• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Efek Berkumur Antara Air Seduhan Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Aerob Pada Saliva.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Efek Berkumur Antara Air Seduhan Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Aerob Pada Saliva."

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

! " # $ %$ & '

' ( ' &

) * + )*+, $

%$ -(./(

' ' ! " # $ .(/0 + 12341

5 6

' ' ! " # $ '

%$

7 (

' ' ! " # $

%$ 1

(

(2)

! " # "

! " #

$

% ! & ' $ ('

# " ) * #

+ # ,

$ % ! & '

$ (' # , ,

# $- . -./0 '

% -./

,12, 1,2 34 54365

# 7 8

# ,

' 9

,

(3)

0 0 % 9 ::::::::::::::::::::::::0

0 ; < ::::::::::::::::::::::/

0 / 5 :::::::::::::::::::::::

0 < :::::::::::::::::::::::

0 = 7 6 :::::::::::::::: =

0 . < ::::::::::::::::::::::

(4)

:::::::::::::::::::-0 ::::::::::::::::::::::: @

1 A :::::::::::::::::::0

/ 6 A :::::::::::::::::::00

7 :::::::::::::::::::::: 0/

= 7 9 ! 6 ::::::::::: 0

. * ::::::::::::::::::::::: 0=

> * * 7 ::::0@

- 2 9 :::::::::::::

@ ; 9 :::::::::::::::::: /

0 * 2 ::::::::::::::::::::::::

00 * 2 ! < :::::::::::::::::: =

0 9 ! < :::::::::::::::::::: >

0/ 1 1 ::::::::::::::::/

0 * < 7 9 ! < :/0

0= 9 ::::::::::::::::::::::: />

0. 1 5 9 :::::::::::::::::: 0

0> 5 6 ::::::::::::::::::

0- 7 6 :::::::::::::::::

0@ < ::::::::::::::::::::: =

(5)

/ 0 1 9

/ 0 0 1 :::::::::::::::::::::: @

/ 0 9 :::::::::::::::::::::=0

/ <

/ 0 & ::::::::::::::::::::::=

/ ::::::::::::::: =

/ / 3 4 :::::::::::::::: =/

/ 4 :::::::::::::::::::: =

/ = 7 ::::::::::::::::::::: =

/ . < 1 :::::::::::::::::::::

=-/ . 0 6 ::::::::::::::::::

=-/ . 7 + :::::::::::::::::::: =@

0 6

0 0 B 1 1 6 %$:: .

0 B 1 1 < ' ' ! "

(6)

0 / B 1 6 %$

1 < ' ' ! " # $::::.=

::::::::::::::::::::.>

/ 6 :::::::::::::::::>

= 0 ::::::::::::::::::::::::: >/

(7)

5 0 *

::::

5 9 A ! < :

5 / 9 A 2 ! < : @

5 B 3 9 /0

5 = 5 <

9 5 1 :::

(8)

5 0 !

%$::::::::::::::::

.

5

%$

C D ::::::::::

.0

5 / !

! " # $:::::::::::::::

./

5

! " # $

C D

:::::::::::::::::

.

5 = !

$ ' :

.=

5 . B 9 1 1

6

% $ <

! " # $ 5

9 1

::::::::::::::

(9)

A 0 A < ::::::::: 00

A A 6 :::::: 0/

A / * :: 0.

(10)

A = ; 6 (

::::::::::

/@

A . ::::::::::

A > 5 6 :::::::::: /

A - 5 < :::::::: : >

A / 0 1 :::::::::: : @

A / 9 ::::::::::: =0

A / / ' 9 :::::::::: =.

A / < ::::::::::: =>

A 0 &

' E >

'

::::::::::::

.

A &

' E >

'

::::::::::::

.

A / &

' E .

'

::::::::::::

.

A &

' E .

'

:::::::::::

(11)

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

ABSTRAK ... iv

ABTRACT ... v

PRAKATA ... vi

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 3

1.3 Maksud Penelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis ... 5

1.6 Metode Penelitian ... 8

(12)

xi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2. 1 Saliva ... 9

2.1.1 Anatomi Kelenjar Saliva ... 9

2.1.2 Histologi Kelenjar Saliva ... 12

2.1.3 Komposisi Saliva ... 13

2.1.4 Kapasitas Buffer Saliva dan Regulasi pH ... 14

2.1.5 Fungsi Saliva ... 15

2.1.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi Flow dan Komposisi Saliva ... 19

2.1.7 Saliva Sebagai Sumber Nutrisi Bakteri ... 22

2.1.9 Interaksi Saliva dan Bakteri ... 23

2.2 Flora Normal ... 25

2.2.1 Flora Normal Rongga Mulut ... 26

2.2.2 Bakteri Rongga Mulut ... 27

2.2.3 Pertumbuhan Bakteri Aerob dan Anaerob ... 31

2.2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolonisasi Bakteri di Rongga

Mulut ... 32

2.2.5 Dental Biofilm ... 38

2.2.6 Antibakteri ... 41

2.3. Tanaman Sirih ... 42

2.4. Tanaman Sirih Merah ... 43

2.4.1 Kandungan Daun Sirih Merah ... 45

2.4 Tanaman Sirih Hijau ... 47

(13)

xii

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan Penelitian

3.1.1 Alat Penelitian ... 51

3.1.2 Bahan Penelitian ... 54

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Jenis Penelitian ... 55

3.2.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 55

3.2.3 Definisi Operasional Variabel ... 56

3.2.4 Variabel Penelitian ... 58

3.2.5 Prosedur Kerja ... 58

3.2.6 Metode Analisis ... 63

3.2.6.1 Hipothesis Statistik ... 63

3.2.6.2 Kriteria Uji ... 64

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian ... 65

4.2 Pembahasan Penelitian ... 68

4.3 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 72

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan ... 74

(14)

xiii

DAFTAR PUSTAKA ... 76

LAMPIRAN ... 80

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

No

Teks

Halaman

Tabel 2.1

Fungsi dari Molekul Saliva dan Perannya dalam

Pembentukan Dental Plak

………

...

24

Tabel 2.2

Bakteri Gram-

Positif di Rongga Mulut…...

...

29

Tabel 2.3

Bakteri Gram-Negatif di Rongga

Mulut………...

30

Tabel 2.4

Efek Oksigen Pada Pertumbuhan Bakteri...

32

Tabel 2.5

Tahap dan Mekanisme Pembentukan Biofilm sebagai

Target Antibakteri………..

...

41

Tabel 2.6

Hasil Skrining Fitokimia Daun Sirih

Merah…………

45

Tabel 2.7

Hasil Analisis Komponen Aktif Sirih Hijau

…………

49

Tabel 4.1

Rerata jumlah populasi bakteri aerob pada saliva

setelah berkumur menggunakan air, air seduhan daun

sirih merah dan air seduhan daun sirih hijau…………

67

Tabel 4.2

Hasil Uji Tukey HSD Jumlah Populasi Bakteri Aerob

(16)

xv

DAFTAR GAMBAR

No

Teks

Halaman

Gambar 2.1 Kelenjar

Saliva Mayor………

11

Gambar 2.2

Fungsi saliva dalam proteksi dan lubrikasi………

16

Gambar 2.3 Ikatan Van der Wal

l’s………...

...

40

Gambar 2.4 Ikatan Hidrogen

………..

40

Gambar 2.5 Daun

Sirih Merah………..………...

44

Gambar 2.6

Tanaman Sirih Hijau………...

48

Gambar 3.1 Alat Penelitian

……….………..

51

Gambar 3.2

Alat Penelitian………

52

Gambar 3.3

Inkubator, Otoklaf, Oven………...

...

52

Gambar 3.4

Bahan Penelitian……….

54

Gambar 3.5

Pengenceran Berseri….………..

60

Gambar 3.6

Metode Pour Plate ………..……….……….

61

Gambar 3.7

Metode Pour Plate………..

62

Gambar 4.1 Jumlah koloni yang terbentuk pada agar nutrien setelah

naracoba berkumur menggunakan air………

65

Gambar 4.2 Jumlah koloni yang terbentuk pada agar nutrien setelah

naracoba berkumur menggunakan air seduhan daun sirih

merah……….

66

Gambar 4.3 Jumlah koloni yang terbentuk pada agar nutrien setelah

naracoba berkumur menggunakan air seduhan daun sirih

hijau………

66

(17)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

No

Teks

Halaman

Lampiran 1

Foto-foto Penelitian

………

...

80

Lampiran 2

Jumlah Populasi Bakteri Aerob pada Saliva Setelah

Berkumur dengan Air, Air Seduhan Daun Sirih Merah

(Piper crocatum Ruiz & Pav) dan Air Seduhan Daun

SirihHijau (Piper betle L)

………..

82

Lampiran 3

Jumlah Populasi Bakteri Aerob pada Saliva Setelah

Berkumur menggunakan Air, Air Seduhan Daun Sirih

Merah dan Air Seduhan Daun Sirih Hijau

menggunakan uji One Way ANOVA dan Tukey HSD..

83

Lampiran 4

Surat Keputusan Komisi Etik Penelitian

………

86

Lampiran 5

Informed Consent

………..

87

(18)
(19)
(20)

82

! " # $ %

(21)

83

! "

"

#$

%

&

! " #$ %&'

# ( )) * #

&# ! " #

+ , , ,

- ! + , .

#/ 0 + $ , ! '

1 # # & # !

& 2 !* ! )

# '( )

(

3 2 ) * 4 ! )

5 6 7 800 7

(9 (9

1 !

(22)

84

" 0 ! # 7 :

" 0 ! # 7 :

0 ; &! < " 0 ! # 7 : 1 : /

$4' = # " ! :

$=' = # " ! :

)) *

$4,=' ( + 3 2 ) * 4 !

5 6 7 800 7

$>'

$>'

, $>' , ,

, ,

, $>' , ,

,

> 1 )) * # # + ) * ! !

5 # * ) ) + ) ? # ) ? @ + 7 6 A 0#

B A 0#

(23)

85

! "

1 : /

= # " ! :

&# ) !0 C

+

# ) + 0# + # # &# # #0! /

(24)
(25)
(26)
(27)

89

! " # $

% & ' # !

( '

) * * $ + ,) -.

) /0* * $ + -) ".

) / * * $ + ") 1.

) / * * $ + 1) .

) # / ' 0#' 2

(28)

1

Flora di rongga mulut pada dasarnya memiliki hubungan yang harmonis

dengan dan terdiri dari beragam organisme, termasuk bakteri, fungi,

mycoplasma, protozoa, dan virus yang dapat ditemui dari waktu ke waktu. Bakteri

merupakan grup utama dari mikroorganisme di rongga mulut dan dapat dibagi

menjadi bakteri aerob atau anaerob fakultatif, berdasarkan kebutuhan oksigen dari

bakteri tersebut.1

Kemampuan bakteri untuk melekat di rongga mulut merupakan prasyarat

terjadinya kolonisasi. Bakteri tidak berkolonisasi pada permukaan email yang

bersih, tetapi berinteraksi dengan lapisan yang mengandung material pada

permukaan gigi yang disebut dengan pelikel. Pembentukan pelikel terjadi dalam

hitungan detik pada email yang bersih dan mencapai ketebalan maksimum dalam

waktu 90#120 menit. Pembentukan pelikel akan berlanjut menjadi pembentukan

biofilm, contoh dari biofilm adalah dental plak yang merupakan penyebab

terjadinya karies.1,2,3

Karies merupakan kerusakan yang terjadi secara lokal pada jaringan gigi

yang disebabkan karena ferementasi karbohidrat oleh bakteri.1 Faktor utama

penyebab karies adalah: faktor (gigi dan saliva), makanan (karbohidrat),

(29)

2

Bakteri yang terdapat di dalam plak dapat diturunkan jumlahnya secara

mekanis atau secara kimiawi yaitu dengan menggunakan agen antibakteri,

penggunaan fluoride, dan tanaman obat alami. Salah satu dari tanaman obat alami

adalah daun sirih yang memiliki kemapuan sebagai antiseptik, antioksidan dan

fungisida, juga memiliki sifat menahan pendarahan, membantu penyembuhan

luka, obat saluran cerna, dan dapat menguatkan gigi. Daun sirih terdiri dari

berbagai jenis diantaranya adalah sirih hijau, sirih merah, sirih hitam, sirih kuning,

dan sirih perak. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nalina T, sirih hijau

diketahui dapat menurunkan jumlah bakteri Streptococcus mutans yang diketahui

merupakan bakteri utama penyebab karies. Sementara itu, pada penelitian yang

dilakukan oleh Farida J diketahui bahwa sirih merah memiliki aktifitas antibakteri

terhadap bakteri gram positif dan gram negatif.3,4,5,6

Sirih hijau ( Linn.) adalah salah satu tanaman yang termasuk ke

dalam famili . Tanaman ini tumbuh subur di sepanjang Asia tropis

hingga Afrika Timur dan menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di Asia

tenggara, sirih merupakan salah satu di antara sekian banyak tanaman yang dapat

mengontrol karies dan penyakit periodontal.6

Daun sirih hijau menunjukan aktifitas antibakteri terhadap ,

, beberapa koloni awal pada plak,

dan menghambat perlekatan secara tidak langsung dengan

membuat lingkungan yang tidak kondusif untuk 6

Jenis sirih yang lain yaitu sirih merah ( ). Selain

(30)

3

dengan penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap saat

terkena cahaya. Sirih merah berdasarkan kekerabatannya, satu genus dengan daun

sirih hijau ( Linn). Sirih merah merupakan salah satu tanaman obat

potensial yang diketahui secara empiris memiliki khasiat untuk menyembuhkan

berbagai jenis penyakit.5,7

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti merasa

teratarik untuk meneliti perbedaan efek berkumur dengan menggunakan air

seduhan daun sirih merah ( Ruiz & Pav) ) dan air seduhan daun

sirih hijau ( L) terhadap koloni bakteri aerob yang terdapat di dalam

saliva.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas maka dapat

dibuat identifikasi masalah berupa:

# Apakah terdapat perbedaan jumlah populasi bakteri aerob antara individu

yang berkumur menggunakan air, air seduhan daun sirih merah (

Ruiz & Pav) dan air seduhan daun sirih hijau ( L)?

# Apakah terdapat perbedaan efektifitas air seduhan daun sirih merah (

Ruiz & Pav) dan air seduhan daun sirih hijau ( L)

dalam menurunkan jumlah populasi bakteri aerob pada saliva.

(31)

4

# Mengetahui perbedaan jumlah populasi bakteri aerob antara individu yang

berkumur menggunakan air, air seduhan daun sirih merah (

Ruiz & Pav) dan air seduhan daun sirih hijau ( L)

# Mengetahui perbedaan pengaruh berkumur air seduhan daun sirih merah

( Ruiz & Pav) dan hijau ( L) terhadap

pertumbuhan bakteri aerob dalam saliva.

!

Manfaat ilmiah dari penelitian ini adalah sebagai landasan penelitian lain

mengenai efektifitas air seduhan daun sirih merah ( Ruiz & Pav)

dan air seduhan daun sirih hijau ( L) dalam menurunkan pertumbuhan

populasi bakteri aerob pada saliva.

Manfaat praktis dari penelitian ini adalah untuk memberi informasi kepada

masyarakat mengenai pengaruh air seduhan daun sirih merah (

Ruiz & Pav) dan daun sirih hijau ( L) sebagai bahan alternatif

antikaries yang efektif, murah dan mudah didapat terhadap kesehatan gigi dan

(32)

5

" # ! $%

" # !

Rongga mulut memiliki mikroflora alami dengan hubungan yang harmonis

antara mirkoflora dengan Lingkungan yang berbeda dalam rongga mulut

akan mendukung perkembangan mikroflora secara berbeda dalam segi kualitas

maupun kuantitas. Bakteri di rongga mulut dapat dikelompokan menjadi : bakteri

gram positif dan gram negatif, serta bakteri anerob atau anaerob fakultatif

tergantung kebutuhan oksigennya.1,2

Rongga mulut menyediakan lingkungan yang bersahabat sekaligus berbahaya

bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri yang baru berkoloni di permukaan gigi

didominasi oleh bakteri aerob dan fakultatif anaerob seperti . dan

Bakteri rongga mulut dapat menggunakan nutrien endogen untuk

pertumbuhan serperti protein pada saliva di mana saliva memainkan peranan

penting dalam regulasi pertumbuhan dan aktifitas metabolik dari mikroflora

rongga mulut. Di dalam Saliva terkandung banyak bakteri (hampir 108 per

milliliter) yang berasal dari gigi dan permukaan mukosa oral sebagai hasil dari

abrasi mekanikal yang disebabkan akibat kegiatan berbicara, mengunyah dan

menelan. 1,3,8

Saliva membantu untuk mempertahankan pH di rongga mulut pada 6,74#7,25

dan suhu antara 35#360C, yang merupakan suhu dan pH optimal bagi

(33)

6

yang berperan sebagai sumber utama karbohidrat, peptida, dan asam amino bagi

pertumbuhan mikroba yang perlekatannya difasilitas oleh pelikel saliva.3,8

Pelikel terdiri dari lemak, komponen

dari GCF ( sisa#sisa dinding bakteri yang telah mati, dan

produk mikroba seperi enzim dan glukan. Komposisi dari

pelikel mendapat perhatian khusus karena perannya dalam menentukan komposisi

mikroflora awal.3

Pembentukan pelikel diikuti oleh perlekatan tunggal bakteri dalam waktu 0#24

jam, yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan mikrokoloni dalam waktu

4#24 jam. Dalam waktu 1#7 hari terjadi pertambahan jenis spesies bakteri seiring

dengan pertumbuhan mikrokoloni, dan dalam waktu 1 minggu akan terjadi

pembentukan biofilm.3

Biofilm merupakan komunitas satu atau lebih bakteri yang kompleks dan

fungsional, terbungkus dalam matriks eksopolisakarida dan melekat pada

permukaan keras. Dental plak merupakan contoh dari biofilm yang memiliki

fungsi sebagai komunitas microbial dan merupakan salah satu dari beberapa

faktor penyebab terjadinya karies. Oleh karena itu, pembentukan plak harus

dicegah dengan cara pembersihan secara mekanis yaitu menyikat gigi atau secara

kimia yaitu dengan menggunakan antibakteri, penggunaan fluoride dan tanaman

obat alami yaitu daun sirih.1,3

Daun sirih diketahui dapat menghambat perlekatan dari koloni awal plak.

Selain itu, daun sirih dapat menurunkan aktifitas enzim yang

(34)

7

digunakan untuk perlekatan bakteri ke permukaan gigi. Daun sirih memiliki

kandungan: minyak atsiri yang terdiri dari betphenol, kavikol, seskuiterpen,

hidroksikavikol, cavibetol, estragol, eugenol, karvakrol, asam lemak (asam stearik

dan asam palmitik), dan (hidroksi ester dari asam

stearik, palmitik, dan myristik). Terdapat beberapa jenis sirh di antaranya: sirih

hitam, sirih hijau, sirih kuning, sirih merah, dan sirih perak.6,7

Sirih hijau ( L) merupakan tanaman terna, tumbuh merambat atau

menjalar, memiliki batang berwarna cokelat kehijauan, berbentuk bulat, berkerut

dan beruas yang merupakan tempat keluarnya akar. Kandungan minyak atsiri

(terpenoid dan fenol) dalam sirih dapat melawan bakteri gram positif dan gram

negatif.7

Jenis lainnya yaitu sirih merah yang berdasarkan kekerabatannya, satu genus

dengan sirih hijau ( L). Sirih merah ( ) lebih

banyak dikenal sebagai tanaman hias dan tumbuh merambat di pohon atau pagar..

Tanaman ini memiliki kemampuan sebagai antiseptik, antioksidan, dan fungisida,

obat saluran cerna dan dapat menguatkan gigi. Tanaman sirih merah diketahui

memiliki kandungan alkaloid, saponin, tannin dan flavonoid.4,8,9

" $%

Hipothesis pada penelitian ini adalah:

# Terdapat perbedaan jumlah populasi bakteri aerob pada saliva antara individu

yang berkumur dengan menggunakan air, air seduhan daun sirih merah (

(35)

8

# Terdapat perbedaan efektifitas air seduhan daun sirih merah (

Ruiz & Pav) dan air seduhan daun sirih hijau ( L) dalam menurunkan

jumlah populasi bakteri aerob pada saliva.

& %

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuasi eksperimental

labolatorik in vivo. Naracoba yang digunakan sebanyak: 20 orang

Hasil penelitian ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah

dilanjutkan dengan uji Tukey # $ dengan derajat kemaknaan ("

) > = 0,05. Kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai ≤ 0,05. Analisis

data menggunakan program komputer.

' % (

Lokasi Penelitian : Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Maranatha.

Waktu penelitian : bulan November#Desember 2012

(36)

74

!

"

(37)

75

"

! #

! !

(38)

767

7

!

" # $ % & ' ( ) * + , - #

. / 0)1 2 ( 3

4 5!

% 6 0 , 7

- " / $ 3 5! !! 8

4 + # !

" # # %

# % + 9 / - $ : / " : &

" / / & ! #

! ! # 7

7 *

: & + ; < - ! " $

% % ! & % ( # "

= 4! 5 4!

! $ 6 + 9 $ ' ( )

* 9 > (& - $ ( 3

8 $ 1 > % 9 /

! 1 " # ! + , 3

? @ 5

= % - ' $ : -*

! + A , ( #

? @ 454

;/ & % B $# $ & $- .

4 *

- ( 9 C . - $ & $ $

- : - - -A +

% ! ! % / % 0 & # 1

(39)

777

7

$ : % + B % , >

5

+ / 8 ( > >>

' ,' 8 !8! !8=

4 7 * $ * =

/ + - , 0 ' 0 . )

) 8 ( > 3 8 4

4 5!

+ # ) 2 1

- - $ ( 485 ! 8=

! - 9 + , - < $

* " 3 4 5=

8 < 11 6 -9 1 !

3 8 5

= $ (9 2 + 43 8? @

45

$ (9 / $ B < 9

3 ? @ 5 !

' $ 3 4 /

4 B 2 7 B

2 (

' $ + % ! < 9 43

8 ? @ 5 !

$ ( > 9 2 + !4 4

& # 1 0 $ B 3 = ? @ ! 584

4 9 ' - : ' ' & 6 < /

< > # . < 8

7 6 " # 9 / C 4 0 , 5

* # 1 ( " 3 ? @ 4

9 / ) 3 4 # ( >

(40)

787

7

! ' * ' $ - D

8 5

8 $ % ! '

( B B C ? @

= " - 9 " " # + 6 % ( B &

> 1 6 B = !

/ $ $ (

/ % 0 === ?4@ 4E8

< B #" =8!

** ( 6 3 ( / 7 # :

" *&" & 6

& B # - / % %

* # 1 - B - 4 5

+ B & ' ) *&" " 3

== 5

4 - < % 6 7 D 0 0 & */

% ! # 1 - B

> C 48 48!5=

-6 A - % ! !

, * % " + 4 ? @ 58

$ * + * # !

9 7 == = 54

! 9 - $ B $ < 9 B + %

" * # 1

& = ? @ 4

8 < - 4 2 - $ 2

= ( / * $ 0 - , 9 / ( % 3 -* %

/ ! " ! , " # # 7 1

8 ? @ 54

4 : 7 $ 7 - ) - 7

& / 9 / 9 " / < & > 9 7 !

(41)

797

7

! 0 ! 2 / & /

! # ( + 4?=@ == 5 ==!

4 " < $ & - -> %

4 * ! # ! + #

& * ( 3 8 ? @ 5!

4 ( 7 # $ 7 C &

&! ! !

" % 3! # 7 8 9

- ( 1 # 1 & > " = ? @ !

4 ( > 6 6 ; 7 $ ; % %

% # F< - ( ? @ 4 54

44 ' $ $ : B + < " +

3 B B

2 ( 3

4 ( / '# ' + + 3 # "

(

4 + - $ + ) # (&

Referensi

Dokumen terkait

Secara empiris sirih merah ( Piper crocatum Ruiz &amp; Pav) digunakan sebagai antiseptik alami dan telah diketahui bahwa ekstrak etanol daun sirih merah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri minyak atsiri daun sirih merah dan minyak atsiri daun sereh wangi asal Tawangmangu terhadap

Uji Sitotoksisitas Fraksi Etanol Daun Sirih Merah pada Sel SiHa Dalam penelitian ini, uji sitotoksisitas yang dilakukan untuk mengetahui potensi ketoksikan fraksi daun sirih

Terdapat pengaruh perbedaan Nanopartikel daun sirih merah dan ekstrak etanol daun sirih merah dengan menggunakan metode uji toleransi glukosa dan induksi aloksan terhadap

Pada penelitian ini penulis menggunakan infusa daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz &amp; Pav) dan daun sirih hijau (Piper betle L) digunakan untuk antiseptik

Hasil penelitian menujukkan adanya peningkatan derajat keasaman (pH) saliva setelah berkumur rebusan daun sirih merah (Piper crocatum) konsentrasi 10% pada lansia

Jenis Sirih merah atau dalam bahasa ilmiahnya Piper crocatum merupakan salah satu jenis dari tanaman sirih piper betle yang merupakan tanaman merambat dengan bentuk daun

Kandungan kavikol dan kavibetol pada daun sirih hijau yang merupakan turunan dari fenol mempunyai daya antibakteri lima kali lipat dari fenol biasa.10 Pada daun sirih merah,