• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2021"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA (RENJA)

TAHUN 2021

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR

DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

(2)
(3)
(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sektor perikanan dan sub sektor peternakan merupakan salah satu bidang usaha yang hampir merata tersebar dan dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Blitar. Pembangunan peternakan dan perikanan mempunyai pengaruh yang cukup besar pada pembangunan ekonomi Kabupaten Blitar. Kabupaten Blitar memiliki keunggulan komparatif sebagai daerah agraris penghasil ikan budidaya maupun tangkap serta komoditas peternakan (telur dan susu), sehingga pembangunan sektor perikananan dan sub sektor peternakan perlu diletakkan sebagai prioritas dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah mengingat dominansi sub sektor peternakan juga dalam pembentukan angka PDRB.

Pembangunan peternakan dan perikanan perlu disusun perencanaan yang didasari perencanaan pembangunan daerah. Perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu lima tahun, serta Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu satu tahun. Pembangunan daerah disusun berdasarkan Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 yang mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah disusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Perencanaan pembangunan daerah juga sejalan dengan kebijakan sistem pemerintahan dalam upaya terselenggaranya “Good

Governance” bagi setiap unsur pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat

dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dan negara.

Dinas Peternakan dan Perikanan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara dalam rangka mewujudkan good governance, dituntut untuk mampu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumberdaya dengan didasarkan suatu perencanaan strategik.

(5)

(Renstra OPD) untuk jangka waktu lima tahun dan Rencana Kerja Organisasi Kerja Perangkat Daerah (Renja OPD) untuk jangka waktu satu tahun. Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan disusun dengan berpedoman pada RPJMD Pemerintah Kabupaten Blitar yang selanjutnya Renstra dijabarkan dalam perencanaan tahunan yaitu Renja OPD.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Blitar bahwa Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan sebagian tugas Bupati di bidang peternakan dan perikanan. Dinas Peternakan dan Perikanan selalu berupaya memfasilitasi peternak maupun petani ikan dalam meningkatkan usahanya melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan.

Renja OPD merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menggambarkan permasalahan pembanguan serta indikasi daftar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2021. Renja OPD merupakan penjabaran dari visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang direncanakan dalam kurun waktu satu tahun untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Rencana Kerja Tahun 2021 Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar merupakan dokumen yang berisi informasi tentang tingkat atau target kinerja berupa output atau outcome yang ingin diwujudkan pada tahun 2021. Rencana Kerja tersebut mengacu kepada Rencana Strategis (RENSTRA) OPD dan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) Kabupaten Blitar Tahun 2021. Rencana Kerja Tahun 2021 Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar nantinya lebih diarahkan pada peningkatan dan pengembangan usaha serta mutu produk peternakan dan perikanan dalam rangka pemulihan ekonomi untuk menjaga ketahanan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pembangunan peternakan dan perikanan tahun 2021 dilaksanakan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan usaha peternak peternakan dan perikanan dalam pemulihan ekonomi melalui peningkatan teknologi, pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta pelaku usaha peternakan dan perikanan.

(6)

1.2. Landasan Hukum

Landasan Hukum dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) Dinas Peternakan dan Perikanan adalah :

a) Undang – Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;

b) Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

c) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

d) Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi; e) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017

Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

f) Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 7 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021 Perubahan;

g) Peraturan Bupati Nomor 63 Tahun 2016 tentang kedudukan, susunan organisasi, uraian tugas dan fungsi serta tata kerja Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar.

1.3. Maksud dan Tujuan

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) OPD ini dimaksudkan untuk :

a) Memberikan arahan bagi seluruh jajaran pejabat dan staf di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya kepada masyarakat;

b) Mewujudkan sinkronisasi pembangunan di daerah khususnya antara target kinerja dalam RKPD dengan Renja OPD;

(7)

c) Mewujudkan keadaan yang diinginkan dalam waktu satu tahun dalam urusan pertanian dan urusan kelautan dan perikanan, dalam rangka kelanjutan pembangunan jangka menengah, sehingga secara bertahap dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Blitar.

Tujuan disusunnya Rencana Kerja Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

1. Merumuskan program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 atau sumber dan lainnya;

2. Agar program dan kegiatan yang disusun terfokus dan tepat sasaran;

3. Sebagai bahan masukan/landasan guna menyusun kegiatan tahun anggaran 2021.

1.4. Sistematika Renja OPD

Sistematika penyajian dokumen Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan dan Perikanan ini adalah :

a) Bab I : Pendahuluan, yang berisi latar belakang, landasan hukum, maksud dan

tujuan, dan sistematika penulisan Renja OPD.

b) Bab II : Hasil Evaluasi Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu yang berisi evaluasi

pelaksanaan renja perangkat daerah tahun lalu dan capaian renstra perangkat daerah, analisis kinerja pelayanan perangkat daerah, isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi perangkat daerah, review terhadap rancangan awal RKPD.

c) Bab III : Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah yang berisi telaahan terhadap

kebijakan nasional dan provinsi, tujuan dan sasaran renja perangkat daerah, program dan kegiatan.

d) Bab IV : Rencana Kerja dan Pendanaan Perangkat Daerah.

e) Bab V : Penutup, yang berisi uraian penutup beserta penjelasan yang memuat

catatan penting, kaidah – kaidah pelaksanaan dan rencana tindak lanjut.

(8)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah

Kondisi Kabupaten Blitar dan tantangan yang akan dihadapi serta mempertimbangkan sumber daya pembangunan yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar, maka menjadi dasar Kepala Daerah menetapkan visi pembangunan lima tahun yaitu: “Menuju Kabupaten Blitar yang lebih sejahtera, maju dan berdaya saing”.

Dinas Peternakan dan Perikanan dalam upaya mewujudkan visi tersebut, mempunyai tugas dan fungsi dalam pengurangan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja melalui pembinaan dan pengembangan usaha di sektor perikanan dan sub sektor peternakan. Dinas Peternakan dan Perikanan juga mempunyai peran dalam pembinaan peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) peternak dan petani ikan sehingga hasil produknya memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing secara regional, nasional bahkan internasional.

Dinas Peternakan dan Perikanan mendukung terwujudnya visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Blitar melalui pencapaian misi kelima yaitu “meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing melalui ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM, Ekonomi kreatif, Jiwa Kewirausahaan, Potensi Lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup”.

Tujuan dan sasaran yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dari kedua misi tersebut terperinci sebagai berikut :

Misi RPJMD Tujuan RPJMD Sasaran

Misi 5 Mengembangkan ekonomi

kerakyatan dengan penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dan

memperhatikan daya dukung

Meningkatnya produktivitas usaha masyarakat, koperasi

dan UMKM berbasis

(9)

Sesuai Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar pada Tahun 2018 terdapat alokasi anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 8.584.154.000,-. Dari 11 ( sebelas ) Program yang telah ditetapkan sesuai Rencana Kerja Perubahan tahun 2019 Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar yang telah diakomodir kedalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPPA) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tahun 2019 adalah sebagai berikut:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

4. Program Perencanaan, penganggaran, pengendalian dan Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

5. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan 6. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

7. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 8. Program Pembinaan Lingkungan Sosial Sektor Peternakan 9. Program Pengawasan Mutu/Kualitas Produk Peternakan 10. Program Pengembangan Perikanan Budidaya

11. Program Pengembangan Perikanan Tangkap

Dari uraian program yang ada pada renja 2019 terdapat 36 ( tiga puluh enam ) kegiatan, dan terdapat 2 (dua) kegiatan yang belum dapat diakomodir ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPPA) Tahun 2019 yang terdiri dari:

1. Fasilitasi, Pemantauan dan Pengembangan Pasar Produksi Peternakan

Kegiatan ini tidak dapat diakomodir karena terdapat perbedaan persepsi terhadap kewenangan pasar hewan sesuai dengan Undang- undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

2. Pembangunan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap

Kegiatan ini tidak dapat diakomodir karena tidak terdapat anggaran DAK perikanan tangkap pada tahun 2019.

(10)

Penyerapan anggaran tahun 2019 adalah sebesar Rp. 8.420.946.452,- atau 97,45 %, dengan rincian pencapaian program dan realisasi anggarannya tercantum dalam tabel berikut :

NO. PROGRAM /KEGIATAN ALOKASI BIAYA KELUARAN (OUTPUT)

ANGGARAN REALISASI % URAIAN TARGET REALISASI 1 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 1.140.058.900 1.077.334.583 94,50 Presentase kepuasan aparatur 90 91 Penyediaan dan Peningkatan Administrasi Perkantoran 1.140.058.900 1.077.334.583 94,50 Jumlah jenis layanan administrasi perkantoran 6 6

2 Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur 816.008.000 801.680.399 98,24 Persentase sarpras aparatur dengan kondisi layak fungsi 96 90 Penyediaan, Pemeliharaan dan Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur

816.008.000 801.680.399 98,24 Jumlah sarpras yang berfungsi baik 95 93

3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Aparatur 431.800.000 379.581.060 87,91

Persentase peningkatan

kapasitas SDM aparatur 100 100 Pendidikan dan Pelatihan Formal 101.300.000 49.106.060 48,48 Jumlah aparatur yang mengikuti diklat formal 5 9

Peningkatan Kapasitas Sumber

Daya Aparatur 330.500.000 330.475.000 99,99

Jumlah aparatur yang mengikuti peningkatan kapasitas 80 73 4 Program Perencanaan, Penganggaran dan Pengendalian Kinerja dan Keuangan

93.430.000 93.283.532 99,84

Prosentase dokumen perencanaan, laporan keuangan dan kinerja OPD yang disusun tepat waktu

100 100

Penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan

capaian kinerja 7.000.000 6.958.000 99,40 Jumlah dokumen yang disusun 4 4

Penyusunan dokumen anggaran dan laporan

keuangan 7.000.000 6.919.980 98,86 Jumlah dokumen yang disusun 3 3

Penyusunan Peraturan Daerah Bidang Peternakan dan

Perikanan 0 0 0

Jumlah Peraturan Daerah /

Ranperda yang disusun 1 1

Monitoring Evaluasi dan Pendataan Statististik

Peternakan dan Perikanan 79.430.000 79.405.552 99,97 Jumlah dokumen yang disusun 3 3

5 Program Pengembangan Perikanan Tangkap 759.075.000 752.479.783 99,13 Jumlah Produksi Perikanan Tangkap (Ton) 3.768,80 6.393.700

Kegiatan Pengelolaan, Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan dan Penyediaan Fasilitas Pendukung TPI

94.175.000 90.377.757 95,97 Jumlah TPI yang terkelola, terselenggara dan terfasilitasi 1 1

Jumlah fasilitas pendukung TPI yang terkelola, terselenggara

dan terfasilitasi 1 1

Kegiatan restocking sumberdaya perikanan 68.125.000,00 67.894.894,00 99,66 Jumlah benih ikan yang ditebar 70000 70000

Fasilitasi dan pengembangan sarana prasarana dan teknologi

penangkapan ikan 201.200.000 199.926.816 99,37

Jumlah sarana, prasarana dan teknologi penangkapan ikan

yang diadakan 3 3

Jumlah kapal perikanan yang teregister 200 189

Pemberdayaan SDM dan Usaha Nelayan 194.375.000 194.353.500 99,99 jumlah nelayan dan keluaraga nelayan yang dibina 425 425

(11)

NO. PROGRAM /KEGIATAN ALOKASI BIAYA KELUARAN (OUTPUT)

ANGGARAN REALISASI % URAIAN TARGET REALISASI

Fasilitasi dan koordinasi kenelayanan dan usaha perikanan

201.200.000 199.926.816 96,60

Jumlah nelayan dan pelaku usaha yang terfasilitasi gelar produk, jaminan sosial keselamatan kerja, sertifikasi hak atas tanah dan usaha perikanan

110 110

Pembangunan/rehabilitasi/renovasi serta pengadaan sarana dan

prasarana perikanan tangkap 0,00 0 0,00

Jumlah sarana dan prasarana

yang diadakan 0 0

6 Program Pengembangan Perikanan Budidaya 1.289.908.000 1.250.162.147 96,92 Jumlah Produksi Perikanan Konsumsi (ton) 18.875,34 18.876,04

Jumlah Produksi Perikanan Non Konsumsi (ekor)

314.486.9

64

188.747.900 Pengembangan usaha budidaya ikan 25.350.000 25.340.491 99,96 Jumlah pembudidaya yang difasilitasi 35 35

Jumlah sarana dan prasarana perikanan budidaya yang

diadakan 0 0

Penambahan jumlah jenis ikan yang bisa diusahakan secara

ekonomis 0 0

Fasilitasi dan koordinasi usaha budidaya ikan 63.150.000 62.653.016 99,21

Jumlah pembudidaya ikan yang mendapat fasilitas

pendampingan 60 65

Pemantauan dan Penanganan Kesehatan Ikan dan Lingkungan

Budidaya 63.900.000 58.893.502 92,17

Jumlah pelayanan pemantauan dan Penanganan Kesehatan

Ikan dan Lingkungan 115 217

Jumlah toko obat, pembenih dan pembudidaya yang

dimonitor 30 32

Pemberdayaan SDM pembudidaya ikan 466.300.000 464.516.638 99,62 Jumlah pembudidaya yang dibina 120 195

Jumlah pembudidaya yang terfasilitasi dalam gelar produk 275 260

Penguatan kelembagaan pembudidaya ikan 18.575.000 18.325.000 98,65 jumlah kelompok pembudidaya ikan yang meningkat kelasnya 7 7

Optimalisasi Balai Benih Ikan (BBI) 67.690.000 65.743.500 97,12 Jumlah benih yang dihasilkan 2700000 2738000

Pembangunan/rehabilitasi/renovasi serta pengadaan sarana dan

prasarana perikanan budidaya 584.943.000 554.690.000 94,83

Jumlah sarana dan prasarana

yang diadakan 1 1

7 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

Hewan 1.252.548.883 1.242.373.707 99,19

Presentase PHMS yang tertangani sesuai dengan

waktu tanggap 85 87 Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan dan Monitoring

Penanganan Penyakit Hewan

284.100.000 280.941.643 98,89 Jumlah hewan yang terlayani pencegahan penyakit hewan 45.000

47.000

Jumlah layanan kesehatan hewan terpadu

1.000

1.751

Pemeriksaan dan pengawasan lalu lintas hewan 26.750.000 26.481.500 99,00 Jumlah rekomendasi yang diterbitkan 325 1026

Fasilitasi Puskeswan 688.013.883 684.167.375 99,44 Jumlah layanan pencegahan dan penanganan penyakit hewan

(12)

NO. PROGRAM /KEGIATAN ALOKASI BIAYA KELUARAN (OUTPUT)

ANGGARAN REALISASI % URAIAN TARGET REALISASI

Pembinaan medik/paramedik

veteriner 24.885.000 24.502.000 98,46

Jumlah petugas medik dan paramedik veteriner yang

terbina 35 45

Fasilitasi pengamatan penyakit hewan dan pengawasan obat

hewan 228.800.000 226.281.189 98,90

Jumlah

Poultryshop/Petshop/Peternak

yang termonitor 100 100

Jumlah sampel yang diperiksa 3260 6796

8 Program Peningkatan

Produksi Hasil Peternakan 1.820.270.217 1.797.694.886 98,76 Prosentase peningkatan produksi daging, telur, susu 1 2,1

Verivikasi, Fasilitasi dan Monitoring

pengembangan ternak dan sarana pendukung

77.355.000 72.366.000 93,55 Jumlah ternak/peternak yang diverivikasi, difasilitasi serta

dimonitoring 380 475

Optimalisasi Inseminasi Buatan dan Pelestarian Sumber Daya

Genetik 173.113.000 163.543.802 94,47 Jumlah laporan yang tersusun 10 11

Jumlah bibit ternak dan akseptor IB yang terawasi 940 960

Jumlah petugas IB yang mengikuti bintek 60 62

Pembinaan, pengembangan teknologi dan pengawasan mutu

pakan ternak 1.267.564.000 1.259.885.274 99,39 Jumlah Peternak yang dibina 400 297

Jumlah sampel pakan ternak

yang terawasi 776 2647

Pembinaan Usaha Peternakan 302.238.217 301.899.810 99,89 Jumlah peternak/ kelompok ternak yang terfasilitasi dan

dibina 1121 1058

9 Program Peningkatan

Pemasaran Hasil Produksi Peternakan

59.325.000 55.295.787 93,21 Prosentase Peningkatan pemasaran hasil ternak yang terfasilitasi

0,5 7,4

Fasilitasi, Pemantauan dan Pengembangan Pasar Produksi

Peternakan 0 0 0

Jumlah Laporan informasi harga pasar produk peternakan

yang tersusun 4 4

Jumlah sarana dan prasarana pasar produksi peternakan

yang terfasilitasi 110 115

Gelar Produk Peternakan 59.325.000 55.295.787 93,21 Jumlah ternak (produk peternakan) yang terfasilitasi 110 115

Jumlah produk peternakan yang berpartisipasi dalam pasar murah menjelang Idhul Fitri

4000 3811

Program Pembinaan Lingkungan Sosial Sektor

Peternakan 500.000.000 499.879.668 99,98

Prosentase Peningkatan

Peternak terampil 10 22,3

Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi tenaga

kerja dan masyarakat 500.000.000 499.879.668 99,98

Jumlah masyarakat yang terbina ketrampilan bidang

peternakan 200 206

Program Pengawasan Mutu/

Kualitas Produk Peternakan 478.805.000 471.180.900 98,41 Jumlah Produk peternakan yang tersertivikasi 14 21

Pengawasan, pemeriksaan dan

pembinaan produk asal hewan 141.025.000 140.419.400 99,57

Jumlah sampel bahan pangan asal hewan yang terawasi dan produk non pangan asal hewan yang termonitor

100 101

Jumlah pelaku usaha produk peternakan yang terbina 100 101

Jumlah hewan qurban yang terawasi 12100 16317

Fasilitasi RPH

163.400.000 162.781.500 99,62 Jumlah pemotongan ternak di RPH 1926 2619 Pembangunan/rehabilitasi/renov

asi/sarana dan prasarana peternakan

174.380.000 167.980.000 96,33 Jumlah sarana prasarana peternakan yang terbangun/terenovasi

1 1

(13)

Beberapa kegiatan pembangunan peternakan dan perikanan yang tidak tercapai outputnya antara lain:

1. Penyediaan, Pemeliharaan dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Sarana dan prasarana aparatur yang ada sudah tercukupi dan dalam kondisi berfungsi dengan baik sehingga tidak membutuhkan banyak pemeliharaan ataupun penyediaan.

2. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Beberapa ASN Dinas Peternakan dan Perikanan berhalangan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dari jadwal yang sudah ditentukan.

3. Fasilitasi dan pengembangan sarana prasarana dan teknologi penangkapan ikan Sub output jumlah kapal yang diregistrasi tidak memenuhi target karena terjadi penurunan jumlah kapal di bawah 5 GT yang beroperasi di Kabupaten Blitar, tetapi terjadi penambahan jumlah kapal dengan kapasitas besar.

4. Pembangunan/rehabilitasi/renovasi serta pengadaan sarana dan prasarana perikanan tangkap.

Kegiatan ini tidak dapat diakomodir karena tidak terdapat anggaran DAK perikanan tangkap pada tahun 2019.

5. Pemberdayaan SDM pembudidaya ikan

Tidak tercapainya target pada jumlah pembudidaya yang terfasilitasi dalam gelar produk kegiatan ini karena ada 1 acara/ event di propinsi jadwalnya hampir bersamaan dengan Nusatic 2019 sehingga tidak bisa dikuti.

6. Pembinaan, pengembangan teknologi dan pengawasan mutu pakan ternak Terjadi kesalahan dalam penulisan target, sehingga target tidak bisa tercapai. 7. Pembinaan usaha peternakan

Terjadi perbedaan persepsi saat penulisan target, karena panitia diikutkan terhitung sehingga sebenarnya target jumlah peternak/ kelompok ternak yang terfasilitasi dan dibina sudah terpenuhi.

8. Fasilitasi, Pemantauan dan Pengembangan Pasar Produksi Peternakan

Kegiatan ini tidak dapat diakomodir karena terdapat perbedaan persepsi terhadap kewenangan pasar hewan sesuai dengan Undang- undang Nomor 23 tahun 2014

(14)

9. Gelar Produk Peternakan

Jumlah produk peternakan yang berpartisipasi dalam pasar murah menjelang Idhul Fitri target tidak tercapai karena ada beberapa kendala yaitu:

a. Lokasi gelar produk/ pasar murah jauh dari warga yang membutuhkan telur. b. Beberapa wilayah gelar produk adalah sentra produksi telur sehingga

penjualan telur tidak maksimal.

2.2 Analisis kinerja pelayanan OPD

Berdasarkan tujuan RPJMD, sasaran RPJMD dan indikator sasaran RPJMD tersebut, maka dirumuskan indikator kinerja Dinas Peternakan dan Perikanan sesuai dengan tugas dan fungsinya, target capaian serta capaian kinerjanya pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Berdasarkan rencana strategis yang telah ditetapkan, terdapat 1 (satu) indikator kinerja yang tidak tercapai targetnya, sedangkan beberapa indikator capaiannya melebihi target. Analisa pencapaian target indikator diuraikan sebagai berikut:

1. Prosentase Peningkatan Produksi Perikanan a. Peningkatan produksi perikanan tangkap

Produksi perikanan tangkap sangat dipengarui oleh cuaca, sehingga Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar melaksanakan intensifikasi pembinaan nelayan, penyediaan sarana parasana dan penyediaan pelayanan

No Indikator Target Renstra Realisasi

Proyeksi Capaian Catatan Analisis 2019 2020 2021 2019 2020*) 2021*) 2022 1 Prosentase peningkatan produksi perikanan 5,7% 5,3% 5,4% 4,55% 4,5% 4,55% 2 Prosentase Peningkatan Produktivitas Ternak 1% 1% 1% 1,08% 1% 1% 4 Prosentase produk peternakan yang layak edar

(15)

dibandingkan tahun 2018 sebanyak 3.676,9 ton. Target produksi perikanan tangkap pada tahun 2020 sebesar 3.600 ton, sedangkan tahun 2021 ditargetkan 4.250 ton

b. Peningkatan produksi perikanan budidaya

Produksi perikanan budidaya dibedakan menjadi ikan konsumsi dan ikan hias. Produksi ini dipengarui beberapa faktor antara lain: SDM pembudidaya ikan, sarana dan prasarana budidaya ikan serta kondisi lingkungan dan kesehatan ikan. Berikut uraian target yang akan dicapai pada tahun 2021:

- Produksi ikan konsumsi

Ikan konsumsi di wilayah Kabupaten Blitar meliputi ikan gurami, ikan lele, ikan nila dan lain-lain. Realisasi produksi ikan konsumsi tahun 2019 sebesar 18.697,4 ton dengan target 18.875,34 Ton (99 %). Target Produksi Tahun 2020 sebesar 17.762 ton sedangkan di tahun 2021 ditargetkan sebesar 18.884,01 ton.

- Produksi ikan hias

Realisasi produksi ikan hias pada tahun 2019 sebesar 221.247.130 ekor dengan target 246. 835.000 ekor ( 86%). Pada tahun 2020 produksi ikan hias di Kabupaten Blitar sebesar 223.459.600 ekor sedangkan di tahun 2021 ditargetkan sebesar 233.459.600 ekor.

2. Prosentase peningkatan produktifitas ternak

Beberapa aspek yang mempengarui dalam peningkatan produktifitas ternak di Kabupaten Blitar meliputi:

- Aspek kesehatan ternak dengan indikator Prosentase PHMS yang tertangani

sesuai dengan waktu tanggap. PHMS ini merupakan kondisi penanganan kasus Penyakit Hewan Menular Strategis ( PHMS) di Kabupaten Blitar selama kurun waktu 1 (satu) tahun yang dapat ditangani sesuai waktu tanggap kedaruratan kasus penyakit. Dengan kata lain semakin cepat penanganan kasus PHMS diharapakan kesehatan ternak di Kabupaten Blitar semakin baik. Realisasi prosentase PHMS yang tertangani sesuai dengan waktu tanggap tahun 2019

(16)

- Aspek produksi ternak dengan indikator prosentase peningkatan produksi daging, telur, susu. Penilaian ini tidak hanya melihat peningkatan populasi namun juga dilihat dari peningkatan produksi peternakan. Realisasi peningkatan produksi daging, telur dan susu tahun 2019 sebesar 1,1% , pada tahun 2020 sebesar 0,9% dan tahun 2021 ditargetkan sebesar 1,2%.

- Aspek pemasaran produk dengan indikator prosentase peningkatan

pemasaran hasil ternak yang terfasilitasi. Indikator ini dinilai dari berapa banyak produk peternakan yang dapat difasilitasi dalam rangka pemasarannya. Melalui indikator ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat peternakan dalam pengembangan usaha peternakan. Realisasi prosentase peningkatan pemasaran hasil ternak tahun 2019 sebesar 5,4%. Target Tahun 2020 sebesar 3,5% dan target Tahun 2021 sebesar 5,4%.

- Aspek pembinaan dengan indikator prosentase peningkatan peternak

terampil melalui pembinaan diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan peternak. Realisasi peningkatan peternak terampil tahun 2019 sebesar 12%. Sedangkan target tahun 2020 sebesar 8% dan tahun 2021 sebesar 12%. 3. Prosentase produk peternakan yang layak edar

Produksi yang melimpah harus dimbangi dengan kualitas produknya. Indikator ini dilihat dari produk peternakkan yang layak edar (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) di wilayah Kabupaten Blitar. Di Era milenial ini produk peternakan yang akan dikirim ke pasar modern (Hotel, Supermarket dan Exsport keluar negeri) disyaratkan memiliki Nomor Kontrol Veteriner ( NKV) dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, dari hal inilah diperoleh indikator kelayakan produk peternakan Kabupaten Blitar menuju pasar global. Realisasi perolehan tahun 2019 sebayak 21 NKV. Target tahun 2020 sebanyak 22 NKV dan pada tahun 2021 sebanyak 23 NKV. Tingginya realisasi ini dipengarui oleh permintaan dari masyarakat peternakan di Kabupaten Blitar.

(17)

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat daerah s/d Tahun 2021 Sesuai Renstra 2016-2021 Perubahan

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar

Kode Urusan/Bidang urusan pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan

Indikator Kinerja Program (outcomes) / Kegiatan (output) Target Kinerja Capaian Program (Renstra PD) Tahun 2021 Realisasi target kinerja hasil program dan keluaran kegiatan s/d dengan tahun 2018

Target dan realisasi kinerja program dan

kegiatan tahun lalu (n-2) Target program dan kegiatan (Renja PD tahun 2020)

Perkiraan realisasi capaian target renstra PD s/d tahun

berjalan Target Renja PD tahun 2019 Realisasi Renja PD tahun 2019 Tingkat Realisasi (%) Realisasi capaian program dan kegiatan s/d tahun berjalan (2020) Tingkat capaian realisasi target renstra (%) 4 5 6 7 8=(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4)

URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran Presentase kepuasan aparatur 100 85% 90% 91% 100% 90% 87 87%

Penyediaan dan Peningkatan Administrasi

Perkantoran Jumlah jenis layanan administrasi perkantoran 24 6 6 6 100% 6 18 75%

Program Peningkatan sarana dan

prasarana aparatur Persentase sarpras aparatur dengan kondisi layak fungsi

98% 93

96% 90% 94% 96% 93% 94%

Penyediaan, Pemeliharaan dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Jumlah sarpras yang

berfungsi baik 386 91 95 93 99% 95 95 24%

Program Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur Persentase peningkatan kapasitas SDM aparatur 100 89 100% 81% 98% 100 90 90%

Pendidikan dan Pelatihan Formal Jumlah aparatur yang

mengikuti diklat formal 16 9 5 9 100% 4 8 50%

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Aparatur Jumlah aparatur yang mengikuti peningkatan kapasitas

400 71 80 73 102% 100 244

61%

Program Perencanaan, Penganggaran dan Pengendalian Kinerja dan Keuangan

Prosentase dokumen perencanaan, laporan keuangan dan kinerja OPD yang disusun tepat waktu

100 100

100% 100%

100%

100% 100%

100

Penyusunan dokumen perencanaan dan

pelaporan capaian kinerja Jumlah dokumen yang disusun 16 4 4 4 100% 4 12 75%

(18)

Penyusunan Peraturan Daerah Bidang

Peternakan dan Perikanan Jumlah Peraturan Daerah / Ranperda yang disusun 3 0 1 1 0 0 1 34%

Monitoring Evaluasi dan Pendataan

Statististik Peternakan dan Perikanan Jumlah dokumen yang disusun 12 0 3 3 0 3 5 42%

Program Pengembangan Perikanan

Tangkap Jumlah Produksi Perikanan Tangkap 13.141,88 Ton 3.676,9 Ton 3,768.80 6,393.70

0 3.600 Ton 13.8384 Ton 105 %

Kegiatan Pengelolaan, Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan dan Penyediaan Fasilitas Pendukung TPI

Jumlah TPI yang terkelola, terselenggara dan terfasilitasi

1 1

1 TPI 1 TPI

0

1 TPI 1 TPI 100%

Jumlah fasilitas pendukung TPI yang terkelola, terselenggara dan terfasilitasi

4 1

1 1 0 1 lokasi 3 lokasi 75%

Kegiatan restocking sumberdaya

perikanan Jumlah benih ikan yang ditebar 2.850.000 0 70.000 70.000 0 60,000 130.000 5%

Fasilitasi dan pengembangan sarana prasarana dan teknologi penangkapan ikan

Jumlah sarana, prasarana dan teknologi penangkapan ikan yang diadakan

15 2

3 3

0

3 8 54%

Jumlah kapal perikanan yang teregister 970 250 200 189 0 200 450 65%

Pemberdayaan SDM dan Usaha Nelayan jumlah nelayan dan keluarga nelayan yang dibina 1735 320 425 425 0 425 640 67%

Jumlah kelompok nelayan yang dibina 215 55 55 55 0 55 165 51%

Fasilitasi dan koordinasi kenelayanan dan usaha perikanan

Jumlah nelayan dan pelaku usaha yang terfasilitasi gelar produk, jaminan sosial keselamatan kerja, sertifikasi hak atas tanah dan usaha perikanan

495 0 110 110 0 110 240 77%

Pembangunan/rehabilitasi/renovasi serta pengadaan sarana dan prasarana perikanan tangkap

Jumlah sarana dan prasarana

yang diadakan 2 0 0 0 0 1 1 50%

Program Pengembangan Perikanan

Budidaya Jumlah Produksi Perikanan Konsumsi (ton) 20.809,58 17.976,30 18,875.34 18,697.04 0 17.762,0 18.145,1 87%

Jumlah Produksi Perikanan Non Konsumsi (ekor)

346.732.423 299.512.510 314.486.964 221.247.130 0 223.459.600 248.083.000 71%

Pengembangan usaha budidaya ikan Jumlah pembudidaya yang

difasilitasi 1054 30 35 35 0 25 90 9%

Jumlah sarana dan prasarana

perikanan budidaya yang diadakan

(19)

Penambahan jumlah jenis ikan yang bisa diusahakan secara ekonomis

3 0 0 0 0 0 0 0

Fasilitasi dan koordinasi usaha budidaya

ikan Jumlah pembudidaya ikan yang mendapat fasilitas pendampingan

250 55 60 60 0 20 135 54%

Pemantauan dan Penanganan Kesehatan

Ikan dan Lingkungan Budidaya Jumlah pelayanan pemantauan dan Penanganan Kesehatan Ikan dan Lingkungan

480 115 115 233 0 90 338 70%

Jumlah toko obat, pembenih

dan pembudidaya yang dimonitor

130 38 30 30 0 20 88 68%

Pemberdayaan SDM pembudidaya ikan Jumlah pembudidaya yang

dibina 520 255 120 120 0 100 275 90%

Jumlah pembudidaya yang

terfasilitasi dalam gelar produk

860 225 275 210 0 0 435 51%

Penguatan kelembagaan pembudidaya

ikan jumlah kelompok pembudidaya ikan yang meningkat kelasnya

31 6

7 7

0 3 16 52%

Optimalisasi Balai Benih Ikan (BBI) Jumlah benih yang dihasilkan 11.400.000 2.500.000 2.700.000 2.738.000 0 2.500.000 7.738.000 68% Pembangunan/rehabilitasi/renovasi serta

pengadaan sarana dan prasarana perikanan budidaya

Jumlah sarana dan prasarana

yang diadakan 4 1 1 1 0 1 3 75%

Program Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit Hewan Presentase PHMS yang tertangani sesuai dengan waktu tanggap

95% 80,07%

85% 85%

0 80% 81,69%

86%

Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan dan Monitoring Penanganan Penyakit Hewan

Jumlah hewan yang terlayani pencegahan penyakit hewan

182.000 55.000 45,000

45,000

0 45,000 125.000 69%

Jumlah layanan kesehatan hewan terpadu

2.000 1.025 1,000 500 0 0 1.525 52%

Jumlah peternak yang dibina dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit

3.000 0

0 0

120 120 120 4%

Pemeriksaan dan pengawasan lalu lintas

hewan Jumlah rekomendasi yang diterbitkan 1.350 784 325 1.026 0 200 2.794 206%

(20)

hewan

Pembinaan medik/paramedik veteriner Jumlah petugas medik dan paramedik veteriner yang terbina

180 45

35 35 0 40 120 67%

Fasilitasi pengamatan penyakit hewan dan pengawasan obat hewan

Jumlah Poultryshop/Petshop/Peterna k yang termonitor 425 96 100 100 0 60 256 60%

Jumlah sampel yang diperiksa 12.600 3.000 3.260 6.796 0 3.200 12.969 102%

Program Peningkatan Produksi Hasil

Peternakan Prosentase peningkatan produksi daging, telur, susu

1% 1

1 1.1 0 0,9% 1% 100%

Verivikasi, Fasilitasi dan Monitoring pengembangan ternak dan sarana pendukung

Jumlah ternak/peternak yang diverivikasi, difasilitasi serta dimonitoring

1.570 1.100

380 475 0 240 1.815 115%

Optimalisasi Inseminasi Buatan dan

Pelestarian Sumber Daya Genetik Jumlah laporan yang tersusun 40 10 10 11 0 10 31 75%

Jumlah bibit ternak dan akseptor IB yang terawasi 3865 920 940 940 0

750 0 67%

Jumlah petugas IB yang mengikuti bintek 240 56 60 60 0 60 176 74%

Pembinaan, pengembangan teknologi dan

pengawasan mutu pakan ternak Jumlah Peternak yang dibina 1.600 650 400 297 0 40 1.426 61%

Jumlah sampel pakan ternak yang terawasi 3.109 500 776 2647 0 776 3.923 126%

Pembinaan Usaha Peternakan Jumlah peternak/ kelompok ternak yang terfasilitasi dan dibina

4.479 580

1.121 1.058

0 275 1.913 43%

Program Peningkatan Pemasaran Hasil

Produksi Peternakan Prosentase Peningkatan hasil ternak yang terfasilitasi melalui pasar terpadu

15% 0,5

5.6 5.4

0 5,5% 11,4% 76%

Fasilitasi, Pemantauan dan Pengembangan Pasar Produksi Peternakan

Jumlah Laporan informasi harga pasar produk peternakan yang tersusun

4 4

4 4

0 4 3 75%

Jumlah sarana dan prasarana pasar produksi peternakan yang terfasilitasi

2 2

2 2 2 2 2 !00%

Gelar Produk Peternakan Jumlah ternak (produk peternakan) yang terfasilitasi 130 0 110 115. 0 110 577 443% Jumlah produk peternakan yang berpartisipasi dalam

pasar murah menjelang Idhul

6000 0

4.000 3.811

(21)

Fitri

Program Pembinaan Lingkungan Sosial

Sektor Peternakan Prosentase Peningkatan Peternak terampil 40% 10% 10 12 0 12,5% 34,5%% 86%

Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat

Jumlah masyarakat yang terbina ketrampilan bidang peternakan

810 120

200 206 0 200 360 44%

Program Pengawasan Mutu/ Kualitas

Produk Peternakan Jumlah Produk peternakan yang tersertivikasi 15 8 14 21 0 12 41 273%

Pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan produk asal hewan

Jumlah sampel bahan pangan asal hewan yang terawasi dan produk non pangan asal hewan yang termonitor

920 105

220 101

0

240 446 48%

Jumlah pelaku usaha produk peternakan yang terbina 390 0 100 101 0 100 112 29%

Jumlah hewan qurban yang terawasi 48.550 0 12.100 16.317 0 12.100 12.000 24,7%

Fasilitasi RPH Jumlah pemotongan ternak di RPH 7.731 1.926 1.926 2.619 0 1.935 4.463 84%

Pembangunan/rehabilitasi/renovasi/sarana dan prasarana peternakan

Jumlah sarana prasarana peternakan yang terbangun/terenovasi

(22)

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat daerah s/d Tahun 2017 Sesuai Renstra 2016-2021 Sebelum Perubahan

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/ Kegiatan (output) Realisasi Capaian Kinerja Renstra RPJMD s.d. RKPD Tahun Lalu (2016)

Target Kinerja dan Anggaran RENJA Tahun

berjalan yg dievaluasi (2017)

Realisasi Capaian Kinerja dan Anggaran RKPD yang

Dievaluasi (2017)

Tingkat Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran RKPD Tahun 2017 (%)

Realisasi Kinerja dan Anggaran RPJMDs/d tahun

2017 (Akhir Tahun Pelaksanaan RKPD Tahun

2017)

Tingkat Capaian Kinerja Dan Realisasi Anggaran RPJMD s/d Tahun 2017 (%) 4 6 7 12 = 8+9+10+11 13 = 12/7 x 100% 14 = 6 + 12 15=14/5 x100% K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN Urusan Pertanian Program Pelayanan Administrasi Perkantoran cakupan pelayanan administrasi pelayanan 100 476,924,20 0 100 955,981,000 Penyediaan dan Peningkatan Administrasi Perkantoran Jumlah pemenuhan jenis pelayanan administrasi perkantoran bagi aparatur OPD 12 476,924,20 0 12 955,981,000 12.00 900,853,561 100.00 94.23 24.00 1,377,777,761 40 59.13 Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur cakupan layanan sarana dan prasarana aparatur 92 501,516,41 1 93 671,604,000

(23)

Peningkatan sarana dan prasarana aparatur Jumlah bulan layanan peningkatan sarana dan prasarana aparatur 12 501,516,41 1 12 671,604,000 12.00 646,463,719 100.00 96.26 24.00 1,147,980,130 40 1,183.48 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Prosentase peningkatan kapasitas aparatur 0 - 100 199,085,000

Pendidikan dan Pelatihan Formal Jumlah aparatur yang mengikuti diklat 0 - 5 58,300,000 5.00 49,337,000 100.00 84.63 5.00 49,337,000 25 6.17 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Jumlah aparaturyan g mengikuti peningkatan kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 - 90 140,785,000 76.00 129,485,000 84.44 91.97 76.00 129,485,000 15.2 34.53 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Prosentase penyelesaia n dokumen perencanaa n dan keuangan secara tepat waktu 100 111,771,30 0 100 190,845,160 Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Jumlah dokumen perencanaa n dan pelaporan yang tersusun 7 53,626,300 7 76,484,000 7.00 76,152,100 100.00 99.57 14.00 129,778,400 40 34.61 Pendataan a katas kelautan, perikanan, usper dan monitoring evaluasi Jumlah dokumen data a katas 11 58,145,000 16 29,405,000 8.00 28,850,000 50.00 98.11 19.00 86,995,000 21.11111 19.12

(24)

dan perikanan yang mutakhir dan laporan monev Penyusunan Peraturan Daerah Bidang Peternakan dan Perikanan Jumlah peraturan daerah bidang peternakan yang tersusun 0 - 1 84,956,160 1.00 12,810,000 100.00 15.08 1.00 12,810,000 20 1.63 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak Peningkatan pelayanan dan pencegahan penyakit hewan 1 336,030,750 Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak Jumlah ternak yang terlayani pencegahan kesehatan hewan 2960 78,812,875 17,000 101,818,000 47100.00 98,987,600 277.06 97.22 50060.00 177,800,475 1088.261 30.92

Pembinaan a ka/ a katas veteriner Jumlah petugas a ka dan a katas yang terbina 0 - 30 40,155,000 42.00 32,980,000 140.00 82.13 42.00 32,980,000 17.5 10.99 Sosialisasi, monitoring, pengawasan peredaran dan penggunaan obat hewan Jumlah Poultryshop/ Petshop/Pet ernak yang termonitor 78 24,100,000 96 65,003,750 96.00 59,753,750 100.00 91.92 174.00 83,853,750 12.52 18.43

Fasilitasi Puskeswan Jumlah Puskeswan yang terfasilitasi 0 - 4 53,699,000 4.00 49,223,000 100.00 91.66 4.00 49,223,000 100 8.56 Pelaksanaan dan monitoring penanganan penyakit ternak Jumlah ternak sakit yang tertangani 0 - 800 49,100,000 1187.00 48,110,000 148.38 97.98 1187.00 48,110,000 0.68 5.55

(25)

Pemeriksaan dan pengawasan lalu lintas ternak Jumlah rekomendasi yang diterbitkan 0 - 100 26,255,000 85.00 23,448,400 85.00 89.31 85.00 23,448,400 8.5 11.17 Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan Prosentase peningkatan produksi daging, telur, susu 1,11 681,244,670 Monitoring dan pembinaan kelompok ternak penerima bantuan pemerintah Jumlah kelompok/p eternak yang terbina 0 - 250 38,292,500 267.00 37,967,500 106.80 99.15 267.00 37,967,500 44.5 8.83

Verifikasi kelompok calon lokasi/penerima bantuan ternak pemerintah dan sarana pendukung Jumlah kelompok/p eternak yang terverifikasi 0 - 50 - 0.00 - 0.00 #DIV/0! 0.00 - 0 -

Penyusunan data potensi peternakan Jumlah dokumen yang tersusun 1 111,200,00 0 1 81,955,350 0.50 68,572,500 50.00 83.67 1.50 179,772,500 30 27.66 Pembinaan, Pengembangan dan sosialisasi mutu pakan ternak Jumlah Peternak yang terbina 0 - 380 134,372,000 380.11 134,372,000 100.03 100.00 380.11 134,372,000 50.68 35.83 Pemeriksaan kebuntingan sapi produktif Jumlah akseptor IB yang terpantau status reproduksiny a 614 40,050,000 800 13,960,000 180.00 12,755,000 22.50 91.37 794.00 52,805,000 17.64 8.25 Pengembangan teknologi peternakan tepat guna dan pengawasan mutu pakan Jumlah sampel pakan ternak yang terawasi 707 69,907,500 650 197,738,500 860.00 195,882,500 132.31 99.06 1567.00 265,790,000 41.24 58.42 Pembinaan, Pengawasan Mutu dan Peredaran Bibit Ternak Jumlah bibit yang terawasi 0 - 100 214,926,320 298.00 200,219,180 298.00 93.16 298.00 200,219,180 39.21 47.11

(26)

Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan Peningkatan pemasaran hasil peternakan 1 258,626,600

Fasilitasi pasar murah di Kabupaten Blitar menjelang Idhul Fitri

Jumlah produk peternakan yang berpartisipas i dalam pasar murah menjelang Idhul Fitri di Kab. Blitar 3180 12,600,000 6,000 20,465,000 3242.00 20,465,000 54.03 100.00 6422.00 33,065,000 19.76 13.23 Pendampingan kegiatan pelayanan informasi pasar Jumlah Laporan informasi harga pasar produk peternakan yang tersusun 0 - 4 21,076,600 4.00 20,626,000 100.00 97.86 4.00 20,626,000 6.67 16.50

Fasilitasi sarana dan prasarana pasar produksi peternakan Jumlah sarana dan prasarana pasar produksi peternakan yang terfasilitasi 0 - 2 217,085,000 2.00 214,200,000 100.00 98.67 2.00 214,200,000 100 21.42 Program Peningkatan Pembinaan Usaha dan Agribisnis Peternakan Peningkatan pembinaan usaha dan agribisnis peternakan 3 273,399,000

Fasilitasi pertemuan dan pelatihan kelompok ternak Jumlah peternak/ kelompok ternak yang terfasilitasi permintaan pelatihannya 0 - 875 159,184,000 625.00 127,452,000 71.43 80.07 625.00 127,452,000 312.5 10.20

(27)

Pelatihan kelompok agribisnis peternakan Jumlah peternak yang terbina dalam pengembang an agribisnis peternakan 0 - 150 103,000,000 150.00 96,945,000 100.00 94.12 150.00 96,945,000 71.43 64.63 Pendampingan Lomba Nasional Jumlah kelompok ternak yang mengikuti Lomba Nasional 0 - 1 11,215,000 0.00 10,915,000 0.00 97.33 0.00 10,915,000 0 6.62 Program Pengawasan Mutu/ Kualitas Produk Peternakan Peningkatan pengawasan bahan/prod uk peternakan 1 1,384,487,533 Pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan produk pangan asal hewan

Jumlah bahan pangan asal hewan yang terawasi 152 59,439,150 307 127,208,200 307.00 104,334,025 100.00 82.02 459.00 163,773,175 42.70 16.38

Pembinaan dan sosialisasi pemotongan ternak Jumlah pelaku usaha pemotongan ternak yang terbina 0 - 50 40,815,000 25.00 37,045,000 50.00 90.76 25.00 37,045,000 11.90 15.76 Monitoring dan pengawasan penyembelihan hewan qurban Jumlah hewan qurban yang terawasi 13018 40,120,000 12000 107,500,050 15164.00 95,730,900 126.37 89.05 28182.00 135,850,900 46.54 30.19 Fasilitasi RPH Jumlah RPH/RPU yang terfasilitasi 0 - 5 267,426,000 3.00 155,075,000 60.00 57.99 3.00 155,075,000 60 15.37

Pembinaan pelaku usaha untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Jumlah pelaku usaha produk asal hewan yang terbina 0 - 25 19,365,000 46.00 18,490,000 184.00 95.48 46.00 18,490,000 9.2 7.40

(28)

Pembangunan/Rehabilita si/Renovasi sarana dan prasarana peternakan Jumlah sarana/prasa rana peternakan yang terbangun/t erenovasi 0 1 822,173,283 0.00 - 0.00 0.00 0.00 - 0 NA Program Pembinaan Lingkungan Sosial Peningkatan ketrampilan di bidang peternakan 100,000,000 Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat Jumlah masyarakat yang terbina ketrampilan bidang peternakan 180 136,706,00 0 180 100,000,000 180.00 87,425,000 100.00 87.43 360.00 224,131,000 70.59 26.06

Urusan Kelautan dan Perikanan Program pengembangan perikanan tangkap Persentase peningkatan produksi perikanan tangkap 1,621,925,000

Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan Jumlah tempat pelelangan ikan yang terfasilitasi sarana dan prasaranany a 0 - 1 317,762,500 1.00 305,168,264 100.00 96.04 1.00 305,168,264 20 21.05 Kegiatan Pendaftaran Kapal Perikanan Jumlah kapal perikanan yang terdaftar 0 - 230 19,525,000 234.00 19,525,000 101.74 100.00 234.00 19,525,000 19.75 9.76 Kegiatan Penerapan Teknologi Penangkapan Ikan Jumlah nelayan yang mengikuti pelatihan teknologi penangkapa 0 - 50 31,777,500 50.00 29,500,000 100.00 92.83 50.00 29,500,000 10 5.90

(29)

n ikan

Kegiatan Penyediaan Armada dan Peralatan Penangkapan Ikan untuk Nelayan Kecil Jumlah penambahan armada dan peralatan penangkapa n ikan untuk nelayan kecil 0 - 100 933,760,000 0.00 - 0.00 0.00 0.00 - 0 - Kegiatan Diversifikasi Keluarga Nelayan Jumlah keluarga nelayan yang mempunyai usaha tambahan 0 - 120 158,000,000 120.00 157,469,200 100.00 99.66 120.00 157,469,200 24 28.12 Kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan usaha Nelayan Jumlah kelompok yang terbina dan terfasilitasi permodalan usahanya 0 - 50 161,100,000 50.00 160,965,000 100.00 99.92 50.00 160,965,000 18.80 33.89 Program pengembangan perikanan budidaya Persentase peningkatan produksi perikanan budidaya konsumsi 2,488,981,009 Persentase peningkatan produksi perikanan budidaya non konsumsi Pendamping Sertifikasi Hak Atas Tanah Pembudidaya Ikan Jumlah bidang tanah yang terbantu proses 50 23,410,000 50 47,145,000 50.00 46,155,000 100.00 97.90 100.00 69,565,000 40 13.91

(30)

kegiatan pra sertifikasi a katas tanah pembudiday a ikan Pendamping Pelestarian dan Pengembangan Program Anti Kemiskinan (APP) Jumlah rumah tangga miskin yang dibantu 5 14,835,000 5 40,190,000 5.00 39,615,000 100.00 98.57 10.00 54,450,000 40 13.96

Gelar Produk Perikanan Budidaya Jumlah pelaku usaha yang terfasilitasi dalam gelar produk 0 - 400 190,345,000 400.00 165,248,500 100.00 86.82 400.00 165,248,500 20 22.03 Pembangunan Sarana dan Prasarana Balai Benih Ikan (DAK) Jumlah sarana dan prasarana BBI yang diadakan 1 99,655,000 2 1,337,321,009 1.00 375,097,028 50.00 28.05 2.00 474,752,028 33.33 7.78 Peningkatan Mutu SDM dan Kelembagaan Pembudidaya Ikan Jumlah pembudiday a yang dibina 0 - 100 141,625,000 185.00 131,107,500 185.00 92.57 185.00 131,107,500 30.83 11.92

Optimalisasi Balai Benih Ikan ( BBI ) Jumlah BBI yang mampu operasional 2 84,531,000 2 96,220,000 2.00 96,021,000 100.00 99.79 4.00 180,552,000 200 13.63 Pendaftaran pelaku usaha perikanan budidaya Jumlah pelaku usaha perikanan budidaya yang terdaftar 0 - 100 47,760,000 180.00 33,325,000 180.00 69.78 180.00 33,325,000 12 7.41 Pemantauan dan pencegahan

perkembangan hama dan penyakit ikan Jumlah pelayanan pemantauan dan pencegahan kesehatan 90 114,224,29 0 110 557,575,000 169.00 506,613,000 153.64 90.86 259.00 620,837,290 43.90 19.55

(31)

ikan dan lingkungan Pendampingan dan standarisari pengelolaan perikanan budidaya Jumlah pembudiday a yang terfasilitasi untuk standarisasi pengelolaan perikanan budidaya 0 - 5 30,800,000 10.00 22,260,000 200.00 72.27 10.00 22,260,000 28.57 5.64

(32)

2.3 Isu – isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD

Analisis SWOT isu strategis Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut:

Analisis SWOT Isu-Isu Strategis

Strength (S) Weakness (W)

Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar

Keterbatasan aparatur dalam jumlah maupun kualifikasi

Adanya regulasi tentang pengembangan kawasan budidaya dan akses permodalan pelaku usaha perikanan

Ketersediaan sarana

prasarana penunjang kinerja internal kelembagaan yang terbatas

Dukungan anggaran

Pemerintah Kabupaten Blitar yang konsisten

Lemahnya koordinasi dan komunikasi lintas bidang Lingkungan Sumberdaya Ikan

yang relatif belum tercemar

Pengembangan perikanan belum optimal dan terpadu

Tingginya potensi usaha

peternakan di wilayah

Kabupaten Blitar

Masih adanya Penyakit

Hewan Menular Strategis (PHMS)

Meningkatnya penanganan

kasus Penyakit Menular

Hewan Strategis (PHMS)

Fluktuasi Harga produk

peternakan dan sarana

prasarana peternakan

Dukungan Anggaran

Pemerintah Daerah yang

konsisten

Keterbatasan jumlah pakan dan bibit yang berkualitas Dukungan lingkungan kerja

yang kondusif

Kurangnya jumlah dan

kualitas SDM Adanya komitmen kerja yang

konsisten antara pimpinan dan pelaksana

Kurangnya kualitas dan

kuantitas sarana dan

prasarana perkantoran

Kerjasama antar pegawai

mendukungan pelaksanaan

tugas pokok dan fungsi

Menciptakan efektitifitas organisasi melalui

pemenuhan administrasi perkantoran serta sarana dan prasarana secara kualitas maupun kuantitas

(33)

O p p or tu n it y (O ) Adanya perkembangan teknologi budidaya dan penangkapan ikan Mendorong peningkatan produksi melalui pengembangan dan

pemberdayaan pelaku usaha dan kelembagaan perikanan budidaya

1. Meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan organisasi melalui

pemenuhan administrasi perkantoran dan sarana prasarana aparatur 2. Mengoptimalkan sistem perencanaan, pelaporan dan peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur untuk mewujudkan profesionalisme dan akuntabilitas kinerja Adanya program kegiatan kelautan dan perikanan pusat Tingginya potensi pasar nasional dan internasional Jumlah pembudidaya dan nelayan yang cukup besar Kekompakan OPD terkait dalam pemenuhan bahan pakan ternak

Peningkatan kualitas mutu bibit dan pakan ternak

Intensifikasi penanggulangan penyakit ternak Fluktuasi harga produk peternakan (telur)

(34)

Th re at ( T) Pelanggaran Peraturan Kelautan dan Perikanan dalam penangkapan Ikan Mengembangkan upaya perikanan tangkap untuk mengoptimalkan produktivitas Mendorong peningkatan produksi melalui pengembangan dan

pemberdayaan pelaku usaha dan kelembagaan perikanan budidaya Kualitas Sarana dan Prasarana Budidaya dan Tangkap yang kurang memadai Rendahnya kualitas SDM dan Kelembagaan Pelaku Usaha Perikanan Penurunan kualitas lingkungan kelautan dan perikanan Tuntutan pasar akan ketersediaan ternak yang sehat dan produknya yang ASUH Mengembangkan usaha

peternakan yang berkualitas

dan berstandar sesuai

permintaan pasar

Pengembangan produk hasil peternakan dan penguatan modal Adanya investor Asing yang masuk ke Indonesia (MEA)

Berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut dapat dihasilkan tujuh (7) Strategi (St.) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar antara lain;

1) Meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan organisasi melalui pemenuhan administrasi perkantoran dan sarana prasarana aparatur

2) Mengoptimalkan sistem perencanaan, pelaporan dan peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur untuk mewujudkan profesionalisme dan akuntabilitas kinerja

(35)

4) Intensifikasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak 5) Pengembangan produk hasil peternakan dan penguatan modal

6) Mendorong peningkatan produksi melalui pengembangan dan pemberdayaan pelaku usaha dan kelembagaan perikanan budidaya

7) Meningkatkan produksi perikanan tangkap melalui pengembangan perikanan tangkap

Merujuk pada strategi yang telah dirumuskan, maka ditetapkan beberapa kebijakan teknis untuk mendukung implementasi strategi tersebut. Kebijakan disusun menggunakan analisis Balanced Score Card (BSC) yaitu menggunakan analisis empat perspektif meliputi perspektif masyarakat, perspektif bisnis process, perspektif kelembagaan, dan perspektif keuangan. Kebijakan untuk tahun depan adalah sebagai berikut.

Strategi 1:

Meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan organisasi melalui pemenuhan administrasi perkantoran dan sarana prasarana aparatur

No Perspektif Kebijakan Umum Program

1 Perspektif 1: Masyarakat - - 2 Perspektif 2: Proses Internal Menjamin terpenuhinya layanan administrasi perkantoran dan sarana prasarana aparatur

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

- Program Peningkatan Sarana

dan Prasarana Aparatur

3 Perspektif 3:

Kelembagaan - -

4 Perspektif 4:

(36)

Strategi 2:

Mengoptimalkan sistem perencanaan, pelaporan dan peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur untuk mewujudkan profesionalisme dan akuntabilitas kinerja

No Perspektif Kebijakan Umum Program

1 Perspektif 1: Masyarakat - - 2 Perspektif 2: Proses Internal Mendorong optimalisasi pemanfaatan sistem

perencanaan dan pelaporan

Program Perencanaan, penganggaran, pengendalian dan Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 3 Perspektif 3: Kelembagaan - - 4 Perspektif 4: Keuangan - - Strategi 3:

Peningkatan kualitas mutu bibit dan pakan ternak

No Perspektif Kebijakan Umum Program

1 Prespektif 1 :

Masyarakat

Mendorong optimalisasi

ketersediaan produk hasil peternakan

Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 2 Prespektif 2: Proses internal - - 3 Prespektif 3: Kelembagaan - - 4 Prespektif 4: Keuangann - - Strategi 4:

Intensifikasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak

No Perspektif Kebijakan Umum Program

1 Prespektif 1 :

Masyarakat

Menjamin kondisi ternak bebas penyakit

Program Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit Ternak 2 Prespektif 2: Proses internal - - 3 Prespektif 3: Kelembagaan - - 4 Prespektif 4: - -

(37)

Strategi 5:

Pengembangan produk hasil peternakan dan penguatan modal

No Perspektif Kebijakan Umum Program

1 Prespektif 1 :

Masyarakat

Menjamin kualitas produk pangan asal hewan layak konsumsi dan produk non pangan asal hewan layak pakai

Program pengawasan mutu/ kualitas produk peternakan

2 Prespektif 2: Proses internal - - 3 4 Prespektif 3: Kelembagaan Menjamin adanya peningkatan kapasitas manajemen kelembagaan dan SDM peternak

Program Pembinaan Lingkungan Sosial

Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

4 Prespektif 4:

Keuangan

Mendorong peningkatan

minat masyarakat untuk beternak

Program Peningkatan

Pemasaran Hasil Produksi

Peternakan

Strategi 6:

Mendorong peningkatan produksi melalui pengembangan dan pemberdayaan usaha dan kelembagaan perikanan budidaya

No Perspektif Kebijakan Umum Program

1 Perspektif 1:

Masyarakat

Meningkatkan produktivitas perikanan budidaya melalui ekstensifikasi dan intensifikasi Pengembangan Perikanan Budidaya 2 Perspektif 2: Proses Internal - - 3 Perspektif 3: Kelembagaan 4 Perspektif 4: Keuangan - -

(38)

Strategi 7:

Meningkatkan produksi perikanan tangkap melalui pengembangan perikanan tangkap

No Perspektif Kebijakan Umum Program

1 Perspektif 1: Masyarakat Mengoptimalkan intensifikasi perikanan tangkap untuk meningkatkan produktivitas Pengembangan Perikanan Tangkap 2 Perspektif 2: Proses Internal - - 3 Perspektif 3: Kelembagaan - -

(39)

Penjabaran program dan kegiatan terhadap pencapaian visi misi Kepala Daerah Kabupaten Blitar dapat dilihat pada pohon kinerja Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar sebagai berikut :

Prosentase peningkatan produksi perikanan budidaya

Meningkatkan ekonomi masyarakat peternakan dan perikanan (% kontribusi pada PDRB)

Prosentase peningkatan produksi perikanan

tangkap

Meningkatnya produksi dan produktifitas hasil perikanan budidaya dan tangkap berkelanjutan

TUJUAN OPD

Prosentase Peningkatan Populasi Ternak

Meningkatnya produksi dan kualitas produk peternakan

1. Jumlah TPI terfasilitasi 2. Jumlah nelayan yang

dibina

3. Jumlah penambahan armada & peralatan penangkapan ikan 1. Meningkatnya pengelolaan TPI 2. Meningkatnya pemberdayaan nelayan 3. Meningkatnya sarpras perikanan tangkap

1. Jumlah pelaku usaha yang dibina 2. Jumlah pembudidaya yang terfasilitasi standarisasi pengelolaan perikanan budidaya 3. Jumlah pelayanan pemantauan kesehatan ikan 1. Meningkatnya SDM

pelaku usaha perikanan

2. Meningkatnya budidaya

ikan

3. Meningkatnya

kesehatan ikan

1. Jumlah hewan yang dilayani pencegahan dan penanggulangan penyakit 2. Jumlah bibit terawasi 3. Jumlah sampel pakan

terawasi

4. Jumlah kelompok / ternak binaan 1. Meningkatnya pelayanan pencegahan & penanggulangan penyakit hewan 2. Meningkatnya ketersediaan bibit ternak 3. Meningkatnya kualitas pakan ternak 4. Meningkatnya pembinaan usaha peternakan ESELO N 3 ESEL ON 4

6 KEGIATAN 7 KEGIATAN 12 KEGIATAN PELAKSA

NA 1. Jumlah pengawasan PAH 2. Jumlah Pengawasan non PAH 3. Jumlah pengawasan hewan qurban 4. Jumlah pengawasan pemotongan RPH Meningkatnya pengawasan produk peternakan 3 KEGIATAN Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Jumlah Produksi Perikanan Konsumsi dan

Non konsumsi 1. % PHMS yang tertangani sesuai dengan waktu tanggap

2. % peningkatan produksi daging, telur, susu 3. % Peningkatan

pemasaran hasil ternak yang terfasilitasi 4. % Peningkatan Peternak terampil Jumlah Produk peternakan yang tersertivikasi Meningkatnya Produksi Perikanan Tangkap Meningkatnya Produksi Perikanan Budidaya 1. Meningkatnya status kesehatan ternak 2. Meningkatnya Produksi

dan pembinaan usaha peternakan

Meningkatnya Mutu Produk Peternakan Meningkatnya produktivitas usaha masyarakat, koperasi, UMKM berbasis

pertanian dan pariwisata

ESELON 2

Prosentase produk peternakan yg layak edar

(40)

Di tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini, pemerintah fokus untuk melaksanakan lima Prioritas Nasional yaitu: (1) Pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar; (2) Pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman; (3) Peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian, industri, pariwisata dan jasa produktif lainnya; (4) Pemantapan ketahanan energi, pangan dan sumber daya air; dan (5) Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mendukung pencapaian prioritas nasional ke-3. Adapun isu strategis yang ada pada saat ini adalah :

1. Nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan hasil pertanian, perikanan dan kehutanan

masih rendah.

2. Pemanfaatan iptek dan hasil inovasi untuk peningkatan produktivitas dan

penciptaan nilai tambah masih rendah.

Program prioritas Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2020-2024 yaitu peningkatan SDM, pemberdayaan dan perlindungan usaha, pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP), peningkatan pengawasan SDKP; industrialisasi kelautan dan perikanan; peningkatan usaha dan investasi; penguatan kebijakan dan regulasi berbasis data, informasi, pengetahuan faktual, dan komunikasi dengan stakeholders, dan reformasi birokrasi. Langkah operasional yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi dengan stakeholders kelautan dan perikanan, mengoptimalkan perikanan budidaya, membangkitkan industri kelautan dan perikanan melalui pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dan penguatan sistem karantina ikan, pengelolaan laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil, penguatan pengawasan SDKP; serta penguatan SDM dan inovasi riset kelautan dan perikanan. Program yang direncanakan pada Dinas Peternakan dan Perikanan tahun 2021 diarahkan untuk mendukung pencapaian target produksi perikanan nasional baik itu dari bidang tangkap maupun bidang budidaya. Selain itu juga diarahkan untuk pemulihan perekonomian dampak Covid-19 melalui pembinaan, pemberdayaan dan pelatihan pengolahan hasil perikanan. Program yang mendukung pencapaian program nasional ini adalah Program Pengembangan

Referensi

Dokumen terkait

Maksud dari penyusunan Renja Bappeda Litbang Kota Palembang Tahun 2021 adalah memberikan arah sekaligus pedoman bagi Bappeda Litbang Kota Palembang dalam mendukung perwujudan

Kegiatan Penerbitan Izin Usaha Simpan Pinjam untuk Koperasi dengan Wilayah Keanggotaan Lintas Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (Satu) Daerah Provinsi Rp. 437.460.000,-

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukabumi merupakan unsur pelaksana urusan pemerintah bidang penanaman modal di Kabupaten Sukabumi

Rubini Mempawah akan melaksanakan 3 (tiga) Program dan 13 Kegiatan yang bersumber dari dana APBD, DAK Fisik serta 1 Program 1 Kegiatan 1 Sub Kegiatan yaitu Program

Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 disusun dengan mengacu pada sasaran dan prioritas pembangunan daerah, program dan kegiatan, indikator dan

Pertumbuhan jumlah omset yang difasilitasi dan Nilai rata-rata volume usaha koperasi yang difasilitasi serta indikator program yaitu program peningkatan kualitas kelembagaan

Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2019 Indikator Kinerja Program ( outcome ) / Kegiatan ( output ) Pelayanan Penerbitan Pendaftaran Kapal Perikanan dengan

Berdasarkan Permendagri 86 Tahun 2017 tentang tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan