• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Bagan/ Struktur Daftar Grafik Daftar Lampiran...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI. Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Bagan/ Struktur Daftar Grafik Daftar Lampiran..."

Copied!
132
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... 1

Daftar Isi ... 2

Daftar Tabel ... 4

Daftar Bagan/ Struktur ... 6

Daftar Grafik ... 7

Daftar Lampiran ... 8

Bab I PENDAHULUAN ... 9

1.1. LATAR BELAKANG ... 9

1.2. LANDASAN HUKUM ... 11

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN ... 14

1.4. SISTEMATIKA ... 15

Bab II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA ... 20

2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI ... 20

2.2. SUMBER DAYA DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA KOTA SINGKAWANG ... 31

2.3. KINERJA PELAYANAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA KOTA SINGKAWANG ... 35

2.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH ... 47

Bab III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA ... 53

3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA ... 53

3.2. TELAAHAN VISI, MISI, DAN PROGRAM WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SINGKAWANG ... 54

(4)

3.3. TELAAHAN RENSTRA K/L DAN RENSTRA PERANGKAT DAERAH PROPINSI KALIMANTAN

BARAT... 68

3.4. TELAAHAN RTRW DAN KLHS ... 75

3.5. PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS ... 76

Bab IV TUJUAN DAN SASARAN ... 79

4.1. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS ... 79

Bab V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 85

5.1. STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 85

Bab VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, SERTA PENDANAAN 88 6.1. PROGRAM DAN KEGIATAN ... 86

Bab VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN ... 116

Bab VIII PENUTUP ... 120 LAMPIRAN

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.2.1 Data Pegawai Menurut Golongan Dinas PMTK Tahun

2020. ... 31

Tabel 2.2.2 Data Pegawai Menurut Pendidikan Dinas PMTK Tahun 20209 ... 32

Tabel 2.2.3 Data Aset Tahun 2020 ... 34

Tabel 2.3.1 Pencapaian Kinerja Pelayanan DPMTK ... 36

Tabel 2.3.2 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan DPMTK.. ... 38

Tabel 2.3.3 Target dan Realisasi Investasi……….. 39

Tabel 2.3.4 Standar Waktu Penerbitan Ijin ... 41

Tabel 2.3.5 Data Penerbitan Ijin ... 43

Tabel 2.3.6 Data Kondisi Ketenagakerjaan Kota Singkawang ... 45

Tabel 2.3.7 Aspek Pelayanan Umum Bidang Ketenagakerjaan ... 45

Tabel 2.3.8 Upah Minimum Kota Singkawang ... 47

Tabel 2.4.1 Analisis Strategi dengan Faktor SWOT ... 51

Tabel 3.1.1 Permasalahan Daerah Yang Terkait Dengan DPMTK ... 54

Tabel 3.2.1 Keterkaitan Visi Dengan Nilai Strategis ... 55

Tabel 3.2.2 Misi, Tujuan, Sasaran Dan Program Pembangunan Daerah Yang Terkait Dengan Tusi DPMTK ... 61

Tabel 3.2.2.1 Program Pembangunan Daerah Yang Disertai Pagu Indikatif Kota Singkawang ... 63

Tabel 3.2.2.2 Program Pembangunan Daerah Yang Dilaksanakan Oleh DPMTK Th. 2018-2022 ... 65

Tabel 3.2.2.3 Pelayanan DPMTK dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya ... 66

(6)

Tabel 3.3.1 Keterkaitan Tujuan, Sasaran Strategis dan Indikator

Kinerja ... 70 Tabel 3.5.1 Isu Strategis Dan Rencana Penanganannya ... 77 Tabel 4.1 Tujuan Dan Sasaran jangka Menengah Pelayanan

DPMTK Kota Singkawang ... 80 Tabel 4.2 Indikator Kinerja Utama (IKU) DPMTK Kota Singkawang

Tahun 2018-2022 ... 82 Tabel 5.2.1 Tujuan, Sasaran, Strategi Dan Kebijakan DPMTK Kota

Singkawang ... 86 Tabel 6.1.1 Mapping Program, Kegiatan, dan Indikator Kinerja

DPMTK Kota Singkawang Tahun 2018-2022 ... 89 Tabel 6.2.1 Matriks Revisi Renstra DPMTK Kota Singkawang Tahun

2018-2022 ... 102 Tabel 7.1 Indikator Kinerja DPMTK Kota Singkawang Yang

Mengacu Pada Tujuan dan sasaran RPJMD Kota Singkawang Tahun 2018-2022 ... 118

(7)

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Struktur Organisasi ... 30 Bagan 2.3 Mekanisme Pengaduan ... 42

(8)

DAFTAR GRAFIK

Grafik 2.3.1 Indeks Kepuasan Masyarakat Sektor Perizinan ... 41

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Matriks Revisi Renstra

Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Target Kinerja Dan

Pendanaan Indikatif Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Amanat Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pemerintah daerah wajib menyusun dan menetapkan dokumen rencana pembangunan daerah yang dilakukan secara sistematis, terarah, terpadu dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan keunggulan komparatif wilayah dan kemampuan sumberdaya keuangan daerah. Selain itu, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga dijelaskan bahwa Pemerintah Daerah memiliki kewajiban dalam menyusun perencanaan. Perencanaan pembangunan daerah tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Pada tingkat Perangkat Daerah (PD), dokumen perencanaan pembangunan yang harus disusun terdiri dari 2 jenis, yaitu Rencana Strategis (Renstra) PD sebagai dokumen perencanaan jangka menengah SKPDuntuk periode 5 (lima) tahun, dan Rencana Kerja (Renja) PD sebagai dokumen perencanaan tahunan SKPD.

Dengan telah diterbitkanya Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Singkawang Tahun 2018-2022, maka seluruh Perangkat Daerah Kota Singkawang sebagai unsur pelaksana Wali Kota wajib menyusun Rencana Strategis (Renstra) PD, Tidak terkecuali Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang juga berkewajiban menyusun Rencana Strategis yang merupakan pemenuhan kebutuhan aspek perencanaan kebijakan pelaksanaan tugas dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan sebagaimana amanat Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pasal 19 ayat (4). Selain itu dokumen RENSTRA juga sebagai salah satu syarat untuk memenuhi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

(11)

(SAKIP).

Selanjutnya Renstra juga dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja tahunan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 273 ayat (2) : Rencana strategis Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirumuskan ke dalam rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah dan digunakan sebagai bahan penyusunan rancangan RKPD.

Seiring berjalannya waktu dalam pelaksanaan pembangunan nasional, terjadi berbagai dinamika terhadap pelaksanaan Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta perubahan kebijakan pemerintah pusat lainnya sehingga berakibat kurang relevannya asumsi dan perkiraan yang dijadikan dasar dalam penyusunan RPJMD, ditambah lagi dengan harus dilakukannya penyesuaian program dan kegiatan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah, maka mau tidak mau Revisi RPJMD harus dilakukan, dan itu juga berdampak pada perencanaan di bawahnya, yaitu harus dilakukan juga revisi terhadap Rencana Strategis Perangkat Daerah.

Selain adanya revisi RPJMD Kota Singkawang Tahun 2018- 2022, Revisi Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022, lebih dilatar belakangi oleh keinginan untuk menjalankan amanat yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah, mengingat program dan kegiatan yang ada dalam dokumen Renstra yang lama sudah tidak lagi sama dengan maksud program dan kegiatan yang ada dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersebut.

Adapun tentang Tata Cara Penyusunan Revisi Renstra Perangkat Daerah, sebagai berikut :

 Persiapan penyusunan Revisi Renstra PD

 Penyusunan Rancangan Awal Revisi Renstra PD

(12)

 Penyusunan Rancangan Revisi Renstra PD

 Pelaksanaan Forum PD/ Lintas PD

 Perumusan Rancangan Akhir Revisi Renstra PD

 Penetapan Revisi Renstra PD

1.2 LANDASAN HUKUM

Landasan Hukum dalam Penyusunan Revisi Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang adalah :

1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Singkawang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4119);

2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20014 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang–Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049) ;

(13)

7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

8. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4724);

9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

11. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

12. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19);

(14)

14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 215, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5357);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);

17. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 80);

18. Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 221);

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1540);

(15)

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah;

22. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Singkawang Tahun 2016 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kota Singkawang Nomor 51);

23. Peraturan Daerah Kota Singkawang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Singkawang Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Singkawang Tahun 2018-2022

24. Peraturan Walikota Singkawang Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja (Berita Daerah Kota Singkawang Tahun 2016 Nomor 48)

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Revisi Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022 dimaksudkan untuk penyesuaian terhadap dinamika perubahan yang terjadi untuk menentukan arah dan tujuan pelaksanaan pembangunan sektor Penanaman Modal dan Tenaga Kerja selama 5 (lima) tahun dengan memperhatikan tahapan pelaksanaan Revisi RPJMD Kota Singkawang Tahun 2018-2022.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Revisi Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja ini adalah untuk :

1. Penyesuaian dari Revisi RPJMD Kota Singkawang Tahun 2018- 2022

2. Penyesuaian terhadap nomenklatur Program dan Kegiatan berdasarkan Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah

(16)

3. Sebagai perbaikan pedoman dalam merumuskan kebijakan program pembangunan bidang penanaman modal dan tenaga kerja dalam mendukung terwujudnya visi dan misi Kota Singkawang Tahun 2018-2022;

4. Sebagai perbaikan pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) setiap tahunnya selama periode Tahun 2018-2022;

5. Perbaikan instrumen untuk mengukur kinerja organisasi, baik keberhasilan maupun kegagalan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

1.4 SISTEMATIKA

Sistematika penulisan Revisi Renstra Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022 adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Mengemukakan secara ringkas pengertian Revisi Renstra Perangkat Daerah, fungsi revisi Renstra Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra Perangkat Daerah, keterkaitan Renstra Perangkat Daerah dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra provinsi/kabupaten/kota, dan dengan Renja Perangkat Daerah.

1.2 Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan Perangkat Daerah, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran Perangkat Daerah.

1.3 Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Revisi Renstra Perangkat Daerah.

(17)

1.4 Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Revisi Renstra Perangkat Daerah, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan Perangkat Daerah, struktur organisasi Perangkat Daerah, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala Perangkat Daerah. Uraian tentang struktur organisasi Perangkat Daerah ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana Perangkat Daerah (proses, prosedur, mekanisme).

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah

Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki Perangkat Daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional.

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah.

Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja Perangkat Daerah berdasarkan sasaran/target Renstra Perangkat Daerah sebelum adanya revisi, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan Perangkat Daerah dan/atau indikator lainnya seperti MDG’s atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

Bagian ini mengemukakan hasil analisis sebelum revisi Renstra Perangkat Daerah dilakukan, baik dengan RPJMD yang lama, maupun dengan Renstra

(18)

Perangkat Daerah provinsi, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan Perangkat Daerah pada tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH.

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah

Pemahaman tentang permasalahan-permasalahan pelayanan Perangkat Daerah beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi Perangkat Daerah yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.

Selanjutnya dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Perangkat Daerah yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan Perangkat Daerah.

3.3 Telaahan Renstra Kementrian/ Lembaga dan Renstra Provinsi/ Kota

Bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun factor-faktor pendorong dari pelayanan Perangkat Daerah yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Perangkat Daerah ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra K/L ataupun

(19)

Renstra Perangkat Daerah provinsi/kabupaten/kota.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Pada bagian ini dikemukakan faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan Perangkat Daerah yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Perangkat Daerah ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS.

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan Perangkat Daerah yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Perangkat Daerah ditinjau dari :

1. gambaran pelayanan Perangkat Daerah;

2. sasaran jangka menengah pada Renstra K/L;

3. sasaran jangka menengah dari Renstra Perangkat Daerah provinsi/kabupaten/kota;

4. implikasi RTRW bagi pelayanan Perangkat Daerah;

5. implikasi KLHS bagi pelayanan Perangkat Daerah.

Selanjutnya dikemukakan metoda penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu strategis tersebut. Dengan demikian, pada bagian ini diperoleh informasi tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra Perangkat Daerah tahun rencana.

BAB IV TUJUAN, DAN SASARAN

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

Memuat tentang rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah Perangkat Daerah.

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Memuat tentang rumusan strategi dan arah kebijakan, apa yang akan dilakukan oleh Perangkat Daerah untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah Perangkat Daerah, Terutama relevansi dan konsistensi antar

(20)

pernyataan visi dan misi Revisi RPJMD periode berkenaan dengan tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan Perangkat Daerah. Jika terdapat pernyataan strategi atau arah kebijakan yang tidak relevan dan tidak konsisten dengan pernyataan lainnya, maka diperlukan perbaikan dalam proses perumusan strategi dan arah kebijakan tersebut.

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, SERTA PENDANAAN

Merupakan paparan rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan Perangkat Daerah, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif.

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja Perangkat Daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Perangkat Daerah dalam 2 (dua) tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran Revisi RPJMD.

BAB VIII PENUTUP

(21)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA

2.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Singkawang Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah, pasal 3 Ayat (6) yaitu Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Tipe A menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan urusan pemerintahan bidang tenaga kerja. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Walikota Singkawang Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja, mempunyai tugas membantu Walikota melaksanakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di bidang penanaman modal dan tenaga kerja.

Selanjutnya, Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Walikota Nomor 61 Tahun 2016, pasal 4, mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan di bidang penanaman modal dan tenaga kerja;

b. Pelaksanaan kebijakan di bidang penanaman modal dan tenaga kerja;

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang penanaman modal dan tenaga kerja;

d. Pelaksanaan administrasi Dinas; dan

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.

Adapun Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 61 Tahun 2016, pasal 3 Ayat (1), terdiri dari :

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat terdiri atas :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

(22)

2. Sub Bagian Aset; dan

3. Sub Bagian Program dan Keuangan.

c. Bidang Penanaman Modal terdiri atas :

1. Seksi Perencanaan, Promosi dan Pengendalian Penanaman Modal; dan

2. Seksi Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal.

d. Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu terdiri atas : 1. Seksi Pendaftaran Perizinan;

2. Seksi Pemeriksa Lapangan dan Advis; dan 3. Seksi Penertiban, Pengendalian dan Pengaduan

Perizinan.

e. Bidang Ketenagakerjaan terdiri atas :

1. Seksi Pembinaan Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja; dan

2. Seksi Pembinaan Hubungan Industrial.

f. UPT; dan

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Selanjutnya, tugas pokok pada Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 61 Tahun 2016, dijabarkan kedalam masing-masing sub unit kerja, sebagai berikut :

a. Kepala Dinas

Berdasarkan Perwako nomor 61 Tahun 2016, Pasal (6), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Ayat (1) huruf a adalah unsur pimpinan yang mempunyai tugas memimpin, membina, mengoordinasikan, memfasilitasi, menyelenggarakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan di bidang penanaman modal dan tenaga kerja berdasarkan kebijakan Walikota dan peraturan perundang–undangan yang berlaku.

b. Sekretariat

Berdasarkan Perwako nomor 61 Tahun 2016, Pasal 7, bahwa :

(23)

1. Sekretariat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Ayat (1) huruf b adalah unsur staf yang berkududkan di bawah Kepala Dinas

2. Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris yang bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

Adapun tugas dari sesuai dengan Pasal 8 adalah melaksanakan sebagaian tugas Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja dalam mengoordinasikan penyusunan program dan penyelenggaraan tugas bidang serta pelayanan administrasi.

Untuk melaksanakan tugas, sekretariat dalam Pasal 9 mempunyai fungsi:

1. Pengkoordinasikan penyusunan program-program bidang secara terpadu;

2. Pengkoordinasikan pelaksaan tugas-tugas bidang secara terpadu;

3. Pengkoordinasikan pelaksanaan program, evaluasi dan pelaporan seluruh kegiatan Dinas;

4. Penyelenggaraan pelayanan administrasif meliputi umum dan kepegawaian, pengelolaan aset, penyusunan program dan pengelolaan keuangan; dan

5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat meliputi mengumpul dan mengolah bahan kerja, koordinasi, fasilitas pelaksanaan urusan umum dan kepegawaian meliputi tata cara persyaratan, kearsipan, organisasi, ketatalaksanaan, hukum dan perundang-undangan, administrasi perjalanan dinas, kehumasan dan protokol, rumah tangga, laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), laporan harta kekayaan aparatur sipil negara (LHKASN), penyiapan bahan reformasi birokrasi dan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dan pengelolaan administrasi kepegawaian.

(24)

Kepala Sub Bagian Aset

Sub Bagian Aset mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat meliputi mengumpul dan mengolah bahan kerja, koordinasi, fasilitas pelaksanaan pengelolaan aset meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan dan pembinaan, pengawasan dan pengendalian barang milik daerah.

Kepala Sub Bagian Program dan Keuangan

Sub Bagian Program dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat meliputi mengumpul dan mengolah bahan kerja, koordinasi, fasilitas pelaksanaan urusan program dan keuangan meliputi penyusunan program dan anggaran (RKT, RKA), rencana strategis, perbendaharaan dan gaji, verifikasi dan akuntansi, laporan keuangan, penyusunan laporan kinerja dinas (LAKIP, LKPJ, LPPD) dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

c. Bidang Penanaman Modal

Bidang Penanaman Modal dalam Pasal 12 Ayat (1), mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja bidang, menyiapkan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan bidang perencanaan, promosi, pengendalian, pengelolaan data dan sistem informasi penanaman modal.

Kepala Bidang Penanaman Modal

Bidang Penanaman Modal dalam Pasal 12 Ayat (2), dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas. Dan berdasarkan Pasal 13, Bidang Penanaman Modal mempunyai fungsi:

(25)

a. Penyusun rencana dan program kerja bidang, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan Bidang Penanaman Modal;

b. Penyiapan bahwa perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitas, pengawasan dan pengendalian, pembinaan teknis perencanaan, promosi dan pengendalian penanaman modal;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, pengawasan dan pengendalian, pembinaan teknis pengelolaan data dan sistem informasi penanaman modal;

d. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas-tugas seksi pada Bidang Penanaman Modal; dan

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Penanaman Modal dalam Pasal 14, terdiri dari:

1) Seksi Perencanaan, Promosi dan Pengendalian Penanaman Modal; dan

2) Seksi Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal.

Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Penanaman Modal.

Kepala Seksi Perencanaan, Promosi dan Pengendalian Penanaman Modal.

Seksi Perencanaan, Promosi dan Pengendalian Penanaman Modal mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi pelaporan dan petunjuk teknis bidang perencanaan, pengembangan, promosi dan pengendalian penanaman modal meliputi pelaksanaan pemberian fasilitas/ insentif, pembuatan peta potensi investasi, penyelenggaraan promosi dan pelaksanaan pengendalian penanaman modal.

(26)

Kepala Seksi Pengelolaan Data dan Sistem Informasi.

Seksi pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi, pelaporan dan petunjuk teknis pengelolaan data dan sistem informasi penanaman modal meliputi pengelolaan dan pelayanan data dan informasi penanaman modal.

d. Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu

Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu berdasarkan Pasal 16 Ayat (1), mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, menyiapkan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan serta pelaksanaan kegiatan bidang pelayanan perizinan terpadu meliputi pendaftaran perizinan, pemeriksaan lapangan dan advis perizinan, penertiban, pengendalian dan pengaduan perizinan.

Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu

Selanjutnya berdasarkan Pasal 16 Ayat (2), Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

Untuk melaksanakan tugas Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu mempunyai fungsi:

a. Penyusunan rencana dan program kerja bidang, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang pelayanan perizinan terpadu;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, pengawasan dan pengendalian, pembinaan teknis pendaftaran perizinan;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, pengawasan dan pengendalian, pembinaan teknis pemeriksaan lapangan dan advis perizinan;

(27)

d. Pengoordinasian pelaksanaantugas-tugas Seksi pada Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu; dan

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu sebagaimana dimaksud terdiri dari:

1) Seksi Pendaftaran Perizinan;

2) Seksi Pemeriksa Lapangan dan Advis; dan

3) Seksi Penertiban, pengendalian dan pengaduan Perizinan.

Seksi sebagaimana dimaksud, dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu.

Kepala Seksi Pendaftaran Perizinan

Seksi Pendaftaran Perizinan mempunyai tugas menyusun rencana perumusan kebijakan tenis, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi, pelaporan dan petunjuk teknis pendaftaran perizinan meliputi layanan informasi perizinan, prosedur dan tata cara pengurusan dan registrasi perizinan.

Kepala Seksi Pemeriksaan Lapangan dan Advis Seksi Pemeriksaan Lapangan dan Advis mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, mengumpul dan mengolah bahan perumusankebijakan teknis, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi, pelaporan dan petunjuk teknis pemeriksaan lapangan dan advis meliputi pelaksanaan survey lapangan dan fasilitasi pemrosesan advis perizinan.

Kepala Seksi Penertiban, Pengendalian dan pengaduan Perizinan

Seksi Penertiban, Pengendalian dan Pengaduan Perizinan mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi, fasilitasi,

(28)

monitoring, evaluasi, pelaporan dan petunjuk teknis penertiban, pengendalian dan pengaduan perizinan meliputi penertiban surat-surat perizinan, pengendalian perizinan, serta pelayanan pengaduan perizinan.

e. Bidang Ketenagakerjaan

Bidang Ketenagakerjaan dalam Pasal 20 Ayat (1), mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pembinaan teknis, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan serta pelaksanaan kegiatan bidang ketenagakerjaan meliputi pembinaan pelatihan, produktivitas, penempatan tenaga kerja serta pembinaan hubungan industrial.

Kepala Bidang Tenaga kerja

Selanjutnya berdasarkan Pasal 20 Ayat (2), Bidang Ketenagakerjaan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

Untuk melaksanakan tugas Bidang Ketenagakerjaan mempunyai fungsi:

a. Penyusunan rencana dan program kerja bidang, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang ketenagakerjaan;

b. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, pengawasan dan pengendalian, pembinaan teknis, pembinaan pelatihan, produktivitas dan penempatan tenaga kerja;

c. Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, pengawasan dan pengendalian, pembinaan teknis pembinaan hubungan industrial;

d. Pengoordinasian pelaksanaan tugas-tugas seksi pada Bidang Ketenagakerjaan; dan

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Ketenagakerjaan terdiri dari:

(29)

1) Seksi Pembinaan Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja; dan

2) Seksi Pembinaan Hubungan Industrial;

Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Ketenagakerjaan.

Kepala Seksi Pembinaan Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja

Seksi Pembinaan Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi, pelaporan dan petunjuk teknis pembinaan pelatihan, produktivitas dan penempatan tenaga kerja meliputi pelatihan berdasarkan unit kompetensi, pembinaan lembaga pelatihan kerja swasta, perizinan dan pendaftaran lembaga pelatihan kerja, pengukuran produktivitas, konsultasi produktivitas pada perusahaan kecil, pelayanan antar kerja di daerah, penertiban izin LPTKS, pengelolaan informasi pasar kerja, perlindungan TKI di luar negeri (pra dan purna penempatan), penerbitan perpanjangan IMTA.

Kepala Seksi Pembinaan Hubungan Industrial

Seksi Pembinaan Hubungan Industrial mempunyai tugas menyusun rencana dan program kerja, mengumpul dan mengolah rencana dan program kerja, menyiapkan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi, pelaporan, petunjuk teknis pembinaan hubungan industrial meliputi pelayanan pengesahan peraturan perusahaan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama (PKB), pencegahan dan penyelsaian perselisihan hubungan industrial, mogok kerja, penutupan, fasilitasi penetapan Upah Minimum Kota.

(30)

f. Unit Pelaksana Teknis

Selanjutnya berdasarkan Peraturan Walikota

Singkawang Nomor 61 Tahun 2016, Pasal 24, dijelaskan bahwa :

1. UPT adalah unsur pelaksana teknis operasional dan/ atau kegiatan teknis penunjang tertentu.

2. UPT dipimpin oleh seorang Kepala UPT yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

3. UPT dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan, melalui analisis beban kerja Dinas.

4. Pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja UPT ditetapkan dengan Peraturan Walikota, atas usul Kepala Dinas sesuai kebutuhan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun UPT yang ada di Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja adalah UPT Loka Latihan Kerja (LLK).

g. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dalam Pasal 25 mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas teknis tertentu di lingkungkungan Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilannya.

Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah Pegawai Negeri Sipil dalam jenjang jabatan fungsional/ tenaga fungsional berdasarkan bidang keahlian, keterampilan, spesialisasi tertentu yang dibutuhkan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kelompok Jabatan fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk, berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

Jenis jabatan fungsional dan jumlah pemegang jabatan fungsional ditetapkan dengan Peraturan Walikota berdasarkan kebutuhan melalui analisis jabatan.

(31)

Adapun struktur organisasi Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang berdasarkan berdasarkan Peraturan Walikota Singkawang Nomor 61 Tahun 2016, adalah sebagai berikut :

Gambar 2.1

Bagan Struktur Organisasi

Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja

Perlu disampaikan dalam revisi Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Tahun 2018-2022 ini, bahwa menurut hasil pemeriksaan BPKP Propinsi Kalimantan Barat, Nomenklatur Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja tidak menggambarkan pelayanan terpadu satu pintu, disarankan agar dilakukan perubahan nomenklatur dinas.

Kepala Dinas

Sekretaris

Kelompok

Pejabat Fungsional Ka Sub Bagian

Program dan Pelaporan

Ka Sub Bagian Asset Ka Sub Bagian

Umum dan Kepegawaian

Kepala Bidang Tenaga Kerja Kepala Bidang Pelayanan

Perizinan Terpadu Kepala Bidang

Penanaman Modal

Ka Seksi Pendaftaran Perizinan Ka Seksi

Perencanaan, Promosi dan Pengendalian

Ka Seksi

Pembinaan Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga

Kerja Ka Seksi

Pengelolaan Data dan Sistem Informasi

Ka Seksi Pemeriksaan Lapangan dan Advis

Ka Seksi Pembinaan hubungan industrial Ka Seksi

Penertiban, Pengendalian dan Pengaduan Perizinan

UPTD LLK UKM Kota Singkawang

(32)

2.2 SUMBER DAYA DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA KOTA SINGKAWANG.

Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang dalam menjalankan tugas dan fungsinya menggunakan sumber daya manusia dan aset/modal sebagaimana data berikut. Keadaan pegawai dan aset/modal pada Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang dapat diuraikan sebagai berikut :

a. JUMLAH PEGAWAI

Jumlah pegawai pada Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang sebanyak 38 orang PNS.

Berdasarkan esselon jumlah pegawai pada Dinas PMTK dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.2.1

DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA KOTA SINGKAWANG

PEGAWAI MENURUT GOLONGAN (Periode 31 Oktober Tahun 2020)

No Unit Kerja Golongan

Jumlah

IV III II I

1 Kepala Dinas 1

2 Sekretaris 1

3 KaSubbag Umum & kepegawaian 1

4 Kasubbag Aset 1

5 Kasubbag Program & Keuangan 1

6 KaBid Penanaman Modal 1

8 Kasi Perencanaan,Promosi dan

Pengendalian Penanaman Modal 1

9

Kasi Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal

1

10 Kabid Pelayanan Perizinan

Terpadu 1

11 Kasi Pendaftaran Perizinan 1

12 Kasi Pemerikasaan Lapangan dan

Advis 1

13 Kasi Penertiban,Pengendalian dan

Pengaduan Perizinan 1

14 Kabid Ketenagakerjaan 1

(33)

15

Kasi Pembinaan Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan

Tenaga Kerja 1

16 Kasi Pembinaan Hubungan

Industrial 1

17 Kepala UPT LLK-UKM 1

18 Kesubbag umum UPT 1

19 Fungsional Mediator 1

20 Fungsional Instruktur 3

21 Fungsional Umum 18

Jumlah 7 20 12 39

Sumber: Dinas PMTK 2020

Jumlah Pegawai Dinas PMTK Kota Singkawang berdasarkan tingkat pendidikan pada Tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.2.2

DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA KOTA SINGKAWANG PEGAWAI MENURUT PENDIDIKAN

(periode 31 Oktober 2020)

No Unit Kerja Pendidikan

Jumlah S-2 S-1 Dipl SLTA SLTP SD

1 Kepala Dinas 1

2 Sekretaris 1

3 KaSubbag Umum &kepegawaian 1

4 Kasubbag Aset 1

5 Kasubbag Program & Keuangan 1

6 KaBid Penanaman Modal 1

7 Kasi Perencanaan,Promosi dan Pengendalian Penanaman Modal

1

8 Kasi Pengelolaan Data dan Sistem

Informasi Penanaman Modal 1

9 Kabid Pelayanan Perizinan

Terpadu 1

10 Kasi Pendaftaran Perizinan 1

11 Kasi Pemerikasaan Lapangan dan

Advis 1

12 Kasi Penertiban,Pengendalian dan Pengaduan Perizinan

1

(34)

13 Kabid Ketenagakerjaan 1 14 Kasi Pembinaan Pelatihan,

Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja

1

15 Kasi Pembinaan Hubungan

Industrial 1

16 Kepala UPT LLK-UKM 1

17 Kesubbag umum UPT 1

18 Fungsional Mediator 1

19 Fungsional Instruktur 3

20 Fungsional Umum 18

Jumlah 4 16 3 16 39

Sumber: Dinas PMTK 2020

Dilihat dari tabel berdasarkan tingkat pendidikan tersebut di atas, Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Tenaga kerja Kota Singkawang cukup memadai dan memiliki potensi dalam melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya, sehingga menentukan proses pelayanan dan penanganan permasalahan di bidang penanaman modal dan ketenagakerjaan dengan mensinergikan program maupun kegiatan, namun dari sisi kuantitas masih tergolong kurang.

b. Aset/modal

Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang menempati sebuah gedung kantor yang terletak di Jl. Gunung Kerinci No. 11, Nomor Telepon (0562) 639923/ Nomor Faksimili (0562) 639093.

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang didukung

dengan sarana dan prasarana penunjang dapat dilihat di bawah ini :

(35)

Tabel 2.2.3

SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG KEGIATAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA

Per 31 Desember 2020

No Uraian 31 Des 2018

Bertambah (Rp) Berkurang (Rp)

31 Des 2019

(Rp) (Rp)

ASET TETAP(INTRA COMPTABLE)

A. Tanah 1.642.262,90 0,00 0,00% 1.642.262,90

Tanah 1.642.262,90 0,00 0,00% 1.642.262,90

B. Peralatan dan Mesin 1.369.412.700 253.622.000,00 18,52% 1.623.034.700,00

- Alat Besar 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat Angkutan 370.503.392 0,00 0,00% 370.503.392,00

- Alat Bengkel & Alat Ukur 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat Pertanian/

0,00 0,00 0,00% 0,00

Peternakan

- Alat Kantor dan Rumah

tangga 928.091.569 90.772.000,00 9,78% 1.018.863.569,00

Alat Studio dan Alat

komunikasi 70.817.739 15.500.000,00 21,89% 86.317.739,00

Alat-Alat Komputer 0,00 147.350.000,00 0,00% 147.350.000,00

- Alat Kedokteran 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat Laboratorium 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat-Alat

Persenjataan/Keamanan 0,00 0,00 0,00% 0,00

C Gedung dan Bangunan 4.179.670.073 -3.436.999.323,00 -82,23% 742.670.750,00

- Bangunan Gedung 4.179.670.073 -3.436.999.323,00 -82,23% 742.670.750,00

- Bangunan Monumen 0,00 0,00 0,00% 0,00

D Jalan,Irigasi dan Jaringan 55.847.440 0,00 0,00% 55.847.440,00

- Jalan dan Jembatan 0,00 0,00 0,00% 0,00

- BangunanAir/Irigasi 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Instalasi 41.449.190 0,00 0,00% 41.449.190,00

- Jaringan 14.398.250 0,00 0,00% 14.398.250,00

E Aset tetap lainnya 1.980.000 0,00 0,00% 1.980.000,00

- Buku Perpustakaan 1.980.000 0,00 0,00% 1.980.000,00

- Barang bercorak

kesenian/kebudayaan 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Hewan ternak dan

tumbuhan 0,00 0,00 0,00% 0,00

Konstruksi dlm Pengerjaan 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Konstruksi dlm Pengerjaan 0,00 0,00 0,00% 0,00

Sub Total(Aset Intra

Comptable) 5.608.552.475,90 -3.183.377.323,00 -56,76% 2.425.175.152,90

ASET EXTRA COMPTABLE

(36)

Peralatan dan Mesin 37.316.986,00 0,00 0,00% 37.316.986,00

- Alat Besar 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat Angkutan 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat Bengkel & Alat Ukur 350.000,00 0,00 0,00% 350.000,00

- Alat Pertanian 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat Kantor dan Rumah

tangga 36.246.986,00 0,00 0,00% 36.246.986,00

Alat Studio dan Alat

komunikasi 720.000,00 0,00 0,00% 720.000,00

- Alat Kedokteran 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat Laboratorium 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Alat-Alat

Persenjataan/Keamanan 0,00 0,00 0,00% 0,00

Gedung dan Bangunan 17.100.000,00 0,00 0,00% 17.100.000,00

- Bangunan Gedung 17.100.000,00 0,00 0,00% 17.100.000,00

- Bangunan Monumen 0,00 0,00 0,00% 0,00

Jalan,Irigasi dan Jaringan 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Jalan dan Jembatan 0,00 0,00 0,00% 0,00

- BangunanAir(Irigasi) 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Instalasi 0,00 0,00 0,00% 0,00

- Jaringan 0,00 0,00 0,00% 0,00

Sub Total (Aset Extra

Comptable) 54.416.986,00 0,00 0,00% 54.416.986,00

ASET LAINNYA

Aset Tak Berwujud 7.410.000,00 0,00 0,00% 7.410.000,00

Aset Lain-lain 370.873.000,00 -24.613.000,00 -6,64% 346.260.000,00

Sub Total (Aset LAINNYA) 378.283.000,00 -24.613.000,00 -6,51% 353.670.000,00 TOTAL ASET 6.041.252.461,90 -3.207.990.323,00 -53,10% 2.833.262.138,90 Sumber : Sub Bagian Aset, Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang

2.3 KINERJA PELAYANAN DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA KOTA SINGKAWANG.

Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang di bentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Singkawang Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah, yang merupakan penggabungan antara Kantor Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Kota Singkawang dengan Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Singkawang. Oleh sebab itu juga maka data pencapaian kinerja pelayanan Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang dapat ditampilkan data perkembangan tahun awal perencanaan yaitu tahun 2018-2019, sebagaimana ditampilkan pada tabel 2.3.1 dan tabel 2.3.2. di bawah ini.

(37)

Tabel 2.3.1

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang

No

Indikator

Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah

Target

NSPK Target IKK Target

Indikator Lainnya

Target Renstra Perangkat Daerah Tahun ke Realisasi Capaian Tahun ke Rasio Capaian pada Tahun ke

2018 2019 2020 2021 2022 2018 2019 2020 2021 2022 2018 2019 2020 2021 2022

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)

Sebelum dilakukan revisi Renstra Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022 1 Meningkatkan Investasi Daerah Persentase Pertumbuhan nilai

realisasi Investasi (PMDN/ PMA) di Kota Singkawang

5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 43,73% 357,36%. 875,00% 7.147,28%

2 Menurunkan Tingkat Pengangguran

Terbuka Tingkat Pengangguran Terbuka 7,78 7,75 7,45 7,15 6,85 7,88% 8,54% 98,73% 90,75%

3 Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan daerah

Indeks Kepuasan Masyarakat

(IKM) 85,00 87,50 90,00 92,50 95,00 85,36% 82,52% 100,42% 94,31%

Revisi Renstra Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022 1 Meningkatkan Investasi Daerah Persentase Pertumbuhan nilai

realisasi Investasi (PMDN/ PMA) di Kota Singkawang

5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 43,73% 357,36%. 875,00% 7.147,28%

2 Menurunkan Tingkat Pengangguran

Terbuka Tingkat Pengangguran Terbuka 7,78 7,75 7,45 7,15 6,85 7,88% 8,54% 98,73% 90,75%

(38)

Selanjutnya sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 3 dan Pasal 4 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang.

Berdasarkan tabel 2.3.1 di atas, dan dengan pertimbangan telah ditetapkannya IKU Pemerintah Kota Singkawang, maka Tujuan dan Sasaran Strategis Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022, yang akan dituangkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022.

Adapun khusus untuk Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, hanya dilaksanakan sampai dengan tahun 2020 saja, untuk tahun 2021 dan tahun 2022 tujuan ini digabung dengan Tujuan Meningkatkan Investasi Daerah. Hal ini dilakukan karena tujuan tersebut tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja, serta programnya juga pada tahun 2021 dan tahun 2022 bergabung dengan program penanaman modal. Hal ini juga merupakan salah satu pertimbangan untuk merevisi Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal Dan Tenaga Kerja Kota Singkawang Tahun 2018-2022. Adapun Indikator Kinerja Utama yang baru nanti dapat dilihat pada table berikut :

(39)

Tabel. 2.3.2

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DENGAN TARGET

DINAS PENANAMAN MODAL DAN TENAGA KERJA KOTA SINGKAWANG

No Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Utama (IKU) Formulasi Perhitungan/ Penjelasan Target

2018 2019 2020 2021 2022

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

I Menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka dan Angka Kemiskinan

Tingkat Pengangguran

Terbuka (TPT) IKU Kota Singkawang 7,78 7,75 7,45 7,15 6,85

1 Meningkatnya Partisipasi

Angkatan Kerja Kota Singkawang

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

(TPAK)(%)

Jumlah Penduduk Angkatan

Kerja X 100% 65,00 68,00 70,00 72,50 75,00 Penduduk Usia Kerja (15-64 th)

II Meningkatkan Investasi Daerah

Persentase Pertumbuhan Nilai

Realisasi PMDN/PMA IKU Kota Singkawang 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%

1 Meningkatnya realisasi

investasi (PMDN/PMA) di Kota Singkawang

Nilai Realisasi PMDN/

PMA di Kota Singkawang (Milyar

Rp.)

Data/ Laporan Realisasi PMDN/ PMA di Kota

Singkawang 80,77 84,81 430 451,5 474,08

III

Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan daerah

Indeks Kepuasan

Masyarakat (IKM) IKU Kota Singkawang 85 87,5 90

1

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Perizinan dan non perizinan di Kota Singkawang

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Sektor Pelayanan

Perizinan (%)

Laporan Hasil Penilaian Survey Kepuasan

Masyarakat Terhadap Pelayanan Perizinan 84,00 85,00 86,00

Gambar

Tabel 2.3.5  Data Penerbitan Izin

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mendukung pencapaian indikator sasaran Persentase Penegakkan Perda,Presentase Penurunan PelanggaranK3 dan Presentase anggota Linmas yang terlatih dan

Pemanfaatan kembali sisa pagu anggaran dalam bentuk paket kegiatan yang menunjang dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) juga berpengaruh pada pencapaian indikator

Dalam implementasinya, rencana strategis Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya bersifat sektoral dan mempunyai ruang lingkup yang luas meliputi program, kelembagaan,

Untuk mengukur pencapaian pencapaian Sasaran kinerja tersebut ditetapkan 3 (Tiga) Indikator Kinerja Kegiatan yaitu persentase satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA,

BAB II EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBA | Catatan atas Laporan Keuangan 25 kemiskinan yang lebih terkonsentrasi di pedesaan atau gampong, maka

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar dari target yang ditetapkan pada akhir capaian kinerja Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Jumlah Anggaran yang yang ditetapkan untuk melaksanakan tugas dan fungsi Pustekkom Kemendikbud serta mendukung indikator kinerja yang tertuang dalam perjanjian kinerja adalah

Biaya Modal Rata – Rata Tertimbang …….... Pengujian Hipotesis Koefisien Korelasi