POTENSI PERUBAHAN LINGKUNGAN TERUMBU KARANG DENGAN ACUAN REEF CHECK
DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR
oleh ;
Ontosari, D.1
; Karissa, P.T.1
; Devina, T.2
; Wardani, R.R.1
; Harisa, D.3
; Hermanto, I.4
; Djuwantoko5
1.)Anggota Unit Selam UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, 55281([email protected])
2.)Alumni Fakultas Biologi UGM, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 ([email protected])
3.)Alumni Fakultas MIPA UGM, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
4.)Alumni Fakultas Pertanian UGM, Sekip, Yogyakarta, 55281
2.)Staff pengajar Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta, 55281.
Sari
Taman Nasional Baluran termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Situbondo di bawah pengawasan Balai Taman Nasional di Kabupaten Banyuwangi. Penilaian lingkungan bertujuan untuk mendata informasi dasar, dampak lingkungan, informasi perlindungan lingkungan di pesisir Taman Nasional Baluran, terutama di lokasi tapak monitoring terumbu karang. Data yang didapat dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan kawasan sehingga pelestarian terhadap terumbu karang dapat lebih ditingkatkan.
Lingkungan terumbu karang di perairan Taman Nasional Baluran adalah tipe terumbu karang tepi, bagian dari zona distal Gunung api Baluran yang sudah tidak aktif. Metode penilaian lingkungan terumbu karang dilakukan dengan menggunakan parameter deskripsi tapak lingkungan Reef Check terdiri dari informasi dasar, tekanan yang diterima terumbu karang, dan aspek perlindungan hukum. Informasi dasar mencakup kondisi geografis, kondisi fisik daratan dekat dengan tapak terumbu karang, dan kondisi fisik perairan Taman Nasional Baluran. Tekanan yang diterima lingkungan terumbu karang diacu dari tindakan manusia dan dampak alam.
Lingkungan terumbu karang di Taman Nasional Baluran berpotensi mengalami penurunan kualitas. Lingkungan fisik daratan dan perairan tidak berpengaruh besar terhadap lingkungan terumbu karang. Potensi penurunan kualitas lingkungan terumbu karang berasal dari tekanan masyarakat yang berada di sekitarnya. Pada penelitian ini, tekanan masyarakat umumnya berada pada tingkat menengah.
Kata kunci: parameter lingkungan, reef check, Taman Nasional Baluran
Abstract
Baluran National Park is included in administration region Regency of Situbondo under protection of National Park Hall located in Regency of Banyuwangi. Environmental Assessment aim for the data based elementary information, environmental impact, and environmental protection information on coastal area of Baluran National Park, especially in coral reef environment site. Data got from this research was expect serve the purpose of consideration in area management so that the continuation of coral reef conservation earn more improved..
Coral reef environment in Baluran National Park is a type of fringing reef, dostal zone part of dormant Baluran Volcano. Environment assessment method conducted using site description chart by Reef Check, included basic informations, impacts, and protections.Basic informations are geographical condition, land and sea physical condition. Impacts came from human and natural threats.
Coral reef environment in Baluran National Park, had potential of degradation in environmental quality. Land and sea physical condition hadn't great threats to coral reef. High potential of degradation came from human impacts. Human impacts in general are in medium scale of stress.
PENDAHULUAN
Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat indah, dan keindahannya telah mempesonakan manusia, baik bagi para ilmuan maupun orang awam selama bertahun-tahun lamanya. Meskipun terumbu karang ditemukan di seluruh lautan didunia, baik di perairan kutub maupun perairan ugahari, tetapi hanya di daerah tropik terumbu dapat berkembang. Salah satu ekosistem terumbu karang adalah di Taman Nasional Baluran.
Taman Nasional ini awalnya adalah Cagar alam yang ditetapkan pada tahun 1937. Pada tahun 1954 ditarik jalur seluas 3.000 ha di sepanjang sisi jalan bagian barat untuk perkebunan, tetapi dikembalikan lagi untuk kawasan konservasi ketika ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1982. Secara regional, terumbu karang di Taman Nasional Baluran adalah salah satu tipe terumbu fringing reef (Hopley, 1982 vide Tomasick, 1997), karena berada di tepian gunung Baluran sebagai daratan utama. Landaian lereng laut yang termasuk zona distal gunung Baluran (<50) dengan beberapa kondisi proksimal hingga medial-distal (5 – 100). Kondisi ini
menyebabkan karakter pantai yang berbatu dan berpasir, dengan ekologi intertidal yang berarus kuat namun bergelombang rendah.
Selain ekologi terumbu karang dan asosiasinya di lautan, ekologi di darat juga bervariasi. Kondisi ekologi yang berupa gunung api tidur ditutupi vegetasi secara radier dan berpola selaras dengan kondisi geologinya. Secara umum, vegetasi di Taman Nasional Baluran adalah hutan tanaman jati, hutan Acacia nilotica, hutan luruh daun, dan padang rumput.
Ekosistem terumbu karang mempunyai banyak nilai, antara lain nilai ekologik, ekonomik, estetik dan nilai edukasi. Nilai ekologik terumbu karang adalah menjaga keseimbangan kehidupan biota laut dan hubungan timbal balik antara laut dengan faktor abiotik, serta sebagai penghasil oksigen perairan dan pengatur keseimbangan ekosistem perairan. Nilai ekonomik terumbu karang antara lain dapat dikembangkan sebagai komoditi yang mempunyai nilai ekonomik tinggi. Nilai estetiknya yakni dapat dikembangkan untuk pariwisata/wisata bahari. Nilai edukasi dari terumbu karang adalah dapat sebagai obyek penelitian dan ilmu pengetahuan.
Gambar 1.Lokasi penelitian Reef Check IV di Taman Nasional Baluran, (1) Lempuyang, (2) Siranda, (3) Air Karang, dan (4) Bilik.
1
2
3
Terumbu karang sangat luas dan merupakan asosiasi organisme yang kompleks yang mempunyai sejumlah tipe habitat yang berbeda-beda dan semuanya berada dalam suatu sistem yang sama. Ekosistem terumbu karang menyajikan keindahan dan keunikan potensi sumberdaya alam hayati laut namun sangat peka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya, baik bersifat fisik maupun kimia. Hampir semua terumbu hanya ditemukan pada perairan yang dibatasi oleh permukaan yang isoterm 200C. Perkembangan terumbu yang paling optimal terjadi
diperairan yang rata-rata suhu tahunannya 23–250C. Terumbu karang tidak dapat berkembang di
perairan yang lebih dalam dari 50–70 m. Terumbu karang dapat bertahan pada salinitas 32–35 ‰. Jumlah spesies dan genera karang terumbu yang terbesar berada di daerah Indo-Pasifik, termasuk di dalamnya Kepulauan Filipina, Kepulauan Indonesia, Nugini, dan bagian utara Australia (Nybakken, 1992).
PROSEDUR PENELITIAN
Materi penelitian adalah lingkungan fisik terumbu karang, meliputi lingkungan darat dan laut. Data diperoleh dari pengisian lembar deskripsi di lapangan, dan analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif terhadap data lapangan parameter lingkungan. Analisis secara kualitatif ini diharapkan mendukung pertimbangan pengelolaan kawasan Taman Nasional Baluran, khusunya pada lingkungan terumbu karang.
Lokasi, Batas, Luas, dan Kesampaian daerah
Lokasi Taman Nasional Baluran berada diantara jalan Surabaya-Banyuwangi, 27 km sebelum pelabuhan feri Ketapang-Gilimanuk atau 14 jam perjalanan darat dari Jogjakarta. Secara administrasi pemerintahan Taman Nasional Baluran berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur, sedangkan secara geografis terletak diantara 7029’10” – 7055’55” LS dan 114029’10”-114039’10”BT (Gambar 1). Pada bagian utara dan timur
garis pantai sepanjang 42 km yang berbentuk teluk dan tanjung yang tidak teratur (Dono & Mardana, 2003).
Taman Nasional Baluran sebelah utara dibatasi oleh Selat Madura, sebelah timur oleh Selat Bali dan bagian selatan sampai barat berturut-turut dibatasi oleh Dusun Pandean Desa Wonorejo, Sungai Bajulmati, Sungai Klokoran, Dusun Karangtekok dan Desa Sumberanyar.Taman Nasional ini didominasi oleh gunung api setinggi 1.268 m, yang salah satu sisinya dikenal dengan nama Gunung Baluran. Taman Nasional ini merupakan bagian terkering di Jawa yang mempunyai curah hujan rata – rata kurang dari 1.000 mm/tahun, terkonsentrasi antara Desember sampai Februari. Namun demikian, angka – angka tersebut menyembunyikan variasi tahunan yang cukup berarti. Musim kemarau yang panjang dan angin musim penghujan timru laut yang kering menyebabkan bentang lahan mirip padang rumput, walaupun kebakaran merupakan faktor utama (Wind dan Amir, 1977 vide Whitten, 1999).
Luas Taman Nasional Baluran total 28.750 ha, luas Kawasan resmi 250 km2, luas sesuai
dengan peta 260km2, dengan nilai genetis 134, nilai sosial ekonomi 15, kemungkinan
pengelolaan 12, dengan prioritas keseluruhan adalah 1 (RePPProt, 1990 dalam Whitten, et. al., 1999), dan termasuk kedalamnya wilayah perairan seluas 3.750 ha. Luas tersebut terdiri dari :
HASIL DAN PEMBAHASAN
Informasi dasar lingkungan
Setiap situs terumbu karang masing – masing deskripsi berdasarkan lebih dari 30 parameter kondisi lingkungan dan peringkat dampak aktivitas budaya manusia. Informasi dasar lingkungan melibatkan parameter fisik daratan dan lautan Pada lampiran, nampak bahwa suhu permukaan senilai 27 – 290 C berada pada kisaran yang normal dan termasuk hangat untuk
kategori laut tropis (Takahashi dan Hargrave, 1984 vide Nybakken, 1997 dan Gordon, et. al.; 1994 vide Tomasick, et.al, 1997). Suhu udara dan suhu permukaan mempengaruhi angin dan gelombang laut. Pada suhu jeluk di atas 31 – 320C, metabolisme meningkat sehingga
kalsitifikasi terjadi dan pertumbuhan terumbu karang menurun.
Dengan suhu jeluk seperti pada gambar di bawah senilai rata – rata 29.50C, kalsitifikasi
dan pemutihan karang (coral bleaching) tidak terjadi (>330C). Namun demikian, toleransi
spesies – spesies berbeda satu sama lainnya. Sebaliknya, untuk satu spesies tertentu, kenaikan 2 – 30C bisa menyebabkan perbedaan tingkat produktivitas Neudecker, 1987; Jokiel & Coles, 1990
vide Tomasick, 1997). Generalisasinya, bahwa suhu jeluk yang termasuk tinggi tersebut mempengaruhi upwelling yang lebih lemah daripada suhu jeluk yang rendah.
Dengan demikian, untuk kondisi terumbu karang Taman Nasional Baluran, upwelling
dianggap lebih lemah daripada daerah lainnya yang bersuhu jeluk lebih rendah, Hal ini menyebabkan produktivitas terumbu karang lebih lambat. Pelambatan produktivitas terumbu karang di Taman Nasional Baluran juga dipengaruhi oleh salinitas dan evaporasi. Perlu diketahui bahwa di utara Taman Nasional Baluran terdapat komunitas penduduk yang mengusahakan tambak udang dan garam, dan komunitas nelayan yang mencari ikan secara besar – besaran ataupun dengan metode yang merusak dan menghambat produktivitas terumbu karang.
Tekanan yang diterima oleh terumbu karang
Pantai Lempuyang mempunyai potensi dampak manusia yang tertinggi daripada ketiga lokasi lainnya (Bilik, Air Karang, dan Siranda). Hal ini dikarenakan jarak terdekat dengan pemukiman penduduk hanya kurang dari satu kilometer (0,3 km). Sedangkan lokasi lainnya, lingkungan terumbu karang berjarak lebih dari lima km. Namun distribusi dan akumulasi tekanan bisa merata, mengingat mata pencarian penduduk sekitar Taman Nasional Baluran didominasi oleh nelayan. Rendahnya nilai tekanan dari polusi industri dan limbah rumah tangga, dikarenakan lokasi penelitian berada jauh dari lokasi industri dan masuk dalam kawasan Taman Nasional.
Faktor manusia yang menekan lingkungan terumbu karang antara lain pencarian ikan konsumsi dengan cara pengeboman, potasium sianida, pariwisata, dan juga penyelam. Permasalahan lingkungan seperti penggundulan hutan menyebabkan terjadinya sedimentasi yang besar dan menuju ke laut sehingga secara tidak langsung mengancam keberadaan terumbu karang. Pada tingkat menengah dari polusi industri dan limbah rumah tangga dikarenakan transportasi dengan arus sepanjang pantai membawa polusi dari industri di pantai utara Jawa, dan daerah pemukiman penduduk sekitar Taman Nasional Baluran.
Aspek penerapan hukum
Legalitas dan perlindungan hukum terhadap lingkungan terumbu karang di lokasi penelitian masih berperanan utama, mengingat lokasi penelitian adalah Taman Nasional. Dari informasi dasar lingkungan serta perubahan lingkungan akibat tekanan dari sisi budaya dan manusia, perlu dilakukan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan terumbu karang. Dengan demikian aspek hukum tidak hanya menjadi aspek formal pelestarian lingkungan terumbu karang, namun juga menjadi sarana penyadaran kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan terumbu karang.
Penggunaan sianida dalam menangkap ikan hias dan bahan peledak untuk ikan konsumsi yang dilakukan oleh nelayan di sekitar perairan Taman Nasional Baluran, telah mengakibatkan kerusakan terumbu karang di perairan tersebut. Sementara di satu sisi, pemerintah (dalam hal ini pihak pengelola Taman Nasional Baluran) tidak mampu berbuat banyak dalam menjaga kelestarian ekosistim terumbu karang di kawasan konservasi tersebut. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis Taman Nasional Baluran yang sangat luas, sedangkan fasilitas pendukung yang dimiliki oleh pengelola sangat terbatas. Sedangkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti TNI Angkatan Laut dan Poliairud tidak berjalan dengan baik.
Diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat memulihkan kembali kondisi ekosistem terumbu karang di perairan Taman Nasional Baluran yang dikategorikan sedang. Bila terumbu karang dibiarkan dalam jangka waktu tertentu tanpa gangguan, kemungkinan lingkungan tersebut akan memperbaiki dirinya sendiri. Dengan semakin baiknya kondisi terumbu karang, maka sumberdaya yang dapat dimanfaatkan juga akan meningkat, tetapi hal tersebut harus didukung oleh masyarakat yang memanfaatkannya. Aktivitas nelayan yang menggantungkan hidupnya selama bertahun-tahun sebagai pencari ikan hias atau ikan konsumsi, tentunya tidak dapat dibatasi dengan aturan-aturan yang melarang para nelayan untuk menghentikan kegiatannya, tanpa diberikan pilihan kegiatan yang lain.
Dampak positif yang timbul jika kondisi terumbu karang baik yaitu akan meningkatkan potensi sebagai tempat wisata minat khusus yaitu menyelam dan aktivitas snorkling. Kondisi yang baik akan menjadikan pemandangan bawah laut yang indah. Selain itu kehidupan berbagai hewan dan biota laut yang hidup di daerah terumbu karang terus berlanjut, sehingga nelayan juga dapat melakukan aktivitasnya secara berkelanjutan. Kita tentunya tidak ingin meninggalkan kondisi terumbu karang yang rusak untuk dinikmati oleh anak cucu kita di kemudian hari. Untuk itu mari kita jaga kelestarian terumbu karang yang merupakan karunia terbesar Yang Maha Kuasa.
KESIMPULAN DAN SARAN
Parameter lingkungan hidup terumbu karang di Taman Nasional Baluran dalam kondisi yang normal, yakni pada temperatur rata – rata 29,50 C, dengan salinitas rata – rata 34,28‰ dan
keasaman air laut senilai 7,14 dan merupakan kondisi ideal untuk tipe terumbu karang fringing reef dari Gunungapi Baluran. Kondisi lingkungan terumbu karang di Taman Nasional Baluran adalah sedang, Berdasarkan parameter lingkungan fisik abiotik dari semua tapak lokasi Reef Check, yang paling sehat dan ideal untuk ekosistem terumbu karang adalah situs Air Karang dan Lempuyang.
dan masyarakat sekitar Taman Nasional Baluran perlu ditingkatkan partisipasinya dalam kegiatan Reef Check. Kondisi terumbu karang di perairan Taman Nasional Baluran termasuk dalam kategori sedang. Perlu dilakukan upaya rehabilitasi dengan melibatkan semua pihak, guna memperbaharui kondisi terumbu karang yang ada sekarang dan mengantisipasi terjadinya kondisi yang lebih buruk dengan menganjurkan nelayan untuk merubah cara-cara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dengan yang lebih ramah lingkungan. Untuk Unit Selam UGM, penelitian dengan metode Reef Check perlu lebih dioptimalkan dengan sumberdaya tidak sedikit.
PENUTUP
Atas terlaksannya penelitian ini tahun 2002 – 2005, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak lembaga dan individu. Penelitian ini terlaksana karena dijalankannya agenda penelitian Reef Check rutin tahunan di tempat yang sama oleh Unit Selam UGM, dengan dukungan penuh dari lembaga Rektorat UGM, Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI), World Wild Fund (WWF), Balai Taman Nasional (BTN) Baluran, dan Kaltim Dana Mandiri (KDM). Dukungan individual dari Bapak Djuwantoko, Mas Habib dan Mas Otong sebagai dinamsator JKRI, Bapak Iwan Dewantama, dan Bapak Erdi Lazuardi dari WWF.
Daftar Pustaka
Hodgson, G., et. al. 2004. Reef Check Instruction Manual : A Guide to Reef Check Coral Reef Monitoring. Http://www.Reefcheck.org
Hodgson, G. 2000. Coral Reef Monitoring and Management Using Reef Check. Integrated Coastal Zone Management. 1(1): 169-176.
Hodgson, G. 1999. A Global Assessment of Human Effects on Coral Reefs. Marine Pollution Bulletin. 38/5: 345-355.
Hodgson, G. 1999. What is the Purpose of Monitoring Coral Reefs in Hawaii? P 15-26. In: Maragos JE, Grober-Dunsmore R (eds). Proceedings of the Hawaii Coral Reef Monitoring Workshop, June 8-11, 1998. Department of Land and Natural Resources and East-West Center for Development, H`onolulu, HI, USA. 334 pages.
Hodgson, G. and C.M. Stepath. 1999. Using Reef Check for long-term coral reef monitoring in Hawaii. p. 173-184. In: Maragos JE, Grober-Dunsmore R (eds). Proceedings of the Hawaii Coral Reef Monitoring Workshop, June 8-11, 1998. Department of Land and Natural Resources and East-West Center for Development, Honolulu, HI, USA. 334 pages.
Hodgson, G. 1999. Reef Check Global Survey Program: The first step in communitybased management. In: I. Dight, R. Kenchington, J. Baldwin (eds). Proc. International Tropical Marine Ecosystems Symposium, Townsville, Australia, November 1999. pp 321-326.
Hodgson, G. 1999. A global assessment of human effects on coral reefs. Marine Pollution Bulletin. 38 (5) 345-355. Hodgson, G. 1998. Reef Check and sustainable management of coral reefs. Pp. 165-68. In: C.Wilkinson (ed) Status
of Coral Reefs of the World: 1998. Australian Institute of Marine Science, Townsville, Australia 184 p. Hodgson G. 1992. An alternative to "paper parks". p. 35-45 In: Proc. International Conference on Conservation of
Tropical Biodiversity, Kuala Lumpur 12-16 June, 1990.
Nybakken, J.W., 1992, Marine Biology : An Ecologycal Approach, Addison-Wesley Educational Publishers, Inc., Massachussets, 481 pp.
Siregar, P. R. Advokasi Pesisir dan Laut. <http://www.walhi.or.id /kampanye /pela/pesisir_laut_info_040604/>. Diakses Tanggal 2006
Suryadi, H, 2002. [Nasional-a] "draft dokumen IBSAP bag. 4/8. <http://www. polarhome.com/pipermail/nasional-a/2002-August/000021.html>
Whitten, T., et. al., 1999, The Ecology of Java and Bali, Prenhalindo, Jakarta, 969 pp.
Wilkinson, C. and G. Hodgson 1999. Coral reefs and the 1997-1998 mass bleaching and mortality. Nature and Resources. 35(2):17-25.
Lampiran Deskripsi lokasi SITE DESCRIPTION AIR KARANG
Site name Air Karang
Date 23 September 2004
Time of day that work started 10:00 Time of day that work ended 11:00
Longitude of transect point E 114 25’ 21.2”
Latitude of transect point S 07 47’ 00.5”
From chart or by GPS? (If GPS, indicate unit) Chart _____GPS__X____ GARMIN ETREK
Elevation = 22 m
Orientation of transect N-S____ NE-SW_X__E-W____SE-NW____ Distance from shore __100___ m
Distance from nearest river __0,5___ km
River mouth width <10m_X_ 11-50m__ 51-100m__ 101-500m__ Weather Sunny_X__ cloudy____ raining____
Air temperature __31____ degrees Celsius Water temperature at surface __27____ degrees Celsius Water temperature at 3m __28____ degrees Celsius Water temperature at 10m __28____ degrees Celsius Distance to nearest population __6___ km
Approximate population site ___1/10___ x 1000 people Horizontal visibility water __7___ m
Why was this site selected?
Is this site- Sheltered _____ or exposed__X___ Any major coral damaging storms in past years? Yes___ no____ unknown _X___ How do you rate this site overall in terms of
anthropogenic impact? None____low__X__moderate____heavy____
What types of impact do you believe occur? Trash
Dynamite fishing None____low__X__moderate____heavy____
Poison fishing None__X__low____moderate____heavy____
Aquarium fish collection None____low____moderate__X__heavy____
Harvest of invertebrates for food None____low____moderate__X__heavy____
Harvest of invertebrates for curio sales None____low__X__moderate____heavy____
Tourist diving None____low__X__moderate____heavy____
Sewage pollution None____low__X__moderate____heavy____
Industrial pollution None__X__low____moderate____heavy____
Other forms of fishing? (Specify) None__X__low____moderate____heavy____
Other impacts? (Specify) None__X__low____moderate____heavy____
Is there any form of protection (statutory or other)
at this site? Yes__X_ no _____
If yes, what type of protection? Baluran National Park Other comments
Submitted by (enter TL/TS and your name) Prawita Tasya Karissa
Lampiran Deskripsi lokasi SITE DESCRIPTION SIMACAN / SIRANDA
Site name Si Macan
Date 25 September 2004
Time of day that work started 08:49 Time of day that work ended 09:10
Longitude of transect point E 114 27’ 29.6”
Latitude of transect point S 07 48’ 32.9”
From chart or by GPS? (If GPS, indicate unit) Chart _____GPS_X___ GARMIN 12 XL
Barring = 091
Orientation of transect N-S____ NE-SW_X_E-W____SE-NW____ Distance from shore _300__ m
Distance from nearest river __0,5_ km
River mouth width <10m_X 11-50m__ 51-100m__ 101-500m__ Weather Sunny_X cloudy____ raining____
Air temperature 33 degrees Celsius Water temperature at surface 29 degrees Celsius Water temperature at 3m 29 degrees Celsius Water temperature at 10m 29 degrees Celsius Distance to nearest population 5 km
Approximate population site 1/10 x 1000 people Horizontal visibility water 10 m
Why was this site selected? As a best dive site on Baluran National Park Is this site- Sheltered _____ or exposed X
Any major coral damaging storms in past years? Yes___ no____ unknown X How do you rate this site overall in terms of
anthropogenic impact? None____low____moderate__X_heavy____
What types of impact do you believe occur? Unknown
Dynamite fishing None_X__low____moderate____heavy____
Poison fishing None_X__low____moderate____heavy____
Aquarium fish collection None____low_X__moderate____heavy____
Harvest of invertebrates for food None____low_X_ moderate____ heavy____
Harvest of invertebrates for curio sales None_X__low___ moderate____ heavy____
Tourist diving None____low_X _moderate____ heavy____
Sewage pollution None_X__low____moderate____heavy____
Industrial pollution None_X__low____moderate____heavy____
Other forms of fishing? (Specify) None_X__low____moderate____heavy____
Other impacts? (Specify) None_X__low____moderate____heavy____
Is there any form of protection (statutory or other)
at this site? Yes__X_ no _____
If yes, what type of protection? BaluranNational Park
Other comments Grouper size 30 cm at C (1) and D (1) Submitted by (enter TL/TS and your name) Prawita Tasya Karissa
Lampiran Deskripsi lokasi
SITE DESCRIPTION LEMPUYANG
Site name Lempuyang
Date 25 September 2004
Time of day that work started 9:30 Time of day that work ended 10:05
Longitude of transect point E 114 25’ 55.3”
Latitude of transect point S 07 47’ 19.0”
From chart or by GPS? (If GPS, indicate unit) Chart _____GPS__X____ GARMIN ETREK Elevation = 16 m
Orientation of transect N-S____ NE-SW____E-W_X__SE-NW____ Distance from shore _100__ m
Distance from nearest river __0,5_ km
River mouth width <10m_X 11-50m__ 51-100m__ 101-500m__ Weather Sunny_X_ cloudy____ raining____
Air temperature __31__ degrees Celsius Water temperature at surface __28__ degrees Celsius Water temperature at 3m __28__ degrees Celsius Water temperature at 10m __27__ degrees Celsius Distance to nearest population __0,3__ km
Approximate population site _1/10__ x 1000 people Horizontal visibility water __11__ m
Why was this site selected? Near village community
Is this site- Sheltered _____ or exposed__X__ Any major coral damaging storms in past years? Yes_X__ no____ unknown ____ How do you rate this site overall in terms of
anthropogenic impact? None____low_X__moderate____heavy____
What types of impact do you believe occur? Unknown
Dynamite fishing None____low_X__moderate____ heavy____
Poison fishing None_X__low____moderate____heavy____
Aquarium fish collection None_X__low____moderate____heavy____
Harvest of invertebrates for food None____low__X_moderate____heavy____
Harvest of invertebrates for curio sales None_X__low____moderate____heavy____
Tourist diving None_X_low____moderate____ heavy____
Sewage pollution None____low__X_moderate____heavy____
Industrial pollution None_X__low____moderate____heavy____
Other forms of fishing? (Specify) None____low__X_moderate____heavy____
Other impacts? (Specify) None___X_low____moderate____heavy____
Is there any form of protection (statutory or other) at
this site? Yes__X_ no _____
If yes, what type of protection? Baluran National Park Other comments
Submitted by (enter TL/TS and your name) Dhirga Harisa
Lampiran Deskripsi lokasi
SITE DESCRIPTION BILIK
Site name Bilik
Date 23 September 2004
Time of day that work started 10:20 Time of day that work ended 11:55
Longitude of transect point E 114 22’ 00.8” Latitude of transect point S 07 44’ 53.1”
From chart or by GPS? (If GPS, indicate unit) Chart _____GPS__X____ GARMIN 12 XL Barring = 316
Orientation of transect N-S____ NE-SW____E-W____SE-NW_X___ Distance from shore __300___ m
Distance from nearest river __8___ km
River mouth width <10m__ 11-50m__ 51-100m__ 101-500m__ Weather Sunny__X_ cloudy____ raining____ Air temperature __33____ degrees Celsius
Water temperature at surface __29____ degrees Celsius Water temperature at 3m __28____ degrees Celsius Water temperature at 10m __29____ degrees Celsius Distance to nearest population ___6___ km
Approximate population site ___1/10___ x 1000 people Horizontal visibility water __8____ m
Why was this site selected?
Is this site- Sheltered _____ or exposed_X____ Any major coral damaging storms in past years? Yes__X_ no____ unknown ____ How do you rate this site overall in terms of
anthropogenic impact? None_X___low____moderate____heavy____
What types of impact do you believe occur? Unknown
Dynamite fishing None____low__X__moderate____heavy____
Poison fishing None__X__low___moderate____ heavy____
Aquarium fish collection None__X__low____moderate____heavy____
Harvest of invertebrates for food None____low__X__moderate____heavy____
Harvest of invertebrates for curio sales None____low_X___moderate____heavy____
Tourist diving None____low_X___moderate____heavy____
Sewage pollution None_X___low____moderate____heavy____
Industrial pollution None__X__low____moderate____heavy____
Other forms of fishing? (Specify) None__X__low____moderate____heavy____
Other impacts? (Specify) None__X__low____moderate____heavy____
Is there any form of protection (statutory or other) at
this site? Yes__X__ no _____
If yes, what type of protection? Baluran National Park Other comments
Submitted by (enter TL/TS and your name) Risca Rutti