Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Salah satu penyakit jantung yang sangat penting dan penyakit yang

diderita oleh jutaan orang dan juga merupakan penyebab kematian utama di

beberapa Negara dikenal sebagai penyakit jantung koroner/Coronary Artery

Disease (PJK/CAD). Penyebab kematian dan pola penyakit telah berubah karena

angka kematian menurun dan usia harapan hidup makin panjang secara umum. Penyakit menular bukan lagi penyakit-penyakit yang mematikan,namun telah bergeser kearah penyakit-penyakit tak menular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan lainnya. Penyebab disabilitas dan kerugian ekonomis yang tertinggi dibanding penyakit lain adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. (Ignatavicius & Workman, 2010)

Faktor resiko diduga sangat berpengaruh terhadap timbulnya penyakit

jantung koroner sampai saat ini penyebab yang pasti dari penyakit jantung koroner tidak jelas. Penyakit jantung koroner didasari oleh proses aterosklerosis yang bersifat progresif dimana proses tersebut telah dimulai sejak masa kanak-kanak. (Dirjen PP&PL Kemenkes RI)

Penyakit jantung koroner tetap merupakan penyebab kematian utama

meskipu dalam 20 tahun terakhir terdapat penurunan. Penurunan ini terutama pada kelompok usia yang lebih muda yaitu terdapat penurunan 33% pada laki- laki berusia 35-74 tahun dan penurunan 20% pada perempuan dengan kisaran umur serupa dalam 10 tahun terakhir. (Gray et.al, 2002)

The Health Survey of England (Department of Health, 1996) mengatakan

(2)

3% perawatan di rumah sakit yaitu sebesar 284.290 perawatan dengan masa rawat selama 6,6 hari. (Gray et.al, 2002)

Faktor resiko utama yang saling terkait sebagai penyebab penyakit jantung

koroner yaitu kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, makanan tidak seimbang, kegemukan, diet rendah serat dan lain-lain terus meningkat. (Yayasan Jantung Indonesia,2006)

Disamping faktor resiko seperti hipertensi, diabetes mellitus, merokok dan

penurunan aktivitas fisik; Dislipidemia merupakan salah satu dari 5 faktor resiko primer penyakit jantung koroner. Dislipidemia dapat bermanifestasi baik dalam peningkatan total kolesterol serum, peningkatan trigliserida, peningkatan LDL darah maupun penurunan HDL. (Anwar T.B,2004)

Pencegahan harus diusahakan secepat mungkin dengan cara pengendalian

faktor resiko penyakit jantung koroner, baik primer maupun sekunder. Pasien yang sehat tetapi mempunyai resiko tinggi ditujukan pencegahan primer, sedangkan sekunder merupakan upaya memburuknya penyakit yang telah diderita secara klinis.

Dengan itu, penelitian itu bertujuan untuk melakukan pengkajian tentang

tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang menderita penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan mengenai penyakit jantung koroner. Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik dipilih menjadi lokasi penelitian.

1.2Rumusan Masalah

(3)

1.3Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang menderita penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan mengenai penyakit jantung koroner.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang

menderita penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan tentang faktor resiko yang bisa mencetuskan penyakit jantung koroner.

2. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang

menderita penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan tentang gejala klinis penyakit jantung koroner.

3. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang

menderita penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan tentang pencegahan penyakit jantung koroner.

4. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang

menderita penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan tentang pengobatan penyakit jantung koroner.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk :

a. Program Pelayanan Kesehatan

memberikan informasi tentang karakteristik penyakit jantung koroner.

b. Memberikan informasi pada masyarakat mengenai faktor risiko penyakit

jantung koroner, sehingga pasien yang menderita PJK dapat mengetahui dan melakukan pencegahan.

c. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan ilmu

(4)

d. Pihak dokter dapat mengetahui seberapa jauh kemajuan pengetahuan pasien yang menderita penyakit jantung koroner tentang penyakit jantung koroner.

e. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan pembaca KTI ini dan peneliti

sendiri tentang penyakit jantung koroner.

f. Bagi untuk institusi pendidikan dapat dijadikan bahan referensi bagi yang

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...