• Tidak ada hasil yang ditemukan

KIE di Rumah Riset Jamu. Dikompilasi dari materi Pelatihan Apoteker Saintifkasi Jamu di B2P2TOOT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KIE di Rumah Riset Jamu. Dikompilasi dari materi Pelatihan Apoteker Saintifkasi Jamu di B2P2TOOT"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

KIE di Rumah Riset Jamu

Dikompilasi dari materi

Pelatihan Apoteker Saintifkasi Jamu di B2P2TOOT

(2)

PMK No. 003/Per/I/Menkes/2010

Saintifikasi Jamu dalam Penelitian Berbasis

Pelayanan Kesehatan

Tujuan

1. Memberikan landasan ilmiah (evidence based)

2. Mendorong terbentuknya jejaring dokter, dokter

gigi, dan nakes lainnya sebagai peneliti

3. Meningkatkan penelitian

4. Penyediaan jamu yang aman dan memiliki khasiat

nyata yang teruji secara ilmiah

(3)

ALUR RRJ

PASIEN

GRIYA JAMU

R. PENDAFTARAN

PULANG

Px. PENUNJANG

Kimia darah Hematologi R. PERIKSA Informed Consent-Request Consent 3

(4)

PENDAFTARAN

Hal yang perlu :

1. Identitas Lengkap pasien (nama, umur, alamat, no

telepon, pekerjaan)

2. Rekam Medis

3. Informed Consent

(5)

Apoteker jamu

Peran apoteker:

Praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk

pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atas

resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional (Psl 108 UU 36 / 2009)

(6)

Apa yang dipersiapkan ??

Mempelajari & mengenal, mengetahui TO

Tahu kandungan zat aktif & khasiat

Tahu cara penggunaan

Tepat pemilihan bahan/ramuan

Tepat telaah informasi (buku vademicum SJ)

Sesuai dengan indikasi penyakit

Dapat menginterprestasikan resep herbal dari dokter.

Mampu melayani permintaan peresepan dokter tentang

(7)

APOTEKER Memiliki :

1.

PENGUASAAN TANAMAN OBAT ( + 200 ,

vademekum SJ 1-3 80 TO, MMI, FHI, cabe puyang,

serat centini )

2.

MENGUASAI OT

3.

STANDARISASI TO

4.

TEHNIK PASCA PANEN

5.

PENGOLAHAN TO

6.

Farmakologi dan terapi (Fitoterapi)

(8)

Compounding( peracikan) & Dispensing

(pembagian kegiatan pelayanan )

Langkah – langkah yg perlu dilakukan :

1. Menerima dan memvalidasi resep

2. Dapat membaca dan mengkaji resep dr sj

3. Mampu menterjemahkan resep dokter ( Mengerti dan menginterpretasikan resep , ada kemampuan tentang bahan jamu yang digunakan : budidaya, daerah, jenis, pengadaan, kebutuhan, profil, distribusi,... pelayanan)

4. Menapis profil pengobatan penderita

5. Mampu menyiapkan, membuat dan peracikan jamu

6. Monev hasil peracikan

7. Penyerahan (mendistribusikan) hasil racikan pd pasien

(9)

Dispensing Jamu

Personal Dispensing

1.Pengetahuan tentang jamu yang mau didispensing, seperti penggunaan umum, dosis yang digunakan, efek

samping yang ditimbulkan, mekanisme kerja obat, interaksi dengan obat lain/makanan, penyimpanan yang baik, dll.

2. Keterampilan kalkulasi dan aritmatik yg baik. 3. Keterampilan mengemas yang baik.

4. Bersifat bersih, teliti, dan jujur.

5. Memiliki sikap dan keterampilan yang baik dalam berkomunikasi dengan penderita dan profesional kesehatan lain.

(10)

PMK. No. 028/Menkes/Per/I/2011

tentang Klinik

Pasal 24

(1) Klinik menyelenggarakan pengelolaan dan pelayanan

kefarmasian melalui ruang farmasi  Apoteker

(2) Apabila klinik berada di daerah yang tidak terdapat

apoteker sebagaimana dimaksud pada ayat (1) =

tenaga teknis kefarmasian

(3) Ruang farmasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

hanya dapat melayani resep dari tenaga medis di

klinik yang bersangkutan.

(11)

Apotek Klinik Jamu

Adalah suatu unit yang berada di bawah Klinik

Jamu yang bertugas menyiapkan dan

menyajikan jamu sesuai dengan resep dokter

kepada pasien, yang terdiri dari jamu dan/ obat

konvensional.

(12)

1. Pelayanan Resep

1.Skrining Resep

2.Penyiapan Obat

(13)

Skrining resep

13

• Kesesuaian farmasetik : bentuk sediaan, dosis, potensi, stabilitas, inkompatibilitas, cara dan lama pemberian • Pertimbangan klinis : adanya alergi, efek samping,

interaksi, kesesuaian (dosis, durasi, jumlah obat, dan lain lain).

• Persyaratan Administratif

• Ragu ?  konsultasikan kepada dokter penulis resep dengan memberikan pertimbangan dan alternatif

seperlunya bila perlu menggunakan persetujuan setelah pemberitahuan (informed consent)

(14)

Penyiapan obat

1

.

Peracikan.

2. Etiket  harus jelas dan

dapat dibaca.

3. Kemasan obat yang

diserahkan

4. Penyerahan

5. Informasi Obat

6. Konseling.

7. Monitoring

14

(15)

2. Promosi, edukasi

Edukasi apabila masyarakat ingin mengobati

diri sendiri (swamedikasi) untuk penyakit

ringan dengan memilihkan obat yang sesuai .

Promosi (leaflet)

Diseminasi informasi, antara lain dengan

penyebaran leaflet /brosur, poster,

penyuluhan, dan lain lainnya

(16)

3. Home care

sebagai care giver diharapkan juga dapat

melakukan pelayanan kefarmasian yang bersifat

kunjungan rumah, khususnya untuk kelompok

lansia dan pasien dengan pengobatan penyakit

kronis lainnya.

Untuk aktivitas ini apoteker harus membuat

catatan berupa catatan pengobatan (medication

(17)

Kompetensi Komunikasi Farmasi

Memantapkan hubungan profesional antara farmasis dengan pasien

dan keluarganya dengan sepenuh hati dalam suasana kemitraan

untuk menyelesaikan masalah terapi obat

Memantapkan hubungan profesional antara farmasis dengan tenaga

kesehatan lain dalam rangka mencapai keluasan terapi yang optimal

khususnya dalam aspek obat

Memantapkan hubungan dengan semua tingkat/ lapisan managemen dengan bahasa managemen berdasarkan atas semangat asuhan

kefarmasian

Memantapkan hubungan dengan sesama farmasis berdasarkan saling menghormati dan mengakui kemampuan profesi demi tegaknya

(18)

Kebutuhan kompetensi

1. Keterampilan klinis untuk menyelesaikan masalah terapi obat

untuk pasien.

2. Pengetahuan tentang pasien (informasi pribadi, sosial, dan

fisiologis).

3. Pengetahuan tentang penyakit (karakteristik penyakit, niat

pengobatan, dan tujuan terapi) dan pengetahuan tentang terapi obat (karakteristik obat, tindakan obat pada pasien, dan hasil dari terapi obat).

4. Pengetahuan ilmu dasar seperti berkaitan dengan sifat obat,

biologi manusia.

5. Farmakologi, farmakoterapi.

6. Asuhan Kefarmasian (bagaimana kita menerapkan pengetahuan

(19)

Komunikasi Informasi Edukasi

Komunikasi : Interaksi antara dua pihak yaitu komunikator dan

penerima pesan melalui suatu proses sehingga terjadi pemindahan pesan secara sempurna

Informasi :Setiap data atau pengetahuan objektif, diuraikan secara ilmiah dan terdokumentasi mencakup farmakologi, toksikologi dan penggunaan terapi dari obat.

Edukasi : Memberikan instruksi & mengembangkannya utk

meningkatkan pengetahuan & pemahaman terhadap obat, sehingga mendorong perubahan perilaku. Terutama meningkatkan kepatuhan

(20)

Bab III Pelayanan

(PMK 1072, 2004)

(21)

Alasan Konseling

1/3 pasien tidak menerima konseling mengenai obatnya

dari dokter

Pengobatan gagal mentaati instruksi 30 – 48%

Geriatri --- 55% salah aturan pakai

Nonprescriptions --- 15 – 66% drug misuse

Dengan konseling 85% patuh

Tanpa konseling 63% patuh

Makin tahu pasien masalah kesehatannya, makin taat

mengikuti instruksi pengobatan

Untuk itu KIE akan sangat membantu untuk memperbaiki

ketaatan pasien.

(22)

Identifikasi Peran Apoteker dalam

Program Saintifikasi Jamu

Proses pembuatan/penyediaan simplisia, penyimpanan

Pelayanan resep jamu mencakup skrining resep,

penyiapan, peracikan, pemberian etiket, pengemasan

jamu, penyerahan jamu, dan informasi jamu.

Konseling.

Monitoring penggunaan jamu.

Promosi dan edukasi, penyuluhan

Pelayanan residensial (home care).

Pencatatan dan pelaporannya

(23)

KIE dalam Saintifikasi Jamu

Jamu adalah ramuan yang sudah turun menurun digunakan. Pemanfaatan jamu tetap sama seperti yang digunakan leluhur, namun bentuknya saat ini adalah dengan berbagai macam yaitu serbuk, pil, kapsul, minuman cair, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Penelitian pelayanan jamu memanfaatkan pasien yang memilih jamu untuk mengatasi keluhan/penyakitnya, sebagai respoden. Kerjasama tim dokter, apoteker dan pasien sangatlah erat, untuk menghasilkan penelitian pelayanan yang memenuhi metodologi yang ditentukan. Apoteker sangat berperan dalam menjaga atau memelihara kepatuhan pasien untuk minum jamu.

(24)

Kepatuhan

Kepatuhan minum jamu dalam penelitian

pelayanan dapat diartikan sebagai perilaku

pasien yang mentaati semua nasehat dan

petunjuk yang dianjurkan oleh dokter

Saintifikasi Jamu dan apoteker Saintifikasi

Jamu.

(25)

Cara Meningkatkan Kepatuhan

(1)

Australian College of Pharmacy Practice, 2001; Drennan.V, Graw.C,2000

Memberikan informasi kepada pasien akan manfaat dan

pentingnya kepatuhan untuk mencapai keberhasilan

pengobatan.

Mengingatkan pasien untuk melakukan segala sesuatu

yang harus dilakukan demi keberhasilan pengobatan

melalui telepon atau alat komunikasi lain.

Menunjukkan kepada pasien kemasan jamu yang

sebenarnya

Memberikan keyakinan kepada pasien akan efektivitas

jamu dalam penyembuhan.

(26)

Cara Meningkatkan Kepatuhan

(2)

Australian College of Pharmacy Practice, 2001; Drennan.V, Graw.C,2000

Memberikan informasi risiko ketidakpatuhan.

Memberikan layanan kefarmasian dengan observasi

langsung, mengunjungi rumah pasien dan memberikan

konsultasi kesehatan.

Menggunakan alat bantu kepatuhan seperti

multikompartemen atau sejenisnya.

Adanya dukungan dari pihak keluarga, teman dan

orang-orang sekitarnya untuk selalu mengingatkan pasien, agar

teratur minum obat demi keberhasilan pengobatan.

(27)

Alur OT di RRJ

27

1. Resep dari dr. SJ

R/ dalam bentuk dx  lihat formularium u/ racik R/

1. Skrining resep (menerjemahkan resep ke bentuk

sediaan)

2. Peracikan resep

3. Diberikan ke pasien (cara penyiapan sediaan, waktu

minum, pantangan, saran, dsb)

(28)

Resep jamu

28 R/ Curcuma xanthorrhiza 5g Curcuma domestica 4g Phylanthus niruri 3g Graptophylum pictum 5g Desmodium triquetrum 4g Coleus atropurpureus 4g Simplisia 1 minggu

1. Persiapan (timbang bahan jamu) 2. Cara pakai dan penyiapan jamu

3. Tinjauan pustaka tentang TO (kandungan, khasiat, dosis) 4. Penyerahan disertai dengan KIE

(29)

Cara pakai dan penyiapan jamu

29

1. Kesesuaian resep dicek dengan sediaan ramuan atau kapsul yang akan diberikan. 2. Nama pasien dan alamat pasien dipanggil secara lengkap.

3. Pastikan bahwa pasien yang datang sesuai dengan nama di resep atau pendamping pasien.

4. Kenalkan diri sebagai apoteker kepada pasien.

5. Berikan kantong ramuan kepada pasien dan memberikan informasi tentang cara pemakaian jamu dan cara penggunaan ramuan yaitu:

a. Didihkan 5 gelas air

b. Masukkan 1 kemasan ramuan jamu

c. Tunggu selama ± 15 menit (tunggu sekitar air tersisa 3 gelas dengan nyala api kecil dengan sesekali diaduk).

d. Diamkan hingga hangat atau dingin e. Saringlah dan minum 3x1 gelas tiap hari

(30)

Referensi

Dokumen terkait

Serangan biasanya mulai dari daerah daun tombak bagian bawah, melalui batang yang nantinya akan menimbulkan luka pada dasar pelepah (Zulkefli, 2007). Serangan rayap pada

Tujuan dari penelitian ini; (1) Mengetahui persebaran keruangan hujan di Provinsi Jawa Tengah dan DIY (2) Mengetahui efisiensi sebaran stasiun hujan di Provinsi Jawa Tengah

Dalam proses penciptaan karya seni lukis telah dilakukan secara tahap demi.. tahap sehingga menghasilkan tiga buah karya lukis sesuai dengan

Membuat lukisan dengan bahan yang digunakan untuk melukis menggunakan..

The quisionare guides people to state their evaluation of the level of assets availability and accessibility, and the level of opportunities given by assets,

Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka hasil penelitian akan menguraikan gambaran demografi responden dan keefektifan proses menyusui yang meliputi posisi ibu dan bayi yang

Masalah utama yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah: apakah penerapan metode Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi Arah Mata Angin

Rekonstruksionisme (rekonstruksi, artinya membangun ulang) yang sering kali disebut sebagai rekonstruksi sosial merupakan perkembangan dari gerakan filsafat pendidikan