• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Dr Wicipto Setiadi _ Permasalahan dan Solusi Dalam Pengelolaan SisInfo PUU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "2. Dr Wicipto Setiadi _ Permasalahan dan Solusi Dalam Pengelolaan SisInfo PUU"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Dr. Wicipto Setiadi, S.H., M.H

.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial

(2)

KONDISI PUU SAAT

INI

1. Jumlahnya sangat banyak; 2. kurang berkualitas:

tumpang tindih pengaturan; inkonsistensi (tidak taat asas)

kontradiktif /saling bertentangan;

multi interpretasi/ multitafsir;

tidak efektif atau tidak operasional; dan

menimbulkan beban (inefisiensi);

3. belum optimalnya sisinfo PUU.

IMPLIKASI DARI

KONDISI

1.

Tidak ada kepastian

hukum;

2.

Investasi rendah

karena kondisi PUU

tidak kondusif bagi

iklim investasi dan

kemudahan dalam

berusaha;

3.

peringkat

EoDB

Indonesia rendah;

(3)

Belum optimalnya penggunaan Teknologi

Informasi

dalam

menunjang

Proses

Pembentukan PUU:

Penelusuran data PUU masih manual (

paper base

)

sehingga

dapat

menimbulkan

kesulitan

dalam

mengharmonisasikan berbagai PUU yang jumlah dan

klasifikasinya semakin banyak;

Belum adanya aplikasi yang berbasis online yang dapat

memudahkan untuk mengetahui dan mendapatkan suatu

PUU secara lengkap dengan perkembangannya secara

cepat dan akurat;

Sangat

diperlukan

sistem

informasi

PUU

(4)

Sistem Informasi PUU

(5)

Pentingnya Sistem Informasi

PUU

Antara lain:

mempermudah masyarakat (pengguna) untuk

memperoleh informasi PUU yang komplet;

sebagai sarana untuk mempermudah dalam

mencari referensi untuk mengharmonisasi PUU

(khususnya dalam melakukan penyusunan PUU);

sebagai

bahan

pengambil

keputusan

atau

pembuatan kebijakan;

untuk

meminimalir

kecenderungan

terjadinya

disharmonisasi

PUU

(bermasalah/berpotensi

bermasalah, duplikasi, multi tafsir, dll);

(6)

Sistem Informasi PUU Kementerian

Hukum

dan HAM

Website sistem informasi PUU (peraturan.go.id)

sudah berjalan dan perlu terus dikembangkan.

Jaringan Dokumentas dan Informasi Hukum

Nasional (JDIHN)

sudah berjalan dan perlu

terus dikembangkan menuju sisinfo PUU yg

terintegrasi.

Aplikasi

dan

format

pengundangan

LN/TLN/BN/TBN

dalam tahap penyempurnaan.

(7)

Pengembangan Sistem

Informasi

Memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi PUU secara lengkap, cepat, mudah, murah, dan akurat;

Melaksanakan perintah UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;

Melaksanakan amanat UU No. 12 Tahun 2011 ttg Pembentukan PUU

Melaksanakan amanat Perpres No. 33 Tahun 2012 ttg Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional;

Melaksanakan amanat Pasal 171 Perpres No. 87 Tahun 2014 ttg Peraturan Pelaksanaan UU 12 Tahun 2011 (sebagai sarana penyebarluasan PUU yang telah diundangkan);

Melaksanakan Permenkumham No. 2 Tahun 2013 ttg Standarisasi Pengelolaan Teknis Dokumentasi dan Informasi Hukum;

 Melaksanakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia;

Melaksanakan Kebijakan dan Strategis Nasional Pengembangan E-Government;

Menuju Sisinfo PUU yang terintegrasi;Selalu diupdate;

(8)

Konten Sistem Informasi

PUU

PUU tingkat pusat dan daerah yang telah diundangkan dengan segala perkembangan dan perubahannya (statusnya, catatan terkait putusan j

udicial review

, perubahan, dll);

Peraturan pelaksanaan PUU;

Sebagai media kontrol monitoring dan pengingat kepada pemrakarsa pembentukan PUU untuk membentuk peraturan pelaksanaannya;

Pengelompokan dan pengkatagorian PUU;

Daftar Program Legislasi Nasional dan Prioritas Pembahasan RUU;Data Naskah Akademis pembentukan PUU (terutama RUU) ;

Sarana bagi masyarakat untuk berpartisipasi

memberikan/menyampaikan tanggapan, masukan, pendapat, kritik dan saran terhadap RPUU yang sedang disusun oleh Pemerintah;

Informasi RPUU yang masih dalam tahap penyusunan, harmonisasi, dan pembahasan;

Informasi Putusan MK dan MA terhadap PUU yang telah diajukan uji materiel

(yudicial review);

(9)

Permasalahan Pengelolaan Sistem

Informasi PUU

Dalam penyelenggaraan/pengelolaan sistem informasi PUU yang

terpadu, lengkap, cepat, mudah, akurat pada saat ini masih

terdapat kendala, al

:

masih bersifat sektoral dan tersebar (masing-masing KL

mengelola sistem informasi PUU);

informasinya tidak lengkap (tidak disertai dgn status, perubahan,

catatan putusan hasil judicial review);

database tidak cepat diperbaharui (tidak update);

data yang disajikan masih kurang bisa dipertanggungjawabkan

validitasnya/otentikasinya;

tidak dikelola oleh SDM yang berkompeten di bidangnya;

terkadang lebih bergantung pada ada tidaknya anggaran (tidak

berkelanjutan);

(10)

Tantangan Kedepan

Konsep pengelolaan database PUU yang ideal: Berada dalam satu sistem (agar memudahkan);

Perlu adanya kebijakan pemerintah agar pengelolaan sistem informasi PUU berada pada satu institusi (siapapun K/Lnya) agar dapat dikelola secara profesional dan tidak menimbulkan biaya tinggi, seperti saat ini banyak K/L membuat sistem informasi PUU sendiri-sendiri yang isi atau kontennya sebenarnya sama.

Dikelola secara profesional (institusi dan SDM) perlu segera direalisasikan jabatan fungsional tertentu (JFT) di bidang pengelolaan dokumentasi hukum;

Lengkap;

Sedapat mungkin semua data peraturan/regulasi ada didalam databasenya

 statusnya, perubahannya, catatan hasil putusan judicial review.

Cepat;

Data yang disajikan selalu update. Mudah;

Kemudahan dan kecepatan akses dan navigasi, pencarian, dll . Akurat;

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Melalui seperangkat penalaran untuk menekankan pada plot ketiga ini bahwa beberapa dakwah Islam yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,

Kegiatan usahatani padi yang diawali dengan kegiatan tanam di kedua lokasi penelitian belum ada yang menggunakan alat dan mesin pertanian. Sehingga partisipasi

Selain itu, Perseroan mendorong divisi digital untuk lebih mendukung pendapatan (segmen digital membukukan pertumbuhan 248% pada tahun 2013), dan kami percaya

Dari hasil penelitian yang dilakukan di Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi pedagang cina dalam menjalankan usahanya para subjek

uahan kckcringan dibanding dangan Lr.rltivar lairur-r.-a dengan nilai indeks kekeringan > I, rvalaupun kadar air tanah sub optimal (turun di barvah kapasitas

Diagnosis sementara berupa sirosis hati dekompensata pada pasien dapat ditegakan dari anamnesis, gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Ajaran 2016/2017 yang

Analisa Stres Kerja Pada Kondisi Dan Beban Kerja Perawat Dalam Klasifikasi Pasien Di Ruangan Rawat Inap Rumkit TK II Putri Hijau Kesdam I/BB. Peran Pekerjaan,