Lampiran 1
STRATEGI PENERJEMAHAN METAFORA
NO Metafora Strategi
Teks Sumber (Bahasa Inggris)
Teks Sasaran (Bahasa Indonesia) 1. I was veritably swimming in paralyzing and
totally clinical depression, (hlm. 4)
Aku jelas berkubang dalam depresi yang melumpuhkan dan benar-benar klinis (hlm. 10)
M M Lain
Swimming diterjemahkan menjadi berkubang. Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa. Metafora ini menggambarkan suasana batin sipembicara yang sedang depresi akibat penyakitnya yang parah. Metafora tersebut diterjemahkan dengan mengubah citra verba swim yang secara leksikal berarti berenang menjadi citra yang berbeda yaitu berkubang. Sehingga dapat disimpulkan penerjemah menggunakan strategi menerjemahkan metafora menjadi metafora lain karena penerjemah menggunakan citra yang lain pada metafora TSa.
2. … and listened to Patrick recount for the
thousandth time his depressingly miserable life story --how he had cancer in his balls (hlm. 4)
… dan untuk kesekian kalinya mendengarkan
Patrick menceritakan kembali kisah hidupnya yang menyedihkan dan membuat depresi ---betapa dia menderita kanker di buah pelirnya (hlm. 11)
M M Lain
His balls diterjemahkan menjadi buah pelirnya. Metafora ini sudah menjadi metafora mati (dead metaphor). Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa.
3. …when cancer took both of his nuts but spared what only the most generous soul would call his life. (hlm. 5)
…ketika kanker merenggut kedua buah pelirnya tapi meninggalkan apa yang hanya disebut kehidupan oleh orang paling bermurah hati (hlm. 11)
M M Lain
His nuts diterjemahkan menjadi buah pelirnya. Metafora ini sudah menjadi metafora mati (dead metaphor). Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa.
4. The only redeeming facet of support Group was this kid named Isaac, a long-faced, skinny guy with straight blond hair swept over one eye(hlm. 6)
Satu-satunya penyelamat dari Kelompok Pendukung itu adalah anak bernama Isaac, cowok kerempeng berwajah muram dengan rambut pirang lurus yang menyapu sebelah matanya. (hlm. 13)
M Non-Figuratif
Redeeming facet diterjemahkan menjadi penyelamat. Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa. Topik yaitu Isaac, citra yaitu redeeming facet titik kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Berdasarkan cerita novel tersebut, peneliti menyimpulkan metafora di atas digunakan untuk menggambarkan tokoh yang bernama Isaac yang dianggap sebagai teman yang baik yang suka membantu. Dapat disimpulkan, sipenerjemah hanya menerjemahkan frasa redeeming facet menjadi penyelamat agar lebih mudah dipahami oleh pembaca dalam BSa
5. I‘d shake my head microscopically and exhale
in response. (hlm. 6)
Aku akan menggeleng-gelengkan kepala dengan sangat tidak kentara dan menghela napas sebagai jawaban. (hlm. 13)
M M Sama
Exhale in response diterjemahkan menjadimenghela napas sebagai jawaban. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
6. Me: ―Please just let me watch America‘s Next
Top Model. It‘s an activity.‖
Mom: ―Television is a passivity‖. (hlm. 7)
Aku: ―Biarkan aku nonton America‘s Next Top Model saja.Itukan aktivitas.‖
Mom: “Televisi adalah pasivitas” (hlm. 14)
M M Sama
Television is a passivity diterjemahkan menjadiTelevisi adalah pasivitas. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu television, citra yaitu a passivity, titik Kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Berdasarkan konteks cerita, metafora ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka berdiam diri di rumah dan suka sekali menonton TV sehingga tidak tertarik untuk beraktivitas.
7. I looked like a normally proportioned person with a balloon for a head. (hlm. 9)
Penampilanku seperti orang-orang yang berproporsi tubuh normal, tapi dengan kepala sebesar balon. (hlm. 17)
M M Sama
With a balloon for a head diterjemahkan menjaditapi dengan kepala sebesar balon. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu a head, citra yaitu a ballon, titik kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Berdasarkan konteks cerita, metafora ini digunakan untuk menggambarkan seorang tokoh yang menyadari kekurangannya dengan pipi gembil dan gemuk karena efek samping pengobatan yang dilakukannya.
8. ―I‘m on a roller coaster that only goes up, my
friend.‖ (hlm. 11) ―Serasa berada di atas melesat ke atas, Sobatku.‖ (hlm. 20)roller coaster yang hanya
M Simile
ke atas, Sobatku.‖ (hlm. 20). Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi Simile dalam TSa (Serasa berada di atas roller coaster). Topik yaitu I (tokoh Augustus), citra yaitu a roller coaster, titik kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Berdasarkan konteks cerita, sipembicara menggambarkan kehidupannya seperti roller coasterdan roller coaster itu hanya melesat ke atas (only goes up) menunjukkan selalu bahagia.
9. … but even if we survive the collapse of our sun,
we will not survive forever. (hlm. 13)
…tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari
kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. (hlm. 23)
M M Sama
The collapse of our sun diterjemahkan menjadi kebinasaan matahari. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Metafora the collapse of our sun digunakan untuk menyatakan hari kiamat.
10. ―I would tell Him myself,‖ Augustus said, ―but
unfortunately I am literally stuck inside of His heart, so He won‘t be able to hear me‖ (hlm. 16)
―Aku sendiri hendak memberitahu-Nya,‖ kata
Augustus,‖ tapi sayangnya secara harfiah aku
terperangkap di dalam jantung-Nya, sehingga Dia tidak bisa mendengarku (hlm. 27)
M M Sama
Stuck inside of His heart diterjemahkan menjadi terperangkap di dalam jantung-Nya. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan konteks, metafora stuck inside of His heart„terperangkap di dalam
jantung-Nya‟ menyatakan keberadaan di sebuah gereja. Gereja dibandingkan dengan jantung-Nya (jantung Tuhan).
11. I felt this weird mix of disappointment and anger welling up inside of me. (hlm. 20)
Aku merasakan munculnya campuran ganjil kekecewaan dan kemarahan di dalam diriku. (hlm. 32)
M M Sama
This weird mix of disappointment and anger welling up diterjemahkan menjadi munculnya campuran ganjil kekecewaan dan kemarahan. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan konteks cerita, tokoh Hazel sangat marah ketika melihat kekasihnya Augustus meletakkan rokok di mulutnya. Dengan kata lain, metafora ini digunakan untuk menggambarkan kemarahan yang luar biasa.
12. You put the killing thing right between your teeth, but you don‘t give it the power to do its killing. (hlm. 20)
Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan untuk melakukan pembunuhan. (hlm. 32)
M M Sama
The killing thing diterjemahkan menjadi pembunuh. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama
dengan TSa. Topik yaitu rokok, citra yaitu the killing thing, titik kesamaan yaitu rokok dapat menyebabkan banyak penyakit sehingga dapat membunuh manusia. Metafora ini menggambarkan rokok sama dengan pembunuh.
13. _my father was trying so hard not to sob that when he did, which was regularly, it was an earthquake. (hlm. 25)
Dad berupaya begitu keras untuk tidak menangis, sehingga, ketika dia menangis, seperti yang selalu terjadi, rasanya seperti gempa bumi (hlm. 38)
M Simile
It was an earthquake diterjemahkan menjadi rasanya seperti gempa bumi. Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi Simile dalam TSa (Seperti gempa bumi). Topik dan titik kesamaan pada metafora di atas dinyatakan tersirat tidak tersurat secara jelas sehingga diperlukan konteks untuk memahaminya. Berdasarkan konteks, citra gempa bumi digunakan untuk menggambarkan tangisan yang dalam dari seorang ayah saat melihat anaknya sekarat.
14. ―I used to play basketball‖, he explained. ―You must‘ve been pretty good.‖
―I wasn‘t bad, but all the shoes and balls are Cancer Perks” (hlm. 30)
―Dulu aku suka bermain basket,‖ jelas Augustus. ―Pasti kau pemain hebat.‖
―Lumayan, tapi semua sepatu dan bola itu adalah Keistimewaan Kanker.‖ (hlm. 44)
M M Lain
All the shoes and balls are Cancer Perks diterjemahkan menjadi semua sepatu dan bola itu adalah Keistimewaan Kanker. Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa. Topik dan titik kesamaan pada metafora di atas dinyatakan tersirat tidak tersurat secara jelas sehingga diperlukan konteks dalam memahami metafora tersebut. Berdasarkan konteks, sipembicara pernah menjadi seorang pemain basket yang hebat dan meraih banyak piala. Namun, sejak kakinya diamputasi akibat kanker yang dideritanya, sepatu dan bola miliknya dianggap hanya kenangan indah bagi seorang penderita kanker yang pernah menjadi pemain basket yang hebat.
15. I liked that he was a tenured professor in the Department of Slightly Crooked Smiles… (hlm. 31)
Aku suka karena dia professor-tetap dalam Fakultas Senyum Agak Miring…(hlm. 47)
M M Sama
He was a tenured professor in the Department of Slightly Crooked Smiles diterjemahkan menjadi dia professor-tetap dalam Fakultas Senyum Agak Miring. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu He (Augustus) adalah orang yang suka tersenyum agak miring, citra yaitu a tenured professor in the Department of Slightly Crooked Smiles,
titik kesamaan yaitu suka tersenyum dengan memiringkan bibir. Metafora ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mahir memiringkan bibirnya saat tersenyum.
16. _and watched Kaitlyn snake her way through the aisles, shopping with the kind of intensity and focus that one usually associates with professional chess (hlm. 44)
Dan mengamati Kaitlyn berjalan di sepanjang lorong-lorong berbelanja dengan semacam keseriusan dan konsentrasi yang biasa dimiliki pemain catur profesional. (hlm. 63)
Snake her way through the aisles diterjemahkan menjadi Kaitlyn berjalan di sepanjang lorong-lorong. Strategi yang digunakan yaitu M Non figuratif karena kesan metaforis tidak ada lagi dalam TSa. Berdasarkan konteks, metafora ini digunakan untuk menggambarkan tokoh Kaitlyn yang berjalan mondar-mandir di lorong toko sepatu.
17. Cancer kids are essentially side effects of the relentless mutation that made the diversity of life on earth possible (hlm. 49)
Anak-anak penderita kanker pada dasarnya adalah efek samping dari mutasi keji yang memungkinkan keberagaman kehidupan di bumi (hlm. 70)
M M Sama
Cancer kids are essentially side effects of the relentless mutation diterjemahkan menjadi Anak-anak penderita kanker pada dasarnya adalah efek samping dari mutasi keji. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu Cancer kids, citra yaitu side effects of the relentless mutation titik kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Berdasarkan konteks cerita, alasan mengapa dikatakan bahwa Anak-anak penderita kanker pada dasarnya adalah efek samping dari mutasi keji yaitu karena pengobatan kanker yang sering dilakukan ternyata memberikan efek samping bagi mereka.
18. Behind his glasses, Isaac‘s eyes seemed so big that everything else on his face kind of disappeared and it was just these disembodied floating eyes staring at me (hlm. 60)
Di balik kacamatanya, mata Isaac tampak begitu besar sehingga hal lain di wajahnya seakan menghilang, dan hanya mata yang melayang-layang lepas itulah yang menatapku (hlm. 85)
M M Sama
These disembodied floating eyes staring diterjemahkan menjadi hanya mata yang melayang-layang lepas. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan konteks, metafora These disembodied floating eyes staring ini digunakan untuk menyatakan mata palsu. Salah satu tokoh yang bernama Isaac kedua matanya telah dioperasi akibat kanker sehingga dia buta.
19. I imagined sitting at a sun-drenched café with Peter Van Houten (hlm. 79)
Aku membayangkan duduk di kafe bermandikan matahari bersama Peter Van Houten_ (hlm. 109)
M M Sama
A sun-drenched café diterjemahkan menjadi kafe bermandikan matahari. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
20. You don‘t have to rush to hold doors open or smoother me in compliments for me to like you (hlm. 84)
Kau tidak perlu bergegas membukakanku pintu atau menghujaniku dengan pujian agar aku menyukaimu. (hlm. 117)
M M Lain
Smoother me in compliments diterjemahkan menjadi menghujaniku dengan pujian. Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa.
21. I imagined the tumor metastasizing into my own bones, boring holes into my skeleton, a slithering eel of insidious intent. (hlm. 86)
Aku membayangkan tumor itu bermetastasis ke dalam tulang-tulangku sendiri, melubang-lubangi kerangkaku, bagaikan belut licin yang bermaksud jahat. (hlm. 119)
M Simile
A slithering eel of insidious intent diterjemahkan menjadibagaikan belut licin yang bermaksud jahat. Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi simile dalam TSa (bagaikan belut licin). Topik yaitu tumor, citra a slithering eel of insidious intent, titik kesamaan dapat diketahui berdasarkan konteks. Belut memiliki kebiasaan bersarang di dalam lubang lumpur dan menunggu mangsanya yang lewat. Dapat disimpulkan, tumor dibandingkan dengan belut licin karena memiliki kebiasaan masuk ke sebuah lubang sama seperti tumor yang dapat bermetastasis ke dalam tulang-tulang dan melubangi kerangka manusia.
22. I mean, not now that I know you‘re interested in him. But, oh sweet holy Lord, I would ride that one-legged pony all the way around the corral. (hlm. 94)
Maksudku bukan sekarang, setelah aku tahu kau tertarik padanya. Tapi oh, ya Tuhan, aku bersedia menunggangi kuda poni berkaki satu itu sampai ke kandangnya. (hlm. 129)
M M Sama
That one-legged pony diterjemahkan menjadi kuda poni berkaki satu. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan konteks, topik yaitu Augustus seorang pria yang telah kehilangan saalah satu kakinya, citra yaitu one-legged pony. Kuda poni memiliki sifat kuat dan mandiri. Augustus adalah seorang mantan pemain basket yang hebat sehingga terlihat kuat. Dapat disimpulkan, titik kesamaannya adalah memiliki sifat kuat.
23. …although I knew from years of experience that pain is a blunt and nonspecific diagnostic instrument. (hlm. 98)
…walaupun aku tahu berdasarkan pengalaman
bertahun-tahun bahwa rasa nyeri adalah instrument diagnostik yang tumpul dan tidak spesifik. (hlm. 134)
M M Sama
Pain is a blunt and nonspecific diagnostic instrument diterjemahkan menjadi rasa nyeri adalah instrument diagnostik yang tumpul dan tidak spesifik. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu pain, citra yaitu a blunt and nonspecific diagnostic instrument, titik kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Berdasarkan konteks cerita, ada sesuatu yang membuat sipembicara (Hazel) khawatir sehingga merasakan nyeri di dalam otaknya. Metafora Pain is a blunt and nonspecific diagnostic instrument menggambarkan bahwa rasa nyeri tesebut tidak jelas diketahui penyebabnya.
24. My parents were all hyperfocused on me, and so I could not hide this flash flood of anxiety. (hlm. 98)
Orang tuaku terlalu memusatkan perhatian kepadaku, sehingga aku tidak bisa menyembunyikan banjir bandang
kekhawatiranku ini. (hlm. 134)
This flash flood of anxiety diterjemahkan menjadi banjir bandang kekhawatiranku. Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa. Metafora This flash flood of anxiety „banjir bandang kekhawatiranku‟
menggambarkan kekhawatiran yang sangat luar biasa.
25. I‟m a grenade and at some point I‘m going to blow
up and I would like to minimize the casualties,okay? (hlm. 99)
Aku granat dan suatu ketika aku akan meledak, sehingga aku ingin meminimalkan jumlah korban, oke? (hlm. 136)
M M Sama
I‟m a grenade diterjemahkan menjadi Aku granat. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Pada contoh data tersebut, manusia I ‗Aku‘ dibandingkan dengan sebuah benda a grenade ‗granat‘ yaitu karena sipembicara ingin mengungkapkan bahwa dia sama seperti granat yang dapat meledak sehingga membuat orang di sekitarnya terluka dan hancur.
26. Gus has taken to calling Caroline HULK SMASH, which resonates with the doctors. (hlm. 101)
Gus mulai menjuluki Caroline MESIN PENGHANCUR, dan ini diikuti oleh para dokter. (hlm. 138)
M M Lain
HULK SMASH diterjemahkan menjadi MESIN PENGHANCUR. Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa. Topik yaitu Caroline, citra yaitu HULK SMASH „MESIN PENGHANCUR‟. Titik kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Berdasarkan konteks cerita, pacar Caroline memberikan julukan pada dirinya sebagai HULK SMASH
karena kematiannya membuat orang-orang yang mengenal serta mencintai dia terluka.
27. I screamed to wake up my parents, and they burst into the room, but there was nothing they could do to dim the supernovae exploding inside my brain, an endless chain of intracranial firecrackers that made me think that I was once and for all going,..(hlm. 105)
Aku berteriak untuk membangunkan orangtuaku dan mereka bergegas masuk, tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk meredakan supernova yang meledak di dalam otakku itu. Serangkaian kembang api tanpa akhir yang membuatku berpikir bahwa akhirnya aku akan pergi untuk selamanya.(hlm. 143)
M M Sama
The supernovae exploding inside my brain, an endless chain of intracranial firecrackers diterjemahkan menjadi supernova yang meledak di dalam otakku itu. Serangkaian kembang api tanpa akhir. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
28. ―Then I am a cancer-fighting machine,‖ I told him.
(hlm. 109)
―Kalau begitu, aku mesin yang memerangi kanker,‖ kataku kepadanya. (hlm. 148)
M M Sama
―Then I am a cancer-fighting machine,‖ I told him diterjemahkan menjadi aku mesin yang memerangi kanker. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu I (Hazel), citra yaitu a cancer-fighting machine. Titik kesamaan tidak diungkapkan secara eksplisit. Untuk memahami makna metafora tersebut perlu pemahaman konteks cerita. Berdasarkan penggalan dialog ―Tidur dapat memerangi kanker, kata Dr. Jim Langgananku untuk keseribu kalinya.‖ Sipembicara kemudian menyimpulkan bahwa dia adalah mesin yang memerangi kanker. Metafora I am a cancer-fighting machine digunakan untuk membandingkan bahwa manusia sebagai mesin yang dapat memerangi kanker dengan syarat harus tidur atau beristirahat.
29. ―I‘d always thought the world was a wish- granting
factory.‖ (hlm. 110) ―Aku selalu berpikir pewujud-keinginan. (hlm. 150) dunia adalah pabrik
M M Sama
The world was a wish- granting factory diterjemahkan menjadi dunia adalah pabrik pewujud-keinginan.. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Pada contoh di atas, strategi yang digunakan oleh penerjemah yaitu metafora BSu diterjemahkan dalam bentuk metafora yang sama pada BSa. A wish-granting factory (pabrik pewujud-keinginan) merupakan metafora dari World (dunia). Topik metafora adalah The world‗Dunia‘ sedangkan citranya adalah A wish-granting factory ‗pabrik pewujud-keinginan‘. Akan tetapi, titik kesamaan (point of similarity) yang menunjukkan dalam hal apa World ‗Dunia‘ dan A wish-granting factory‗pabrik pewujud-keinginan‘ tidak disebutkan secara eksplisit. Untuk mengetahui titik kesamaan ini, diperlukan pengetahuan tentang konteks penggunaan metafora tersebut, pemahaman terhadap makna simbol ‗A wish-granting factory‘. Factory atau pabrik adalah bangunan dengan perlengkapan mesin tempat membuat atau memproduksi barang tertentu dalam jumlah besar untung diperdagangkan. Dapat disimpulkan bahwa dunia dibandingkan dengan pabrik yang dapat memproduksi keinginan manusia.
30. ...But you shall shine more bright in these contents/Than unswept stone, besmeard‟d with sluttish time; (hlm. 112)
Besmeard‟d with sluttish time diterjemahkan menjadi tercoreng waktu yang bak pelacur. Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi simile dalam TSa (yang bak pelacur).
31. (Off topic, but: What a slut time is, She screws everbody) (hlm.112)
(Diluar topik, tapi: Betapa waktu memang seperti pelacur, menyetubuhi semua orang)(
hlm.152)
What a slut time is, She screws everbody diterjemahkan menjadi Betapa waktu memang seperti pelacur,. Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi simile dalam TSa (seperti pelacur).
32. I digress, but here‘s the rub: The dead are visible only
in the terrible lidless eye of memory. (hlm. 113)
Aku menyimpang, tapi inilah masalahnya: Orang mati hanya terlihat oleh mata ingatan yang mengerikan dan tak berkelopak. (hlm. 153)
M M Sama
In the terrible lidless eye of memory diterjemahkan menjadi oleh mata ingatan yang mengerikan dan tak berkelopak. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
33. You may not find Hazel‘s logic persuasive, but I have
trod through this vale of tears longer than you and fromwhere I‘m sitting, she‘s not the lunatic. (hlm. 113)
Mungkin logika Hazel muda tidak meyakinkan bagimu, tapi aku telah menjalani lembah air mata ini lebih lama dari pada mu- (hlm. 153)
M M Sama
But I have trod through this vale of tears diterjemahkan menjadi tapi aku telah menjalani lembah air mata ini. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
34. ―I must see this old swing set of tears immediately,‖ he
said (hlm. 121) however briefly, a nonmentallicized creature. (hlm. 141)
-dan kebisuan mesin itu menegaskan bahwa aku, seberapa singkatnya, adalah mahluk tak berlogam. (hlm. 191)
M M Sama
A nonmentallicized creature diterjemahkan menjadi mahluk tak berlogam. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
36. I felt a bodily sovereignty that I can‘t really describe
except to say –(hlm. 141) Aku tertinggi yang tidak begitu bisa kujelaskan,- merasakan kekuasaan jasmaniah (hlm. 191)
M M Sama
A bodily sovereignty diterjemahkan menjadi kekuasaan jasmaniah tertinggi. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena
ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
37. ―Easy comfort isn‘t comforting,‖ I said. You were a rare and fragile flower once. You remember. (hlm. 145)
―Penghiburan yang mudah bukanlah penghiburan‖ kataku. “Kau pernah menjadi bunga yang rapuh dan langka”. Kau ingat. (hlm. 196)
M M Sama
You were a rare and fragile flower once.diterjemahkan menjadi Kau pernah menjadi bunga yang rapuh dan langka. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
38. We‘d hit the city ready to suck the marrow out of life
or whatever (hlm. 148)
Kami akan tiba di kota dalam keadaan siap untuk menyesap tulang sumsum kehidupan atau apapun itu. (hlm. 200)
M M Lain
To suck the marrow out of life diterjemahkan menjadi menyesap tulang sumsum kehidupan. Strategi yang digunakan yaitu M M
Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa.
39. ―some tourists think Amsterdam is a city of sin, but in
truth it is a city of freedom.And in freedom, most people find sin (hlm. 157)
―Beberapa turis menganggap Amsterdam sebagai kota dosa, tapi sesungguhnya ini kota kebebasan, dan sebagian besar orang menemukan dosa di dalam kebebasan (hlm. 211)
M M Sama
Amsterdam is a city of sin.diterjemahkan menjadi Amsterdam sebagai kota dosa. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu Amsterdam, citra yaitu a city of sin ‗kota dosa‘. Titik kesamaan berdasarkan
konteks cerita yaitu kota dimana sebagian besar orang bebas melakukan dosa.
40. She shrugged. ―I know. I wanted to. I like watching you
sleep.‖
merasa tidak enak. (hlm. 213)
M Non figuratif
41. The tiny bubbles melted in my mouth and journeyed northward in to my brain. (hlm. 163)
Gelembung-gelembung mungil itu meleleh dalam mulutku dan mengalir ke utara, memasukki otakku. (hlm. 219)
M M Sama
The tiny bubbles melted diterjemahkan menjadi Gelembung-gelembung mungil. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena
ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan konteks, The tiny bubbles adalah sampanye. 42. ―He called out to his fellow monks, ‗Come quickly: I
am tasting the stars.‘ (hlm. 163) ―Dia memanggil sesama biarawan lainnya, ‗Datanglah cepat: aku sedang mencicipi bintang-bintang‟. (hlm. 219)
M M Sama
―Terima kasih karena membiarkanku
membajak keinginanmu,‖kataku
M M Sama
Hijack your wish diterjemahkan menjadi membajak keinginanmu. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan
metaforis TSu sama dengan TSa.
44. The sun was a toddler insistently refusing to go to bed: It was past eight thirty and still light.(hlm. 167)
: Saat itu sudah lewat pukul delapan tiga puluh, tapi hari masih terang. (hlm. 225)
M Simile
The sun was a toddler insistently refusing to go to bed diterjemahkan menjadi Matahari seperti bayi yang bersikeras menolak untuk tidur, Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi simile dalam TSa (seperti bayi). 45. Out of nowhere, Augustus asked, ―Do you believe in an
afterlife?‖
―I think forever is an incorrect concept,‖ I answered. He smirked. ―You‟re an incorrect concept.” (hlm. 167)
Mendadak Augustus bertanya, ―Kau percaya pada kehidupan setelah kematian?‖
―Kurasa ‗selamanya‘ adalah konsep yang keliru,‖ jawabku.
Dia menyeringai. “Kau adalah konsep yang
keliru.” (hlm.226)
M M Sama
You‟re an incorrect concept diterjemahkan menjadi Kau adalah konsep yang keliru. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan dialog pada novel ‗selamanya‘ adalah konsep yang keliru:
―Kurasa ‗selamanya‘ adalah konsep yang keliru,‖ jawabku (Hazel). Kemudian Augustus menjawab Kau adalah konsep yang keliru.
Metafora ini membandingkan Hazel (manusia) sebagai konsep yang keliru (benda) karena Hazel yang sudah terkena kanker dianggap tidak bisa bertahan hidup.
46. ―I know. That‘s why I‘m being taken out of the
rotation.‖ (hlm. 167) ―Aku tahu. Itulah sebabnya aku dicabut dari jajaran orang-orang yang terselamatkan.‖ (hlm. 226)
M Non figurative
The rotation diterjemahkan menjadi jajaran orang-orang yang terselamatkan. Strategi yang digunakan yaitu M Non figuratif karena kesan metaforis tidak ada lagi dalam TSa.
47. So, here‘s the girl missing a fifth of her brain who‘s just
had a recurrence of the Asshole Tumor, and so she was not, you know, the paragon of stoic cancer-kid heroism. (hlm. 174)
Jadi, inilah cewek yang kehilangan seperlima otaknya, dan baru saja mengalami kekambuhan berupa Tumor bajingan. Jadi kau tahulah, dia bukan teladan dari heroisme anak-anak penderita kanker yang tabah. (hlm. 235)
M M Sama
A recurrence of the Asshole Tumor diterjemahkan menjadi kekambuhan berupa Tumor bajingan. Strategi yang digunakan yaitu M
M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
48. All attempts to go back to sleep failed, so I lay there with the BiPAP pumping the air in and urging it out, enjoying the dragon sounds but wishing I could choose my breaths. (hlm.177)
Semua upaya untuk kembali tidur gagal, sehingga aku berbaring di sana dengan BiPAP memompa masuk udara dan mendesaknya keluar, menikmati suara naga itu, tapi berharap bisa memilih napasku sendiri.(hlm. 239)
M M Sama
The dragon sounds diterjemahkan menjadi suara naga itu, Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu
sama dengan TSa. Topik yaitu suara nafas, citra yaitu suara naga (dragon sounds), titik kesamaan pada metafora di atas dinyatakan tersirat tidak tersurat secara jelas sehingga diperlukan konteks untuk memahaminya. Berdasarkan konteks, sipembicara berusaha bernafas dengan menggunakan alat bantu BIPAP sehingga nafasnya kedengaran aneh.
49. What remained of the Scotch splashed across the vast expanse of his face, the glass bouncing off his nose and then spinning balletically through the air, landing with a shattering crash on the ancient hardwood floor. (hlm. 195)
Scotch yang tersisa di dalamnya meyiram wajah lebar Van Houten, dan gelasnya memantul dari hidung lelaki itu, berputar-putar seperti penari balet di udara, lalu hancur berkeping-keping di atas lantai kayu-keras kuno. (hlm. 261)
Then spinning balletically diterjemahkan menjadi berputar-putar seperti penari balet, Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi simile dalam TSa (seperti penari balet).
50. His brain is Swiss cheese. He doesn‘t even remember writing the book. (hlm. 195) (hlm. 195)
Otaknya seperti keju Swiss. Dia bahkan tidak ingat menulis buku itu. (hlm. 264)
M Simile
His brain is Swiss cheesediterjemahkan menjadi Otaknya seperti keju Swiss, Strategi yang digunakan yaitu M Simile karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi simile dalam TSa (seperti keju Swiss). Citra Swiss cheese diterjemahkan secara literal menjadi keju Swiss. Berdasarkan cerita di dalam novel tersebut, otak seorang tokoh yang bernama Van Houten pada novel dibandingkan dengan keju swiss karena keju swiss memiliki lubang banyak menggambarkan ingatan seseorang yang sulit mengingat sesuatu hal. Berdasarkan konteks, citra pada metafora di atas digunakan untuk menggambarkan seorang tokoh Peter Van Houten yang tidak ingat menulis buku-bukunya sendiri.
51. ―Yeah, I said, having been the experimental pincushion myself. (hlm. 216)
―Ya,‖ kataku. Aku sendiri adalah kelinci percobaan. (hlm. 290)
M M Lain
The experimental pincushion diterjemahkan menjadi kelinci percobaan, Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan
metaforis TSu berbeda dengan TSa. Penerjemah menerjemahkan metafora Total radio silence menjadi Bungkam seribu bahasa dengan
citra (RSu) yang berbeda karena apabila diterjemahkan secara literal misalnya ‗total kesunyian radio‘ maka metafora tersebut akan menjadi tidak lazim dan tidak bisa dipahami bagi penutur Bahasa Indonesia.
52. And what is my cancer? My cancer is me. metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan konteks cerita, topik metafora adalah My cancer (kankerku) yang merujuk pada penyakit Hazel Grace, yaitu kanker tiroid yang telah menyebar ke paru-parunya sedangkan citra yang digunakan adalah me (aku) yang merujuk pada tokoh itu sendiri. Berdasarkan metafora di atas, makna metafora dengan citra yang digunakan akan sulit dipahami jika konteks ceritanya tidak dipahami. Berdasarkan cerita novel The Fault in Our Stars, sipembicara mengatakan My cancer is me untuk menggambarkan bahwa Hazel Grace sudah sama seperti kankernya sendiri dikarenakan kankernya sangat parah dan sulit untuk disembuhkan.
53. The tumors are made of me. They‘re made of me as
surely as my brain and my heart are made of me. It is a civil war, Hazel Grace, with a predetermined winner. (216)
Tumor -tumor itu adalah bagian dari diriku, sama seperti otak dan jantungku adalah bagian dari diriku. Ini perang saudara, Hazel Grace, dengan pemenang yang sudah ditentukan sebelumnya. (hlm. 291)
M M Sama
It is a civil war diterjemahkan menjadi Ini perang saudara, Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
54. ―I don‘t think you‘re dying, I said. ―I think you‘ve just
got a touch of cancer. (hlm. 217)
―Menurutku kau tidak sekarat,‖kataku.
Menurutku kau hanya mendapat sentuhan kanker (hlm. 292)
M M Sama
A touch of cancer diterjemahkan menjadi sentuhan kanker, Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
55. Do you worry about who will take care of you if your parents die? As well you should, because they will be worm food in the fullness of time. (hlm.220)
Kalian khawatir mengenai siapa yang akan mengurus kalian seandainya orang tua kalian meninggal? Sudah seharusnya, karena mereka akan menjadi makanan cacing jika sudah genap waktunya. (hlm. 295)
M M Sama
Because they will be worm food in the fullness of time diterjemahkan menjadi mereka akan menjadi makanan cacing jika sudah genap waktunya, Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
56. ―Ignorance is bliss,‖ I said (Hlm. 220) ―Ketidaktahuan adalah kebahagiaan,‖ kataku. (hlm. 295)
M M Sama
Ignorance is bliss diterjemahkan menjadi Ketidaktahuan adalah kebahagiaan, Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa (citra bliss‗kebahagiaan‘ pada metafora TSu tetap dipertahankan dalam TSa). Ignorance
merupakan topik dan bliss adalah citra sedangkan titik kesamaan dinyatakan tidak jelas. Berdasarkan konteks cerita novel ini, metafora ini dipakai untuk menggambarkan suatu keadaan dimana ketidaktahuan terhadap sesuatu yang dikhawatirkan terjadi akan membuat seseorang bahagia. Dengan kata lain, lebih baik tidak tahu dari pada akan terluka jika mengetahui yang sebenarnya.
57. ―Total radio silence,‖ Isaac said (hlm. 226) ―Bungkam seribu bahasa‖, jawab Isaac. (hlm. 303)
Metafora ini berupa idiom. Total radio silence diterjemahkan menjadi Bungkam seribu bahasa. Strategi yang digunakan yaitu M M Lain karena ungkapan metaforis TSu berbeda dengan TSa. Penerjemah menerjemahkan metafora Total radio silence menjadi Bungkam seribu bahasa dengan citra (RSu) yang berbeda karena apabila diterjemahkan secara literal misalnya ‗total kesunyian radio‘ maka metafora tersebut akan menjadi tidak lazim dan tidak bisa dipahami bagi penutur Bsa. Strategi M M Lain sangat tepat digunakan untuk menerjemahkan metafora tersebut.
58. I drove. Augustus rode shotgun. Isaac sat in the back. (hlm. 227)
Aku menyetir. Augustus duduk disebelahku. Isaac duduk di kursi belakang. (hlm. 305)
M Non-Figuratif
Metafora berupa idiom. Rode shotgun diterjemahkan menjadi duduk disebelahku. Strategi yang digunakan yaitu M Non figuratif karena kesan metaforis tidak ada lagi dalam TSa.
59. Gus handed him another egg, Isaac hurled it, the egg arcing over the car and smashing against the slow-sloping roof of the house.
“Bull‟s eye‖! Gus said (hlm. 228)
Kembali Gus menyerahkan sebutir telur, dan Isaac melemparkannya. Telur itu melayang kea rah mobil dan menumbuk atap melandai rumah
itu.―Pas!‖ ujar Gus (hlm. 306)
M Non-Figuratif
Metafora berupa idiom. Bull‟s eye diterjemahkan menjadi Pas. Strategi yang digunakan yaitu M Non figuratif karena kesan metaforis tidak ada lagi dalam TSa.
60. Nostalgia is a side effect of dying (hlm. 236) Nostalgia adalah efek samping sekarat (hlm. 317)
M M Sama
Nostalgia is a side effect of dying diterjemahkan menjadi Nostalgia adalah efek samping sekarat, Strategi yang digunakan yaitu M
M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Topik yaitu nostalgia dan citrayaitu efek samping sekarat. Titik kesamaan pada metafora di atas dinyatakan tersirat sehingga diperlukan konteks untuk memahaminya. Berdasarkan konteks, metafora ini digunakan untuk menggambarkan bahwa orang sekarat (penderita kanker) akan suka merindukan masa lalunya (bernostalgia).
61. …until finally I just kind of crawled across the couch ino
her lap and my dad came over and held my legs really tight and I wrapped my arms all the way around my mom‘s middle and they held on to me for hours while tide rolled in. (hlm.267)
…sampai akhirnya aku hanya merangkak di sofa
menuju pangkuannya, lalu Dad datang dan memegangi kedua kakiku erat-erat dan aku merangkulkan lenganku di perut Mom, dan mereka memegangiku selama berjam-jam saat air pasang bergulung-gulung naik (hlm. 358)
M M Sama
While tide rolled in diterjemahkan menjadi saat air pasang bergulung-gulung naik Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena
ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa. Berdasarkan konteks, sipembicara mengatakan While tide rolled in saat dia menangis karena kekasihnya Augustus telah meninggal. Dapat disimpulkan, metafora While tide rolled „saat air pasang bergulung-gulung naik‟ digunakan untuk menggambarkan saat seseorang menangis tersedu-sedu.
62. And then there were people like my parents, who walked around zombically, (hlm. 277)
Lalu ada yangseperti orang tuaku, yang berjalan berkeliling seperti zombie (hlm. 373)
M Simile
Who walked around zombically diterjemahkan menjadi yang berjalan berkeliling seperti zombie. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu berubah menjadi simile dalam TSa (seperti zombie).
63. ―Augustus Waters was the Mayor of the Secret City of Cancervania, and he is not replaceable,‖Isaac began (hlm. 272)
“Augustus Waters adalah Walikota dari Kota
Rahasia Kankervania, dan dia tidak
tergantikan,‖ kata Isaac memulai (hlm.364)
M M Sama
Augustus Waters was the Mayor of the Secret City of Cancervania diterjemahkan menjadi Augustus Waters adalah Walikota dari Kota Rahasia Kankervania, Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
64. He smiled. ―You‘re still looking for your sequel, you little
rat.‖(hlm.287) Dia tersenyum. ―Kau masih mencari sekuelmu, dasar tikus kecil.‖ (hlm. 386)
M M Sama
You little rat diterjemahkan menjadi dasar tikus kecil. Strategi yang digunakan yaitu M M Sama karena ungkapan metaforis TSu sama dengan TSa.
65. But I can‘t pull my ideas together, Van Houten. My thoughts
are stars I can‟t fathom into constellations. (hlm.311) Tapi, aku tidak bisa menyatukan gagasan-gagasanku, Van Houten, Pikiranku adalah bintang-bintang yang tidak bisa kujadikan konstelasi. (hlm. 416)
M M Sama