• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGAWASAN KEPALA SEKOLAH TERHADA KINERJA GURU MTS NEGERI MRANGGEN DEMAK TAHUN 2006/2007 - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGARUH PENGAWASAN KEPALA SEKOLAH TERHADA KINERJA GURU MTS NEGERI MRANGGEN DEMAK TAHUN 2006/2007 - Test Repository"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

Jl. Stadion 03 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433 Salatiga 50721 Website : www.stainsalatiga.ac.id E-mail: [email protected]

D E K L A R A S I

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, peneliti menyatakan bahwa skripsi ini tidak berisi materi yang pemah ditulis oleh orang lain atau pemah diterbitkan. Demikian juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan rujukan.

Apabila di kemudian hari temyata terdapat materi atau pikiran-pikiran orang lain di luar referensi yang peneliti cantumkan, maka peneliti sanggup mempertanggungjawabkan kembali keaslian skripsi ini di hadapan sidang munaqosyah skripsi.

Demikian deklarasi ini dibuat oleh peneliti untuk dapat dimaklumi.

Salatiga, 15 September 2007 Peneliti

LAILATUL FARIDLOH NIM : 111 03 003

(2)

Jl. Station No. 03 Salatiga 8 (029H) 323706

,

323444 Kode Pos 50712

NOTA PEMBIMBING Lamp : 3 eksemplar H a l : Naskah Skripsi

Sdri. Lailatul Faridloh

Assalamu ’alaikum Wr. Wb.

K c p a d a Yth. K c t u a

STAIN Salatiga di

-T e m p a t

Setelah diadakan pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan seperlunya, maka skripsi saudari :

N a m a : LAILATUL FARIDLOH N IM : 111 031 003

Jurusan/Program : Tarbiyah / Pcndidikan Agama Islam

J u d u I : HUBUNGAN PERSEPSI GURU TEN TANG PENGAWASAN KEPALA MADRASAH DAN KINERJA GURU MTs NEGERI MRANGGEN DEMAK TAHUN AJARAN 2007/2008

Sudah dapat diajukan dalam sidang munaqosyah.

Demikian surat ini dibuat, harap menjadikan perhatian dan digunakan sebagaimana mestinya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Salatiga, 15 September 2007 Pembimbing

(3)

SALATIGA

__________ JLI^nim2_Pe!aiarNQ,2^ ...

PENGESAHAN

Skripsi Saudari : Lailatul Faridloh dengan Nomor Induk Mahasiswa : 111 03 003 yang berjudul : Hubungan Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah Dan Kinerja Guru MTs Negeri Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007/2008, telah dimunaqasahkan dalam Sidang Panitia Ujian, Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga, pada hari Senin_tanggal 19 Ramadhan 1428 H yang bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 2007 M, dan telah diterima sebagai bagian dari syarat- syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam Ilmu Tarbiyah.

Salatiga, 19 Ramadhan 1428 H 1 Oktober 2007 M Panitia Ujian,

(4)

Skripsi ini kupersembahkan untuk:

> Ayahanda dan ibunda tercinta (Ayahanda M. Kholil dan Bunda Hidayah) yang telah mengorbankan apa saja dan telah mengajarkan arti kehormatan, cinta, dan kasih sayang sehingga aku berbakti kepadanya

> Kakakku, Mas Ahmad Abdul Haq yang senantiasa mendoakanku serta adik- adikku (R if ah, Sahab dan Icha), mbak sayang kalian

> Ku haturkan trima kasih pada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah atas bimbingan dan doanya

> Bu nyai Zulaikho di ponpes Al-Azhar, yang dengan sabar membimbingku, tak ketinggalan teman-temanku di sana, mudah-mudahan kalian diberikan kelancaran dalam menggapai cita-cita.

> Tuk Sandaran Hatiku, Love you full

> Sepasang merpati (Ria & Roni), trima kasih banget, berkat kalian penulisan skripsi ini dapat selesai dengan lancar

> Segenap sahabat-sahabat Safira, trimakasih banyak atas dukungan & semangatnya (Dek Fifa, Ana, Nduk Evi, Sandra, Qomariyah, Mbak Ima, Mbak Iin, May, dan semuanya)

> Rekan-rekan sepeijuangan di organisasi LDK, KAMMI, temen-temen walisongo, dan masjid darul amal

> Sahabat-sahabatku Onny, Ani, Tsani, Isna, Naim, Yati, cah2 GP; Nasir, Jazuli, David dan semua teman-teman PAI angkatan 2003 khususnya kelas A, aku pasti merindukan kalian

> Pak yuli (sahabat comp), trima kasih atas bantuannya

>

Tem en-tem en KKN dan saudara-saudaraku di W onosuko, makasi banget atas doanya

> Dan semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu, trimakasih banget.

(5)

6X-tijlj....Laj5 la.jc. a

1

aAic. C5ic. J j jl <_£a1I <di Aa^JI

A aa-i-flj All .(JAaIIxII Aa^j Aj j A i u <j a ^^j uL-u^aII c-Uj jVI

jjA ll ^ j j J l 4S *JJj£j j j i a j A l l j

Alhamdulillahi robbil’alamin segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa menumpahkan taufiq, hidayah dan inayah, serta ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan lancar, sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

Berkat ketekunan serta dorongan berbagai pihak, maka penyusunan skripsi yang berjudul “HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG PENGAWASAN KEPALA MADRASAH DAN KINERJA GURU MTs N MRANGGEN DEMAK TAHUN AJARAN 2007/2008” dapat terselesaikan.

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada berbagai pihak yang telah membantu, terutama kepada :

1. Drs. Imam Sutomo, M.Ag., selaku ketua STAIN Salatiga yang telah memberikan rekomendasi untuk penyusunan skripsi ini.

2. Bapak Suwardi M.Pd, selaku pembimbing yang dengan ikhlas meluangkan waktu, tenaga, serta pikiran, berkenaan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

3. Segenap Civitas akademik STAIN Salatiga yang telah banyak membantu penulis dalam menuntut.

4. Segenap Guru dan karyawan MTs N Mranggen yang telah banyak membantu dengan sabar dan secara sungguh-sungguh, sehingga penulis mendapatkan data- data yang diperlukan.

(6)

HALAMAN JUDUL... i

DEKLARASI ... ii

NOTA PEMBIMBING... iii

PENGESAHAN ... iv

MOTTO... v

PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL... xii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang M asalah... 1

B. Penegasan Istilah... 4

C. Rumusan Masalah... 8

D. Tujuan Penelitian... 8

E. Manfaat... 8

F. Hipotesis... 9

G. Metode Penelitian... 10

H. Sistematika Penulisan... 21

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah... 26

(7)

2. Pengawasan Kepala Madrasah... 28

B. Kajian Tentang Kineija Guru... 43

1. Pengertian Kinerja Guru... 43

2. Status Guru... 44

3. Peran Guru dalam Proses Belajar Mengajar... 46

4. Standar Kompetensi Guru (SKG)... 51

5. Hak dan Kewajiban Guru... 57

6. Kode Etik Guru Sebagai Profesi... 58

C. Hubungan Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah dan Kineija Guru... 60

BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Keadaaan Umum MTs N Mranggen Demak... 64

1. Sejarah berdirinya MTs N Mranggen Demak... 64

2. Lokasi MTs N Mranggen Demak... 65

3. Fasilitas MTs N Mranggen Demak... 65

4. Struktur Organisasi guru MTs N Mranggen Demak... 66

B. Laporan Hasil Penelitian ... 71

BAB IV ANALISIS DATA A. Variabel Persepsi Guru tentang Pengawasan kepala Madrasah MTs N Mranggen Demak Tahun Ajar an 2007/2008... 88

(8)

Ajaran 2007/2008... 98 C. Hubungan Persepsi Guru tentang Pengawasan Kepala

Madrasah dan Kineija Guru MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007/2008... 98

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan... 118 B. Saran-saran... 119 C. Penutup... 121 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN

(9)

DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI MRANGGEN DEMAK TAHUN AJARAN 2007 / 2008

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Saijana

Dalam Ilmu Tarbiyah

Oleh:

LAILATUL FARIDLOH NIM : 111 03 003

JURUSAN TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(10)

12 Uji Coba Validitas Variabel Persepsi Guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah... Perbaikan Angket yang Gugur... Uji Coba Validitas Variabel Kineija Guru... Perbaikan Angket yang Gugur... Peran dan Tugas Guru ... Komponen, Kompetensi, Standar Kompetensi Guru (SKG).... Data Tenaga Pengajar MTs N Mranggen Demak... Data Mengenai Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah... Data Skor Variabel Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah... Data Mengenai Kineija G uru... Data Skor Variabel Kineija Guru... Data Skor dan Nominasi Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah ... Distribusi Tingkat Persepsi... Data Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah dari Responden yang Menjawab A, B, C, D dan Prosentase Setiap Item Pertanyaan... Data Score dan Nominasi Kineija G u ru ...

(11)

Tabel XVIII Data Kineija Guru dari Responden yang Menjawab A, B, C, D dan Prosentase Setiap Item Pertanyaan... 103 Tabel XX Nilai Variabel X dan Variabel Y ... 108 Tabel XXI Tabel Keija Koefisien Korelasi Antara Variabel X dan

Variabel Y, dan Mengkuadratkan Serta Mengkalikannya... 112 Tabel XXI Pembuktian A nalisis... 116

(12)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sejak penghujung abad kedua puluh dunia sering dilanda perubahan besar yang mendasar, menyeluruh, dan berlangsung cepat. Dikatakan mendasar, karena perubahan itu menyentuh pada segala aspek kehidupan yang paling esensial, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam sekitamya. Disebut menyeluruh, bahwa perubahan itu mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, ekonomi, politik, sosial, budaya, dan tak ketinggalan aspek pendidikan. Aspek yang terakhir ini bahkan sempat menggeser nilai-nilai moral, mengubah fungsi dan peranan guru dan sebagainya. Dikatakan berlangsung cepat, karena arus perubahan itu berlangsung dalam waktu yang relatif singkat seperti tampak pada mode dan gaya hidup masa kini yang sering berubah dan berganti.

Status guru mempunyai implikasi terhadap peran dan fungsi yang menjadi tanggung jawabnya. Guru memiliki satu kesatauan peran dan fungsi yang tak dapat terpisahkan antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih. Keempat kemampuan tersebut merupakan kemampuan integratif antara yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan.1 Guru memiliki kemampuan keempat-empatnya secara paripuma. Keempat kemampuan tersebut, secara terminologis akademis dapat dibedakan antara

1 Suparlan, M.Ed., Menjadi Guru Efektif Hikayat, Yogyakarta, 2005, him. 25.

(13)

satu dengan yang lain, namun dalam kenyataan praktik dilapangan keempatnya seharusnya menjadi satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisah- pisahkan.

Guru adalah manusia biasa yang sekaligus mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu, keempat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru juga berada dalam gradasi yang beraneka ragam. Ada gum yang memiliki kelebihan dalam satu kemampuan, tetapi kurang dalam kemampuan lainnya.

Suatu lembaga pendidikan dapat dikatakan bertanggung jawab, berwibawa dan memiliki peranan aktif jika didalamnya terdapat tenaga-tenaga kependidikan khususnya tenaga pendidik yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dibidangnya serta memiliki lekatan nilai-nilai moral untuk dapat diakui sebagai gum yang berwibawa.

Seseorang yang mengaku dirinya sebagai gum, tentu memiliki sikap pengabdian dan loyalitas serta tanggung jawab terhadap jabatannya, sekaligus diwajibkan untuk menyempumakan prosedur keija yang mendasari pengabdiannya. Sebab bidang keahlian dan ketrampilannya, bersifat dinamis, bergerak terns, mencari bentuk-bentuk pengabdiannya yang semakin lama semakin sempuma. Jika semua itu dimiliki oleh para guru, maka dengan sendirinya akan didapat citra baik terhadap profesinya.

(14)

terbentuk bilamana masing-masing struktur memiliki tanggung jawab dan memahami akan tugas dan kewajiban masing-masing sekolah, eksistensi seorang kepala sekolah memang begitu penting dan sangat menentukan dalam upaya pencapaian tujuan sekolah. Tanpanya arah gerak sekolah tidak dapat sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan masing- masing personil akan bergerak sendiri-sendiri untuk mempersepsikan apa yang hendak dicapai, masing-masing personil akan bergerak sesuai tingkatan kemampuannya meneijemahkan visi dan misi sekolah. Sehingga tidak menutup kemungkinan teijadinya friksi antar personil atau bahkan persimpangan jalan yang sangat kritis dan sudah barang tentu hal ini sangat tidak sehat bagi sebuah sekolah.2

Dengan adanya Pengawasan Kepala Sekolah, maka ada kekuatan untuk mengarahkan gerak sekolah secara keseluruhan menuju pada tujuan dan jalur yang sama serta tidak bercabang-cabang, sehingga ada keseragaman gerak dan langkah dari setiap bagian sekolah. Seorang Kepala Sekolah adalah pusat dari sekolah. Dialah yang memegang kunci setiap kegiatan sekolah. Karena Kepala Sekolah sebagai penyatu arah gerak sekolah dan penyelaras kondisi sekolah, maka kepala sekolah mengawasi semua kegiatan sekolah sehingga dapat mencapai tujuan yang sesungguhnya.

Seorang Kepala Sekolah dikatakan berhasil jika ia dapat bertindak memerintah dan mengawasi guru-gurunya. Melaksanakan tugas

(15)

baiknya sesuai dengan peraturan-peraturan serta ketentuan-ketentuan yang

telah ditetapkan dari atasannya.

Persepsi guru dapat dipahami sebagai suatu proses dimana seorang guru menginterprestasikan kesan-kesan sensorinya dal am usaha memberikan suatu makna tertentu.

MTs N Mranggen Demak merupakan Madrasah yang mempunyai kualitas baik dibanding dengan Madrasah-Madrasah yang lain di Mranggen. Selain satu-satunya Madrasah Tsanawiyah yang Negeri, Madrasah ini mempunyai program-program unggulan yang didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga dapat menghasilkan anak didik yang berkualitas. Beberapa program unggulan yang dimiliki MTs N Mranggen adalah kegiatan OSIS, marching band, pramuka, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), kursus komputer dan menjahit serta beberapa kegiatan kesiswaan lainya.

Berawal dari permasalahan-permasalahan tersebut diatas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang beijudul “HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG PENGAWASAN KEPALA MADRASAH DAN KINERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI MRANGGEN DEMAK TAHUN AJARAN 2007 / 2008”.

B. Penegasan Istilah

(16)

1. Hubungan

Hubungan artinya keterkaitan antar hal yaitu antar persepsi guru tentang pengawasan Kepala Madrasah dengan kineija guru MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007/2008.3

2. Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah a. Persepsi Guru ‘

1. Pengertian Persepsi

Persepsi adalah tanggapan langsung atas sesuatu.4 Tanggapan adalah mereaksi stimulus dengan membangun kesan pribadi yang berorientasi pada pengamatan masa sekarang, dan harapan masa yang akan datang.5

2. Pengertian Guru

Suparlan, membagi pengertian guru menjadi dua pandangan. Pertama, dalam pandangan umum, guru adalah siapa saja yang melaksanakan tugas sebagai pengajar, pendidik, dan pelatih, baik yang dilaksanakan dalam lembaga pendidikan keluarga, formal, maupun informal. Dalam konteks ini, guru adalah siapa saja yang melaksakan misi untuk menjelaskan anak-anak bangsa sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kedua, dalam pandangan khusus, Surat Edaran (SE) Mendikbud dan Kepala

3 Purwodarminto, WJS., Kamus Besar Bahasan Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1976, him. 731.

4EM. Zulfajri dan Ratu Aprilia Senja, Kamns Lengkap Bahasa Indonesia, Dita Publiser, him. 470.

(17)

BAKN Nomor 57686/MPK/1989 menyatakan lebih spesifik bahwa, Guru ialah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, wewenang, dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah (termasuk hak yang melekat dalam jabatan).6

Pengertian guru yang penulis maksud adalah seseorang yang mempunyai tugas mengajar dan mendidik sesuai dengan disiplin ilmu yang diperoleh (ilmu keguruan)

Adapun pengertian dari persepsi guru adalah suatu tanggapan guru yang telah melalui proses pemikiran terhadap beberapa hal serapan dengan panca indera.

b. Pengawasan Kepala Madrasah

Mengawasi ialah proses dengan mana administrasi melihat apakah yang teijadi itu sesuai dengan apa yang seharusnya teijadi. Jika tidak maka penyesuaian yang perlu dibuatnya. Jadi pengawasan adalah firngsi administrasi yang mana setiap administrasi memastikan bahwa apa yang dikeijakan sesuai dengan yang dikehendaki.7

Sedangkan Pengawasan Kepala Madrasah adalah Proses Administrasi dimana seorang Kepala Madrasah mengawasi apakah semua beijalan sesuai dengan rencana yang dibuat, instruksi-instruksi yang dikeluarkan, dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Ia dimaksudkan

6 Suparlan, Op. Cit., him. 15.

7Oteng Sutisna, Administrasi Pendidikan : Dasar Teoritis Untuk Praktek Profesional,

(18)

untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan, kesalahan-kesalahan, kemudian membetulkannya dan mencegah terulangnya masalah.

Jadi pengertian persepsi guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah yang penulis maksud adalah tanggapan guru tentang upaya Kepala Madrasah dalam mencegah munculnya masalah, mencegah terulangnya masalah, dan upaya mengatasi masalah.

Adapun indikator variabel dari persepsi guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah adalah :

1. Tanggapan guru tentang upaya Kepala Madrasah dalam mencegah munculnya masalah.

2. Tanggapan guru tentang upaya Kepala Madrasah dalam mencegah terulangnya masalah.

3. Tanggapan guru tentang upaya Kepala Madrasah dalam mengatasi masalah.

3. Kineija Guru

Kineija adalah sesuatu yang dicapai, kemampuan keija tentang peralatan prestasi yang diperlihatkan.

Pengertian kineija guru yang di maksudkan penulis adalah kemampuan keija guru, yaitu guru yang dapat bekeija dengan baik, mempunyai semangat keija tinggi, dan memiliki tanggung jawab terhadap pekeijaan. Kinerja guru, penulis batasi dengan tugas guru dalam mengajar dikelas. 8

(19)

Adapun indikator variabel dari kineija guru adalah : 1. Guru yang dapat melaksanakan tugas dengan baik. 2. Guru yang mempunyai semangat keija tinggi.

3. Guru yang memiliki tanggung jawab terhadap pekeijaan.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah Persepsi Guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah di MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007/ 2008 ?

2. Bagaimanakah Kineija Guru di MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007/2008?

3. Adakah Hubungan Persepsi Guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah dengan Kineija Guru di MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007/ 2008?

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan:

1. Untuk mengetahui Persepsi Guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah di MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007 / 2008.

2. Untuk Mengetahui Kineija Guru di MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007/ 2008.

(20)

E. Manfaat

Hasil penelitian ini di harapkan memiliki manfaat secara teoritis dan praktis: 1. Secara teoritis:

Secara teoritis dapat dijadikan dasar dalam pengembangan pengetahuan dan teori manajemen pendidikan.

2. Secara praktis:

a. Bagi penulis, dengan meneliti persepsi guru tentang pengawasan Kepala Madrasah kaitannya dengan kineija Guru di MTs N Mranggen Demak, maka akan dapat menambah wawasan pemahaman yang lebih komprehensip tentang adanya hubungan antara keduanya.

b. Bagi Kepala Madrasah dan Guru, diharapkan dapat membantu mampu meningkatkan kepengawasan dan kineija Guru di MTs N Mranggen Demak.

c. Penelitian ini sebagai bagian dari usaha untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan di Fakultas Tarbiyah pada umumnya dan Jurusan Pendidikan Agama Islam pada khususnya.

F. Hipotesis

Hipotesis dari kata ‘Hypo’ yang berarti di bawah dan ‘these’ yang artinya kebenaran. Dari kedua kata tersebut Hipotesa dapat diartikan sebagai dasar yang menjadi teori sementara dan masih bisa diuji kebenarannya.9

(21)

Hipotesis yang penulis ajukan adalah “Ada Hubungan Positif Antara Persepsi Guru Tentang Pengawasan Kepala Madrasah dengan Kinerja

Guru di MTs N Mranggen Demak Tahun Ajaran 2007 / 2008”.

G. Metode Penelitian

1. Populasi

Menurut Suharsimi Arikunto, populasi adalah keseluruhan dari subyek penelitian.10 Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru di MTs N Mranggen Demak sebanyak 50 orang.

2. Tempat dan waktu penelitian

Penelitian dilaksanakan di MTs N Mranggen Demak Pada Tanggal 22 Juni sampai dengan Agustus 2007.

3. Variabel Penelitian

Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai atau variabel dapat juga diartikan sebagai pengelompokkan yang logis dari dua atribut atau lebih pada penelitian itu :

a. Variabel pertama

“Persepsi guru tentang pengawasan Kepala Madrasah” dengan simbol (X).

Indikator dari persepsi guru tentang pengawasan Kepala Madrasah adalah:

(22)

1. Tanggapan guru tentang upaya Kepala Madrasah dalam mencegah munculnya masalah.

2. Tanggapan guru tentang upaya Kepala Madrasah dalam mencegah terulangnya masalah.

3. Tanggapan guru tentang upaya Kepala Madrasah dalam mengatasi masalah.

b. Variabel kedua

“Kineija guru” dengan simbol (Y) Indikator dari kineija guru adalah : 1. Melaksanakan tugas dengan baik 2. Mempunyai semangat kerja tinggi

3. Memiliki tanggung jawab terhadap pekeijaan 4. Metode Pengumpulan Data

a. Metode Angket

Angket sering juga disebut kuisioner, menurut Koentjaraningrat “Kuisioner merupakan suatu daftar yang berisikan suatu rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu hal atau dalam suatu bidang”.11

Dengan demikian maka kuisioner yang dimaksudkan sebagai suatu daftar pertanyaan untuk memperoleh data berupa jawaban- jawaban dari para responden. Dalam hal ini angket ditujukan kepada para guru-guru untuk memperoleh data mengenai Persepsi Guru

(23)

tentang Pengawasan Kepala Madrasah dan Kinerja Guru Di MTs N Mranggen Demak. Untuk Angket terlampir pada lampiran halaman... b. Metode Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata document, yang artinya barang- barang tertulis. Didalam melaksanakan dokumentasi, penulis meneliti benda-benda tertulis. Seperti buku-buku, dokumentasi, majalah, dan sebagainya,12 yang berada di Madrasah atau lingkungan Madrasah sebagai pelengkap data. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdiri, struktur kepengurusan, ataupun data lain yang berkaitan dengan segala kegiatan proses belajar mengajar termasuk sarana dan prasarana yang dimiliki MTs N Mranggen Demak. Untuk pedoman analisis dokumen terlampir pada lampiran VI.

5. Instrumen Pengumpulan Data

Berdasarkan metode pengumpulan data yang telah diuraikan diatas, maka instrumen pengumpulan data meliputi:

1. Untuk metode angket menggunakan angket a. Penyusunan angket

Penyusunan angket didasarkan pada kisi-kisi angket sebagai berikut:

(24)

Tabel I

Kisi-Kisi Angket

Definisi Indikator Jmlh No.

No Variabel

Oprasional Variabel Item Angket

1 Persepsi Tanggapan a. Tanggapan 5 1,2,3,

guru guru tentang guru tentang 4,5

tentang upaya upaya kepala

pengawasa kepala madrasah

n kepala madrasah dalam

madrasah dalam mencegah

mencegah munculnya

munculnya masalah 5 6, 7, 8,

masalah, b. Tanggapan 9, 10

mencegah guru tentang

dengan baik, tugas dengan

mempunyai baik 5

6, 7, 8, 9 10 semangat b. Guru yang

keija tinggi, mempunyai

dan semangat

memiliki keija tinggi 5 11,12,

(25)

b. Uji Validitas dan reliabilitas angket

Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket, penulis telah malakukan uji coba angket dengan responden sebanyak 20 responden. Uji coba validitas angket penulis menggunakan rumus product moment dengan angka kasar:

________ NUCY - (SX)(Sr>_______

w yl{N-~LX2 - ( X X ) 2} { N - Z Y 2 - ( IY ) 2}

Dimana:

rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y, dua variabel yang di korelasikan.13

Hasil Uji coba validitas angket dengan responden adalah sebagai berikut:

Variabel persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah

Tabel II

Persepsi Guru tentang pengawasan kepala madrasah

No.

(26)

No.

Untuk keterangan lebih jelas mengenai uji validitas angket variabel persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah, terlampir pada lampiran II

Dengan melihat tabel tersebut dapat diketahui bahwa ada empat item pertanyaan yang tidak valid dari variabel persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah yang telah dihitung melalui rumus

Product moment. Maka, harus dilakukan perbaikan angket.

Tabel III

Perbaikan Angket Yang Gugur

No Item

pertanyaan Angket Gugur Angket perbaikan

1 Item

pertanyaan nomor 3

Apakah kepala madrasah mengatur model satuan pelajaran?

Apakah kepala madrasah mengatur pembuatan

model satuan

pembelajaran? 2 Item

pertanyaan

Apabila guru melakukan

kesalahan dalam

Apabila guru melakukan

(27)

No Item

pertanyaan Angket Gugur Angket perbaikan

nomor 6 pembelajaran, apakah

kepala madrasah

Apakah kepala madrasah menyampaikan hasil penilaian pengajaran kepada guru?

Apakah kepala madrasah menyampaikan hasil

Apabila guru menjumpai kesulitan dalam pembelajaran, apakah kepala madrasah bersedia membantu?

Apabila guru menjumpai

kesulitan dalam

(28)

No.

Untuk keterangan lebih jelas mengenai uji validitas angket variabel kineija guru, terlampir pada lampiran III.

Dengan melihat tabel tersebut dapat diketahui bahwa ada tiga item pertanyaan yang tidak valid dari variabel kineija guru yang

pertanyaan Angket Gugur Angket perbaikan

1 Item

pertanyaan nomor 3

Apakah guru menyiapkan bahan pengajaran yang akan diajarkan?

Apakah guru menyiapkan materi pengajaran yang akan diajarkan?

2 Item pertanyaan nomor 11

Apabila berhalangan hadir dalam mengajar apakah guru mengisi waktu luang tersebut?

(29)

No pertanyaanItem Angket Gugur Angket perbaikan

3 Item

pertanyaan nomor 13

Apakah gum bersedia ditegur kepala madrasah apabila melakukan kesalahan?

Apakah gum bersedia ditegur kepala madrasah apabila melakukan

kesalahan dalam

pembelajaran?

Angket uji coba hubungan persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah dan kineija gum terlampir pada lampiran I.

Sedangkan untuk menguji reliabilitas angket, penulis menggunakan rumus uji belah dua atau split-half m ethod:

Dimana:

r 11 = Korelasi antara belahan skor-skor setiap belahan tes

= Koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan14 Hasil uji reliabilitas angket:

Variabel persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah

= 0,5510

Variabel Kinerja guru

= 0,4849

(30)

Setelah diketahui hasil uji reliabilitas, kemudian dikorelasikan dengan r tabel product moment N : 20 taraf signifikansi 5% hasilnya 0,444. jadi angket hubungan persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah dan kineija guru adalah reliabel. Untuk uji reliabilitas angket terlampir pada lampiran IV

4. Analisis Data

a. Tujuan Analisis Data

Apabila data yang dibutuhkan dalam penelitian sudah terkumpul dan tersedia atau terkumpul secara lengkap. Langkah selanjutnya adalah menganalisis data, dari analisis data dapat diharapkan memperoleh data secara kuantitatif. Dengan demikian, akan dapat diambil kesimpulan akhir atau dengan kata lain, tujuan penelitian akan terjawab dari analisis tersebut.

b. Teknik Analisis Data

Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data tersebut. untuk menganalisis data tersebut penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

Untuk menjawab rumusan masalah nomor 1 dan 2 akan dilakukan analisis data dengan menggunakan rumus prosentase. Adapun rumus prosentase adalah sebagai berikut:

P = — x 100%

(31)

Keterangan : P : Prosentase F : Frekuensi

N : Jumlah Sampel15

Kemudian untuk membuktikan hipotesis 3 akan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

Z X Y

-r XY ~

axyZY)

N

Y X 2 - ( Z X 2)

N

I

Y 2

-( Z r 2) N

Keterangan:

t xy • Korelasi Variabel x dan y XY : Product dari Variabel x dan y

X : Persepsi Guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah Y : Kineija Guru

N : Jumlah Sampel16

Selanjutnya hasil perhitungan akan dibandingkan dengan r tabel dengan taraf signifikansi 5%

l5Anas Sudjiono, Pengantar Statistik Pendidikan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1994, him. 40.

(32)

H. Sistematika Penulisan

Untuk memperoleh gambaran jelas dari penelitian skripsi maka penulis membuat sistematikan penulisan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang masalah, penegasan istilah, Rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI Berisi tentang:

A. Kajian persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah 1. Persepsi guru

a. Pengertian persepsi

b. Faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi 2. Pengawasan Kepala Madrasah

a. pengertian

b. Tipe- tipe Kepengawasan c. Alat dan teknik pengawasan

d. Kewaspadaan di pergunakan dalam pengawasan e. Karakteristik pengawasan yang efektif

f. Syarat- syarat kepala madrasah sebagai pengawas g. Tugas kepala madrasah

(33)

2. Status guru

3. Peran guru dalam proses belajar mengajar 4. Standar kompetensi guru (SKG)

5. Hak dan kewajiban guru 6. Kode etik guru sebagai profesi

C. Hubungan persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah dan kineija guru

BAB III : LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Keadaaan Umum MTs N Mranggen Demak tahun ajar an 2007/ 2008

1. Sejarah berdirinya MTs N Mranggen Demak tahun ajaran 2007/2008

2. Lokasi MTs N Mranggen Demak tahun ajaran 2007/ 2008 3. Fasilitas MTs N Mranggen Demak tahun ajaran 2007/ 2008 4. Struktur Organisasi guru MTs N Mranggen Demak tahun

ajaran 2007/ 2008 B. Laporan Hasil Penelitian

1. Data mengenai persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah MTs N Mranggen Demak tahun ajaran 2007/ 2008

(34)

BAB IV : ANALISIS DATA

A. Persepsi Gum tentang pengawasan kepala Madrasah MTs N Mranggen Demak tahun ajaran 2007/ 2008

B. Kineija Gum MTs N Mranggen Demak tahun ajaran 2007/ 2008 C. Hubungan Persepsi Guru tentang pengawasan Kepala Madrasah

dan Kineija Gum MTs N Mranggen Demak tahun ajaran 2007/ 2008

BAB V : PENUTUP

(35)

Kepala madrasah adalah pemimpin di madrasah. Ia yang mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di madrasah agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dan kepala madrasah adalah orang yang paling bertanggung jawab atas madrasah.

Artinya : Setiap orang adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya... (HR. Abu Daud)

Dengan demikian, memainkan peran sebagai pemimpin merupakan citra diri yang melekat sebagai kepala madrasah.

Seorang ilmuwan Douglas McGregor menuangkan hasil-hasil pemikiranya dalam buku dengan judul The Human Side o f interprise. McGregor berusaha menonjolkan pentingnya pemahaman dalam organisasi. Inti teori McGregor terlihat pada klasifikasi yang dibuatnya tentang manusia yaitu :

1. Teori “X” yang pada dasamya mengatakan bahwa manusia cenderung berprilaku negatif.

2. Teori “Y” yang pada dasamya yang mengatakan bahwa manusia cenderung berperilaku positif.

Dalam mengemukakan dan mempertahankan kebenaran teori ny a, McGregor menekankan bahwa cara yang, digunakan oleh manajer (pemimpin)

1 Muhammad Muhidin, Sunan Abu Dawud Juz III,

2 Sondang OP. Siagian, Teori Motivasi dan Aplikasinya, Rineka Cipta, Jakarta, 2004 Him

(36)

dalam memperlakukan para bawahannya sangat tergantung pada asumsi yang digunakan tentang ciri-ciri manusiayang dimiliki oleh bawahannya itu.

Teori “X” mengatakan bahwa para manajer menggunakan asumsi bahwa manusia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Para pekeija pada dasamya tidak senang bekerja dan apabila mungkin, akan berusaha mengelakkanya.

b. Karena para pekeija tidak senang bekeija, mereka harus dipaksa, diawasi agar organisasi tercapai.

c. Para pekeija akan berusaha mengelakkan tanggung jawab dan hanya akan bekeija apabila menerima perintah untuk melakukan sesuatu.

d. Kebanyakan pekeija akan menempatkan pemuasan kebutuhan fisiologis dan keamanan diatas faktor-faktor lain yang berkaitan dengan pekeijaanya dan tidak akan menunjukkan keinginan atau ambisi untuk maju.

Sebaliknya, menurut teori “Y” para manajer menggunakan asumsi bahwa para pekeija memiliki ciri-ciri:

a. Para pekeija memandang kegiatan bekeija sebagai hal yang alamiyah seperti halnya beristirahat dan bermain.

b. Para pekeija akan berusaha melakukan tugas tanpa terlalu diarahkan dan akan berusaha mengendalikan diri sendiri.

c. Pada umumnya para pekeija akan menerima tanggung jawab yang lebih besar.

(37)

jawab mereka juga dan bukan semata-mata tanggung jawab orang-orang

yang menduduki jabatan manajerial.

Berangkat dari teori McGregor tersebut, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana hubungan persepsi guru tentang pengawasan kepala madrasah dan kineija guru. Karena dengan pengawasan, ada upaya yang sistematik untuk mengamati dan memantau apakah berbagai fungsi, aktifltas dan kegiatan yang teijadi dalam organisasi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau tidak.

Implikasi dari semua hal ini terhadap kineija guru sangat besar. Mau atau tidak, disukai atau tidak, kepala madrasah harus memanfaatkan pengetahuan tentang persepsi guru-gurunya di Madrasah mengenai berbagai segi kehidupan organisasionalnya karena persepsi orang sangat berpengaruh dan mempunyai hubungan terhadap kinerja guru-gurunya.

A. Kajian Persepsi Guru tentang Pengawasan Kepala Madrasah

1. Persepsi Guru

a. Pengertian Persepsi Guru

Persepsi adalah tanggapan langsung atas sesuatu.1 Tanggapan adalah mereaksi stimulus dengan membangun kesan pribadi yang berorientasi kepada pengamatan masa lalu, pengamatan masa sekarang, dan harapan masa yang akan datang.* 4

Menurut Sondang OP. Siagian, persepsi adalah bahwa apa yang ingin dilihat oleh seseorang belum tentu sama dengan fakta yang sebenamya, keinginan itulah yang menyebabkan mengapa dua orang

(38)

yang melihat atau mengalami hal yang sama memberikan interprestasi yang berbeda tentang apa yang dilihat atau dialaminya itu.5

Suparlan, membagi pengertian guru menjadi dua pandangan.

Pertama, dalam pandangan umum, Guru adalah siapa saja yang melaksanakan tugas sebagai pengajar, pendidik, dan pelatih, baik yang dilaksanakan dalam lembaga pendidikan keluarga, formal, maupun informal. Dalam konteks ini, Guru adalah siapa saja yang melaksanakan misi untuk menjelaskan anak-anak bangsa sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kedua, dalam pandangan khusus, Surat Edaran (SE) Mendikbud dan Kepala BAKN Nomor 57686/MPK/1989 menyatakan lebih spesifik bahwa, Guru ialah Pegawai negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas wewenang dan tanggung jawab oleh penjabat yang bewenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah (termasuk hak yang melekat dalam jabatan).6

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Menurut Jalaluddin Rahmad, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ada tiga, yaitu :7

1) Perhatian; adalah proses mental ketika stimulus rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimulus lainnya melemah.

5 Sondang OP. Siagian, Op.Cit., him. 98. 6 Suparlan, Op. Cit., him. 15.

(39)

2) Faktor-faktor yang fiingsional meliputi kebutuhan, pengalaman masalah dan hal-hal yang termasuk apa yang kita sebut faktor- faktor personal.

3) Faktor-faktor struktural berasal semata-mata dari sifat stimuli fisik dan efek yang ditimbulkannya pada sistem saraf individu.

2. Pengawasan Kepala Madrasah

a. Pengertian

Pengawasan adalah fungsi Administratif dimana setiap administrator memastikan bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan yang dikehendaki. Ia meliputi pemeriksaan apakah semua berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat, instruksi yang dikeluarkan, dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Ia dimaksudkan untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan dan kesalahan-kesalahan, kemudian

g

membentukannya, dan mencegah terulangnya masalah.

Pengawasan dalam administrasi berarti kegiatan mengukur tingkat efektifitas kerja personal dan tingkat efisiensi penggunaan metode dan alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan.8 9

Kepala Madrasah adalah seorang manager. Dialah yang mengatur segala sesuatu yang ada di sekolah untuk mencapai tujuan sekolah. Dengan posisi sebagai manager, Kepala Sekolah mempunyai kewenangan penuh terhadap arah kebijakan yang ditempuh menuju

8Oteng Sutisna, Op. Cit., him. 203.

(40)

visi dan misi sekolah. Kewenangan tersebut hanya dapat diterapkan secara maksimal jika dalam kepemimpinannya Kepala Sekolah memosisikan diri secara proposional.10

Sedangkan pengawasan Kepala Madrasah yang penulis maksud adalah proses administrasi dimana seorang Kepala Madrasah mengawasi semua kegiatan Madrasah apakah semua berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat, intruksi-intruksi yang dikeluarkan dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Ia dimaksudkan untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan, kesalahan-kesalahan, kemudian membetulkannya dan mencegah terulangnya masalah.

b. Tipe-tipe Kepengawasan

Menurut Ngalim Purwanto tipe-tipe kepengawasan antara lain:11 1. Pengawasan Sebagai Inspeksi

Dalam administrasi dan kepemimpinan yang otokratis, pengawasan berarti inspeksi. Dalam bentuk inspeksi ini, pengawasan semata-mata merupakan kegiatan menginspeksi pekerjaan-pekerjaan guru. Inspeksi bukanlah suatu pengawasan yang berusaha menolong guru untuk mengembangkan dan memperbaiki cara dan daya keija sebagai pendidik dan pengajar. Inspeksi dijalankan terutama dimaksud untuk mengawasi apakah

10 Muhammad Saroni, Op. Cit., him. 21.

(41)

guru menjalankan apa-apa yang sudah diinstruksikan dan ditentukan oleh atasan atau tidak, sampai dimana guru-guru menjalankan tugas-tugas yang telah ditentukan atasannya. Jadi, inspeksi berarti kegiatan-kegiatan mencari kesalahan.

Untuk menentukan baik buruknya guru-guru dilihat semata- mata dari : sampai dimana ketaatan dan kebaikannya menjalankan tugas-tugas tersebut. Guru-guru tidak pemah diminta pendapat, diajak merundingkan segala sesuatu yang berhubungan dengan tugasnya. Musyawarah dan mufakat tidak berlaku dalam hal ini. Inilah ciri-ciri kepengawasan yang khas yang berlaku pada masa kolonial dahulu, yang hingga saat kini masih juga terdapat sisa- sisanya dalam dunia pendidikan kita. Inspeksi merupakan tipe kepengawasan yang otokratis.

2. Laisses Faire

(42)

ini sama sekali tidak memberikan bantuan, pengawasan dan korelasi terhadap pekerjaan guru-guru yang dipimpinnya. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada mereka masing-masing, tanpa petunjuk atau saran-saran, tanpa adanya koordinasi.

Tidak mengherankan, jika dalam kepengawasan Laisses Faire ini mudah sekali timbul kesimpang siuran dalam kekuasaan dan tanggung jawab diantara guru-guru dan pengawasan pegawai lainnya, mudah timbul perselisihan dan kesalahpahaman diantara mereka. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan bimbingan dari pemimpin. Dengan demikian, sukar diharapkan adanya kerja sama yang harmonis yang sama-sama diarahkan kesatu tujuan. 3. Coeave Supervision

Hampir sama dengan kepengawasan yang bersifat inspeksi, tipe kepengawasan ini bersifat otoritas. Di dalam tindakan kepengawasannya, si pengawas bersifat memaksakan segala sesuatu yang dianggapnya benar dan baik menurut pendapatnya sendiri. Dalam hal ini pendapat dan insiatif guru tidak dihiraukan atau tidak dipertimbangkan.

4. Pengawasan sebagai Training dan Giudance

(43)

pertumbuhan bimbingan. Juga berdasarkan pandangan bahwa orang-orang yang diangkat sebagai guru pada umumnya telah mendapat pendidikan pre-service di sekolah guru. Oleh karena itu pengawasan yang dilakukan selanjutnya adalah untuk melatih (to train) dan memberuikan bimbingan (to guide) kepada guru-guru tersebut dalam tugas pekeijaannya sebagai guru.

5. Kepengawasan yang Demokratis

(44)

Berdasarkan hasil pengawasannya itu ia bersama-sama dengan guru-guru lain berusaha mendapatkan syarat-syarat yang diperlukan, dan berusaha menghilangkan hal-hal negatif yang menghambat lancamya jalan kehidupan sekolah, serta bersama- sama mendapatkan metode-metode bekerja gotong royong yang efesien, produktif. Sesuai dengan kondisi setempat, perbedaan pendapat, perselisihan yang mungkin timbul dicarikan pemecahannya secara musyawarah.

Menjadi jelas, bahwa pengawasan secara demokratis yang lebih baik, yaitu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :12

a. Pengawasan dijalankan secara gotong-royong atau kooperatif, tidak ditangani seorang saja, yaitu Kepala Sekolah.

b. Pengawasan dijalankan terang-terangan, diakui oleh semua petugas yaitu guru-guru, tidak secara sembunyi-sembunyi. c. Pengawasan dijalankan kontinyu dan bersifat tut wuri

handayani (bersifat pembimbingan).

c. Alat dan Teknik Pengawasan

Alat dan teknik pengawasan memiliki banyak bentuk, beberapa alat adalah cukup sederhana, sedang yang lain kompleks dan rumit. Beberapa teknik mengukur keterkaitan perbuatan fmansial, sedang teknik lain berurusan dengan efisiensi operasional organisasi. Alat

(45)

pengawasan yang lain lagi berurusan dengan sikap, persepsi, dan efektifitas pegawai. Walaupun alat-alat kepengawasan itu banyak berbeda dalam desain dan dalam apa yang mereka ukur, semuanya mencoba untuk mencapai maksud yang sama untuk menentukan penyimpangan-penyimpangan dan standar-standar yang dikehendaki sehingga managemen bisa mengambil tindakan pembetulan yang layak.13

Pengawasan diperlukan pada semua bidang kegiatan sekolah. Suatu bentuk pengawasan yang cocok harus ada untuk membimbing kegiatan itu atau untuk menilai hasil-hasilnya. Akan tetapi, untuk menjalankan dengan efektif setiap kegiatan pengawasan itu diperlukan alat dan teknik yang sesuai. Untuk mengawasi pengajaran dibuat kebijaksanaan tentang maksud dan tujuan yang hendak dicapai oleh sekolah-sekolah, kurikulum sekolah yang dibakukan serta pedoman pelaksanaannya, dan syarat-syarat bagi murid yang akan menempuh pengajaran. Semakin khusus dan teknis suatu kegiatan dalam penyelenggaraan sekolah, semakin besar keharusan untuk membawa kekuatan pengetahuan kedalam pengawasannya. Ini menyarankan bahwa alat dan teknis pengawasan harus instrumen yang khusus dan dibuat mengingat sifat pekeijaan yang dilakukan serta sifat kekuatan yang diterapkan pada pekerjaan itu.

(46)

d. Kewaspadaan Dipergunakan dalam Pengawasan

Pengawasan, sebaiknya dilakukan sebelum keadaan memburuk sampai “pita merah” (membahayakan), yaitu dengan melalui ukuran sampai satu titik, bahwa pemakaian sumber-sumber dan waktu melebihi hasil-hasil yang dicapai. Mekanisme pengawasan formal dan langsung, seperti laporan-laporan tertulis, perhitungan elektronis, inspeksi, dan lain sebagainya harus dikurangi sampai minimum. Di lain pihak, pengawasan-pengawasan informal dan tidak langsung, seperti penyelidikan-penyelidikan pribadi dan diskusi-diskusi harus ditingkatkan apabila hal ini telah dicoba temyata efektif dan ekonomis.

Dalam kaitannya dengan pengawasan, informasi memainkan peranan yang menonjol sekali. Seseorang, pada umumnya memikirkan umpan balik dalam hubungan dengan fungsi pengawasan di sekolah. Konsep umpan balik yang dihasilkan oleh kemajuan teknik, menggambarkan peranan pengawasan dalam suatu organisasi.14

e. Karakteristik Pengawasan yang Efektif

Proses pengawasan yang efektif mem perl ihatkan beberapa karakteristik :15

1) Pengawasan hendaknya disesuaikan dengan sifat dan kebutuhan organisasi. Ia memperlihatkan pola dan tata organisasi, seperti :

14Iwa Sukiswa, Dasar-Dasar Umum Manajemen Pendidikan, Tarsiti, Bandung, 1986, I5Oteng Sutisna, Op. Cit., him. 206.

(47)

susunan, peraturan-peraturan, tugas-tugas dan kewenangan yang

terdapat dalam organisasi.

2) Pengawasan hendaknya diarahkan kepada menemukan fakta-fakta tentang bagaimana tugas-tugas dijalankan. Pengawasan tidak dimaksudkan untuk terutama menemukan siapa yang salah, jika ada ketidakberesan, melainkan untuk menemukan apa yang tidak betul.

3) Pengawasan hendaknya mengacu kepada tindakan perbaikan, ia hendaknya tidak saja mengungkapkan penyimpangan dari pelaksana yang dikendaki, ia juga hendaknya menyarankan cara bisa memperbaiki pelaksanaan, pengawasan sering menyarankan beberapa bidang yang mungkin bagi tindakan perbaikan. Maka menjadi tugas administratorlah untuk meneliti bidang-bidang masalah yang mungkin ini, dan menentukan tindakan perbaikannya atau kombinasi tindakan yang akan memecahkan masalah itu. 4) Pengawasan hams bersifat fleksibel. Fleksibilitas dalam

keseluruhan proses pengawasan adalah penting bagi penyesuaian kepada kondisi yang bembah. Rencana atau standar yang didasari pengukuran pengawasan mungkin memerlukan perbaikan bila keadaan yang mendasarinya bembah.

(48)

pelaksana meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan bagi mereka.

6) Sistem pengawasan harus dapat dipahami, jika pengawasan hendak berarti, orang-orang yang terlibat memahami apa yang hendak dicapai oleh pengawasan itu dan bagaimana mereka selaku individu dapat menarik manfaat sepenuhnya dan hasilnya.

7) Pengawasan hanyalah alat administrasi, pelaksanaan pengawasan harus mempermudah tercapainya tujuan-tujuan. Oleh karena itu pengawasan harus bersifat membimbing supaya para pelaksana meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas- tugas yang telah ditentukan bagi mereka.

f. Syarat-syarat Seorang Kepala Madrasah sebagai Pengawas

Sebagai seorang Kepala Sekolah yang harus melaksanakan tugas dalam tanggung jawabnya, hendaknya mempunyai persyaratan- persyaratan ideal dalam mengawasi. Dilihat dari segi kepribadiannya (personality) syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :16

1) la harus mempunyai kemanusiaan dan solidaritas yang tinggi, dapat menilai orang lain secara teliti dari segi kemanusiaannya serta dapat bergaul dengan baik.

(49)

2) la harus dapat memelihara dan menghargai dengan sungguh- sungguh semua kepercayaan yang diberikan oleh orang-orang yang berhubungan dengannya.

3) la harus beijiwa optimis yang berusaha mencari yang baik, mengharapkan yang baik dan melihat segi-segi baik.

4) Hendaknya bersifat adil dan jujur sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh penyimpangan-penyimpangan manusia.

5) Hendaknya ia cukup tegas dan obyektif (tidak memihak) sehingga guru-guru yang lemah yang menjadi stafnya, tidak “hilang dalam bayangan” orang-orang yang kuat pribadinya.

6) Ia harus berjiwa terbuka dan luas, sehingga lekas dan mudah memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi yang baik.

7) Jiwanya yang terbuka tidak boleh menimbulkan prasangka terhadap seorang untuk selama-lamanya hanya karena suatu kesalahan saja.

8) Ia hendaknya jujur, terbuka dan penuh tanggung jawab.

9) Ia harus cukup teknik, sehingga kritiknya tidak menyinggung perasaan orang.

(50)

11) Sikapnya harus ramah, terbuka dan mudah dihubungi, sehingga guru-guru dan siapa saja yang memerlukannya tidak akan ragu- ragu untuk menemuinya.

12) la harus dapat bekeija dengan tekun dan raj in serta teliti, sehingga merupakan contoh bagi anggota / stafhya.

13) Personal apperance terpelihara dengan baik, sehingga dapat menimbulkan respect dari orang lain.

14) Terhadap orang lain ia harus mempunyai perasaan cinta sedemikian rupa, sehingga ia secara wajar dan serius mempunyai perhatian terhadap mereka.

g. Tugas Kepala Sekolah

Secara umum, tugas-tugas pokok Kepala Sekolah mencakup tujuh bidang sebagai berikut i1'

1) Bidang akademik yang berkenaan dengan proses belajar mengajar didalam dan luar sekolah.

2) Bidang ketatausahaan dan keuangan sekolah. 3) Bidang kesiswaan.

4) Bidang personalia / kepegawaian.

5) Bidang gedung dan perlengkapan sekolah. 6) Bidang peralatan sekolah.

7) Bidang hubungan sekolah dan masvarakax, 7

(51)

Maka Kepala Sekolah harus memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, dan mengawasi ketujuh bidang yang menjadi tugas pokoknya. Tugas-tugas pokok itu bilamana diperinci adalah sebagai berikut:

1) Kegiatan mengatur proses belajar mengajar

a) Menyusun program catur wulan / semester dan program tahunan, termasuk juga pembagian tugas mengajar.

b) Menyusun jadwal pelajaran setiap tahun.

c) Menyusun pelaksanaan penyusunan model satuan pelajaran dan pembagian waktu yang digunakan.

d) Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar. e) Mengatur norma penulisan.

f) Mengatur norma kenaikan kelas / tingkat. g) Mengatur pencatatan kemajuan pelajaran murid.

h) Mengatur usaha-usaha peningkatan perbaikan pengajaran (melaksanakan supervisi materi).

i) Mengatur program pengisian waktu-waktu kosong karena guru-guru berhalangan hadir.

2) Mengatur kegiatan kesiswaan

a) Mengatur penerimaan murid berdasarkan peraturan penerimaan murid baru.

(52)

c) Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru / murid.

d) Mengatur program ko-kurikulum (pramuka, UKS, dan lain-lain). e) Mengatur mutasi (kepindahan) murid.

3) Kegiatan mengatur personalia a) Menginventarisasi personalia.

b) Mengusulkan formasi guru dan merencanakan pembagian tugas-tugas guru, termasuk menghitung beban kerja guru.

c) Mengusulkan pengangkatan, kenaikan pangkat, perpindahan guru, dan administrasi kepegawaian lainnya.

d) Mengatur kesejahteraan sosial staf sekolah.

e) Mengatur pembagian tugas bilamana guru sakit, cuti, pensiun, dan lain sebagainya.

4) Kegiatan mengatur tata usaha dan keuangan sekolah a) Menyelanggarakan surat menyurat.

b) Mengatur penggunaan keuangan. c) Mengelola penggunaan keuangan. d) Mempertanggung jawabkan keuangan. 5) Kegiatan mengatur peralatan pengajaran

a) Mengatur buku-buku pelajaran untuk pegangan guru dan murid. b) Mengatur perpustakaan guru / murid di sekolah.

(53)

a) Mengatur pemeliharaan kebersihan gedung dan keindahan halaman sekolah.

b) Pengadaan dan pemeliharaan perlengkapan sekolah (kursi, meja, lemari, papan tulis, kapur, perlengkapan tata usaha atau alat tulis menulis kantor dan lain-lain).

c) Menyelenggarakan inventarisasi tanah, gedung dan perlengkapan sekolah, baik yang habis dipakai maupun yang permanen.

7) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat

a) Menyelenggarakan pembentukan dan secara kontinyu berhubungan dengan BP3.

b) Menerima dan memberikan pelayanan pada tamu.

c) Mewakili sekolah dalam hubungan keija dengan pihak luar. Dalam menyelenggarakan tugas pokok itulah seorang Kepala Sekolah harus mampu melakukan pembagian dan perbandingan kerja dengan membentuk unit-unit keija, sesuai dengan besar-kecilnya sekolah yang dipimpinnya. Kepala Sekolah berkewajiban menggerakkan setiap personal agar bersedia dan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas masing-masing.

Adapun tugas Kepala Madrasah sebagai seorang pengawas adalah sebagai berikut 18

(54)

(1) Merancang, mengarahkan dan mengkoordinir semua aktivitas agar sekolah beijalan dengan baik menuju tercapainya tujuan sekolah. (2) Membimbing para guru agar menunaikan tugasnya dengan penuh

semangat dan kegembiraan.

(3) Membimbing para murid untuk belajar raj in, tertib, dan giat.

(4) Menjaga suasana baik dalam sekolah, antar guru-guru, an tar murid- murid, antar pegawai, antar kelas, sehingga tercapainya suasana kekeluargaan.

(5) Melaksanakan hubungan, baik kedalam atau keluar.

(6) Menjaga adanya koordinasi antar seksi dalam organisasi sekolah dan sebagainya.

B. Kajian tentang Kinerja Guru

Guru diposisikan sebagai garda terdepan dan posisi sentral dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Berkaitan dengan itu, maka guru akan menjadi bahan pembicaraan, terutama tentang kinerja dan totalitas dedikasi dan loyalitas pengabdiannya. Sorotan tersebut lebih bermuara kepada ketidakmampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran, sehingga bermuara kepada menurunnya mutu pendidikan.

1. Pengertian Kinerja Guru

Kinerja adalah : sesuatu yang dicapai, kemampuan kerja tentang peralatan prestasi yang diperlihatkan.19

(55)

Yang penulis maksud tentang pengertian kinerja guru adalah guru yang dapat bekeija dengan baik, mempunyai semangat kerja tinggi, dan memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan.

2. Status Guru

Dalam melaksanakan peran dan tugasnya, guru memiliki berbagai status, antara lain :

a. Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Swasta

Seseorang akan memiliki status sebagai guru ketika ia telah memperoleh Surat Keputusan (SK), baik yang diperoleh dari pemerintah maupun dari lembaga penyedian layanan pendidikan

{education service provider) dengan SK tersebut, ia akan memperoleh hak dan kewajiban yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sebagaimana telah dijelaskan dalam pengertian legal-formal, surat edaran Mendikbud dan Kepala BAKN Nomor 57696/MPK/1989 telah menjelaskan bahwa “Guru ialah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, wewenang, tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah (termasuk hak yang melekat dalam jabatan).”

b. Guru Sebagai Profesi

Sebagai profesi, guru sesungguhnya memiliki status yang sederajat dengan profesi lain seperti dokter, apoteker, insinyur, hakim, jaksa, akuntan, arsitek dan masih banyak profesi terhormat lainnya. 20

(56)

Karena sesungguhnya guru sering disebut sebagai ibu dari semua profesi. Hal itu dapat dimengerti, karena guru dapat menghasilkan profesi lainnya. Profesional menunjuk pada dua hal, yakni orang tua dan penampilan atau kinerja orang itu dalam melaksanakan tugas atau pengajaran dan pembelajaran secara profesional. Sementara itu, profesionalisme menunjuk pada derajat atau tingkat penampilan seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu.

c. Guru Sebagai Pemimpin Masyarakat

Guru sebagai pemimpin masyarakat (social leader) dan pekeija sosial {social woker) khususnya dalam masyarakat paguyuban. Dalam masyarakat paguyuban, antara satu warga dengan warga yang lain masih terikat perasaan kebersamaan yang amat kental, dan guru sering menduduki posisi sebagai tokoh yang diteladani oleh warga masyarakat. Ia menjadi satu-satunya sumber informasi dan sumber ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, guru sering dipandang menjadi sosok yang ‘digugu dan ditiru’.

(57)

media informasi dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, bukan semata-mata dari ketokohan seorang guru. Status guru dipandang sebagai profesi yang kurang dihargai, karena adanya pengeseran pandangan masyarakat kearah yang bersifat matrealistis.

3. Peran Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Yang akan dikemukakan disini adalah peranan yang dianggap dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut: a. Guru sebagai Demonstrator

Melalui perannya sebagai demonstrator, lecture, atau pengajar, guru hendaknya senantiasai menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasan mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuan dalam hal ilmu yang dimilikinya karena ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Salah satu hal yang akan diperhatikan oleh guru ialah bahwa ia sendiri adalah pelajar. Ini berarti bahwa guru harus belajar terns menerus. 2

(58)

Seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam merumuskan TIK, memahami kurikulum, dan dia sendiri sebagai sumber terampil dalam memberikan informasi kepada kelas. Sebagai pengajar, guru harus membantu perkembangan anak didik untuk dapat menerima, memahami, serta menguasai ilmu pengetahuan. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan.

b. Guru sebagai Pengelola Kelas

Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning manager)

guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Pengawasan terhadap lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan. Tujuan umum pengelola kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas bagi bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya ialah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

(59)

Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar . sebagai mediator guru pun menjadi peranan dalam hubungan antar manusia. Untuk keperluan itu guru harus terampil mempergunakan pengetahuan tentang bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi. Tujuannya ialah agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif.

Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar, baik yang beruipa narasumber, buku teks, majalah, ataupun surat kabar.

d. Guru sebagai Evaluator

Kalau memperhatikan dunia pendidikan, akan diketahui bahwa setiap jenis pendidikan atau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan orang selalu mengadakan evaluasi, artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan tadi orang selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak di didik maupun terdidik.

(60)

kedudukan siswa didalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat menetapkan apakah seorang siswa termasuk kedalam kelompok siswa yang pandai, sedang, kurang, atau cukup baik dikelasnya jika dibandingkan dengan teman-temannya. Dalam fimgsinya sebagai penilai hasil belajar siswa, guru hendaknya secara terus-menerus mengikuti hasil-hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu.

Dalam buku bertajuk Dinamika Sekolah dan Bilik Darjah,

Kamarudin Haji Husin memaparkan peran guru dalam berbagai aspek, yaitu sebagai (1) Pendidik, (2) Pengajar, (3) Fasilitator, (4) Pembimbing, (5) Pelayan, (6) Perancang, (7) Pengelola, (8) Inovator, dan (9) Penilai. Peran dan tugas pokok guru tersebut dapat dijelaskan dalam tabel berikut :22 • Membina budi pekerti

2. Pengajar

• Menyampaikan ilmu pengetahuan

• Melatih ketrampilan, memberikan panduan atau petunjuk

• Panduan antara memberikan pengetahuan, bimbingan, dan ketrampilan

• Merancang pengajaran

(61)

• Melaksanakan pembelajaran • Menilai aktivitas pembelajaran

3. Fasilitator

• Memotivasi siswa • Mem bantu siswa

• Membimbing siswa dalam proses pembelajaran di dalam dan diluar kelas

• Menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai

• Menggunakan pertanyaan yang merangsang siswa untuk belajar

• Menyediakan bahan pengajaran

• Mendorong siswa untuk mencari bahan ajar

• Menggunakan ganjaran dan hukuman sebagai alat pendidikan

• Mewujudkan disiplin

4. Pembimbing

• Memberikan petunjuk atau bimbingan tentang gaya pembelajaran siswa

• Mencari kekuatan dan kelemahan siswa • Memberikan latihan

• Memberikan penghargaan kepada siswa

• Mengenal permasalahan yang dihadapi siswa dan menemukan pemecahannya

• Membantu siswa untuk menemukan bakat dan minat siswa (karir di masa depan)

f lyfapgwal perbedaan individu siswe

5. Pelayan

• Memberikan layanan pembelajaran yang nyaman dan aman sesuai dengan perbedaan individu siswa • Menyediakan fasilitas pembelajaran dari sekolah,

(62)

• Memberikan layanan sumber belajar

6. Perancang

• Menyusun program pengajaran dan pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku

• Menyusun rencana mengajar

• Menentukan strategi dan metode pembelajaran sesuai dengan konsep PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)

7. Pengelola

• Melaksanakan administrasi kelas • Melaksanakan presensi kelas

• Memilih strategi dan metode pembelajaran yang efektif

8. Inovator

• Menemukan strategi dan metode pengajaran yang efektif

• Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam penggunaan strategi dan metode mengajar

• Mau mencoba dan menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang barn

9. Penilai

• Menyusun tes dan instumen penilaian lain

• Melaksanakan penilaian terhadap terhadap siswa secara objektif

• Mengadakan pembelajaran remedial

• Mengadakan pengayaan dalam pembelajaran

4. Standar Kompetensi Guru (SKG)

(63)

komponen. Ketiga terdiri atas dua kompetensi. Dengan demikian, ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi dasar, yaitu :

1. Penyusunan rencana pembelajaran 2. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar 3. Penilaian prestasi belajar peserta didik

4. pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik 5. Pengembangan profesi

6. Pemahaman wawasan kependidikan, dan

7. penguasaan bahan kajian akademik (sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan)

Hubungan antara tiga komponen, tujuh kompetensi dan indikator dalam standar kompetensi guru tersebut dapat dijelaskan dalam tabel berikut :23

Tabel VII

Komponen, Kompetensi, Standar Kompetensi Guru (SKG)

Komponen Kompetensi Indikator

Pengelolaan pembelajaran

1. Penyusunan pembelajaran

1.1 Mampu mendeskripsikan tujuan pembelajaran

1.2 Mampu memilih / menentukan materi

(64)

1.3 Mampu menentukan metode strategi pembelajaran

Mampu menentukan media/alat peraga

Mampu menyusun perangkat penilaian

Mampu menentukan teknik penilaian

Mampu menggunakan alat peraga media

Mampu menggunakan bahasa yang komunikatif

(65)

2.9 Mampu menyimpulkan pembelajaran

2.10 Mampu memberikan umpan balik

2.11 Mampu melaksanakan penilaian 2.12 Mampu menggunakan waktu

3. Penilaian

3.2 Mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda

3.3 Mampu memperbaiki soal yang tidak valid

3.4 Mampu memeriksa jawaban 3.5 Mampu mengklasifikasikan

hasil-hasil penilaian

3.6 Mampu mengolah dan menganalisis hasil penilaian 3.7 Mampu menyusun laporan hasil

penilaian

3.8 Mampu membuat interprestasi kecenderungan hasil penilaian 3.9 Mampu menentukan korelasi

(66)

penilaian

3.10 Mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian

3.11 Mampu menyimpulkan dari hasil penilaian secara jelas dan logis 4. Pelaksanaan

4.1 Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian

4.2 Mengklasifikasikan kemampuan siswa

4.3 Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian 4.4 Melaksanakan tindak lanjut 4.5 Mengevaluasi hasil tindak lanjut

penilaian

4.6 Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian

Pengembangan profesi

Pengembangan diri

1.1 Mengikuti informasi perkembangan IPTEK yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah

(67)

1.3 Mengembangkan berbagai model pembelajaran

1.4 menulis makalah

1.5 Menulis / menyusun diklat pelajaran

1.6 Menulis buku pelajaran 1.7 Menulis modul pelajaran 1.8 Menulis karya ilmiah

1.9 Melakukan penelitian ilmiah

((action research)

1.10 Menentukan teknologi tepat ,guna

1.11 Membuat alat peraga / media 1.12 Menciptakan karya seni

1.13 Mengikuti pelatihan terakreditas 1.14 Mengikuti pendidikan kualifikasi 1.15 Mengikuti kegiatan

pengembangan kurikulum

(68)

dasar dan menengah

1.4 Memahami fiingsi sekolah

1.5 Mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil pendidikan 1.6 Membangun sistem yang

menunjukkan keterikatan pendidikan sekolah dan luar sekolah

2. Penguasaan 2.1 Memahami struktur pengetahuan bahan kajian 2.1 Menguasai subtansi materi akademik 2.1 Menguasai subtansi kekhususan

sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa

5. Hak dan Kewajiban Guru

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan tentang hak-hak pendidikan dan tenaga kependidikan sebagai berikut :24

a. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai

b. Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja

(69)

c. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual, dan

d. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas (pasal 40

{I})-Dengan demikian, maka guru harus dapat menunjukkan bahwa hak-hak yang akan diperoleh haruslah setara dengan kewajiban yang diberikan dalam pelaksanaan tugasnya dalam pasal 40 ayat 2 UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan lebih lanjut pendidikan dan tenaga kependidikan memiliki kewajiban sebagai berikut:

1. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis.

2. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan, dan

3. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan keududukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

6. Kode Etik Sebagai Profesi

Gambar

Tabel XVIII  Data Kineija Guru dari  Responden yang Menjawab A,  B,  C, D dan Prosentase Setiap Item Pertanyaan................................
Tabel I Kisi-Kisi Angket
Tabel III
Tabel IV  Kinerja Guru No.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tulisan ini diilhami oleh dasar pemikiran dengan melihat hasil yang telah saya lakukan tentang analisis faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja dosen dalam melaksanakan Tri

skill di kedua pondok pesantren mahasiswa mempunyai program yang hampir sama, letak perbedaannya adalah subyeknya (PPM Al-Jihad hanya mahasiswa semester 1-4 yang

Untuk menampilkan wireframe yang telah anda buat di jendela design pilih Untuk menampilkan wireframe yang telah anda buat di jendela design pilih pada menubar (Data / Load /

Mengaplikasikan konsep dasar competency-based assessment ke dalam unit pembelajaran yang diampu dan memilih metode assessment yang tepat sesuai dengan kompetensi atau learning

Hal іnі menunjukkan bahwa jіka karyawan UD Medalі Maѕ memіlіkі Motіvaѕі Kerja dan Kemampuan Kerja yang baіk maka, Kіnerja Karyawan juga akan

Therefore, the main objective of this study was to evaluate the secondary metabolites, antimicrobial, brine shrimp lethality and larvicidal activities against the 4

6 Sumaryo Suryokusumo, 1997, Studi Kasus Hukum Organisasi Internasional, cetakan ke-1 edisi II, P.T. Alumni, Bandung, hlm. tidak memiliki validitas dan mendesak

Jika dibandingkan dengan penelitian lokasi lain yang dilakukan di Teluk Bakau dimana lamun pada substrat pasir memiliki rata-rata lebar daun sebesar 1.49.. Hasil pengukuran