BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif- kualitatif yang menjawab masalah TSu ke dalam TSa secara kualitatif. Penelitian linguistik pada umumnya termasuk penelitian deskriptif-kualitatif adalah jenis penelitian yang berdasarkan fenomena-fenomena yang dijumpai dan melalui analisis data untuk membuat kesimpulan umum (Subroto, 2007: 10). Seperti yang disebutkan pada bab sebelumnya, bahwa penelitian ini berorientasi pada produk terjemahan, yaitu penelitian yang memusatkan perhatiannya pada hasil terjemahan dan bukan proses terjemahan. Dalam penelitian ini, tataran yang dikaji berupa kata atau frasa yang mengandung ungkapan metaforis dalam suatu kalimat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang bersifat deskriptif-kualitatif, yang artinya setelah data yang dianggap representative diperoleh berdasarkan kealamiahan data, yaitu data diperoleh melalui membaca, mengidentifikasi, mencatat dan mengklasifikasi kalimat yang mengandung ungkapan metaforis yang terdapat pada novel The Fault in Our Stars dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian ini.
3.2 Data dan Sumber Data
penelitian adalah lebih berbentuk kata-kata atau gambar dari pada berbentuk angka. Bogdan and Biklen (1982) menyatakan ―in qualitative research with descriptive analysis the data required for study are in the forms of words or picture rather than numbers as the essential concern is meaning‖.
Sejalan dengan judul dan masalah penelitian dalam penelitian ini, sumber data adalah novel The Fault in Our Stars dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh Jhon Green dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia oleh Inggrid Dwijani Nimpoeno. Data yang dipakai adalah semua ungkapan metaforis yang terdapat pada novel The Fault in Our Stars yang terdiri dari 25 bab dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Novel versi bahasa Inggris terdiri dari 313 halaman yang diterbitkan oleh Dutton Books (Amerika Serikat) sedangkan novel versi bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Qanita PT Mizan Pustaka terdiri dari 418 halaman. Data yang terkumpul diklasifikasikan untuk selanjutnya dikaji secara objektif, dianalisis berdasarkan teori Larson (1988: 279-280) tentang strategi terjemahan metafora, dan dibandingkan dengan terjemahan masing-masing dalam bahasa Inggris. Tahap selanjutnya adalah mengevaluasi tingkat keakuratan terjemahan berdasarkan penilaian ke tiga rater. Novel The Fault in Our Stars dipilih sebagai sumber data karena memiliki banyak ungkapan metaforis yang layak untuk dikaji dari segi penerjemahan.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
senada diungkapkan Bogdan (seperti dikutip Sugiyono) ―in most tradition of qualitative
research, the phrase personal document is used broadly lo refer to any first person narrative produce by an individual which describes his or her own actions, experience, and beliefs‖.
Pada penelitian ini, teknik analisis dokumen dipakai untuk mengobservasi sumber data secara teliti yang berisikan ungkapan metaforis dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.
Kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden (Sutopo, 2006: 82). Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya. Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden (Sutopo, 2006: 87). Teknik kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang kualitas terjemahan khususnya tingkat keakuratan terjemahan. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bersifat tertutup agar peneliti mendapatkan data yang diperlukan karena informan hanya memiliki jawaban yang telah disediakan.
Untuk menentukan tingkat keakuratan pesan antara TSu dan TSa, peneliti melibatkan tiga orang ahli sebagai informan penilai/rater. Peneliti melibatkan tiga rater yaitu agar hasil penilaian keakuratan terjemahan dapat lebih objektif. Peneliti menentukan informan penilai dengan berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini
Tabel 3.1 Instrumen Pengukur Tingkat Keakuratan Terjemahan
Skala Definisi Kesimpulan
3 Makna metafora bahasa sumber di alihkan secara akurat ke dalam bahasa sasaran; sama sekali tidak terjadi distorsi makna.
Akurat
2 Sebagian besar makna metafora bahasa sumber sudah dialihkan secara akurat ke dalam bahasa sasaran. Namun, masih terdapat distorsi makna atau terjemahan makna ganda (taksa) atau ada makna yang dihilangkan, yang menggangu keutuhan pesan.
Kurang Akurat
1 Makna metafora bahasa sumber dialihkan secara tidak akurat ke dalam bahasa sasaran atau dihilangkan (deleted)
Tidak Akurat
Sumber: Silalahi (2012:73) dengan modifikasi
Tabel 1 menunjukkan bahwa instrument pengukur tingkat keakuratan terjemahan menganut skala 1 sampai dengan 3. Semakin tinggi skor yang diberikan informan penilai, maka semakin akurat terjemahan yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin rendah skor yang diberikan terhadap terjemahan, maka semakin rendah tingkat keakuratan terjemahan tersebut.
Adapun langkah langkah yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini yaitu: membaca, mengidentifikasi, mencatat dan mengklasifikasi ungkapan metaforis yang terdapat dalam novel The Fault in Our Stars.
1. Baca wacana secara menyeluruh untuk membangun pemahaman umum tentang maknanya.
2. Tentukan unit leksikal dalam wacana:
a) Untuk setiap unit leksikal dalam teks, lihat maknanya dalam konteks, yakni bagaimana makna tersebut berlaku sebagai suatu entitas, relasi, atau atribut dalam situasi yang ditimbulkan oleh teks (makna kontekstual). Perhitungkan apa yang datang sebelum dan sesudah unit leksikal.
b) Untuk setiap unit leksikal, tentukan apakah unit itu memiliki makna kontemporer yang lebih mendasar dalam konteks lain daripada dalam konteks tersebut. Dalam identifikasi metafora ini, makna dasar cenderung: (i) lebih nyata (apa yang diungkapkan lebih mudah dibayangkan, dilihat, didengar, diraba, dicium, dan dirasakan); (ii) terkait dengan tindakan fisik; (iii) Lebih tepat (tidak samar-samar); dan (iv) secara historis lebih tua. Makna dasar harus merupakan makna yang paling sering muncul dari unit leksikal tersebut.
c) Jika unit leksikal memiliki makna kontemporer yang lebih mendasar dalam konteks lain dibandingkan dengan konteks yang ada, periksa apakah makna kontekstual berbeda dengan makna dasar tetapi dapat dimengerti melalui perbandingan dengan makna dasar tersebut.
3. Jika ya, tandai unit leksikal tersebut sebagai metafora.
3.4 Analisis Data
Tujuan dari analisis data adalah untuk menjawab masalah penelitian dalam suatu penelitian, metode dan teknik analisis data yang telah terkumpul seharusnya langsung mengacu terhadap temuan jawaban yang cukup beralasan dalam masalah penelitian. Bogdan dan Biklen (1982:72) menyatakan bahwa ―The research designs of the qualitative studies involve the combination of data collection with analysis‖ bahwa metode yang digunakan
dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif–kualitatif dan metode komperatif.
Metode deskriptif–kualitatif dan komperatif merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam penelitian kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data secara sistematis dan nyata, metode kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan data secara ilmiah, sedangkan metode komperatif digunakan untuk membandingkan ungkapan metaforis dalam bahasa Inggris dengan kesesuaian dan kesepadanan dalam terjemahan bahasa Indonesia secara sistematis, nyata dan ilmiah. Walaupun dalam analisis data penelitian ini terdapat angka-angka, namun hal itu hanya digunakan untuk membantu peneliti untuk membandingkan hasil penilaian keakuratan terjemahan dari ketiga rater.
Teknik analisis data yang digunakan memiliki empat karakteristik (Sutopo, 2002:86-87) yaitu:
1) Kegiatan analisisnya bersifat induktif yaitu penelitian diawali dengan pengumpulan data. Dalam pengumpulan data, kegiatan peneliti adalah sebagai berikut:
a. Membaca novel The Fault in Our Stars dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia secara keseluruhan.
c. Menuliskan bagian teks yang digaris bawahi tersebut dalam tabel data.
2) Proses pengumpulan data dan analisis data dilakukan bersama-sama yaitu menganalisis strategi penerjemahan metafora dan menganalisis keakuratan terjemahan metafora berdasarkan penilaian ke tiga rater.
3) Menyajikan data yang telah diidentifikasi, diklasifikasikan dan dianalisis.
Data yang telah diklasifikasikan disajikan dalam bentuk table dan deskripsi. Peneliti mendeskripsikan informasi yang ada yaitu 1) mengidentifikasi strategi penerjemahan yang dilakukan dalam menerjemahkan kata, frasa dan kalimat yang mengandung ungkapan metafora pada novel The Fault in Our Stars ke dalam bahasa Indonesia , 2) mencari alasan mengapa penerjemah menggunakan strategi penerjemahan tertentu dalam menerjemahkan metafora yang ada pada novel The Fault in Our Stars serta menilai tingkat keakuratan terjemahan dengan cara membandingkan makna metafora dari novel The Fault in Our Stars (bahasa Inggris) dan terjemahannya (bahasaIndonesia) berdasarkan penilaian ke tiga rater.
4) Penarikan kesimpulan.
Komponen selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Komponen ini dilakukan berdasarkan komponen yang sudah dilakukan sebelumnya. Tetapi apabila kesimpulan masih dirasa kurang mantap, maka peneliti harus melakukan kegiatan pengumpulan data ulang untuk lebih mendukung simpulan yang sudah ada dan juga untuk lebih mendalami data.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian
Seperti yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya bahwa data penelitian ini adalah kata, frasa atau kalimat yang mengandung metafora. Bab ini terdiri atas dua bagian data analisis sesuai dengan perumusan masalah penelitian. Pertama memaparkan strategi apa saja yang digunakan dalam menerjemahkan metafora dengan menggunakan teori Larson (1998: 278-279). Tahap kedua mengevaluasi keakuratan terjemahan metafora pada novel tersebut berdasarkan model instrumen pengukur tingkat keakuratan terjemahan Silalahi (2012: 73) dengan modifikasi.
Temuan data berupa kata, frasa atau kalimat metafora yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia pada novel The Fault in Our Stars adalah sebanyak 65 data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa 65 metafora yang diidentifikasi diterjemahkan dengan menggunakan empat strategi, yaitu: (1) menerjemahkan metafora BSu menjadi metafora yang sama di dalam BSa (disingkat menjadi M M sama) (2) menerjemahkan metafora BSu menjadi simile (M Simile) (3) menerjemahkan metafora BSu menjadi metafora lain dalam BSa tapi memiliki makna yang sama (M M Lain) (4) menerjemahkan metafora menjadi ungkapan non- figuratif (M Non-Figuratif).
Agar diperoleh kesamaan persepsi, perlu dijelaskan bahwa ―lambang panah‖ (―‖)
Tabel 4.1 Persentase Strategi Penerjemahan Metafora
No Strategi penerjemahan Jumlah Persentase
1 M M Sama (Menggunakan citra yang sama) 39 60 %
2 M M Lain (Menggunakan citra yang berbeda) 11 16.92%
3 M Simile 9 13.85%
4 M Non-Figuratif 6 9.23%
5 M M Sama disertai penjelasan 0 0%
Total 65 100%
Hasil data menunjukkan bahwa strategi yang paling dominan digunakan adalah M M Sama sebanyak 39 (60%). Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan strategi M M
Sama karena kebanyakan metafora tersebut masih dapat dipahami oleh penutur BSa jika diterjemahkan menjadi metafora yang sama seperti metafora “I am a cancer-fighting machine” (hlm.109) diterjemahkan menjadi “aku mesin yang memerangi kanker” (hlm. 148). Strategi M M Lain menduduki posisi ke dua sebanyak 11 (16.92 %). Penerjemah menggunakan strategi M M Lain dikarenakan penggunaan metafora tersebut tidak lazim dalam BSa serta adanya perbedaan budaya antara BSu dan BSa dalam penggunaan metafora tersebut. Apabila penerjemah menerjemahkan metafora tersebut secara harfiah maka akan terjadi kesalahpahaman. Contoh penggunaan strategi ini terdapat pada metafora “HULK SMASH” (hlm. 101) yang diterjemahkan menjadi “MESIN PENGHANCUR” (hlm. 138) dan metafora his balls (hlm. 4) yang diterjemahkan menjadi ―buah pelirnya‖ (hlm. 11). Strategi M Simile sebanyak 9 (13.85%). Strategi M Simile ini digunakan apabila metafora tersebut lebih mudah dipahami dalam bentuk simile daripada tetap mempertahankannya dalam bentuk metafora. Contoh penggunaan strategi ini adalah metafora ―then spinning baletically through the air” (hlm. 195)
Non-Figuratif sebanyak 6 (9.23%). Strategi M Non-Figuratif digunakan karena BSa tidak memiliki ungkapan yang sepadan dengan metafora BSu contoh “Said the creeper” She laughed but I still felt bad (hlm. 158)diterjemahkan menjadi ―Mengerikan” Mom tertawa, tapi aku masih merasa tidak enak (hlm. 213). Sementara, strategi M M Sama disertai penjelasan tidak ada digunakan pada novel. Untuk memperjelas hasil temuan ditampilkan juga sebuah diagram antara lain:
Diagram 4.1. Perbandingan penerapan strategi penerjemahan Novel The Fault in Our Stars
Dari hasil penelitian tersebut di atas dapat dipahami bahwa, strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan novel The Fault in Our Stars terdapat 4 jenis, yaitu menerjemahkan metafora menjadi metafora yang sama, menerjemahkan metafora menjadi metafora lain, menerjemahkan metafora menjadi simile, menerjemahkan metafora menjadi ungkapan non-figuratif (bermakna harfiah). Hasilnya menunjukkan bahwa strategi
penerjemahan yang lebih banyak digunakan adalah menerjemahkan metafora menjadi metafora yang sama.
Untuk mendapatkan tingkat keakuratan tersebut, penelitian ini memilih tiga orang pakar penerjemahan sebagai penilai (rater). Para penilai memberikan penilaian terhadap 65 Metafora yang diterjemahkan dengan menilai tingkat keakuratannya saja. Untuk lebih jelasnya, dapat diuraikan sebagai berikut.
Tabel 4.2
Tingkat Keakuratan Terjemahan dari Tiga Penilai No Kategori
Terjemahan
Penilai Jlh Metafora Skor Jlh Metafora X Skor
Persentasi (%) I II III
1 Akurat 54 50 49 153 3 459 85,16
2 Kurang Akurat 11 13 14 38 2 76 14,1
3 Tidak Akurat 0 2 2 4 1 4 0,74
Total 65 65 65 195 539 100
Dari ketiga penerjemah ditemukan terjemahan akurat mencapai 85. 16% (M M Sama = 53.99%, M M Lain = 14.47%, M Simile = 12.25%, M Non figuratif = 4.45%), terjemahan kurang akurat mencapai 14.1% (M M Sama = 5.57%, M M Lain = 2.59%, M Simile = 3.35%, M Non figuratif = 2.59%), dan terjemahan tidak akurat mencapai 0.74% (M M Sama = 0.37%, M M Lain = 0.37%). Peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingkat keakuratan terjemahan metafora sangat tinggi.
4.1.1 Strategi Terjemahan Metafora
menerjemahkan metafora BSu menjadi simile, menerjemahkan metafora BSu menjadi metafora lain, menerjemahkan metafora menjadi ungkapan non-figuratif.
4.1.1.1Menerjemahkan Metafora menjadi Metafora yang Sama
Menerjemahkan metafora menjadi metafora yang sama (Metafora Metafora Sama) dilakukan dengan cara mereproduksi citra TSu dalam TSa. Strategi ini dapat dilakukan jika metafora itu berterima atau dapat dipahami oleh pembaca TSa tanpa adanya salah pengertian. Oleh karena itu, strategi ini sangat banyak digunakan untuk menerjemahkan metafora dengan citra yang universal. Karena citra yang universal menurut Newmark (1998), biasanya digunakan dengan menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan ruang, waktu, ide, bagian-bagian tubuh, unsur-unsur ekologi, dan aktivitas-aktivitas utama manusia. Kriteria-kriteria tersebut dapat ditelusuri dalam terjemahan metafora sebagai berikut.
No. 1 Data No 5
BSu: I‘d shake my head microscopically and exhale in response. (hlm. 6)
BSa: Aku akan menggeleng-gelengkan kepala dengan sangat tidak kentara dan menghela napas sebagai jawaban. (hlm. 13).
Terjemahan metafora di atas dikategorikan menjadi metafora yang sama dengan TSu karena metafora tersebut diterjemahkan secara literal tanpa ada pengubahan apapun dan bentuk metafora BSu tetap dipertahankan, nampak pada data exhale in response dengan terjemahan ‗menghela napas sebagai jawaban‘. Berdasarkan konteks cerita: ―Aku dan Isaac
hampir selalu berkomunikasi lewat desahan nafas saja. Setiap kali seseorang membahas makanan antikanker atau mengisap sirip ikan hiu tumbuk atau apapun, Isaac akan melirikku dan mendesah sangat pelan.‖ Dari contoh data tersebut, dapat disimpulkan bahwa nafas
No.2 Data No 6
BSu:―Television is a passivity‖. (hlm. 7) BSa: “Televisi adalah pasivitas” (hlm. 14)
Metafora di atas juga diterjemahkan menjadi metafora yang sama karena penerjemah tetap mempertahankan bentuk metafora BSu. Strategi yang pertama sangat sesuai diterapkan untuk menerjemahkan metafora tersebut sehingga tidak perlu menggunakan strategi lainnya. Contoh lengkapnya dapat dilihat melalui tabel di bawah ini.
Tabel 4.3 Metafora Diterjemahkan Menjadi Metafora Yang Sama
No Data No
Metafora Teks Sumber
(Bahasa Inggris)
Teks Sasaran (Bahasa Indonesia) 1. 5 I‘d shake my head microscopically and
exhale in response. (hlm. 6)
Aku akan menggeleng-gelengkan kepala dengan sangat tidak kentara dan menghela napas sebagai jawaban. (hlm. 13)
2. 6 Me: ―Please just let me watch America‘s Next Top Model. It‘s an activity.‖
Mom: ―Television is a passivity‖. (hlm. 7)
Aku: ―Biarkan aku nonton America‘s Next Top Model saja.Itukan aktivitas.‖ Mom: “Televisi adalah pasivitas” (hlm. 14)
3. 7 I looked like a normally proportioned person with a balloon for a head. (hlm. 9)
Penampilanku seperti orang-orang yang berproporsi tubuh normal, tapi dengan kepala sebesar balon. (hlm. 17)
4. 9
…but even if we survive the collapse of our sun, we will not survive forever. (hlm. 13)
…tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. (hlm. 23)
5.
10
―I would tell Him myself,‖ Augustus said, ―but unfortunately I am literally stuck inside of His heart, so He won‘t be able to hear me‖ (hlm. 16)
―Aku sendiri hendak memberitahu -Nya,‖ kata Augustus,‖ tapi sayangnya secara harfiah aku terperangkap di dalam jantung-Nya, sehingga Dia tidak dapat mendengarku (hlm. 27)
6. 11 I felt this weird mix of disappointment and anger welling up inside of me. (hlm. 20)
7. 12 You put the killing thing right between your teeth, but you don‘t give it the power to do its killing. (hlm. 20)
Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya
kekuatan untuk melakukan
pembunuhan. (hlm. 32) 8. 15 I liked that he was a tenured professor in
the Department of Slightly Crooked Smiles… (hlm. 31)
Aku suka karena dia professor-tetap dalam Fakultas Senyum Agak Miring…(hlm. 47)
9. 17 Cancer kids are essentially side effects of the relentless mutation that made the diversity of life on earth possible (hlm. 49)
Anak-anak penderita kanker pada dasarnya adalah efek samping dari mutasi keji yang memungkinkan keberagaman kehidupan di bumi (hlm. 70)
10.
18 Behind his glasses, Isaac‘s eyes seemed so big that everything else on his face kind of disappeared and it was just these disembodied floating eyes staring at me (hlm. 60)
Di balik kacamatanya, mata Isaac tampak begitu besar sehingga hal lain di wajahnya seakan menghilang, dan hanya mata yang melayang-layang lepas itulah yang menatapku (hlm. 85)
11.
19 I imagined sitting at a sun-drenched café with Peter Van Houten (hlm. 79)
Aku membayangkan duduk di kafe bermandikan matahari bersama Peter Van Houten_ (hlm. 109)
12.
22 I mean, not now that I know you‘re interested in him. But, oh sweet holy Lord, I would ride that one-legged pony all the way around the corral. (hlm. 94)
Maksudku bukan sekarang, setelah aku tahu kau tertarik padanya. Tapi oh, ya Tuhan, aku bersedia menunggangi kuda poni berkaki satu itu sampai ke kandangnya. (hlm. 129)
13. 23 …although I knew from years of experience that pain is a blunt and nonspecific diagnostic instrument. (hlm. 98)
…walaupun aku tahu berdasarkan pengalaman bertahun-tahun bahwa rasa nyeri adalah instrument diagnostik yang tumpul dan tidak spesifik. (hlm. 134)
14. 25 I‟m a grenade and at some point I‘m going to blow up and I would like to minimize the casualties,okay? (hlm. 99)
Aku granat dan suatu ketika aku akan meledak, sehingga aku ingin meminimalkan jumlah korban, oke? (hlm. 136)
15. 27 I screamed to wake up my parents, and they burst into the room, but there was nothing they could do to dim the supernovae exploding inside my brain, an endless chain of intracranial firecrackers that made me think that I was once and for all going,..(hlm. 105)
selamanya.(hlm. 143)
16.
28 ―Then I am a cancer-fighting machine,‖ I told him. (hlm. 109)
―Kalau begitu, aku mesin yang memerangi kanker,‖ kataku kepadanya. (hlm. 148)
17. 29 ―I‘d always thought the world was a wish- granting factory.‖ (hlm. 110)
―Aku selalu berpikir dunia adalah pabrik pewujud-keinginan. (hlm. 150)
18.
32 I digress, but here‘s the rub: The dead are visible only in the terrible lidless eye of memory. (hlm. 113)
Aku menyimpang, tapi inilah masalahnya: Orang mati hanya terlihat oleh mata ingatan yang mengerikan dan tak berkelopak. (hlm. 153)
19. 33 You may not find Hazel‘s logic persuasive, but I have trod through this vale of tears longer than you and fromwhere I‘m sitting, she‘s not the lunatic. (hlm. 113)
35 The machine‘s silence acknowledging that I was, however briefly, a nonmentallicized creature. (hlm. 141)
-dan kebisuan mesin itu menegaskan bahwa aku, seberapa singkatnya, adalah mahluk tak berlogam. (hlm. 191)
21.
36 I felt a bodily sovereignty that I can‘t really describe except to say –(hlm. 141)
Aku merasakan kekuasaan jasmaniah tertinggi yang tidak begitu dapat kujelaskan,- (hlm. 191)
22.
37 ―Easy comfort isn‘t comforting,‖ I said. You were a rare and fragile flower once. You remember. (hlm. 145)
―Penghiburan yang mudah bukanlah penghiburan‖ kataku. “Kau pernah
―Beberapa turis menganggap Amsterdam sebagai kota dosa, tapi sesungguhnya ini kota kebebasan, dan sebagian besar orang menemukan dosa di dalam kebebasan (hlm. 211)
24. 41 The tiny bubbles melted in my mouth and journeyed northward in to my brain. (hlm. 163)
Gelembung-gelembung mungil itu meleleh dalam mulutku dan mengalir ke utara, memasukki otakku. (hlm. 219)
25.
42 ―He called out to his fellow monks, ‗Come quickly: I am tasting the stars.‘ (hlm. 163)
―Dia memanggil sesama biarawan lainnya, ‗Datanglah cepat: aku sedang mencicipi bintang-bintang‟. (hlm. 219) 26. 43 ―Thank you for letting me hijack your
wish,‖ I said (hlm. 164)
27.
believe in an afterlife?‖
―I think forever is an incorrect concept,‖ I answered.
He smirked. ―You‟re an incorrect concept.”
(hlm. 165)
percaya pada kehidupan setelah kematian?‖
―Kurasa ‗selamanya‘ adalah konsep yang keliru,‖ jawabku.
Dia menyeringai. “Kau adalah konsep yang keliru.” (hlm.226)
28. 47 So, here‘s the girl missing a fifth of her mengalami kekambuhan berupa Tumor bajingan. Jadi kau tahulah, dia bukan teladan dari heroisme anak-anak penderita kanker yang tabah. (hlm. 235) 29. 48 All attempts to go back to sleep failed, so I
lay there with the BiPAP pumping the air in and urging it out, enjoying the dragon sounds but wishing I could choose my breaths. (hlm.177)
Semua upaya untuk kembali tidur gagal, sehingga aku berbaring di sana dengan BiPAP memompa masuk udara dan mendesaknya keluar, menikmati suara naga itu, tapi berharap dapat memilih Grace, with a predetermined winner. (216)
Tumor -tumor itu adalah bagian dari diriku, sama seperti otak dan jantungku adalah bagian dari diriku. Ini perang saudara, Hazel Grace, dengan pemenang yang sudah ditentukan sebelumnya. (hlm. 291)
32. 54 ―I don‘t think you‘re dying, I said. ―I think you‘ve just got a touch of cancer. (hlm. 217)
―Menurutku kau tidak sekarat,‖kataku. Menurutku kau hanya mendapat sentuhan kanker (hlm. 292)
33.
55 Do you worry about who will take care of you if your parents die? As well you should, because they will be worm food in the fullness of time. (hlm.220)
Kalian khawatir mengenai siapa yang akan mengurus kalian seandainya orang tua kalian meninggal? Sudah seharusnya, karena mereka akan menjadi makanan cacing jika sudah genap waktunya. (hlm. 295)
34. 56 ―Ignorance is bliss,‖ I said (Hlm. 220) ―Ketidaktahuan adalah kebahagiaan,‖ kataku. (hlm. 295)
35. 60 Nostalgia is a side effect of dying (hlm. 236)
Nostalgia adalah efek samping sekarat (hlm. 317)
the couch ino her lap and my dad came over and held my legs really tight and I wrapped my arms all the way around my mom‘s middle and they held on to me for hours while tide rolled in. (hlm.265)
merangkak di sofa menuju pangkuannya, lalu Dad datang dan memegangi kedua kakiku erat-erat dan aku merangkulkan lenganku di perut Mom, dan mereka memegangiku selama berjam-jam saat air pasang bergulung-gulung naik (hlm. 358)
37. 63 ―Augustus Waters was the Mayor of the Secret City of Cancervania, and he is not replaceable,‖Isaac began (hlm. 272)
“Augustus Waters adalah Walikota dari Kota Rahasia Kankervania, dan dia tidak tergantikan,‖ kata Isaac memulai (hlm.364)
38. 64 He smiled. ―You‘re still looking for your sequel, you little rat.‖(hlm.287)
Dia tersenyum. ―Kau masih mencari sekuelmu, dasar tikus kecil.‖ (hlm. 386)
39. 65 But I can‘t pull my ideas together, Van Houten. My thoughts are stars I can‟t fathom into constellations. (hlm.311)
Tapi, aku tidak dapat menyatukan gagasan-gagasanku, Van Houten, Pikiranku adalah bintang-bintang yang tidak dapat kujadikan konstelasi. (hlm. 416)
Dari data table di atas, terdapat 39 data metafora yang diterjemahkan menjadi metafora yang sama yaitu data yang bernomor: 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 15, 17, 18, 19, 22, 23, 25, 27, 28, 29, 32, 33, 35, 36, 37, 39, 41, 42, 43, 45, 47, 48, 52, 53, 54, 55, 56, 60, 61, 63, 64, 65. Mayoritas metafora BSu dapat dialihkan menjadi metafora yang sama ke BSa karena penerjemah dapat menemukan dan mereproduksi citra yang sepadan dalam BSa.
4.1.1.2 Menerjemahkan Metafora menjadi Metafora Lain
No.1 Data No. 1
BSu: I was veritably swimming in paralyzing and totally clinical depression, (hlm. 4)
BSa: Aku jelas berkubang dalam depresi yang melumpuhkan dan benar-benar klinis (hlm. 10)
Metafora di atas diterjemahkan menjadi metafora lain karena verba swimming diganti dengan verba berkubang. Ke dua verba ini tentu saja memiliki makna yang berbeda. Verba swimming maknanya berenang dan merupakan kegiatan manusia sedangkan verba berkubang bermakna berendam diri dengan lumpur atau berlumpur yang merupakan kegiatan hewan khususnya kerbau.
No.9 Data No. 51
BSu: ―Yeah, I said, having been the experimental pincushion myself. (hlm. 216)
BSa: ―Ya,‖ kataku. Aku sendiri adalah kelinci percobaan. (hlm. 290)
Metafora di atas diterjemahkan menjadi metafora lain karena penerjemah menyesuaikan perbedaan kultural antara BSu dan BSa. Pincushion bermakna bantal peniti metafora ini diganti dengan kelinci dalam BSa. Metafora ini tidak dapat diterjemahkan dengan mempertahankan bentuk metafora BSu atau menerjemahkan secara literal karena akan menimbulkan makna yang berbeda dengan BSa. Dengan demikian, penerjemah berorientasi pada BSa agar makna metafora dapat dipahami oleh penutur BSa. Contoh lengkapnya dapat dilihat melalui tabel di bawah ini.
Tabel 4.4 Metafora Diterjemahkan Menjadi Metafora Lain
No Data No
Metafora Teks Sumber
(Bahasa Inggris)
1. 1 I was veritably swimming in paralyzing and totally clinical depression, (hlm. 4)
Aku jelas berkubang dalam depresi yang melumpuhkan dan benar-benar klinis (hlm. 10)
2. 2 … and listened to Patrick recount for the thousandth time his depressingly miserable life story --how he had cancer in his balls (hlm. 4)
… dan untuk kesekian kalinya mendengarkan Patrick menceritakan kembali kisah hidupnya yang menyedihkan dan membuat depresi ---betapa dia menderita kanker di buah pelirnya (hlm. 11)
3. 3 …when cancer took both of his nuts but spared what only the most generous soul would call his life. (hlm. 5)
…ketika kanker merenggut kedua buah pelirnya tapi meninggalkan apa yang hanya disebut kehidupan oleh orang paling bermurah hati (hlm. 11)
4. 14 ―I used to play basketball‖, he explained.
―You must‘ve been pretty good.‖
―I wasn‘t bad, but all the shoes and balls are Cancer Perks” (hlm. 30)
―Dulu aku suka bermain basket,‖ jelas Augustus.
―Pasti kau pemain hebat.‖
―Lumayan, tapi semua sepatu dan bola itu adalah Keistimewaan Kanker.‖ (hlm. 44)
5. 20 You don‘t have to rush to hold doors open or smoother me in compliments for me to like you (hlm. 84)
Kau tidak perlu bergegas membukakanku pintu atau menghujaniku dengan pujian agar aku menyukaimu. (hlm. 117)
6. 24 My parents were all hyperfocused on me, and so I could not hide this flash flood of anxiety. (hlm. 98)
Orang tuaku terlalu memusatkan perhatian kepadaku, sehingga aku tidak dapat menyembunyikan banjir bandang kekhawatiranku ini. (hlm. 134)
7. 26 Gus has taken to calling Caroline HULK SMASH, which resonates with the doctors. (hlm. 101)
Gus mulai menjuluki Caroline MESIN PENGHANCUR, dan ini diikuti oleh para dokter. (hlm. 138) 8. 34 ―I must see this old swing set of tears
immediately,‖ he said (hlm. 121)
―Aku harus segera melihat perangkat ayunan tua penguras air mata ini,‖ keadaan siap untuk menyesap tulang sumsum kehidupan atau apapun itu. (hlm. 200)
10. 51 ―Yeah, I said, having been the experimental pincushion myself. (hlm.
216)
11. 57 ―Total radio silence,‖ Isaac said (hlm. 226)
―Bungkam seribu bahasa‖, jawab Isaac. (hlm. 303)
Dari data table di atas, terdapat 11 data metafora yang diterjemahkan menjadi metafora yang lain yaitu data yang bernomor: 1, 2, 3, 14, 20, 24, 26, 34, 38, 51, 57.
4.1.1.3 Menerjemahkan Metafora menjadi Simile
Menurut Larson (1998:279), metafora dalam suatu bahasa dapat diterjemahkan menjadi simile ke dalam BSa dengan menggunakan kata Like atau As. Menerjemahkan metafora BSu menjadi sebuah simile ini dilakukan agar lebih mudah dipahami dalam sistem BSa jika bentuk metafora dalam BSu sulit untuk dipahami. Berikut ini contoh-contoh data yang menggunakan strategi menerjemahkan metafora menjadi simile:
No.1 Data No. 8
BSu: ―I‘m on a roller coaster that only goes up, my friend.‖ (hlm. 11)
BSa: ―Serasa berada di atas roller coaster yang hanya melesat ke atas, Sobatku.‖ (hlm. 20)
Penerjemah menerjemahkan metafora di atas dengan mengubahnya ke bentuk simile. Namun ditemukan kekurangan dalam menerjemahkan metafora ini karena adanya penghilangan topik I ‗aku‘ yang mengganggu keutuhan pesan. Metafora ini sebaiknya diterjemahkan menjadi ‗Ku bagaikan berada di atas roller coaster yang hanya melesat ke atas, Sobatku.‘
No. 8 Data No. 50
BSu: His brain is Swiss cheese. He doesn‘t even remember writing the book. (hlm. 195)
Metafora di atas diterjemahkan menjadi simile karena lebih mudah dipahami dibandingkan menggunakan strategi lainnya. Jika metafora di atas diterjemahkan secara literal menjadi otaknya adalah keju Swiss maka akan menghasilkan terjemahan yang kaku dan makna metafora sulit dipahami. Contoh lengkapnya dapat dilihat melalui tabel di bawah ini.
Tabel 4.5 Metafora Diterjemahkan Menjadi Simile
NO Data
No
Metafora Teks Sumber
(Bahasa Inggris)
Teks Sasaran (Bahasa Indonesia) 1. 8 ―I‘m on a roller coaster that only goes
up, my friend.‖ (hlm. 11)
―Serasa berada di atas roller coaster yang hanya melesat ke atas, Sobatku.‖ (hlm. 20)
2. 13 _my father was trying so hard not to sob that when he did, which was regularly, it was an earthquake. (hlm. 25)
Dad berupaya begitu keras untuk tidak menangis, sehingga, ketika dia menangis, seperti yang selalu terjadi, rasanya seperti gempa bumi (hlm. 38)
3. 19 I imagined the tumor metastasizing into my own bones, boring holes into my skeleton, a slithering eel of insidious intent. (hlm. 86)
Aku membayangkan tumor itu bermetastasis ke dalam tulang-tulangku sendiri, melubang-lubangi kerangkaku, bagaikan belut licin yang bermaksud jahat. (hlm. 119)
4. 30 __But you shall shine more bright in these contents/Than unswept stone, besmeard‟d with sluttish time; (hlm. 112)
…Tapi, kau akan bersinar lebih cemerlang dalam puisi ini/Dari pada dalam batu kotor, tercoreng waktu yang bak pelacur. (hlm. 152)
5. 31 (Off topic, but: What a slut time is, She screws everbody) (hlm.112)
(Diluar topik, tapi: Betapa waktu memang seperti pelacur, menyetubuhi semua orang) hlm.152
6. 44 The sun was a toddler insistently refusing to go to bed: It was past eight thirty and still light.(hlm. 165)
Matahari seperti bayi yang bersikeras menolak untuk tidur: Saat itu sudah lewat pukul delapan tiga puluh, tapi hari masih terang. (hlm. 225)
7. 49 What remained of the Scotch splashed across the vast expanse of his face, the glass bouncing off his nose and then spinning balletically through the air,
landing with a shattering crash on the ancient hardwood floor. (hlm. 195)
udara, lalu hancur berkeping-keping di atas lantai kayu-keras kuno. (hlm. 261) 8. 50 His brain is Swiss cheese. He doesn‘t
even remember writing the book. (hlm. 195)
Otaknya seperti keju Swiss. Dia bahkan tidak ingat menulis buku itu. (hlm. 264) 9. 62 And then there were people like my
parents, who walked around zombically, (hlm. 277)
Lalu ada yangseperti orang tuaku, yang berjalan berkeliling seperti zombie (hlm. 373)
Dari data table di atas, terdapat 9 data metafora yang diterjemahkan menjadi simile yaitu data yang bernomor: 8, 13, 19, 30, 31, 44, 49, 50, 62.
4.1.1.4 Menerjemahkan Metafora Menjadi Ungkapan Non-figuratif
Strategi Metafora Non- figuratif digunakan jika citra terjemahan yang dialihkan menjadi metafora yang sama sulit dipahami dan BSa tidak memiliki ungkapan yang sepadan dengan metafora BSu. Menurut Larson, strategi Metafora Non-figuratif ini diimplementasikan dengan cara mengalihkan citra metafora BSu menjadi ungkapan non figuratif atau bermakna harfiah. Berikut ini adalah contoh metafora bahasa Inggris yang diterjemahkan menjadi ungkapan non-figuratif.
No.6 Data No.59
BSu: “Bull‟s eye‖! Gus said (hlm. 228)
BSa: ―Pas!‖ ujar Gus (hlm. 306)
Tabel 4.6 Metafora Diterjemahkan Menjadi Ungkapan Non-Figuratif
No Data No
Metafora Teks Sumber
(Bahasa Inggris)
Teks Sasaran (Bahasa Indonesia) 1. 4 The only redeeming facet of support
Group was this kid named Isaac, a
long-faced, skinny guy with straight blond hair swept over
one eye(hlm. 6)
Satu-satunya penyelamat dari Kelompok Pendukung itu adalah anak bernama Isaac, cowok kerempeng berwajah muram dengan rambut pirang lurus yang menyapu sebelah matanya. (hlm. 13) 2. 16 _and watched Kaitlyn snake her way
through the aisles, shopping with the kind of intensity and focus that one usually associates with professional chess (hlm. 44)
Dan mengamati Kaitlyn berjalan di sepanjang lorong-lorong berbelanja dengan semacam keseriusan dan konsentrasi yang biasa dimiliki pemain catur profesional. (hlm. 63)
3. 40 She shrugged. ―I know. I wanted to. I like watching you sleep.‖
―Said the creeper.‖ She laughed, but I still felt bad. (hlm. 158)
Dia mengangkat bahu. ―Aku tahu. Aku ingin disini. Aku senang melihatmu tidur.‖
“Mengerikan.‖ Mom tertawa, tapi aku masih merasa tidak enak. (hlm. 213) 4. 46 ―I know. That‘s why I‘m being taken
out of the rotation.‖ (hlm. 165)
―Aku tahu. Itulah sebabnya aku dicabut dari jajaran orang-orang yang terselamatkan.” (hlm. 226)
5. 58 I drove. Augustus rode shotgun. Isaac sat in the back. (hlm. 227)
Aku menyetir. Augustus duduk disebelahku. Isaac duduk di kursi belakang. (hlm. 305)
6. 59 Gus handed him another egg, Isaac hurled it, the egg arcing over the car and smashing against the slow-sloping roof of the house.
“Bull‟s eye‖! Gus said (hlm. 228)
Kembali Gus menyerahkan sebutir telur, dan Isaac melemparkannya. Telur itu melayang ke arah mobil dan menumbuk atap melandai rumah itu.―Pas!‖ ujar Gus (hlm. 306)
Dari data table di atas, terdapat 6 data metafora yang diterjemahkan menjadi ungkapan Non- figurative yaitu data yang bernomor: 4, 16, 40, 46, 58, 59.
4.1.2 Keakuratan Terjemahan Metafora
Nababan (2004) menyatakan bahwa keakuratan adalah terjemahan yang tidak mengalami distorsi makna, yang artinya teks dari BSu ditransfer secara akurat ke dalam teks BSa. Berdasarkan skala penilaian keakuratan yang digunakan dalam penelitian ini, keakuratan terbagi menjadi tiga kategori yaitu akurat, kurang akurat dan tidak akurat.
4.1.2.1Terjemahan Akurat
Terjemahan dikatakan akurat apabila makna metafora dialihkan secara akurat dalam bahasa sasaran, serta tidak ada distorsi makna. Terjemahan akurat menurut rater pertama: 54 data, rater ke dua: 50 data dan rater ketiga: 49 data. Hasil analisis tersebut dapat ditunjukkan melalui tabel dibawah ini:
Tabel 4.7
Kategori terjemahan akurat dari penilai pertama No
Data
Metafora Strategi
Teks Sumber (Bahasa Inggris)
Teks Sasaran (Bahasa Indonesia) 2
… and listened to Patrick recount for the thousandth time his depressingly miserable life story --how he had cancer in his balls (hlm. 4)
… dan untuk kesekian kalinya mendengarkan Patrick menceritakan kembali kisah hidupnya yang menyedihkan dan membuat depresi ---betapa dia menderita kanker di buah pelirnya (hlm. 11)
M M Lain
3 …when cancer took both of his nuts but spared what only the most generous soul would call his life. (hlm. 5)
…ketika kanker merenggut kedua buah pelirnya tapi meninggalkan apa yang hanya disebut kehidupan oleh orang paling bermurah hati (hlm. 11)
M M Lain
4 The only redeeming facet of support Group was this kid named Isaac, a long-faced, skinny guy with straight blond hair swept over one eye(hlm. 6)
Satu-satunya penyelamat dari Kelompok Pendukung itu adalah anak bernama Isaac, cowok kerempeng berwajah muram dengan rambut pirang lurus yang menyapu sebelah matanya. (hlm. 13)
M Non
6 Me: ―Please just let me watch America‘s Next Top Model. It‘s an activity.‖
Mom: “Television is a passivity‖. (hlm. 7)
Aku: ―Biarkan aku nonton America‘s Next Top Model saja.Itukan aktivitas.‖
Mom: “Televisi adalah pasivitas” (hlm. 14)
M M Sama
7 I looked like a normally proportioned person with a balloon for a head. (hlm. 9)
Penampilanku seperti orang-orang yang berproporsi tubuh normal, tapi dengan kepala sebesar balon. (hlm. 17)
M M Sama
9 …but even if we survive the collapse of our sun, we will not survive forever. (hlm. 13)
…tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. (hlm. 23)
M M Sama
10 ―I would tell Him myself,‖ Augustus said, ―but unfortunately I am literally stuck inside of His heart, so He won‘t be able to hear me‖ (hlm. 16)
―Aku sendiri hendak memberitahu-Nya,‖ kata Augustus,‖ tapi sayangnya secara harfiah aku terperangkap di dalam jantung-Nya, sehingga Dia tidak dapat mendengarku (hlm. 27)
M M Sama
11 I felt this weird mix of disappointment and anger welling up inside of me. (hlm. 20)
Aku merasakan munculnya campuran ganjil kekecewaan power to do its killing. (hlm. 20)
Lihat, ini metafora: Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan
untuk melakukan untuk tidak menangis, sehingga, ketika dia menangis, seperti yang selalu terjadi, rasanya seperti gempa bumi (hlm. 38)
M M Simile
15 I liked that he was a tenured professor in the Department of Slightly Crooked Smiles,…(hlm. 31)
Aku suka karena dia professor-tetap dalam Fakultas Senyum Agak Miring, (hlm. 47)
17 Cancer kids are essentially side effects of the relentless mutation that made the diversity of life on earth possible (hlm. 49)
Anak-anak penderita kanker pada dasarnya adalah efek samping dari mutasi keji
yang memungkinkan
keberagaman kehidupan di bumi (hlm. 70)
M M Sama
18 Behind his glasses, Isaac‘s eyes seemed so big that everything else on his face kind of disappeared and it was just these disembodied floating eyes staring at me (hlm. 60)
Di balik kacamatanya, mata Isaac tampak begitu besar sehingga hal lain di wajahnya seakan menghilang, dan hanya mata yang melayang-layang lepas itulah yang menatapku (hlm. 85)
M M Sama
19 I imagined sitting at a sun-drenched café with Peter Van Houten (hlm. 79)
Aku membayangkan duduk di kafe bermandikan matahari bersama Peter Van Houten_ slithering eel of insidious intent. (hlm. 86)
Aku membayangkan tumor itu bermetastasis ke dalam tulang-tulangku sendiri, melubang-lubangi kerangkaku, bagaikan belut licin yang bermaksud jahat. (hlm. 119)
M M Simile
22 I mean, not now that I know you‘re interested in him. But, oh sweet holy Lord, I would ride that one-legged pony all the way around the corral. (hlm. 94)
Maksudku bukan sekarang, setelah aku tahu kau tertarik padanya. Tapi oh, ya Tuhan, aku bersedia menunggangi kuda poni berkaki satu itu and nonspecific diagnostic instrument. (hlm. 98)
…walaupun aku tahu berdasarkan pengalaman bertahun-tahun bahwa rasa nyeri adalah instrument diagnostik yang tumpul dan tidak spesifik. (hlm. 134)
M M Sama
24 My parents were all hyperfocused on me, and so I could not hide this flash flood of anxiety. (hlm. 98)
like to minimize the casualties,okay? (hlm. 99)
aku ingin meminimalkan jumlah korban, oke? (hlm. 136)
26 Gus has taken to calling Caroline HULK SMASH, which resonates with the doctors. (hlm. 101)
Gus mulai menjuluki Caroline
MESIN PENGHANCUR, endless chain of intracranial firecrackers that made me think mereka lakukan untuk meredakan supernova yang meledak di dalam otakku itu. Serangkaian kembang api tanpa akhir yang membuatku berpikir bahwa akhirnya aku
akan pergi untuk
selamanya.(hlm. 143)
M M Sama
28 ―Then I am a cancer-fighting machine,‖ I told him. (hlm. 109)
―Kalau begitu, aku mesin yang memerangi kanker,‖ kataku kepadanya. (hlm. 148)
M M Sama
29 ―I‘d always thought the world was a wish- granting factory.‖ (hlm. 110)
―Aku selalu berpikir dunia adalah pabrik pewujud-keinginan. (hlm. 150) masalahnya: Orang mati hanya terlihat oleh mata ingatan sitting, she‘s not the lunatic. (hlm. 113)
Mungkin logika Hazel muda tidak meyakinkan bagimu, tapi aku telah menjalani lembah air mata ini lebih lama dari pada mu- (hlm. 153)
M M Sama
34 ―I must see this old swing set of tears immediately,‖ he said (hlm. 121)
―Aku harus segera melihat perangkat ayunan tua penguras air mata ini,‖ menegaskan bahwa aku,
however briefly, a nonmentallicized creature. (hlm. 141)
seberapa singkatnya, adalah mahluk tak berlogam. (hlm. keadaan siap untuk menyesap tulang sumsum kehidupan atau apapun itu. (hlm. 200)
M M Lain
39 ―some tourists think Amsterdam is a city of sin, but in truth it is a city of freedom.And in freedom, most people find sin (hlm. 157)
―Beberapa turis menganggap Amsterdam sebagai kota dosa, tapi sesungguhnya ini kota kebebasan, dan sebagian besar orang menemukan dosa di dalam kebebasan (hlm. 211)
M M Sama
40 She shrugged. ―I know. I wanted to. I like watching you sleep.‖ ―Said the creeper.‖ She laughed, but I still felt bad. (hlm. 158) mouth and journeyed northward in to my brain. (hlm. 163)
Gelembung-gelembung mungil itu meleleh dalam mulutku dan mengalir ke utara, memasukki otakku. (hlm. 219)
M M Sama
42 ―He called out to his fellow monks, ‗Come quickly: I am tasting the stars.‘ (hlm. 163)
―Dia memanggil sesama biarawan lainnya, ‗Datanglah cepat: aku sedang mencicipi bintang-bintang‟. (hlm. 219)
M M Sama
44 The sun was a toddler insistently refusing to go to bed: It was past eight thirty and still light.(hlm. 165)
Matahari seperti bayi yang bersikeras menolak untuk tidur: Saat itu sudah lewat pukul delapan tiga puluh, tapi hari masih terang. (hlm. 225)
M Simile
45 Out of nowhere, Augustus asked, ―Do you believe in an afterlife?‖ ―I think forever is an incorrect concept,‖ I answered.
He smirked. ―You‟re an incorrect concept.”
Mendadak Augustus bertanya, ―Kau percaya pada kehidupan setelah kematian?‖
―Kurasa ‗selamanya‘ adalah konsep yang keliru,‖ jawabku. Dia menyeringai. “Kau
(hlm. 165) adalah konsep yang keliru.” cancer-kid heroism. (hlm. 174)
Jadi, inilah cewek yang kehilangan seperlima otaknya, dan baru saja mengalami kekambuhan berupa Tumor bajingan. Jadi kau tahulah, dia bukan teladan dari heroisme anak-anak penderita kanker yang tabah. (hlm. 235)
M M Sama
48 All attempts to go back to sleep failed, so I lay there with the BiPAP pumping the air in and urging it out, enjoying the dragon sounds but wishing I could choose my breaths. (hlm.177)
Semua upaya untuk kembali tidur gagal, sehingga aku berbaring di sana dengan BiPAP memompa masuk udara dan mendesaknya keluar, menikmati suara naga itu, tapi berharap dapat memilih napasku sendiri.(hlm. 239)
M M Sama
49 …the glass bouncing off his nose and then spinning balletically through the air, landing with a shattering crash on the ancient hardwood floor. (hlm. 195)
…dan gelasnya memantul dari hidung lelaki itu, berputar-putar seperti penari balet di udara, lalu hancur berkeping-keping di atas lantai kayu-keras kuno. (hlm. 261)
M Simile
50 His brain is Swiss cheese. He doesn‘t even remember writing the book. (hlm. 195)
Otaknya seperti keju Swiss. Dia bahkan tidak ingat menulis buku itu. (hlm. 264)
M Simile
51 ―Yeah, I said, having been the experimental pincushion myself. (hlm. 216)
―Ya,‖ kataku. Aku sendiri adalah kelinci percobaan. (hlm. 290) bagian dari diriku, sama seperti otak dan jantungku adalah bagian dari diriku. Ini perang saudara, Hazel Grace, dengan pemenang yang sudah
ditentukan sebelumnya. (hlm. 291)
55 Do you worry about who will take care of you if your parents die? As well you should, because they will be worm food in the fullness of time. (hlm.220)
Kalian khawatir mengenai siapa yang akan mengurus kalian seandainya orang tua kalian meninggal? Sudah seharusnya, karena mereka akan menjadi makanan cacing jika sudah genap jawab Isaac. (hlm. 303)
M M Lain
58 I drove. Augustus rode shotgun. Isaac sat in the back. (hlm. 227)
Aku menyetir. Augustus duduk disebelahku. Isaac duduk di kursi belakang. (hlm. 305)
M Non
figurative
59 __the egg arcing over the car and smashing against the slow-sloping roof of the house.
“Bull‟s eye‖! Gus said (hlm. 228)
Telur itu melayang kea rah mobil dan menumbuk atap melandai rumah itu.―Pas!‖ ujar Gus (hlm. 306)
M Non
figurative
60 Nostalgia is a side effect of dying (hlm. 236)
Nostalgia adalah efek samping sekarat (hlm. 317)
M M Sama while tide rolled in. (hlm.265)
…sampai akhirnya aku hanya merangkak di sofa menuju pangkuannya, lalu Dad datang dan memegangi kedua kakiku
erat-erat dan aku
merangkulkan lenganku di perut Mom, dan mereka memegangiku selama berjam-jam saat air pasang bergulung-gulung naik (hlm. 358) berkeliling seperti zombie (hlm. 373)
M M Simile
Mayor of the Secret City of Cancervania, and he is not replaceable,‖Isaac began (hlm. 272)
Walikota dari Kota Rahasia Kankervania, dan dia tidak tergantikan,‖ kata Isaac memulai (hlm.364) mencari sekuelmu, dasar tikus kecil.‖ (hlm. 386)
M M Sama
65
But I can‘t pull my ideas together, Van Houten. My thoughts are stars I can‟t fathom into constellations. (hlm.311)
Tapi, aku tidak dapat
menyatukan
gagasan-gagasanku, Van Houten, Pikiranku adalah bintang-bintang yang tidak dapat kujadikan konstelasi.. (hlm. 416)
M M Sama
Berdasarkan tabel diatas, ada 54 data yang tergolong akurat menurut rater 1 dengan menggunakan strategi M M Sama sebanyak 35 data, M M Lain sebanyak 8 data, M Simile sebanyak 6 data, M Non figurative sebanyak 5 data
Tabel 4.8
Kategori terjemahan akurat dari penilai ke dua No time his depressingly miserable life story --how he had cancer in his balls (hlm. 4)
… dan untuk kesekian kalinya
mendengarkan Patrick
menceritakan kembali kisah hidupnya yang menyedihkan dan membuat depresi ---betapa dia
…ketika kanker merenggut kedua buah pelirnya tapi meninggalkan apa yang hanya disebut kehidupan oleh orang paling bermurah hati (hlm. 11)
M M Lain
4 The only redeeming facet of support Group was this kid named Isaac, a long-faced, skinny guy with straight
Satu-satunya penyelamat dari Kelompok Pendukung itu adalah anak bernama Isaac, cowok kerempeng berwajah
blond hair swept over one America‘s Next Top Model saja. Itukan aktivitas.‖
Mom: “Televisi adalah pasivitas” (hlm. 14)
M M Sama
7 I looked like a normally proportioned person with a balloon for a head. (hlm. 9)
Penampilanku seperti orang-orang yang berproporsi tubuh normal, tapi dengan kepala sebesar balon. (hlm. 17)
M M Sama
9 …but even if we survive the collapse of our sun, we will not survive forever. (hlm. 13)
…tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. (hlm. 23)
M M Sama
10 ―I would tell Him myself,‖ Augustus said, ―but unfortunately I am literally stuck inside of His heart, so He won‘t be able to hear me‖ (hlm. 16)
―Aku sendiri hendak memberitahu-Nya,‖ kata Augustus,‖ tapi sayangnya
secara harfiah aku
terperangkap di dalam jantung-Nya, sehingga Dia tidak dapat mendengarku (hlm. 27)
M M Sama
12 It‘s a metaphor, see: You put the killing thing right between your teeth, but you don‘t give it the power to do its killing. (hlm. 20)
Lihat, ini metafora: Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan untuk melakukan pembunuhan. (hlm. 32)
Dad berupaya begitu keras untuk tidak menangis, sehingga, ketika dia menangis, seperti yang selalu terjadi, rasanya seperti gempa bumi (hlm. 38)
M M Simile
15 I liked that he was a tenured professor in the Department of Slightly Crooked Smiles,…(hlm. 31)
Aku suka karena dia professor-tetap dalam Fakultas Senyum Agak Miring, (hlm. 47)
M M Sama
17 Cancer kids are essentially side effects of the relentless mutation that made the
Anak-anak penderita kanker pada dasarnya adalah efek samping dari mutasi keji yang
diversity of life on earth seakan menghilang, dan hanya mata yang melayang-layang lepas itulah yang menatapku (hlm. 85) kafe bermandikan matahari bersama Peter Van Houten_ insidious intent. (hlm. 86)
Aku membayangkan tumor itu bermetastasis ke dalam tulang-tulangku sendiri, melubang-lubangi kerangkaku, bagaikan belut licin yang bermaksud jahat. (hlm. 119)
M Simile
22 I mean, not now that I know you‘re interested in him. But, oh sweet holy Lord, I would ride that one-legged pony all the way around the corral. (hlm. 94)
Maksudku bukan sekarang, setelah aku tahu kau tertarik padanya. Tapi oh, ya Tuhan, aku bersedia menunggangi kuda poni berkaki satu itu sampai ke kandangnya. (hlm. 129)
M M Sama
23 …although I knew from years of experience that pain is a blunt and nonspecific diagnostic instrument. (hlm. 98)
…walaupun aku tahu
berdasarkan pengalaman bertahun-tahun bahwa rasa nyeri adalah instrument diagnostik yang tumpul dan tidak spesifik. (hlm. 134)
M M Sama
24 My parents were all hyperfocused on me, and so I could not hide this flash flood of anxiety. (hlm. 98)
Orang tuaku terlalu memusatkan perhatian kepadaku, sehingga
aku tidak dapat
menyembunyikan banjir bandang kekhawatiranku ini. (hlm. 134)
M M Lain
25 I‟m a grenade and at some point I‘m going to blow up and I would like to minimize the casualties,okay? (hlm. 99)
Aku granat dan suatu ketika aku akan meledak, sehingga aku ingin meminimalkan jumlah korban, oke? (hlm. 136)
M M Sama
Caroline HULK SMASH, which resonates with the doctors. (hlm. 101)
MESIN PENGHANCUR, dan ini diikuti oleh para dokter. (hlm. 138)
27 I screamed to wake up my parents, and they burst into the room, but there was nothing they could do to dim the supernovae exploding inside my brain, an endless chain of intracranial firecrackers that made me think that I was once and for all going,..(hlm. 105)
Aku berteriak untuk
membangunkan orangtuaku dan mereka bergegas masuk, tapi tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk meredakan supernova yang meledak di dalam otakku itu. Serangkaian kembang api tanpa akhir yang membuatku berpikir bahwa akhirnya aku akan pergi untuk memerangi kanker,‖ kataku kepadanya. (hlm. 148) adalah pabrik pewujud-keinginan. (hlm. 150) masalahnya: Orang mati hanya terlihat oleh mata ingatan yang mengerikan dan tak not the lunatic. (hlm. 113)
Mungkin logika Hazel muda tidak meyakinkan bagimu, tapi aku telah menjalani lembah air perangkat ayunan tua penguras air mata ini,‖ katanya
(hlm. 165) menegaskan bahwa aku, seberapa singkatnya, adalah mahluk tak berlogam. (hlm. 191)
M M Sama
38 We‘d hit the city ready to suck the marrow out of life or whatever (hlm. 148)
Kami akan tiba di kota dalam keadaan siap untuk menyesap tulang sumsum kehidupan atau
apapun itu. (hlm. 200) 39 ―some tourists think
Amsterdam is a city of sin, but in truth it is a city of freedom.And in freedom, most people find sin (hlm. 157)
―Beberapa turis menganggap Amsterdam sebagai kota dosa, tapi sesungguhnya ini kota kebebasan, dan sebagian besar orang menemukan dosa di dalam kebebasan (hlm. 211)
“Mengerikan.‖ Mom tertawa, tapi aku masih merasa tidak mengalir ke utara, memasukki otakku. (hlm. 219)
M M Sama
42 ―He called out to his fellow monks, ‗Come quickly: I am tasting the stars.‘ (hlm. 163)
―Dia memanggil sesama biarawan lainnya, ‗Datanglah cepat: aku sedang mencicipi bintang-bintang‟. (hlm. 219)
M M Sama and still light.(hlm. 165)
Matahari seperti bayi yang bersikeras menolak untuk tidur: Saat itu sudah lewat pukul delapan tiga puluh, tapi hari masih terang. (hlm. 225)
M Simile
45 Out of nowhere, Augustus asked, ―Do you believe in an afterlife?‖
Mendadak Augustus bertanya, ―Kau percaya pada kehidupan setelah kematian?‖
―Kurasa ‗selamanya‘ adalah konsep yang keliru,‖ jawabku. Dia menyeringai. “Kau adalah konsep yang keliru.” (hlm.226)
M M Sama berbaring di sana dengan BiPAP memompa masuk udara dan mendesaknya keluar, menikmati
but wishing I could choose my breaths. (hlm.177)
suara naga itu, tapi berharap dapat memilih napasku sendiri.(hlm. 239)
49 …the glass bouncing off his nose and then spinning balletically through the air, landing with a shattering crash on the ancient hardwood floor. (hlm. 195)
…dan gelasnya memantul dari hidung lelaki itu, berputar-putar seperti penari balet di udara, lalu hancur berkeping-keping di atas lantai kayu-keras adalah kelinci percobaan. (hlm. 290) sekarat,‖kataku. Menurutku kau hanya mendapat sentuhan kanker (hlm. 292) worm food in the fullness of time. (hlm.220)
Kalian khawatir mengenai siapa yang akan mengurus kalian seandainya orang tua kalian meninggal? Sudah seharusnya, karena mereka akan menjadi makanan cacing jika sudah genap waktunya. (hlm. 295)
M M Sama jawab Isaac. (hlm. 303)
M M Lain
dying (hlm. 236) sekarat (hlm. 317) 61 __until finally I just kind of
crawled across the couch ino her lap and my dad came over and held my legs really tight and I wrapped my arms all the way around my pangkuannya, lalu Dad datang dan memegangi kedua kakiku erat-erat dan aku merangkulkan lenganku di perut Mom, dan mereka memegangiku selama berjam-jam saat air pasang bergulung-gulung naik (hlm. 358)
M M Sama
62
And then there were people like my parents, who walked around zombically, (hlm. 277)
Lalu ada yangseperti orang tuaku, yang berjalan berkeliling seperti zombie (hlm. 373) replaceable,‖Isaac began (hlm. 272)
“Augustus Waters adalah Walikota dari Kota Rahasia Kankervania, dan dia tidak tergantikan,‖ kata Isaac memulai (hlm.364) mencari sekuelmu, dasar tikus kecil.‖ (hlm. 386) fathom into constellations. (hlm.311)
Tapi, aku tidak dapat menyatukan gagasan-gagasanku, Van Houten, Pikiranku adalah bintang-bintang yang tidak dapat kujadikan konstelasi. (hlm. 416)
M M Sama
Berdasarkan tabel diatas, ada 50 data yang tergolong akurat menurut rater 1 dengan menggunakan strategi M M Sama sebanyak 33 data, M M Lain sebanyak 8 data, M Simile sebanyak 6 data, M Non figurative sebanyak 3 data.
Tabel 4.9
time his depressingly miserable life story --how he had cancer in his balls (hlm. 4)
menceritakan kembali kisah hidupnya yang menyedihkan dan membuat depresi ---betapa dia
…ketika kanker merenggut kedua buah pelirnya tapi meninggalkan apa yang hanya disebut kehidupan oleh orang paling bermurah hati (hlm. 11)
M M Lain America‘s Next Top Model saja. Itukan aktivitas.‖
Mom: “Televisi adalah pasivitas” (hlm. 14)
M M Sama
7 I looked like a normally proportioned person with a balloon for a head. (hlm. 9)
Penampilanku seperti orang-orang yang berproporsi tubuh normal, tapi dengan kepala sebesar balon. (hlm. 17)
M M Sama
9 …but even if we survive the collapse of our sun, we will not survive forever. (hlm. 13)
…tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. (hlm. 23)
M M Sama
10 ―I would tell Him myself,‖ Augustus said, ―but unfortunately I am literally stuck inside of His heart, so He won‘t be able to hear me‖ (hlm. 16)
―Aku sendiri hendak memberitahu-Nya,‖ kata Augustus,‖ tapi sayangnya
secara harfiah aku
terperangkap di dalam jantung-Nya, sehingga Dia tidak dapat mendengarku (hlm. 27)
M M Sama
12 It‘s a metaphor, see: You put the killing thing right between your teeth, but you don‘t give it the power to do its killing. (hlm. 20)
Lihat, ini metafora: Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan untuk melakukan pembunuhan. (hlm. 32)
Dad berupaya begitu keras untuk tidak menangis, sehingga, ketika dia menangis, seperti yang selalu terjadi, rasanya seperti gempa bumi (hlm. 38)