• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Pencucian Jasa Cuci Sepatu Drip N Dry (pcs)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Hasil Pencucian Jasa Cuci Sepatu Drip N Dry (pcs)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada tahun 1997 hingga 1998 perekonomian di Indonesia mengalami krisis moneter dan krisis terkait nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, yang mana berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sektor usaha yang masih dapat bertahan dan terjadi peningkatan jumlah UMKM dari tahun 1997-2000 sebesar 0,5% (BPS, 2021). Dapat dilihat pada tabel 1.1 data dari Kementerian Koperasi dan UMKM menyebutkan bahwa jumlah UMKM semakin berkembang dan meningkat. Tahun 2014 jumlah UMKM sebesar 55.206.444 unit usaha dan semakin bertambah sebesar 57.895.721 unit usaha pada tahun 2016. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa UMKM menjadi usaha yang lebih mampu bertahan dalam masa krisis dan mampu menyerap banyak tenaga kerja, serta mendukung perkembangan ekonomi secara makro dan mikro di Indonesia.

Tabel 1.1 Perkembangan Jumlah UMKM di Indonesia 2014-2017 Tahun Jumlah UMKM Pertambahan

2014-2017 Presentase

2014 55.206.444 1.263.812 2,52

2015 56.534.592 1.355.138 2,64

2016 57.895.721 1.350.071 2,56

2017 59.000.000 1.091.623 2,02

Sumber: Kementerian koperasi dan UMKM, data BPS (2018)

Dapat diketahui perdagangan menggunakan teknologi internet atau online ini memberikan peluang yang besar bagi UMKM (Jayani et al.,2021). Dibuktikan oleh Nielsen (2017) bahwa 38% konsumen terhubung dengan internet melalui komputer

(2)

2 pribadi, 80% melalui smartphone, dan 38% pengguna internet adalah konsumen yang menyukai belanja online. Pada masa pandemi belanja online juga bisa menjadi alternatif untuk mempermudah pembelian bahan baku bagi perusahaan, karena lebih praktis dan mudah memilih kualitas. Belanja secara online membuat kontribusi yang dapat mempermudah mencari supplier atau pemasok dalam keadaan COVID 19.

Gambar 1.1 Data nilai transaksi E-Commerce tahun 2017-2020

Sumber: Bank Indonesia (2021)

Menurut hasil sensus penduduk 2020, yang dilakukan Badan Pusat Statistik pada Februari-September 2020 jumlah sebanyak 25,87% dari 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan generasi millennial. Banirestu (2017), sehingga banyak industri yang mulai memusatkan perhatian pada generasi millennial termasuk industri fashion.

Fashion dikategorikan berupa pakaian, sepatu dan pelengkap penampilan lainnya.

Berdasarkan tabel kategori fashion mencapai 80% dari produk yang paling sering dibeli secara online, sehingga dapat disimpulkan fashion mempunyai peranan penting dalam kehidupan generasi millennial.

(3)

3 Gambar 1.2 Produk yang sering dibeli via online

Sumber: Google (2016)

Industri fashion tumbuh seiring dengan berkembangnya teknologi dan peradaban manusia (Yusnidar et al.,2015). Data dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (2019) menyatakan bahwa industri alas kaki nasional mampu menempati posisi global. sepanjang tahun 2018 mencatatkan jumlah produksinya mencapai 1,41 miliar pasang sepatu atau berkontribusi 4,6 persen dari total produksi sepatu dunia. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada April 2019 menyampaikan bahwa, industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Dengan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan usaha jasa cuci sepatu menjadi salah satu UMKM yang memiliki potensi untuk dapat dikembangkan.

Seiring perkembangan waktu usaha jasa cuci sepatu semakin meningkat, usaha sejenis mulai bermunculan khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Solo, dan Malang. Berbeda dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, kompetitor jasa cuci sepatu di kota Malang masih belum banyak. Setelah

(4)

4 adanya jasa cuci sepatu pertama yang dibuka pada tahun 2013, merek jasa cuci sepatu di kota Malang yang populer dikalangan masyarakat yaitu Shoes and Care. mulai bermunculan jasa laundry sepatu lainnya di Malang yaitu franchise Shoes and care dan sepatu bersih (2014). Hal tersebut didukung karena adanya gerakan penggiat

UMKM yang semakin meningkat dan mencari banyak bisnis baru.

Jasa cuci sepatu Drip N Dry didirikan pada tahun 2017 oleh Joshua Laksmana, Maureen Kusumo, Fellia dan Tania Leony. Bisnis ini didirikan untuk menjawab kebutuhan pasar akan jasa perawatan sepatu. Drip N Dry diambil dari Bahasa Inggris, yang arti Drip itu adalah meneteskan dan Dry yang artinya kering. Bisnis ini bergerak di bidang jasa, laundry cuci sepatu. Kecintaan terhadap perawatan alas kaki milik pribadi, yang membuat munculnya ide untuk membangun bisnis Drip N Dry. Setelah melakukan survey terhadap masyarakat kota Malang, respon yang diberikan cukup positif untuk bisnis Drip N Dry. Hasil survey menunjukan bahwa, untuk melakukan jasa cuci sepatu harga yang diinginkan customer adalah harga 50.000 untuk satu pasang sepatu. Data survey diperkuat dengan adanya customer yang lebih suka memakai sepatu untuk berkegiatan di luar seperti anak-anak sekolahan, pegawai kantoran, dan juga komunitas pecinta sepatu sehingga dalam seminggu mereka bisa 3-4x memakai sepatu. Dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa membuka toko jasa cuci sepatu di Malang adalah pilihan yang tepat.

Bisnis yang berjalan dengan baik dan tepat memerlukan supplier atau pemasok bahan baku yang optimal. Menurut Pujawan (2010), pemasok adalah sekelompok organisasi atau individu yang memiliki kepentingan terhadap keberhasilan produsen dibandingkan kompetitor. pemasok atau supplier ini secara intensif sangat mendukung

(5)

5 proses operasi perusahaan, biasanya dalam bentuk bahan baku yang belum jadi.

sehingga kualitas dari pemasok dapat dilihat dari produk akhir yang nantinya akan dijual oleh perusahaan untuk pelanggan. harga yang diberikan oleh pemasok memiliki dampak yang berpengaruh kepada biaya produksi.

Salah satu kegiatan yang penting bagi perusahaan jasa merupakan adanya aktivitas dalam manajemen persediaan ini dibutuhkan pengadaan bahan baku (Taufik et al.,2014). Di samping itu peran supplier sendiri sangat dibutuhkan untuk

kelangsungan berjalannya operasional bisnis, karena dalam kegiatan bisnis sangat diperlukan bahan baku yang memadai. Bahan baku utama yang dimaksud adalah sabun sepatu, sikat sepatu dan cat sepatu serta bahan tambahan lainnya. tiga bahan tersebut sangat dibutuhkan untuk kelangsungan berjalannya bisnis cuci sepatu.

Bahan baku pertama berupa sabun sepatu berfungsi untuk membersihkan noda- noda dan memberikan keharuman kepada sepatu secara natural, bahan kedua merupakan sikat sepatu khusus yang dapat dipakai dalam menyikat noda sepatu yang dikarenakan bentuk desainnya yang sudah disesuaikan untuk mempermudah dipakai saat menyikat semua bagian dalam sepatu dan luaran sepatu. Bahan ketiga adalah cat sepatu yang digunakan untuk melakukan pengecatan ulang pada warna sepatu yang sudah pudar warnanya agar dapat kembali ke warna seperti semula lagi, selain itu cat sepatu ini juga berfungsi untuk digunakan pada treatment sepatu yang namanya custom sepatu. Custom sendiri adalah sebuah treatment yang ada di dalam bisnis jasa cuci sepatu, yaitu cara pengerjaannya dengan menggambar lalu dilakukan pewarnaan dengan sesuai permintaan dari customer.

(6)

6 Gambar 1.3 foto bahan baku Drip N Dry

Sumber: Data internal, diolah oleh peneliti (2021)

Pemilihan supplier atau pemasok membutuhkan kinerja yang ekstra, karena supplier harus dipilih dengan kriteria yang sesuai standar kebutuhan perusahaan.

Metode Analytical Hierarchy process (AHP) digunakan sebagai sistem enunjang keputusan pemilihan supplier, karena akan berdampak pada kualitas dan biaya (Saaty, 2008). Perusahaan harus memperhatikan kualitas, harga, waktu pengiriman, dan pelayanan dalam mengambil keputusan pemilihan supplier, agar dapat membantu dalam menetapkan prioritas-prioritas untuk bahan baku (Khasanah, 2019).

Kendala dalam pencarian supplier bagi perusahaan kecil yaitu pada saat akan melakukan transaksi bahan baku, seringkali supplier mencantumkan syarat Minimum Order Quantity (MOQ), dimana supplier hanya menjual produk dengan syarat minimal kuantitas untuk mendapatkan harga grosir. Hal tersebut memaksa perusahaan

(7)

7 untuk membeli produk sesuai dengan jumlah yang disyaratkan oleh supplier. Tetapi dengan perhitungan yang telah dibuat oleh supplier, harga akan jauh lebih murah dengan syarat MOQ dibandingkan dengan harga yang dijual secara satuan.

Supplier yang tidak tepat dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi

perusahaan seperti apabila supplier kurang responsif dalam memenuhi permintaan maka akibat yang dapat timbul adalah kehabisan maupun kelebihan persediaan. Selain itu apabila masa tunggu lead time dari supplier panjang maka dapat mengganggu proses produksi yang berakibat keterlambatan dalam proses produksi dan juga pengiriman barang pada customer (Limansantoso, 2013). Oleh karena itu dengan memilih supplier yang tepat diharapkan meminimalisasi resiko yang terjadi.

Gambar 1.4 Hasil Pencucian Jasa cuci sepatu Drip N Dry

Sumber: Data internal Drip N Dry (2017-2020)

Dari gambar 1.4 dapat dilihat hasil pencucian yang telah dilakukan Drip N Dry mengalami penurunan dari tahun 2017 hingga 2020. Pada tahun 2017 mengalami penjualan yang bagus karena merupakan awal opening promo sehingga mampu mencapai 300 sepatu dalam setahun. Sedangkan tahun 2018-2020 pencucian sepatu

0 50 100 150 200 250 300 350

Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020

Hasil Pencucian Jasa Cuci Sepatu Drip N Dry (pcs)

jumlah sepatu

(8)

8 mulai tidak stabil dan mengalami penurunan di setiap tahunnya. Sehingga Drip N Dry merasa perlu untuk melakukan usaha agar dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Diupayakan untuk bisa mengefisiensikan operasional dengan efisiensi melalui pengadaan bahan baku. Pengadaan bahan baku berhubungan dengan pemilihan supplier bahan utama, oleh karena itu penelitian terhadap pemilihan supplier yang tepat perlu dilakukan.

Berdasarkan pembahasan maka penelitian ini akan berfokus, pada keputusan pemilihan supplier bahan baku di Drip N Dry dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan pembahasan yang sudah dilakukan, maka inti dari rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat keputusan pemilihan supplier bahan baku yang tepat untuk produk sabun sepatu, cat sepatu, dan sikat

sepatu, dengan mepertimbangkan harga, kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman, dan layanan guna memenuhi kebutuhan jasa cuci sepatu Drip N Dry.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini yaitu untuk memilih supplier bahan baku sabun sepatu, sikat, cat sepatu dengan mempertimbangkan harga, kualitas, ketepatan waktu, dan pelayanan untuk bisnis Drip N Dry. Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai metode pemilihan bahan baku yang akan digunakan dalam penelitian ini, agar mendapatkan supplier yang dapat dipercaya dan dipilih menjadi penyuplai bahan utama untuk di Drip N Dry.

(9)

9 1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan persepsi baru terhadap metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dapat digunakan dalam memilih supplier bahan baku yang tepat. Selain itu manfaat selanjutnya, agar dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian mengenai pemilihan supplier jasa cuci sepatu sehingga dapat berguna dalam pengetahuan pemilihan supplier.

1.4.2 Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur bagi Drip N Dry dalam membuat strategi usaha yang tepat, khususnya dalam pemilihan supplier.

Penelitian ini juga diharapkan agar menjadi referensi bagi para pemilik usaha UMKM yang sejenis untuk bisa diterapkan sesuai dengan kriteria perusahaan.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Jawa Timur khususnya di wilayah Surabaya.

Penelitian ini berfokus pada pemilihan supplier bahan baku berdasarkan kriteria kualitas, harga, ketepatan waktu dan pelayanan yang sesuai dengan perusahaan Drip N Dry. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Hot Rolled Asphalt (HRA) - merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran antara agregat bergradasi timpang, filler dan aspal keras dengan perbandingan tertentu,

Pada proses word normalization akan mengubah kata yang tidak baku menjadi kata baku sama seperti yang dilakukan pada proses processing di tahap pelatihan dimana

Asmen Jumlah Anggota yang mengangsur 9 Anggota 5% Asmen Jumlah Kredit yang terbayarkan 48 Juta 5% 10 Melakukan kerjasama dengan notaris / Menambah Channel Internal Process

Teknik amplifikasi linguistik muncul pada penambahan kata ‘aku’ dalam penerjemahan kalimat ‘kaketemo ii ne’ sedangkan teknik partikularisasi dapat dilihat

Menurut Gagne, Wager, Goal, & Keller [6] menyatakan bahwa terdapat enam asusmsi dasar dalam desain instruksional. Keenam asumsi dasar tersebut dapat dijelaskan

Bagian pertama tentang pendekatan dalam kajian etika komunikasi yaitu pendekatan kultural guna menganalisis perilaku pelaku profesi komunikasi dan pendekatan strukrural

Ketidaksesuaian yang terjadi pada hasil diagnosa dokter dan sistem disebabkan oleh perhitungan nilai CF suatu gejala dapat mempengaruhi lebih dari satu penyakit, yang

KEEMPAT : Taman di Perairan Teluk Moramo di Provinsi Sulawesi Tenggara sebagaimana dimaksud diktum KETIGA dengan batas koordinat sebagaimana tercantum dalam