• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN KURS TERHADAP HARGA SAHAM (Kasus Pada PT Bank Negara Indonesia Tbk Tahun ) Oleh : NURMEITHA DWINA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN KURS TERHADAP HARGA SAHAM (Kasus Pada PT Bank Negara Indonesia Tbk Tahun ) Oleh : NURMEITHA DWINA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN KURS TERHADAP HARGA SAHAM

(Kasus Pada PT Bank Negara Indonesia Tbk Tahun 2001 – 2015)

Oleh :

NURMEITHA DWINA 133402594

email : [email protected] Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi

Jl. Siliwangi No. 24 Tasikmalaya

Dibawah bimbingan:

Prof. Dr. H. Deden Mulyana S.E., M.Si H. Suherman Sodikin S.E., M.M

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh varibel inflasi, suku bunga dan kurs terhadap harga saham PT. Bank Negara Indonesia Tbk tahun 2001 – 2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dan metode korelasional. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda, koefisien determinasi, dan uji signifikansi. Uji signifikan secara simultan menggunakan uji F dan parsial menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel inflasi, suku bunga dan kurs berpengaruh signifikan terhadap harga saham PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Secara parsial variabel suku bunga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Harga Saham, sedangkan variabel inflasi dan kurs berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham.

(2)

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF INFLASION, INTEREST RATE AND EXCHANGE RATE ON STOCK PRICE

(Research In PT Bank Negara Indonesia Tbk Years 2001 – 2015)

This research object were explained the influence of variable inflation, interest rate, and exchange rate on stock price in PT. Bank Negara Indonesia Tbk years 2001 – 2015. The methods used are descriptive analysis method, and correlational method. The instruments of analysis are multiple regression, coefficient of determination, and significant test. The significant test simultaneously used F test and partial used t test. The resulted shown that simultaneously variable inflation, interest rate, and exchange rate significantly influence on stock price in PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Partially, variable interest rate was significantly influence on stock price whereas the inflation and the exchange rate were not significantly influence on stock price in PT. Bank Negara Indonesia Tbk.

Keywords: inflation, interest rate ,exchange rate, stock price

PENDAHULUAN

Perkembangan iklim investasi di Indonesia saat ini, ditandai dengan semakin ramainya transaksi jual-beli saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu menunjukkan adanya dampak positif pada peningkatan perekonomian Indonesia.

Nilai tukar,inflasi dan suku bunga yang wajar akan mendorong pergerakan iklim investasi yang secara langsung mampu mengangkat perekonomian Negara secara makro, karena para investor baik dari dalam maupun luar negeri tertarik untuk menanamkan modalnya di dalam negeri yang tentu memberikan keuntungan para investor itu sendiri dan juga Negara.

Harga saham adalah nilai suatu saham yang mencerminkan kekayaan perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Perubahan harga saham sangat ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan yang terjadi di bursa.

Berikut gambaran Inflasi, Suku Bunga, Kurs dan Harga Saham selama 7 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel dan grafik di bawah ini.

Tabel Data Inflasi, Suku Bunga, Kurs dan Harga Saham Pada Tahun 2009 - 2015

Tahun Inflasi % Suku Bunga %

(BI Rate) Kurs US$/Rp

Harga Saham Per Lembar 2009 2,78 6,50 9.400 1.877 2010 6,96 6,50 8.991 3.875 2011 3,79 6,00 9.068 3.800 2012 4,30 5,75 9.670 3.700

(3)

Tahun Inflasi % Suku Bunga %

(BI Rate) Kurs US$/Rp

Harga Saham Per Lembar

2013 8,38 7,50 12.189 3.950

2014 8,36 7,75 12.440 6.100

2015 3,35 7,50 13.795 4.990

Sumber : www.bi.go.id , www.bps.go.id , dan www.idx.co.id

Tingginya inflasi tahun 2013 melambung tinggi, Menjadikan tahun 2013 sebagai tahun dengan tingkat inflasi tertinggi dan tahun 2009 sebagai tahun dengan tingkat inflasi terendah sepanjang kurun waktu 2009 sampai 2015. Sehingga perekomonian di Indonesia menjadi kurang stabil sehingga berdampak pada harga bahan bakar minyak naik lalu ongkos angkutan menjadi naik berlanjut menjadi harga – harga bahan pokok seperti bawang merah, cabai dan bahan pokok lainnya yang pasokannya berkurang di Indonesia.

Suku bunga di Indonesia mengalami kenaikan dan penurunan, karena jumlah uang yang beredar di masyarakat meningkat sehingga Bank indonesia mengambil kebijakan baru dengan menaikkan suku bunga di Indonesia. Kebijakan ini diambil agar uang yang beredar dapat berkurang di masyarakat sehingga harga bahan bakar minyak, harga angkutan serta hal lainya yang naik dapat stabil kembali. Hal ini juga menyebabkan melemahnya Rupiah terhadap Dollar, karena jumlah barang yang diimpor ke Indonesia lebih tinggi dari barang yang di ekspor ke luar biasanya ini terjadi dikarenakan masyakat yang mempunyai sifat konsumtif ini menyebabkan jumlah impor dan ekspor di Indonesa menjadi tidak stabil.

Kurs dollar di Indonesia meningkat pada tahun sebelumnya seperti pada tahun 2008 Kurs dollar turun tetapi pada tahun tahun 2013 kenaikan yang terjadi tidak terlalu tinggi lalu pada tahun 2015 kurs dollar naik kembali ini terjadi karena perekonomian di Indoensia yang kurang stabil.

Inflasi yang terkadang naik terkadang turun, suku bunga yang juga mengalami kenaikan serta penurunan, lalu kurs dollar yang mengalami kenaikan serta penururan menyebabkan permasalahan perekonomian di Indonesia yang kurang stabil, sehingga kenaikan dan penurunan yang terjadi ini berpengaruh terhadap harga saham yang ada di Indonesia.

LANDASAN TEORI

Mishkin (2008: 13) menyatakan inflasi sebagai kenaikan tingkat harga yang secara terus menerus, memengaruhi individu, pengusaha, dan pemerintah. Menurut Kamus Bank Indonesia secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga – harga secara umum dan terus menerus.

Darmawi (2005: 181), menyatakan tingkat bunga merupakan harga yang harus di bayar oleh peminjam untuk memperoleh dana dari pemberi pinjaman untuk jangka waktu tertentu.

Tucker (1995: 445) menyatakan bahwa: “the exchange rate is the number

of units one nation’s currency that equals one unit of another nation’s currency,”

Kalau kita bicara tentang nilai tukar rupiah atas dolar adalah jumlah mata uang rupiah yang disepakati sama dengan satu unit mata uang asing yaitu satu dolar.

(4)

Suhardi (2007: 91) menyebutkan bahwa harga saham (market price) merupakan nilai pasar (market value) dari setiap lembar saham perusahaan. Pergerakan harga saham ditentukan oleh dinamika penawaran (supply) dan permintaan (demand).

Kerangka Pemikiran

Sirait dan D. Siagian (2002: 227), mengemukakan bahwa kenaikan inflasi dapat menurunkan capital gain yang menyebabkan berkurangnya keuntungan yang diperoleh investor. Di sisi perusahaan, terjadinya peningkatan inflasi, dimana peningkatannya tidak dapat dibebankan kepada konsumen, dapat menurunkan tingkat pendapatan perusahaan. Hal ini berarti resiko yang akan dihadapi perusahaan akan lebih besar untuk tetap berinvestasi dalam bentuk saham, sehingga permintaan terhadap saham menurun. Inflasi dapat menurunkan keuntungan suatu perusahaan sehingga sekuritas di pasar modal menjadi komoditi yang tidak menarik. Hal ini berarti inflasi memiliki hubungan yang negatif dengan harga saham.

Fabozzi (1999:42) menyatakan bahwa perubahan suku bunga dapat mempengaruhi harga saham secara terbalik (citteris paribus). Artinya, jika suku bunga naik maka harga saham turun, sebaliknya jika suku bunga turun maka harga saham akan naik dan hal ini akan sejalan dengan return investasi yang juga akan naik. Tingkat suku bunga ditentukan oleh faktor permintaan dan penawaran akan dana. Jika suku bunga deposito terus meningkat maka ada kecenderungan pemilik dana akan mengalihkan dananya ke deposito dan tentunya akan berakibat negatif terhadap harga saham.

Menurut Mankiw (2004: 85) kurs adalah harga dari mata uang yang digunakan oleh penduduk negara-negara tersebut untuk saling melakukan perdagangan antara satu sama lain. Nilai tukar merupakan indikator penting yang akan berpengaruh pada aktifitas dipasar saham maupun pasar uang. Jika nilai kurs menurun maka harga barang domestik akan relatif lebih murah dibandingkan harga barang luar negeri. Jadi dapat dikatakan bahwa Nilai tukar Rupiah terhadap USD berpengaruh positif terhadap harga saham.

Menurut Mohamad Samsul (2006: 202), perubahan satu variabel makro ekonomi memiliki dampak yang berbeda terhadap harga saham, yaitu suatu saham dapat terkena dampak positif sedangkan saham lainnya terkena dampak negatif. Misalnya, perusahaan yang berorientasi impor, depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika yang tajam akan berdampak negatif terhadap harga saham perusahaan. Sementara itu, perusahaan yang berorientasi ekspor akan menerima dampak positif dari depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika. Ini berarti harga saham yang terkena dampak negatif akan mengalami penurunan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara perusahaan yang terkena dampak positif akan mengalami kenaikan harga sahamnya.

Suhardi (2007: 91) menyatakan pendapat bahwa pergerakan harga saham ditentukan oleh dinamika penawaran (supply) dan permintaan (demand). Permintaan pasar merupakan permintaan agregat dari seluruh investor, sehingga kurvanya relatif horizontal. Keseimbangan harga terjadi saat kurva penawaran dan permintaan agregat berpotongan pada suatu titik. Karena kurva penawaran pada suatu periode tertentu bersifat tetap maka pergerakan harga saham diakibatkan oleh

(5)

pergerakan (pergeseran) kurva permintaan (agregat). Apabila kurva permintaan naik, maka keseimbangan baru terjadi pada harga yang lebih tinggi (harga naik), dan apabila permintaan turun, maka harga turun. Jadi perilaku harga suatu saham merupakan cermin permintaan agregat dari para investor. Permintaan dan penawaran tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti kondisi ekonomi negara, kondisi sosial dan politik, maupun informasi – informasi yang berkembang. Harga saham diukur dengan rata – rata harga saham pada closing price atau harga penutupan.

In research Zohrevand and Ebrahimi (2015) These findings are further interpreted as follows. Exchang rate has a negative effect on stock price index. Liquidity has a positive effect on stock price index. Inflation has a negative effect on stock price index.

Dalam penelitian Efni (2009) diperoleh hasil bahwa variabel suku deposito, SBI, kurs dan inflasi secara simultan mempunyai pengaruh terhadap harga saham sedangkan secara parsial adalah suku bunga deposito dan inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham dan kurs tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Sedangkan variable SBI mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap harga saham dengan memasukkan variable SBI maka terjadi multikolinieritas karena mempunyai kolinieritas yang tinggi dengan Tingkat suku Bunga Deposito.

Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran maka hipotesis yang diajukan penulis adalah sebagai berikut: “Terdapat Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Kurs Terhadap Harga Saham”.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan korelasional. Menurut Umar (2002: 47) yang mengemukakan bahwa “Metode deskriptif adalah riset yang berupaya mengumpukan data, menganalisis atas data – data tersebut serta menyimpulkan fakta – fakta pada masa penelitian berlangsung atau masa sekarang”.

Sedangkan metode korelasional menurut Umar (2002: 48) adalah metode penelitian yang dipergunakan bertujuan untuk mengetahui berapa besar kontribusi variabel-variabel bebas terhadap varibel terikatnya serta besarnya arah hubungan yang terjadi.

Operasionalisasi Variabel Penelitian

(6)

Tabel

Operasionalisasi Variabel

Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Data Sekunder yaitu data yang diambil dari buku – buku literatur, sumber data dan informasi lainnya yang ada hubungannya, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan masalah yang diteliti.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam angka – angka, menunjukkan nilai terhadap besaran variabel yang diwakilinya.

Adapun prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah: 1. Studi dokumentasi

Studi dokumentasi yaitu pengumpulan data – data yang dilakukan dengan cara melihat, membaca dan mencatat data-data maupun informasi yang diperoleh dari Pojok Bursa Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi. 2. Studi Kepustakaan

Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji teori yang diperoleh dari literatur, artikel, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu sehingga peneliti dapat memahami literatur yang berkaitan dengan penelitian yang bersangkutan.

Model Penelitian

Model penelitian dapat diartikan sebagai pola pikir yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori, yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan (Sugiyono, 2010: 63). Dalam penelitian ini model penelitian dapat digambarkan dalam model skema sebagai berikut:

No Variabel Definisi Operasional Indikator Skala Satuan 1

Inflasi (X1)

Proses kenaikan atau penurunan harga saham secara terus menerus pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Indeks Harga Konsumen (IHK) Rasio (%) 2 Suku Bunga (BI Rate) (X2)

Tingkat bunga yang dikeluarkan Bank Indonesia yang dinyatakan dalam persen pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Suku Bunga (BI Rate) Rasio (%) 3 Kurs (X3)

Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap USD pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk.

Ln ( kurs tengah = kurs jual + kurs beli

2 ) Rasio (%) 4 Harga Saham (Y)

Harga saham merupakan harga suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk.

(7)

Gambar Model Penelitian Teknik Analisis Data

Untuk mempermudah dalam menganalisis data, penulis menggunakan software SPSS 20.0 for Windows.

Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksikan melalui variabel independen. Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda karena data yang digunakan merupakan data absolut dan peneliti hanya ingin mengetahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y, tanpa mengetahui hubungan antar variabel X.

Menurut Sugiyono (2010: 211) model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e1 Dimana : Y = Harga Saham α = Intercept βi = Koefisien Regresi X1 = Inflasi X2 = Suku Bunga X3 = Kurs e1 = Residual Koefisien Determinasi (r2)

Kesesuaian model dapat dihitung dengan menggunakan koefisien determinasi (R2). Dimana (R2) dapat menunjukkan besarnya kemampuan variabel – variabel bebas dalam menerangkan variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi ini berkisar antara 0 dan 1, semakin besar nilai koefisien determinasi, maka kemampuan variabel – variabel bebas dalam menerangkan variabel terikatnya semakin besar, dengan rumus sebagai berikut:

Koefisien Determinasi : r2 x 100%

Koefisien non Determinasi : (1- r2 ) x 100%

Dimana r merupakan persamaan koefisien korelasi yang dapat dicari dengan menggunakan rumus korelasi sebagai berikut, Sugiyono (2006: 213):



  2 2 2 2 ) ( Y Y n X X n Y X XY n r Dengan kriteria: Inflasi (𝑿𝟏) Suku Bunga (𝑿𝟐) Harga Saham (Y) Kurs (𝑿𝟑)

(8)

R2 = 1, berarti terdapat kecocokan sempurna dan seluruh variasi variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya.

R2 = 0, berarti tidak ada variasi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh

variabel bebasnya dan tidak ada hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebasnya.

Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis akan dimulai dengan penetapan hipotesis operasional, penetapan tingkat signifikan, uji signifikansi, kriteria dan penarikan kesimpulan.

1. Penetapan Hipotesis Operasional a. Secara Simultan

Ho :  0 Berarti tidak ada pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Kurs terhadap Harga Saham pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 – 2015.

Ha :  0 Berarti ada pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga dan Kurs terhadap Harga Saham pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 – 2015.

b. Secara Parsial

H01 : ρ = 0 berarti tidak ada pengaruh Inflasi terhadap Harga Saham

pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 – 2015. Ha : ρ ≠ 0 berarti ada pengaruh Inflasi terhadap Harga Saham pada PT.

Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 – 2015.

H02 : ρ = 0 berarti tidak ada pengaruh Suku Bunga terhadap Harga

Saham pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 – 2015.

Ha : ρ ≠ 0 berarti ada pengaruh Suku Bunga terhadap Harga Saham

pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 - 2015. H03 : ρ = 0 berarti tidak ada pengaruh Kurs terhadap Harga Saham pada

PT. Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 – 2015.

Ha : ρ ≠ 0 berarti ada pengaruh Kurs terhadap Harga Saham pada PT.

Bank Negara Indonesia Tbk pada tahun 2001 – 2015. 2. Uji Signifikansi

Untuk mengetahui signifikansi dilakukan dua pengujian berupa uji F (signifikan secara simultan) dan Uji t (signifikan secara parsial dan dibantu melalui program SPSS versi 20 sebagai berikut:

 Uji F atau Uji Simultan

Melakukan uji F atau uji simultan, digunakan untuk menguji besarnya pengaruh variabel independen secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen . Yaitu, untuk menguji tingkat keberartian pengaruh variabel Inflasi, Suku Bunga dan Kurs terhadap Harga Saham secara simultan. Dalam kesempatan kali ini perhitungan diakukan dengan menggunakan SPSS versi 20.

 Uji t atau Uji Parsial

Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap varibel terikat secara terpisah serta penerimaan atau penolakan hipotesis. Dalam kesempatan kali ini perhitungan dilakukan menggunakan SPSS versi 20.

(9)

3. Daerah kritis

Tentukan daerah kritis dengan taraf nyata 5% atau pada selang kepercayaan sebesar 95%.

4. Kriteria pengujian Uji t dan Uji F a. Uji t

Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan hasil t hitung dengan t α, yaitu:

- H0 diterima dan Ha ditolak jika tα/2 < thitung < tα/2

- H0 ditolak dan Ha diterima jika thitung ≥ tα/2 atau thitung ≤ - tα/2

b. Uji F

Uji F dapat dicari dengn melihat F hitung dari tabel anova output SPSS versi 20. Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan hasil dari F hitung dengan F α, yaitu:

- H0 diterima dan Ha ditolak jika Fhitung ≤ F α - H0 ditolak dan Ha diterima jika F hitung > F α

Atau dapat dicari melalui membandingkan hasil dari probabilitas value atau nilai sig pada tabel anova hasil perhitungan SPSS, dengan tingkat signifikansi yang digunakan dalam kasus ini menggunakan tingkat sig 0,05 atau α = 5%

Jika probabilitas value > 0,05 maka H0 diterima Dan jika probabilitas value < 0,05 maka Ha diterima 5. Penarikan Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian diatas, penulis akan melakukan analisis secara statistik mealui program SPSS versi 20 for

windows. Dari hasil analisis tersebut akan ditarik kesimpulan, apakah

hipotesis yang telah ditetapkan itu diterima atau ditolak.

PEMBAHASAN

Inflasi, Suku Bunga , Kurs dan Harga Saham PT. Bank Negara Idonesia Tbk. Pada Tahun 2001 – 2015 Tahun Inflasi (%) Suku Bunga (%) Kurs (ln) Harga Saham (ln) 2001 12,55 17,62 9,249 4,500 2002 10,00 12,93 9,098 4,700 2003 5,16 8,31 9,044 7,170 2004 6,40 7,43 9,137 7,423 2005 17,11 1,.75 9,193 7,101 2006 6,60 9,75 9,107 7,534 2007 6,59 8,00 9,150 7,586 2008 11,06 9,25 9,301 6,522 2009 2,78 6,50 9,148 7,591 2010 6,96 6,50 9,104 8,262 2011 3,79 6,00 9,112 8,243 2012 4,30 5,75 9,177 8,216 2013 8,38 7,50 9,408 8,281 2014 8,36 7,75 9,429 8,716 2015 3,35 7,50 9,532 8,515

(10)

Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficient s t Sig. 95.0% Confidence Interval for B Correlations Collinearity Statistics B Std. Error Beta Lower Bound Upper Bound Zero-order

Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) -10.065 10.246 -.982 .347 -32.616 12.487 Inflasi .069 .062 .211 1.109 .291 -.068 .206 -.537 .317 .137 .422 2.367 Suku Bunga -.398 .075 -1.014 -5.331 .000 -.562 -.234 -.860 -.849 -.660 .424 2.358 Kurs 2.219 1.109 .250 2.000 .071 -.223 4.661 .290 .516 .248 .981 1.019 a. Dependent Variable: Harga Saham

Konstanta () sebesar -10,065 menyatakan bahwa jika variabel Inflasi, Suku Bunga dan Kurs = 0 maka harga saham sebesar -10,065.Koefisien regresi Inflasi sebesar 0,069. Hal ini berarti setiap penambahan 1 satuan Tingkat Inflasi, maka akan menaikan Harga Saham dengan asumsi variabel-variabel yang lain konstan. Koefisien regresi Suku Bunga sebesar -0,398. Hal ini berarti setiap penambahan 1 satuan suku bunga, akan menurunkan Harga Saham dengan asumsi variabel-variabel yang lain konstan. Koefisien regresi Kurs sebesar 2,219. Hal ini berarti setiap penambahan 1 satuan Kurs, akan menaikkan Harga Saham dengan asumsi variabel – variabel yang lain konstan.

Koefisien determinasi

Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh angka R2 (R Square) sebesar 0,831 atau 83,1 %. Hal ini menunjukan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 83,1% atau variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan sebesar 83,1% variasi variabel dependen, sedangkan sisanya sebesar 16,9% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa inflasi, suku bunga dan kurs memiliki pengaruh terhadap harga saham sebesar 83,1% sedangakan 16,9% dipengaruhi oleh faktor lain.

Model Summaryb Mo del R R Squar e Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Chang e df1 df2 Sig. F Change 1 .912a .831 .785 .588017 .831 18.069 3 11 .000 1.827

a. Predictors: (Constant), Kurs, Suku Bunga, Inflasi b. Dependent Variable: Harga Saham

(11)

Uji Signifikansi (Uji F)

Hasil uji F dapat dilihat pada output anova dari hasil analisis regresi linier berganda pada table dibawah ini:

Tabel Uji F ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 18.743 3 6.248 18.069 .000b

Residual 3.803 11 .346

Total 22.546 14

a. Dependent Variable: Harga Saham

b. Predictors: (Constant), Kurs, Suku Bunga, Inflasi

Hasil penghitungan uji simultan pada tabel anova diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,000 sedangkan tingkat kesalahan sebesar 5% (α 0,05) sehingga sig < α atau 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau Inflasi, Suku Bunga dan Kurs secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Harga Saham pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Pada tahun 2001 – 2015. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Efni (2009) bahwa pengujian secara Simultan suku bunga deposito,SBI, kurs dan inflasi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

Uji Parsial (Uji t)

Hasil uji t dapat dilihat pada output coefficients dari hasil analisis regresi linier berganda berikut ini:

Tabel Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standard ized Coefficie nts t Sig. 95.0% Confidence Interval for B Correlations Collinearity Statistics B Std. Error Beta Lower Bound Upper Bound Zero-order Parti al Part Tolera nce VIF 1 (Consta nt) -10.065 10.246 -.982 .347 -32.61 6 12.487 Inflasi .069 .062 .211 1.109 .291 -.068 .206 -.537 .317 .137 .422 2.367 Suku Bunga -.398 .075 -1.014 -5.331 .000 -.562 -.234 -.860 -.849 -.660 .424 2.358 Kurs 2.219 1.109 .250 2.000 .071 -.223 4.661 .290 .516 .248 .981 1.019

(12)

a. Pengaruh inflasi terhadap harga saham

Hasil perhitungan uji parsial pada tabel coefficient diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,291 sedangkan tingkat kesalahan sebesar 5% (α 0,05) sehingga sig > α atau 0,291 > 0,05 artinya Ho diterima atau inflasi secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham, Hasil ini menggambarkan bahwa kenaikan atau penurunan tingkat inflasi tidak berakibat terhadap naik turunnya harga saham. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Iba dan Wardhana (2012) bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham.

b. Pengaruh suku bunga terhadap harga saham

Hasil perhitungan uji parsial pada tabel coefficient diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,000 sedangkan tingkat kesalahan sebesar 5% (α 0,05) sehingga sig < α atau 0,000 < 0,05 artinya menolak H0 dan menerima Ha atau

suku bunga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Suku bunga merupakan imbalan terhadap pinjaman yang diberikan. Suku bunga yang tinggi membuat harga saham akan meningkat pula. Sehingga hal ini dapat menyebabkan harga saham meningkat dikarenakan jumlah bunga yang harus dibayar oleh investor kepada bank menurun. Jadi dapat dikatakan bahwa suku bunga mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Dalam kaitannya dengan penelitian ini menunjukan bahwa tingginya tingkat suku bunga berpengaruh siginifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Efni (2009) bahwa pengujian suku bunga SBI mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap harga saham.

c. Pengaruh kurs terhadap harga saham

Hasil penghitungan uji parsial pada tabel coefficient diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,071 sedangkan tingkat kesalahan sebesar 5% (α 0,05) sehingga sig > α atau 0,071 > 0,05 artinya Ha ditolak dan Ho diterima atau kurs dengan secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Hasil ini menggambarkan bahwa kenaikan atau penurunan Kurs tidak berakibat terhadap naik turunnya harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Efni (2009) bahwa pengujian secara parsial kurs tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian Inflasi, Suku Bunga dan Kurs pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) di Indonesia secara umum pada tahun 2001 – 2015 yang telah dilakukan, maka penulis menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1. Perkembangan Inflasi, Suku Bunga dan Kurs pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) di Indonesia secara umum pada tahun 2001 – 2015 terus mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Peningkatan Inflasi tertinggi terjadi pada tahun 2005 dan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2009. Peningkatan Suku Bunga tertinggi terjadi pada tahun 2005 dan penurunan terendah terjadi pada tahun 2003. Peningkatan Kurs tertinggi terjadi pada tahun 2015 dan penurunan terjadi pada tahun 2003.

2. Perkembangan Harga Saham PT. Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) di Indonesia secara umum pada tahun 2001 – 2015 cenderung mengalami

(13)

fluktuasi dari tahun ke tahun. Peningkatan harga saham tertinggi terjadi pada tahun 2014 dari tahun sebelumnya yang sempat mengalami kenaikan dan penurunan. Dan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2001.

3. Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Kurs secara simultan terhadap Harga Saham pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) pada tahun 2001 – 2015 terdapat pengaruh yang signifikan antara Inflasi, Suku Bunga dan Kurs terhadap Harga Saham pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) pada tahun 2001 – 2015.

4. Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Kurs secara parsial terhadap Harga Saham pada PT. Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) pada tahun 2001 – 2015 berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, Suku Bunga berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham sedangkan Inflasi dan Kurs berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham.

Saran

Dengan melihat hasil penelitian sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya, maka saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:

1. Emiten sebaiknya memperhatikan faktor – faktor yang dapat mempengaruhi harga saham secara fundamental serta meningkatkan kinerja perusahaan karena dari hasil penelitian, semua variabel yang diteliti memiliki pengaruh yang signifikan dan tidak signifikan terhadap harga saham.

2. Investor sebaiknya memperhatikan faktor inflasi, suku bunga dan kurs sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Informasi – informasi tersebut telah terbukti berpengaruh terhadap pergerakan harga saham secara simultan dan dan pasial. Sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk memprediksi harga saham.

3. Pemerintah sebaiknya lebih berhati – hati dalam menjalankan kebijakan moneter yang diambil karena akan berdampak pada variabel makro ekonomi di Indonesia.

4. Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini hanya menggunakan variabel inflasi, suku bunga, dan kurs sebagai indikator harga saham. Untuk memperoleh penelitian yang lebih baik sebaiknya penelitian ini dapat dijadikan jembatan untuk melakukan penelitian dengan menambah variabel yang berhubungan dengan variabel yang akan diteliti.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik (2016). [online]. Tersedia : http://www. http://www.bps.go.id/index.php [ 4 Oktober 2016].

Bank Indonesia (2016). [online]. Tersedia : http://www.bi.go.id/id/Default.aspx [ 4 Oktober 2016 ].

Bursa Efek Indonesia ( 2016). [online]. Tersedia : http://www.idx.co.id/ [ 4 Oktober 2016 ].

(14)

Efni.(2009). Pengaruh Suku Bunga Deposito,SBI, Kurs dan Inflasi Terhadap Harga Saham. Jurnal Ekonomi. Vol 17, No 01. Pekanbaru. Universitas Riau. Fabozzi, 1999, Manajemen Investasi, Edisi Indonesia, Salemba Empat, Jakarta. Mankiw, G (2004). Principle of Economics 3th. Chriswan Sungkono (penerjemah).

Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta: Salemba Empat.

Mishkin, F.S. (2008). Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan. Edisi 8. Buku 2. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan RND. Bandung: Alfabeta.

Suhardi, D. A. (2007). Pergerakan harga saham sektor properti bursa efek jakarta berdasarkan kondisi profitabilitas, suku bunga, dan beta saham. Jurnal Organisasi dan Manajemen, Volume 3, Nomor 2, 89-103.

Tucker, Irvin B., 1995. Survey of Economic, Second Edition. Cincinnati Ohio: South-Western College Publishing.

Umar, Husein. (2000). Metodologi Penelitian. Jakarta :Gramedia Pustaka Umum. Zohrevand and Ebrahimi. (2015). Identifying the Effect of Money Stock, Inflation

Rate and Exchange Rate on the Stock Price Index in Iran During 2001 – 2008. Jurnal UMP Social Sciences and Technology Management. Vol 3, Issue 2. Tehran University, Iran.

Gambar

Gambar  Model Penelitian  Teknik Analisis Data
Tabel  Uji t  Coefficients a Model  Unstandardized  Coefficients  Standardized  Coefficie nts  t  Sig

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara riwayat pemberian ASI dan berat badan lahir dengan perkembangan

Tindak pidana pengeroyokan atau main hakim sendiri yang dilakukan oleh dua orang pelaku tersebut termasuk kategori turut serta melakukan jarimah, yaitu dengan

Jadi kurva LM menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk. keseimbangan

Kegiatan promosi adalah salah satu bagian dari bauran pemasaran perusahaan, yang isinya memberikan informasi kepada masyarakat atau konsumen tentang produk atau

Untuk penugasan setiap perawat, metode roulette-wheel digunakan untuk memilih satu rule (pola shift ) sesuai dengan probabilitas kondisional dari seluruh node yang

Desain Mekanik Robot Area pergerakan robot dibuat dari bahan plastik yang disablon warna (Kiyokatsu Suga, Sularso, 1991). Jalur pergerakan robot dibuat dengan warna

A- 81.01-85 Merupakan perolehan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dengan sangat baik, memahami materi dengan sangat baik, memiliki tingkat proaktif dan kreatifitas tinggi

Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan, dibawah ini akan penulis sajikan hasil penelitian. Hasil penelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh dari angket