OPTIMALISASI FUNGSI E-KTP SEBAGAI
PENGGANTI SPTB
Oleh :
EDY BAKTI KISWANTOMO
KERTAS KARYA PROGRAM
MANAGEMENT TRAINEE
BAKAL CALON KARYAWAN PT TASPEN (PERSERO)
OPTIMALISASI FUNGSI E-KTP SEBAGAI
PENGGANTI SPTB
Kertas karya ini kami buat dalam rangka penugasan akhir sebagai
TraineeOn the Job Training (OJT)Program Management Trainee (MT)
Tertanda,
Trainee
EDY BAKTI KISWANTOMO
Mengetahui, Mentor
HADI SUBAGYO NIK. 1093
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri Perusahaan Persero, secara singkat disebut PT TASPEN (PERSERO) adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan Program Asuransi Sosial Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari Program Dana Pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tabungan Hari Tua (THT), sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 1981 dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1981 yang kemudian dirubah menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri pada saat memasuki usia pensiun. Terhitung 1 Juli 2015 dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 92 ayat (4) dan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2015 tanggal 16 September 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara yang penyelenggaraannya diserahkan kepada PT TASPEN (PERSERO).
Melayani melebihi harapan peserta (Delighted Customer Service) merupakan suatu bentuk layanan paripurna yang diberikan PT TASPEN (PERSERO) kepada peserta. Dalam hal ini, PT TASPEN (PERSERO) memberikan pelayanan dengan Moto Layanan 5T yaitu Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat dan Tepat Administratif. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam pembayaran klaim, Taspen harus memastikan kebenaran penerima (peserta/ahli waris) adalah benar-benar yang berhak menerima.
berdasarkan prinsip kehati-hatian. PT TASPEN (PERSERO) menyadari bahwa proses pembuktian diri perlu disederhanakan dengan memanfaatkan teknologi. Makin pesatnya perkembangan teknologi membuat ekspektasi peserta terhadap layanan menjadi lebih baik, peserta mengharapkan segala proses layanan taspen menjadi lebih mudah, praktis, cepat, dan aman.
Berdasarkan hal tersebut, Trainee bermaksud untuk menyampaikan inovasi terkait Proses Pengesahan Tanda Bukti Diri yang selama ini masih dilakukan manual, dimana peserta mengisi form SPTB yang kemudian disahkan oleh Pejabat yang berwenang. Dewasa ini, kemajuan teknologi telah membuat segala proses pada kehidupan kita menjadi lebih mudah dan cepat, salah satunya adalah E-KTP Reader yang dapat membaca KTP Elektronik peserta dan melakukan verifikasi berdasarkan data biometrik yang telah terekam sebelumnya.
E-KTP Reader digunakan sebagai sarana pencocokan identitas yang diterjemahkan ke dalam sebuah nilai digital dan kemudian ter-registrasi dalam data KTP Elektronik. Nantinya data tersebut akan dianggap sebagai pembuktian data diri peserta karena dilakukan secara langsung dengan verifikasi sidik jari. Proses ini trainee sebut verifikasi biometrik peserta, yaitu proses pengesahan tanda bukti diri yang membuktikan keaslian identitas peserta atau ahli waris peserta dengan menggunakan kode biometrik dalam E-KTP yang keabsahannya terjamin oleh Negara berdasarkan sistem Disdukcapil. Hal ini menjadi dasar yang cukup untuk membuktikan identitas seseorang adalah benar peserta atau anggota keluarga peserta yang secara hukum berhak menerima hak Tunjangan Veteran, UDW, Pensiun Janda/Duda, dan Pensiun Yatim.
Inovasi ini diharapkan dapat memaksimalkan Pelayanan PT TASPEN (PERSERO) di masa yang akan datang dan memberikan kemudahan bagi peserta untuk mengajukan klaim Tunjangan Veteran, UDW, Pensiun Janda/Duda, dan Pensiun Yatim.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka trainee dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah sistem E-KTP Reader dapat memastikan keabsahan identitas peserta atau ahli waris peserta ?
2. Apakah sistem E-KTP Reader sebagai pengganti SPTB dapat meningkatkan pelayanan Taspen kepada peserta/ahli waris?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka dapat ditarik beberapa tujuan kertas karya ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan kekuatan hukum yang lebih kuat dan valid dengan pemanfaatan data E-KTP yang telah diatur dalam UU no. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Konsep Ide
Untuk mendapatkan manfaat optimal dari E-KTP, Kementrian Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 471.13/1826/SJ tgl 11 April 2013, perihal : Pemanfaatan Card Reader KTP Elektronik Untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat. Surat tersebut ditujukan kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagaimana dijelaskan dalam SE Mendagri tersebut adalah mengingatkan amanat Perpres Nomor 67 Tahun 2011 yaitu seluruh instansi pemerintah, lembaga yang dibawahi langsung pemerintah, dan lembaga swasta untuk memfasilitasi unit kerja yang memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menyediakan card reader dengan maksud agar tujuan program E-KTP dapat terwujud.
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, pada pasal 13 bahwa: NIK yang ada di E-KTP akan dicantumkan sebagai dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya.
Dengan konsep tersebut maka dalam kertas karya ini, trainee menyampaikan ide untuk meningkatkan validasi dalam Pengesahan Tanda Bukti Diri (SPTB) dengan menggunakan E-KTP Reader.
E-KTP Reader bisa memastikan apakah kartu E-KTP tersebut dibawa oleh orang yang identitasnya tertulis di kartu E-KTP. Dengan dibuktikan E-KTP
5 | P a g e
Keterangan :
Pada proses ini, NIK E-KTP akan otomatis terinput pada sistem dukcapil begitu verifikasi biometrik dinyatakan cocok
Keterangan :
Pada tahap ini akan ditentukan apakah data cocok atau tidak. Selain itu di sini ditentukan apakah verifikasi data dapat dilanjutkan atau tidak.
Jika data cocok, sistem akan melanjutkan tahap pengambilan NIK yang akan dimasukkan pada sistem Dukcapil.
Reader melalui modul biometrik sidik jari, yang meminta peserta untuk meletakkan jarinya pada scanner E-KTP Reader, dan selanjutnya E-KTP Reader akan membandingkan kemiripan karakteristik sidik jari yang bersangkutan dengan data sidik jari yang sudah direkam dalam E-KTP. Apabila "match", berarti memang E-KTP itu dipegang oleh yang bersangkutan. Bila "tidak match", berarti E-KTP tidak dipegang oleh yang bersangkutan dan proses pengajuan klaim tidak akan dilanjutkan. Berikut adalah cara kerja dari pengesahan tanda bukti menggunakan E-KTP
Reader :
Mekanisme SPTB yang digunakan oleh PT TASPEN (PERSERO) pada kondisi saat ini memiliki beberapa kendala dan kelemahan yang mendorong trainee untuk menyampaikan inovasi ini, antara lain adalah:
1. Fungsi E-KTP yang belum dioptimalkan
Belum maksimalnya pemanfaatan fungsi E-KTP, karena di dalamnya dilengkapi dengan chip yang memuat biodata, pas foto, tanda tangan dan sidik jari penduduk, sehingga E-KTP dimaksud tidak dimungkinkan lagi dipalsukan/digandakan.
2. Kurang validnya data SPTB
SPTB yang saat ini merupakan syarat wajib dalam pengajuan klaim seperti Tunjangan Veteran, SP4B, dan SP2YP, namun di lapangan terdapat SPTB yang tidak valid karena data tidak lengkap atau pengesahannya dipalsukan.
3. Proses pengesahan SPTB merepotkan peserta
Form SPTB manual saat ini harus diambil di kantor cabang, office channelling, dan service point, atau pun dicetak melalui website Taspen. Kemudian peserta atau ahli waris masih harus meminta tanda tangan basah dari Kepala Kelurahan/Desa di tempat domisilinya.
Kondisi saat ini dapat dijadikan peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan suatu inovasi layanan baru yang bisa menciptakan nilai tambah dan mengangkat citra perusahaan PT TASPEN (PERSERO).
2.3. Dampak dan Keberlanjutan
Berikut adalah perubahan dari SPTB saat ini dan verifikasi biometrik ahli waris peserta :
SPTB saat ini E-KTP Reader
Harus memuat tanda tangan basah Tidak perlu lagi memuat tanda tangan basah
Dapat dipalsukan Tidak dapat dipalsukan karena data biometrik terintegrasi dengan Disdukcapil
Memerlukan kertas untuk form SPTB
Proses lebih simpel tanpa menggunakan kertas
Melalui E-KTP Reader, peserta atau ahli waris peserta dalam hal ini adalah pemohon klaim Tunjangan Veteran, Uang Duka Wafat (UDW), Pensiun Janda / Duda, dan Pensiun Yatim/Piatu tidak perlu lagi menyampaikan SPTB yang ditandatangani basah oleh Kepala Kelurahan atau Kepala Desa. Pada proses pengesahan tanda bukti diri untuk pengajuan pertama klim tersebut, dapat dilakukan secara real time dengan membawa lengkap dokumen persyaratan klaim yang ingin diajukan dan E-KTP. Selanjutnya peserta akan diverifikasi kebenarannya melalui E-KTP Reader yang telah tersedia. Dampaknya terhadap peningkatan layanan dapat dirasakan dengan semakin terintegrasinya layanan Taspen dengan teknologi yang mengakibatkan segala sesuatunya menjadi lebih aman, mudah, dan praktis.
Beberapa keuntungan dalam penerapan optimalisasi fungsi E-KTP sebagai pengganti SPTB adalah sebagai berikut:
Ongkos pengurusan administrasi peserta dalam melengkapi dokumen pengajuan klaim Tunjangan Veteran, UDW, SP4B, dan SP2YP dapat ditekan karena dengan card reader, peserta cukup membawa E-KTP sebagai pengesahan tanda bukti diri.
3. Time Saving
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Keabsahan dari proses pembuktian diri menggunakan E-KTP telah diatur dalam Undang - Undang no. 24 tahun 2013 tentang perubahan atas Undang - Undang no. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dalam pasal 1 ayat (14) yaitu E-KTP adalah Kartu Tanda Penduduk yang dilengkapi cip yang merupakan identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana. 2. PT TASPEN (PERSERO) masih dapat mengoptimalkan fungsi E-KTP
dengan mengembangkan teknologi E-KTP Reader yang dapat diintegrasikan dengan sistem yang ada sekarang sebagai pengganti form SPTB untuk proses pengajuan klaim yang berlandaskan motto layanan 5T Taspen .
3.2. Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan tersebut maka dapat diberikan rekomendasi sebagai berikut:
1. Melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk membuat peraturan pelaksanaan terkait pengajuan klaim melalui verifikasi biometrik menggunakan data E-KTP sebagai turunan dari SE Mendagri no. 471.13/1826/SJ mengenai Pemanfaatan Card Reader KTP Elektronik Untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat.
2. Sosialisasi terhadap penggunaan E-KTP Reader sebagai proses pengesahan tanda bukti diri peserta harus senantiasa dilakukan agar penggunaan dan manfaatnya diketahui oleh peserta Taspen di seluruh Indonesia.
3. Implementasi E-KTP sebagai pengganti SPTB.
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.