• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Analisis Deret Waktu Nonlinier

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Analisis Deret Waktu Nonlinier"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Mixture Autoregressive

(MAR)

(2)

Model Mixture Autoregressive (MAR) merupakan gabungan dari K

Gaussian model AR.

Keunggulan model MAR adalah kemampuan model ini untuk

(3)
(4)

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa fungsi distribusi kumulatif bersyarat dari Yt merupakan

gabungan dari K komponen normal model AR(p) yang mempunyai rata – rata dan ragam

Dengan K adalah banyaknya komponen

pk adalah orde model AR ke k

(5)

=

fungsi distribusi kumulatif bersyarat dari Yt, yang diketahui informasi

sebelumnya

= fungsi distribusi

kumulatif dari distribusi normal baku Ξ±1, Ξ±2, …, Ξ±K = proporsi mixture

dengan syarat

(6)

Secara alternatif, yt dapat disusun

sebagai berikut :

(7)

Model MAR dengan dua komponen , masing –masing berorde 1 atau AR (1) dengan proporsi masing –

masing komponen adalah Ξ±1 dan Ξ±2 dapat ditulis sebagai model MAR

(2;1,1) sebagai berikut

Dengan kondisi stasioner model MAR (2;1,1)

(8)

Salah satu karakteristik model MAR adalah distribusi bersyarat dari

model tersebut merupakan

multimodal, sehingga memiliki k rata – rata (k,t)

(9)
(10)

Pendugaan Parameter

Pendugaan parameter dilakukan

menggunakan metode Maximum Likelihood dan diselesaikan

menggunakan metode Expectation Maximization

(11)

Fungsi log likelihood

(12)

Algoritma Expectation Maximization(EM)

Algoritma EM terdiri dari dua tahap yaitu E-step dan M-step. Tahapan algoritma EM

a. E-step

β€’ Menentukan nilai awal 

(13)
(14)

dengan

i menunjukkan langkah iterasi algoritma

(i) menunjukkan vektor parameter

(15)

b. M-step

Tahap ini digunakan untuk

mendapatkan nilai parameter  yang baru dengan cara memaksimumkan nilai Q(| (i))yaitu dengan

menurunkan Q(| (i)) terhadap

masing – masing parameter dan menyamakan dengan nol

(16)

β€’ Persamaan penduga parameter k

adalah

β€’ Persamaan penduga parameter kj οΏ½

dan k0 adalah οΏ½

Dimana t-1 merupakan vektor berukuran

(17)

Proses pendugaan parameter

diperoleh dengan mengiterasikan ketiga persamaan penduga

parameter tersebut sampai

(18)

Uji Signifikansi Model MAR

H0 :  = 0 H1 :  ο‚Ή 0

(19)

Diagnostik Model MAR

(20)

Peramalan

Referensi

Dokumen terkait

Dari kedua metode tersebut kemudian diturunkan suatu algoritma yang dapat dipakai secara umum untuk menduga parameter model deret waktu Hidden Markov Hamilton (1994).. Tulisan

Weibull PlotΒ  adalah plot dari fungsi distribusi empiris kumulatif dari data pada sumbu khusus dalam jenis plot Q-Q. Sumbunya

Model deret waktu ARIMA yang digunakan untuk memodelkan data di bidang ekonomi sering menghasilkan ragam yang tidak homogen ( heteroskedastisitas ).. Salah satu

Fungsi uji autokorelasi adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu

Manfaat yang diharapkan dari penulisan ini adalah dapat membantu para pengguna dalam melakukan pemodelan dan peramalan data deret waktu yang lebih akurat dengan menggunakan

Dari kedua metode tersebut kemudian diturunkan suatu algoritma yang dapat dipakai secara umum untuk menduga parameter model deret waktu Hidden Markov Hamilton 1994.. Tulisan ini dimulai

β€’ Pendugaan parameter model ARMA dengan MLE menggunakan fungsi kepekatan peluang normal β€’ Prinsip MLE : memaksimalkan fungsi likelihood β€’ Pendugaan parameter model ARMA menggunakan

Diketahui 𝑍𝑑 = 4 + 2𝑑+ 𝑋𝑑, dimana {𝑋𝑑} adalah suatu series yang stasioner dengan mean 0 dan fungsi autokovarians π›Ύπ‘˜... Apakah {𝑍𝑑}