Makalah
Makalah Sitohistoteknologi
Sitohistoteknologi
“Te
“Teknik
knik Pembuatan
Pembuatan Preparat
Preparat Oles
Oles dan
dan Rentang”
Rentang”
Disusun
Disusun Oleh
Oleh
Kelompok 9 :
Kelompok 9 :
1
1 !er
!era Sapu
a Saputri "P
tri "P#$9
#$9%&1
%&11'
1'%1$
%1$((
#
# Kurni
Kurnia )
a )o
oanda Sap
anda Saputri "P#$
utri "P#$9%&1
9%&11'%
1'%#1(
#1(
&
& M
M !endr
!endra P
a Pri*atn
ri*atna "
a "P#$9%
P#$9%&11
&11'%#+(
'%#+(
K,M,-TR./- K,S,!/T/- R,P02.K .-DO-,S./ K,M,-TR./- K,S,!/T/- R,P02.K .-DO-,S./
PO2.T,K-.K K,S,!/T/- K,M,-TR./- K,S,!/T/- PO2.T,K-.K K,S,!/T/- K,M,-TR./- K,S,!/T/-
/-T,-30R0S/- D& /!2. T,K-O2O4. 2/OR/TOR.0M M,D.K 30R0S/- D& /!2. T,K-O2O4. 2/OR/TOR.0M M,D.K
T/!0- /K/D,M.K #%156#%1$ T/!0- /K/D,M.K #%156#%1$
Te
Pemotongan dan Persiapan 3aringan untuk Pemulasan
1. FiksasiSuatu larutan kimia *ang mengandung bahan 7iksati7 pada p! $8% ditambahkan ke aringan ahan 7iksati7 *ang paling umum digunakan adalah 7ormaldehida dengan konsentrasi + ;ormaldehida berikatan dengan beberapa protein dan membentuk ikatan silang8 kemudian mendenaturasi protein lainn*a8 namun tidak berinteraksi dengan lipid ,7ek keseluruhann*a adalah untuk memperkeras aringan dan menginakti<asi en=im8 *ang men>egah degradasi aringan
2. Dehidrasi
0ntuk membuat potongan?potongan8 maka aringan harus dipendam dalam lilin -amun demikian8 lilin "para77in( tidak terlarut dalam air Oleh sebab itu8 air dalam aringan harus dihilangkan dulu dan digantikan dengan medium dimana lilin dapat larut di dalamn*a !al ini dilakukan pertama?tama dengan mengganti air dengan al>ohol8 menempatkan aringan dalam serangkaian larutan *ang mengandung al>ohol dengan konsentrasi *ang semakin meningkat8 dan berakhir pada konsentrasi 1%% Proses ini dilakukan se>ara bertahap dengan tuuan meminimalkan kerusakan aringan Selanutn*a8 aringan harus
diernihkan sebelum dipendam dalam lilin
3. Penjernihan (clearing)
Selanutn*a8 potongan ditempatkan dalam pelarut organi> seperti @*lene atau toluene8 *ang menggantikan al>ohol 2ilin tidak larut dalam al>ohol Pelarut tersebut disebut bahan penernih karena aringan sering kali terlihat tampak sangat elas saat dipendam
dalam bahan penernih
4. Pemendaman (embedding)
3aringan ditempatkan dalam lilin para77in hangat pada suatu >etakan Pada pendingin selanutn*a8 lilin mengeras8 dan lembaran aringan kini d apat dipotong
5. Pemotongan
Potongan "lembaran( dengan ketebalan sekitar 1%?#% mikron dipotong menggunakan mikrotom
6. Perekatan (mounting)
Potongan lilin diletakkan pada ka>a obek mikroskop
Pemulasan "staining(
0ntuk melihat se>ara detail8 komponen aringan harus dipulas -amun demikian8 peAarna *ang digunakan semuan*a berbahan dasar air Oleh sebab itu8 lilin harus dilarutkan dan diganti
dengan air "rehidrasi( agar =at Aarna mampu menembus potongan aringan Oleh karena itu8 potongan ditempatkan dalam al>ohol dengan konsentrasi *ang semakin menurun dan berakhir pada al>ohol % "air(
Seumlah peAarna berbeda dapat digunakan8 namun *ang paling umum adalah hematoksilin dan eosin
Dehidrasi dan Perekatan
Spe>imen *ang diAarnai sekali lagi didehidrasi8 sebelum ditempatkan ke medium perekat *ang dilarutkan dalam @*lene /khirn*a8 lembar penutup ditempatkan di atas sampel untuk melindungin*a8 dan selanutn*a ka>a obek dapat dilihat melalui mikroskop
3enis Pemotongan 2ainn*a
Potongan eku3aringan se>ara >epat dibekukan8 di7iksasi8 dan dibuat potongan dengan menggunakan kriostat sebelum dipulas
Potongan !emi"#i$is
3aringan dipendam dalam resin epoksi atau akrilik8 *ang memiliki si7at berdebda dengan lilin8 dan memungkinkan dibuat potongan *ang lebih tipis "kurang dari # mikron meter(
Potongan 2ongitudinal Dan Trans<ersal
3aringan *ang dipotong se>ara longitudinal tampak berbeda dengan aringan *ang dipotong se>ara trans<ersal Potongan longitudinal melalui tubulus ginal menunukkan struktur linear panang dengan lumen sentral8 sedangkan potongan trans<ersal atau potongan melintang melalui tubulus *ang sama menunukkan struktur bulat dengan lumen sentral
Potongan longitudinal melalui aringan otot8 dengan serabut otot *ang panang dan tipis8 menunukkan pola lurik berulang diseluruh panang serabut otot
Potongan trans<ersal melaui aringan otot menunukkan bentuk pol*gonal dan serabut8 dengan nu>leus pada tepin*a8 tidak ada pola lurik *ang terlihat Potongan uga dapat dibuat oblik8 *ang pada kasus tersebut tampilann*a menadi diantara potongan longitudinal dan potongan melintang
Potongan Serial
Potongan dibuat serial melalui aringan Tampilan sel dan aringan akan tergantung dari manakah potongan dibuat Potongan *ang dibuat melalui pertengahan sel tampak berbeda dari potongan
3enis?3enis Pulasan !istologi
!ematoksilin dan ,osin!ematoksilin berasal dari pohon logAood " Haemotoxylum campechianum(8 dan han*a dapat digunakan sebagai peAarna dalam bentuk teroksidasi "hematein( !ematoksilin adalah peAarna *ang bersi7at basa *ang berikatan pada struktur asam dalam sel dan memulasn*a menadi Aarna biru keunguan Struktur?struktur ini meliputi:
• D-/ dalam nu>leus8 dalam heterokromatin dan nu>leolus • R-/ dalam sitoplasma pada ribosom dan R, kasar
• eberapa materi ekstraselular "misarn*a karbohidrat dalam kartilago(
,osin merupakan peAarna *ang bersi7at asam *ang bermuatan negati<e ,osin berikatan dengan struktur basa dalam sel dan memulasn*a menadi merah atau merah muda Struktur? struktur ini men>akup:
• Sebagian besar protein dalam sitoplasma • eberapa serabut ekstraselular
Sel?sel dalam aringan *ang terpulas dengan !B, menadi Aarna merah muda8 dengan nu>leus berAarna ungu
3enis Pulasan !istologi 2ainn*a
a Pulasan 3aringan .kat%etode %asson #rikrom menggunakan tiga peAarna berbeda "hematoksilin8 a>id 7u>hsin8 dan meth*l blue(8 menghasilkan tiga Aarna dalam potongan *ang dipulas
• -u>leus terpulas menadi biru
• Sitoplasma8 sel darah merah8 dan keratin terpulas menadi merah >erah
• Kolagen dalam membrane basal8 aringan ikat8 dan kartilago terpuls menadi hiau Pulasan *ang uga digunakan untuk meAarna aringan ikat adalah Can &ieson
b Pulasan 4iemsa
3enis pulasan ini digunakan untuk sumsum tulang dan apus darah
• Sel darah merah terpulas menadi merah muda "tidak memiliki nu>leus(
• Sel darah putih : sitoplasma terpulas menadi biru pu>at dan nu>leus terpulas menadi biru tua6ungu
> Pulasan Perak "untuk neuron(
Pulasan histologis standar tidak dapat digunakan pada neuron8 terutama karena membrane plasman*a ka*a akan lipid 2ebih auh lagi8 nu>leus tidak terdeteksi8 ke>uali ika potongan meliputi bagian s*stem s*ara7 pusat *ang merupakan tempat dari ma *oritas
-amun demikian8 pulasan perak dapat digunakan dengan baik Pulasan perak memulas sara7 dan terminal akson menadi Aarna hitam Metode alternati7n*a adalah 4olgi?o@ "merkuri klorida8 kalium kromat8 dan dikromat(
d res*l Ciolet
Pulasan ini digunakan untuk meAarnai substansi -issl "reti>ulum endoplasma kasar( dalam badan sel neuron
e Pulasan Karbohidrat dan Musin
Dalam reaksi periodi> a>id S>hi77 "P/S(8 asam periodat mengoksidasi karbohidrat dan molekul *ang ka*a karbohidrat seperti glikosaminoglikan8 dan reagen S>hi77 memulas molekul teroksidasi *ang dihasilkan menadi Aarna ungu gelap kemerahan P/S dikombinasikan dengan peAarna /l>ian blue *ang memulas seumlah musin "protein terglikosilasi( menadi Aarna biru gelap
Sel?sel goblet *ang ka*a akan kerbohidrat dan musin8 terpulas menadi ungu kemerahan Kelenar *ang ka*a musin akan terpulas menadi Aarna biru gelap
7 Pulasan untuk 2ipid
Pulasan lipid meliputi Oil Red O8 sudan bla>k8 an nile blue8 an memulas selubung m*elin neuron menadi hitam ke>okelatan
#eknik Pembuatan Pre$arat
'. %etode oles (smear methods)
Metode oles adalah suatu pembuatan sediaan dengan alan mengoles6 membuat selaput "7ilm( dari substansi *ang berupa >airan atau bukan >airan di atas gelas benda *ang bersih dan bebas lemak8 untuk selanutn*a kemudian di 7iksasi8 diAarnai dan ditutup dengan gelas penutup ahan *ang sering dibuat sediaan oles *aitu darah8 nanah atau aringan?aringan tertentu ara ini sangat baik untuk mempelaari sitolog* darah8
sumsum tulang merah8 eksudat dari berma>am?ma>am aringan *an g meradang ontoh pembuatan sediaan oles :
1 Pembuatan sediaan darah tipis
# Pembuatan sediaan oles dari aringan & Pembuatan sediaan darah tebal
+ Pembuatan sediaan nanah *ang tebal Prosedur pembuatan sediaan oles :
1 4elas benda / dibersihkan dengan menggunakan al>ohol *ang diteteskan pada tissue # Tangan kiri dikibas?kibaskan dengan telapak8 posisi telapak tangan kiri seaar perut
selama #% detik
& 2alu uung ari tengah tangan kiri di urut selama ' detik kemudian di sterilkan dengan kapas *ang dibasahi al>ohol
+ lood lan>et steril ditusukkan pada uung ari tengah tangan kiri8 tetes darah pertama dibuang dengan >ara diusapkan pada kapas
' Tetes darah kedua di tempelkan pada sisi kanan arak 1 >m gelas benda / *ang telah bebas lemak
5 Salah satu uung sisi gelas benda ditempelkan disebelah kiri pada tetes darah di gelas benda / dengan sudut +'%
$ Ditarik ke sisi kanan sampai tetes darah tersentuh dan melebar ke sisi gelas benda 8 lalu di dorong ke sisi kiri dengan ke>epatan tetap !asiln*a akan terbentuk apusan darah67ilm darah /pusan darah dikeringkan di atas rak peAarnaan selama 1% menit
eberapa peAarnaan sediaan oles *aitu peAarnaan 4iemsa8 peAarnaan Ma* 4runAald "larutan eosin meth*lene blue dalam meth*l al>ohol(8 peAarnaan Pappenheim8 peAarnaan Eright
Metode Rentang "spread methods(
Metode rentang adalah suatu metode pembuatan sediaan dengan >ara merentangkan suatu aringan pada permukaan gelas benda sehingga dapat diamati dengan mikroskop Pada umumn*a aringan?aringan *ang dapat dibuat preparat rentang adalah adalah aringan?aringan *ang tipis8 misaln*a pleura8 mesenterium8 peritoneum8 plara>hnoidea8 peri>ardium8 dll
Rudi*atmi "#%%+(8 men*atakan bahAa aringan?aringan tipis seperti peri>ardium dapat langsung diamati di baAah mikroskop tanpa peAarnaan dan uga tanpa 7iksasi lebih dulu Tetapi pembuatan sediaan rentang dengan >ara tersebut tentu saa tidak tahan lama8 karena aringan tidak di7iksasi terlebih dahulu 0ntuk membuat sediaan rentang *ang dapat tahan lama dan dapat diamati seAaktu?Aaktu8 maka sediaan tersebut harus di7iksasi terlebih dahulu sebelum diAarnai
!andari "19F&(8 men*atakan bahAa =at Aarna *ang dapat digunakan dalam membuat preparat ini antara lain hemato@ilin8 eosin8 dan meth*lene blue PeAarna hemato@ilin dengan pelarut aGuadest sangat baik untuk meAarnai inti *ang akan berAarna biru PeAarna eosin dengan pelarut al>ohol $% sangat baik untuk meAarnai sitoplasma dengan Aarna merah8 sedangkan meth*lene blue digunakan pada preparat dengan >ara meneteskan langsung ke aringan kemudian diamati di baAah mikroskop *ang mana meth*lene blue akan meAarnai butir?butir pada “mast >ell” Metode rentang uga dapat digunakan untuk tuuan sitolog* dan histologi serta uga dapat digunakan
untuk tuuan sitokimiaAi seperti penelitian phosphatase dan h*aluroidase /lat dan bahan *ang digunakan untuk sediaan preparat rentang
a /lat
1 ak para7in 1 buah
# Seperangkat alat bedah lengkap & aAan petri 5 buah
' Obek glass 5 buah 5 3arum se>ukupn*a $ Pipet 5 buah
F Mikroskop b ahan
1 Subkutis "aringan ikat atau aringan lemak(8 mesenterium8 peri>ardium # Meth*l al>ohol &
& /l>ohol "absolute8 958 9%8 F%8 $%( + ,osin
' Toluol 5 @*lol ara pengambilan :
1 Mengambil aringan segar *ang digunakan dengan menggunakan benda taam seperti arum preparat8 s>alpel8 atau pisau run>ing
# Merentangkan sa*atan aringan segar pada obek glass kering & Mem7iksasi menggunakan meth*l al>ohol & selama 1?& menit
+ Dilanutkan dengan al>ohol absolut8 al>ohol 958 al>ohol 9%8 al>ohol F%8 al>ohol $% dengan masing?masing 1?& menit
' Dilanutkan dengan eosin 1?& menit8 al>ohol $%8 al>ohol F%8 al>ohol 9%8 al>ohol 958 al>ohol absolute8 toluol8 dan @*lol masing?masing 1?& menit
5 Menutup preparat menggunakan de>k glass $ 2alu amati di baAah mikroskop
Da7tar Pustaka
http://dokumen.tips/documents/pembatan-preparat.html https://khayasar.wordpress.com/2012/10/06/preparat-rentang/