VISI MISI. Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur Periode ULP YHW FOR

Teks penuh

(1)

VISI

MISI

Calon Bupati dan Wakil Bupati

Kabupaten Sumba Timur

Periode 2021 - 2026

ULP

YHW

(2)

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

BAGIAN I Pendahuluan ... 1

BAGIAN II Kondisi Faktual Kabupaten Sumba Timur ... 4

2.1. Keunggulan Lokal ... 4 2.1.1. Pertanian ... 4 2.1.2. Perindustrian ... 7 2.1.3. Agama ... 9 2.1.4. Sosial Budaya ... 10 2.1.5. Kehutanan ... 11

2.1.6. Sumber Daya Alam ... 11

2.1.7. Pariwisata ... 13

2.2. Keberhasilan Pembangunan 17 2.3. Permasalahan Pembangunan yang masih dirasakan 22 BAGIAN III Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Sumba Timur ... 29

3.1. Visi ... 29

3.2. Misi ... 32

3.3. Tujuan dan Sasaran ... 32

BAGIAN IV Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Sumba Timur ... 35

(3)

“ Melangkah Bersama Rakyat “.

(4)

iii

“ BERSAMA RAKYAT MEWUJUDKAN

SUMBA TIMUR EMAS (MANDIRI,

ADIL DAN SEJAHTERA) BERBASIS

KEUNGGULAN LOKAL SECARA

BERKELANJUTAN ”.

(5)
(6)

BAGIAN I

PENDAHULUAN

P

emilihan Kepala Daerah (pilkada) secara langsung dan serentak akan dihelat lagi untuk ketiga kalinya di seluruh Indonesia pada tanggal 23 September 2020, termasuk di dalamnya Pilkada di Kabupaten Sumba Timur, tetapi akibat wabah Corona Virus Desease 19, maka ditunda hingga 9 Desember 2020. Tahapan-tahapan untuk pelaksanaannya sementara dijalankan oleh KPUD dan partai politik serta para kandidat Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sejak era new normal diberlakukan. Semua tahapan atau proses pemilihan yang sudah, sementara dan akan berjalan itu, diarahkan agar pemilihan Kepala Daerah yang membutuhkan waktu yang panjang, tenaga dan biaya yang tidak sedikit tersebut, benar-benar dapat menjadi momentum yang strategis untuk mendirikan pilar yang memperkokoh bangunan demokrasi di tingkat lokal, sehingga berdampak pada kualitas demokrasi secara nasional. Harapan atau keinginan seperti itu telah terbukti yakni dengan terlaksananya pilkada langsung selama ini, baik yang dilakukan serentak ataupun tidak serentak telah menunjukkan adanya peningkatan demokrasi karena rakyat secara individu dan kelompok terlibat dalam proses melahirkan pemerintah dan legislatif atau pejabat negara melalui pola-pola yang Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia serta Jujur dan Adil (LUBER dan JURDIL).

Pilkada sebagai wujud demokrasi lokal tersebut diupayakan untuk mewujudkan Local Accountability, Political Equity, dan Local Responsiveness, yang merupakan tujuan dari desentralisasi pemerintahan. Melalui Pilkada ini akan tampil pejabat publik yang dimiliki oleh rakyat. Siapapun yang memenangkan pertarungan

(7)

dalam Pilkada ditetapkan sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (local executive) yang memiliki legal authority of power (teritorial kekuasaan yang jelas), local own income and distribute them for people welfare (memiliki pendapatan daerah untuk didistribusikan bagi kesejahteraan penduduk), dan local representative as balance power for controlling local executive (lembaga perwakilan rakyat sebagai pengontrol eksekutif daerah). Sehingga memberikan dorongan yang kuat bagi siapapun yang terpilih untuk menghadirkan sistem layanan publik, untuk mewukudkan rasa adil, kemandirian dan kesejahteraan bagi rakyat di daerah sebagai esensi dari kehadiran pemerintahan daerah yang legitimate.

Itulah target dari kehadiran seorang pimpinan daerah melalui proses pemilihan Kepala Daerah secara langsung. Karena itu berbagai regulasi yang mengaturnya dibuat sedemikian rupa sehingga setiap calon pemimpinnya diwajibkan membuat arah kepemimpinannya apabila kelak dipercaya oleh rakyat menjadi pemimpin daerah. Arah kepemimpinannya tergambar dalam bentuk visi dan misi, yang harus diuji (dijual) dan dipertahankan di depan para panelis dari KPUD dan disampaikan secara langsung dan terbuka kepada rakyat yang akan memilih mereka melalui sebuah mekanisme yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (KPUD, BAWASLU dan DKPP). Karena itu, kami yang terdorong dan terpanggil serta sudah berkomitmen untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat melalui pencalonan sebagai pemimpin daerah di Kabupaten Sumba Timur diajang Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020, memiliki Visi Dan Misi Pembangunan Kabupaten Sumba Timur untuk 5 tahun ke depan dengan sistematika sebagai berikut:

• Bagian I : Pendahuluan

(8)

• Bagian III : Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Sumba Timur.

• Bagian IV : Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Sumba Timur.

(9)

BAGIAN II

KONDISI FAKTUAL KABUPATEN SUMBA TIMUR

K

abupaten Sumba Timur yang terdiri dari 22 Kecamatan, 140 buah Desa definitif, 16 buah Kelurahan dan 44 buah Desa Persiapan, dengan luas wilayah daratan sebesar 7000,5 Km², dan luas lautan sebesar 8.373,53 Km², menurut data Sumba Timur Dalam Angka Tahun 2019 diperoleh informasi bahwa hingga tahun 2018 sudah memiliki jumlah penduduk sebanyak 255.601 jiwa, yang terdiri dari Laki-Laki sebanyak 130.925 Jiwa dan Perempuan sebanyak 124.676 Jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata sebesar 36,51 / Km². Dimana secara faktual memiliki keunggulan lokal yang dapat dikelola untuk mentransformasikan daerah ini kearah yang lebih maju dan lebih sejahtera agar dapat menghapus predikat “daerah tertinggal” yang selalu disematkan kepada daerah ini. Predikat “daerah tertinggal” terakhir ditetapkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024.

2.1. Keunggulan Lokal

Keunggulan-keunggulan lokal yang dimiliki dan dapat dikelola untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumba Timur seperti antara lain:

2.1.1. Pertanian

Guna menerangkan tentang potensi kekayaan pertanian yang dimiliki oleh kabupaten Sumba Timur, maka dapat diterangkan menurut urutan sebagai berikut:

a. Pertanian Tanaman Pangan:

Mata pencaharian dari kebanyakan penduduk Kabupaten Sumba Timur adalah Bertani, Beternak, Nelayan, Berkebun dan lain sebagainya. Hasil utama pertanian adalah padi,

(10)

jagung, ubi-ubian dan kacang-kacangan. Hambatan disektor pertanian adalah ketergantungan Petani pada air hujan (tadah hujan), yang mana musimnya sangat singkat dibandingkan musim kemarau. Akibat ketergantungan terhadap musim hujan tersebut adalah penghijauan pun tidak dilakukan dengan baik sehingga sumber air menjadi kering.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, pihak Pemerintah bersama rakyat Sumba Timur telah mengupayakan pembuatan bendungan, saluran irigasi dan pembuatan cekdam berupa:

1) Bendungan Ngalu : di Kecamatan Wulla Waijelu 2) Bendungan Kanggoa : di Kecamatan Wulla Waijelu 3) Bendungan Wulla : di Kecamatan Wulla Waijelu 4) Bendungan Patawang : di Kecamatan Umalulu 5) Bendungan Wanga : di Kecamatan Umalulu 6) Bendungan Pau : di Kecamatan Umalulu 7) Bendungan Matawai : di Kecamatan Paberiwai 8) Bendungan Rakawatu : di Kecamatan Lewa 9) Bendungan Lambanapu : di Kecamatan Kambera.

Pengairan ini sesungguhnya direncanakan untuk mengairi lahan seluas 26,275 ha, namun pada tahun 2019 ada 3.532 ha (13,44 %) yang tidak dikelola (Sumba Timur Dalam Angka 2019).

b. Perkebunan:

Perkebunan di Wilayah Sumba Timur pada umumnya adalah perkebunan rakyat yang diolah secara tradisional seperti : kelapa, jambu mente, kapuk dan jenis lainnya, kecuali pada tahun 2016 mulai dikembangkan perkebunan Tebu dan Jarak oleh investor. Hambatan yang dihadapi dalam pengembangan perkebunan sering mengemuka adalah :

(11)

a) Musim Kemarau yang panjang.

b) Masalah tanah yang tidak subur / kapur.

c) Cara pengolahan lahan masih secara tradisional.

d) Pembebasan lahan untuk pengembangan perkebunan oleh investor

c. Peternakan:

Keadaan alam Sumba Timur memiliki padang rumput savana yang luas yang sangat potensial untuk pengembangan ternak Sapi Ongole, Kerbau, Kuda, Kambing, Domba / Biri-biri dan Unggas. Hingga akhir tahun 2018, ternak besar yang ada di Sumba Timur terdiri dari: sapi 51.811 ekor, kuda 32.983 ekor dan kerbau 39.737 ekor.

d. Perikanan :

Dengan panjang garis pantai 433,6 km dan memiliki lautan, maka daerah ini sangat kaya akan hasil laut. Hal ini dapat dilihat dari komoditi yang diantarpulaukan seperti Rumput Laut Jenis E.Spinosum, Jenis E. Cottoni, Udang Lobster, Teripang, Ikan Kerapu, Kulit Kerang, Cumi-Cumi, Sirip Hiu, Nener. Karena itu mata pencarian penduduk Kabupaten Sumba Timur disamping Bertani dan Beternak juga sebagai Nelayan. Masyarakat yang bekerja sebagai nelayan bertempat tinggal di pinggiran pantai dengan tehnik penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional. Ikan ditangkap dengan cara pancing, pukat dan suluh untuk keperluan sehari-hari dan di jual ke pasar terdekat.

(12)

2.1.2. Perindustrian

Industri yang berkembang di Sumba Timur diantaranya : 1. Minyak Kelapa terdapat di Kota Waingapu dan

Hadakamali

2. Roti Avi / Kue Matawai terdapat di Kelurahan Matawai 3. Gula lontar terdapat di Matawai Atu dan Maujawa 4. Giling Kopi terdapat di Kamalaputi – Kota Waingapu 5. Tahu dan tempe terdapat di Kamalaputi – Kota Waingapu 6. Garam rakyat terdapat di Kanatang, Pandawai, Kadumbul

dan Umalulu

7. Pencelupan benang/Tradisional terdapat di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur

8. Tenun Ikat terdapat di Kambera, Melolo, Mangili (Desa Kaliuda) dan Kanatang

9. Jahit pakaian terdapat di Matawai, Hambala, Padadita dan Kambajawa

10. Minyak kayu putih terdapat di Lambakara – Pahunga Lodu

11. Anyaman bambu / Gedek terdapat di Lambanapu, Mauliru dan Maulumbi

12. Gergaji kayu terdapat di Manubara dan Matawai

13. Meubel RT ( Olympic ) : Matawai, Hambala dan Kambajawa

14. Meubel Bambu terdapat di Mauliru, Lambanapu dan Kambaniru.

15. Pembakaran Kapur terdapat di Kambera dan Pandawai 16. Batako/Batu bata Merah terdapat di Wangga (Tandairotu

– Kandara) dan Kambajawa

17. Vulkanisir ban / Tambal Ban terdapat di Seluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur

18. Sablon terdapat di Matawai, Hambala dan Kambajawa 19. Cuci cetak photo & Photo copy terdapat di Matawai

(13)

(Wara), Hambala dan Kambajawa

20. Reperasi arloji terdapat di Pasar Inpres Matawai 21. Industri Kapas terdapat di Umalulu dan Wula Waijelu 22. Pabrik Air Minum PT Aquamor Desa Mbatakapidu dan

Bunafit di Kelurahan Temu

Industri kerajinan tenun ikat Kain Sumba nampaknya ada perkembangan seiring dengan mulai meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan kesadaran masyarakat untuk mempertahankan serta mempromosikan produk lokal. Hanya saja ketika pandemic Covid 19 melanda dunia dan berdampak pada lesunya kunjungan wisatawan, maka pemasaran tenun ikat turut kena dampaknya. Untuk produk tenun ikat selama ini lebih banyak dipasarkan di Waingapu dan juga dipasarkan di luar Kabupaten Sumba Timur seperti Jawa dan Bali. Selain itu terdapat juga Industri kecil baik formal maupun non formal yang ada di Wilayah Kabupaten Sumba Timut yakni:

1) Industri Formal :

a) Industri Logam, Mesin dan elektronik : 9 Unit Usaha b) Industri hasil pertanian dan Hutan meliputi: Anyaman

Bambu : 75 Unit, Meubel Kayu : 17 Unit dan Anyaman Lontar

2) Industri Non Formal terdiri atas:

a) Jumlah Industri Aneka di Kabupaten Sumba Timur menurut jenisnya sebagai berikut :

(1) Pertenunan Ikat : 338 Unit (2) Salon Kecantikan : 4 buah (3) Rekaman Suara : 3 buah (4) Tukang Emas : 2 buah

(5) Barang dari Karet Untuk RT : 1 buah (6) Penjahit : 34 Unit

(14)

(8) Pandai Besi : 6 Unit (9) Pengilingan Padi : 73 Unit (10) Penggaraman : 75 Buah

b) Industri Kimia berupa Vulkanisir Ban di Kabupaten sudah ada sejak tahun 2016

c) Jumlah Industri Logam di wilayah Kabupaten Sumba Timur tahun 2016 adalah: Jasa bengkel roda 2 dan 4 sebanyak 52 buah

d) Jumlah Industri pengolahan hasil pertanian dan kehutanan di Wilayah Kabupaten Sumba Timur adalah:

1) Tempe / Tahu : 2 unit 2) Roti/kue : 28 unit 3) Kacang bawang : 9 unit

4) Makanan Lainnya (Emping) : 10 buah 5) Air minum dalam kemasan : 2 buah 6) Air isi ulang : 30 buah

7) Bengkel kayu : 20 buah 8) Anyaman bambu : 2 buah

9) Percetakan dan Penerbitan : 4 buah

10) Molding & Komponen Bangunan : 14 buah 11) Anyaman Pandan dan Lontar : 2 buah 12) Batako : 27 buah

13) Pembersihan Kopi : 1 buah 14) Gula Merah : 1 buah

15) Dan lain-lain 2.1.3. Agama

Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah yang cukup terbuka dan memiliki sifat toleransi antar umat beragama yang cukup tinggi dan suasana kehidupan antar sesama sangat rukun dan harmonis. Adapun Agama yang berkembang di kabupaten Sumba Timur hingga akhir 2016 adalah Kristen Protestan sebanyak

(15)

179.199 orang, Kristen Katolik sebanyak 23.282 orang, Islam sebanyak 15.249 orang, Hindu/Budha sebanyak 399 orang. Selain itu ada juga aliran kepercayaan Marapu sebanyak 31.476 orang. 2.1.4. Sosial Budaya

Kabupaten Sumba Timur memiliki beberapa karakter khas yang masih terpelihara hingga kini yakni:

1) Adat Istiadat yang masih berkembang dengan baik di Kabupaten Sumba Timur seperti antara lain:

a) Upacara Perkawinan, yang dilaksanakan oleh pihak yang melakukan prosesi perkawinan.

b) Upacara Pemakaman Jenazah di Kabupaten Sumba Timur yang berbeda dengan daerah lain di luar Pulau Sumba.

c) Upacara Hamayang yang dilaksanakan pada saat - saat tertentu yakni dengan tujuan penyembahan kepada leluhur yang dilaksanakan setiap tahun.

d) Upacara Luluk, yang dilaksanakan pada saat menerima tamu kehormatan atau upacara ritual tertentu seperti pada prosesi pelayatan orang meninggal dari setiap kabihu yang melayat (horung). Luluk merupakan baitan bahasa adat atau ritual yang pengucapannya disesuaikan dengan peristiwa atau ritual yang dilaksanakan.

2) Bahasa :

Bahasa Daerah yang dipergunakan di Kabupaten Sumba Timur berbeda dalam aksen dan dialeknya sehingga dapat diketahui dari mana asal orang tersebut. Bahasa di Kabupaten Sumba Timur adalah Bahasa Sumba Timur, Bahasa Sumba Barat, Bahasa Sabu, Bahasa Rote, Jawa, Bima, Lombok, Bugis, Sunda dan lainnya.

3) Kesenian :

(16)

drama musik dan tarik suara. 2.1.5. Kehutanan

Walaupun areal hutan yang tidak terlalu luas, namun kabupaten Sumba Timur juga cukup mengandalkan hasil hutan untuk memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Hasil hutan yang diandalkan adalah kayu cendana dan rotan.

Adapun luas Hutan Produksi Tetap seluas 25.418,596 Ha, Hutan Produksi seluas 58.932 Ha, sedangkan Taman Nasional seluas 47.014 Ha, Hutan terbatas 21512,040 Ha, hutan Lindung seluas 72696,209 Ha, HUTAN konversi seluas 57885,915 Ha, kawasan swaka alam dan kawasan pelestarian alam seluas 5328,344 Ha, dan taman nasional seluas 57.443,943 Ha.

Khusus untuk Taman Nasional ”Wanggameti” yang terletak di bagian selatan pulau Sumba dan berjarak sekitar ± 100 km dari Waingapu merupakan kawasan hutan yang sangat kaya akan keaneka ragaman hayati yang unik (flora, fauna dan ekosistim alami). Keberadaan Taman Nasional tersebut menjadi demikian penting karena diketahui menjadi habitat berbagai satwa elok dan langka antara lain burung kakatua (cacatua sulphurea), burung bayan (electus soratus), nuri, rusa (cervustimorensis), ular, kera (macaca fascicularis), babi hutan (sus sp), bahkan terdapat 9 jenis burung dan 3 jenis kupu-kupu yang merupakan jenis satwa yang hanya terdapat di pulau Sumba (Endemik Sumba).

2.1.6. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sumba Timur meliputi:

a) Tambang emas di Desa Wanggameti Kecamatan Matawai Lapawu. Kandungan emas ini pernah dilakukan penyelidikan (eksplorasi) oleh PT Fathi Resources pada tahun 2005 tetapi dihentikan karena berpotensi merusak

(17)

lingkungan hidup dan banyak mendapat penolakan dari masyarakat Sumba Timur. Selain itu, pertambangan Timah Hitam dengan luas area sekitar 160 Ha. Selain Timah Hitam, Juga Kabupaten Sumba Timur memiliki beberapa jenis barang tambang antara lain Batu Gamping, Granit, Pasir Besi, Tanah Liat, dan beberapa barang tambang lainnya. Dari kandungan bahan tambang tersebut, banyak yang belum diolah.

b) Lahan yang cocok untuk pengembangan sektor pertanian terutama tanaman pangan, perkebunan dan peternakan seperti kuda, sapi ongole, kerbau, kambing, domba / biri-biri, ayam dan babi.

c) Hasil Laut berupa Lobster, Rumput Laut yang terdapat disepanjang Perairan Desa Warambadi Kecamatan Wulla Waijellu Kecamatan Pahunga Lodu dan Kecamatan Haharu yang hasilnya dikelola oleh PT Algae Sumba Timur Lestari (pabrik rumput laut) dan selanjutnya dikirim ke Surabaya atau tempat lain sesuai permintaan pasar. Ada juga cumi-cumi di sekitar Pulau Salura Kecamatan Karera pada musim-musim tertentu. Potensi lain seperti ikan, dijual di pasar ikan Waingapu dan pasar-pasar lainnya serta dijual keliling dengan metode perdagangan menggunakan kendaraan roda dua atau moda transportasi lainnya.

d) Pengembangan tanaman cengkeh oleh PT. Sentosa Anugerah Sejahtera bekerja sama dengan PT. Sampoerna pada lokasi seluas 600 hektare di Walakiri Kecamatan Pandawai. Selain itu dikembangkan juga tanaman gaharu, cendana, jati, kemiri dan lain-lain oleh masyarakat baik secara mandiri maupun difasilitasi oleh pemerintah daerah.

e) Pengembangan tebu yang dikembangkan oleh PT. Muria Sumba Manis Sumba Timur sejak tahun 2016, dimana

(18)

saat ini perkebunan ini terus berkembang dan sementara dibangun pabrik gula di Desa Wanga Kecamatan Umalulu. 2.1.7. Pariwisata

Pada umumnya masyarakat Sumba Timur di bagi dalam 3 (tiga) tingkat sosial yakni Maramba (raja), kabihu (pejabat adat/ orang merdeka) dan ata (hamba). Mayoritas penduduk beragama Kristen Protestan dan Katolik, namun masyarakat Sumba masih tetap memegang teguh adat istiadat yang berlandaskan kepercayaan asli Sumba yaitu “Marapu” dalam kehidupan mereka sehari-hari. Terkait dengan kepercayaan tersebut, maka kabupaten Sumba Timur menyimpan cukup banyak pesona wisata budaya disamping wisata alam dan wisata buatan. Dalam hal kepariwisataan, Kabupaten Sumba Timur sangat mengandalkan wisata budaya dan alam untuk menarik para wisatawan dari manca negara maupun wisatawan lokal. Beberapa obyek wisata bagaikan magic sehingga telah berhasil membuat decak kagum bagi para wisatawan yang menikmatinya. Bahkan keindahan-keindahan itu, maka Pulau Sumba pada tahun 2018 dijuluki sebagai salah satu pulau terindah di dunia oleh majalah Focus yang berkedudukan di Jerman. Dari segi wilayah teritorial, Kabupaten Sumba Timur cukup strategis karena mempunyai jarak yang cukup dekat dengan Pulau Dewata dan Sumbawa yang terkenal akan wisata pantai dan budayanya.

Beberapa obyek wisata di Sumba Timur yang sangat terkenal adalah:

a. Wisata Budaya berupa Rumah Tradisional (Traditional House) yang memiliki ciri khas tersendiri. Bentuk atapnya tinggi lancip, serupa menara dimana tersimpan benda-benda pusaka (Tanggu Marapu). Tiap-tiap rumah adat mempunyai tiga bagian yakni bagian bawah, tengah dan atas rumah, yang mencerminkan simbol alam dalam

(19)

pandangan suku bangsa Sumba, yakni alam bawah (tempat arwah), alam tengah (tempat manusia) dan alam atas (tempat para dewa). Dengan demikian rumah bukan hanya sebagai tempat kediaman manusia tetapi juga merupakan tempat kebaktian dan pusat persekutuan sosial dan ekonomi (center of social gathering and economic). Sekeliling rumah adat terdapat kubur-kubur batu besar dengan berbagai bentuk dan ukiran yang indah baik yang telah berusia ratusan tahun maupun yang baru, sebagai manifestasi kejayaan jaman megalitik dimasa lampau. Obyek ini dapat ditemui di Kampung Wunga – Kec. Haharu, yang merupakan kampung pertama dan tertua di Sumba Timur. Selain itu terdapat di Kampung Prainatang, Kampung Kawangu, Kampung Watumbaka, Kampung Praiyawang, Kampung Uma Bara/Pau, Kampung Tambahak, Kampung Kaliuda, Kampung Wundut, Kampung Praikalitu, Kampung Rambangaru, Kampung Praibakul, Kampung Prailiu dengan karakteristik adat-istiadatnya masing-masing.

b. Tarian Tradisional (Traditional Dance) yang disajikan dalam upacara ritual, pagelaran dan acara pemerintahan yang diiringi oleh nyanyian lagu-lagu adat, gong dan tambur serta alat musik dari bambu (nggu’nggi dan jung’ga au) yaitu tari ndua tali, tari kandingangu, tari ngguku (Wulu Manu), tari parinna, tari ludu, tari panapang baru, tari patang, tari pata pandailung, tari waluk, tari kanduku wuaka dan tarian penyambutan tamu agung yaitu : Ninggu Harama dan Harama.

Upaya promosi terhadap kesenian rakyat tersebut didukung oleh beberapa sanggar tari antara lain, Sanggar Tari Ori Angu (Lambanapu), Sanggar Tari Ninggama

(20)

(Prailiu), Sanggar Tari Mbeni Mangu (Wangga ), Sanggar Tari Talu Nggeda (Kawangu), Sanggar Tari Gempar (Praimbana), Sanggar Tari Prainatang (Mondu), Sanggar Tari Praiyawang (Rindi), Sanggar Tari Katala Hamulingu (Lewa), Sanggar Tari Riki Mata (Rada Mata) dan beberapa diantara sanggar tari tersebut sering diundang dalam acara pentas seni dan budaya.

c. Kematian dan upacara penguburan. Kematian bagi orang Sumba Timur dilihat sebagai transisi antara hidup duniawi dan akhirat. Karena itu, penguburan harus dilaksanakan dengan upacara khusus agar arwah manusia layak masuk dalam Praimarapu (surga). Setelah mayat disimpan bahkan sampai bertahun-tahun, dilakukan upacara penyembelihan ternak kerbau dan kuda dalam jumlah besar (tergantung status sosial) sebagai sesaji mengiringi penguburan. Upacara ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama, jenazah di bungkus dengan kain berlapis-lapis lalu diletakkan dalam peti kayu dengan diameter 150 cm (pada jaman dahulu tidak menggunakan peti berbahan kayu, melainkan menggunakan kulit kerbau yang telah dikeringkan). Jenazah diletakkan dalam posisi jongkok (seperti posisi janin dalam rahim ibu, yang memiliki makna “Lahir Baru”) lalu ditempatkan dalam rumah adat sambil menanti upacara berikutnya.

Jenazah dijaga oleh Papanggang/Ata Ngandi (hamba bawaan). Sehari sebelum berakhirnya tahap pertama diadakan upacara Pahadang yang dipimpin oleh Ratu (Imam Marapu). Sebelum tahap kedua batu kubur harus sudah disiapkan dengan ukuran bergantung pada status sosial. Batu tersebut harus ditarik dari luar kampung yang diawali dan diakhiri dengan upacara khusus. Setelah batu

(21)

kubur sudah siap dimulailah tahap kedua. Tahap Kedua, Jenazah diusung dan diarak dalam suatu prosesi sambil diiringi oleh arakan kuda berhias yang ditunggang oleh hambanya (Ata Ngandi) sampai ke tempat pemakaman jenazah ditempatkan dalam batu kubur Megalit. Pemandangan ini dapat dilihat pada Kampung Prailiu, Pau dan Praiyawang, serta kampung-kampung tradisional lainnya.

d. Seni dan Kerajinan Tangan

Masyarakat Sumba Timur sangat beruntung karena diwarisi keahlian oleh para nenek moyang mereka, yaitu kemampuan membuat kain tenun ikat. Tenun ikat Sumba Timur sangat mengandalkan motif yang memiliki kekhasan tersendiri dan tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia sehingga tidak heran jika para Turis lokal maupun asing berani mengorek sakunya untuk membayar dengan harga yang cukup mahal. Proses pembuatannya yang unik dan sulit serta pewarna alaminya memakan waktu yang lama dan membutuhkan keuletan pengrajin atau penenun.

e. Wisata Pantai

Kabupaten Sumba Timur memiliki pesona pantai dan air terjun yang tak kalah indahnya dengan pantai-pantai di daerah lain seperti antara lain Pantai Londa Lima (Desa Kuta), Pantai Pindu Hurani (Desa Pindu Hurani), Pantai Kalala (Desa Hadakamali), Pantai Tarimbang (desa Tarimbang), Pantai Walakiri (kelurahan Watumbaka), Air Terjun Laputi (desa Praing Kareha), Air Terjun Hiru Manu (Desa Kananggar), Air Terjun Gunung Meja (Kelurahan Temu), Air Terjun Wai Bara (Desa Mahubokul), Air Terjun Koalak, Air Terjun Tanggedu (Desa Mondu) dan Air Terjun Waikanabu (Desa Waikanabu).

(22)

2.2. Keberhasilan Pembangunan

Keunggulan-keunggulan lokal tersebut perlu di-manage (dikelola) dengan baik agar daerah yang secara de jure didirikan pada tanggal 13 Desember 1958 dan aktivitas pemerintahannya secara de facto dimulai tanggal 20 Desember 1958 atau dibentuk pada sekitar 62 tahun yang lalu ini, ke depan harus lebih maju lagi sehingga masyarakatnya semakin sejahtera serta daerahnya mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia dan dapat dikeluarkan dari predikat “Daerah Tertinggal”. Tercatat bahwa dalam usia yang sudah dewasa seperti sekarang ini, telah dilakukan berbagai upaya oleh pemerintah dan masyarakat Sumba Timur untuk memajukan kehidupan di daerah ini. Upaya itu terlihat dari pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang selalu mengalami transformasi atau perubahan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perkembangan kehidupan masyarakat dan daerah. Transformasi / perubahan / peningkatan yang dilakukan tersebut telah banyak memberikan keberhasilan dalam menaikkan derajat kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Disamping itu, masih dijumpai pula sejumlah kekurangan atau permasalahan yang masih dirasakan oleh daerah dan masyarakat yang mendiami Bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu tercinta ini. Oleh karena itu, kita harus tetap melangkah ke depan secara terencana, terukur dan terkendali secara baik agar dalam pembenahan dan transformasi/perubahan/peningkatan yang dilakukan mampu mengantar kita untuk meraih harapan-harapan baru yang lebih baik dan masih dapat dipersembahkan bagi rakyat dan daerah tercinta ini.

Keberhasilan-keberhasilan yang telah mengantar Kabupaten Sumba Timur untuk terus berkembang hingga saat ini diantaranya sebagai berikut:

(23)

dilihat dari indikator-indikator makro ekonomi sebagai berikut:

a) Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumba Timur selalu mengalami peningkatan dari setiap periode kepemimpinan daerah, yakni jika pada tahun 2000 pertumbuhan ekonomi Sumba Timur berada pada posisi angka 1,68 %, tahun 2005 sudah meningkat menjadi 4,81 %, tahun 2010 sebesar 4,83 %, kemudian pada tahun 2015 meningkat lagi menjadi 5,04% dan selanjutnya pada tahun 2018, pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumba Timur sudah berada pada angka 5,28 %. Perkembangan pertumbuhan ekonomi ini menempatkan Kabupaten Sumba Timur berada diurutan ke 5 (lima) tingkat provinsi NTT setelah Kota Kupang sebesar 6,84%, Belu sebesar 5,71 %, Rote Ndao sebesar 5, 45 %, dan Alor sebesar 5,29 %. Posisi ini juga menempatkan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumba Timur berada lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang pada tahun 2018 mencapai 5,13%.

b) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Sumba Timur yang digunakan untuk melihat pergeseran-pergeseran yang terjadi dalam sektor ekonomi dan struktur ekonomi yang Sumba Timur, selalu mengalami peningkatan dari tahun 2000 hingga tahun 2018. Pada tahun 2000 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku sebesar Rp.342.862.197,-, pada tahun 2005 meningkat menjadi Rp.742.612.399,- kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp.1.482.105.190,-, dan selanjutnya pada tahun 2015 meningkat lagi menjadi Rp.4.561.317.000,-

(24)

serta terakhir pada tahun 2018 meningkat lagi menjadi Rp.8.860.079.300,-.

c) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Sumba Timur yang isinya menggambarkan nilai tambah barang dan jasa serta pertumbuhan ekonomi yang terjadi di di Sumba Timur, juga mengalami peningkatan dari tahun 2000 hingga tahun 2018. Pada tahun 2000 PDRB Atas Dasar Harga Konstan sebesar Rp.167.223.557,-, pada tahun 2005 sebesar Rp.554.725.023,-, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp.715.555.000,-, selanjutnya pada tahun 2015 meningkat lagi menjadi Rp.3.275.724.200,- dan terakhir pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp.3.808.261,8,-.

d) Peningkatan yang sama terjadi juga pada rata-rata pendapatan perkapita masyarakat Sumba Timur sejak tahun 2000 hingga tahun 2010, yakni jika pada tahun 2000 rata-rata pendapatan perkapita masyarakat Sumba Timur atas dasar harga berlaku sebesar Rp.1.721.190,- kemudian tahun 2005 meningkat menjadi Rp.3.315.688,- dan selanjutnya pada tahun 2010 sudah meningkat menjadi Rp.6.063.068,-. Angka ini tentu belum memberikan gambaran tentang kesejahteraan orang per orang, tapi paling tidak dengan peningkatan rata-rata pendapatan perkapita ini memberikan kontribusi bagi upaya peningkatan ekonomi rumah tangga pada khususnya dan ekonomi Kabupaten Sumba Timur pada umumnya.

2. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Sumba

(25)

Timur juga terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sumba Timur. Perkembangan itu terlihat dari data indeks pembangunan manusia tahun 2018 sudah mencapai 64,19. Angka tersebut diperoleh dari beberapa indikator utama yakni: Angka Harapan Hidup Masyarakat, Harapan Lama Sekolah dan rata-rata pengeluaran perkapita masyarakat Sumba Timur, dimana hingga tahun 2018 capaian dari indikator – indikator tersebut sebagai berikut:

1) Angka Harapan Hidup Masyarakat Sumba Timur sebesar 64,12 tahun.

2) Harapan lama sekolah sebesar 12,80 tahun. 3) Rata - rata lama sekolah sebesar 6,74 tahun.

4) Pengeluaran Perkapita Masyarakat Sumba Timur sebesar

Rp.9.351.000,-3. Kita telah memiliki panjang jalan kabupaten 1.227,45 km, walaupun saat ini dalam keadaan rusak berat masih mencapai 491,571 km.

4. Obyek wisatanya menakjubkan dan unik jika dipandang dari keindahan alamnya. Sebab walaupun iklim di wilayah ini lebih banyak musim panas yakni sekitar 8 (delapan) sampai 9 (sembilan) bulan dan musim hujannya berkisar antara 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) bulan dalam setahun, namun di tengah kekeringan dan cenderung gersangnya, Pulau ini memiliki ratusan sungai dan ada 88 sungai yang tidak kering sepanjang tahun, alam lautnya bersih dan indah serta jajaran dan lekukan pegunungannya pun memberi kesan estetika yang menakjubkan. Belum lagi kekayaan budaya kehidupan penduduknya yang dibawah oleh nenek moyangnya dari daerah Yunan (India belakang) pada ribuan tahun yang lalu, yang masih tetap

(26)

terpelihara hingga sekarang dan sangat terkenal di dunia. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa obyek wisata di pulau ini sangat menjanjikan dan dapat diibaratkan sebagai “gadis cantik yang masih tidur”. Kondisi ini, terlihat dari makin banyak berdatangannya turis manca negara dan domestik ke Sumba dari tahun ke tahun. Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur tahun 2019, jumlah wisatawan manca negara yang berkunjung ke Sumba Timur sudah mencapai 1.042 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 24.587 orang atau total sebanyak 25.629 orang. Jumlah ini tentu akan semakin meningkat lagi pada tahun - tahun mendatang jika bencana Covid 19 sudah berakhir sebab antusiasme wisatawan ke Sumba sangat meningkat terlebih-lebih pada saat parade 1001 ekor kuda Sandel dan Festival Tenun Ikat Sumba di Pulau Sumba yang mulai digencarkan sejak tahun 2018. Tidak dapat dipungkiri bahwa kedatangan para Turis

ke Sumba tentu banyak motifnya, tetapi paling tidak kedatangan mereka karena Pulau ini indah, eksoktik, topografinya bergunung-gunung dan di beberapa bagiannya juga sangat ekstrim. Menurut informasi yang diperoleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumba Timur, bahwa kebanyakan Turis yang datang di Sumba Timur adalah untuk menikmati alam pegunungan Sumba Timur yang eksotik, penuh dengan estetika dan sangat menantang untuk diexplore melalui touring, pre wedding dan lain-lain, disamping ritual adat dan budaya dari masyarakat Sumba yang unik dan sudah terkenal di manca negara. Keunggulan-keunggulan itulah, makanya Majalah Focus yakni salah satu majalah yang terbit di Jerman mempublikasikan Pulau Sumba sebagai salah satu

(27)

Pulau terindah di dunia. Tercatat hingga akhir 2019 Sumba Timur sudah memiliki 69 obyek wisata yang terdiri atas 17 obyek wisata Pantai, 29 obyek wisata alam, 23 obyek wisata budaya/kampung adat dan didukung oleh usaha hotel baik berbintang maupun non bintang atau melati sebanyak 10 buah, Wisma / Penginapan sebanyak 5 buah, home stay sebanyak 5 buah, restoran sebanyak 6 buah, Rumah Makan sebanyak 52 buah, Cafe sebanyak 10 buah, usaha Pub/karaoke sebanyak 1 buah, kolam renang sebanyak 1 buah, usaha kawasan pariwisata sebanyak 17 buah, usaha jasa pariwisata sebanyak 19 buah dan usaha sanggar seni sebanyak 10 buah.

2.3. Permasalahan pembangunan yang masih dirasakan.

Gambaran tentang keberhasilan yang dapat diungkapan di atas tentu belum semuanya terungkapkan karena masih banyak lagi capaian-capaian lain yang telah kita peroleh, dimana capaian – capaian tersebut, memberikan informasi bahwa upaya-upaya untuk mengubah masyarakat Sumba Timur ke arah yang lebih baik, melalui pengimplementasian program dan kegiatan pembangunan selama ini telah mampu memberikan perubahan – perubahan yang signifikan atau sangat berarti bagi upaya untuk memajukan masyarakat Sumba Timur ke arah yang lebih baik. Harapannya, kiranya prestasi-prestasi pemerintahan yang telah terukir ini dapat diteruskan dan dikembangkan lagi guna mewujudkan masyarakat yang sejahatera, adil dan makmur di bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu. Dan untuk mencapai harapan itu solusi terbaik yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan semua kemampuan dan segala keunggulan lokal, meningkatkan dan atau memelihara keberhasilan yang sudah diraih dan menyelesaikan segala permasalahan yang dialami oleh masyarakat dan daerah ini.

(28)

Ke depan, sejumlah permasalahan sudah ada di depan mata. Semuanya memerlukan perhatian sekaligus sebagai tantangan untuk dihadapi dan diperbaiki secara sistematis. Permasalahan tersebut adalah :

1) Predikat Daerah Tertinggal masih melekat di daerah ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024 yang menetapkan 62 Daerah Tertinggal di Indonesia, karena keterbatasan :

a) perekonomian masyarakat; b) sumber daya manusia; c) sarana dan prasarana;

d) kemampuan keuangan daerah; e) aksesibilitas; dan

f) karakteristik daerah.

2) Tingginya Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur dan perkembangannya selalu berfluktuatif yakni berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada tahun 2014 angka kemiskinan mencapai 67.400 orang atau 27,64 %, pada tahun 2015 meningkat menjadi 77.950 orang atau 31,74 % dan pada tahun 2017 jumlah orang miskin meningkat lagi menjadi 78.180 orang, walaupun secara prosentasenya menurun menjadi 31,03 % dari total penduduk Sumba Timur sebesar 252.704 jiwa dan dengan bencana COVID 19, angka ini kemungkinan akan semakin meningkat lagi. 3) Pengangguran terbuka atau angkatan kerja yang tidak

bekerja/sedang mencari pekerjaan pada Agustus tahun 2019 sebesar 2,13 dari total Angkatan kerja, sementara pada tahun 2018 sebesar 1,42 %. Kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tersebut karena penurunan

(29)

jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian pada musim tanam 2019, dimana akibat dari tingginya musim panas sehingga tenaga kerja tersebut baru mempersiapkan lahannya pada bulan Agustus) dan dengan bencana Covid 19 ini tentu angka tersebut kemungkinan semakin meningkat juga.

4) Disektor pendidikan menurut data BPS Kabupaten Sumba Timur tahun 2019, memperlihatkan bahwa persentase penduduk berumur 15 tahun ke atas dengan ijazah tertinggi yang dimiliki memperlihatkan bahwa masyarakat yang tidak punya ijazah sebesar 39,18 %, yang berijazah SD / MI / Sederajat sebesar 23,05 %, berijazah SLTP / MTS / Sederajat/Kejuruan sebesar 13,43 %, berijazah SLTA / SMK / MA / Sederajat sebesar 17,48 %, berijazah Diploma I/ II sebesar 0,9 %, berijazah Diploma III/Sederajat sebesar 1,21 % dan berijazah Diploma IV/S1/S2/S3 sebesar 4,76 %. Disamping itu angka buta huruf masih ada 10,48 % dan rata-rata lama sekolah tahun 2018 masih 7,54 tahun dan menempatkan Sumba Timur diurutan ke 15 dari 22 kabupaten/kota se NTT. Angka-angka tersebut sangat mengindikasikan pendidikan formal dan non formal masih perlu dibenahi dan ditingkatkan lagi.

5) Tingginya angka balita gizi kurang dan gizi buruk yakni 841 balita atau 4,65% dari 18.091 balita yang melakukan penimbangan pada tahun 2017.

6) Rendahnya Kualitas Sumber Daya Manusia yang terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2017 berada di angka 64,19 atau berada diurutan ke 5 dari 22 Kabupaten / Kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur.

(30)

7) Rendahnya kualitas SDM yang disebabkan oleh tingkat pendapatan, pendidikan dan kesehatan yang rendah. Kondisi itu terlihat dari pendapatan perkapita masih sebesar Rp.6.810.079,-/tahun di tahun 2017 atau jika dibagi 12 bulan maka pendapatan perkapita perbulan adalah Rp.567.506,58. Dibidang pendidikan terlihat dari angka buta huruf pada tahun 2017 masih ada sebesar 0,68 persen dan tidak memiliki ijasah sebesar 39,78 persen, angka rata-rata lama sekolah sebesar 6,74 tahun atau baru sampai pada kelas 1 SMP dan Angka Harapan Hidup berada pada 64,12 tahun. Capaian-capaian ini mengindikasikan kualitas SDM Sumba Timur perlu ditingkatkan lagi. Kondisi ini diperparah lagi dengan 64,55 persen penduduk usia 10 tahun ke atas yang hanya berpendidikan SD ke bawah. 8) Kondisi Angka Partisipasi Murni yang menunjukkan ada

penurunan dari setiap jenjang pendidikan yang ada yakni jenjang pendidikan SD sebesar 94,40 %, Sekolah Menengah Pertama 68,72 % dan Sekolah Menengah Atas 54, 91 %. Angka ini mengindikasikan bahwa banyak anak tamatan SD yang tidak melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama, demikian juga tamatan Sekolah Menengah Pertama yang tidak melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas. 9) Di bidang infrastruktur jalan, masih ditemui beberapa

permasalahan seperti antara lain:

a) Panjang jalan kabupaten 1.227,45 km, yang rusak berat 491,571 km (rusak karena iklim yang cenderung ekstrim, kondisi geografis dan topografi lahan serta belum ada pengaturan tonase bagi kendaraan di jalan-jalan kabupaten), sementara dana untuk rehabilitasi terbatas.

(31)

karena kurangnya minat pengusaha angkutan umum yang melayani desa terisolir/tertinggal seiring dengan maningkatnya kendaraan pribadi dan masih banyak jalan raya yang rusak karena berbagai sebab seperti antara lain; belum adanya pembatasan atas tonase kendaraan yang melewati suatu ruas jalan tertentu sehingga jalan cepat rusak.

c) Masih ada desa (sekitar 30 %) yang belum terlayani jaringan komunikasi.

d) Masih ada sekitar 40,04 % masyarakat yang belum memiliki akses terhadap air bersih yang disebabkan oleh terbatasnya anggaran dan jauhnya jangkauan sumber / mata air untuk sampai ke rumah serta tersebar atau kurang terpusatnya pemukiman penduduk.

10) Masih adanya kawasan terpencil dan belum dialiri jaringan listrik dan air bersih.

11) Potensi ekonomi yang dimiliki pun pengembangannya masih banyak bertumpu pada sektor primer.

12) Kabupaten Sumba Timur dikelilingi oleh laut yang luas sehingga memiliki potensi kemaritiman yang cukup potensial, namun pembangunan kemaritiman di Sumba Timur belum memenuhi harapan. Kapasitas SDM serta sarana prasarana bidang kelautan yang ada belum mampu mengoptimalkan potensi laut yang ada guna menopang kemandirian ekonomi lokal. Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan belum mampu mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir sehingga masyarakat pesisir belum dapat berkembang secara baik menuju kemandirian.

13) Pembangunan kepariwisataan juga belum memberikan nilai tambah yang berarti bagi masyarakat Sumba

(32)

Timur. Konsep “tourism industry” dan “community base tourism” yang sudah berkembang saat ini, belum mampu diterapkan secara profesional dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada. Terobosan kebijakan pariwisata yang dilaksanakan belum dikelola secara kreatif, inovatif dan terintegratif, sehingga belum optimal dalam mendukung target kunjungan wisata secara nasional.

14) Sub sektor peternakan sebagai leading sektor di Kabupaten Sumba Timur dari segi potensi wilayah dan budaya ternak pada masyarakat belum dikembangkan secara modern, walaupun sudah ada perusahaan yang berkeinginan mengembangkan secara massal, namun pengetahuan peternakan masyarakat masih terbatas dan pengolahan hasil ternak masih belum berkembang sebagai akibat dari modal untuk pengembangan terbatas. Hal sama terjadi juga pada sektor pertanian yang pada umumnya lebih bergantung pada musim hujan yang sangat singkat. Belum lagi kekeringan yang menyebabkan gagal tanam dan gagal panen atau kurang panen. Bahkan ada wilayah yang terancam rawan pangan, karena gagal tanam dan panen. Bencana kekeringan di Kabupaten Sumba Timur pernah terjadi pada tahun 2011 di Kecamatan Lewa dan Kecamatan Haharu dan bencana kekeringan itu terulang lagi pada tahun 2015 yaitu di Kecamatan Pahunga Lodu.

15) Hama Belalang; Berdasarkan data yang ada, Kabupaten Sumba Timur darurat serangan belalang kembara pada setiap tahunnya. Pada tahun 2018 belalang menyerang 6 Kecamatan, yaitu Kecamatan Pahunga Lodu, Rindi, Umalulu, Kahaungu Eti dan Kambata Mapambuhang. Ratusan hektar padang gembalaan dan lahan produktif

(33)

warga diserang belalang kembara. Pada tahun 2020 belalang juga menyerang beberapa kecamatan di bagian timur Kabupaten Sumba Timur, bahkan sejak Juli 2020 belalang sudah mencapai Bandar Udara Umbu Mehang Kunda.

16) Kebakaran Hutan dan Padang; Kebakaran hutan dan padang merupakan peristiwa dimana hutan dan padang yang digolongkan sebagai ekologi alamiah mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh aktifitas pembakaran secara besar-besaran. Pada dasarnya, peristiwa ini memberi dampak negatif maupun positif. Namun, jika dicermati, dampak negatif kebakaran hutan dan padang jauh lebih mendominasi ketimbang dampak positifnya. Luas areal hutan yang terbakar di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2013 semakin luas hingga mencapai 1.305 Ha dari tahun 2012 sebelumnya yang hanya 812 Ha dengan 7 lokasi kebakaran. Sedangkan kebakaran padang pengembalaan setiap tahun terjadi di Kabupaten Sumba Timur.

(34)

BAGIAN III

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN

KABUPATEN SUMBA TIMUR

3.1. Visi :

V

isi untuk sebuah organisasi terutama organisasi pemerintah daerah sesungguhnya merupakan sebuah kondisi ideal masa depan yang menantang dan ingin dicapai dalam suatu periode perencanaan atau kepemimpinan. Perumusannya didasarkan pada situasi dan kondisi saat ini. Kondisi ideal yang ingin diwujudkan tersebut diharapkan mampu memberikan spirit atau semangat kepada seluruh pihak di dalam organisasi pemerintah daerah untuk mencapainya dan menjadi pengarah dan panduan bagi setiap pemangku kepentingan untuk dapat mendukung tercapainya tujuan ideal atau visi tersebut. Oleh karena itu, berbadasarkan data dan kondisi faktual yang tergambar di atas yang dikaitkan dengan harapan-harapan dan kemampuan yang dimiliki oleh pemerintah dan masyarakat Sumba Timur, maka Visi kami sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur untuk periode kepemimpinan daerah ke depan adalah : ”BERSAMA RAKYAT MEWUJUDKAN SUMBA TIMUR EMAS (MANDIRI, ADIL DAN SEJAHTERA) BERDASARKAN KEUNGGULAN LOKAL SECARA BERKELANJUTAN” dengan MOTTO yang menjadi pegangan kepemimpinan kami adalah “MELANGKAH BERSAMA RAKYAT”. Rumusan visi tersebut memiliki 5 (lima) unsur frasa kalimat sebagai berikut:

1. Mandiri adalah kemampuan memenuhi kebutuhan barang dan jasa atas kemampuan produksi masyarakat Sumba Timur melalui strategi pembangunan ekonomi yang mengutamakan kepentingan ekonomi daerah dan masyarakat menuju tercapainya swasembada, khususnya

(35)

di bidang pangan, sandang, energi, obat-obatan, alat kesehatan, vaksin, dan seterusnya yang ditopang dengan kapasitas finansial dan penguasaan teknologi yang memadai oleh masyarakat.

2. Adil adalah tidak sewenang-wenang dan tidak diskriminatif dalam pelayanan pemerintahan untuk mewujudkan hak dan kewajiban rakyat yang berpegang pada kebenaran dan peraturan peundang-undangan yang berlaku.

3. Sejahtera adalah kondisi masyarakat Kabupaten Sumba Timur yang dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya meliputi sandang, pangan, papan, dan memperoleh pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan secara layak dengan dukungan ketersediaan infrastruktur yang tepat serta terbukanya kesempatan kerja yang luas dan mampu menyerap tenaga kerja dengan penghasilan memadai sehingga masyarakat Sumba Timur menjadi adil, mandiri dan makmur serta terbebas dari predikat daerah tertinggal.

4. Keunggulan Lokal, yang dimaksud adalah Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi sumber daya lokal yang sangat potensial untuk dapat digunakan dan dikembangkan dengan optimal sekaligus menjadi modal yang berharga dalam mewujudkan masyarakat Sumba Timur yang adil, mandiri, sejahtera dan bermartabat. Keunggulan lokal dimaksud antara lain adalah Sumber Daya Manusia yang merindukan perubahan, Sumber Daya Alam dengan luas wilayah 7000,05 Km2, adanya:88 Sungai yang tidak kering sepanjang tahun, lautan, lahan pertanian dan padang pengembalaan yang luas, potensi/

(36)

obyek pariwisata yang mendunia, potensi industri tenun ikat yang unik dan sangat bernilai, potensi ekonomi, potensi sumberdaya alam lainnya serta potensi sistem sosial budaya masyarakat dengan ciri religiusitas yang menonjol dan terpelihara dengan baik.

5. Berkelanjutan; dalam pengertian bahwa terselenggaranya kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat baik fisik maupun non fisik di Kabupaten Sumba Timur senantiasa memperhatikan kaidah-kaidah pembangunan yang berwawasan lingkungan, yang memperhatikan tata ruang dan keseimbangan alam. Pembangunan berkelanjutan juga diartikan sebagai: (i) Pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan; (ii) Pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat; dan (iii) Pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup masyarakat dengan ketata-kelolaan pemerintahan yang baik dan mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

(37)

3.2. Misi

M

isi adalah rumusan mengenai cara atau upaya yang perlu dilakukan untuk menjamin tercapainya visi yang sudah ditetapkan di atas. Karena itu, untuk mencapai visi dari kami, maka misi yang akan dilaksanakan adalah:

1. Transformasi ekonomi masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing;

2. Transformasi Sumber Daya Manusia yang sehat dan cerdas;

3. Tranformasi pembangunan infrastruktur yang

berkualitas, merata dan ramah lingkungan;

4. Tranformasi birokrasi yang profesional, efektif, demokratis dan terpercaya;

5. Transformasi Pengelolaan Pariwisata secara fokus dan terintegrasi;

3.3. Tujuan dan Sasaran

Masing-masing misi tersebut di atas dijabarkan ke dalam masing-masing tujuan dan sasaran sebagai berikut:

Misi I : Transformasi ekonomi masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing.

Tujuan dari misi transformasi ekonomi masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing adalah:

1. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Sasaran dari tujuan ini:

a. Meningkatnya Pendapatan perkapita penduduk. b. Menurunnya angka pengangguran.

c Meningkatnya investasi Daerah dengan memanfaatkan potensi lokal dan berwawasan lingkungan.

(38)

Misi II : Transformasi Sumber Daya Manusia yang sehat dan cerdas

Tujuan dari misi transformasi Sumber Daya Manusia yang sehat dan cerdas adalah:

1. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat.

Sasaran dari tujuan tersebut adalah: meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat yang mencakup :

a. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. b. Menurunnya angka kesakitan penduduk. c. Menurunnya angka gizi buruk dan stunting.

d. Meningkatnya peserta Keluarga Berencana (KB) aktif. 2. Meningkatnya SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Sasaran dari tujuan tersebut adalah:

1. Meningkatnya pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas.

2. Meningkatnya Kualitas Tenaga pendidik

Misi III : Tranformasi pembangunan infrastruktur yang berkualitas, merata dan ramah lingkungan

Tujuan dari misi transformasi pembangunan infrastruktur yang berkualitas, merata dan ramah lingkungan adalah:

1. Meningkatnya pemerataan, kuantitas dan kualitas pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah secara ramah lingkungan.

Sasaran dari tujuan tersebut adalah:

1. Meningkatnya aksesibilitas keseluruh wilayah Sumba Timur

2. Meningatnya kualitas dan kuantitas pembangunan irigasi. 3. Meningkatnya Jumlah Rumah Layak Huni.

(39)

4. Meningkatnya cakupan layanan air bersih. 5. Meningkatnya cakupan jaringan komunikasi. 6. Meningkatnya ratio elektrifikasi.

2. Mewujudkan kelestarian Lingkungan Hidup

Sasaran dari tujuan tersebut adalah meningkatnya kualitas lingkungan hidup.

Misi IV : Tranformasi birokrasi yang profesional, efektif, demokratis dan terpercaya.

Tujuan dari misi transformasi birokrasi yang profesional, efektif, demokratis dan terpercaya adalah terwujudnya good governance (Ketata Kelola Pemerintahan Yang Baik).

Sasaran dari tujuan ini adalah :

1. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik.

2. Meningkatnya akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

3. Meningkatnya kualitas ASN.

Misi V : Transformasi Pengelolaan Pariwisata secara fokus dan terintegrasi.

Tujuan dari misi transformasi pengelolaan pariwisata yang fokus dan terintegrasi adalah: terwujudnya percepatan pengembangan pariwisata secara terpadu dan berdaya saing.

Sasaran dari tujuan ini adalah meningkatnya industri pariwisata yang terintegrasi dan berkualitas

(40)

BAGIAN IV

PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN

KABUPATEN SUMBA TIMUR

V

isi dan misi beserta tujuan dan sasaran yang ingin dicapai di atas merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana wujud Sumba Timur dalam satu periode kepemimpinan mendatang. Keseluruhan harapan yang tergambar tersebut perlu dikonkritkan melalui rumusan program-program terbaik untuk dilaksanakan, sehingga visi dan misi tersebut dapat tercapai secara efsien dan efektif. Ibarat sebuah perjalanan, visi dan misi adalah tujuan perjalanan yang mau di tempuh, tujuan dan sasaran adalah jalanannya, maka program kerja adalah mobilnya. Karena itu, sehingga untuk mencapai visi dan misi atau atau tujuan dari suatu perjalanan secara efisien dan efektif, kita harus memiliki jalanan atau tujuan dan sasaran yang baik, dan perjalanan itu akan terasa indah dan nyaman jika kita menggunakan mobil yang baik atau program kerja yang baik. Karena itu, ketika visi dan misi beserta tujuan dan sasarannya sudah terencana dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah merumuskan program kerja yang baik.

Program kerja yang dimaksud adalah rangkaian kegiatan atau seperangkat tindakan untuk mencapai tujuan. Karena itu, harus disusun secara efektif dan efisien, dengan pendekatan yang gradual (bertahap) dan komprehensif (menyeluruh). Penyusunan yang demikian agar program yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi dan reformasi atas kondisi faktual yang kita miliki saat ini. Harapannya akan diperoleh program-program terbaik untuk mewujudkan visi dan misi, karena itu program merupakan salah satu rujukan penting dalam perencanaan pembangunan daerah (strategy

(41)

focussed-management).

Program-program kerja tersebut tentu akan banyaknya jumlah, namun pada kesempatan ini, kami hanya mengemukan program-program prioritas yang diyakini dapat menjadi lokomotif dari strategi dan implementasi pembangunan sehingga pada saatnya akan mengantar kita pada pencapaian target-target sasaran yang ingin dicapai selama periode pencapaian visi dan misi yang ditetapkan. Adapun strategi dan arah kebijakan seperti tertera pada tabel 4.1. berikut ini:

(42)

37

TABEL 4.1 MATRIK KETERKAITAN : VISI, MISI DAN PROGRAM PRIORITAS

VISI : TERWUJUDNYA SUMBA TIMUR EMAS (MANDIRI, ADIL DAN SEJAHTERA) BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL SECARA BERKELANJUTAN.

MISI I: TRANSFORMASI EKONOMI MASYARAKAT YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING.

TUJUAN SASARAN PROGRAM PRIORITAS

1 2 3 Meningkatnya pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan Meningkatnya Pendapatan perkapita penduduk

1. Peningkatkan produksi pertanian dan perkebunan melalui optimalisasi lahan seluas 3.532 ha (13,44 %) dari 26,275 ha lahan pertanian yang belum produktif secara kolaboratif yang saling menguntungkan termasuk dalam menyediakan alat dan mesin pertanian sesuai kebutuhan petani dan kelompok tani.

2. Pengembangan tanaman pertanian dan perkebunan menurut kecocokan / keunggulan lahan (Agriculture Ecological Zone).

3. Peningkatan produksi perikanan (perikanan budi daya, perikanan tangkap dan rumput laut).

4. Peningkatan populasi ternak agar Sumba Timur tetap menjadi daerah penghasil ternak bagi Indonesia, termasuk dengan perubahan pemberian insentif kepada peternak melalui pola kontrak 3 : 5 menjadi pola kontrak 3 : 3.

(43)

Menurunnya angka

pengangguran 1. Peningkatan kompetensi kerja bagi generasi mileneal melalui pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan penguasaan IPTEK dengan pendidikan dan latihan ket-rampilan.

2. Peningkatan kinerja koperasi, industri kecil dan me-nengah, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara terintegrasi

3. Peningkatan akses modal bagi pengusaha muda 4. Peningkatan peluang investasi yang padat karya Meningkatnya

investasi Daerah dengan memanfaatkan potensi lokal dan berwawasan lingkungan

1. Peningkatan promosi potensi daerah

2. Penciptaan iklim investasi yang kondusif dan berwa-wasan lingkungan.

(44)

39

MISI II: TRANSFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT DAN CERDAS

TUJUAN SASARAN PROGRAM PRIORITAS

1 2 3

Meningkatnya kualitas

kesehatan masyarakat. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat 1. Penurunan prefelensi angka stunting melalui:• penyediaan makanan sehat bagi ibu hamil dan bayi selama 1.000 hari emas. (bantuan susu dan makanan tambahan diberikan semenjak anak berusia satu 1 hari dalam kandungan sampai 2 tahun).

• Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat 2. 2. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan

termasuk tenaga kesehatan di Posyandu, Puskesmas/ Pustu dan Rumah Sakit.

3. Peningkatan penanganan: dampak Covid 19, demam berdarah dengue, malaria dan penyakit menular lainnya.

4. Peningkatan peserta Keluarga Berencana (KB) aktif 5. Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak 6. Kartu Sumba Timur Sehat Meningkatnya SDM yang

berkualitas dan berdaya saing

Meningkatnya pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas

1. Peningkatan mutu proses dan hasil pendidikan. 2. Peningkatan kemampuan kepemimpinan

instruksional (leadership instructional)

3. Peningkatan kemampuan literasi dasar pada jenjang sekolah dasar

4. Kartu Sumba Timur Pintar Meningkatnya Kualitas

(45)

MISI III: TRANFORMASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERKUALITAS, MERATA

DAN RAMAH LINGKUNGAN

TUJUAN SASARAN PROGRAM PRIORITAS

1 2 3 Meningkatnya pemerataan, kuantitas dan kualitas pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah secara ramah lingkungan Meningkatnya aksesibilitas keseluruh wilayah Sumba Timur

1. Peningkatkan kuantitas dan kualitas ruas jalan kabupaten dan poros desa

2. Penyediaan transportasi publik Meningkatnya

kualitas dan kuantitas pembangunan irigasi.

1. Pembangunan embung-embung dan DAM 2. Perbaikan dan perluasan pengairan / irigasi. Meningkatnya

Jumlah Rumah Layak Huni

Peningkatan pembangunan rumah layak huni bagi orang miskin. Meningkatnya

cakupan layanan air bersih

Peningkatan pembangunan jaringan air bersih kepada masyarakat Meningkatnya

cakupan jaringan komunikasi

1. Pengembangan ibukota kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pemerintahan, sosial dan budaya di 22 Kecamatan. 2. Peningkatan pengembangan jaringan internet di seluruh wilayah

Sumba Timur.

3. Pembentukan desa/kelurahan digital dengan pelayanan internet gratis

Meningkatnya ratio

(46)

41 Mewujudkan kelestarian Lingkungan hidup Meningkatnya kualitas lingkungan hidup

1. Peningkatan keluasan Ruang Terbuka Hijau 2. Perlindungan mata air

(47)

MISI IV : TRANFORMASI BIROKRASI YANG PROFESIONAL, EFEKTIF, DEMOKRATIS DAN

TER-PERCAYA

TUJUAN SASARAN PROGRAM PRIORITAS

1 2 3

Meningkatnya good

governance 1. Meningkatnya Kualitas pelayanan publik

1. Penyelenggaraan pelayanan publik secara mudah, murah dan cepat serta bebas dari KKN, melalui pendirian mall pelayanan publik.

2. Penyelenggaraan pusat layanan pengaduan terpadu dengan menyediakan jaringan on line selama 24 jam. 3. Peningkatan jaminan keamanan, kerukunan dan

toleransi bagi umat beragama. 2. Meningkatnya

akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan

1. Penyelenggaraan pemerintahan berbasis sistemi nformasi (e-Government e-planning, e-budgeting, e-SAKIP, dan lain-lain)

2. Peningkatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan

3. Meningkatnya

(48)

43

MISI V : TRANSFORMASI PENGELOLAAN PARIWISATA SECARA FOKUS DAN TERINTEGRASI

TUJUAN SASARAN PROGRAM PRIORITAS

1 2 3

Terwujudnya percepatan pengembangan pariwisata secara terpadu dan berdaya saing.

Meningkatnya industri pariwisata yang terintegrasi dan berkualitas

1. Peningkatan promosi obyek wisata secara intens (bergelora, hebat, tinggi) melalui berbagai media 2. Melakukan percepatan pengembangan pariwisata

estate yang terpadu dan dinamis.

3. Pengembangan community based tourism (pariwisata berbasis kampung/kampong wisata)

(49)

BAB V

PENUTUP

U

raian-uraian di atas memberikan gambaran, bahwa rakyat Sumba Timur membutuhkan kehidupan yang lebih baik di masa-masa mendatang. Untuk mewujudkan kebutuhan rakyat Sumba Timur itu, maka diperlukan transformasi/perubahan yang terencana, terukur dan terarah pada semua aspek kehidupan yang mencakup politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pertahanan dan keamanan daerah. Transformasi seperti itu akan mudah terwujud jika pemimpinnya memiliki visi, “BERSAMA RAKYAT MEWUJUDKAN SUMBA TIMUR EMAS (MANDIRI, ADIL DAN SEJAHTERA) BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL SECARA BERKELANJUTAN”

Visi ini dijabarkan ke dalam misi, tujuan dan sasaran yang disertai dengan strategi-strategi yang tepat dan didukung dengan arah kebijakan yang serasi. Sehingga apabila visi, misi beserta penjabarannya dapat dilaksanakan dengan baik, maka semua targetnya dapat dicapai secara efisien dan efektif pula. Dan itu berati bahwa harapan untuk mewujudkan Matawai Amahu Pada Njara Hamu dibumi “marapu” akan mudah dicapai.

Sekian dan Terima Kasih, Kiranya Tuhan Memberkati Karya dan Pengabdian Kita !!

Waingapu, 4 September 2020

CALON BUPATI SUMBA TIMUR CALON WAKIL BUPATI SUMBA

TIMUR

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...