i SAMBUTAN
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, maka penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2021 Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dapat diselesaikan.
Pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Program Bangga Kencana) menjadi salah satu program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pada level keluarga. Dengan adanya pandemi berbagai kegiatan di lini lapangan, yang menjadi aktivitas utama Program Bangga Kencana, menemui kendala yang cukup signifikan. Penyuluh Keluarga Berencana, Kader KB dan petugas kesehatan harus menunda pertemuan dengan masyarakat untuk memberikan pelayanan. Oleh karena itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara segera mengambil kebijakan dan strategi yang relevan, utamanya dengan mencari terobosan dan inovasi baru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam rangka menjamin akuntabilitas dan transparansi pengelolaan kinerja secara umum dan terkait dinamika pandemi covid, maka Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara menyusun laporan kinerja dengan menguraikan rencana kinerja yang telah ditetapkan, pengukuran kinerja, pencapaian kinerja, realisasi anggaran, inovasi, dan capaian lainnya. Dinamika pelaksanaan dan capaian program dideskripsikan secara komprehensif dan akurat dalam rangka memperkaya informasi dalam laporan ini.
Dengan dilandasi kesadaran bahwa apa yang telah dilaksanakan dan dicapai oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara tidak terlepas dari peran aktif dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah berperan aktif dalam program Banggakencana di Provinsi Sulawesi Utara.
Manado, Februari 2022 Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara,
Ir. D. Tino Tandayu, M.Erg NIP. 19660330 198803 1 004
ii DAFTAR ISI
SAMBUTAN ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR GRAFIK ... iv
DAFTAR TABEL ... v
EXECUTIVE SUMMARY ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 2
C. Mandat dan Peran Strategis ... 6
D. Program Reformasi Birokrasi ... 8
E. Permasalahan, Tantangan dan Peluang ... 10
E.1. Permasalahan dan Tantangan ... 10
E.2. Peluang ... 11
F. Isu Strategis ... 12
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 13
A. Rencana Strategis ... 13
A.1 Tujuan,Sasaran Strategis dan Indikator ... 13
A.2 Arah Kebijakan ... 21
B. Program Prioritas dan Rencana Kerja Tahunan ... 23
B.1 Dukungan Unit Kerja terhadap Program Bangga Kencana ... 23
B.2 Rencana Kerja Tahunan Tahun 2021 ... 32
C. Program Prioritas dan Rencana Kerja Tahun Berikutnya ... 35
C.1 Dukungan Unit Kerja terhadap Program Bangga Kencana tahun 2022 ... 35
C.2 Rencana Kerja Tahunan Tahun 2022 ... 41
D. Perjanjian Kinerja ... 45
E. Monitoring dan Evaluasi Pencapaian Sasaran Program ... 48
Rapat koordinasi lingkup unit kerja ... 48
Evaluasi RAPK ... 48
Monitoring dan Evaluasi kinerja Program Bangga Kencana melalui e-monev dan SMART ... 49
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 51
A. Capaian Kinerja Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara ... 51
A.1. Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran Program/Kegiatan ... 52
A.1.1. IKU Ke-1 : Angka Kelahiran Total (Total fertility Rate/TFR) per WUS (15-49 Tahun) ... …54
iii A.1.2. IKU Ke-2 : Angka Prevalensi Kontrasepsi Modern (Modern Contraceptive
Prevalence Rate/mCPR) ... 56
A.1.3. IKU Ke-3 : Persentase Kebutuhan ber-KB yang Tidak Terpenuhi (Unmet Need) ... 58
A.1.4. IKU Ke-4 : Angka Kelahiran Remaja Umur 15-19 Tahun (Age Spesific Fertility Rate/ASFR 15 -19) ... 61
A.1.5. IKU Ke-5 : Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) ... 63
A.1.6. IKU Ke-6 : Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKIKU Ke-7P) umur 25-49 tahun ... 65
A.1.7. IKU Ke-7 : umlah Karya tulis ilmiah (KTI) hasil penelitian program Bangga Kencana yang diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi nasional ... 67
A.2. Capaian Kinerja Output Proyek Prioritas Nasional ... 68
A.2.1. Jumlah Keluarga yang mendapatkan Fasilitasi dan Pembinaan 1000 HPK ... 68
A.2.2. Jumlah PIK Remaja dan BKR yang mendapat Fasilitasi dan Pembinaan Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja Putri Sebagai Calon Ibu ... 70
A.2.3. Jumlah Kelompok BKL yang Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan Ramah Lansia ... 72
A.2.4. Jumlah Kampung KB Percontohan yang mendapat Fasilitasi dan Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga ... 73
A.2.5. Jumlah Rumah data kependudukan paripurna di kampung KB percontohan yang mendapat fasilitasi pembinaan ... 74
A.2.6. Jumlah Faskes yang Mendapat Pemenuhan Ketersediaan Alat/Obat Kontrasepsi (Alokon) ... 75
B. Realisasi Anggaran ... 76
B.1. Realisasi Anggaran Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara ... 77
B.2. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... 80
C. Kinerja dan Capaian Lainnya ... 81
D. Evaluasi Kinerja ... 81
D.1. Review Rencana Strategis ... 81
D.2. Review Pengelolaan Kinerja ... 82
D.3. Evaluasi Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi ... 85
D.4. Evaluasi Atas Implementasi SAKIP ... 86
E. Perbaikan Perencanaan Program dan Anggaran 2022 ... 88
BAB IV PENUTUP ... 90
A. Penutup ... 90
iv DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. 1 Distribusi Pegawai Menurut Jenis Kelamin ... 4 Grafik 1. 2 Distribusi Pegawai Menurut Pendidikan ... 4 Grafik 1. 3 Distribusi Pegawai Menurut Golongan ... 5 Grafik 3. 1 Capaian TFR per WUS (15-49 tahun) Tahun 2021 Provinsi Sulawesi Utara
dibandingkan dengan Target Provinsi Tahun 2021, Target Nasional dan Target Tahun 2024 ... 54 Grafik 3. 2 Tren Capaian TFR ... 55 Grafik 3. 3 Capaian Persentase Pemakaian Kontrasepsi Modern Provinsi Sulawesi Utara dibandingkan dengan target Provinsi tahun 2021, target Nasional dan target tahun 2024 : ... 57 Grafik 3. 4 Tren Capaian mCPR ... 57 Grafik 3. 5 Capaian Unmet need Provinsi Sulawesi Utara dibandingkan dengan target
Provinsi tahun 2021, target Nasional dan target tahun 2024 ... 59 Grafik 3. 6 Tren Capaian Unmet Need ... 59 Grafik 3. 7 Capaian ASFR 15-19 tahun di Provinsi Sulawesi Utara dibandingkan dengan target Provinsi tahun 2021, target Nasional dan target tahun 2024 ... 61 Grafik 3. 8 Tren Capaian ASFR 15-19 tahun ... 61 Grafik 3. 9 Capaian iBangga di Provinsi Sulawesi Utara dibandingkan dengan target Provinsi tahun 2021, target Nasional dan target tahun 2024 ... 64 Grafik 3. 10 Capaian MUKP 25-49 tahun di Provinsi Sulawesi Utara dibandingkan dengan target Provinsi tahun 2021, target Nasional dan target tahun 2024 ... 65 Grafik 3. 11 Perkembangan MUKP 25-49 tahun Provinsi Sulawesi Utara ... 65 Grafik 3. 12 Perkembangan Jumlah Keluarga dengan Baduta yang Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan 1000 HPK ... 69
v DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Sumber Daya Anggaran ... 5
Tabel 2. 1 Sasaran Kegiatan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2021 ... 24
Tabel 2. 2 Rencana Kerja Tahunan Tahun 2021 ... 32
Tabel 2. 3 Sasaran Kegiatan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2022 ... 35
Tabel 2. 4 Rencana Kerja Tahun 2022 ... 41
Tabel 2. 5 Perjanjian Kinerja Tahun 2021 ... 45
Tabel 3. 1 Skala Pengukuran Kinerja ... 51
Tabel 3. 2 Pencapaian Indikator Kinerja Tahun 2021 ... 52
Tabel 3. 3 Capaian iBangga ... 64
Tabel 3. 4 Capaian Jumlah Karya Tulis (KTI) Hasil Penelitian Program Bangga Kencana yang Diterbitkan di Jurnal Ilmiah Terakreditasi Nasional ... 67
Tabel 3. 5 Capaian Jumlah Keluarga dengan Baduta yang mendapatkan Fasilitasi dan Pembinaan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ... 68
Tabel 3. 6 Capaian Jumlah PIK Remaja dan BKR yang mendapat fasilitasi dan pembinaan Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja Putri sebagai Calon Ibu ... 71
Tabel 3. 7 Capaian Jumlah Kelompok BKL yang mendapat Fasilitasi dan Pembinaan Pelayanan Ramah Lansia ... 72
Tabel 3. 8 Capaian Jumlah Kampung KB Percontohan yang Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga ... 73
Tabel 3. 9 Capaian Jumlah Rumah Data Kependudukan Paripurna di Kampung KB Percontohan yang mendapat Fasilitasi Pembinaan ... 74
Tabel 3. 10 Capaian Jumlah Faskes yang Mendapat Pemenuhan Ketersediaan Alat/Obat Kontrasepsi (Alokon) ... 76
Tabel 3. 11 Capaian Realisasi Anggaran Tahun 2021 ... 77
Tabel 3. 12 Realisasi Anggaran Per Jenis Belanja Tahun 2021 ... 77
Tabel 3. 13 Realisasi Anggaran Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2021 ... 78
Tabel 3. 14 Nilai Hasil Evaluasi SAKIP ... 87
vi EXECUTIVE SUMMARY
Capaian kinerja pada tahun 2021 memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan Program Bangga Kencana. Dengan adanya pandemi COVID-19 yang telah berlangsung sepanjang tahun 2020 sampai dengan tahun 2021, menjadikan pelaksanaan program dan kegiatan memiliki banyak permasalahan dan tantangan. Sense of crisis menjadi kunci utama bagaimana agar pandemi tidak menurunkan capaian Program Bangga kencana tahun 2021. Sesuai dengan tugas fungsinya, kegiatan yang dilaksanakan BKKBN membutuhkan interaksi langsung dengan masyarakat, baik untuk menyampaikan komunikasi, informasi dan edukasi, maupun terkait proses pelayanan KB. Oleh karena itu dengan adanya situasi pandemi tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara telah mengubah berbagai strategi dan pendekatan pelaksanaan program tahun 2021. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merupakan lembaga negara yang bertugas melaksanakan Pengendalian Penduduk dan menyelenggarakan Keluarga Berencana sesuai amanat Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 Nilai Capaian Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA) Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2021 adalah 85,07% dengan Realisasi anggaran Tahun 2021 sebesar Rp 38.006.981.238,- (tiga puluh satu milyar enam juta Sembilan ratus delapan puluh satu ribu dua ratus tiga puluh delapan rupiah) dari total pagu sebesar Rp 38.439.287.000,- (tiga puluh delapan milyar empat ratus tiga puluh Sembilan ribu dua ratus delapan puluh tujuh rupiah) atau dengan status capaian sangat baik.
Dalam Perjanjian Kinerja tahun 2021 ini terdapat 13 (tiga belas) jenis Sasaran kinerja, yaitu 7 (tujuh) Indikator Kinerja Utama dan 6 (enam) indikator kinerja output Prioritas Nasional.
Secara umum, target kinerja Indikator Kinerja Utama dengan status capaian sangat baik adalah Angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) per WUS usia 15-49 Tahun sebesar 2,07 (100%), Angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate/ASFR 15-19) sebesar 34,2 (119,88%), Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) sebesar 56,5 (98,74%), Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) adalah 21,4 ( 97,27%), serta jumlah karya tulis ilmiah (KTI) hasil penelitian program Bangga Kencana yang diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi nasional adalah 1 jurnal (100%). Sedangkan target kinerja Indikator Kinerja Utama dengan status capaian baik adalah angka prevalensi kontrasepsi modern (Modern Contraceptive Prevelance Rate/mCPR) sebesar 56,2% (88,32%) dan target kinerja Indikator Kinerja Utama dengan status capaian kurang adalah persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need) dengan capaian sebesar 10,4% (50,73%).
vii Untuk 6 (enam) indikator kinerja output Prioritas Nasional capaiannya sudah dengan status sangat baik yaitu dengan capaian kinerja 100%. Capaian indikator kinerja output Prioritas Nasional adalah sebagai berikut : 1) Jumlah keluarga dengan baduta yang mendapatkan fasilitasi dan pembinaan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah 19.973 keluarga; 2) jumlah PIK Remaja dan BKR yang mendapat fasilitasi dan pembinaan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja putri sebagai calon ibu sebanyak 662 kelompok; 3) Jumlah kelompok BKL yang mendapat fasilitasi dan pembinaan pelayanan ramah lansia adalah 129;
4) Jumlah kampung KB percontohan yang mendapat fasilitasi dan pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga adalah 15 kampung KB; 5) Jumlah rumah data kependudukan paripurna di kampung KB percontohan yang mendapat fasilitasi pembinaan adalah 16; dan 6) Jumlah faskes yang mendapat pemenuhan ketersediaan Alat/Obat Kontrasepsi (Alokon) adalah 116 faskes.
Sebagai upaya meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Sulawesi Utara terutama dalam hal penurunan unmet need maka langkah yang telah dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara adalah sebagai berikut :
1. Melakukan koordinasi dengan organisasi terkait dalam peningkatan peran bidan dalam memberikan pelayanan KB yang ada di fasilitas kesehatan;
2. Meningkatkan peran PLKB dalam pelaksanaan tugasnya melalui peningkatan kemitraan di Kabupaten/Kota;
3. Melakukan pemantauan ketersediaan alokon di fasilitas kesehatan melalui aplikasi sirika, dimana data yang diperoleh dijadikan acuan untuk dropping alokon ke Kabupaten/Kota sehingga tidak terjadi stock out alokon;
4. Mengoptimalkan pemanfaatan dana Penggerakan Pelayanan KB di setiap Kabupaten/Kota.
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bahwa penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Perkembangan lingkungan strategis pengelolaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dipengaruhi oleh adanya perubahan kebijakan nasional.
Saat ini Indonesia sedang menikmati periode Bonus Demografi yaitu suatu periode dimana jumlah penduduk usia non produktif (64 tahun) jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun). Hal ini merupakan kondisi paling ideal untuk pembangunan dan mengoptimalkan produktifitas penduduk Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Visi Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode kepemimpinan 2020-2024 memiliki 5 (lima) arahan Utama yaitu: 1) Pembangunan infrastruktur; 2) Pembangunan Kualitas Sumber Daya Manusia; 3) Deregulasi peraturan; 4) Penyederhanaan Birokrasi; dan 5) Transformasi ekonomi. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara memiliki peran untuk melaksanakan arahan tersebut yaitu terkait deregulasi kebijakan dan penyederhanaan birokrasi. Bonus demografi ditandai dengan Rasio Ketergantungan (RK) berada dibawah 50 per 100 penduduk usia produktif dan diperkirakan akan mengalami titik terendah pada tahun 2020-2030 sebelum angka RK meningkat kembali karena peningkatan rasio penduduk lanjut usia.
Fertilitas di Provinsi Sulawesi Utara telah mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 2,56 rata-rata jumlah anak per perempuan pada usia subur pada tahun 2020 dan pada tahun 2021 menjadi 2,07.. Penurunan fertilitas ini menyebabkan terjadinya perubahan struktur umur diikuti dengan penurunan Rasio ketergantungan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan alokon dan sarana pelayanan KB di fasilitas kesehatan. Selain itu, adanya advokasi dan KIE tentang kependudukan dan keluarga berencana mendorong masyarakat untuk mendapatkan pelayanan KB secara mandiri maupun ke tempat pelayanan KB yang telah disediakan pemerintah.
Tahun 2021 merupakan tahun berat dan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh satuan kerja dalam pelaksanaan program dan anggaran. Pandemi COVID-19 menuntut satuan kerja termasuk Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara untuk melakukan langkah-langkah
2 Penyesuaian Belanja Kementerian/ Lembaga TA 2021. Dalam rangka penanggulangan wabah COVID-19 salah satu upayanya adalah dengan melakukan refocusing anggaran. Dampak dari Pandemi COVID-19 terhadap Program Bangga Kencana di Sulawesi Utara adalah masih adanya kekhawatiran masyarakat untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan sehingga kebutuhan ber-KB tidak terpenuhi dengan baik.
B. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
BKKBN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 pasal 56 ayat (2), BKKBN bertugas melaksanakan pengendalian penduduk dan menyelenggarakan keluarga berencana. Pada tahun 2020 BKKBN telah melakukan restrukturisasi organisasi dengan diundangkannya Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BKKBN.
Berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 82/PER/B5/2011 tanggal 9 Mei 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi. Tugas dan fungsi Perwakilan BKKBN Provinsi adalah sebagai berikut : 1. Tugas
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BKKBN di Provinsi Sulawesi Utara.
2. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan fungsi :
a. Pembinaan, pembimbingan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan nasional di bidang pengendalian penduduk, penyelenggaraan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga;
b. Pembinaan, pembimbingan, dan fasilitasi pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengendalian penduduk, penyelenggaraan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga;
c. Penyelenggaraan pemantauan dan evaluasi di bidang pengendalian penduduk, penyelenggaraan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga;
d. Pelaksanaan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi, penggerakan hubungan antarlembaga, bina lini lapangan serta pengelolaan data dan informasi dibidang
3 pengendalian penduduk, penyelenggaraan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga.
e. Penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan dibidang pengendalian penduduk, penyelenggaraan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga;
f. Pelaksanaan tugas administrasi umum;
g. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya;
h. Pembinaan dan fasilitasi terbentuknya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota.
3. Struktur Organisasi
Pada tahun 2020 BKKBN telah melakukan restrukturisasi organisasi dengan diundangkannya Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BKKBN. Struktur Organisasi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dapat dilihat dibawah ini :
Gambar 1.1. Struktur Organisasi
4 Sumber Daya Manusia
Untuk mendukung pencapaian Program Bangga Kencana dan menjalankan tugas fungsi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara memiliki jumlah pegawai sebanyak 196 orang pegawai. Jumlah ini terdiri atas 58 pegawai Provinsi dan 138 Penyuluh Keluarga Berencana yang ditugaskan di Kabupaten/Kota. Profil pegawai BKKBN berdasarkan gender, pendidikan, golongan dan usia sebagaimana grafik dibawah ini.
Grafik 1.1. Distribusi Pegawai Menurut Jenis Kelamin
Grafik 1.2. Distribusi Pegawai Menurut Pendidikan
64%
36%
DISTRIBUSI PEGAWAI PROVINSI MENURUT
JENIS KELAMIN
PEREMPUAN LAKI-LAKI
67%
33%
DISTRIBUSI PKB MENURUT JENIS KELAMIN
Perempuan Laki-laki
66
9 8 55
DISTRIBUSI PKB MENURUT PENDIDIKAN
S-1 D-3 D-1 SMA/SMK/SPK 8
38
2 6 1 1 1
DISTRIBUSI PEGAWAI PROVINSI MENURUT
PENDIDIKAN
S-1 S-1 SMA SMP D-3 SMK SD
5 Grafik 1.3. Distribusi Pegawai Menurut Golongan
Sumber Daya Anggaran
Sampai dengan akhir Tahun 2021, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara memiliki sumber daya anggaran sebesar Rp 38.439.287.000,- (tiga puluh delapan milyar empat ratus tiga puluh Sembilan juta dua ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) terdiri dari :
Tabel 1.1. Sumber Daya Anggaran
No. Program Pagu
1. Program Dukungan Manajemen di Perwakilan BKKBN Provinsi
Rp 25.483.891.000,-
2. Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana
Rp 12.955.396.000,-
JUMLAH Rp. 38.439.287.000,-
Selain itu, terdapat juga dukungan alokasi anggaran dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Bantuan Operasional KB (BOKB) dan DAK Penugasan di Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Utara. Pada tahun anggaran 2021 PAGU DAK Sub Bidang KB (fisik) di 15 Kabupaten/Kota sebesar Rp 18.017.319.000,- (delapan belas milyar tujuh belas juta tiga ratus sembilan belas ribu rupiah) dan BOKB di 15 Kabupaten/Kota sebesar Rp 41.815.109.000,- (empat puluh satu milyar delapan ratus lima belas juta seratus Sembilan ribu rupiah) serta DAK
1 3 1
9
14
7 14
6
2 1
DISTRIBUSI PEGAWAI PROVINSI MENURUT
GOLONGAN
II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c
14
7 6
11
14
13 21 38
4 10
DISTRIBUSI PKB MENURUT GOLONGAN
II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b
6 Penugasan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Minahasa Utara dengan total sebesar Rp 1.537.299.000,- (satu milyar lima ratus tiga puluh tujuh juta dua ratus Sembilan puluh Sembilan ribu rupiah). Hal ini diharapkan dapat turut mendukung upaya pencapaian Program Bangga Kencana di lini lapangan.
C. Mandat dan Peran Strategis
Secara garis besar Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 mengamanatkan 2 (dua) hal yaitu : 1. Perkembangan kependudukan bertujuan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan, dan
keseimbangan antara kuantitas, kualitas, dan persebaran penduduk dengan lingkungan hidup;
2. Pembangunan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.
Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, BKKBN diberi mandat untuk berkontribusi secara langsung terhadap 2 (dua) dari 7 (tujuh) agenda Pembangunan/Prioritas Nasional (PN) pada RPJMN IV 2020-2024, yaitu untuk “Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas dan Berdaya Saing”, serta mendukung “Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan”. Dalam PN Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas dan Berdaya Saing, BKKBN berperan dalam Perkembangan kependudukan bertujuan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas, dan persebaran penduduk dengan lingkungan hidup. Pembangunan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Program Prioritas (PP) memiliki Kegiatan Prioritas (KP) sebagai berikut:
1. Perlindungan Sosial dan Tata Kelola Kependudukan dengan Kegiatan Prioritas : (a) Integrasi Sistem Administrasi Kependudukan
(b) Pemaduan dan Sinkronisasi Kebijakan Pengendalian Penduduk
2. Penguatan Pelaksanaan Perlindungan Sosial dengan Kegiatan Prioritas, Kesejahteraan Sosial.
3. Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, dengan Kegiatan Prioritas :
(a) Peningkatan Kesehatan Ibu Anak, Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (b) Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat
7 Dari Program Prioritas tersebut, BKKBN memiliki kontribusi terhadap KP Peningkatan Kesehatan Ibu Anak, KB dan Kesehatan Reproduksi, dengan fokus strategi untuk :
1. Peningkatan pengetahuan ibu dan keluarga khususnya pengasuhan, tumbuh kembang anak dan gizi;
2. Perluasan cakupan KB dan kesehatan reproduksi berkualitas sesuai karakteristik wilayah melalui penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah;
3. Peningkatan pengetahuan dan akses layanan kesehatan reproduksi bagi remaja dan praremaja yang responsif gender;
4. Peningkatan kompetensi PKB/PLKB;
5. Penguatan jejaring dalam pelayanan KB dan kesehatan reproduksi khususnya praktik mandiri bidan, dokter swasta dan organisasi profesi; dan
6. Penguatan advokasi, komunikasi, informasi, edukasi (KIE) Program Bangga Kencana serta konseling KB dan Kesehatan Reproduksi secara komprehensif.
Sedangkan pada Prioritas Nasional Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara memiliki peran pada Program Prioritas Revolusi Mental dan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Memperkukuh Ketahanan Budaya Bangsa dan Membentuk Mentalitas Bangsa yang Maju, Modern, dan Berkarakter, dengan KP pada Revolusi mental dalam sistem sosial untuk memperkuat ketahanan, kualitas dan peran keluarga serta masyarakat dalam pembentukan karakter sejak usia dini, melalui beberapa strategi yaitu : 1. Peningkatan pemahaman peran keluarga yang memiliki anak remaja dalam pengasuhan
dan pembentukan karakter remaja.
2. Peningkatan penyampaian informasi dan edukasi pada remaja dalam pembentukan karakter.
3. Peningkatan pemahaman keluarga dalam pola pengasuhan dan pendampingan anak sejak usia dini.
4. Penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga guna meningkatkan kualitas keluarga.
Untuk mendukung pencapaian Visi dan misi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara harus didukung oleh perangkat organisasi, proses bisnis (tata laksana), dan sumber daya aparatur yang mampu melaksanakan tugas yang dibebankan kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara secara efektif dan efisien. Adapun peran strategis Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dalam mendukung visi BKKBN dan Program Bangga Kencana, sejalan dengan peran strategis BKKBN yaitu :
1. Mewujudkan keluarga berkualitas, yaitu keluarga yang tentram, mandiri dan bahagia.
8 2. Mengendalikan struktur penduduk menuju Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS) dengan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga terwujud bonus demografi yang bermanfaat bagi pembangunan.
D. Program Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur. Tujuan Reformasi Birokrasi adalah Menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai- nilai dasar dan kode etik aparatur negara.
Reformasi Birokrasi di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara pada hakikatnya adalah upaya menata ulang proses birokrasi dari tingkat (level) tertinggi hingga terendah dan melakukan terobosan baru dengan langkah-langkah bertahap, konkret, realistis, sungguh-sungguh, berfikir di luar kebiasaan/rutinitas yang ada, perubahan paradigma, dan dengan upaya luar biasa serta memodernkan berbagai kebijakan dan praktek manajemen pemerintah pusat dan daerah, dan menyesuaikan tugas fungsi instansi pemerintah dengan paradigma dan peran baru.
Gambar 1.2. Grand Design Reformasi Birokrasi
9 Road Map RB-BKKBN terbagi dalam 3 (tiga) periode yaitu Periode 2010-2014, 2015-2019, dan 2020-2024. Saat ini Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara telah melaksanakan Reformasi Birokrasi periode ketiga atau terakhir dari Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional. Pada tahap akhir ini, Reformasi Birokrasi diharapkan menghasilkan karakter birokrasi yang berkelas dunia (world class bureaucracy) yang dicirikan dengan beberapa hal, yaitu pelayanan publik yang semakin berkualitas dan tata kelola yang semakin efektif dan efisien. Pelaksanaan RB di Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara juga untuk medorong pelayanan BKKBN dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, Road Map RB BKKBN menjadi arah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Perubahan mindset dan culture set terus didorong agar birokrasi BKKBN mampu menunjukkan performa/kinerjanya.
Strategi pelaksanaan RB Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara diformulasikan secara lebih riil menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan, dengan mengedepankan kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak. Pelibatan ini dilakukan secara vertikal, yaitu melibatkan setiap level jabatan pemerintahan dari level paling strategis sampai paling teknis, maupun secara horizontal yaitu melibatkan banyak kementerian/lembaga terkait, dan unsur di luar pemerintahan seperti masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan politisi.
Gambar 1.3. Hal-Hal Baru pada Road Map RB 2020-2024
Kendala yang dihadapi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dalam melaksanakan reformasi birokrasi di antaranya meliputi:
1. Sosialisasi program Reformasi Birokrasi BKKBN belum dilakukan secara intensif baik cakupan, materi, hingga pemantauan dan evaluasinya. Hal ini perlu dilakukan secara
10 periodik.
2. Internalisasi budaya kerja masih memerlukan komitmen yang tinggi dari pimpinan yang secara konsisten harus memberikan teladan dalam penerapannya. Walaupun dalam pelaksanaannya masih mendapatkan tantangan yang cukup berarti, terutama pada perubahan budaya diri sendiri untuk melaksanakan "Hal Yang Seharusnya Dilakukan" dan tidak melakukan "Hal yang Seharusnya Tidak Dilakukan"
3. Pengelolaan bisnis proses belum seluruhnya diturunkan ke dalam SOP yang ada dilingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dan belum dilakukan monitoring dan evaluasi atas SOP secara periodik.
Selain hal tersebut, terdapat hambatan-hambatan yang sangat esensial dan memiliki dampak signifikan adalah rendahnya kompetensi ASN. Rendahnya kompetensi ASN mempersulit pelaksanaan Reformasi Birokrasi, bahkan sebagian bersikap resisten dan tidak memahami esensi Reformasi Birokrasi. Hal menjadi penghadang upaya sinergitas agenda-agenda Reformasi Birokrasi dan membentuk persepsi bahwa Reformasi Birokrasi hanyalah menjadi suatu tugas dari instansi atau sebagian orang yang ditugaskan, atau hanya menjadi sesuatu yang bersifat administratif/dokumentasi.
E. Permasalahan, Tantangan dan Peluang E.1. Permasalahan dan Tantangan
Beberapa hal yang menjadi permasalahan utama dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Sulawesi Utara adalah sebagai berikut :
a. Dari Sisi Program :
1. Situasi Pandemi COVID-19 berpengaruh pada pemberian KIE, penyuluhan bagi PUS, pelayanan KB di faskes dan pembinaan kesertaan ber-KB di lini lapangan. PUS enggan untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan, pemberi layanan KB membatasi hari maupun jam berkunjung serta pelayanan KB bergerak yang biasanya terpusat dalam satu wilayah dengan mengumpulkan banyak orang harus dibatasi dengan mematuhi protokol kesehatan.
2. Masih beragamnya kelembagaan yang menangani Program Bangga Kencana pada pemerintah daerah sehingga berpengaruh pada prioritas pelaksanaan program dan anggaran.
3. Terjadi ketimpangan kuantitas dan distribusi SDM lini lapangan, jumlah Penyuluh KB/
PLKB sebanyak 138 dengan status ASN yang persebarannya di 15 Kabupaten/Kota tidak merata.
11 b. Dari sisi Anggaran yaitu dilakukannya refocusing anggaran selama tahun 2021 untuk penanganan Covid-19 serta masih Rendahnya dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap Program Bangga Kencana.
c. Dari Sisi Sumber Daya Manusia :
1. Jumlah PKB/PLKB sampai dengan Desember 2021 adalah 138 orang. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 26 orang (18,84 %) yang belum dinyatakan lulus sertifikasi.
2. Belum adanya petunjuk teknis terkait jabatan fungsional tertentu yang baru dilantik.
E.2. Peluang
Beberapa hal yang menjadi peluang dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Sulawesi Utara adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan ketentuan pasal 12 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 tahun 2014, menjelaskan bahwa Penyelenggaraan urusan Bidang pengendalian penduduk dan KB termasuk Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Laporan Kinerja 2020 / Pendahuluan 33 Pelayanan Dasar. Kewenangan penyelenggaraan dilaksanakan secara konkuren yakni menjadi kewenangan pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Dalam lampiran Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 huruf N, ditetapkan bahwa terdapat 4 (empat) Sub urusan yang menjadi kewenangan bersama, yaitu; 1) Pengendalian Penduduk, 2) Keluarga Berencana (KB), 3) Keluarga Sejahtera, dan 4) Standarisasi Pelayanan KB dan Sertifikasi Tenaga Penyuluh KB (PKB/PLKB).
2. Batas usia pernikahan menurut Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menetapkan batas minimal umur perkawinan yaitu 19 tahun
3. Adanya Bonus Demografi yang merupakan kesempatan emas untuk pengembangan Sumber Daya Manusia.
4. Tersedianya sistem manajemen kinerja sehingga dapat mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil. Sistem didukung oleh perangkat aplikasi seperti SIVIKA, E-VISUM, SIM SDM dan MORENA.
5. Tersedianya saluran komunikasi massa seperti media elektronik, media cetak, media luar ruang, media lini bawah, serta media sosial yang mendukung promosi dan sosialisasi program KKBPK.
6. Pemberian DAK sub bidang KB dan BOKB kepada kabupaten dan kota untuk mendukung tercapainya sasaran prioritas pembangunan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.
12 F. Isu Strategis
Isu strategis dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana pada Tahun 2021, dapat dipetakan sebagai berikut :
1. Desain kegiatan pengelolaan Program Bangga Kencana tahun 2021 diarahkan dengan memperhatikan kebijakan tentang pembatasan sosial dalam rangka penanggulangan COVID-19;
2. Dilakukannya Refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 yang mengakibatkan pengurangan anggaran Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar Rp.44.413.542.000,- (empat puluh empat milyar empat ratus tiga belas juta lima ratus empat puluh dua ribu rupiah) pada awal tahun anggaran menjadi Rp 38.439.287.000,- (tiga puluh delapan milyar empat ratus tiga puluh Sembilan juta dua ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) pada akhir tahun anggaran.
3. Angka Unmet need di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2021 masih sangat tinggi yaitu 20,5 meskipun telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan belum optimalnya promosi dan penggerakan kepada masyarakat dalam penggunaan alat dan obat kontrasepsi KB, tidak terpenuhinya jenis alokon yang diminati PUS seperti Implant dimana akseptor cenderung tidak berKB atau menunggu sampai adanya pelayanan Implant baik secara mobile maupun statis dari Kabupaten/Kota . Selain itu, adanya pembatasan kunjungan ke fasilitas kesehatan menyebabkan tidak terlayaninya Pasangan Usia Subur yang membutuhkan pelayanan KB.
4. Masih tingginya prevalensi Stunting di Provinsi Sulawesi Utara. Terdapat 4 daerah Lokus stunting di Provinsi Sulawesi Utara yaitu : Kab. Bolaang Mongondow Selatan, Kab. Bolaang Mongondow, Kab. Bolaang Mongondow Utara dan Kab. Minahasa Utara. Stunting (gagal tumbuh) merupakan ancaman utama terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak yang gagal tumbuh ini, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya,yang tentunya akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, serta produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif. Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara harus menanggapi isu ini dengan sangat serius dalam hal pemberian edukasi/sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai bekal memasuki kehidupan berkeluarga, agar para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, memeriksakan kandungan minimal empat kali selama kehamilan (program 1.000 HPK), serta peningkatan pemahaman orangtua mengenai pola asuh yang baik dan menjaga kesehatan lingkungan.
13 BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategis
A.1 Tujuan,Sasaran Strategis dan Indikator
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) periode tahun 2020-2024 tujuan BKKBN adalah:
1) Mewujudkan keluarga berkualitas, yaitu keluarga yang tentram, mandiri dan bahagia.
2) Mengendalikan struktur penduduk menuju Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS) dengan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga terwujud bonus demografi yang bermanfaat bagi pembangunan.
BKKBN merupakan LPNK (Lembaga Pemerintahan Non Kementerian) yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Berdasarkan ketentuan pasal 56 ayat 2 Undang- undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dan ketentuan lampiran huruf (n) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, BKKBN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.
Peran dan fungsi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi utara diperkuat dengan adanya Peraturan Presiden No. 3 tahun 2013 tentang perubahan ke tujuh atas Keputusan Presiden No.
103 tahun 2001 tentang kedudukan, tugas, fungsi kewenangan, susunan organisasi dan tata kerja lembaga pemerintah non kementerian disebutkan bahwa Perwakilan BKKBN Provinsi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BKKBN di Provinsi. Dalam melaksanakan tugasnya, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan fungsi :
a. Melakukan pembinaan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan nasional di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana di provinsi.
b. Melaksanakan pembinaan dan fasilitasi pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana di provinsi.
c. Melaksanakan advokasi dan koordinasi di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana di provinsi.
d. Melaksanakan/menyelenggarakan komunikasi, informasi, dan edukasi di bidang pengendalian penduduk dan penyeleggaraan keluarga berencana di provinsi.
e. Menyelenggarakan pemantauan dan evaluasi di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana di provinsi.
f. Menyelenggarakan pelatihan, penelitian dan pengembangan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana di provinsi.
g. Melaksanakan tugas administrasi umum di lingkungan perwakilan BKKBN provinsi.
14 h. Mengelola barang milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawab perwakilan
BKKBN provinsi.
i. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan analisis data, serta pengelolaan teknologi informasi dan dokumentasi di bidang pengendalian penduduk dan
j. penyelenggaraan keluarga berencana di provinsi.
k. Melaksanakan pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan perwakilan BKKBN provinsi.
l. Melakukan pembinaan dan fasilitasi terbentuknya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Selain menyelenggarakan fungsi tersebut, BKKBN juga menyelenggarakan fungsi :
a. Membangun kerjasama dengan pemerintah daerah (Bappeda, BPPKB) dalam hal menyusun rencana program jangka menengah daerah (RPJMD) yang berkaitan dengan program kependudukan dan keluarga berencana.
b. Menyusun rencana kerja tahunan perwakilan BKKBN provinsi dalam hal program kerja kependudukan dan keluarga berencana (KKB).
c. Menjabarkan kebijakan program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) di tingkat provinsi sesuai dengan kebijakan kantor pusat yang berbentuk PPM (Pekiraan permintaan masyarakat) yang tertuang dalam KKP (Kontrak kinerja provinsi) dengan tingkat pusat lalu dijabarkan ke kabupaten/kota.
d. Menyusun kebijakan antar dinas provinsi (dengan dinas kesehatan, dinas koperasi, usaha kecil dan menengah (KUKM), PMD) untuk membuat kebijakan bersama yang berkaitan dengan pelaksanaan di provinsi dan kabupaten/kota (dalam KB).
e. Melaksanakan koordinasi khusus dengan biro pusat statistik dalam hal kependudukan baik yang menyangkut jumlah penduduk, fasilitas, pesebaran dan struktur umur.
f. Melaksanakan advokasi tentang kebijakan kependudukan kepada stake holder di tingkat provinsi, misalnya: perguruan tinggi, koalisi kependudukan di tingkat provinsi, dan instusi/lembaga lainnya pada tingkat provinsi.
g. Melaksanakan advokasi dan memadukan kebijakan nasional dengan kebijakan daerah dalam hal kependudukan dan KB, khususnya kepada bupati, walikota dan DPRD di kabupaten/kota.
Dalam menunjang pencapaian Visi, Misi dan janji presiden dan Prioritas Pembangunan Nasional yang tertera dalam RPJMN 2020-2024, serta untuk memastikan Visi, Misi dan Tujuan BKKBN yang telah ditetapkan dapat tercapai, diperlukan suatu ukuran keberhasilan atas seluruh Program dan Kegiatan Prioritas yang dilakukan dalam bentuk Sasaran Strategis.
Adapun sasaran strategis yang akan di capai adalah 1) Menurunnya angka kelahiran total; 2)
15 Meningkatnya angka prevalensi kontrasepsi modern; 3) Menurunnya kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi; 4) Menurunnya angka kelahiran remaja; 5) Meningkatnya Indeks Pembangunan Keluarga; 6) Meningkatnya Median Usia Kawin Pertama Perempuan. Untuk mencapai sasaran strategis, BKKBN menetapkan sasaran program yang akan di capai dalam kurun waktu 2020 – 2024 yaitu untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Bangga Kencana dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, serta mewujudkan Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan. Untuk pencapaian ini ditetapkan sasaran Program, sasaran kegiatan dan keluaran/output di Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara sebagai berikut :
1. Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana yang merupakan program teknis dengan sasaran kegiatan :
a. Meningkatnya pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana di seluruh tingkatan wilayah. Beberapa Keluaran/Output yang menunjang sasaran kegiatan ini adalah :
- Pembinaan pembangunan keluarga di seluruh tingkatan wilayah.
- Promosi 1000 HPK pada keluarga yang memiliki baduta.
- Penguatan peran PIK remaja dan BKR dalam edukasi kespro dan gizi bagi remaja putri sebagai calon Ibu.
- Peningkatan pelayanan ramah lansia melalui 7 (Tujuh) dimensi lansia tangguh dan pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia.
- Keluarga yang mengikuti kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga.
- Sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk.
- Kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KBKR yang sesuai dengan standar pelayanan.
- Pemenuhan Ketersediaan Alokon di Faskes.
- Penggerakkan stakeholder mitra kerja serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat berdasarkan data dan informasi yang berbasis IT dalam Program Bangga Kencana . b. Meningkatnya penyelenggaraan kegiatan pelatihan, penelitian dan pengembangan.
Beberapa Keluaran/Output yang menunjang sasaran kegiatan ini adalah : - Layanan Pendidikan dan Pelatihan
- Layanan Penelitian dan Pengembangan
16 2. Program Dukungan Manajemen yang merupakan program generik dengan sasaran kegiatan:
a. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan dukungan manajemen dalam pengelolaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Beberapa Keluaran/Output yang menunjang sasaran kegiatan ini adalah :
- Layanan Dukungan Manajemen - Layanan Perkantoran
- Layanan Sarana dan Prasarana Internal
b. Mewujudkan akuntabilitas pelaksanaan pengawasan lainnya. Beberapa Keluaran/Output yang menunjang sasaran kegiatan ini adalah :
- Layanan Audit Internal
Untuk mengukur pencapaian sasaran program maka ditetapkan delapan (8) indikator sasaran program Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara yaitu :
1. Menurunnya angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) per WUS usia 15-49 Tahun dari 2,24 (baseline 2017) menjadi 1,99 rata-rata anak per wanita pada tahun 2024;
2. Meningkatnya angka prevalensi kontrasepsi modern (Modern Contraceptive Prevelance Rate/mCPR) dari 61,00 persen (baseline 2017) menjadi 64,92 persen pada tahun 2024;
3. Menurunnya Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need) dari 12,4 persen (baseline 2017) menjadi 8,92 persen pada tahun 2024;
4. Menurunnya angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate/ASFR 15-19) dari 46 Kelahiran per 1000 WUS 15-19 tahun (baseline 2019) menjadi 31 Kelahiran per 1000 WUS 15-19 tahun pada tahun 2024;
5. Meningkatnya Indeks Pembangunan Keluarga (I-Bangga) menjadi 63,46 pada tahun 2024;
6. Meningkatnya angka Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) menjadi 22,1 tahun pada tahun 2024;
7. Meningkatnya Persentase SDM Aparatur dan Tenaga Program yang Kompeten menjadi 87 persen pada tahun 2024. .
8. Meningkatnya persentase Pemanfaatan Hasil Penelitian dalam Penentuan Kebijakan Program Bangga Kencana menjadi 70 persen pada tahun 2024.
Untuk mendukung tercapainya indikator sasaran program ini maka diturunkan menjadi sasaran kegiatan dengan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) sebagai berikut :
1. Meningkatnya Pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana di seluruh tingkatan wilayah. Indikator Kinerja Kegiatan Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KS/PK) pada sasaran kegiatan ini berupa :
17 a. Persentase keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan
karakter.
b. Jumlah PIK Remaja dan BKR yang mendapat pembinaan Generasi Berencana.
c. Jumlah Kelompok BKL Yang Melaksanakan 7 (Tujuh) Dimensi Lansia Tangguh dan Pendampingan Perawatan Jangka Panjang Bagi Lansia.
d. Jumlah Keluarga yang mengakses PPKS.
e. Persentase Kabupaten/kota yang melaksanakan kegiatan usaha ekonomi keluarga.
Pencapaian indikator kinerja kegiatan bidang KS/PK didukung dengan adanya beberapa keluaran/output yaitu :
a. Pembinaan Pembangunan keluarga di seluruh tingkatan wilayah dengan indikator output dan komponen yaitu Persentase kabupaten//kota yang melaksanakan pembinaan pengasuhan dalam rangka pembentukan karakter anak.
b. Promosi 1000 HPK pada keluarga yang memiliki baduta dengan indikator output dan komponen yaitu Jumlah keluarga yang memiliki baduta yang terpapar promosi 1000 HPK.
c. Penguatan Peran PIK Remaja dan BKR dalam Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja Putri sebagai Calon Ibu dengan indikator output dan komponen yaitu : 1) Persentase Kabupaten/kota yang melaksanakan pembinaan Genre (PIK-R/M dan BKR); 2) Jumlah PIK Remaja dan BKR yang melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja putri sebagai calon ibu.
d. Peningkatan Pelayanan Ramah Lansia Melalui 7 (Tujuh) Dimensi Lansia Tangguh dan Pendampingan Perawatan Jangka Panjang Bagi Lansia dengan indikator output dan komponen yaitu : 1) Persentase Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan dalam pelaksanaan Bina Keluarga Lansia (BKL); 2) Persentase PPKS yang mendapatkan pembinaan dan fasilitasi ketahanan keluarga rentan.
e. Keluarga yang mengikuti kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga dengan indikator output dan komponen yaitu Persentase Kabupaten/Kota yang melaksanakan pembinaan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga.
Indikator Kinerja Kegiatan Bidang Pengendalian Penduduk pada sasaran kegiatan ini berupa:
a. Persentase Pemerintah Daerah yang memanfaatkan GDPK dalam penetapan parameter kependudukan pada perencanaan pembangunan daerah.
b. Persentase Rumah Data Kependudukan Paripurna yang terbentuk di Kampung KB.
18 c. Persentase Kelompok Kerja Bangga Kencana Provinsi dan Kabupaten/Kota yang
efektif.
d. Cakupan implementasi pendidikan kependudukan di provinsi.
e. Persentase pemerintah daerah yang melaksanakan Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk.
f. Persentase Kampung KB yang melaksanakan penanganan terpadu isu kependudukan.
Pencapaian indikator kinerja kegiatan bidang Pengendalian Penduduk didukung dengan adanya keluaran/output yaitu Sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk dengan indikator output dan komponen sebagai berikut : 1) Cakupan pembinaan kebijakan dan strategi pengendalian penduduk (Penyusunan Grand Design, Profil/paremeter dan Proyeksi Penduduk); 2) Cakupan koordinasi integrasi indikator Program Bangga Kencana dalam kebijakan pembangunan daerah; 3) Cakupan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB yang telah terbentuk dan diregistrasi; 4) Cakupan fasilitasi pengembangan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB; 5) Cakupan fasilitasi penggerakan Kelompok Kerja Bangga Kencana Provinsi dan Kabupaten/Kota; 6) Jumlah fasilitasi ke pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dalam pengimplementasian kerjasama pendidikan kependudukan melalui 3 jalur pendidikan yaitu formal, nonformal, dan informal; 7) Persentase Pemerintah Daerah yang mendapatkan fasilitasi pembinaan sistem peringatan dini pengendalian penduduk; 8) Persentase Pemerintah Daerah yang mendapatkan fasilitasi pembinaan penanganan terpadu isu kependudukan di Kampung KB bersama mitra kerja; 9) Persentase mitra kerja yang mendapatkan fasilitasi pembinaan penanganan terpadu isu kependudukan di Kampung KB bersama mitra kerja.
Indikator Kinerja Kegiatan Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KR) pada sasaran kegiatan ini berupa :
a. Persentase Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang siap melayani KB MKJP.
b. Indeks Informasi Metode KB (Method Information Index/MII).
c. Persentase kesertaan KB di Kabupaten/Kota dengan kesertaan rendah.
d. Persentase Kehamilan Yang Tidak Diinginkan.
e. Persentase Pelayanan KB Pascapersalinan.
Pencapaian indikator kinerja kegiatan bidang KB/KR didukung dengan adanya beberapa keluaran/output yaitu :
a. Kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KBKR yang sesuai dengan standar pelayanan dengan indikator output dan komponen sebagai berikut : 1)
19 Persentase rumah sakit yang pelayanan KB-nya meningkat; 2) Jumlah Tenaga Pelayanan mendapatkan fasilitasi kompetensi (Kumulatif); 3) Peningkatan Jumlah Provider Vasektomi yang Kompeten; 4) Jumlah Pelayanan KB dan KR Bergerak/Bakti Sosial di Wilayah dan Sasaran Khusus; 5) Persentase PUS dengan kehamilan risiko tinggi (4 Terlalu); 6) Jumlah kabupaten/ kota dengan PKB/PLKB yang puskesmas di wilayahnya melayani KB Pascapersalinan.
b. Pemenuhan Ketersediaan Alokon di Faskes dengan indikator output dan komponen yaitu Persentase Faskes teregister yang mendapat ketersediaan Alokon Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Indikator Kinerja Kegiatan Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) pada sasaran kegiatan ini berupa :
a. Persentase stakeholders/pemangku kepentingan dan mitra kerja yang berperan serta aktif dalam pengelolaan Program Bangga Kencana.
b. Persentase masyarakat yang terjangkau Program Bangga Kencana.
c. Persentase Penyuluh KB yang berkinerja baik.
d. Jumlah pengelolaan Sistem Informasi Keluarga (SIGA).
e. Persentase cakupan perangkat dan jaringan sistem Teknologi dan Informasi di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Pencapaian indikator kinerja kegiatan bidang ADPIN didukung dengan adanya keluaran/output yaitu Penggerakkan stakeholder mitra kerja serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat berdasarkan data dan informasi yang berbasis IT dalam Program Bangga Kencana dengan indikator output dan komponen sebagai berikut : 1) Persentase Momerendum Of Understanding (MoU)/Perjanjian Kerja Sama yang di tindaklanjut unit kerja di BKKBN; 2) Persentase Kelembagaan Pengendalian Penduduk dan KB di Kabupaten/Kota yang berbentuk Dinas utuh; 3) Persentase penyebarluasan materi KIE Program Bangga Kencana sesuai segmentasi, sasaran dan wilayah; 4) Persentase penyebarluasan materi KIE Program Bangga Kencana dalam rangka penurunan unmet need; 5) Jumlah pemanfaatan sarana dan media KIE Program Bangga Kencana; 6) Persentase Tim Advokasi Terpadu Lintas Sektor Program Bangga Kencana yang melakukan advokasi; 7) Frekuensi pembinaan Kinerja Penyuluh KB dalam pelaksanaan tupoksi dalam mengelola Prgram Bangga Kencana di Wilayah Binaan; 8) Cakupan pembinaan IMP dan mekanisme operasional lini lapangan dalam penguatan pelayanan Program Bangga Kencana bagi masyarakat; 9) Persentase Penyuluh KB/PLKB yang melakukan pembinaan kesertaan ber-KB dalam upaya menurunkan Drop Out; 10)
20 Persentase cakupan pengelolaan data dan informasi Program Bangga Kencana; 11) Cakupan kualitas Layanan Jaringan STIK dan penyebarluasan Informasi.
2. Meningkatnya penyelenggaraan kegiatan pelatihan, penelitian dan pengembangan. Indikator Kinerja Kegiatan pada sasaran kegiatan ini berupa :
a. Persentase peserta Diklat yang lulus dengan kategori baik dan sangat baik.
b. Jumlah Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana yang digunakan sebagai input rumusan Kebijakan Program Bangga Kencana.
Pencapaian indikator kinerja kegiatan ini didukung dengan adanya beberapa keluaran/output yaitu :
a. Layanan Pendidikan dan Pelatihan dengan indikator output dan komponen yaitu Jumlah Tenaga Program yang mengikuti Pendidikan/Pelatihan.
b. Layanan Penelitian dan Pengembangan dengan indikator output dan komponen yaitu : 1) Jumlah penelitian dan pengembangan Program Bangga Kencana yang dilaksanakan; 2) Jumlah publikasi karya tulis ilmiah (KTI) hasil penelitian Pembangunan Keluarga, Kependukan dan Keluarga Berencana pada jurnal nasional/internasional.
3. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan dukungan manajemen dalam pengelolaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Indikator Kinerja Kegiatan pada sasaran kegiatan ini adalah Dukungan Manajemen (termasuk gaji/001 dan pemeliharaan rutin/002). Pencapaian indikator kinerja kegiatan ini didukung dengan adanya beberapa keluaran/output yaitu :
a. Layanan Dukungan Manajemen dengan indikator output dan komponen yaitu Jumlah penyelenggaraan Manajemen di Provinsi (Keuangan dan BMN, Perencanaan, Kepegawaian, Umum, dan Organisasi Tata Laksana).
b. Layanan Perkantoran dengan indikator output dan komponen yaitu : 1) Realisasi pembayaran Gaji dan Tunjangan ; 2) Realisasi penyediaan layanan operasional dan pemeliharaan kantor.
c. Layanan Sarana dan Prasarana Internal dengan indikator output dan komponen yaitu : 1) Jumlah pengadaan kendaraan bermotor; 2) Jumlah pengadaan perangkat pengolah data dan komunikasi; 3) Jumlah pengadaan peralatan fasilitas perkantoran; 4) Luas pembangunan/ renovasi gedung dan bangunan.
21 4. Mewujudkan akuntabilitas pelaksanaan pengawasan lainnya. indikator Kinerja Kegiatan pada sasaran kegiatan ini adalah Indeks Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI WBK).
Pencapaian indikator kinerja kegiatan ini didukung dengan adanya keluaran/output yaitu layanan audit internal dengan indikator output dan komponen yaitu persentase temuan eksternal dan internal yang telah ditindaklanjuti dan dinyatakan selesai.
Salah satu hal yang paling mendasar dalam penyusunan Renstra ini adalah Prioritas Nasional (PN) untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas dan Berdaya Saing, maka Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara memiliki Inisiatif strategi kegiatan prioritas antara lain :
1) Pemenuhan Ketersediaan Alokon
2) Penyiapan perencanaan kehidupan keluarga bagi remaja
3) Peningkatan promosi pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan
4) Peningkatan pelayanan ramah Lansia melalui 7 (tujuh) dimensi lansia tangguh dan pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia
A.2 Arah Kebijakan
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dalam merumuskan arah kebijakan dan strateginya mengacu pada arah kebijakan dan strategi BKKBN yang tertera dalam Renstra BKKBN 2020-2024 .Arah kebijakan dan strategi Perwakilan BKKBN Procinsi Sulawesi Utara adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang holistik integratif sesuai siklus hidup, serta menguatkan pembentukan karakter di keluarga melalui strategi :
(1) Penguatan pemahaman 8 fungsi keluarga.
(2) Optimalisasi pola asuh dan pendampingan balita dan anak, serta pembentukan dan penguatan karakter sejak dini melalui keluarga.
(3) Peningkatan pola asuh dan pendampingan remaja, peningkatan kualitas dan karakter remaja, serta penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.
(4) Peningkatan kemandirian ekonomi bagi keluarga, dengan sasaran khusus keluarga- keluarga akseptor KB lestari, keluarga peserta MKJP khususnya MOP dan MOW, serta peserta KB mandiri di wilayah Kampung KB.
(5) Peningkatan ketahanan dan kemandirian keluarga rentan.
(6) Penguatan pelayanan ramah lansia melalui tujuh dimensi lansia tangguh dan pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia,
(7) Peningkatan kemitraan pembangunan keluarga.
22 b. Memperkuat pemaduan dan sinkronisasi kebijakan pengendalian penduduk melalui strategi:
(1) Pengembangan Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK).
(2) Penguatan sinergitas kebijakan penyelenggaraan pengendalian penduduk.
(3) Peningkatan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.
(4) Peningkatan sinkronisasi dan pemanfaatan data/informasi kependudukan.
c. Meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KBKR yang komprehensif berbasis kewilayahan dan fokus pada segmentasi sasaran melalui strategi :
(1) Penguatan kapasitas fakses dan jaringan/jejaring yang melayani KBKR.
(2) Penguatan kemitraan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan KBKR.
(3) Peningkatan jangkauan pelayanan KBKR di wilayah dan sasaran khusus.
(4) Peningkatan KB pria.
(5) Penguatan promosi dan konseling kesehatan reproduksi berdasarkan siklus hidup, pencegahan Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD), dan peningkatan pelayanan KB Pasca Persalinan (KB PP).
(6) Peningkatan kemandirian PUS dalam ber-KB.
d. Meningkatkan advokasi dan penggerakan Program Bangga Kencana sesuai karakteristik wilayah dan segmentasi sasaran, yang dapat diwujudkan melalui strategi:
(1) Peningkatan penyebarluasan materi KIE Program Bangga Kencana sesuai segmentasi sasaran dan wilayah.
(2) Peningkatan kinerja tenaga Penyuluh KB/PLKB dan pemberdayaan masyarakat melalui penggerakan kader PPKBD/Sub-PPKBD.
e. Memperkuat sistem informasi keluarga yang terintegrasi, dengan strategi:
(1) Peningkatan kualitas dan pemanfaatan data/informasi Program Bangga Kencana berbasis teknologi informasi di seluruh tingkatan wilayah.
(2) Pengembangan smart technology/smart program untuk memperkuat pengelolaan Program Bangga Kencana.
Arah kebijakan dan strategi tersebut diatas tentunya perlu adanya dukungan sehingga operasional program Bangga Kencana dapat berjalan dengan baik berupa:
1) Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Program Bangga Kencana
Arah kebijakan yang diambil diantaranya untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengembangan Inovasi, yang dapat diwujudkan melalui strategi :
(1) Peningkatan kualitas SDM Program Bangga Kencana melalui pendidikan dan pelatihan yang terstandarisasi berbasis teknologi informasi.
23 (2) Peningkatan kualitas, pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan inovasi Program
Bangga Kencana sebagai input/masukan bagi rumusan kebijakan.
2) Dukungan Manajemen
Sekretariat memberikan dukungan manajemen terhadap Program Bangga Kencana melalui strategi :
(1) Sosialisasi landasan hukum kependudukan dan KB, serta pengelolaan organisasi dan tatalaksana.
(2) Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan BMN.
(3) Penguatan perencanaan program dan anggaran.
(4) Peningkatan kualitas pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengembangan SDM aparatur.
(5) Penyediaan pelayanan administrasi perkantoran dan kerumahtanggaan yang berkualitas.
3) Aspek Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas
Peningkatan akuntabilitas pengelolaan Program Bangga Kencana guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui strategi:
a. mendorong pengelolaan keuangan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara berjalan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, ekonomis, efisien, dan efektif;
b. mendorong pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Reformasi Birokrasi dilaksanakan secara efektif dan efisien oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara.
c. mendorong seluruh kebijakan yang ditetapkan Kepala BKKBN dilaksanakan secara konsisten oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara.
d. mendorong pencapaian sasaran strategis Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara terlaksana secara efektif dan efisien.
B. Program Prioritas dan Rencana Kerja Tahunan
B.1 Dukungan Unit Kerja terhadap Program Bangga Kencana
Dukungan unit kerja terhadap program bangga kencana dalam mencapai sasaran strategis tahun 2020-2024 Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara mempunyai sasaran kegiatan yang terdiri atas empat Program kegiatan yaitu Program Kependudukan, KB dan Keluarga Berencana, Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BKKBN, Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BKKBN, Program Pelatihan, penelitian dan Pengembangan serta Kerjasama Internasional BKKBN. Sasaran kegiatan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dapat dilihat pada table di bawah ini :
24 Tabel 2.1 Sasaran Kegiatan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2021 No. Program Kegiatan Output Indikator Keluaran
Kegiatan (IKK) 1 06 Program
Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.075 Sinkronisasi kebijakan
pemerintah dengan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk
01 Persentase Kab/Kota yang
mengimplementasikan kebijakan dan strategi pengendalian
penduduk (Grand Design,
Profil/paremeter dan Proyeksi Penduduk) (% )
2 06 Program Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.075 Sinkronisasi kebijakan
pemerintah dengan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk
02 Persentase
Kabupaten/Kota yang memanfaatkan
Analisis Dampak Kependudukan sebagai pendukung kebijakan
Pembangunan berwawasan kependudukan (Kab/kota ) 3 06 Program
Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.075 Sinkronisasi kebijakan
pemerintah dengan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk
03 Jumlah pembinaan implementasi
pendidikan
kependudukan di Tk.
Provinsi dan Kabupaten/Kota (formal, non formal, informal) (Provinsi ) 4 06 Program
Kependudukan,
3331 Pengelolaan Program
3331.075 Sinkronisasi
04 Jumlah Bimbingan Teknis, Monitoring
25 KB, dan
Pembangunan Keluarga
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
kebijakan
pemerintah dengan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk
dan Evaluasi Bidang Pengendalian
Penduduk (Provinsi )
5 06 Program Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.076 Kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KBKR yang sesuai dengan standar pelayanan
01 Jumlah penggerakan
pelayanan KB MKJP (Peserta KB )
6 06 Program Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.076 Kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KBKR yang sesuai dengan standar pelayanan
02 Jumlah penggerakan
pelayanan KB dan KR di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan terluar (DTPK), wilayah miskin perkotaan dan sasaran khusus (jumlah gerak ) 7 06 Program
Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.076 Kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KBKR yang sesuai dengan standar pelayanan
03 Persentase Faskes dan jejaringnya (diseluruh tingkatan wilayah) yang bekerjasama dengan BPJS dan
memberikan pelayanan KBKR sesuai dengan
standarisasi pelayanan (% faskes )
26 8 06 Program
Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.076 Kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KBKR yang sesuai dengan standar pelayanan
04 Persentase Faskes yang melakukan promosi dan
konseling Kesehatan dan hak-hak
Reproduksi di Provinsi dan
Kab/Kota (Faskes dan poktan )
9 06 Program Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.076 Kesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KBKR yang sesuai dengan standar pelayanan
05 Jumlah Pembinaan,
Monitoring, evaluasi dan Fasilitasi kegiatan KBKR di Kabupaten dan Kota (Kab/Kota )
10 06 Program Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.077 Pembinaan Pembangunan keluarga di seluruh tingkatan wilayah
01 Jumlah pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi kebijakan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga
(Pembangunan Keluarga) diseluruh tingkatan wilayah (Kab/Kota ) 11 06 Program
Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga
3331 Pengelolaan Program
Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi
3331.077 Pembinaan Pembangunan keluarga di seluruh tingkatan wilayah
02 Persentase
Kabupaten/Kota yang mengembangkan kegiatan BKB Holistic Integrative (Persen )