Potofolio sekolah Budaya Mutu. docx

85  1666  Download (109)

Teks penuh

(1)

DOKUMEN PORTOFOLIO

LOMBA BUDAYA MUTU SEKOLAH DASAR

SD NEGERI KALIMULYA 4

KECAMATAN CILODONG

KOTA DEPOK

TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA DEPOK

UNIT PELAKSANA TEKNIS PENDIDIKAN KECAMATAN CILODONG

SEKOLAH DASAR NEGERI KALIMULYA 4

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

DOKUMEN PORTOFOLIO BUDAYA MUTU

SD NEGERI KALIMULYA IV

KECAMATAN CILODONG KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT

Disyahkan sesuai dengan hasil pengamatan, visitasi dan verifikasi

Pada hari ...tanggal , ... Februari 2016

Mengesyahkan Pengawas Sekolah,

IJAH SOPIAH, M.Pd. NIP. 196504301984102001

Kepala Sekolah,

LIA MULIA, S.Pd. NIP. 1962 0128 1982 04 2007

Mengetahui, Kepala UPT Pendidikan

Kecamatan Cilodong,

Drs. EBENG DJAYADI SOFHYAN, M.Si Pembina Tk. I, IV/b

(3)

IDENTITAS SEKOLAH

A. IDENTITAS SEKOLAH

1. Nama Sekolah : SD NEGERI KALIMULYA 4

2. NPSN / NIS : 20.22.87.65 / 10.10.26.60.80.12

3. Tahun Berdiri : 1981

4. Izin Operasional :

5. Status Akreditasi/ Tahun : B / 2011

6. Koordinat : Bujur : E 106.8252200 Lintang : S

-6.445200

7. Alamat Sekolah : Jalan Raya Kalimulya

a. Kelurahan : Jatimulya

b. Kecamatan : Cilodong

c. Kab/ Kota : Depok

d. Provinsi : Jawa Barat

e. Kode Pos :

f. Telp/ Fax. :

g. E-mail : sdnkalimulya4@gmail.com

h. Website :

-B. Visi Sekolah

Terbentuknya Manusia Beriman, Bertakwa, Berilmu Pengetahuan, Berwawasan Teknologi dan Berbudaya

C. Misi Sekolah

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Meningkatkan kemampuan dasar siswa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi

3. Menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya bangsa

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Budaya Mutu Sekolah dapat diselesaikan.

(4)

pembentukkan karakter peserta didik, (2) kepemimpinan visioner dan manajemen berbasis sekolah termasuk didalamnya sekolah bersih dan sehat (3) pengelolaan perpustakaan mendukung keefektifan pembelajaran dan menumbuhkembangkan budaya baca warga sekolah, dan (4) lingkungan sekolah yang merefleksikan kondisi bersih, rapih, dan sehat.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.

Walaupun demikian, kami juga sadar bahwa kami hanyalah manusia yang pasti memiliki banyak kekurangan. Untuk itu, segala bentuk kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami nantikan demi perbaikan untuk penyusunan laporan di masa datang.

Depok, 11 Februari 2016 Penyusun,

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN ... i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

IDENTITAS SEKOLAH ... iii

(5)

DAFTAR ISI ... v

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang ... 1

B. Visi dan misi sekolah ...

C. Struktur organisasi ...

II. PROGRAM

A. Program makro (renstra) pengembangan budaya mutu sekolah dalam jangka 4 tahun ...

B. Program mikro (rencana kegiatan tahunan/ rencana operasional sekolah dalam jangka 1 tahun ) ...

C. Rencana pengembangan sekolah (RPS) dan rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS) ...

D. Program ...

A) Pembelajaran ...

B) Kegiatan ekstrakurikuler ...

C) Manajemen berbasis sekolah ...

D) Perpustakaan sekolah ...

E) UKS...

III. PELAKSANAAN

A. Struktur organisasi dan penanggung jawab setiap jenis kegiatan pengembangan budaya mutu

 Pembelajaran

 Kegiatan Ekstrakurikuler  Manajemen Berbasis Sekolah  Perpustakaan Sekolah

 UKS

B. Pelaksanaan setiap jenis kegiatan pengembangan budaya mutu Pembelajaran

(6)

 UKS

C. Laporan kegiatan setiap jenis kegiatan pengembangan budaya mutu

 Pembelajaran

 Kegiatan Ekstrakurikuler  Manajemen Berbasis Sekolah  Perpustakaan Sekolah

 UKS

D. Keterlibatan warga sekolah dan pihak lain mendukung kegiatan pengembangan mutu di

sekolah ...

IV. EVALUASI

A. Hasil evaluasi diri sekolah terhadap kegiatan

 Pembelajaran

 Kegiatan Ekstrakurikuler  Manajemen Berbasis Sekolah  Perpustakaan Sekolah

 UKS

B. Unit dan prosedur operasional standar dalam monitoring dan evaluasi untuk menjamin kualitas pelaksanaan seluruh jenis kegiatan

pengembangan budaya mutu...

C. Tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi terhadap seluruh jenis kegiatan pengembangan budaya mutu ...

V. PRESTASI

A. Akademik ...

B. Non-akademik ...

VI. PENUTUP

VII .

(7)

PROFIL SEKOLAH

A. IDENTITAS SEKOLAH

1.Nama Sekolah : SD NEGERI KALIMULYA 4

2. NPSN / NIS : 20.22.87.65 / 10.10.26.60.80.12

3. Tahun Berdiri : 1981

4. Izin Operasional :

5. Status Akreditasi/ Tahun : B / 2011

6. Koordinat : Bujur : E 106.8252200 Lintang : S

-6.445200

7. Nama Kepala Sekolah : Lia Mulia, S.Pd.

8. Alamat Sekolah : Jalan Raya Kalimulya

a. Kelurahan : Jatimulya

b. Kecamatan : Cilodong

c. Kab/ Kota : Depok

d. Provinsi : Jawa Barat

e. Kode Pos :

f. Telp/ Fax. :

g. E-mail : sdnkalimulya4@gmail.com

h. Website :

-B. Visi Sekolah

Terbentuknya Manusia Beriman, Bertakwa, Berilmu Pengetahuan, Berwawasan Teknologi dan Berbudaya

C. Misi Sekolah

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Meningkatkan kemampuan dasar siswa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi

3. Menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya bangsa

D. Data Umum Sarana dan Prasarana Sekolah Pendukung Pelaksanaan Budaya Mutu

No

. Sarana dan Prasarana

Ketersediaan Kondisi Ya Tidak Baik Rusak

1 Ruang Kepala Sekolah √ √

2 Ruang Guru √ √

3 Ruang Kelas √ √

4 WC Kepala Sekolah/ Guru √

5 WC Peserta Didik Laki-Laki √ √

(8)

7 Perpustakaan √ √

b. Terbitan berkala (majalah,

surat kabar) √ √

c. Audio visual √ √

d. Multimedia √ √

8 Laboratorium √ √

9 Alat peraga IPA √ √

a. Model kerangka manusia √ √

b. Model tubuh manusia √ √

c. Bola dunia (globe) √ √

d. Contoh peralatan optik √ √

e. KIT IPA untuk

eksperimen dasar √ √

f. Poster/ carta IPA √ √

10 UKS √ √

11 Perlengkapan ruang UKS √ √

a. Tempat tidur √ √

15 Tempat cuci tangan setiap kelas

16 Halaman sekolah √ √

17 Taman dan kebun sekolah √ √

18 Tempat sampah pada setiap ruangan √ √

E. Keadaan Sekolah

1. Data Siswa dalam 4 (empat) Tahun terakhir

Tahun Pelajaran

Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kelas V Kelas VI Jumla h Siswa Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah

Sis Rb

l Sis Rbl Sis Rbl Sis Rbl Sis Rbl Sis Rbl 2011/201

2

(9)

2012/201

Tahun Pelajaran JumlahRuang Ukuran(M2)

Kondisi Kategori

Guru JenisGuru MengajarTugas JumlahJam Ket 1. Lia Mulia, S.Pd.

3. Sri Asih Astuti, S.Pd. 24

4. Yani Ahmad, S.Pd. 24

5. Irfan Apandi 24

6. Ida Rosida, A.Ma 24

7. Dede Mulyanih,

S.Pd. 24

8. Afan Syaifudin 24

9. Sumiyati, S.Pd. 24

10. Yuni Sri Widayati,

S.Pd 24

11. Rasmin 24

12. Hesti 24

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini selalu menjadi perhatian berbagai kalangan, tidak hanya kalangan pendidikan, tetapi juga masyarakat. Mereka menginginkan munculnya perubahan dalam hal upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Fakta menunjukkan bahwa kualitas pendidikan kita belum sebagaimana yang diharapkan bila dibandingkan dengan di negara lain.

Menghadapi abad 21 tuntutan terhadap peningkatan kualitas pendidikan semakin kuat.Hal ini dikarenakan adanya tuntutan antara lain: (1) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (2) persaingan global yang semakin ketat, dan (3) kesadaran masyarakat (orang tua siswa) akan pendidikan yang berkualitas semakin tinggi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi pada akhir-akhir ini telah membawa dampak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga permasalahan dapat dipecahkan dengan mengupayakan penguasaan serta peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, seseorang kurang bisa mengantisipasi perubahan-perubahan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak mampu mengatasi persoalan-persoalan hidup yang selalu berkembang dengan pesat.

(11)
(12)

Mutu mengandung makna derajat/tingkat keunggulan suatu kinerja atau upaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak, sedangkan mutu sekolah dimaknai sebagai layanan prima yang diberikan sekolah kepada peserta didik sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Pada tingkat sekolah, mutu mencakup input (segala hal yang diperlukan untuk berlangsungnya proses belajar-mengajar), proses (berubahnya peserta didik dari belum terdidik menjadi terdidik) dan output (prestasi belajar).

Budaya mutu adalah nilai dan keyakinan mutu dalam suatu masyarakat yang digunakan sebagai sumber penggalangan konformisme perilaku yang bermutu tinggi bagi masyarakat pendukungnya. Budaya Sekolah meliputi nilai-nilai dan keyakinan. Nilai merupakan penghayatan warga sekolah tentang apa yang dianggap benar-salah, baik buruk, keindahan dan ketidakindahan, layak dan tidak layak, sedangkan Keyakinan merupakan sikap tentang bagaimana cara sesuatu seharusnya dilakukan. Untuk itu keyakinan merupakan sesuatu yang penting, berharga, bersifat konseptual yang harus diyakini dan dihayati sebagai dasar untuk bersikap dan bertindak, dengan demikian budaya sekolah awalnya merupakan aturan dan tata tertib yang disepakati bersama oleh warga sekolah, dihayati dan dilakukan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan.

Budaya mutu sekolah merupakan faktor yang paling penting dalam membentuk siswa menjadi manusia yang optimis, berani, terampil, berperilaku kooperatif, ulet, disiplin, beretos kerja yang tinggi, pandai menangkap peluang.

(13)

mempengaruhinya seperti perolehan nilai, kondisi fisik, lingkungan sekolah, dan budaya sekolah. Untuk mewujudkan sekolah berbudaya mutu setidaknya ada lima faktor penting yang perlu mendapat perhatian sekolah yaitu: 1) kepemimpinan yang tangguh, 2) visi misi sekolah yang jelas, 3) iklim budaya yang aman dan kondusif, 4) memiliki harapan yang tinggi, dan 5) melakukan monitoring kemajuan siswa secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan budaya mutu di sekolah SD Negeri Kalimulya IV telah melaksanakan berbagai program peningkatan budaya mutu baik melalui penguatan pembelajaran yang bermutu, perbaikan sarana dan prasana, penataan managemen sekolah, program pendidikan karakter, program sekolah sehat dan bersih, program optimalisasi kinerja perpustakaan dan berbagai program lainnya.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah melaksanakan berbagai jenis lomba sebagai bentuk apresiasi pada sekolah-sekolah yang berhasil, seperti lomba MBS, sekolah dasar bersih dan sehat, dan seterusnya.

Lomba Budaya Mutu di sekolah dasar tahun 2016 merupakan kelanjutan dan perbaikan dari lomba sejenis tahun 2015. Dalam Lomba tahun 2016 ini, seluruh sekolah peserta dievaluasi dari seluruh komponen budaya mutu secara komprehensif (whole school assessment), sehingga penilaian menjadi lebih terpadu.

(14)

(grand final). Seleksi yang terakhir ini akan menetapkan sekolah berbudaya mutu tingkat nasional.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, yang telah diperbarui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomoir 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410;

C. Tujuan

1. Tujuan Umum Lomba Budaya Mutu di Sekolah Dasar ini adalah:

Mewujudkan sekolah dasar yang memiliki budaya mutu dalam memberikan layanan prima dan menjadi benchmark (patok duga) bagi sekolah lain di sekitarnya dan acuan bagi pembinaan para pemangku kepentingan.

2. Tujuan Khusus Lomba Budaya Mutu di Sekolah Dasar ini adalah:

(15)

b. Menghimpun berbagai pengalaman inspiratif dari sekolah dasar yang memiliki budaya mutu dan lingkungan yang bermutu

c. Mendokumentasikan dan mensosialisasikan pengalaman inspiratif pengembangan budaya mutu pembelajaran, kepemimpinan dan manajemen, pengembangan perpustakaan sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler kepada sekolah dasar di seluruh Indonesia.

d. Memotivasi para pemangku kepentingan, baik di satuan pendidikan sekolah dasar maupun Pemerintah Daerah, untuk mewujudkan sekolah dasar yang memiliki budaya mutu dalam memberikan layanan prima kepada peserta didik.

D. Visi dan Misi Sekolah 1. Visi SD Kalimulya 4

Terbentuknya Manusia Beriman, Bertakwa, Berilmu Pengetahuan, Berwawasan Teknologi dan Berbudaya.

2. Misi SD kalimulya 4

a. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik terhadap Tuhan Yang Maha Esa

b. Meningkatkan kemampuan dasar siswa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi

c. Menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya bangsa

E. Struktur Organisasi Sekolah 1. Kepala Sekolah : Lia Mulia, S.Pd

2. Komite Sekolah : Drs. Dahlan, MM

3. Tata Usaha : Irfan Apandi, S.Pd

4. Unit Perpustakaan : Ida Rosyida

5. Unit UKS : Ahmad Yani, S.Pd.

6. Guru Kelas 1 /a/b :

7. Guru Kelas 2 /ab :

8. Guru Kelas 3 a :

(16)

10. Guru Kelas 4 :

11. Guru Kelas 5 /b :

12. Guru Kelas 5 /b :

13. Guru Kelas 6 :

14. Guru Olah Raga :

15. Guru Agama Islam :

(17)

KEPALA SEKOLAH LIA MULIA, S.Pd

KOMITE SEKOLAH Drs. DAHLAN, M.Pd

BENDAHARA SEKOLAH

SEKSI KURIKULUM Asih Tri Astuti ,S.Pd

PUSTAKAWAN Dede Mulyanih, S.Pd.

TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH iRFAN APANDI, S.Pd.

SEKSI KESISWAAN AHMAD YANI, S.Pd.SEKSI SARANA & PRASARANA SEKSI HUMASAfan Syaifudin Sumiyati,S.Pd.SD

GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS II GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU AGAMA GURU PENJAS GURU MULOK

PENJAGA SEKOLAH PESERTA DIDIK SATPAM SEKOLAH

(18)

BAB II PROGRAM

a. Program Makro (RKJM) Pengembangan Budaya Mutu dalam 4 Tahun

Permendiknas nomor 19 Tahun 2007 menyatakan, bahwa sekolah harus membuat Rencana Kerja Sekolah yang terdiri atas Rencana Kerja Jangka Menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dituangkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), yang disusun dan dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah. Untuk selanjutnya glosarium nomor 10 pada Permendiknas tersebut menyatakan, bahwa RKT adalah rencana kerja tahunan sekolah yang berdasar pada rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKA-S) sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah (RAPB-S).

Rencana Kerja SDN Kalimulya 4 disusun dengan mempertimbangkan keadaan sekolah, harapan pemangku kepentingan, dan tantangan dalam lingkungan strategis pendidikan di sekolah agar sasaran dan program pengembangan sekolah dalam 4 tahun ke depan lebih realistis dan konsisten dengan prinsip-prinsip pengelolaan pendidikan yang efektif, efisian, akuntabel, dan demokratis. Hasil dari identifikasi dan analisis pemecahan tantangan sekolah dapat dilihat pada tabel A dan B terlampir.

(19)

Sasaran digunakan sebagai panduan dalam menyusun program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu 4 tahun guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuskan pada tahap II (lihat tabel B kolom 2). Dalam menetapkan sasaran, sekolah telah melakukan analisis kesiapan sekolah untuk mencapai sasaran tersebut, antara lain dengan melihat kesiapan sumberdaya manusia, sarana & prasarana, keuangan, dan situasi serta kondisi sekolah. Rumusan sasaran pengembangan sekolah dalam kurun waktu 4 tahun ke depan dapat dilihat dalam tabel 3.1 kolom 1.

Setelah sasaran dirumuskan, sekolah menetapkan program-program yang perlu dikembangkan di sekolah. Program merupakan pernyataan yang berisi kesimpulan dari satu atau beberapa alternatif pemecahan tantangan utama yang memiliki karakteristik yang saling mendukung, saling tergantung, atau saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Berdasarkan hasil identifikasi pemecahan tantangan utama tersebut, maka program-program yang akan dikembangkan di SDN Kalimulya 4 sebagai berikut:

1) Kesiswaan.

2) Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran.

3) Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Pengembangannya. 4) Sarana dan Prasarana.

5) Keuangan dan Pembiayaan. 6) Budaya dan Lingkungan Sekolah.

7) Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan. 8) Administrasi dan Manajemen Sekolah. 9) Organisasi dan Kelembagaan

(20)

indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan yang dirumuskan, berkaitan dengan proses dan/atau hasil akhir. Rumusan indikator keberhasilan dapat dilihat dalam tabel 3.1 kolom 3.

Setelah indikator keberhasilan ditetapkan, langkah berikutnya adalah merumuskan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan di sekolah. Kegiatan pada dasarnya merupakan tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program untuk memecahkan tantangan yang dihadapi sekolah. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di sekolah dapat dilihat pada tabel 3.1 kolom 4. Sedangkan penanggung jawab program dan kegiatan dapat dilihat di kolom 5.

b. Program Mikro (RKAS) Pengembangan Budaya Mutu dalam 1 Tahun.

Penyusunan RKAS SD Negeri Kalimulya 5 didasarkan pada landasan hukum, landasan operasional dan landsan emviris, yang kontesnya didasarkan pada delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan pencapaiannya disesuaikan dengan kebutuhan.

RKAS merupakan Rencana program dikembangkan dengan tujuan untuk memperjelas bagaimana suatu visi dapat dicapai. Rencana program pada dasarnya merupakan upaya untuk implementasi strategi utama organisasi. Rencana program merupakan proses penentuan jumlah dan jenis sumber daya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan suatu rencana.

(21)

No. 19 Tahun 2007 secara rinci mengatakan bahwa RKAS harus memuat secara jelas tentang;

1) kesiswaan

2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran

3) pendidik dan tenaga kependidikan serta

pengembangannya 4) sarana dan prasarana 5) keuangan dan pembiayaan 6) budaya dan lingkungan sekolah

7) peranserta masyarakat dan kemitraan

8) rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.

RKAS disusun berdasarkan hasil analisis kesenjangan antara kondisi riil sekolah dengan kondisi ideal yang diharapkan dengan memperhatikan skala prioritas. Menurut Muhaimin (2009; 196) RKAS disusun dengan tujuan sebagai berikut:

1) menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang ditetapkan dapat dicapai dengan tingkatan kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil;

2) mendukung koordinasi antar pelaku sekolah;

3) menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah dan/atau antara sekolah dan Dinas Pendidikan;

4) menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan;

5) mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat;

(22)

Oleh sebab itu, dalam penyusunan RKAS juga harus menerapkan prinsip-prinsip berikut:

1. demand driven (berdasarkan kebutuhan)

2. data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis konteks 3. dapat memperbaiki prestasi belajar peserta didik

4. membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan)

5. sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), dan menyeluruh

6. tanggap terhadap perubahan

7. bersifat partisipasif, keterwakilan, dan transparansi, 8. berdasarkan pada hasil review dan evaluasi.

Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan pada lampiran bagian A butir 4.d menyatakan bahwa Rencana Kerja Tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.

Dalam penyusunan RKAS kepala sekolah membentuk Tim Perumus RKAS yang selanjutnya bertugas menyelesaikan RKAS sesuai dengan mekanisme penyusunan.

Tahap penyusunan RKAS SD Negeri Kalimulya 1 mempertimbangankan pada penentuan rencana kegiatan yang didasarkan pada hasil analisis dan penentuan kebutuhan biaya dalam RKAS yang meliputi kondisi ideal, kondisi riil, rencana tindak lanjut atau kegiatan, anggaran dan sumber dana.

c. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah.

(23)

a. Peningkatan kedisiplinan siswa dan peningkatan ketaqwaan terhadap Tuhan Y.M.E.

 Pemantapan tata tertib siswa

 Peningkatan kegiatan keagamaan melalui sholat

dhuha berjamaah , kebaktian

b. Peningkatan nilai ujian sekolah dan nilai ujian nasional

 Pemantapan ( bimbingan ) materi UAS dan UNAS

 Pembuatan slogan persiapan ujian nasional.

 Pelaksanaan kegiatan tutor sebaya.

 Pembahasan SKL.

c.Peningkatan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM )

 Mengadakan kegiatan workshop pemahaman KKM

d. Peningkatan prestasi di bidang Olah Raga

 Mengefektifkan semua kegiatan olah raga

 Mengikutsertakan dalam kegitan turnamen

e.Peningkatan prestasi di bidang seni

 Mengefektifkan semua kegiatan seni yang ada di

sekolah

 Mengikutsertakan dalam turnamen / pagelaran seni.

f. Peningkatan prestasi di bidang akademik

 Mengaktifkan kegiatan ektrakurikuler Matematika, IPA,

Bahasa Inggris dan IPS

 Mengikutsertakan dalam kegiatan lomba baik dalam

dan luar kota.

2. Pemenuhan Standar Isi :

a. Pengembangan Buku/Dokumen 1 Kurikulum KTSP 2013

 Workshop Kurikulum KTSP 2013 Buku/Dokumen 1

b. Pengembangan Silabus

 Workshop penyusunan silabus

(24)

 Workshop penyusunan RPP

d. Pengembangan bahan ajar dan LKS

 Workshop penyusunan bahan ajar dan LKS

e. Pengembangan panduan pembelajaran

Workshop panduan pembelajaran

f. Pengembangan panduan evaluasi.

 Workshop panduan evaluasi .

3.Pemenuhan Standar Proses

a. Pengembangan pembelajaran dengan

mengintegrasikan Imtaq , karakter, Iptek , Life skills dan enterprenensip

 Mengadakan IHT dan menyusun perangkat

pembelajaran dengan mengitegrasikan Imtaq dan Karakter

b. Pengembangan pembelajaran dengan berbagai pendekatan

 Merencanakan dan menerapkan pembelajaran

dengan berbagai pendekatan

c. Pengembangan pembelajaran untuk semua mata pelajaran dengan menggunakan berbagai sumber

 Mengembangkan dan menerapkan dalam

pembelajaran dengan menggunakan berbagai sumber

d. Peningkatan pengawasan proses pembelajaran

 Melaksanakan kegiatan monitoring.

4. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan :

a. Peningkatan pemahaman kurikulum KTSP 2013 untuk Kepala Sekolah , Guru dan tenaga kependidikan

 Mengadakan in house traning kurikulum KTSP 2013

(25)

 Mengikut sertakan dalam kursus bahasa Inggris

c. Peningkatan kemampuan penguasaan komputer dan internet

 Mengikut sertakan dalam kursus komputer dan internet

d. Peningkatan kompetensi pengembangan media pembelajaran berbasis IT

. Mengadakan pelatihan multi media dan pembuatan media pembelajaran berbasis IT

e. Peningkatan kompetensi guru melalui Lesson Study berbasis Sekolah

. Mengadakan lesson study berbasis sekolah setiap hari sabtu.

5. Pemenuhan Standar Sarana prasarana :

a. Pemenuhan Fasilitas 27 ruang belajar

 Melengkapi sarana pembelajaran di ruang kelas

b. Perpustakaan Digital ( Digital Library )Melengkapi sarana perpustakaan

c. Pemenuhan ruang Laboratorium IPA , Komputer , IPS, Matematika, Tata Bog , Guru, Multi media , UKS , Kesenian , BK dan Kantin lesehan 3 R.

 Melengkapi sarana ruang diatas dalam pengembangan

pembelajaran.

d. Pemenuhan Ruang Elektronika / Prakarya, sanggar pramuka , gudang dan tempat parkir.

 Membangun Ruang tersebut diatas dan sarana yang

diperlukan.

6. Pemenuhan Standar Pengelolaan :

a. Pemenuhan perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja dan kegiatan sekolah.

(26)

b. Pemenuhan struktur organisasi dan mekanisme kerja sekolah

 Peyusunan pedoman job descripsion struktur dan

mekanisme kerja sekolah.

c. Peningkatan supervisi , monitoring , evaluasi dan akreditasi sekolah.

 Penyusunan progam dan pelaksanaan supervisi ,

monitoring , evaluasi dan persipan akreditasi.

d. Peningkatan peran serta masyarakat dan kemitraan ( humas )

 Menjalin kerja sama dengan masyarakat melalui media

komunikasi dan mengaktifkan website.

e. Pengembangan PAS / SIM sekolah menuju e - school

 Persiapan dan pengembangan pengoperasikan PAS / SIM

f. Pengembangan Standar ISO 9001 : 2008 dan 14001 : 2004.

 Persiapan pelaksanaan audit internal dan eksternal.

g. Pengimplementasikan TQS dan TQM

 Perencanaan dan pelaksanaan pengimplementasikan TQM

dan TQS

h. Pemenuhan kerja sama dengan sekolah baik dari dalam negeri

 Membuat progam dan pelaksanaan kerja sama dengan

sekolah di dalam

i. Pemenuhan kerja sama dengan dunia usaha.

 Penyusunan progam dan pelaksanaan menjalin kerja sama

dengan dunia usaha

j. Pemenuhan kerja sama dengan lembaga lain yang relevan baik didalam negeri maupun luar negeri

 Penyusunan progam dan pelaksanaan menjalin kerja sama

dengan lembaga lain yang relevan baik dalam negeri.

k. Penciptaan sekolah terbebas dari rokok , narkoba , kekerasan , kriminal dan pelecehan seksual.

 Penyusunan progam dan melaksanakan sekolah terbebas

dari rokok , narkoba , kekerasan , kriminal , pelecehan seksual dan trafficking ( Perdagangan orang).

(27)

7. Pemenuhan Standar Pembiayaan :

a. Peningkatan sumber dana pendidikan dari

pemerintah daerah

 Mengalokasikan sumber dana BOSDA sesuai dengan

rekening dengan permintaan tambahan.

b. Pemenuhan pengalokasikan dana sesuai dengan

kebutuhan dalam bentuk pengawasan.

 Mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan dengan

melakukan bentuk pengawasan.

c. Pemenuhan penggunaan dana yang transparan dan

akuntabel

 Semua penggunaan dana BOS ,BOSDA,BLOCKGRAND dan

usaha lain dilaporkan secara transparan dan akuntabel terhadap pihak yang terkait.

d. Pemenuhan dokumen pendukung pelaporan

penggunaan dana

 Semua pelaporan dana BOS ,BOSDA , BLOCKGRAND dan

usaha lain didokumentasikan dengan baik.

e. Pengembangan income generating unit-unit usaha

lain

 Pemenuhan income generating dari usaha lain diantaranya

kantin ,koperasi dan gren house..

f. Pemenuhan kerja sama dengan alumni.

 Mengadakan pertemuan dengan alumni guna menggalang

pemasukan dana

g. Pemenuhan penggalian dana dari dunia usaha /

industri.

 Mengadakan kerja sama dengan dunia usaha / industri

seperti teh botol sosro ,air minum dll.

h. Terbangunnya kerja sama dengan lembaga

independen non pemerintah baik dalam dan luar negeri.

 Menjalin kerja sama dengan lembaga independen dalam

penggalian dana untuk mengembangkan sekolah.

8. Pemenuhan Standar Penilaian :

(28)

. Pembuatan model evaluasi berbasis IT untuk UH , UTS , UAS dan UKK.

b. Pengembangan instrumen penilaian materi bertaraf internasional untuk ulangan kenaikan kelas.

. Penyusunan instrumen penilaian materi untuk UH , UTS , UAS dan UKK

c. Pengembangan Instrumen penilaian UAS .

. Menyusun instrumen penilaian dalam bentuk kisi – kisi dan soal untuk ulangan akhir semester.

d. Pemenuhan mekanisme dan prosedur penilaian guru dan sekolah

. Menyusun mekanisme dan prosedur penilaian.

e. Pengembangan perangkat pendokumentasikan penilaian

. Menyusun dan mendokumentasikan perangkat penilaian

9. Pemenuhan Standar Budaya dan Lingkungan Sekolah:

a. Penciptaan Lingkungan Sehat ,asri,indah,rindang,sejuk dengan taman sekolah dan hutan sekolah.

b. Penin

gkata n

Budaya berbudi pekerti luhur

 Mengadakan kegiatan sapa pagi saling berjabat

tangan

 Membuat dan menetapkan norma – norma pergaulan

di sekolah.

c. Pengembangan kegiatan yang menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan,

 Mengadakan Kegiatan Jumat Bersih dan Olahraga

 Kegiatan saji sapu untuk semua personil

sekolah

 Perwujudan adiwiyata tingkat nasional

mandiri

 Pemberian reward kelas terbersih

 Penanaman tanaman pagar

(29)

Bersama

 Mengadakan kegiatan workshop tentang sekolah

peduli lingkungan

 Mengadakan kegiatan selama 5 menit pengambilan

sampah

 Mewajibkan semua personil sekolah turun dari

kendaraan bermotor dan mesin dimatikan di gerbang pintu masuk

 Mengadakan Lomba Kebersihan Kelas setiap Bulan

d. Pengembangan kerja sama dengan lembaga lingkungan baik dari dalam maupun luar negeri

 Mengadakan Kegiatan Posyandu bersama Warga

Sekitar

 Mengadakan Pemberantasan Sarang Nyamuk

 Mempromosikan Sekolah

 Mengadakan Program Lingkungan Bersih

d. Program

1) Pembelajaran

a) Pembelajaran berdasarkan kepada permendiknas No 41 tahun 2007 tentang standar proses dengan memperhatikan 4 tahapan proses yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan b) embelajaran di SD Negeri Kalimulya 4 mengembangkan

pembelajaran yang raham anak dan mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam setiap mata pelajaran. c) Dalam Penyusunan Silabus dan RPP guru wajib

memenuhi prinsip-prinsip penyusunan.

d) Penerapan model-model pembelajaran yang PAKEM

e) Pengelolaan hpembelajaran harus menciptakan

ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan,

dan keputusan pada peraturan dalam

(30)

f) Implementasi pembelajaran harus meliputi kegiatan awal, kegiatan Inti dan Kegiatan akhir, dengan memperhatikan proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi pada kegiatan inti.

g) Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofoiio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

h) Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui 5 tahapan meliputi : pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut.

2) Kegiatan Ekstra Kurikuler

Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

(31)

Jelasnya bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk.

(32)

b) Karya ilmiah; meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;

c) Latihan/olah bakat/prestasi; meliputi pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan lainnya;

Kegiatan ekstrakurikuler dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk.

a) Individual; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.

b) Kelompok; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.

c) Klasikal; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas.

d) Gabungan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antarkelas.

(33)

5. Atletik Pilihan

6. Rohani Islam Pilihan

f) Pelaksanaan

Peserta didik harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang terkendala), dan dapat mengikuti suatu program ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.

Penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal tahun atau semester dan di bawah bimbingan kepala sekolah bidang kurikulum dan peserta didik. Jadwal waktu kegiatan ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan kurikuler atau dapat menyebabkan gangguan bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan kurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran kurikuler yang terencana setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS, klub olahraga, atau seni mungkin saja dilakukan setiap hari setelah jam pelajaran usai. Sementara itu kegiatan lain seperti Klub Pencinta Alam, Panjat Gunung, dan kegiatan lain yang memerlukan waktu panjang dapat direncanakan sebagai kegiatan dengan waktu tertentu (blok waktu).

(34)

ditentukan oleh pengelola/pembina Kepramukaan dan diatur agar tidak bersamaan dengan waktu belajar kurikuler rutin.

g) Program kegiatan ekstrakurikuler (terlampir).

3) Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen Berbasis Sekolah diartikan sebagai “model manajemen yang memberikan otonomi atau kemandirian yang lebih besar kepada sekolah”. (Sagala, 2006: 133) Model manajemen ini mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan langsung semua warga sekolah sesuai dengan standar mutu yang berkaitan dengan kebutuhan sarana dan prasarana, fasilitas sekolah, peningkatan kualitas kurikulum, dan pertumbuhan jabatan guru. Keputusan sekolah yang diambil harus melibatkan secara langsung semua warga sekolah yaitu guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa dan masyarakat yang berhubungan dengan sekolah. Keputusan yang demikian dapat membangun rasa memiliki bagi setiap warga sekolah dan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan dedikasi warga sekolah.

(35)

pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”.

Sejalan dengan hal diatas, maka pemerintah juga mengeluarkan peraturan pemerintah yang melandasi pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di satuan pendidikan yaitu, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 19 ayat (1) menyatakan bahwa “Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas”.

Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah, sampai saat ini masih mengalami kendala yang berarti. Hal ini terjadi disebabkan karena belum familiarnya konsep-konsep manajemen pendidikan berbasis sekolah dijajaran persekolahan. Tidaklah mudah menerapkan inovasi manajemen dalam waktu yang singkat, namun fenomena yang terlihat menunjukkan bahwa keinginan untuk melakukan perubahan di sektor pengelolaan manajemen

persekolahan telah mempengaruhi sistem

penyelenggaraan pengelolaan pendidikan kearah

Manajemen Berbasis Sekolah dengan meninggalkan pengelolaan manajemen yang konvesional.

Tugas dan fungsi utama sekolah adalah mengelola

penyelenggaraan MBS di sekolah masing-masing. Mengingat sekolah merupakan unit utama dan terdepan dalam penyelenggaraan MBS, maka sekolah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai berikut:

(36)

wakil sekolah (kepla sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tata usaha), wakil siswa (OSIS), wakil orang tua siswa, wakil organisasi professi, wakil pemerintah, dan tokoh masyarakat.

b) Mengkoordinasikan dan menyerasikan segala sumberdaya yang ada di sekolah dan di luar sekolah untuk mencapai sasaran MPMBS yang telah ditetapkan : c) Melaksanakan MBS secara efektif dan efisien dengan

menerapkan prinsip-prinsip total quality management (fokus pada pelanggan, perbaikan secara terus-menerus, dan keterlibatan total warga sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah) dan berfikir sistem (berfikir holistik/tidak parsial, saling terkait, dan terpadu).

d) Melaksanakan pengawasan dan pembimbingan dalam pelaksanaan MBS sehingga kejituan implementasi dapat dijamin untuk mencapai sasaran MBS.

e) Pada setiap akhir tahun ajaran melakukan evaluasi untuk menilai tingkat ketercapaian sasaran program MBS yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk menentukan sasaran baru program MBS tahun-tahun berikutnya.

f) Menyusun laporan penyelenggaraan MBS beserta hasilnya secara lengkap untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Pengawas Sekolah, Komite Sekolah, dan yayasan (bagi sekolah swasta), dan

(37)

sekolah yaitu Dinas Pendidikan kabuapten/Kota, Komite Sekolah, dan yayasan (bagi sekolah swasta).

Adapun beberapa program yang dikembangkan dalam rangka manajemen berbasis sekolah meliputi: (1) proses belajar mengajar, (2) perencanaan dan evaluasi program sekolah, (3) pengelolaan kurikulum, (4) pengelolaan ketenagaan, (5) pengelolaan peralatan dan perlengkapan, (6) pengelolaan keuangan, (7) pelayanan siswa, (8) hubungan sekolah-masyarakat, dan (9) pengelolaan iklim sekolah.

Di bawah ini disajikan beberapa kutipan dari Program MBS SD Kalimulya 4, sebagai berikut :

a) Kurikulum dan Pembelajaran

(1) Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, potensi lingkungan sekolah, masyarakat, dan potensi daerah.

(2) Perangkat kurikulum dan pembelajaran disusun secara mandiri oleh sekolah melalui kerja tim yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru, unsur komite sekolah dan/atau orang tua siswa yang memiliki keahlian.

(3) Kurikulum sekolah dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kuriklum.

(4) Tahapan pengembangan kurikulum dilakukan melalui langkah-lagkah yanga sistematis.

(5) Sekolah memiliki dokumen muatan lokal yang disusun dengan melibatkan kepala, guru, komite, tokoh masyarakat, instansi terkait.

(6) Sekolah memiliki dokumen silabus dan RPP setiap mata pelajaran.

(38)

(8) Sekolah memiliki dokumen program kegiatan layanan konseling dengan sasaran layanan individu dan layanan kelompok.

(9) Proses pembelajaran di sekolah dilaksanakan dengan pendekatan aktif, kreatif, efektif dan

menyenangkan (PAKEM).

(10) Strategi pembelajaran memberikan kesempatan dengan leluasa kepada peserta didik untuk berpartisipasi aktif, interaktif, kreatif, inovatif dan mandiri.

(11) Penilaian pembelajaran dilaksanakan mencakup penilaian proses dan hasil belajar.

(12) Instrumen penilaian yang digunakan bervariasi, menerapkan teknis tes maupun non tes

(13) Pengorganisasian peserta didik dalam pembelajaran bervariasi (klasikal, kelompok, berpasangan, individu)

(14) Aktifitas belajar peserta didik bervariasi ( misalnya: wawancara, pengamatan, penelitian, bermain peran, melakukan percobaan ) sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan.

(15) Tata tertib kelas disusun dan disepakati bersama oleh siswa dan guru.

(16) Perilaku warga kelas (guru dan siswa) sesuai dengan etika yang berlaku.

(39)

(18) Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar (bahan pustaka, lingkungan sekitar, pengalaman peserta didik, nara sumber, internet) disesuaikan dengan kompetensi yang dikembangkan.

(19) Guru menggunakan alat bantu belajar (media atau alat peraga, lembar kerja) sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan bersama peserta didik.

(20) Guru membuat dan menggunakan lembar kerja untuk mengkondisikan peserta didik menemukan konsep/ gagasan/cara/rumus dan mengamati konteks kehidupan nyata.

(21) Pertanyaan yang diajukan guru memancing siswa untuk membangun gagasannya sendiri.

(22) Guru memberikan umpan balik yang dapat mendorong peserta didik mengemukakan ide/gagasan.

(23) Peserta didik aktif dan tekun melakukan kegiatan/aktifitas pembelajaran.

(24) Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik tampil di depan kelas untuk bercerita, mempresentasikan hasil kerja kelompok/individu, memimpin diskusi kelas.

(25) Guru bersama siswa melakukan

refleksi/perenungan tentang kesan dan/atau pemahaman terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

(40)

(27) Hasil belajar peserta didik dipantau secara berkelanjutan untuk dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).

(28) Kompetensi peserta didik dikembangkan secara seimbang baik personal maupun sosial sesuai dengan latar belakang potensi peserta didik (contoh: jujur, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, toleransi, empati, percaya diri, musyawarah, kepemimpinan).

(29) Setiap proses pembelajaran bebas dari perlakuan kekerasan (emosional, fisik, dan pelecehan seksual)

(30) Memberikan pelayanan remedial bagi siswa yang belum mencapai kompetensi dan pengayaan bagi yang sudah mencapai kompetensi.

(31) Sekolah memiliki kalender akademik.

(32) Sekolah memiliki dokumen perumusan Kriteria Ketuntasan Minimal yang dilaksanakan melalui rapat dewan guru.

b) Peserta Didik

(1) Cakupan “pengelolaan peserta didik” di sekolah meliputi penerimaan, penempatan, dan pelayanan sehari-hari di sekolah.

(2) Penerimaan peserta didik memberi kesempatan kepada semua anak usia SD, dari berbagai latar belakang status ekonomi, sosial, agama, bangsa/suku bangsa.

(41)

(4) Pelayanan prima kepada peserta didik, sejak siswa diterima menjadi peserta didik, hingga pada melaksanakan kegiatan sehari-hari, dengan memperhatikan minat, bakat, dan kebutuhan khusus peserta didik.

(5) Sekolah memiliki dokumen buku induk peserta didik

(6) Sekolah memiliki dokumen kehadiran peserta didik.

(7) Sekolah memiliki dokumen mutasi peserta didik.

(8) Sekolah memiliki papan statistik peserta didik (yang menggambarkan tentang jumlah siswa laki-laki dan perempuan di setiap kelas, jumlah lulusan setiap tahun, jumlah siswa melanjutkan setiap tahun, jumlah siswa berdasarkan usia).

(9) Sekolah memiliki dokumen pembinaan terhadap peserta didik yang berada di kelas akhir

(10) Sekolah memiliki dokumen tentang alumni.

c) Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(1) Pembagian tugas guru yang jelas dan terpajang.

(2) Sekolah memiliki agenda kegiatan pelatihan internal sekolah dan/atau tingkat gugus bagi guru dan kepala sekolah.

(3) Minimal 50% dari jumlah guru yang ada telah mengikuti pelatihan professional.

(4) Kepala sekolah memiliki program dan/atau agenda supervise pembelajaran.

(42)

(6) Sekolah memmilik agenda kegiatan pertemuan rutin untuk mengevaluasi dan menyusun kinerja sekolah.

(7) Minimal 25% guru menghasilkan produk inovatif dan kreatif (alat peraga, hasil penelitian, karya ilmiah popular,kreasi seni dan lain-lain.

(8) Sekolah menerapkan sistem penghargaan. d) Sarana dan Prasarana

(1)Sekolah memiliki buku inventaris asset.

(2)Sekolah memiliki tempat penyimpanan peralatan sekolah.

(3)Rasio antara ruang kelas dan rombongan belajar 1:1

(4)Sekolah memiliki ruang guru yang bersih dan rapi

(5)Standar luas ruangan kelas ( 8m x 8m) untuk 32 peserta didik.

e) Pembiayaan

(1) Sekolah memiliki toilet, bersih, tidak berbau, rasio minimal 1:32 yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

(2) Sekolah memiliki halaman yang bersih dan tertata rapi

(3) Sekolah memiliki pagar yang rapi

(4) Sekolah memiliki media pembelajaran/alat peraga sederhana hasil karya guru dan siswa.

(5) Sekolah memiliki sudut baca/mini library yang tertata rapi dan termanfaatkan sebagai sumber belajar peserta didik.

(43)

f) Pembiayaan

(1) Sekolah memiliki Rencana Kerja Sekolah (RKS) secara terpadu yang disusun berdasarkan analisis kebutuhan peningkatan mutu pendidikan dan dipetakan untuk jangka waktu menengah (4 tahun).

(2) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari RKS untuk jangka waktu 1 tahun, dilaksanakan secara transparan, terpadu, berdasarkan skala prioritas, partisiaptif dan akuntabel.

(3) Transparansi dokumen RKAS dan penggunaannya melalui (dipajang, website sekolah,laporan tertulis secara rutin).

(4) Sekolah memiliki inisiatif mencari dana tambahan di luar dana BOS.

(5) Minimal 70% dana sekolah dialokasikan untuk peningkatan mutu.

(6) Sekolah membuat pembukuan yang tertib, rapi dan dapat dipertanggung jawabkan.

g) Hubungan sekolah dengan masyarakat

(1) Sekolah memiliki nota kesepakatan (MOU) kerja sama dengan lembaga pendidikan dan non

pendidikan untuk meningkatkan mutu

penyelenggaraan pendidikan

(2) Sekolah memiliki agenda kegiatan/rencana aksi untuk sosialisasi/promosi program sekolah.

(3) Sekolah mengadakan open house di akhir tahun pelajaran kepada masyarakat.

(44)

(5) Sekolah memiliki agenda kegiatan bakti sosial di lingkungan sekitar sekolah.

(6) Sekolah memiliki agenda kegiatan pertemuan rutin dengan orang tua peserta didik dan komtie sekolah.

(7) Komite sekolah dan/atau orang tua peserta didik terlibat dalam penyusunan program dan anggaran sekolah.

h) Budaya dan lingkungan sekolah

(1) Sekolah menerapkan 7 K ( kebersihan, ketertiban, kesehatan, keindahan, kekeluargaan, keamanan, kerindangan)

(2) Sekolah memiliki agenda kegiatan budaya baca bagi peserta didik dan guru

(3) Sekolah memiliki tata tertib sekolah, kode etik sekolah, peraturan akademik hasil rumusan bersama antara sekolah, orang tua dan perwakilan peserta didik dan terpampang secara komunikatif.

(4) Sekolah memiliki agenda kegiatan aksi bersih sekolah (jumat bersih, sabsih)

(5) Sekolah memiliki program pembiasaan (berperilaku sopan, berbicara santun, berperilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, amanah, menepati janji, empati kepada sesame sesama) dan terpampang secara komunikatif.

4) Perpustakaan Sekolah

(45)

mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Dalam dimensi persekolahan, perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademika sekolah yang bersangkutan. Perpustakaan sekolah memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik dan seluruh civitas akademika yang ada di lingkungan sekolah. Arif Surrachman, mengidentifikasi peran dan fungsi perpustakaan sekolah di dunia pendidikan, yaitu : (1)Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk pendidikan

seperti tercantum dalam kurikulum sekolah

(2)Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.

(3)Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)

(4)Pusat Belajar Mandiri bagi siswa

Adapun Program Perpustakaan SD Kalimulya 4 disusun sebagai berikut ; (1)program pengadaan, (2) program pengolahan, (3) program layanan dan (4) administrasi perpustakaan

(1)Program Pengadaan

(46)

(2)Program pengolahan Koleksi

Setelah pengadaan koleksi dilakukan berdasarkan ketentuan yang termuat dalam Kebijakan Pengembangan Koleksi, maka tahap selanjutnya adalah pengolahan koleksi. Pengolahan koleksi dilakukan melalui dua kegiatan utama, yaitu katalogisasi dan klasifikasi. Katalogisasi meliputi kegiatan deskripsi bibliografi dan analisis subyek.

(3)Program Layanan Perpustakaan Program ini meliputi :

(a)Sistem layanan. Misalnya sistem layanan terbuka (Open access) atau sistem layanan tertutup (Close Access).

(b) Jenis layanan, seperti layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan ruang baca, layanan audio visual,

story telling (bercerita), dan layanan kemas ulang informasi.

(c) Keanggotaan. Mengatur tentang persyaratan menjadi anggota, hak dan kewajiban para anggota, serta peraturan/ketentuan tentang layanan keanggotaan.

(d)Bimbingan Pemakai. Memuat tentang orientasi perpustakaan, petunjuk pemanfaatan perpustakaan, bimbingan penelusuran informasi, dan bimbingan minat baca.

(47)

(4)Program Administrasi Perpustakaan Sekolah

Setiap perpustakaan sekolah hendaknya memiliki

program yang mengatur tentang

administrasi/ketatausahaan di perpustakaan, seperti surat menyurat, perizinan, menata dan menyimpan dokumen (dokumen pemesanan, pembelian, dll.), pengadaan alat tulis kantor, pembuatan jadwal tugas/piket, menerima telepon, menerima atau mengirim fax, email, dan sebagainya. Pendek kata, semua program administrasi di perpustakaan perlu disusun sedemikian rupa, sehingga mendukung program-program lainnya. Ketidak-rapian tata administrasi dapat mengakibatkan terganggunya program-program lain. Misalnya, ketika hendak mengadakan pengadaan koleksi, data pemesanan hilang atau tidak ditemukan, maka hal ini tentu akan mengganggu proses pengadaan.

5) UKS (khusus SD Pembina)

a. Pembinaan lingkungan fisik sekolah b. Meningkatkan keamanan sekolah c. Pemeliharaan kamar mandi / WC d. Peningkatan pelayanan UKS e. Meningkatkan pembinaan KKR

f. Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait g. Pendidikan Kesehatan

h. Peningkatan pembinaan dan pelatihan ekstrakurikuler i. Pelayanan Kesehatan

(48)

BAB III PELAKSANAAN

A. Struktur Organisasi dan Penanggung Jawab Kegiatan Pengembangan Budaya Mutu

1. Struktur Organisasi dan Penanggungjawab Pengembangan Budaya Mutu Bidang Pembelajaran

Penanggung jawab : Kepala SDN

Kalimulya 4

Ketua : Lia Mulia, S.Pd.

Team PengembangKurikulum (TPK) :

Ketua TPK : Sri Asih Astuti, S.Pd.

Sekretaris : Yuni Sri Widayati,

S.Pd.

Anggota :

(1) Rosyiah, A.Ma (2) Yani Ahmad, S.Pd.

(3) Irfan Afpandi,

S.Pd.

(4) Ida Rosida, A.Ma (5) Dede Mulyanih,

S.Pd.

(49)

(9) Hesty

2. Struktur Organisasi dan Penanggungjawab Pengembangan Budaya Mutu Bidang Ekstrakurikuler

Penanggung jawab : Kepala SDN

Kalimulya 4

Ketua : Lia Mulia, S.Pd.

Koordinator Kegiatan Ekstrakurikuler : Yani Ahmad,

S.Pd.

Seni Tari : Yuni Sri Widayati,

S.Pd.

Pramuka : Irfan Afpandi, S.Pd.

: Ida Rosida, Ama

Sepak Bola / Futsal : Afan Syaifudin

: Rasmin

Dokter Kecil : Sumiyati, S.Pd.

Atletik : Yani Ahmad,

S.Pd.

Rohani islam : Rosyiah, A.Ma.

Anggota :

(1) Dede Mulyanih, S.Pd.

(2) Rasmin (3) Hesty

3. Struktur Organisasi dan Penanggungjawab Pengembangan Budaya Mutu Bidang Manajemen Berbasis Sekolah

Penanggung Jawab : Kepala Sekolah

Ketua : Lia Mulia, S.Pd.

(50)

Tata Usaha

Irfan Apandi, S.Pd.

Perpustakaan

Ida Rosida, Ama.

Kurikulum

Asih Tri Astuti, S.Pd.

Perencanaan dan evaluasi : Drs. Dahlan / Dede

Mulyanih, S.Pd.

Kurikulum : Sri Asih Astuti

Ketenagaan : Irvan Afandi, S.Pd.

Sarana Prasarana : Yani Ahmad, S.Pd.

Keuangan :

Kesiswaan : Sumiyati, S.Pd.

Humas : Rasmin

Iklim Sekolah : Ida Rosida / Edi Suriya

Lingkungan Hidup : Afan Syaifudin

4. Struktur Organisasi dan Penanggungjawab Pengembangan Budaya Mutu Bidang Perpustakaan Sekolah

Penanggung Jawab : Kepala Sekolah

Pengelola Perpustakaan : Ida Rosyida

Lia Mulia, S.Pd.

Komite Sekolah

(51)

Kepala Perpustakaan

Layanan membaca : Sumiyati, S.Pd. SD

Layanan Teknis : Afan Syaifudin

Teknologi (TIK) : Irfan Apandi, S.Pd.

5. Struktur Organisasi dan Penanggungjawab Pengembangan Budaya Mutu Bidang UKS (khusus SD Pembina)

B. Pelaksanaan Setiap Jenis Kegiatan Pengembangan Budaya Mutu

1. Pelaksanaan Pengembangan Budaya Mutu Bidang Pembelajaran

Pelaksanaan Proses Pembelajaran pada SD Kalimulya 4

diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,

(52)
(53)

Persyaratan pembelajaran untuk Pelaksanaan Proses Pembelajaran SD Kalimulya 4 dengan Alokasi Waktu Jam Tatap Muka Pembelajaran sebanyak 35 menit. Buku Teks Pelajaran Buku teks pelajaran digunakan untuk meningkatan efisiensi dan efektivitas yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Khusus pada Pengelolaan Kelas : a) Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik seduai dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran. b) Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik. c) Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah dimengerti oleh peserta didik. d) Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik. e). Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. f). Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. g). Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. h). Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi. i.) Pada tiap awal semester, guru menjelaskan kepada peserta didik silabus mata pelajaran; dan j.) Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

(54)

akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa atau bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran. Hasil penilaian otentik dapat digunakan oleh guru untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik dapat digunakansebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dengan menggunakan alat: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.

2. Pelaksanaan Pengembangan Budaya Mutu Bidang Ekstrakurikuler.

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler maka SD Kalimulya 4 telah menyusun peraturan bagi pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi :

a. Kebijakan mengenai program ekstrakurikuler;

b. Rasional dan tujuan kebijakan program ekstrakurikuler; c. Deskripsi program ekstrakurikuler meliputi:

(1)ragam kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan;

(2)tujuan dan kegunaan kegiatan ekstrakurikuler;

(3)keanggotaan/kepesertaan dan persyaratan;

(4)jadwal kegiatan; dan

(5)level supervisi yang diperlukan dari orang tua peserta didik.

(55)

(1)Struktur organisasi pengelolaan program ekstrakurikuler pada satuan pendidikan;

(2)Level supervisi yang disiapkan/disediakan oleh satuan pendidikan untuk masing-masing kegiatan ekstrakurikuler; dan

(3)Level asuransi yang disiapkan/disediakan oleh satuan pendidikan untuk masing-masing kegiatan ekstrakurikuler.

e. Pendanaan dan mekanisme pendanaan program

ekstrakurikuler.

Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang terkendala), dan dapat mengikuti suatu program ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.

3. Pelaksanaan Pengembangan Budaya Mutu Bidang Manajemen Berbasis Sekolah

Perencanaan kerja sekolah diawali dengan perumusan Visi, Misi dan Tujuan sekolah berdasarkan profil sekolah oleh tim pengembang sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, komite sekolah dan tokoh masyarakat.

(56)

memuat tentang rencana pengembangan kurikulum dan pembelajaran, rencana pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, rencana pengembangan sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, rencana pengembangan kesiswaan, rencana pengembangan budaya dan lingkungan sekolah, rencana pengembangan partisipasi/peran serta masyarakat dan kemitraan, serta rencana-rencana kerja lain yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan seperti pernyataan standar pengelolaan nasional pendidikan. Perencanaan pengembangan kurikulum dan pembelajaran di antaranya 1) Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), 2) Penyusunan perangkat pembelajaran berupa program tahunan, program semester, silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk semua mata pelajaran, 3) Penyusunan kalender pendidikan, 4) Penyusunan jadwal pembelajaran, 5) Penyusunan kurikulum muatan lokal, 6) Penyusunan program supervisi sekolah. Menurut Ragan (Soetopo dan Soemanto, 1993:13) pengertian kurikulum adalah “all the experiences of children for which the school accepts responsibility” yang artinya bahwa “semua pengalaman anak di bawah tanggung jawab sekolah”.

(57)

kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) mini dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 BAB XI, Pasal 39 ayat 2 dinyatakan bahwa: “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. yang selalu harus ditingkatkan kompetensinya.

Perencanaan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di antaranya: 1) Mengusulkan penambahan sarana dan prasarana, 2) Mengusulkan membuat laboratorium komputer dan jaringan internet, 3) Melaksanakan perawatan terhadap saran dan prasarana yang tersedia. Dalam hal ini Mulyasa (2005:49) mengatakan bahwa: “sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran”.

Perencanaan pengembangan pembiayaan dan keuangan sekolah di antaranya: 1) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) dengan melibatkan warga sekolah, 2) Membuat usulan penambahan biaya

operasional sekolah, 3) Membuat laporan

(58)

penggunaan keuangan sekolah mencapai sasarannya, perlu dilakukan dengan menjalankan fungsi-fungsi dari manajemen dalam pengelolaan keuangan sekolah, seperti melalui iuran BP3, melalui penyewaan fasilitas sekolah, pembayaran siswa, bantuan yayasan dan gerakan pengumpulan dana”.

Perencanaan pengembangan kesiswaan di antaranya: 1) Membuat persiapan penerimaan siswa baru seperti membuat surat keputusan dari kepala sekolah dan pembentukan panitia penerima siswa baru, 2) Menyusun rencana kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri siswa, 3) Menyusun rencana melaksanakan bimbingan belajar untuk seluruh siswa untuk peningkatan prestasi akademik. Menurut pendapat Daien (1989: 89) pengelolaan kesiswaan itu ialah “Keseluruhan proses penyelenggara usaha kerja sama dalam bidang kesiswaan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan di sekolah”.

Perencanaan pengembangan partisipasi/peran serta masyarakat di antaranya: 1) Mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa dalam rangka meningkatkan kerjasama sekolah dengan orang tua siswa untuk meningkatkan prestasi siswa, 2) Menyusun rencana pertemuan dengan komite sekolah dalam rangka

meningkatkan peran komite sekolah di antaranya advisory

(59)

Masyarakat diharapkan secara sungguh-sungguh memberikan masukan sesuai dengan kemampuannya.

Perencanaan pengembangan lingkungan dan kultur sekolah di antaranya: 1) Menyusun program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah dalam meningkatkan dan menyalurkan potensi siswa agar lahir siswa unggul dalam berbagai prestasi. 2) Menyusun rencana penghijauan sekolah agar membuat suasana lingkungan sekolah menjadi sejuk dan nyaman. 3) Menyusun rencana program sekolah sehat dan sekolah bersih. 4) Menyusun rencana mengembangkan toleransi beragama diantar warga sekolah.

Selanjutnya pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu pendidikan meliputi: Pelaksanaan pengelolaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) penyusunan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah, penyusunan struktur dan muatan kurikulum, penetapan kalender pendidikan/akademik, menyusun silabus dan RPP. Dalam penyusunan perencanaan pembelajaran didasarkan pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan dan peraturan pelaksanaannya, sedangkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran didasarkan pada serta Standar Proses dan Standar Penilaian. Kenyataan yang terjadi di sekolah tempat penelitian dilaksanakan masih ada mata pelajaran yang silabus dan RPP belum ditulis secara lengkap dan benar. Masih ada guru yang mengkopi paste silabus dan RPP yang ditulis oleh guru dari sekolah yang lain atau silabus yang dikeluarkan oleh BSNP.

(60)

Menyenangkan (PAKEM). Kenyataan yang terjadi di sekolah tempat penelitian masih ada guru belum melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM mereka masih dengan model pembelajaran yang konvensional. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 19, ayat 1) bahwa: “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.

Pelaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik guru menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan, bertanggung jawab dan berkesinambungan. Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran, dan membuat catatan keseluruhan, untuk menjadi bahan program remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan, dalam kegiatan penilaian. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 (2007: 2) Standar Penilaian menyatakan bahwa: “Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional”.

(61)

semua guru dalam gugus sekolah dibimbing oleh guru pemandu mata pelajaran Akan tetapi masih ada guru yang enggan hadir pada pertemuan KKG.

Dalam pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana sekolah menetapkan kebijakan secara tertulis. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik. Sarana prasarana dikelola oleh guru sesuai bidangnya masing-masing dan adanya partisipasi dari semua unsur seperti kepala sekolah, pendidik, siswa dan tokoh masyarakat saran dan prasaran sekollah belum mencukupi.

Sarana laboratorium komputer tersedia beberapa unit namun untuk pemasangan jaringan internet untuk sekolah belum dapat disediakan. Sedangkan perawatan sarana dan prasarana sekolah dilakukan melalui Kartu Inventaris Barang (KIB) yang berisi jenis barang, tahun pembelian, kondisi sarana pada saat ini, jumlah sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah. Menurut Subagio (1990:11) bahwa: “Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengadaan, pemeliharaan, penghapusan dan pengendalian logistik atau sarana dan prasarana”. Kenyataan di sekolah sarana dan prasarana yang tersedia belum sesuai dengan rasio 1:2 artinya satu sarana untuk dua orang peserta didik.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di