23
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 ALAT YANG DIGUNAKAN
3.1.1 Perangkat Keras
Pada penelitian ini, pengukuran dilakukan menggunakan perangkat nyata (real devices) sehingga diperlukan perangkat keras ataupun modul yang dapat menunjuang kegiatan penelitian ini.
3.1.1.1 Personal computer (PC)
Personal computer sebagai server berjumlah 5 unit dengan rincian, 3 unit PC dijadikan web server, 1 PC digunakan sebagai load balancing server, sementara 1 PC akan digunakan untuk Domain Name System (DNS). Spesifikasi hardware dari PC server ditunjukkan pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 Spesifikasi PC Server Processor Intel Core i3-4005U @ 1.70 GHz
RAM 4096 MB DDR3
Hardisk 500 GB 5200 RPM
NIC Realtek PCI-E GBE Family Controller
Personal computer client berjumlah 1 unit digunakan untuk mengirimkan beban traffic menuju server melalui jaringan yang dibuat, spesifikasi PC client ditunjukan seperti pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Spesifikasi PC Client
Processor Intel Core i5-3210M @ 2.50 GHz (4 CPUs)
RAM 8192 MB DDR3
Hardisk 640 GB 5200 RPM
NIC Atheros AR8152 PCI-E Fast Ethernet Controller
24 3.1.1.2 Router
Router digunakan untuk menghubungkan antara jaringan client dan jaringan server. Router yang digunakan berjumlah 2 unit, kedua router tersebut diberikan nama (hostname) router1, dan router2. Spesifikasi dari router yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.3 dibawah.
Tabel 3.3 Spesifikasi Router
Model WAN
Interface LAN Interface Cisco
881
10/100-Mbps Fast Ethernet
4-port 10/100 Mbps managed switch
3.1.1.3 Switch
Switch yang digunakan berjumlah 2 unit, kedua switch diberikan nama (hostname) masing-masing switch1 dan switch2. Switch dengan hostname switch1 digunakan untuk menghubungkan antara load balancing server, web server 1, web server 2, web server 3, DNS, dan router1. Switch dengan hostname switch2 digunakan menghubungkan client dengan router2 . Spesifikasi dari switch yang digunakan ditunjukan pada tabel 3.4 di bawah.
Tabel 3.4 Spesifikasi Switch Model Interface HP 1820-8G
Switch J9979A
8-port 10/100/1000
Mbps 3.1.1.4 Kabel UTP CAT 5
Untuk menghubungkan seluruh komponen dalam jaringan digunakan kabel UTP CAT5 dengan pengkabelan bertipe cross-over untuk menghubungkan antar perangkat yang berbeda dan tipe straight untuk menghubungkan antar perangkat yang sama.
25 3.1.2 Perangkat Lunak
3.1.2.1 Microsoft Windows 10 64-bit
Sistem operasi yang digunakan pada sisi client adalah Windows 10 Pro 64- bit, parameter yang dikonfigurasi dalam sistem operasi tersebut ditunjukan seperti pada tabel 3.5.
Tabel 3.5 Konfigurasi Sistem Operasi Windows 10 Pro 64-bit IP address Alamat identifikasi untuk tiap komputer host Netmask Pembeda network ID dengan host ID
Gateway Interface untuk menghubungkan jaringan yang berbeda
DNS server Alamat server yang membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address
3.1.2.2 Linux Ubuntu 16.04 LTS
Sistem operasi yang digunakan server (DNS, load balancing server, web server 1, web server 2, dan web server 3) adalah Linux Ubuntu 16.04 LTS.
Parameter yang dikonfigurasi pada sistem operasi tersebut ditunjukan seperti pada tabel 3.6.
Tabel 3.6 Konfigurasi Sistem Operasi Ubuntu 16.04 LTS 64-bit IP address Alamat identifikasi untuk tiap komputer host Netmask Pembeda network ID dengan host ID
Gateway Interface untuk menghubungkan jaringan yang berbeda
3.1.2.3 Apache 2
Apache 2 adalah program yang digunakan untuk menjalankan, melayani, dan memfungsikan situs web dalam komputer. Apache 2 digunakan pada 3 PC web server (web server 1, web server 2, dan web server 3). Parameter yang dikonfigurasi pada Apache 2 ditunjukan pada tabel 3.7.
Tabel 3.7 Konfigurasi Apache 2 Sites
Available Konfigurasi laman web yang sudah siap Site Enabled Konfigurasi laman web yang diaktifkan
26 3.1.2.4 Bind 9
Bind 9 adalah program digunakan untuk mengubah alamat IP address menjadi alamat domain. Pada sistem ini Bind 9 digunakan pada 1 unit PC Domain Name System (DNS). Terdapat beberapa parameter yang dikonfigurasi, seperti yang ditunjukan pada tabel 3.8.
Tabel 3.8 Konfigurasi Bind 9 Forward-mapping
zone
Memetakan nama domain ke dalam IP address
Reverse-mapping zone
Memetakan IP address ke dalam nama domain
3.1.2.5 High Availibity Proxy (HAProxy)
High Avalibility Proxy (HAProxy) digunakan sebagai software load balancing yang dikonfigurasi pada 1 unit PC load balancing server. Terdapat beberapa parameter yang dikonfigurasi, seperti yang ditunjukan pada tabel 3.9.
Tabel 3.9 Konfigurasi HAProxy
Backend
Merupakan beberapa server yang disiapkan untuk menerima traffic / request yang akan di- forward oleh HAProxy
Frontend Mendefinisikan bagaimana request akan diteruskan ke backend
Defaults Konfigurasi akses HAProxy 3.1.2.6 Webserver Stress Tool 8
Webserver Stress Tool 8 merupakan software yang digunakan untuk menguji performa dari web server, dengan parameter yang dikonfigurasi seperti pada tabel 3.10.
Tabel 3.10 Konfigurasi Webserver Stress Tool 8 Jumlah User Jumlah user yang mengakses domain
Jumlah Click Jumlah click yang dilakukan oleh tiap user yang mengakses domain
Domain Alamat domain yang diuji
Parameter Uji Output parameter untuk menentukan performa yang dihasilkan dari pengujian
27 3.2 ALUR PENELITIAN
Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap perancangan sistem, tahap pembuatan dan konfigurasi sistem, tahap pengujian sistem, dan yang terakhir adalah tahap analisis dari hasil pengujian sistem. Secara lengkap dapat dilihat pada gambar 3.1.
START
PERANCANGAN TOP OLOGI JAR INGAN
INSTALASI SISTEM OPERASI DAN
SOFTWAR E
PENGALAMATAN IP ADDRESS KONFI GURASI
WEBSERVER DAN DNS
SKENARIO 1 SKENARIO 2
KONFI GURASI LOAD BALANC ING
SERVER
TIPE TES, JUM LAH USER DAN
CLIK, PARAMETER
OUTPUT
DATA NILAI PERFORM A WEBSERVER
SELESAI
MENJALANKAN WEBSERVER STRESS TOOL 8
MENGUM PULKAN DAN MENGOLAH
DATA MENGANALI SA
DATA DAN MENDAPAT KES IMPULAN KONFI GURASI
TOP OLOGI JAR INGAN SKENARIO 1
KONFI GURASI TOP OLOGI JAR INGAN SKENARIO 2
KONFI GURASI WEBSERVER STRESS TOOL 8
Gambar 3.1 Flow Chart Penelitian
28 3.2.1 Perancangan Perangkat Keras
Pada perancangan perangkat keras, terdapat blok diagram maupun skematik perangkat yang dijadikan sebagai pedoman alur kerja dari perangkat yang digunakan.
3.2.1.1 Blok Diagram Pada Setiap Node
Sistem yang dibuat, dibentuk dari beberapa node dengan kebutuhan perangkat tersendiri. Perangkat yang digunakan pada end device yaitu backend yang terdiri dari 3 web server dan frontend yaitu 1 load balancing server. Pada sisi jaringan yang menjadi penghubung adalah 2 unit router dan 2 unit switch. Pada sisi client atau user perangkat yang digunakan yaitu satu unit PC.
Gambar 3.2 Blok Diagram Rancangan Jaringan
3.2.1.2 Skematik Rangkaian Jaringan
Skenario 1 menghubungkan antara 5 PC server yang terdiri dari 3 web server, 1 Domain Name System (DNS), 1 load balancing server dengan switch1, dari switch 1 terhubung ke router1. Untuk PC client dihubungkan dengan switch2, kemudian dihubungkan dengan router2. Router1 dihubungkan dengan router2 untuk menghubungkan antara jaringan server dengan jaringan client. Pada router1 dan router2 digunakan protokol static routing untuk menghubungkan antara network yang berbeda. Perangkat switch digunakan untuk mengatasi keterbatasan fast ethernet port yang tersedia dan menghubungkan antar PC pada sebuah jaringan lokal. Topologi jaringan yang digunakan untuk skenario 1 ditunjukan seperti pada gambar 3.3.
Client (User) Network End device
29
Gambar 3.3 Topologi Jaringan Skenario 1
Pada skenario 2 load balancing server dihapus, sehingga topologi jaringan menjadi 1 buah client terhubung ke switch2, diteruskan menuju router2. Dari router2 diteruskan menuju router1, dari router1 terhubung ke switch1 yang terhubung ke 1 unit Domain Name System (DNS) dan 1 unit web server. Topologi jaringan skenario 2 ditunjukan seperti pada gambar 3.4.
Gambar 3.4 Topologi Jaringan Skenario 2 Client
Switch 2
Router 2
Router 1
Switch 1
DNS
Web server 1
Web server 2
Web server 3
Load balancer
Client
Switch 2
Router 2
Router 1
Switch 1
DNS
Web server 10.10.10.12
192.168.10.5
192.168.10.1
192.168.10.2
192.168.10.3
192.168.10.4 172.16.10.0
172.16.10.0 10.10.10.12
192.168.10.5
192.168.10.1
30 3.2.2 Perancangan Perangkat Lunak
3.2.2.1 Pengalamatan IP address
Untuk skenario 1, pengalamatan IP address pada sisi server adalah sebagai berikut, web server 1 dengan IP address 192.168.10.1/24, web server 2 dengan IP address 192.16810.2/24, web server 3 dengan IP address 192.168.10.3/24, load balancing server dengan IP address 192.168.10.4, dan Domain Name System (DNS) dengan IP address 192.168.10.5. Untuk sisi client menggunakan IP address 10.10.10.12/16. Untuk router1 interface fa0 dengan IP address 192.168.10.10/24 dan interface fa4 dengan IP address 172.16.10.1/24. Untuk router2 interface fa0 dengan IP address 10.10.10.10/16 dan interface fa4 dengan IP address 172.16.10.2/24.
Tabel 3.11 Konfigurasi IP Address Skenario 1
No. Perangkat IP Address
1 Client 10.10.10.12/16
2 Web server 1 192.168.10.1/24
3 Web server 2 192.168.10.2/24
4 Web server 3 192.168.10.3/24
5 Load balancing 192.168.10.4/24
6 Domain Name
System (DNS)
192.168.10.5/24
7 Router1 Fa0 192.168.10.10/24
8 Router1 Fa4 172.16.10.1/24
9 Router2 Fa0 10.10.10.10/16
10 Router2 Fa04 172.16.10.2/24
Untuk skenario 2 pengalamatan IP address pada sisi server sebagai berikut, web server 1 dengan IP address 192.168.10.1/24 dan 1 unit Domain Name System (DNS) dengan IP address 192.168.10.5. Untuk sisi client menggunakan IP address 10.10.10.12/16. Untuk perangkat router1 interface fa0 dengan IP address 192.168.10.10/24 dan interface fa4 dengan IP address 172.16.10.1/24. Untuk
31
perangkat router2 interface fa0 dengan IP address 10.10.10.10/16 dan interface fa4 dengan IP address 172.16.10.2/24.
Tabel 3.12 Konfigurasi IP Address Skenario 2
No. Perangkat IP Address
1 Client 10.10.10.12/16
2 Web server 1 192.168.10.1/24
3 Domain Name
System (DNS)
192.168.10.5/24
4 Router1 Fa0 192.168.10.10/24
5 Router1 Fa4 172.16.10.1/24
6 Router2 Fa0 10.10.10.10/16
7 Router2 Fa4 172.16.10.2/24
3.2.2.2 Apache 2
Konfigurasi Apache 2 dilakukan dengan membuat sebuah file yang didalamnya terdapat konfigurasi dari sebuah laman website dan diletakan di dalam direktori /etc/apache2/sites-available dan diberikan nama telkom.conf. Konfigurasi bernama telkom.conf kemudian diaktifkan melalui direktori /etc/apache2/sites- enable. Tabel 3.13 menunjukan parameter konfigurasi Apache 2.
Tabel 3.13 Konfigurasi Apache 2 Sites-
Available Konfigurasi laman website pada telkom.conf Site-Enabled Mengaktifkan telkom.conf
3.2.2.3 Bind 9
Konfigurasi Bind 9 dilakukan dengan membuat forward-zone yang merubah alamat domain menjadi IP address. Alamat domain yang digunakan adalah www.telekomunikasi.com dengan IP address mengacu kepada IP address load balancing server yaitu 192.168.10.4 untuk skenario 1 dan IP address web server 1 yaitu 192.168.10.1 untuk skenario 2. Reverse-zone dibuat untuk mengubah alamat IP address 192.168.10.4 menjadi alamat domain www.telekomunikasi.com.
32
Secara teknis request dari client yang mengunjungi halaman website www.telekomunikasi.com akan diteruskan DNS menuju ke server dengan IP address yang sama dengan domain. Konfigurasi parameter Bind 9 ditunjukan pada tabel 3.14.
Tabel 3.14 Konfigurasi Bind 9 Forward-mapping
zone
Merubah www.telekomunikasi.com menjadi IP address 192.168.10.4 Reverse-mapping
zone
Merubah IP address 192.168.10.4 menjadi www.telekomunikasi.com 3.2.2.4 High Availibility Proxy (HAProxy)
Konfigurasi HAProxy digunakan untuk skenario 1, beberapa parameter yang perlu dikonfigurasi antara lain backend, frontend, dan defaults yang ditujukan pada tabel 3.15.
Tabel 3.15 Konfigurasi HAProxy
Backend
IP address web server1 (192.168.10.1), web server2 (192.168.10.2), web server3 (192.168.10.3), dan konfigurasi algoritma load balancing (least connection)
Frontend IP address load balancing server (192.168.10.5)
Defaults Jumlah maksimal user 2000
Penggunaan algoritma least connection dipilih karena pembagian beban yang lebih fleksibel dibanding algoritma lain. Pada algoritma least connection akan mengalokasikan koneksi ke real-server dengan jumlah koneksi paling sedikit, sehingga permasalahan overload dapat teratasi.
3.2.3 Skenario Pengujian Sistem
Pada sub bab ini, akan dijelaskan mengenai alur pengiriman data untuk mengukur masing – masing parameter performansi.
3.2.3.1 Membuat Skenario Jaringan
Hasil perancangan perangkat yang digunakan pada penilitan ini ditunjukan seperti pada gambar 3.5 dan gambar 3.6 di bawah. Bagian – bagiannya adalah sebagai berikut :
33 1. Web server 1
2. Web server 2 3. Web server 3
4. DNS (Domain Name System) 5. Load balancing Server 6. Router1
7. Router2 8. Switch1 9. Swtich2 10. Client
Komponen – komponen yang dibutuhkan, dirangkai sesuai dengan spesifikasinya masing-masing. Web server1, web server2, dan web server3 sebagai backend yang berfungsi memberikan layanan berupa laman website dengan domain www.telekomunikasi.com yang diakses oleh pengguna. DNS yang berfungsi untuk merubah nama domain www.telekomunikasi.com yang diakses oleh pengguna menjadi IP address yang dapat dikenali oleh sistem. Load balancing server berfungsi frontend memetakan jalur yang akan diambil oleh traffic data yang berasal dari client. Router1 dan router2 digunakan untuk menghubungkan jaringan dengan network yang berbeda-beda. Switch1 dan switch2 digunakan untuk menghubungkan seluruh jaringan dalam satu alamat network yang sama menuju router1 dan router2. PC client berjumlah 1 unit digunakan untuk melakukan pengujian performa web server menggunakan software Webserver Stress Tool 8.
Hasil dari implementasi skenario jaringan dapat dilihat pada gambar 3.5 dan gambar 3.6.
Gambar 3.5 Hasil Implementasi Server
1 2 4
3
5
10
34
Gambar 3.6 Hasil Implementasi Jaringan
3.2.3.2 Membagi Skenario Pengujian
Skenario akan dibagi menjadi 2, skenario 1 menggunakan load balancing server dan skenario 2 tidak menggunakan load balancing server. Pada skenario 1 server yang digunakan berjumlah 5 unit yang terdiri dari 3 web server, 1 DNS, dan 1 load balancing server dengan algoritma least connection. Skenario 2 tanpa load balancing server menggunakan 2 unit server yang terdiri dari 1 web server dan 1 DNS.
3.2.3.3 Uji Coba Sistem Load Balancing
Tujuan dari pengujian sistem load balancing adalah memastikan pembagian traffic dari load balancing berjalan dengan baik. Pengujian dilakukan dengan cara mengakses laman website www.telekomunikasi.com pada 1 unit PC client melalui browser yang tersedia atau dengan mengetikan alamat IP address 192.168.10.4 pada browser. Dengan mengakses laman website tersebut maka akan terlihat nomor web server yang diakses. Seperti pada gambar 3.7, ketika mengakses pertama kali domain www.telekomunikasi.com, web server yang memberi layanan adalah web server 3.
6 8
9 7
35
Gambar 3.7 Hasil Akses Domain
Dilanjutkan dengan meng-click halaman lain pada website tersebut, sehingga web server yang menangani request dari client tersebut akan terus berganti sesuai dengan algoritma yang digunakan. Pada uji coba ini dilakukan sebanyak 10 kali click dengan web server yang melayani ditunjukan pada tabel 3.16.
Tabel 3.16 Hasil Uji Akses Web Server Menggunakan Load Balancing
Pengujian Web server
1 2 3
Click 1
Click 2
Click 3
Click 4
Click 5
Click 6
Click 7
Click 8
Click 9
Click 10
3.2.3.4 Pengujian Berdasarkan Jumlah User Dan Jumlah Click
Tujuan dari membagi membedakan jumlah user dan jumlah click adalah untuk mendapatkan hasil dari performa web server saat keadaan sepi pengunjung
36
dan dan saat ramai pengunjung. Pembagian tersebut dilakukan seperti yang terlihat pada tabel 3.17 di bawah.
Tabel 3.17 Jumlah User Dan Click Tiap Skenario Pengujian
Percobaan Jumlah User
Click Per- user
Click Delay (s)
Total Click
Skenario 1 (Load Balancing
Server)
100 10 5 1000
250 10 5 2500
500 10 5 5000
1000 10 5 10000
2000 10 5 20000
Skenario 2 (Tanpa
Load Balancing
Server)
100 10 5 1000
250 10 5 2500
500 10 5 5000
1000 10 5 10000
2000 10 5 20000
3.2.3.5 Penggunaan Webserver Stress Tool 8
Penggunaan software Webserver Stress Tool 8 dengan beberapa parameter konfigurasi yaitu test type, jumlah user, jumlah click, click delay, dan URL yang akan diakses. Test type yang digunakan pada sistem adalah CLICK, yaitu pengujian yang dilakukan dengan memasukkan jumlah click dengan jumlah user yang secara bersamaan akan mengakses alamat URL atau domain yang diuji. Untuk alamat URL atau domain yang digunakan adalah www.telekomunikasi.com. Konfigurasi parameter tersebut dikonfigurasi pada user interface software Webserver Stress Tool 8 seperti pada gambar 3.8.
37
Gambar 3.8 User Interface Webserver Stress Tool 8
3.2.3.6 Pengukuran Beban Server Berdasarkan Jumlah Akses User
Pengukuran beban server dihitung berdasarkan dari jumlah akses user pada tiap-tiap web server yang diukur menggunakan data berupa log file dengan format .htm yang berisikan akses yang dilakukan oleh user menggunakan software Webserver Stress Tool 8, seperti yang ditunjukan oleh gambar 3.9.
Gambar 3.9 Log File Akses User
Kemudian untuk mengetahui server yang diakses oleh suatu user pada periode tertentu dapat dilakukan dengan membuka log file tersebut. Sehingga dapat diketahui nomor web server yang diakses oleh user tersebut, seperti yang terlihat pada gambar 3.10.
38
Gambar 3.10 Isi Log File Akses User
Selanjutnya dilakukan pencatatan untuk setiap akses user dari setiap click yang dilakukan user berdasarkan log file yang diperoleh. Kemudian dihitung presentase jumlah akses yang dilayani tiap web server dengan aplikasi Microsoft Excel seperti pada gambar 3.11.
Gambar 3.11 Perhitungan Akses User
Dari hasil perhitungan yang dilakukan dapat diketahui pembagian beban traffic yang terjadi menggunakan load balancing server dengan algoritma least connection, sehingga diketahui web server dengan beban tertinggi sampai terendah.
3.2.3.7 Pengukuran Error Rates
Dari kesulurhan jumlah click yang dilakukan pada tiap skenario pengujian menghasilkan akses yang sukses dan gagal. Nilai error rates didapatkan berdasarkan pada akses yang gagal dilayani oleh web server. Untuk mengetahuinya digunakan log file maupun hasil report dari software Webserver Stress Tool 8. Hasil dari log file tersebut ditunjukan seperti pada gambar 3.12, dengan nama log file tersebut adalah Detailed Log.txt.
39
Gambar 3.12 Detailed Log File Untuk Mengukur Error Rates
Nilai-nilai error rates tersebut dimasukkan ke dalam software Microsoft Excel. Kemudian dilakukan perhitungan rata-rata jumlah error rates yang terjadi pada tiap-tiap percobaan yang dilakukan, seperti pada gambar 3.13.
Gambar 3.13 Perhitungan Error Rates
Dari perhitungan tersebut akan didapatkan perbedaan nilai performa dan peningkatan performa error rates apabila menggunakan load balancing server dan tidak menggunakan load balancing server.
40 3.2.3.8 Pengukuran Average Click Time
Dari kesulurhan jumlah click yang dilakukan pada tiap skenario pengujian menghasilkan waktu respon yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh parameter yang diubah selama pengujian, seperti jumlah user dan penggunaan load balancing server. Average click time adalah waktu yang dibutuhkan oleh sebuah web server untuk memberikan layanan kepada user saat mengakses atau meng-click sebuah laman website. Nilai average click time didapatkan dari hasil log file yang didapatkan dari software Webserver Stress Tool 8 dengan nama Detailed Log.txt, seperti yang terlihat pada gambar 3.14.
\ Gambar 3.14 Detailed Log File Untuk Mengukur Average Click Time
Nilai-nilai average click time tersebut dimasukkan ke dalam software Microsoft Excel. Kemudian dilakukan perhitungan average click time yang terjadi pada tiap-tiap percobaan yang dilakukan, seperti pada gambar 3.15.
41
Gambar 3.15 Perhitungan Average Click Time
Dari perhitungan tersebut akan didapatkan perbedaan nilai performa dan peningkatan performa average click time apabila menggunakan load balancing server dan tidak menggunakan load balancing server.
3.2.3.9 Pengukuran Throughput
Dari hasil pengujian didapatkan hasil berupa log file yang dapat digunakan untuk mengukur total throughput. Log file didapatkan dari tiap kali pengujian menggunakan Webserver Stress Tool 8. Nama dari log file yang digunakan tersebut adalah Detailed Log.txt. Gambar 3.16 adalah isi dari log file yang digunakan.
Gambar 3.16 Detailed Log File Untuk Mengukur Throughput
42
Nilai-nilai throughput tersebut dimasukkan ke dalam software Microsoft Excel. Kemudian dilakukan perhitungan rata-rata throughput yang terjadi pada tiap-tiap percobaan yang dilakukan, seperti pada gambar 3.17.
Gambar 3.17 Perhitungan Throughput
Dari perhitungan tersebut akan didapatkan perbedaan nilai performa dan peningkatan performa throughput apabila menggunakan load balancing server dan tidak menggunakan load balancing server.
3.2.3.10 Pembuatan Grafik Dengan Matlab 2012
Nilai performansi pengujian didapatkan dengan perhitungan menggunakan Microsoft Excel, yang kemudian dibuat grafik menggunakan dengan software Matlab 2012. Pembuatan grafik dilakukan untuk mempermudah melakukan analisis performa dari sistem yang digunakan. Proses pembuatan grafik di dalam Matlab 2012 ditunjukan seperti pada gambar 3.17.
Gambar 3.18 Penggunaan Matlab 2012 Untuk Membuat Grafik