STRATEGI MEDIA RELATIONS DI FUNGSI COMMUNICATION & CSR PT. PERTAMINA (PERSERO) MARKETING OPERATION REGION VII LAPORAN KERJA PRAKTIK

54 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

STRATEGI MEDIA RELATIONS DI FUNGSI COMMUNICATION & CSR PT. PERTAMINA (PERSERO) MARKETING OPERATION REGION VII

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh: Rahmadani Haris

106116013

PRODI KOMUNIKASI

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN DIPLOMASI UNIVERSITAS PERTAMINA

(2)

2 STRATEGI MEDIA RELATIONS DI FUNGSI COMMUNICATION & CSR PT.

PERTAMINA (PERSERO) MARKETING OPERATION REGION VII

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh: Rahmadani Haris

106116013

PRODI KOMUNIKASI

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN DIPLOMASI UNIVERSITAS PERTAMINA

(3)
(4)

ii KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, karunia serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Kerja Praktik (KP) dan Penyusunan Laporan Kerja Praktik dengan baik. Laporan kerja praktik ini berjudul “ Strategi media relations di fungsi Communication & CSR PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII” dengan tujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan mata kuliah sebanyak 2 SKS (Satuan Kredit Semester) di Program Studi Ilmu komunikasi Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina. Laporan ini merupakan hasil kerja penulis serta dorongan semangat dan sumbangan pemikiran dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, terutama kepada pihak-pihak sebagai berikut :

1. Tuhan Yang Maha Esa.

2. Bapak Prof. Akhmaloka P.hD. sebagai Rektor Universitas Pertamina

3. Bapak Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M.Eng. sebagai Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi

4. Ibu Dr. Farah Mulyasari, S.T., M.Sc sebagai Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi

5. Bapak Dr. Adde Oriza Rio sebagai Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi

6. Bapak Hatim Ilwan sebagai Unit Manager Communication and CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII.

7. Bapak Ahad Rahedi sebagai Pembimbing Kerja Praktik sekaligus Senior Supervisor di Fungsi Communication and CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII.

8. Ibu Ita Musfirowati Hanika, S.A.P, M.I.Kom sebagai Dosen Pembimbing Kerja Praktik di Universitas Pertamina.

9. Bapak Haris Yanuanza sebagai Junior Officer Communication & Relation 10. Orang tua penulis yang telah mendukung penulis.

11. Teman – teman seperjuangan yang telah mendukung penulis.

12. Para Pekerja dan TKJP Fungsi Communication and CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII. 13. Pihak lain yang tidak dapat di sebutkan satu per satu.

Dalam penulisan proposal ini, penulis juga menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun sehingga penulis dapat menghasilkan laporan yang lebih baik lagi di lain kesempatan.

Makassar, 6 Agustus 2019 Penulis

(5)

iii DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN...i KATA PENGANTAR...ii DAFTAR ISI...iii DAFTAR TABEL...v BAB I PENDAHULUAN...1 1.1. Latar belakang...1 1.2 Tujuan...2

1.3 Tempat Kerja Praktik...2

1.4 Waktu Pelaksanaan...2

BAB II PROFIL INSTANSI/PERUSAHAAN...4

2.1 Sejarah PT Pertamina (Persero) ...4

2.2 Penjelasan Penempatan Peserta KP...6

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK...9

3.1 Kegiatan Communication & Relation...9

3.2 Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)...14

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK...17

4.1 Kegiatan Communication & Relation...17

4.2 Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ...20

BAB V TINJAUAN TEORITIS...21

5.1 Media relations...21

5.2 Teori Perencanaan Strategis...21

BAB VI PENUTUP...25

6.1 Kesimpulan...25

(6)

iv Daftar Pustaka...26

(7)

v DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Logo Pertamina...5

Gambar 2. Struktur organisasi...8

Gambar 3. Kegiatan media monitoring (media cetak dan media online)...10

Gambar 4. Kegiatan media gathering di Kota Bandung, Jawa Barat...11

Gambar 5. Contoh press release...12

Gambar 6. Contoh dokumentasi dan publikasi...13

Gambar 7. Contoh kegiatan administrasi penulis (scan dokumen)...14

Gambar 8. Contoh konten instagram yang di buat penulis...14

(8)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perusahaan maupun organisasi pasti memiliki keterkaitan dengan publik. Kedua hal tersebut merupakan pelaku ekonomi yang saling membutuhkan satu sama lain. Utamanya bagi perusahaan yang membutuhkan konsumer (publik). Jika melihat keadaan saat ini pertumbuhan perusahaan sangat pesat yang mengharuskan perusahaan mampu mengambil perhatian publik. Salah satu caranya dengan menjalin komunikasi yang baik.

Saat ini hampir seluruh perusahaan bersaing untuk mengambil perhatian publik. Maka dari itu, perusahaan sangat perlu untuk menjalin hubungan baik dengan media atau yang kita sebut media relations. Dalam buku Teori dan Praktik public relations di Era Cyber, media relations merupakan salah satu bentuk kegiatan dari seorang Public Relations (PR) dalam membentuk hubungan baik dengan media demi mencapai tujuan perusahaan (Saputra, Wahidin, & Rulli Nasrullah, 2014). Oleh karena itu, media relations dianggap sangat penting untuk setiap perusahaan karena dijadikan sebagai medium/alat komunikasi yang efektif dan efisien antara perusahaan dengan publiknya.

Seperti yang kita ketahui bahwa pers memiliki kekuatan dalam membentuk opini publik. Maka dari itu, setiap perusahaan berlomba lomba untuk bekerja sama dengan perusahaan media. Informasi yang terkait dengan perusahaan/organisasi sulit diketahui publik tanpa bantuan media massa. Begitupun sebaliknya, media membutuhkan berita untuk disiarkan. Namun, sebelum melakukan kerjasama dengan media beberapa hal menjadi perhatian perusahaan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Salah satu tujuan yang dimiliki oleh setiap perusahaan ialah memiliki hubungan yang baik dengan media. Dalam hubungan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memelihara citra yang baik di hadapan publik atau stakeholders. Dengan memiliki citra yang baik, maka para pekerjapun ikut bangga bekerja dalam perusahaan tersebut. Citra sendiri tidak dapat dilihat maupun diukur atau bersifat abstrak (intangible). Namun efek dari citra tersebut dapat dirasakan, efek yang ditimbulkan bisa berdampak buruk maupun baik bagi perusahaan terkait (Ruslan, 2005:74).

Efek tersebut dirasakan melalui persepsi-persepsi masyarakat terkait perusahaan. Persepsi tersebut timbul dan tumbuh dibenak masyarakat diakibatkan dari pemberitaan-pemberitaan yang muncul melalui media massa, seperti media cetak, dan digital. Informasi yang dimuat melalui media massa diterima oleh publik menimbulkan persepsi berbeda-beda dibenak masyarakat.

(9)

2 PT. Pertamina (Persero) MOR VII merupakan salah satu perusahaaan besar yang berada di wilayah Sulawesi, tentunya memiliki relasi dengan berbagai media yang beroperasi di wilayah yang sama. PT. Pertamina MOR VII memiliki wilayah kerja yang luas yaitu terdiri dari enam propinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Dengan wilayah kerja yang luas terdiri dari enam propinsi. Tentunya sebagai PR sangat sulit untuk menjaga citra perusahaann. Maka dari itu, PR tentunya memiliki strategi dalam menjaga hubungan baik dengan media. Melalui Kuliah Peraktik ini, penulis ingin mengetahui bagaimana strategi PR PT. Pertamina MOR VII dalam membangun media relations, sehingga perusahaan dapat bertahan hingga sekarang dengan minimnya pemberitaan.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan penulis dalam melakukan kerja praktik ini ialah untuk mengetahui strategi PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII dalam membangun media relations.

1.3. Tempat Kerja praktik

Nama Perusahaan : PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Fungsi : Communication and CSR

Alamat : Jln. Garuda No.1 Makassar Telepon/Fax : (0411) 871181/(0411) 835419 Website : www.pertamina.com

1.4. Waktu Pelaksanaan

Waktu Kerja Praktik (KP) dilakukan selama kurang lebih 3 bulan lamanya. Dimulai pada tanggal 6 Mei 2019 sampai 6 Agustus 2019 atau sekitar 432 jam efektif. Jadwal KP dibagi atas empat tahap yaitu:

1. Tahap Observasi dan Persiapan

Pada tahap ini, penulis melakukan observasi ke instansi terkait atau dalam hal ini PT. Pertamina(Persero) Marketing Operation Region VII yang berkantor di JL. Garuda No. 1 Makassar. Observasi ini dilakukan penulis untuk mengetahui persyaratan untuk dapat mengajukan KP di instansi tersebut. Setelah penulis mengurus segala dokumen persyaratan, penulis mengajukan permohonan KP ke instansi terkait. Hingga pada akhirnya penulis diterima untuk melaksanakan KP di instansi tersebut dengan posisi penempatan yaitu di fungsi communication & CSR.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, penulis mulai melakukan KP yaitu pada tanggal 6 Mei 2019 hingga 6 Agustus 2019. Dengan waktu pelaksanaan mengikuti jam kerja pada instansi

(10)

3 tersebut. KP dilaksanakan pada hari Senin hingga Jum’at. Saat penulis melaksanakan KP di bulan pertama bertepatan dengan bulan Ramadhan. Maka jam kerja dimulai pada pukul 08.30-16.00 WITA. Sedangkan, untuk hari kerja di luar bulan Ramadhan (Juni-Agustus) dimulai pada pukul 08.30-16.30 WITA.

3. Tahap Penulisan Laporan KP

Pada tahapan ini, penulis lakukan setelah menyelasaikan KP selama kurang lebih 3 bulan. Terhitung sejak tanggal 6 Mei 2019 hingga 6 Agustus 2019. Dalam menyusun laporan ini, penulis melakukan diskusi dengan pembimbing, baik pembimbing instansi maupun pembimbing universitas. Selain pembimbing, penulis juga berdiskusi dengan beberapa rekan kerja di instansi tempat penulis melakukan KP. Tidak hanya itu, penulis juga berdiskusi dengan rekan sesama mahasiswa yang sedang melakukan KP. Segala data yang dibutuhkan dalam menyusun laporan penulis dapatkan dari pihak instansi, pengamatan, dan studi pustaka dari buku, jurnal serta laporan-laporan KP terdahulu yang ada di internet. Laporan KP ini dibuat untuk memenuhi syarat kelulusan mahasiswa di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pertamina.

(11)
(12)

5 BAB II

PROFIL INSTANSI/PERUSAHAAN

2.1. Sejarah PT Pertamina (Persero)

Awal berdirinya PT Pertamina (Persero) sejalan dengan pencarian panjang minyak dan gas bumi di sekitar pulau-pulau pada awal abad 19. Dalam perjalanan untuk melahirkan perusahaan energi terbesar di Indonesia ini sangatlah panjang diawali pada:

a. Tahun 1800-an

Di era ini awal pencarian minyak dan gas bumi dilakukan. Untuk wilayah Indonesia sendiri, pertama kali dilakukan pada tahun 1871 di daerah Cirebon oleh Belanda. Namun, untuk sumur produksi pertama bertempat di Sumatera Utara yaitu sumur Telaga Said. Sumur ini dibor pada tahun 1883, dan 2 tahun setelahnya didirikan Royal Dutch Company di Pangkalan berandan.

b. Tahun 1900-an

Bermula dari sumur Telaga Said, produksi minyak di Indonesia terus berkembang. Hingga tahun 1950an beberapa sumber minyak telah ditemukan yaitu wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Namun, saat itu masih dibawah pemerintah Belanda. Setelah Belanda, Indonesia berada dibawah perintah rakyat Jepang. Saat pemerintahan Jepang produksi minyak terhenti akibat perang kemerdekaan yang menyebabkan bumi hangus. Sehingga yang dilakukan hanyalah merehabilitasi sumur yang rusak. Setelah perang berakhir, Indonesia mulai berbenah dengan mengambil alih seluruh aset minyak dan gas bumi yang ditinggalkan.

c. Tahun 1957: Tonggak Sejarah

Untuk menngelolasegala aset migas yang ditinggalkan oleh penjajah. Indonesia mendirikan perusahaan minyak nasional (PERMINA) pada 10 Desember 1957. Kemudian pada tahun 1968 bergabung dengan PERTAMIN sehingga berubah nama menjadi PERTAMINA. Perusahaan ini kemudian diperkuat dengan dibuatnya UU No. 8 Tahun 1977 yang menyatakan PERTAMINA merupakan perusahaan milik negara dan mewajibkan semua perusahaan migas yang ada di Indonesia melakukan kerjasama dengan Pertamina. Dengan UU ini, Pertamina menjalankan peran ganda yaitru sebagai regulator bagi mitra yang bekerjasama melalui Kontrak (KKS) di wilayah kerja Pertamina dan sebagai operator yang menggarap wilayah kerja sendiri.

d. Tahun 2000-an

Pada tahun 2001, pemerintah menerbitkan UU Minyak dan Gas Bumi No. 22. Akibat hadirnya undang-undang ini PERTAMINA beralih menjadi PT. Pertamina

(13)

6 (Persero) dan melepaskan peran gandanya. Untuk peran regulator di sektor hilir diberikan ke BPH MIGAS untuk dijalankan. Sedangkan untuk sektor hulu sendiri, Pertamina membentuk anak perusahaan sebagai perpanjangan tangan dalam mengelola ekplorasi dan ekploitasi minyak, gas dan panas bumi, jasa pengeboran, transportasi pipa migas, dan pengelolaan portofolio di sektor hulu dan hilir.

2.1.1. VISI PT PERTAMINA (Persero)

“Menjadikan Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia”

2.1.2. MISI PT PERTAMINA (Persero)

“Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat”.

2.1.3. Tata Nilai PT. Pertamina (Persero) 1. Clean (Bersih)

2. Competitive (Kompetitif) 3. Confident (Percaya diri)

4. Custumer-Focused (Fokus pada pelanggan) 5. Commercial (Komersial)

6. Capable (Berkemampuan)

2.1.4. Logo Perusahaan

Sumber : www.pertamina.com Gambar 1. Logo Pertamina Filosofi Logo:

1. Pada logo terdapat anak panah yang mengandung makna bahwa aspirasi pertamina untuk tetap maju untuk bergerak kedepan serta progresif. Pada logi membentuk huruf “P” yang merupakan hurup awal dari nama Pertamina.

2. Pada logo terdapat tiga elemen yang memiliki warna yang berbeda. Hal itu menggambarkan pulau-pulau yang terdapat di Indonesia yang beragam. 3. Setiap warna memiliki makna tertentu, diantaranya hijau yang berarti

sumber daya energi yang berwawasan lingkungan. Biru artinya dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Merah yang berarti keuletan dan

(14)

7 ketegasan serta keberanian dalam menyelesaikan berbagai macam masalah.

2.1.5. Profil PT. Pertamina (Persero) MOR VII

PT. Pertamina (Persero) MOR VII berkedudukan di area Sulawesi, tepatnya di Jl. Garuda No. 1 Makassar, Sulawesi Selatan. PT. Pertamina (Persero) didirikan pada 10 Desember 1957. Pertamina merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi yaitu, minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. Pertamina menyelenggarakan usaha migas di sektor hulu dan hilir. Untuk sektor hulu sendiri, dilakukan di dalam dan luar negeri yang meliputi kegiatan ekplorasi, produksi, dan transmisi minyak dan gas bumi. Sedangkan, untuk sektor hilir sendiri, meliputi kegiatan minyak mentah, pemasaran dan niaga produk hasil minyak, gas, petrokimia, dan bisnis perkapalan untuk kebutuhan distribusi. Adapun beberapa produk pertamina yang diproduksi seperti, premium, solar, minyak diesel serta non bahan bakar, meliputi Pelumas, Liquevied Petroleum Gas (LPG), Musicool, Liquefied Natural Gas (LNG) , Paraxylane, Propylene, Polytam, PTA dan produk lainya (pertamina, 2012).

PT. Pertamina (Persero) memiliki kantor pemasaran di delapan wilayah berbeda. Kantor pemasaran pertamina sering disebut dengan Marketing Operation Region (MOR), yang kantornya terdapat di

1. PERTAMINA MOR I, terletak di Medan, Sumatera Utara. 2. PERTAMINA MOR II, terletak di Palembang

3. PERTAMINA MOR III, terletak di Jakarta Pusat, DKI Jakarta 4. PERTAMINA MOR IV, terletak di Semarang, Jawa Tengah 5. PERTAMINA MOR V, terletak di Surabaya, Jawa Timur

6. PERTAMINA MOR VI, terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur 7. PERTAMINA MOR VII, terletak di Makassar, Sulawesi Selatan 8. PERTAMINA MOR VIII, terletak di Jayapura, Papua

2.1.6. Fungsi PT. Pertamina MOR VII

Pada PT. Pertamina MOR VII dibagi atas 2 jenis fungsi yaitu fugsi operasi dan fungsi support, diantaranya:

1. Retail Fuel Marketing

2. Domestic Gas 3. Supply & Distribution 4. Aviation 5. Industrial Fuel Marketing 6. HSSE (Health, Security, Safety & Environment)

(15)

8 7. Finance 8. Human Resources (HR) 9. Aset 10. IT 11. Legal Counsel 12. Medical 13. Communication & CSR

2.2. Penjelasan Penempatan Peserta KP

Penulis memilih melakukan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII yang berkedudukan di Makassar Sulawesi Selatan karena PT. Pertamina (Persero) merupakan salah satu BUMN terbesar di Indonesia. Selain itu, PT. Pertamina (Persero) juga termasuk salah satu perusahaan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Maka dari itu, penulis tertarik untuk melaksanakan KP di fungsi Communication & CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Perusahaan besar dan mampu bersaing di tingkat global tentunya memiliki perencanaan strategi yang baik. Maka dari itu, penulis tertarik untuk melaksanakan KP di instansi tersebut. Pertimbangan lain penulis melaksanakan KP di fungsi tersebut, karena sejalan dengan studi yang sedang di dalami penulis yaitu Ilmu Komunikasi. Alasan lain penulis melaksanakan KP di fungsi Communication & CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII karena penulis diterima untuk melaksanakn KP sesuai posisi yang telah di ajukan penulis.

2.2.1 Fungsi Communication and CSR PT. Pertamina MOR VII

PT. Pertamina adalah salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia. Maka dari itu PT. Pertamina memiliki tanggung jawab yang besar. Pertamina memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan profit dalam rangka untuk kesejahteraan negara. Namun disisi lain, Pertamina juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kedua tanggung jawab tersebut itu melibatkan fungsi Communication & CSR. Untuk fungsi communication sendiri itu berperan untuk menjaga citra perusahaan agar tetap baik di hadapan publik. Ketika citra baik maka publik akan membeli produk kita, begitupun sebaliknya. Semua kegiatan itu memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan profit perusahaan.

Sedangkan, untuk tanggung jawab sosial sangat jelas jika ini merupakan tugas dari fungsi CSR. Pada CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII sendiri, memiliki dua program. Pertama yaitu Program Kemitraan (PK). Program ini berfungsi untuk menyiapkan modal usaha bagi pengusaha yang memenuhi syarat untuk mengembangkan usahanya. Kedua yaitu Bina Lingkungan (BL). Program ini berfungsi untuk memberi bantuan berupa dana, atau bantuan dalam bentuk lain kepada organisasi atau yayasan yang ingin melakukan

(16)

9 perbaikan lingkungan, seperti memberi bantuan dana untuk pembangunan Masjid/Asrama/Madrasah.

2.2.2 Struktur organisasi PT Pertamina (Persero) MOR VII Makassar Fungsi Communication and CSR

Gambar 1. Struktur organisasi

PT. Pertamina (Persero) MOR VII memiliki wilayah kerja yang luas. Seluruh wilayah di pulau Sulawesi menjadi tanggung jawab PT Pertamina (Persero) MOR VII. Yang terbagi atas enam Propinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

(17)
(18)

11 BAB III

KEGIATAN KERJA PRAKTIK

Fungsi Communication & CSR adalah salah satu fungsi yang ada di PT. Pertamina MOR VII. Fungsi ini sangat erat kaitannya dengan hubungan eksternal perusahaan. Dalam setiap kegiatan perusahaan yang melibatkan fungsi ini, penulis selalui ikut serta. Namun, untuk penulis sendiri dalam menjalankan KP, tidak hanya melaksanakan kegiatan komunikasi saja melainkan juga ikut dalam melaksanakan kegiatan CSR. Dalam melaksanakan KP, terdapat dua jenis kegiatan yang telah diberikan ke penulis yaitu kegiatan yang berhubungan dengan bidang Communication & Relations dan kegiatan yang berhubungan dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

3.1. Kegiatan Communication & Relatios

Dalam kegiatan Communication & Relations, penulis telah melaksanakan berbagai kegiatan selama melaksanakan KP. Kegiatan tersebut meliputi media monitoring, media gathering, press conference, pembuatan press release, dokumentasi dan publikasi, halal bihalal, administrasi dan media social officer.

3.1.1. Media Monitoring

Media monitoring merupakan salah satu kegiatan seorang PR untuk mengawasi dan mengontrol pemberitaan media terkait perusahaan. Pemberitaan tersebut meliputi pemberitaan negatif dan pemberitaan positif. Selama melakukan KP penulis diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan PR yaitu media monitoring. Dalam melakukan media monitoring, penulis membagi waktu yaitu untuk pagi hari sekitar pukul 07.30-08.00 penulis melakukan media monitoring khusus untuk surat kabar (koran). Jadi setiap pagi, penulis mengawali kegiatan dengan melakukan media monitoring untuk surat kabar (koran). Untuk media online, penulis melakukan media monitoring di malam hari yaitu sekitar pukul 22.00-22.30. Setiap hari kegiatan ini rutin dilakukan penulis hingga hari libur kegiatan tersebut tetap dilakukan. Namun, untuk media cetak (koran) penulis diminta untuk merekap dalam bentuk klipping yang didalamnya terdapat tanggal diterbitkan pemberitaan tersebut, tergolong positif atau negatif pemberitaan tersebut untuk perusahaan, PR value, nama media yang menerbitkan serta judul pemberitaan. Klipping tersebut disimpan dalam satu file dokumen, yang setiap tiga bulan PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII melaporkan ke PT. Pertamina (Persero). Hal yang sama juga dilakukan penulis untuk media online. Mencari berita terkait PT. Pertamina (Persero) MOR VII yang direkap dengan format tertentu kemudian dilaporkan ke PR perusahaan.

(19)

12 Gambar 2. Kegiatan media monitoring (media cetak dan media online)

3.1.2. Media Gathering

Media Gathering merupakan salah satu kegiatan PR yang biasanya dilakukan setiap tahun sekali. Kegiatan ini biasanya berupa kegiatan liburan direksi dan PR perusahan bersama media (wartawan). Kegiatan ini dilakukan untuk merekatkan hubungan silaturahmi yang baik perusahaan dengan media. Maka dari itu, pihak perusahaan mengajak media untuk liburan bersama menyenangkan hati para awak media (wartawan) sekaligus sebagai tanda terima kasih atas kerja sama yang telah dilakukan. Berkaitan dengan kegiatan media gathering ini, saat penulis melakukan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII penulis berkesempatan untuk ikut dan terlibat dalam kegiatan tersebut. Saat itu penulis diberi tugas sebagai salah satu panitia yang menyusun berbagai permainan (games) untuk direksi dan wartawan selama kegiatan media gathering tersebut dilakukan. Kegiatan media gathering saat itu dilakukan di Kota Bandung Jawa Barat selama 3 hari 2 malam.

(20)

13 Gambar 4. Kegiatan media gathering di Kota Bandung, Jawa Barat.

3.1.3. Press Conference

Press Conference merupakan kegiatan PR yang biasanya dilakukan saat ingin menyampaikan hal/peristiwa penting kepada publik. Kegiatan ini biasanya mengundang banyak media untuk hadir dalam pelaksanaan press conference. Penulis saat melakukan KP berkesempatan untuk ikut serta terlibat dalam pelaksanaan press conference yang saat itu dilaksanakan di salah satu SPBU yang terletak di Kota Makassar Sulawesi Selatan. Saat itu, penulis di beri tugas sebagai salah satu panitia yang mempersiapkan keperluan untuk pelaksanaan press conference. Penulis menyiapkan segala kebutuhan dan mengecek segala peralatan untuk memastikan press conference akan berjalan lancar. Salah satu contoh yang dilakukan penulis saat itu ialah mengecek sound system, memastikan jumlah kursi sesuai dengan tamu yang di undang, memastikan kenyamanan wartawan, memastikan kursi direksi serta memastikan wartawan yang hadir press conference.

3.1.4. Pembuatan Press Release

Press Release merupakan bahan berita terkait kegiatan yang dilakukan perusahaan yang memiliki nilai berita yang dirangkum oleh PR yang kemudian disebarluaskan ke media untuk dapat dimuat kedalam media pemberitaannya. Press release ini yang paling sering dilakukan oleh perusahaan. Pada PT. Pertamina MOR VII sendiri sangat sering membuat Press Release. Press Release ini menjadi tugas utama penulis saat melakukan kerja praktik. Setiap kegiatan baik yang dihadiri oleh wartawan maupun yang tidak dihadiri, penulis harus tetap membuat Press Release. Biasanya tujuan dibuatnya press release ialah sebagai bahan untuk pemberitaan bagi media yang tidak hadir meliput. Sedangkan, untuk media yang hadir dijadikan sebagai bahan pelengkap berita. Biasanya kebanyakan media saat menghadiri kegiatan yang dilakukan hanya mengambil gambar saja. Sehingga banyak informasi yang tidak didapatkan. Contoh, saat kegitan Safari Ramadhan bareng direksi, Pelepasan Peserta Bareng-Bareng Mudik Pertamina, kedua

(21)

14 kegiatan ini penulis diminta untuk membuatkan press release, walaupun saat kegiatan berlangsung media hadir untuk meliput kegiatan.

Gambar 5. Contoh press release

3.1.4. Dokumentasi dan Publikasi

Dokumentasi dan Publikasi merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari seorang PR. Dalam perusahaan tentunya memerlukan bahan berita yang dapat di update setiap saat di akun perusahaan, baik itu situs web, social media, maupun media lainnya. Dalam setiap kegiatan PR selalu memiliki tugas untuk melakukan dokumentasi yang nantinya dokumentasi tersebut akan dipublikasikan ke media-media. Saat melakukan magang, penulis berkesempatan untuk menjadi tim dokumentasi saat rapat internal perusahaan juga saat menghadiri salah satu acara yang di sponsori oleh pertamina. Saat itu penulis diminta untuk mengdokumentasikan kegiatan saat rapat berlangsung, dimulai saat rapat tersebut dibuka oleh General Manager sampai kegiatan rapat tersebut selesai. Kemudian pada acara yang di sponsori oleh PT. Pertamina yaitu Science & Edufair yang berlangsung di Trans Studio Mall selama empat hari. Penulis di minta untuk hadir sebagai salah satu tim dokumentasi. Jadi, penulis selama empat hari ikut serta dalam acara tersebut untuk mengambil foto-foto menarik terkait kegiatan tersebut, dimulai saat lomba mewarnai, kecerian pengunjung saat mengunjungi berbagai booth yang tersedia, serta pegunjung yang ikut lomba foto bareng mascot brightgas. Dari hasi dokumentasi tersebut kemudian penulis publikasikan melalui akun media sosial PT. Pertamina (Persero) MOR VII dan juga akun pribadi penulis. Penulis diminta untuk mempublikasikan melalui akun pribadi penulis agar dapat membantu promosi lomba foto yang diadakan. Selain itu, pada saat kegiatan Safari Ramadhan di Kantor PT. Pertamina MOR VII, penulis juga diminta untuk mengontrol dan memastikan pelayanan untuk wartawan yang datang untuk meliput kegiatan Safari Ramadhan. Seperti, memastikan segala kebutuhan wartawan terpenuhi, mengabsen wartawan yang hadir.

(22)

15 Gambar 6. Contoh dokumentasi dan publikasi yang dilakukan penulis (Dokumentasi saat kegiatan rapat internal, dan publikasi kegiatan lomba

foto di akun instagram perusahaan).

3.1.5. Halal Bihalal

Kegiatan halal bihal merupakan kegiatan PR dalam membangun silaturahmi kembali dengan media setelah hari lebaran. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berasal dari permintaan Manager Fungsi Communication&CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Saat pelaksanaan kegiatan ini, penulis diminta sebagai salah satu panitia yang menyusun kegiatan ini, dimulai dari melakukan survei tempat hingga memastikan kehadiran media-media. Saat itu kegiatan halal bihalal dilaksanakan di Cafe Goedang Popsa yang dihadiri oleh seluruh pimpinan dan pekerja fungsi Communication&CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII serta media-media Makassar. Dalam kegiatan tersebut media dan pekerja saling sapa satu sama lain. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor hubungan baik tetap terjaga antara PT. Pertamina (Persero) MOR VII dan media hingga sekarang.

3.1.6. Administrasi

Kegiatan administrasi sebenarnya bukanlah tugas wajib PR. Kebetulan saat penulis melakukan KP di fungsi Communication&CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII, penulis diminta untuk membantu sekertaris dan pekerja lainnya untuk menyelesaikan tugasnya. Tugas tersebut terkait dengan administrasi, seperti merekap surat masuk dan keluar, melakukan pengecekan proposal, menscan proposal dan surat yang masuk ke perusahaan, menscan dokumen mitra, membantu merekap nota-nota panjar pekerja, mengarsip dokumen keuangan.

(23)

16 Gambar 7. Contoh kegiatan administrasi penulis (scan dokumen)

3.1.7. Media Social Officer

Kegiatan Media Social Officer dilaksanakan penulis saat menjelas sebulan melaksankan KP tersebut. Saat itu penulis diminta untuk membantu admin akun instagram @pertaminasulawesi menambah followers akun perusahaan. Selain itu, penulis juga diminta untuk membuat konten instagram, salah satunya itu berupa Quiz. Quiz tersebut dilakukan setiap weekend. Penulis saat itu diminta membuat konten quiz setiap minggunya yang kemudian di publikasikan ke akun instagram @pertaminasulawesi. Dimulai dari ketentuan lomba hingga hadiah pemenang. Kegiatan ini dilakukan untuk membangun hubungan yang interaktif antara perusahaan dengan pengikutnya di media sosial instagram. Selain membuat quiz, penulis juga diminta untuk membuat beberapa caption konten yang di upload di akun @pertaminasulawesi. Tidak hanya itu, penulis juga diminta untuk menjadi admin akun instagram PT. Pertamina (Persero) MOR VII yang bertugas untuk membagikan berbagai kegiatan perusahaan.

(24)

17 3.2. Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)

3.2.1. Pelepasan Peserta Mudik Gratis

PT. Pertamina (Persero) memiliki program CSR yang setiap tahun kegiatan tersebut dilaksanakan. Kegiatan tersebut dinamakan Mudik Gratis. Kegiatan mudik gratis merupakan program CSR yang bertujuan membantu para perantau yang ada di kota tertentu untuk kembali ke kampung halaman berkumpul bersama dengan keluarga merayakan hari lebaran. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada kota tertentu dengan tujuan kota tertentu juga. Seperti saat penulis melakukan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII yang saat ini kebetulan diadakan program mudik gratis yang dinamakan Bareng-Bareng Mudik (BBM) Pertamina 2019. Untuk tahun 2019, rute yang diadakan mudik gratis ialah rute Makassar- Surabaya, dan Makassar-Bau-Bau. Pada hari pelepasan peserta mudik gratis di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, penulis diminta untuk hadir sebagai panitia yang bertugas untuk mengabsen wartawan, serta ikut mendampingi team management PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Saat itu, penulis juga melihat bagaimana proses saat wawancara yang disiarkan langsung di televisi karena pada saat itu salah satu stasiun tv meliput dan mewawancarai General Manager PT. Pertamina (Persero) MOR VII yang disiarkan live di televisi.

Gambar 9. Foto bersama direksi PT.Pelindo pada pelepasan peserta mudik gratis.

3.2.2. Pelaksanaan Program Kemitraan (PK)

Program Kemitraan (PK) merupakan salah satu program CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII yang bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Dalam hal ini PT. Pertamina (Persero) MOR VII memberi bantuan modal kepada pelaku UMKM yang mengajukan proposal bantuan dan memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan. Penulis saat melakukan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII berkesempatan untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan Program Kemitraan CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Dalam pelaksanaanya

(25)

18 Program ini memiliki proses yang cukup panjang dimulai dari merekap data serta proposal pengajuan dari pelaku UMKM, kemudian pihak perusahaan melakukan survei ketempat usaha terkait. Saat itu penulis berkesempatan untuk ikut dalam melakukan survei ke beberapa tempat usaha, baik yang berada di luar kota maupun di dalam Kota Makassar. Setelah itu, barulah dilakukan seleksi, setelah dilakukan seleksi, tahap selanjutnya yaitu penentuan jumlah bantuan. Pada tahap penentuan jumlah bantuan terdapat dua kategori yaitu kategori pemberian bantuan sesuai pengajuan dan pemberian bantuan sesuai dengan keputusan pihak perusahaan. Setelah itu, pihak perusahaan menghubungi pelaku UMKM yang menerima bantuan untuk di informasikan terkait jumlah bantuan modal yang disetujui serta undangan untuk penyaluran bantuan modal. Dalam menyampaikan informasi terkait penyetujuan jumlah bantuan dan undangan penyaluran penulis diberi tugas untuk menginformasikan pelaku UMKM dengan menelfon satu per satu menggunakan pesawat telfon kantor. Kegiatan itu dilakukan penulis selama 3 hari. Pada saat hari penyaluran yaitu hari dimana para pelaku UMKM yang menerima bantuan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian serta diberikan bekal terkait program kemitraan. Pada kegiatan tersebut penulis ikut terlibat, penulis bertugas di meja registrasi yaiu mengurus absensi pelaku UMKM yang menerima bantuan, serta memdata pelaku UMKM yang ingin melakukan perubahan data.

Dari berbagai kegiatan yang dilakukukan penulis selama melaksankan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII, penulis berhasil mencapai target, yang saat itu penulis diminta untuk menaikkan jumlah followers, serta menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pekerja pertamina. Berbagai tugas yang di berikan oleh pihak perusahaan penulis berhasil selesaikan sebelum waktunya, serta setiap tugas yang diberikan penulis kerjakan secara maksimal dengan hasil yang maksimal pula.

(26)
(27)

20 BAB IV

HASIL KERJA PRAKTIK

Selama melakukan KP kurang lebih tiga bulan. Penulis mendapatkan berbagai pengetahuan serta keterampilan, baik yang telah diperkenalkan saat kuliah maupun yang baru ditemui saat melakukan KP. Berbagai pengetahuan/keterampilan tersebut, diantaranya:

4.1. Kegiatan Communication & Relations

Dari berbagai kegiatan Communication & Relations yang dilakukan penulis. Penulis juga mendapatkan berbagai pengetahuan dan keterampilan baru, seperti penulis menjadi tahu bahwa tidak semua kegiatan PR yang dilakukan di dunia kerja berjalan sesuai dengan teori dan konsep yang telah dipelajari di waktu kuliah. Seperti halnya pelaksanaan media monitoring, media gathering, pembuatan press release, pelaksanaan press conference, dokumentasi dan publikasi, halal bihalal, administrasi dan media social officer serta kegiatan media relations lainnya.

4.1.1. Pelaksanaan Media Monitoring

Pada pelaksanaan media monitoring, penulis menjadi tahu bagaimana pelaksanaan media monitoring di perusahaan. Pelaksanaan media monitoring di perusahaan memiliki waktu tertentu. Pada perusahan besar seperti PT. Pertamina (Persero) MOR VII dilakukan di pagi hari dan di malam hari, karena melakukan media monitoring di pagi dan malam hari memberikan waktu untuk PR menyusun dan menentukan tindakan yang harus di ambil pada esok atau siang harinya. Selain itu, penulis juga menjadi tahu jika salah satu alasan lain yang membuat media monitoring penting dilakukan di malam dan pagi hari ialah PR yang berkerja di daerah diwajibkan untuk memberi laporan ke kantor pusat terkait update-an berita setiap harinya tepatnya sekitar pukul 09.00-10.00. Kegiatan itu biasanya dilakukan dalam bentuk panggilan video grup. Dalam panggilan tersebut semua PR yang bertugas di daerah maupun pusat ikut bergabung dalam panggilan video, pada panggilan tersebut mereka saling memberikan update informasi terkait pemberitaan perusahaan di daerah masing-masing.

4.1.2. Pelaksanaan Media Gathering

Dari hasil pelaksanaan KP yang dilakukan penulis di PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Penulis menjadi tahu jika pelaksanaan media gathering di perusahaan seperti PT. Pertamina (Persero) MOR VII memberikan kebebasan kepada wartawan (media) untuk menentukan tempat pelaksanaan media gathering. Selain itu, penulis juga menjadi tahu

(28)

21 jika pelaksanaan media gathering dilakukan perusahaan sekali setiap tahun. Fasilitas yang diberikan kepada wartawan selama kegiatan media gathering harus menjadi perhatian utama untuk memastikan kenyamanan peserta media gathering utamanya para wartawan. Tidak hanya hal tersebut, penulis juga menjadi tahu jika dalam pelaksanaan media gathering wartawan diberi ruang untuk mengkritik dan memberi saran kepada perusahaan terkait kegiatan yang dilakukan perusahaan yang melibatkan wartawan. Tujuan dilakukannya hal tersebut ialah untuk menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik dari sebelumnya dengan media dan segala kekurangan selama melakukan kerjasama dapat diatasi dengan baik oleh perusahaan. Selain itu, wartawan yang tidak sempat hadir dalam kegiatan media gathering juga diberikan buah tangan seperti ole-ole sebagai ganti dari ketidak hadirannya dalam kegiatan media gathering. Jadi, dalam kegiatan ini pihak perusahaan selalu berusaha memberikan pelayan terbaik untuk wartawan sehingga wartawan merasa puas dan nyaman sehingga memiliki pandangan yang baik terhadap perusahaan.

4.1.3. Pembuatan Press Release

Dari hasil pelaksanaan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII, penulis menjadi tahu bahwa dalam penulisan press release dalam format penulisan tidak secara terus menerus digunakan. Seperti halnya yang terjadi di PT. Pertamina (Persero) MOR VII dalam penulisan press release format resmi tidak selalu di gunakan, melainkan terdapat format tertentu untuk penulisan press release. Selain itu, dalam penulisan press release tidak selalu dalam bentuk word. Namun, bisa saja dibuat dalam bentuk teks pesan biasa yang dibuat melalui smartphone (layaknya sms) namun tetap menggunakan format tertentu dari perusahaan. Dalam penulisan press release juga tidak selalu disertai dengan profil perusahaan. Pada PT. Pertamina (Persero) MOR VII PR tidak menyertakan profil perusahaa dalam setiap press relase yang dibuat. Selain itu, dalam pembuatan press release, PR hanya menuliskan inti dari isi press realese tersebut dengan singkat, yang biasanya PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII membuat press release yang paling panjang ialah empat paragraf. Namun, sebelum press release tersebut disebarkan press relase tersebut terlebih dahulu dikoreksi oleh pimpinan yang setalah itu dilakukan revisi kemudian disebar luaskan melalui group whatsapp yang dalam group tersebut berisi rekan-rekan wartawan dari berbagai media. Jadi, PR tidak perlu lagi mengirimkan press release ke e-mail perusahaan media satu persatu, namun hanya membagikan dalam satu group yang kemudian dapat dibaca langsung oleh berbagai wartawan media.

(29)

22 4.1.4. Pelaksanaan Press Conference

Dalam kegiatan press release yang diikuti penulis selama melaksanakan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII, penulis menjadi tahu jika dalam setiap press conference yang dilakukan perusahaan tidak selalu diminati oleh media. Bahkan dalam pelaksanaan press conference, PR terkadang berada dalam kondisi dimana PR harus memohon kepada media untuk dapat hadir dalam press conference yang dilakukan perusahaan. Serta dalam pelaksanaan press conference jika hanya dihadiri oleh sedikit wartawan, PR akan menanggung resiko yang berupa teguran dari atasan/manager. Dalam pelaksanaan press conference terkadang media yang telah di undang dan menyatakan siap untuk hadir dalam press conference bisa saja pada hari pelaksanaan press conference mereka tidak hadir. Maka diperlukan keterampilan PR dalam membuat media tertarik untuk hadir dalam kegiatan press conference yang dilakukan perusahaan.

4.1.5. Dokumentasi dan Publikasi

Dari hasil kegiatan KP yang dilakukan penulis di PT. Pertamina (Persero) MOR VII penulis menjadi tahu bahwa dalam melakukan dokumentasi terlebih harus melihat dan menentukan sudut pandang mana yang ingin diambil sebelum memulai dokumentasi. Hal ini bertujuan agar memudahkan saat melakukan publikasi. Ketika ingin melaksanakan publikasi dan hasil dokumentasi tidak sesuai dengan sudut pandang yang diambil untuk dipublikasikan tentunya menyusahkan PR. Maka, penting untuk menentukan engle sebelum melakukan dokumentasi dan publikasi.

4.1.6. Media Social Officer.

Dalam menjalankan tugas sebagai media social officer, penulis banyak mendapatkan pengetahuan, seperti setiap konten yang di upload ke akun instagram perusahaan itu memiliki dua sumber yaitu dari PR pusat dan juga PR daerah. Selain itu, penulis juga menjadi tahu jika dalam membagikan konten di instagram kita harus mengetahui waktu yang tepat. Jadi, waktu yang tepat dalam membagikan konten di media sosial ialah di jam-jam istirahat atau diluar jam kerja karena pengguna media sosial saat itu masih fokus dalam melaksanakan pekerjaannya, sedangkan pada saat jam istirahat atau diluar jam kerja, pengguna memiliki banyak waktu untuk menggunakan media sosial baik digunakan sebagai hiburan, maupun untuk mencari informasi.

Dalam membangun media relations berbagai keuntungan bisa diperoleh oleh PR perusahaan seperti mendapatkan kesempatan untuk melakukan klarifikasi saat ada pemberitaan

(30)

23 negatif dan tidak sesuai dengan realita di lapangan. Penulis sebelumnya tidak mengetahui jika setiap pemberitaan negatif terkait perusahaan, PR diberi kesempatan untuk melakukan klarifikasi. Namun setelah melakukan KP penulis menjadi tahu bahwa setiap pemberitaaan yang tidak sesuai dengan kebenaran, pihak perusahaan bisa menghubungi langsung media terkait untuk melakukan konfirmasi. Tidak hanya hal tersebut, dalam membangun relasi perusahaan banyak hal yang bisa digunakan PR sebagai strategi, seperti sering mengajak wartawan nongkrong di luar jam kerja, menerima setiap pengajuan proposal sponsor media ke perusahaan.

4.2. Kegiatan CSR

Dalam kegiatan CSR yang dilakukan penulis saat melakukan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Penulis menjadi tahu jika pada perusahaan besar tidak hanya mementingkan keuntungan, namun juga memikirkan dampak sosial dan lingkungan. Seperti di PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Pada fungsi CSR PT. Pertamina (Persero) MOR VII memiliki dua program khusus untuk sosial dan lingkungan, yang dinamakan Program Kemitraan (PK) dan Bina Lingkungan (BL). Pada program PK, PT.Pertamina (Persero) khusus memberi bantuan untuk pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Sedangkan untuk program BL diperuntukkan untuk organisasi yang ingin membuat perubahan untuk menyelamatkan lingkungan tetapi tidak memiliki cukup dana, maka PT. Pertamina (Persero) MOR VII hadir untuk memberikan bantuan dana agar kegiatan tersebut dapat terlaksana..

(31)
(32)

25 BAB V

TINJAUAN TEORITIS

5.1. Media Relations

Istilah media relations bermula dari press relations dimana press relations dulunya dikenal sebagai istilah yang menggambarkan hubungan dengan media, karena seperti yang kita ketahui bahwa kata pers selalu identik dengan media. Namun seiring dengan berkembangnya praktisi humas (Public Relations) dan media massa, maka istilah media relations muncul menggantikan kepopuleran press relations. Walaupun pada kenyataannya kedua kalimat tersebut memiliki makna yang sama. Namun, perlu kita garis bawahi jika media relations tidak hanya berhubungan pada pers saja, melainkan menjalin hubungan pada semua bentuk media. Tak banyak perusahaan memanfaatkan media relations untuk keberlangsungan perusahaannya. Media relations sendiri dianggap sebagai alat untuk memaksimalkan publikasi atau penyiaran agar informasi atau pesan perusahaan dapat tersampaikan dengan baik.

Media relations merupakan salah satu bagian public relations yang menjadi perangkat yang sangat penting dan efisien (Jefkins, 1995:98). Dikatakan sebagai perangkat efisien karena media relationss tidak membutuhkan banyak daya dan dana untuk menyampaikan informasi perusahaan ke publik dan juga dianggap dapat menopang berhasilnya program yang dicanangkan oleh perusahaan. Tujuan dilakukannya media relations adalah untuk meningkatkan kesadaran (awareness) publik, untuk mengubah pola pikir, sikap, serta untuk mendorong tindakan yang ingin dilakukan perusahaan (Yosal Iriantara, 2005:90).

Media relations dijadikan sebagai perangkat komunikasi yang efektif dan efisien. PR setiap perusahaan yang melakukan media relations tentunya akan banyak melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan media seperti: Interview, Press Release, Media Partisipation, Press Conference, Media Gathering, Media Tour, Media Briefing. (Ima Hardiman, 2007:54)

5.2 Teori Perencanaan Strategi

Teori Perencanaan Strategi merupakan teori yang menjelaskan proses manajemen terkait bagaimana organisasi dapat menjaga keseimbangan antara tujuan perusahaan dengan sumber daya yang dimiliki (Supriyanto dan Ernawati, 2010). Hal ini bertujuan agar perusahaan dapat merencanakan strategi untuk menyikapi permasalahaan yang kemungkinan akan terjadi di

(33)

26 masa yang akan datang. Teori ini digunakan oleh organisasi agar tujuan organisasi tersebut dapat tercapai secara terencana dan sistematis.

Pada teori perencanaan strategi terdapat beberapa langkah dalam menyusun perencanaan strategi (Bryson, 2002: 189) yaitu:

1. Penetapan visi, misi dan tujuan organisasi. Hal ini dilakukan guna menyelaraskan semua kegiatan bertuju pada visi, misi dan tujuan organisasi sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

2. Melakukan analisis lingkungan eksternal. Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang, berupa peluang, ancaman, tantangan yang memiliki kaitan dengan faktor, ekonomi, sosial dan politik. 3. Analisis lingkungan internal. Lingkungan internal perlu dianalisis guna untuk mengetahui

sumberdaya perusahaan biasanya berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.

4. Mengindentifikasi isu-isu strategis. Isu-isu strategis perlu untuk dilakukan identifikasi karena untuk mengetahui pengaruh yang dapat ditimbul dari visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

5. Menjalankan strategi. Menjalankan strategi artinya segala strategi yang telah disusun dan direncanakan dari hasil pengamatan dan identifikasi lingkungan dan isu terkait perusahaan dijalankan.

Menurut Malcolm Baldrige (dalam Gaspersz, 2011), Perencanaan strategi terdapat 2 item, yaitu pengembangan strategi dan implementasi strategi. Dalam mengembangkan strategi harus melalui beberapa langkah yaitu (1) Mengetahui kebutuhan stakeholders untuk dijadikan referensi dalam menetapkan strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. (2) Mencari tahu kelemahan agar dapat melakukan perbaikan kedepannya. (3) Melakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) pada eksternal dan internal perusahaan. (4) Menentukan target sasaran, tujuan, batas waktu untuk mencapai tujuan. (5) Analisis kemampuan dalam menjalankan strategi. (6) Menjamin program strategi yang dibuat sejalan dengan target sasaran, tujuan yang telah di tetapkan. Sedangkan, implementasi strategi merupakan suatu proses mewujudkan strategi-strategi yang telah disusun atau mengembangkan strategi dalam mebentuk aksi, dan tindakan. Dalam hal ini, implementasi yang dilakukan sejalan dengan tujuan, serta visi, dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam melaksanakan perencanaan strategis tentunya memiliki manfaat tersendiri bagi perusahaan. Terdapat beberapa manfaat dalam melaksanakan perencanaan strategi, seperti perusahaan dapat menentukan batasan usaha dan fokus pada bidang usaha yang ingin dikembangkan, mengarahakan perusahaan, membentuk budaya perusahaan, menjaga

(34)

27 kebijakan perusahaan, menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi, serta memudahkan penyusunan rancangan anggaran kegiatan (Harrisfadilah, 2013).

Dari hasil pengamatan yang dilakukan penulis saat melakukan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII penulis melihat bahwa sebelum menyusun strategi PT. Pertamina (Persero) MOR VII, melakukan analisis terlebih dahulu melalui hasil media monitoring yang setiap harinya dilakukan. Dari hasil media monitoring tersebut, PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII dapat mengetahui permasahalan atau isu yang menimpah perusahaan. Kemudian, permasalahan atau isu tersebut di identifikasi untuk mengetahui penyebab timbulnya isu. Setelah mengetahui penyebab barulah PR menyusun strategi untuk mengatasi isu tersebut. Jadi, PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII, sebelum menyusun strategi berdasarkan permasalahan/isu yang terjadi pada perusahaan.

Pada kegiatan perencanaan strategi ini, saat melakukan KP di PT. Pertamina (Persero) MOR VII penulis ikut terlibat. Pada saat itu PR perusahaan meminta bantuan untuk mengecek rekapan enam bulan terakhir terkait pemberitaan positif dan negatif. Dari hasil identifikasi penulis, menulis memperoleh data jika dalam enam bulan terakhir pemberitaan negatif sangat minim terkait PT. Pertamina (Persero) MOR VII, melainkan pemberitaan positif yang cukup banyak. Hal ini, menunjukkan jika strategi yang digunakan oleh PR perusahaan sudah tepat.

Namun, untuk menghilangkan beberapa pemberitaan negatif, PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII melakukan identifikasi media yang sering memberitakan negatif melalui rekapan media monitoring dalam enam bulan terakhir. Dari data yang di peroleh, PR PT. Pertamina (Persero) mendapatkan beberapa media yang memang sering membuat pemberitaan negatif terkait PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Maka dari itu, PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII merencanakan strategi untuk membuat kontrak kerjasama dengan beberapa media tersebut. Hal ini menjadi salah satu strategi yang dipilih oleh PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII. Dengan harapan dengan membuat kontrak kerja sama ini, pemberitaan negatif terkait PT. Pertamina (Persero) MOR VII bisa berkurang atau bahkan menghilang. Kontrak kerjasama yang dilakukan berupa membuat iklan promosi dengan kurun waktu tertentu.

Jika dikaitkan dengan teori diatas, dapat kita di simpulkan bahwa PR PT. Pertamina (Persero) MOR VII menyusun strategi dengan mengikuti lagkah-langkah perencanaan strategi yaitu teori Perencanaan Strategi Bryson. Dimulai dari penentuan tujuan, visi, dan misi yaitu ingin mengurangi dan menghilangkan pemberitaan negatif terkait perusahaan untuk mendapatkan citra yang baik di masyarakat. Kemudian menentukan permasalah melalui hasil media monitoring, lalu mengidentifikasi penyebab timbulnya permasalahan tersebut hingga akhirnya menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan mengajak media terkait untuk bekerjasama dalam hal promosi. Jadi, dari penjelasan diatas terlihat

(35)

28 strategi PR dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan membangun atau memperbaiki media relations perusahaan dengan media.

(36)
(37)

30 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam sebuah perusahaan, bukan hanya PR yang memiliki pengaruh besar dalam membangun citra baik perusahaan. Media juga menjadi salah satu pemeran utama dalam membangun citra perusahaan. Melalui media segala informasi dimuat dan di sampaikan ke publik. Jadi, baik buruknya pandangan publik terkait perusahaan bergantung pada bagaimana media memuat pemberitaan perusahaan terkait.

Maka dari itu, public relations sangat membutuhkan bantuan media untuk men-support segala yang dilakukan. Bantuan tersebut tentunya melalui strategi komunikasi yang baik, salah satunya dengan melakukan media relations. Media relations sangat penting untuk dilakukan oleh setiap PR perusahaan. Dalam melaksanakan media relations, tidak hanya dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan perusahaan, melainkan dapat pula dilakukan dengan melakukan pendekatan secara interpersonal dengan media, seperti nongkrong bersama media diluar jam kerja. Dengan melakukan media relations tidak hanya mendukung segala hal yang dilakukan oleh PR melalui pemberitaan yang positif, melainkan juga meminimalisir pengeluaran biaya untuk melakukan publikasi informasi ke media.

6.2. Saran

Saran dari penulis untuk PT. Pertamina (Persero) MOR VII melalui laporan kerja praktik ini yaitu:

1. Dalam kegiatan press conference, PR harus meningkatkan keterampilan untuk memikat hati wartawan agar jumlah wartawan yang hadir lebih banyak dalam pelaksanaan press conference yang dilakukan perusahaan, salah satu caranya lebih menonjolkan nilai berita dari kegiatan press conference.

2. Dalam media sosial instagram @pertaminasulawesi, sebaiknya dalam pemberian caption konten yang ingin dibagikan, memiliki sapaan tersendiri sebagai ciri khas dari PT. Pertamina (Persero) MOR VII yang secara konsisten digunakan disetiap konten yang dibagikan di media sosial perusahaan.

3. Penulis memberikan saran agar seluruh mahasiswa yang melakukan kerja praktik di PT. Pertamina MOR VII diberi sosialisasi terkait Pengenalan Lingkungan Kantor, Diberikan format laporan kerja praktik. Hal ini bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam melaksanakn kegiatan selama magang serta memudahkan mahasiswa dalam menyusun laporan kerja praktik.

(38)

31 DAFTAR PUSTAKA

Buku

Ardianto, Elvinaro dan Soleh Soemirat. 2004. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Bryson, J. M. (2002). Perencanaan Strategi Bagi Organisasi, Terjmh. M. Miftahuddin. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Gaspersz, V. F. (2011). Malcolm Baldige For Performance Excellence. Bogor: Vinchristo Publication.

Handoko, Hani T. (2009). Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Hardiman, Ima.2007. Karir public relations the most wanted job!. Jakarta: Gagas Ulung. Harrisfadillah. (2013). Perencanaan Strategi Perusahaan.

Munandar, Haris. 1995. Public Relations, Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

Iriantara, Yosal. 2004. Community Relations: Konsep dan Aplikasinya. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Iriantara, Yosal. 2005. Media Relations: Konsep, Pendekatan, Dan Praktik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Jefkins, Frank. 1992. Public Relations, Fourth Edition.

Jefkins, Frank.2002. Public Relations ke tiga. Jakarta: Kencana Media Group

Saputra, Wahidin, & Rulli Nasrullah. (2014). Public relations 2.0: Teori dan Praktik Public Relations di Era Cyber. Depok: Gramata Publishing.

Supriyanto, S., & Ermawati. (2010). Pemasaran Industri Jasa Kesehatan. Surabaya: Andi WEB/Internet

(39)

32

LAMPIRAN

Universitas Pertamina

2019

(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)

Figur

Memperbarui...

Related subjects :