• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI FILM PENDEK MENJERAT MATAHARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI FILM PENDEK MENJERAT MATAHARI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI FILM PENDEK “MENJERAT

MATAHARI”

FEBBIE NATA KUMALA

Desain Komunikasi Visual Animasi, Palmerah Barat No.27 RT 001 / RW 010, 083898918885, [email protected]

Febbie Nata Kumala, Tunjung Riyadi, S.Sn , Dermawan Syamsuddin, S.Sn

ABSTRAK

Short film” Trap the Sun” made aiming to introduce the culture of Eastern Indonesia. Through the film, the writer wanted to revive the Indonesian folklore. The hope of this short film to call for support for animated film progress in Indonesia, especially traditional folklore. Story “ Trap the Sun” is the story about the balance of nature. Human nature is proper and friendly. The author uses the method of narration that recalls the story telling culture that has been passed down by ancestors since immemorial time. This work is expected to help preserve the culture of Indonesia and promote to Indonesia’s animation.

Keywords: Trap the Sun, Trap, Sun

ABSTRAK

Film pendek “Menjerat Matahari” dibuat bertujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia bagian Timur. Melalui film ini penulis ingin membangkitkan kembali cerita rakyat Indonesia.

Harapannya film pendek ini dapat medukung kemajuan film animasi di Indonesia khususnya cerita rakyat tradisional. Cerita “Menjerat Matahari” merupakan cerita mengenai keseimbangan alam. Manusia dan alam sudah selayaknya bersahabat. Penulis menggunakan metode narasi agar mengingatkan kembali budaya mendongeng yang telah diturunkan oleh nenek moyang kita sejak dahulu kala. Hasil karya ini diharapkan dapat membantu melestarikan budaya Indonesia dan memajukan animasi Indonesia.

Kata Kunci : Menjerat Matahari, Menjerat, Matahari.

(2)

2

PENDAHULUAN

Masyarakat Indonesia memiliki pengetahuan yang minim akan cerita rakyat, terlebih lagi cerita rakyat Indonesia bagian Timur. Pada umumnya cerita rakyat mengisahkan kejadian disuatu tempat atau dapat menceritakan asal muasal terbentuknya suatu tempat.

Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk manusia maupun dewa. Cerita rakyat mengenai manusia dan dewa memiliki keunikan tersendiri. Manusia bisanya melakukan kesalahan yang mendatangkan bencana dan sang dewa selalu hadir mendampingi manusia untuk memberikan solusi. Yang menjadi menariknya adalah kejadian dalam cerita rakyat biasanya mempresentasikan kehidupan kita sehari-hari.

Cerita rakyat “Menjerat Matahari” merupakan salah satu cerita rakyat yang menyampaikan akan pentingnya keseimbangan alam. Dalam kisah “Menjerat Matahari” menceritakan bahwa manusia kurang menghargai dan menyadari pentingnya keseimbangan alam sehingga banyak hasil panen gagal dan banyak penduduk mati kelaparan. Hingga seorang pemuda bernama Masarasenani memutuskan untuk menjerat matahari agar kembali menyinari Bumi.

KAJIAN PUSTAKA

Landasan teori yang dipakai pada pembuatan animasi animasi film pendek ini meliputi prinsip- prinsip dasar animasi, prinsip desain, teori warna, teori komunikasi, teori dasar pembuatan cerita, serta teori psikologi perkembangan. Berikut ini akan dibahas satu persatu teori-teori tersebut dalam pembuatan animasi iklan layanan masyarakat.

Prinsip-Prinsip Dasar Animasi

Prinsip-prinsip dasar animasi merupakan indikator penting dalam dunia animasi. Terdapat 12 prinsip dasar animasi yaitu Solid Drawing, Timing and Spacing, Strech and Squash, Anticipation, Slow In and Slow Out, Arch, Secondary Action, Follow Through and Overlapping Action, Straight Ahead and Pose to Pose, Stagging, Appeal, dan Exaggeration.

Prinsip Desain

Prinsip desain sering sekali diterapkan dalam dunia grafis, ilustrasi, fotografi, tipografi serta sinematografi. Ada 5 prinsip disain yaitu: Balance (keseimbangan), Rhythm (irama), Skala proporsi, Unity (kesatuan), Aksentuasi (penekanan).

Teori Warna

Teori warna merupakan unsure penting dalam desain. Warna merupakan salah satu unsure yang tidak dapat berdiri sendiri. Penampilan suatu warna selalu dipengaruhi dan ditentukan oleh warna sekitarnya. Masyarakat Irian memiliki 3 warna utama yang biasa mereka gunakan, yaitu: hitam (memiliki arti kepala manusia), putih (alam kehidupan setelah manusia), merah (simbol perang dan balas dendam).

Teori Komunikasi

Kata komunikasi atau pada sejarah awalnya sering disebut communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Komunikasi adalah penyampaian pikiran atas perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Komunikasi dapat berupa ide, pikiran, gagasan, inspirasi, opini, cerita, Lambang-lambang komunikasi: bentuk (gambar), suara (bunyi atau bahasa), mimic (memberikan suatu kesan), gerak-gerik (gesture).

Teori Psikologi

Menurut C.H. Buhler, teori psikologi perkembangan dibagi menjadi 5, yaitu: usia fantasi (2-10 tahun), usia dongeng (4-8 tahun), usia pertualangan (8-10 tahun), usia kepahlawanan (12-15 tahun), usia liris atau romantic (15-20 tahun).

(3)

3 Teori Dasar Pembuatan Cerita

Teori ini berhubungan dengan kejadian yang dibuat berdasarkan imajinatif. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: mengumpulkan data (mengenal latar belakang kejadian), menyusun (mengkategorikan situasi dan karakter), menganalisis (memperhatikan kejadian dan karakter), sintesis (memangun sequence dari informasi yang didapatkan).

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dipakai dengan melakukan survey ke Taman Mini Indonesia Indah, Anjungan Papua, Jakarta Timur dan penulis juga melakukan wawancara kepada Bapak Marcel dan Bapak Decky. Hasil dari wawancara tersebut dapat dipakai sebagai sumber referensi dalam pembuatan film

“Menjerat Matahari”.

Metode perancangan yang dipakai dalam pembuatan film pendek animasi “Menjerat Matahari”

dimulai dari tahap development, pra produksi, produksi hingga post produksi. Penulis mengawalinya dengan mind map yang menjabarkan referensi yang didapat, tujuan komunikasi hingga target audience.

Fakta Kunci

Fakta kunci yang dipergunakan untuk memperkuat strategi komunikasi dalam pembuatan animasi film pendek “Menjerat Matahari” adalah :

1. Masih minimnya film pendek animasi Papua di Indonesia.

2. Hanya ada dua buku saja yang menceritakan tentang cerita rakyat “Masarasenani dan Matahari” dalam judul buku “Masarasenani dan Matahari” serta “Gerhana”.

3. Pesan moral yang ingin di sampaikan mengenai pentingnya keseimbangan antara alam dan manusia.

Tujuan Komunikasi

Adapun tujuan mengkomunikasi film pendek animasi “Menjerat Matahari” ini adalah sebagai berikut :

1. Membuat film pendek animasi Indonesia khususnya tentang Papua yang memorable.

2. Audience dapat mengerti akan pentingnya keseimbangan alam dimana alam dan manusia sudah sewajarnya saling menjaga satu sama lain.

Target Audience

Target premier adalah laki-laki dan perempuan yang usianya sekitar 15-25 berstatus pelajar hingga karyawan dan merupakan kalangan menengah ke atas.

USP ( Unique Selling Preposition )

Keunikan dari film pendek animasi “Menjerat Matahari” adalah:

1. Animasi ini berbentuk narasi bertujuan agar audience dapat melestarikan budaya mendongeng yang sudah lama diturunkan oleh nenek moyang kita.

2. Animasi ini menyajikan cerita rakyat yang berbau fantasi dan magic.

3. Karakter utama memiliki proporsi tubuh kepala yang lebih besar dan badan yang kurus mengikuti proporsi patung Asmat.

(4)

4

HASIL DAN BAHASAN

DEVELOPMENT

Pada tahap development, penulis mengawalinya dengan pengumpulan referensi yang mendukung, braind storming serta mind map dalam mendeskripsikan isi cerita rakyat Masarasenani dan Matahari hingga target audience serta pesan moral yang ingin di sampaikan pada kepada audience. Berikut ini dimulai dari tahap development dalam menentukan cerita.

Premis ( Plot Cerita )

Penulis mengawali opening film pendek ini dengan menceritakan latar belakang matahari hanya ingin menyinari Bumi dalam waktu yang singkat. Kemudian masalah awal mulai terjadi yaitu sumber makan dibumi hanguskan sehingga banyak penduduk mati kelaparan. Sampai seorang pemuda memutuskan untuk menjerat matahari agar kembali menyinari Bumi. Setelah matahari terjerat, ternyata keseimbangan alam pun tetap terganggu. Bagian Bumi lainnya gelap dan tidak mendapat asupan sinar matahari. Oleh sebab itu Masarasenani memutuskan untuk membuat perjanjian dan berbaikan dengan matahari agar menyinari tanah Papua lebih lama dari biasanya.

Visual Style

Visual yang di pakai untuk opening dan ending pada film pendek “Menjerat Matahari”

menggunakan gaya visual 2D dengan icon sederhana dan hanya menggunakan 3 warna utama Papua yaitu merah, putih, dan hitam dengan penggunaan background dengan texture tembok pada goa. Memasuki perjalanan Masarasenani yang ingin menjerat matahari, visual style yang digunakan mulai menggunakan 3D character dengan menggunakan ilustrasi 2D sebagai environtmen background penceritaan.

Character dan Environment

Pada pembuatan karakter dibagi menjadi dua yaitu pada saat opening dan ending menggunakan konsep ilustrasi 2D animasi. Konsep yang digunakan menggunakan simbol-simbol perwakilan karakter maupun environtmen.

(5)

5

Pada saat memasuki 3D visual,jenis karakter yang digunakan lebih kompleks. Penggunaan proporsi tubuh terinspirasi oleh proporsi patung Asmat serta dilangkapi dengan texture realis dalam 3D karakter tersebut. Environment yang digunakan menggunakan ilustrasi 2D dengan style mengikuti keunikan pahatan Asmat yang dibuat lebih modern.

PRA PRODUKSI DAN PRODUKSI

Taham pra produksi di awali dengan sinopsis atau naskah cerita untuk kemudian dibuat storyboard atau animaticnya. Animatic tersebut dipakai sebagai landasan dari proses produksi film pendek animasi

“Menjerat Matahari” hingga hasil akhirnya. Berikut hasil sinopsis yang merupakan hasil dari development serta pengkarakteran yang telah dibuat desainnya.

Treatment

Opening :Memperlihatkan sejarah dan alasan mengapa Matahari hanya sebentar menyinari Bumi. Hal ini bermula dari masyarakat yang selalu memberikan persembahan dan mencintai Dewa Matahari dan sebaliknya. Akan tetapi Dewa Matahari menginginkan persembahan yang lebih dan manusia mulai meninggalkan Dewa Matahari. Dengan murka Dewa Matahari

(6)

6

membumihanguskan hasil panen dan hanya sebentar saja menyinari Bumi.

Masalah :Banyak penduduk mati kelaparan. Tak seorang pun dapat membuat matahari bersinar lebih lama, sampai seorang pemuda memiliki jiwa kepahlawanan memberanikan diri untuk menjerat matahari.

Menjerat Matahari :Pemuda tersebut bernama Masarasenani. Ia mengetahui tempat matahari terbit.

Sang matahari selalu terbit melewati celah diantara dua bukit. Malam harinya, pemuda tersebut membuat jerat di dua bukit tersebut.

Keanehan Terjadi :Keesokan harinya aktifitas berjalan seperti biasa. Masyarakat menokok sagu dari pagi. Nyatanya hingga karung sagu mereka penuh matahari tidak kunjung terbenam. Masyarakat senang tetapi bingung.

Matahari Terluka :Kejadian sebenarnya hanya diketahui oleh Masarasenani. Ia sangat takut dan tergesa-gesa menuju dua bukit, tempat dimana matahari terjerat. Sesampainya Masarasenani melihat matahari terluka.Matahari memohon agar diambilkan daun ajaib dihutan ajaib agar lukanya lekas sembuh.

Mencari Obat :Tidak sulit untuk mencari daun ajaib di hutan dikarenakan ukuran yang terlampau besar dibandingkan jenis daun lainnya. Tetapi membutuhkan kekuatan besar untuk membawa daun tersebut.

Pemuda Memohon :Akhirnya Masarasenani memohon kepada matahari setelah dirinya memetik daun ajaib di hutan. Isi permohonannya agar matahari menyinari bumi lebih lama sehingga penduduk dapat menokok sagu untuk mecukupi kebutuhan hidup.

Matahari Sembuh :Setelah mendapatkan daun ajaib, Masarasenani kembali ke celah dua bukit dan mengoleskan daun Salju ke luka gores matahari akibat jerat yang dibuat.

Matahari Kembali :Setelah sembuh, matahari kembali melakukan kewajibannya menyinari bumi.

Sejak saat itu matahari menyinari Bumi lebih lama.

Desain Karakter

Sesuai dengan treatment diatas terdapat dua karakter yaitu sang pemuda pemberani bernama Masarasenani serta Sang dewa matahari bernama Masarasitumi.

Masarasenani

Karakter Masarasenani merupakan karakter yang unik. Pemuda tersebut hanyalah penduduk biasa yang memberanikan dirinya untuk menjerat matahari. Tubuhnya dikategorikan kurus untuk pemuda seusianya.

Untuk proporsi tubuh, penulis terinspirasi oleh patung Asmat. Bagian kepala lebih besar dibandingkan ukuran tubuhnya.

(7)

7 Masarasitumi ( Dewa Matahari)

Karakter Masarasitumi merupakan karakter egois dan pemarah yang berwujud matahari. Untuk proporsi tubuh dewa matahari hanyalah menggunakan basic shape bulat tetapi tidak 100% simetri yang merupakan ciri khas pahatan patung Asmat.

POST PRODUKSI

Pada tahap post produksi dari potongan-potongan scene yang telah dibuat pada proses produksi digabungkan menjadi suatu cerita yang utuh dan diberi efek serta penambahan-penambahan lainnya seperti logo dan sound effect. Berikut ini sedikit penjelasan pada bagian post produksi mulai dari desain logo hingga visualisasi scene akhir.

Desain logo

Untuk desain logo penulis membuat font sendiri agar kesan Papua tetap dapat dirasakan dan memorable. Basic shape pada lingkaran meliputi matahari dan diberikan aksen Papua. Di tengah-tengah lingkaran terdapat judul film “Menjerat Matahari” dengan font yang terinspirasi oleh ukitan kayu.

(8)

8 Visualisasi Scene Akhir

Hasil dari tahap produksi menghasilkan potongan-potongan scene yang kemudian diberi efek yang mmendukung serta di compose untuk kemudian di gabungkan menjadi film pendek animasi yang utuh sehingga kita dapat mengerti isi dari cerita tersebut. Berikut ini adalah hasil jadi dari visualisasi scene akhir yang terdapat pada film pendek animasi “Menjerat Matahari”.

(9)

9

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keindahan alam, budaya, makanan, adat istiadat, dan masih banyak lagi. Pada saat ini film-film animasi mulai diperhatikan oleh pemerintah maupun para insane kreatif. Banyak festival film animasi diselenggarakan. Akan tetapi antusiame masyarakat Indonesia sendiri masih kurang. Masih banyak masyarakat lebih tertarik menyaksikan adegan drama yang kurang mendidik dibandingkan film animasi yang memiliki pesan moral yang lebih baik.

Oleh sebab itu film Menjerat Matahari hadir untuk ikut meramaikan industry film animasi di Indonesia.

Film ini manyajikan sesuatu yang bersifat mistik dan merupakan bagian dari warisan nenek moyang kita yang berasal dari tanah Papua. Tentu saja melalui film ini diharapkan dapat ikut melestarikan budaya Nusantara, khususnya wilayah Indonesia bagian Timur, Papua.

Saran

Secara pengalaman, penulis sangatlah minim akan pengalaman. Akan tetapi saran yang ingin disampaikan adalah agar kita jangan terus berhenti untuk bermimpi bahwa film animasi Indonesia akan semakin baik setiap tahunnya dan dapat diterima oleh masyarakat kita. Karena keinginan tercipta dimulai dari mimpi terlebih dahulu. Lakukan apa yang menjadi passion yang kita miliki dan bertanggung jawab atas apa yang kita pilih. Maka niscaya keinginan kita agar kaya film animasi dapat tampil diajang internasional bukanlah hal yang mustahil. Bagi kaum muda hal ini merupakan pemacu untuk menjadikan kualitas film animasi di Indonesia semakin baik dan leabih baik lagi. Semangat kaum muda inilah yang akan menuntun masa depan film animasi Indonesia.

Dalam mengerjakan film animasi yang terpaling penting adalah kesabaran dan focus pada apa yang dikerjakan dan yang dianggap terbaik. Tentu saja waktu merupakan hal terpenting agar animasi dapat selesai tepat waktu. Oleh sebab itu sebaiknya kita mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk menyelesaikan film animasi ini. Agar pada waktunya film animasi ini dapat ditampilkan secara layak.

(10)

10

REFERENSI

Aman, S. D. B., Other Folk Tales from Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1996. Bunanta, Murti. H., Masarasenani dan Matahari, Bandung: Kelompok Pecinta Bacaan Anak, 2006. Capizzi, Tom. Inspired 3D Modelling and Texture Mapping. USA: Premier Press, 2002. Kurtti, Jeff dkk. The Art of “The Princess and The Frog”. San Francisco: Chronicles Books, 2009. Schroeder, Russell dkk. Disney The Ultimate Visual Guide. London: A Darling Kindersley Book, 2002

RIWAYAT PENULIS

Febbie Nata Kumala lahir di kota Jakarta pada 29 Januari 1990. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Bina Nusantara University dalam bidang Desain Komunikasi Visual Animasi pada 2012. Saat ini bekerja di Yulius Irel Fotografi. Penulis pernah aktif di organisasi KMBD (Keluarga Mahasiswa Buddhist Dhammavardana), volunteer. Penulis juga aktif di organisasi luar kampus seperti mentor aktif Bacakilat, komunitas SuperTEAMID Entrepreneur dan WnR.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan definisi ILO (Organisasi Buruh Internasional) tentang sektor informal Sedangkan definisi ILO (Organisasi Buruh Internasional) tentang sektor informal adalah

Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, tidak terdapat pembelian yang dilakukan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang jumlah

Penelitian ini membahas mengenai pelaksaan bank garansi dalam menjamin suatu kerjasama pengolahan kayu yang nilai jaminannya lebih kecil daripada nilai barang

- Dengan membandingkan berbagai rute pemberian obat (oral dan intraperitoneal), sehingga dapat diperoleh onset of action, intensitas, dan duration of action dari suatu

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi para seniman dan menghormati undangan Disparbud, saya dan beberapa pengurus selalu hadir dalam gelaran tersebut, meskipun

Alhamdulillahi Robbil „Alamiin, Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Ta‟ala, berkat kasih dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan

Cairan bisa dialirkan melalui prosedur torakosentesis, dimana sebiah jarum (atau selang) dimasukkan ke dalam rongga pleura. Torakosentesis biasanya dilakukan untuk

Difraksi Fresnel: jika titik P dan Difraksi Fresnel: jika titik P dan sumber gelombang datang tidak begitu jauh dari celah, sehingga gelombang datang tidak dapat dianggap