ada beberapa indikator kepuasan kerja seperti:
1) Kebijakan perusahaan 2) Pengawasan
3) Gaji yang sesuai
4) Hubungan antar manusia 5) Kondisi kerja
6) Pekerjaan itu sendiri 7) Pencapaian
8) Pengakuan 9) Tanggung jawab
10) Kesempatan untuk promosi
Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja
Stres kerja dapat timbul sebagai akibat tekanan atau ketegangan yang bersumber dari ketidakselarasan antara seseorang dengan lingkungannya. Dengan kata lain, apabila sarana dan tuntutan tugas tidak selaras dengan kebutuhan dan kemampuan seseorang maka akan mengalami stres kerja. Menurut Robbins (2008) stres dapat menyebabkan ketidakpuasan kerja, stres yang berkaitan dengan pekerjaan dapat mengakibatkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaannya. Hal senada diungkapkan oleh Hariandja (2002) yang berpendapat bahwa, stres menjadi masalah yang penting karena situasi itu dapat mempengaruhi kepuasan kerja, sehingga perlu penanganan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
Stres kerja dan kepuasan kerja saling berhubungan seperti yang dikemukakan Robbins (2008) dan Hariandja (2002), bahwa salah satu dampak stres secara psikologis dapat menurunkan kepuasan kerja karyawan. Stres yang dikaitkan dengan pekerjaan menimbulkan ketidakpuasan yang berkaitan dengan pekerjaan dan memang itulah efek psikologis yang paling sederhana dan paling jelas dari stres kerja terhadap kepuasan kerja.
Menurut Siagian (2004) melalui pendekatan organisasional bahwa sumber-sumber stres kerja yang disebabkan akibat adanya aktivitas organisasi yang ingin mencapai sasaran dan tujuan sesuai ketetapan dengan mengerahkan segala tenaga, kemampuan dan waktu karyawan, situasi demikian akan menimbulkan stres pada karyawan sehingga tidak mendatangkan kepuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan. Penelitian Purbaningrat (2015)
5
menemukan adanya pengaruh negatif stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini berarti bahwa semakin rendah tingkat stres karyawan maka akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Namun menurut Dhania (2010) dan Ananda (2014) yang menemukan bahwa stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini karena karyawan merasa nyaman dengan pekerjaan yang dijalani saat ini meskipun berat adalah keinginan mereka yang sangat mengharapkan untuk mendapatkan insentif dan gaji yang diterima sangat guna menambah kebutuhan keluarga.
Berdasarkan pendapat para ahli sebagaimana diungkapkan di atas, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja.
Hipotesis yang dapat diajukan:
Ho : stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.
Ha : stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.
Model Penelitian
Gambar 1 Model Penelitian
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksplanasi, yaitu jenis penelitian dimana variabel-variabel yang ada dalam penelitian ini diolah dan hasilnya dijelaskan secara jelas mengenai pengaruh antara masing-masing variabel.
Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah karyawan PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga yang berjumlah 54 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Menurut Sugiyono (2005) metode saturation sampling yaitu semua anggota populasi dapat dijadikan sebagai sampel. Berdasarkan definisi tersebut, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga yang berjumlah 54 orang.
Kepuasan Kerja Stres Kerja
6 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yaitu memberikan kuesioner kepada karyawan PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga. Kuesioner yang diajukan untuk responden merupakan pertanyaan tertutup, dimana responden hanya memilih alternatif jawaban yang tersedia pada kuesioner SkalaPengukuran
Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Dalam penelitian ini variabel diukur dengan lima kategori derajat persetujuan yaitu:
1 = Sangat tidak setuju (STS) 2 = Tidak setuju (TS)
3 = Ragu-ragu (R) 4 = Setuju (S)
5 = Sangat setuju (SS)
Indikator Empirik Konsep Definisi
Konsep Indikator Empirik Pernyataan Stres
kerja
Situasi yang dialami oleh seorang
karyawan yang dapat memberikan tekanan dalam menjalankan pekerjaan, sehingga mempengaruhi pola berpikir, kondisi
seseorang, dan emosi
Handoko, (2008).
Hasubuan, (2014). Putra, (2014). Rini, (2010)
1) Mudah emosi.
2) Mudah cemas.
3) Ketegangan dalam bekerja 4) Mudah letih.
5) Detak jantung berdetak cepat.
6) Sering sakit kepala.
7) Sering izin bekerja.
8) Berkurangnya selera makan.
9) Adanya rasa tidak percaya diri.
10) Mengalami penurunan berat badan
11) Hubungan rekan kerja.
Sumber: Robbins (2008)
1) Pekerjaan yang berat cendrung membuat saya mudah emosi kepada rekan kerja.
2) Saya mudah cemas apabila pekerjaan yang saya lakukan belum selesai.
3) Saya cendrung tegang apabila melakukan kesalahan dalam bekerja.
4) Apabila saya melakukan pekerjaan yang banyak maka saya mudah letih.
5) Akhir-akhir ini jantung saya berdetak cepat dalam melakukan pekerjaan yang banyak.
6) Karena terlalu banyak berpikir untuk melakukan pekerjaan maka saya sering sakit kepala.
7) Karena beban kerja yang berat, hal itu membuat saya banyak izin untuk tidak masuk kerja.
8) Belakangan ini saya tidak selera makan karena
7
memikirkan pekerjaan yang banyak.
9) Saya cendrung tidak percaya diri dalam bergaul dengan rekan kerja saya karena jenis pekerjaan saya yang tidak sesuai dengan kemampuan saya.
10) Dalam melakukan pekerjaan yang berat maka cendrung membuat berat badan saya menurun.
11) Saya memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja sehingga tidak ada hal-hal yang membuat saya terasing dari rekan kerja.
Purbaningrat, (2015) Kepuasan
Kerja
Merupakan hal yang bersifat
individual yang merupakan sikap dan perasaan seseorang yang timbul berdasarkan penilaian terhadap situasi kerja dan apa yang diperoleh dari pekerjaannya.
Sumber:
Kreitner dan Kinicki
(2001), Robbins (2003), Hariandja (2005), Hasibuan (2006),
Mangkunegara (2007),
1) Kebijakan perusahaan.
2) Pengawasan.
3) Gaji yang sesuai.
4) Hubungan antar manusia.
5) Kondisi kerja.
6) Pekerjaan itu sendiri.
7) Pencapaian.
8) Pengakuan.
9) Tanggung jawab.
10) Kesempatan untuk promosi.
Sumber: Yuwono (2005),
1) Peraturan-peraturan dalam perusahaan yang diterapkan tidak memberatkan karyawan.
2) Atasan dalam menegakkan disiplin sangat tegas.
3) Sistem pemberian gaji di tempat saya bekerja sudah sesuai.
4) Suasana kekeluargaan dalam kerja terbina dengan baik.
5) Kondisi penerangan (lampu/cahaya) diruangan tempat kerja saya sudah baik.
6) Tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan saya.
7) Prestasi yang sudah saya capai sesuai dengan keinginan saya.
8) Saya mendapatkan
penghargaan atas prestasi yang saya raih.
9) Saya menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik.
10) Kebijakan promosi (kenaikan pangkat/atau jabatan) di tempat kerja saya sudah sesuai.
Yuwono (2005),
8 Uji Validitas
Pengujian validitas terhadap semua variabel dapat dilihat dengan r hitung > r tabel dan a = 0.05 sehingga di dapat r tabel senilai 0.254. Berdasarkan uji validitas semua alat ukur dinyatakan valid dan selanjutnya dapat digunakan untuk pengambilan data dalam penelitian ini. Hasil lebih dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Variabel No.Item r.Hitung r. Tabel Keterangan Stres
Kerja
Stres Kerja 1 0.622
0,254
Valid
Stres Kerja 2 0.409 Valid
Stres Kerja 3 0.916 Valid
Stres Kerja 4 0.668 Valid
Stres Kerja 5 0.843 Valid
Stres Kerja 6 0.399 Valid
Stres Kerja 7 0.782 Valid
Stres Kerja 8 0.822 Valid
Stres Kerja 9 0.674 Valid
Stres Kerja 10 0.698 Valid
Stres Kerja 11 0.638 Valid
Variabel No.Item r.Hitung r. Tabel Keterangan Kepuasan
Kerja
Kepuasan Kerja 1 0.465
0,254
Valid
Kepuasan Kerja 2 0.947 Valid
Kepuasan Kerja 3 0.625 Valid
Kepuasan Kerja 4 0.906 Valid
Kepuasan Kerja 5 0.430 Valid
Kepuasan Kerja 6 0.801 Valid
Kepuasan Kerja 7 0.832 Valid
Kepuasan Kerja 8 0.826 Valid
Kepuasan Kerja 9 0.686 Valid
Kepuasan Kerja 10 0.642 Valid
Sumber: Hasil olahan data SPSS
Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas terhadap semua variabel dapat dilihat dengan Alpha >0,6 diketahui alat ukur stres kerja ditunjukkan dengan angka 0,709, kepuasan pekerjaan ditunjukkan dengan angka 0,718, yang mana kesemua nilai alpha >0,6. Sehingga dapat disimpulkan semua variabel dinyatakan reliabel dan selanjutnya dapat digunakan untuk pengambilan data dalam penelitian ini.
9 Uji Normalitas
Uji normalitas diperoleh nilai signifikansi 0,258 yang lebih besar dari 0,05 sehingga data dikatakan normal.
Unstandardiz ed Residual
N 43
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 3.17287830 Most Extreme
Differences
Absolute .194
Positive .194
Negative -.081
Kolmogorov-Smirnov Z 1.874
Asymp. Sig. (2-tailed) .258
Uji Heteroskedastisitas
Sementara itu uji heteroskedatisitas diperoleh nilai signifikansi dari keseluruhan variabel stres kerja dan kepuasan kerja memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yang artinya data tidak ada masalah heteroskedastisitas.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -4.491 1.916 -2.344 .212
STRES
KERJA .168 .045 .366 3.754 .067
a. Dependent Variable: SBRESID Uji regresi sederhana
Model persamaan regresi yang digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah:
Y = a + b1X1 Dimana :
Y : Kepuasan kerja karyawan X1 : Stres kerja
a : Konstanta
b : Koefesien regresi
10
Selanjutnya dengan menggunakan SPSS 17.0 for Windows, akan dihasilkan output regresi yang akan dijelaskan mengenai: R square (R2) yaitu seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen.Uji t, uji signifikansi apakah variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan p-value dengan tingkat signifikansi. Jika p-value lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis diterima demikian sebaliknya.
11 HASIL PENELITIAN
Sejarah Singkat Perusahaan
PT Sumber Cipta Multiniaga adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi rokok kretek terkemuka di Indonesia dan berkualitas seperti Djarum Super, Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Black, Djarum Black Cappucino, Djarum Black Menthol, LA Menthol, LA Lights dan sebagainya yang telah dijual di berbagai negara dan diterima dengan sangat baik. Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Martin Basuki Hartono dan Bapak Roberto Setiabudi Hartono, pada 27 April 2009 berdasarkan akta notaris nomor 104 yang dibuat dihadapan notaris Eliwati Tjitra, S. H di Jakarta Barat. Perusahaan ini bertempat di Jl K.S Tubun 2C no 11 Jakarta Barat dengan nomor telepon 021- 5346619 dan fax 021- 5346615.
Visi : Menjadi yang terbesar dalam nilai penjualan dan profitabilitas di industri rokok Indonesia.
Misi : Kami hadir untuk memuaskan kebutuhan merokok para perokok.
(Sumber: PT Sumber Cipta Multiniaga)
Profil Responden
Jumlah kuesioner yang dibagikan ke responden sebanyak 54 kuesioner. Namun hanya 43 kuesioner yang dapat diolah, hal ini dikarenakan 6 kuesioner belum terisi karena karyawan sedang tugas keluar kota karena pekerjaan sales dan 5 kuesioner tidak terisi dengan lengkap.
Berikut tabel yang menyajikan, profil responden berdasarkan usia, pendidikan terakhir dan lama bekerja.
Tabel
Profil Responden Berdasarkan Usia Usia Responden Jumlah Persentase Usia 20 tahun - 30 tahun 25 58.14%
Usia 31 tahun - 40 tahun 11 25.58%
Usia diatas 40 tahun 7 16.28%
Total 43 100.00%
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, usia responden sebagian besar berusia 20 tahun sampai 30 tahun sebanyak 25 orang atau sebesar 58,14%. Responden dengan usia 31 tahun – 40 tahun sebanyak 11 orang atau sebesar 25,58%. Sedangkan responden yang berusia diatas 40 tahun hanya sebanyak 7 orang atau sebesar 16,28%.
12 Tabel
Profil Responden Berdasarlan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase
SD 4 9.30%
SMP 1 2.33%
SMA 14 32.56%
Diploma 3 6.98%
Sarjana 21 48.84%
Total 43 100.00%
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar responden berpendidikan terakhir adalah sarjana sebanyak 21 orang atau sebanyak 48,98%, responden dengan pendidikan terakhir SMA sebanyak 14 orang atau sebesar 32,56 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan di PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga minimal adalah lulusan SMA keatas.
Tabel
Profil Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Jumlah Persentase 1 tahun - 3 tahun 12 27.91%
> 3 tahun 31 72.09%
Total 43 100.00%
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar responden telah bekerja di PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga lebih dari tiga tahun sebanyak 31 orang atau sebesar 72,09%. Kemudian telah bekerja selama 1 tahun sampai dengan 3 tahun sebanyak 12 orang atau sebesar 27,91%.
Uji Hipotesis
Untuk mengetahui hasil dari pengaruh stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan diketahui hasilnya sebagai berikut:
Tabel
Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .397a .474 .481 3.190
13
Model Summaryb Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .397a .474 .481 3.190
a. Predictors: (Constant), STRES KERJA b. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
Nilai R square 0,474 yang berarti sebesar 47,40 % dari model penelitian ini dijelaskan oleh variabel yang diteliti dan sisanya oleh variabel lain diluar model penelitian.
Tabel Uji t Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 22.553 3.875 5.819 .000
STRES KERJA -.483 .091 .397 - 4.123 .018
a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat dijadikan persamaan sebagai berikut:
Kepuasan Kerja = 22,553 – 0,483 Stres Kerja +e
Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh negatif stres kerja terhadap kepuasan kerja, jika stres kerja karyawan turun sebesar 48,30 % maka kepuasan kerja karyawan akan naik sebesar 22,553. Berdasarkan nilai signifikansi CRM sebesar 0,000 < 0,05.
Berdasarkan data pada tersebut dapat dijelaskan nilai signifikansi stres kerja 0,018 <
0,05, dengan nilai koefisien sebesar -0,483 maka H1 diterima yang menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh negatif atas kepuasan kerja karyawan. Hal ini berarti bahwa semakin rendah tingkat stres kerja pada karyawan maka akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
14 Pembahasan
Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan. Hasil ini sejalan dengan Purbaningrat (2015) menemukan adanya pengaruh negatif stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini berarti bahwa semakin rendah tingkat stres karyawan maka akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Stres kerja dapat timbul sebagai akibat tekanan atau ketegangan yang bersumber dari ketidakselarasan antara seseorang dengan lingkungannya. Dengan kata lain, apabila sarana dan tuntutan tugas tidak selaras dengan kebutuhan dan kemampuan seseorang maka akan mengalami stres kerja. Menurut Robbins (2008) stres dapat menyebabkan ketidakpuasan kerja, stres yang berkaitan dengan pekerjaan dapat mengakibatkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaannya. Hal senada diungkapkan oleh Hariandja (2002) yang berpendapat bahwa, stres menjadi masalah yang penting karena situasi itu dapat mempengaruhi kepuasan kerja, sehingga perlu penanganan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Stres kerja dan kepuasan kerja saling berhubungan seperti yang dikemukakan Robbins (2008) dan Hariandja (2002), bahwa salah satu dampak stres secara psikologis dapat menurunkan kepuasan kerja karyawan. Stres yang dikaitkan dengan pekerjaan menimbulkan ketidakpuasan yang berkaitan dengan pekerjaan dan memang itulah efek psikologis yang paling sederhana dan paling jelas dari stres kerja terhadap kepuasan kerja.
Kepuasan kerja sangatlah penting karena para karyawan merupakan aset yang berharga bagi perusahaan yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan agar dapat memberikan kontribusikan yang optimal Wahab (2012). Selain itu, kepuasan kerja karyawan juga menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan perusahaan. Kaitan kepuasan kerja terhadap stres kerja ini terjadi melalui mekanisme ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan, adanya ketidakpuasan kerja akhirnya menimbulkan stres kerja. Ketidakpuasan kerja karyawan akan menimbulkan pengaruh yang tidak baik seperti meninggalkan perusahaan, termasuk mencari posisi baru dan mengundurkan diri.
Kurangnya kepuasan bisa menjadi sumber stres, sementara kepuasan yang tinggi dapat meringankan efek stres, itu berarti bahwa stres dan kepuasan kerja saling terkait Bhatti Robbins (2008). Stres kerja dan kepuasan kerja saling berhubungan seperti yang dikemukakan Robbins, bahwa salah satu dampak stres secara psikologis dapat menurunkan kepuasan kerja karyawan. Stres yang dikaitkan dengan pekerjaan menimbulkan ketidakpuasan yang berkaitan dengan pekerjaan dan memangitulah efek psikologis yang paling sederhana dan paling jelas dari stres kerja terhadap kepuasan kerja. Menurut Siagian (2004) melalui pendekatan organisasional bahwa sumber stres kerja yang disebabkan akibat
15
adanya aktivitas organisasi yang ingin mencapai sasaran dan tujuan sesuai ketetapan dengan mengerahkan segala tenaga, kemampuan dan waktu karyawan, situasi demikian akan menimbulkan stres pada karyawan sehingga tidak mendatangkan kepuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan.
16 PENUTUP
Kesimpulan
Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai signifikansi stres kerja 0,018 < 0,05, dengan nilai koefisien sebesar -0,483 maka H1 diterima yang menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh negatif atas kepuasan kerja karyawan. Hal ini berarti bahwa semakin rendah tingkat stres kerja pada karyawan maka akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan
Implikasi Teoritis
Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan. Hasil ini sejalan dengan Purbaningrat (2015) menemukan adanya pengaruh negatif stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan.
Implikasi Terapan
Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan. Stres kerja dapat timbul sebagai akibat tekanan atau ketegangan yang bersumber dari ketidakselarasan antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh sebab itu bagi pihak manajemen PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga untuk dapat mengurangi stres kerja karyawan dengan cara menyesuaikan beban kerja dengan gaji karyawan, dengan adanya gaji yang sesuai maka akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Keterbatasan dan Saran Penelitian Yang Akan Datang
Mengingat variabel bebas stres kerja dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi kepuasan kerja diharapkan hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian ini dengan mempertimbangkan variabel lain di luar variabel yang sudah masuk dalam penelitian ini.
17 Daftar Pustaka
Ananda 2014, Pengaruh Stress Kerja Dan Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja
Karyawan PT. Surya Teknik Anugerah Samarinda. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Dhania, D, R. 2010. Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi pada Medical Representatif di Kota Kudus). Skripsi. Fakultas Eknomika dan Bisbis.
IAIN: Kudus.
Ghozali, I. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (Edisi Ke 4).
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Handoko, T. H. 2008. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.Yogyakarta: BPFE Hariandja, M. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta; Grasindo.
Hasibuan, S. P. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta; Bumi Aksara
Kreitner, R and Kinicki, 2003. Organizational Behavior. Fifth Edition. Irwin McGraw-Hill.
Mangkunegara, A. 2007. Sumber Daya Manusi Perusahaan. Bandung; Remaja Rosda Karya.
Putra, 2014. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Intensi Meninggalkan Organisasi Pada Bank-Bank Milik Negara di Kota Tegal. Jurnal Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Vol 5 (7), h :1-9.
Purbaningrat, 2015. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 4, No. 5, 2015 : 1149-1165
Rini, 2002. Psikologi Masalah Stres. Jurnal Repistory Univetsitas Sumatera Utara. Vol VII, No 3, Ha32-41
Robbins, S,P, 2008. Perilaku Organisasi Edisi ke-12, Jakarta: Salemba Empat.
Siagian, S,P, 2004. Prinsip-prisip Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid I. Jakarta;
Binarupa Aksara.
Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
Wahab, R.B,2012. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Bank Mandiri. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.
Makasar.
Waluyo. 2013. Psikologi Industri. Jakarta; Akademia Permata
Yuwono, 2005. Psikologi Industri dan Organisasi. Surabaya : Universitas Airlangga.
Lampiran Kuesioner
18
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi Pada Karyawan di PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga)
KUESIONER
ELISABETH GRACIA PURNAWAN 212013044
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
2018
19 Dengan hormat,
Dengan ini saya Elisabeth Gracia Purnawan, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana yang sedang menulis skripsi dengan judul
“Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Pada Karyawan di PT Sumber Cipta Multiniaga Salatiga)”. Penulisan skripsi ini sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi UKSW. Sehubungan dengan hal tersebut, Penulis memohon kepada Mahasiswa/Mahasiswi berkenan dapat membantu saya dengan berpartisipasi mengisi kuisioner dibawah ini. Adapun semua data yang digunakan untuk kepentingan akademik dan bersifat rahasia.
Partisipasi saudara, sangat membantu dalam penyelesaian studi saya. Atas bantuan dan partisipasinya, saya ucapkan terimakasih.
.
Dosen Pembimbing, Hormat Saya,
Petrus Wijayanto,SE., M.M Elisabeth Gracia Purnawan
20 DATA RESPONDEN
1. Nama :………….. (boleh tidak menyebutkan)
2. Umur :………. tahun
3. Jenis Kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan
4. Pendidikan Terakhir : a. SMA b. Diploma c. Sarjana
PERNYATAAN INTI
Berilah tanda centang (√) Pada Jawaban Yang Sesuai Dengan Jawaban Anda STS = Sangat Tidak Setuju
TS = Tidak Setuju R = Ragu-ragu S = Setuju
SS = Sangat Setuju STRES KERJA
No Pernyataan STS TS R S SS
1 Pekerjaan yang berat cendrung membuat saya mudah marah kepada rekan kerja
2 Saya mudah cemas apabila pekerjaan yang saya lakukan belum selesai
3 Saya cendrung tegang apabila melakukan kesalahan dalam bekerja
4 Apabila saya melakukan pekerjaan yang banyak maka saya cepat merasa letih
5 Akhir-akhir ini jantung saya berdetak cepat dalam melakukan pekerjaan yang banyak
6 Karena terlalu banyak berpikir untuk melakukan pekerjaan maka saya sering sakit kepala
7 Karena beban kerja yang berat, hal itu membuat saya banyak izin untuk tidak masuk kerja
8 Belakangan ini saya tidak selera makan
21
karena memikirkan pekerjaan yang banyak
9 Saya cendrung tidak percaya diri dalam bergaul dengan rekan kerja saya karena jenis pekerjaan saya yang tidak sesuai dengan kemampuan saya
10 Dalam melakukan pekerjaan yang berat maka cendrung membuat berat badan saya menurun
11 Saya memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja sehingga tidak ada hal-hal yang membuat saya terasing dari rekan kerja
KEPUASAN KERJA
No Pernyataan STS TS R S SS
1 Peraturan-peraturan dalam perusahaan yang diterapkan tidak memberatkan karyawan 2 Atasan dalam menegakkan disiplin sangat
tegas
3 Sistem pemberian gaji di tempat saya bekerja sudah sesuai
4 Suasana kekeluargaan dalam kerja terbina dengan baik
5 Kondisi penerangan (lampu/cahaya) diruangan tempat kerja saya sudah baik 6 Tugas yang diberikan sesuai dengan
kemampuan saya
7 Prestasi yang sudah saya capai sesuai dengan keinginan saya
8 Saya mendapatkan penghargaan atas
22 prestasi yang saya raih
9 Saya menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik
10 Kebijakan promosi (kenaikan pangkat/atau jabatan) di tempat kerja saya sudah sesuai
23 INPUT DATA
NO Jenis Kelamin Usia Pendidikan Lama Bekerja
1 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun 2 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun 3 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun
4 Laki-laki Usia diatas 40 tahun Sarjana > 3 tahun
5 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana 1 tahun - 3 tahun 6 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun 7 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun Sarjana > 3 tahun
8 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SD > 3 tahun
9 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun
10 Laki-laki Usia diatas 40 tahun Sarjana 1 tahun - 3 tahun
11 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun Sarjana > 3 tahun 12 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun Sarjana > 3 tahun 13 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun
14 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMP 1 tahun - 3 tahun
15 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun SMA > 3 tahun
16 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun 17 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Diploma > 3 tahun
18 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun SMA > 3 tahun
19 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun Sarjana 1 tahun - 3 tahun 20 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun
21 Laki-laki Usia diatas 40 tahun SD > 3 tahun
22 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun SMA > 3 tahun
23 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMA > 3 tahun
24 Laki-laki Usia diatas 40 tahun SMA > 3 tahun
25 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMA 1 tahun - 3 tahun
26 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMA 1 tahun - 3 tahun
27 Laki-laki Usia diatas 40 tahun Sarjana 1 tahun - 3 tahun
28 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMA > 3 tahun
29 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun
30 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun SMA > 3 tahun
31 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Diploma > 3 tahun
32 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMA 1 tahun - 3 tahun
33 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun Sarjana > 3 tahun
34 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMA > 3 tahun
35 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Diploma 1 tahun - 3 tahun
36 Laki-laki Usia diatas 40 tahun SMA > 3 tahun
37 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun
38 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun SMA 1 tahun - 3 tahun
39 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana > 3 tahun 40 Laki-laki Usia 31 tahun - 40 tahun Sarjana 1 tahun - 3 tahun
41 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun SMA > 3 tahun
42 Laki-laki Usia diatas 40 tahun Sarjana > 3 tahun
43 Laki-laki Usia 20 tahun - 30 tahun Sarjana 1 tahun - 3 tahun
24
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 3 4 4 4 5 4 4 3 4 5 5
2 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4
3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 5
5 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 5
6 5 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4
7 4 4 4 4 5 4 5 3 4 3 4
8 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
9 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
10 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4
11 5 3 5 5 5 4 5 5 4 3 5
12 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
13 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
14 5 5 5 5 5 4 5 5 5 3 5
15 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4
16 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
17 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
18 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4
19 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5
20 5 3 5 5 5 4 5 5 4 5 5
21 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
22 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5
23 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4
24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
25 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
26 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5
27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
28 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5
29 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5
30 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
31 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5
32 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
33 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
34 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5
35 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5
36 5 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4
37 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4
38 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
39 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
40 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
41 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5
42 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
43 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
STRES KERJA No
25
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
2 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4
3 3 4 4 4 4 5 5 4 3 5
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5
5 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4
6 4 4 4 5 4 5 5 4 3 4
7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
8 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4
9 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4
10 4 5 5 5 4 5 3 4 3 5
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
12 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4
13 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5
14 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4
15 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
16 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4
17 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4
18 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5
19 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5
20 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5
21 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5
22 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4
23 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
24 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4
25 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5
26 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
27 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5
28 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5
29 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
30 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5
31 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
32 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4
33 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5
34 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5
35 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4
36 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4
37 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
38 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
39 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4
40 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5
41 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
42 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4
43 5 5 5 5 4 5 5 3 5 5
KEPUASAN KERJA No
26
UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS STRES KERJA
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 43 100.0
Excludeda 0 .0
Total 43 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.709 11
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
SK1 38.32 11.177 .622 .903
SK2 38.66 11.489 .409 .920
SK3 38.41 10.679 .916 .887
SK4 38.45 11.468 .668 .901
SK5 38.31 10.630 .843 .889
SK6 38.53 12.035 .399 .915
SK7 38.31 10.804 .782 .893
SK8 38.37 10.430 .822 .890
SK9 38.39 10.827 .674 .900
27 Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
SK1 38.32 11.177 .622 .903
SK2 38.66 11.489 .409 .920
SK3 38.41 10.679 .916 .887
SK4 38.45 11.468 .668 .901
SK5 38.31 10.630 .843 .889
SK6 38.53 12.035 .399 .915
SK7 38.31 10.804 .782 .893
SK8 38.37 10.430 .822 .890
SK9 38.39 10.827 .674 .900
SK10 38.26 10.976 .698 .898
SK11 38.29 10.752 .638 .841
UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS KEPUASAN KERJA
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 43 100.0
Excludeda 0 .0
Total 43 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
28 Cronbach's
Alpha N of Items
.718 10
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
Kk1 34.28 9.791 .465 .930
KK2 34.19 9.158 .947 .894
KK3 34.25 10.101 .625 .914
KK4 34.15 9.151 .906 .896
KK5 34.31 10.413 .430 .926
KK6 34.10 9.327 .801 .903
KK7 34.17 9.144 .832 .900
KK8 34.25 9.123 .826 .901
KK9 34.09 9.623 .686 .910
KK10 34.12 9.624 .642 .907
UJI NORMALITAS
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 43
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 3.17287830 Most Extreme
Differences
Absolute .194
Positive .194
Negative -.081
Kolmogorov-Smirnov Z 1.874
Asymp. Sig. (2-tailed) .258
a. Test distribution is Normal.
29
UJI MULTIKOLINEARITAS DAN UJI AUTOKORELASI Regression
Model
Variables Entered
Variables
Removed Method
1 STRES
KERJAa . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA Model Summaryb
Model Durbin-Watson
1 1.868a
a. Predictors:
(Constant), STRES KERJA
b. Dependent Variable:
KEPUASAN KERJA Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF
1 STRES
KERJ A
1.000 1.000 a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
Collinearity Diagnosticsa
Model
Dimensi
on Eigenvalue
Condition Index
Variance Proportions (Constant)
STRES KERJA
1 1 1.996 1.000 .00 .00
2 .004 23.387 1.00 1.00
a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
Residuals Statisticsa
30
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 37.11 41.21 38.47 1.371 93
Residual -4.836 6.895 .000 3.173 93
Std. Predicted Value -.998 1.995 .000 1.000 93
Std. Residual -1.516 2.161 .000 .995 93
a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
UJI HETEROSKEDASTISITAS Regression
Variables Entered/Removedb Model
Variables Entered
Variables
Removed Method
1 STRES
KERJAa . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: SBRESID
Model Summaryb Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .366a .134 .125 1.57698
a. Predictors: (Constant), STRES KERJA b. Dependent Variable: SBRESID
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 35.040 1 35.040 14.090 .078a
Residual 226.304 91 2.487
Total 261.344 92
a. Predictors: (Constant), STRES KERJA
b. Dependent Variable: SBRESID
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -4.491 1.916 -2.344 .212
31 STRES
KERJA .168 .045 .366 3.754 .067
a. Dependent Variable: SBRESID
Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 2.0580 3.9051 2.6737 .61714 93
Residual -1.95301 4.83699 .00000 1.56838 93
Std. Predicted Value -.998 1.995 .000 1.000 93
Std. Residual -1.238 3.067 .000 .995 93
a. Dependent Variable: SBRESID UJI REGRESI SEDERHANA Regression
Variables Entered/Removedb Model
Variables Entered
Variables
Removed Method
1 STRES
KERJAa . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
Model Summaryb Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .397a .474 .481 3.190
a. Predictors: (Constant), STRES KERJA b. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 173.004 1 173.004 16.998 .000a
Residual 926.178 91 10.178
Total 1099.183 92
a. Predictors: (Constant), STRES KERJA
b. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
32 Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 22.553 3.875 5.819 .000
STRES KERJA -.483 .091 .397 - 4.123 .018
a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 37.11 41.21 38.47 1.371 93
Residual -4.836 6.895 .000 3.173 93
Std. Predicted Value -.998 1.995 .000 1.000 93
Std. Residual -1.516 2.161 .000 .995 93
a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA
i