• Tidak ada hasil yang ditemukan

Multifunction Solar Charger Bag (MuSCha) sebagai Tas yang dapat Mengisi Ulang Baterai Handphone Bersumber Cahaya Matahari.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Multifunction Solar Charger Bag (MuSCha) sebagai Tas yang dapat Mengisi Ulang Baterai Handphone Bersumber Cahaya Matahari."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Multifunction Solar Charger Bag (MuSCha) sebagai Tas yang dapat Mengisi Ulang Baterai Handphone Bersumber Cahaya Matahari

Andi Sulistiawan1, Arum Angger Rosiah2, Dadang Aris Setyo Budi3

1Fisika, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2Pendidikan Fisika,

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 3Informatika, Fakultas Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret

Abstrak

Handphone saat ini tidak hanya digunakan sebagai alat berkomunikasi, tetapi

sudah menjadi kebutuhan wajib bagi setiap orang. Sebuah handphone tentu membutuhkan energi listrik untuk tetap menyala. Semakin seringnya penggunaan

handphone membuat semakin besar juga kebutuhan energi listrik untuk mengisi

ulang baterai handphone. Kebutuhan akan energi listrik yang semakin besar mendorong setiap orang untuk menggunakan powerbank karena dapat mengisi ulang baterai handphone kapanpun dan dimanapun. Namun di lain sisi, aktivitas manusia yang semakin padat membuat penggunaan powerbank kurang optimal. Penggunaannya yang harus dipegang dan membutuhkan kabel yang panjang dinilai kurang praktis. Maka dari itu dibutuhkan suatu alat yang dapat mengisi ulang baterai handphone secara praktis dan dapat digunakan saat jauh dari sumber listrik PLN. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan sumber energi yang terbarukan. Salah satu sumber energi yang belum banyak terpakai yaitu sinar matahari. Letak Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa membuat intensitas penyinaran matahari setiap harinya stabil. Energi alternatif ini dikemas dalam sebuah tas dengan sel surya bernama MuSCha. MuSCha ini dapat dimanfaatkan sebagai pengisi ulang baterai

handphone saat aktivitas diluar yang jauh dari sumber listrik PLN. MuSCha juga

dapat memanfaatkan dua buah baterai 1.5 V sebagai sumber listrik darurat jika cahaya matahari tidak ada. Dan karena MuSCha ini berupa tas maka tidak perlu kabel panjang untuk mengisi ulang baterai. MuSCha berbentuk tas mini dan menggunakan kain parasit sehingga dapat digunakan untuk membawa handphone kemanapun (portable) secara aman dan tahan air. Di belakang tas MuSCha ini terdapat tali pengencang sehingga dapat dipasang di tangan saat berjalan, dipasang di motor ataupun di dinding. Jika baterai handphone sudah penuh maka listrik hasil dari MuSCha ini dapat disimpan di powerbank sehingga saat baterai

handphone habis dapat menggunakan powerbank untuk mengisi ulang baterai

handphone tersebut. MuSCha ini dibuat untuk memotivasi masyarakat untuk

(2)

Dengan menggunakan desain yang kreatif dan inovatif yakni dibalut dengan kain batik MuSCha berpotensi untuk dipasarkan secara luas ke masyarakat. Jadi, produk sumber energi terbarukan MuSCha ini merupakan salah satu alternatif pengisian ulang baterai handphone yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat zaman sekarang serta punya nilai jual.

Referensi

Dokumen terkait

Subjek penelitian yang dilakukan T.S Tengku Intan Suzila dan M.N.Mohd Yusri adalah percakapan yang dilakukan remaja sedangkan subjek penelitian yang digunakan

[r]

2011.. Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kedua orang tuaku tercinta. Ayahanda Maksum dan Ibunda Siti Muhanah yang selalu mendoakan dan memberi kasih sayang serta motivasi untuk

Sarung tangan yang kuat, tahan bahan kimia yang sesuai dengan standar yang disahkan, harus dipakai setiap saat bila menangani produk kimia, jika penilaian risiko menunjukkan,

Setelah konsumen merasa puas dan menyukai susu kambing yang terkait dengan atribut pada produk, maka konsumen yang merasa puas akan melakukan pembelian susu

Sama seperti SPD, Sistem Skor Inspeksi (SSI) berjalan secara waktu nyata dan ditampilkan di peta digital. Paper ini memaparkan tentang pengembangan propotipe fasilitas

Kesimpulanya, kesalahan berbahasa adalah penggunaan bahasa baik secara lisan maupun tertulis yang menyimpang dari faktor-faktor penentu berkomunikasi atau menyimpang

diperbolehkan untuk berbagai kepentingan 9). Pada kondisi ini perairan dapat dianggap dalam keadaan ‘bersih’. Hasil simulasi tersebut menunjukkan penyebaran polutan logam berat