1
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP)
DINAS KESEHATAN
TAHUN 2020
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung dapat menyelesaikan program kerja tahunan pemerintah daerah bidang kesehatan serta menyelesaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP/LKjIP) Tahun Anggaran 2020. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP/LKjIP) Dinas Kesehatan ini merupakan pertanggungjawaban kinerja Dinas Kesehatan dalam menjalankan kegiatan selama tahun 2020. LAKIP/LKjIP ini mencerminkan pencapaian kinerja, sasaran dan kegiatan serta sebagai bahan evaluasi dan feed back bagi seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung dalam melaksanakan kegiatan di masa mendatang.
Pencapaian kinerja ini bukanlah hasil kerja perorangan, bidang maupun secretariat Dinas Kesehatan saja, namun merupakan hasil kerjasama baik intern Dinas Kesehatan maupun lintas sector serta dukungan dari Pemerintah Daerah. Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung beserta jajarannya yang telah senantiasa memberikan dukungan kepada Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program pembangunan kesehatan di Kabupaten Tana Tidung. Terima kasih pula kepada lintas sektor dan seluruh masyarakat Kabupaten Tana Tidung atas kerjasama yang baik dalam mewujudkan pembangunan kesehatan masyarakat yang optimal.
Dengan adanya dokumen LAKIP/LKjIP ini diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung dapat lebih meningkatkan peran serta kinerjanya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Tideng Pale, 05 Februari 2021 Kepala Dinas Kesehatan
H. Syachril, SE., M.Ap
NIP. 19711129 199803 1 004
3 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara mempunyai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan pada suatu perencanaan strategis yang telah ditetapkan oleh masing-masing instansi, sebagaimana hal ini telah diatur dalam Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Dengan dilatarbelakangi hal-hal tersebut, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung sebagai salah satu instansi atau Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menyusun Laporan Kinerja tahun 2020 sesuai dengan Petunjuk Teknis Permenpan RI No. 53 Tahun 2014.
1.2. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Sebagaimana tertuang dalam Perda No. 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan OPD Kabupaten Tana Tidung, Peraturan Bupati Kabupaten Tana Tidung Nomor 37 tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tana Tidung, serta di dalam Peraturan Bupati Tana Tidung Nomor 20 tahun 2017 tentang Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung maka tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi Dinas Kesehatan adalah:
1.2.1. Tugas Pokok
Dinas Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan Urusan Pemerintah daerah bidang Kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana berdasarkan atas otonomi dan tugas pembantuan.
1.2.2. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas pokoknya Dinas Kesehatan mempunyai fungsi antara lain :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana sesuai dengan rencana strategis yang ditetapkan Pemerintah Daerah;
b. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas promosi kesehatan masyarakat;
4 d. Pembinaan dan pelaksanaan tugas pemberantasan penyakit dan penyehatan
lingkungan;
e. Pembinaan dan pelaksanaan tugas peningkatan pelayanan dan sumber daya kesehatan;
f. Pembinaan dan pelaksanaan tugas pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana;
g. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan;
h. Pembinaan Kelompok Jabatan Fungsional;
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
1.2.3. Struktur organisasi
Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi tersebut, struktur organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari satu Kepala Dinas, Satu Sekretaris dan Empat Kepala Bidang serta mempunyai Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu 4 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Puskesmas, 1 Rumah Sakit dan 1 UPT Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK). Berikut Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung Tahun 2020.
SUB BAGIAN PERENCANAAN, PROGRAM & KEUANGAN
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN
SEKSI KESEHATAN KELUARGA DAN GIZI
SEKSI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR
SEKSI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK
MENULAR
SEKSI PEMANFAATAN SUMBER DAYA KESEHATAN
SEKSI PENGEMBANGAN SDM
KESEHATAN SEKSI PELAYANAN KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS SEKSI PROMOSI KESEHATAN
MASYARAKAT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
SEKSI PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB BIDANG PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN PENYAKIT
BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT BIDANG SUMBER DAYA KESEHATAN
BIDANG PENGENDALIAN PENDUDUK, KB DAN PELAYANAN
KESEHATAN SEKRETARIS
KEPALA DINAS
5 BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Perencanaan kinerja telah disusun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2020 dan dituangkan dalam suatu perjanjian kinerja. Perjanjian kinerja pada prinsipnya terdiri dari target kinerja (sasaran strategis) dan target anggaran program/kegiatan. Adapun ringkasannya adalah sebagai berikut.
2.1 Target Kinerja
Guna memudahkan pengkuran dan evaluasi kinerja, tujuan strategis dijabarkan menjadi beberapa sasaran strategis yang akan dicapai pada setiap tahunnya. Sasaran strategis, indikator dan target kinerja Kepala Dinas Kesehatan untuk tahun 2020 (sebagaimana tertera pada Penetapan Kinerja) adalah sebagai berikut:
Tabel. 2.1.1 Target kinerja
NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR
KINERJA
TARGET KINERJA
2020 1
Meningkatkan pelayanan Kesehatan yang berkualitas dan terjangkau demi terwujudnya derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
Meningkatnya Kualitas Kesehatan
Jumlah Kematian Ibu (Angka Kematian Ibu per 100.000 kelahiran hidup)
2 Orang (305 per 100.000
kelahiran hidup) Jumlah Kematian bayi
(Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup)
Bayi Balita Gizi Buruk dan Gizi Kurang Cakupan Penanganan Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular
10 Bayi (24 per 1.000 kelahiran hidup)
100%
(Penanganan Gizi Buruk)
95%
Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan
Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin
88%
Persentase Fasilitas Kesehatan Terakreditasi
66%
2 Meningkatkan tata kelola administrasi dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Administrasi Bidang Kesehatan
Persentase Tersedianya Laporan Perencanaan, Keuangan dan Kinerja
95%
Persentase Pengamanan Aset
90 %
6
2.2 Target Anggaran
Jumlah anggaran yang tersedia untuk Dinas Kesehatan menurut DPA SKPD tahun 2020 adalah sebesar Rp. 96.336.829.988,07. Anggaran tersebut terdiri atas 16 program.
Berikut tabel sasaran beserta masing-masing program dan pagu anggaran untuk mencapai sasaran OPD Dinas Kesehatan tahun 2020.
NO. SASARAN PROGRAM ANGGARAN
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp 6.143.288.389,40 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
1.887.576.000,00 Rp
Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
33.250.000,00 Rp
Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan Rp 500.125.000,00 Program pengadaan, peningkatan dan
perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/
puskemas pembantu dan jaringannya
834.000.000,00 Rp
Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah sakit jiwa/ rumah sakit paru paru/ rumah sakit mata
70.830.762.502,67 Rp
Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah sakit jiwa/rumah sakit paru paru/rumah sakit mata
516.850.000,00 Rp
Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
2.800.919.000,00 Rp
Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Rp 3.231.749.500,00 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Rp 6.335.471.968,00 Program Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat
89.140.000,00 Rp
Program Perbaikan Gizi Masyarakat Rp 106.414.000,00 Program Pengembangan Lingkungan Sehat Rp 314.428.000,00 Program Pencegahan dan Penanggulangan
Penyakit Menular
708.211.628,00 Rp
Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak
138.170.000,00 Rp
Program Keluarga Berencana Rp 1.866.474.000,00 96.336.829.988,07 Rp
Total Meningkatkan Kualitas
Pelayanan Administrasi Bidang Kesehatan
Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan
Meningkatnya Kualitas Kesehatan
3.
2.
1.
7 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Dinas Kesehatan telah menetapkan 3 (tiga) sasaran yang akan dicapai. Ketiga sasaran tersebut selanjutnya diukur melalui delapan indikator kinerja. Rincian tingkat capaian kinerja Dinas Kesehatan sebagai berikut :
Untuk Mencapai Sasaran Strategis Pertama yaitu Meningkatnya kualitas kesehatan, maka ada 4 indikator yang harus dicapai yaitu :
Indikator Pencapaian Sasaran (Outcome)
Satuan Target Realisasi Capaian
Angka Kematian Ibu per 100.000 kelahiran hidup
305 195 1 orang Angka Kematian Bayi per 1.000
kelahiran hidup
24 8 4 orang
Bayi Balita Gizi Buruk dan Gizi Kurang
% 100 100 100%
Cakupan Penanganan Penyakit Menular dan Tidak Menular
% 95 90 94,7%
Rerata Capaian Kinerja 97,35%
1) Angka Kematian Ibu
INDIKATOR
2016 2017 2018 2019 2020 2021
T R T R T R T R T R T
Jumlah kasus
Kematian Ibu 0 4 2 2 2 0 2 0 2 1 2
Angka kematian ibu pada tahun 2020 adalah 195 per 100.000 kelahiran hidup, dengan kata lain 1 kasus dari 513 bayi lahir hidup di Kabupaten Tana Tidung. Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka realisasi tahun 2020 yaitu 1 orang dari target 2 orang. Angka Kematian Ibu tahun 2020 meningkat dari tahun 2019, yakni dari 0 kasus kematian ibu menjadi 1 kasus kematian ibu. Peningkatan capaian ini tidak berarti baik, sebab seyogyanya kasus kematian ibu dari tahun ke tahun diharapkan semakin rendah. Penyebab kematian ibu ini sendiri adalah karena SASARAN PERTAMA : MENINGKATNYA KUALITAS KESEHATAN
8 adanya penyakit lain yakni Emboli Paru. Situasi Pandemi Covid-19 yang terjadi selama kurun waktu 2020 juga menjadi salah satu faktor penghambat upaya untuk menekan Angka Kematian Ibu, sebab adanya pembatasan kunjungan masyarakat khususnya Ibu Hamil ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan maupun kunjungan petugas Puskesmas ke luar gedung demi mengurangi risiko penularan Covid-19.
Berbagai upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan beserta UPTD Puskesmas dan Rumah Sakit untuk menekan dan menurunkan Angka Kematian Ibu ini antara lain seperti mengenal determinan kematian ibu, mapping sasaran ibu hamil, ibu bersalin dan nifas serta menguatkan manajemen sistem yaitu sistem kerjasama lintas sektor, peningkatan intergritas program, surveilens PWS KIA, rujukan KIA dan AMP (Audit Mathernal Perinatal). Pencapaian tahun 2020 ini apabila dibandingkan dengan target tahun 2021 dapat dikatakan masih mencapai target yaitu 1 orang dari target 2 orang (kasus kematian ibu maksimal 2 orang).
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi tercapainya target indikator tersebut disebabkan antara lain :
a) Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sudah terpenuhi dengan baik.
b) Kegiatan penyuluhan dan pelacakan kasus resiko tinggi pada ibu hamil berjalan baik, karena selain didukung oleh Pemerintah Daerah juga dukungan dana dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik yakni Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), sehingga permasalahan-permasalah seperti keterlambatan pengambilan keputusan di tingkat keluarga dapat dihindari karena ibu dan keluarga mengetahui tanda bahaya kehamilan dan persalinan serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya di tingkat keluarga.
c) Penyediaan tenaga kesehatan terlatih bagi penolong persalinan (Dokter dan Bidan).
d) Peningkatan Cakupan Pelayanan Nifas, dan penanganan pasca persalinan.
e) Peningkatan angka pemasangan KB pasca persalinan.
f) Peningkatan cakupan peserta KB aktif yang dilayani sektor pemerintah.
2) Angka Kematian Bayi
INDIKATOR
2016 2017 2018 2019 2020 2021
T R T R T R T R T R T
Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran hidup
0 1,72 0 3,87 10 5 10 10 10 8 10
9 Angka kematian bayi pada tahun 2020 adalah 8 per 1.000 kelahiran hidup, dengan kata lain 4 orang/kasus dari 513 bayi lahir hidup di Kabupaten Tana Tidung.
Angka tersebut dibawah target yaitu 24 per 1.000 kelahiran hidup, artinya angka kematian bayi di Kabupaten Tana Tidung masih dalam kategori aman, namun perlu dilakukan langkah-langkah untuk menekan dan menurunkan angka kematian bayi tersebut. Apabila dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2019, jumlah kematian bayi ini menurun yakni dari 10 orang pada tahun 2019 menjadi 4 orang pada tahun 2020. Dari keseluruhan kejadian kematian bayi terdapat penyebab utama kematian bayi yaitu Berat Badan Bayi Rendah (BBLR), kelainan saluran cerna, kelainan bawaan serta karena faktor lainnya.
Beberapa faktor yang menghambat upaya penurunan kejadian kematian bayi antara lain :
(a) Masih adanya bayi yang lahir dengan berat badan bayi lahir rendah (BBLR).
(b) Masih adanya kasus kelainan bawaan yang menyebabkan kematian bayi.
(c) Masih adanya ibu hamil yang memilih melahirkan tanpa didampingi oleh tenaga kesehatan dan bukan di fasilitas pelayanan kesehatan.
(d) Masih adanya kurang kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan yang dapat menolong persalinan.
(e) Kondisi Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan penurunan kunjungan ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan serta pembatasan kegiatan kunjungan luar gedung oleh petugas Puskesmas guna mengurangi risiko penularan Covid-19 sehingga kurang terpantau kondisi kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan.
3) Bayi Gizi buruk dan Gizi kurang
INDIKATOR
2016 2017 2018 2019 2020 2021
T R T R T R T R T R T
Bayi Gizi buruk dan
Gizi kurang 92% 100% 95% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa target penanganan bayi gizi buruk dan gizi kurang pada tahun 2020 dapat terealisasi 100%. Hal ini berarti baik, artinya seluruh kasus bayi dengan gizi buruk dan gizi kurang yang ditemukan dapat ditangani dan mendapatkan perawatan sesuai standar. Penyebab utama dari adanya kasus gizi buruk dan gizi kurang ini diantaranya diketahui disebabkan karena penyakit bawaan. Keberhasilan suatu program khusunya penanganan bayi gizi buruk dan gizi
10 kurang dikarenakan aktifnya pelaporan oleh petugas dalam penemuan kasus gizi buruk/kurang sehingga dapat segera diambil langkah penanganan yang harus dilakukan ketika menemukan kasus, karena setiap gizi buruk dan gizi kurang yang ditemukan harus segera ditangani dan mendapat perawatan.
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi tercapainya target indikator tersebut disebabkan antara lain :
a) Adanya upaya pemulihan dan tindakan lanjutan bagi balita gizi buruk dengan metode pemberian makanan tambahan (PMT). PMT yang diberikan ada dua jenis yaitu Susu dan Vitamin pada 5 kecamatan di Kabupaten Tana Tidung.
b) Dinas Kesehatan dan Puskesmas memberikan bimbingan dan dukungan bagi ibu bayi/balita penderita gizi buruk yang memiliki penyakit penyerta.
Kendala yang dihadapi dalam upaya pencapaian target ini adalah karena kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi selama tahun 2020. Kondisi tersebut menyebabkan tidak dilakukannya sweeping guna menghindari risiko penularan Covid-19. Selain itu pemantauan kasus yang ditemukan tidak dapat dilakukan terlalu sering melalui kunjungan langsung, namun digantikan dengan pemantauan melalui telepon.
Kendala dalam hal ini adalah untuk daerah yang sulit signal, sulit untuk dilakukan pemantauan melalui telepon.
4) Cakupan penyakit menular dan penyakit tidak menular
INDIKATOR
2016 2017 2018 2019 2020 2021
T R T R T R T R T R T
Cakupan penyakit menular
dan penyakit tidak menular 90% 95% 90% 95% 95% 98% 95% 100% 95% 94,7% 95%
Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka realisasi tahun 2020 hampir mencapai target yang ditentukan, yakni 94,7% dari target 95%. Pencapaian tahun 2020 ini, bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2019 mengalami penurunan, yakni dari 100% menjadi 94,7%.
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi penurunan pencapaian target indikator tersebut disebabkan antara lain :
a) Kondisi Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan kunjungan masyarakat ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
b) Tidak dilaksanakannya sebagian besar kegiatan kunjungan luar gedung untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.
11 c) Tidak dilaksanakannya kegiatan imunisasi di luar gedung akibat pandemic covid-
19 menyebabkan capaian Universal Child Immunization (UCI) menurun cukup tajam, yakni dari 72,41% menjadi 56,25%.
Pandemi Covid-19 yang terjadi selama tahun 2020 telah menjadi isu dunia untuk penyakit menular. Data pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tana Tidung per 31 Desember sebanyak 89 orang, yang terdiri dari 60 kasus konfirmasi baru dan 29 telah dikonfirmasi sembuh. Berbagai upaya untuk mencegah dan mengurangi serta memutus rantai penularan Covid-19 telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Upaya tersebut antara lain sebagai berikut:
a) Menyiapkan logistik dan sarana dan prasarana pemeriksaan serta penanganan Covid-19 termasuk Ruang Isolasi di Rumah Sakit.
b) Melakukan screening terhadap pelaku perjalanan dari luar wilayah Kabupaten Tana Tidung di pintu-pintu masuk wilayah Kabupaten Tana tidung.
c) Melakukan upaya pelayanan kesehatan tracing, isolasi ketas dan treatment sesuai protap yang berlaku.
d) Melakukan koordinasi secara berjenjang mulai dar desa, kecamatan hingga Satgas di Kabupaten serta Provinsi maupun koordinasi dengan Kabupaten/Kota lainnya.
e) Melakukan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan pencegahan dan penanganan Covid-19.
Beberapa kendala yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid- 19 antara lain:
a) Minimnya petugas surveilans di lapangan atau puskesmas.
b) Kurangnya kesadaran diri masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
Untuk Mencapai Sasaran Strategis Kedua yaitu Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan, maka ada 2 indikator yang harus dicapai yaitu :
Indikator Pencapaian Sasaran (Outcome)
Satuan Target Realisasi Capaian
Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin
% 88 28,48 32,36%
Persentase Fasilitas Kesehatan Terakreditasi
% 66 80 121,21%
Rerata Capaian Kinerja 76,79%
SASARAN KEDUA : MENINGKATNYA KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
12 1). Cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin
INDIKATOR
2016 2017 2018 2019 2020 2021
T R T R T R T R T R T
Cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin
76% 100% 80% 70% 84% 104.67
% 88% 29,82
% 88% 28,48
% 92%
Cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin tahun 2020 adalah 28,48%. Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka capaian pelayanan kunjungan masyarakat miskin tahun 2020 sebesar 32,36%. Angka tersebut diperoleh dari realisasi sebesar 28,48% dibagi dengan target 88% dikalikan 100% . Realisasi tahun 2020 bila dibandingkan dengan tahun 2020 mengalami penurunan yakni dari 29,82% menjadi 28,48%. Rendahnya cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin ini disebabkan karena pencatatan kunjungan sudah berdasarkan by name by address, sehingga 1 orang peserta hanya tercatat satu kali meskipun seseorang tersebut berkunjung atau berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan lebih dari satu kali dalam satu tahun. Salah satu faktor yang menjadi penyebab dari penurunan capaian pelayanan kunjungan masyarakat miskin tahun 2020 adalah kondisi pandemi Covid- 19, dimana kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan dibatasi guna mencegah dan meminimalkan risiko penularan kasus Covid-19.
2) Persentase Fasilitas Kesehatan Terakreditasi
INDIKATOR
2016 2017 2018 2019 2020 2021
T R T R T R T R T R T
Persentase Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terakreditasi
16% 0% 33% 20% 50% 40% 66% 80% 66% 80% 100%
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa realisasi untuk indikator fasilitas pelayanan kesehatan terakreditasi pada tahun 2020 adalah 80%. Artinya 4 dari 5 Puskesmas yang ada di Kabupaten Tana Tidung telah mendapatkan sertifikat akreditasi Puskesmas. Capaian ini telah memenuhi target yang ditetapkan yakni 66%. Meskipun target yang ditetapkan telah terpenuhi, harapannya tahun 2020 kelima Puskesmas dapat dilakukan pendampingan dan survey akreditasi, namun belum dapat terlaksana. Hal tersebut disebabkan karena kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi menyebabkan dibatalkannya kegiatan pendampingan dan survey
13 akreditasi untuk Puskesmas Muruk Rian yang semestinya dilaksanakan pada tahun 2020. Sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan, survey akreditasi ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2021 dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang berjalan mengingat masih belum berakhirnya pandemi Covid-19.
Sasaran yang ketiga yaitu meningkatkan pelayanan administrasi dibidang kesehatan meliputi ada 2 indikator yang harus dicapai yaitu :
Indikator Pencapaian Sasaran (Outcome)
Satuan Target Realisasi Capaian
Persentase Tersedianya Laporan Perencanaan, Keuangan dan Kinerja
% 95 100 105,26%
Persentase Pengamanan Aset % 95 100 105,26%
Rerata Capaian Kinerja 105,26%
1) Presentase tersedianya laporan perencanaan, keuangan dan kinerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya target indikator laporan perencanaan, keuangan dan kinerja sebagai berikut :
1. Tersusunnya dokumen Renstra 2016-2021 yang telah ditetapkan oleh Kepala OPD sebanyak 1 buah Dokumen (100%).
2. Tersusunnya dokumen rencana kerja (Renja) tahun 2020 sebagai dasar perencanaan kegiatan di tahun 2021.
3. Tersusunnya dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Murni dan Perubahan Tahun 2020.
4. Tersusunya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Murni dan Perubahan Tahun 2020.
5. Tersusunnya dokumen Laporan Keuangan tahun 2020.
6. Tersusunnya dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2020.
2) Presentase pengamanan aset
Faktor – faktor yang mempengaruhi tercapainya target indikator pengamanan aset :
a) Peningkatan pengamanan fisik (berupa gudang, memasang tanda kepemilikan, pagar, tabung pemadam).
b) Peningkatan pengamanan administrasi (penatausahaan barang milik daerah).
SASARAN KETIGA : MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI BIDANG KESEHATAN.
14 c) Peningkatan pengamanan hukum (sertifikat/surat hibah, pemprosesan tuntutan ganti rugi yang dikenakan pada pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kehilangan barang).
d) Peningkatan kompetensi petugas aset terkait penatausahaan Barang Milik Daerah.
3.2 REALISASI ANGGARAN
Pagu Anggaran tahun 2020 sebesar Rp. 96.336.829.988,07 (Sembilan Puluh Enam Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Enam Juta Delapan Ratus Dua Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Delapan Koma Nol Tujuh Rupiah), realisasi sampai dengan 31 Desember 2020 sebesar Rp. 81.233.015.994,00 (Delapan Puluh Satu Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Tiga Juta Lima Belas Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah), dengan rincian program/kegiatan sebagai berikut :
No. Program Kegiatan Pagu Anggaran Realisasi Capaian
(Rp) (Rp) (%)
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
6.143.288.389,40 5.435.329.548,00 88,48 a) Pelaksanaan Administrasi
Perkantoran
6.143.288.389,40 5.435.329.548,00 88,48 2 Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
1.887.576.000,00 1.600.155.382,00 84,77 a) Penyediaan Sarana dan Prasarana
Aparatur
1.364.176.000,00 1.198.277.836,00 87,84 b) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
Aparatur
523.400.000,00 401.877.546,00 76,78 3 Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
33.250.000,00 4.986.500,00 15,00
a) Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan
33.250.000,00 4.986.500,00 15,00
4 Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
3.231.749.500,00 1.624.752.416,00 50,27 a) Pengadaaan Obat dan Perbekalan
Kesehatan
2.956.148.500,00 1.427.191.200,00 48,28 b) Peningkatan pemerataan obat dan
perbekalan kesehatan
275.601.000,00 197.561.216,00 71,68 5 Program Upaya Kesehatan Masyarakat 6.335.471.968,00 4.546.449.399,00 71,76
a) Jasa Pelayanan Kesehatan serta biaya operasional Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Dana Kapitasi BPJS Rumah Sakit
468.775.200,00 437.475.140,00 93,32
b) Jasa Pelayanan Kesehatan serta biaya operasional Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Dana Kapitasi BPJS Puskesmas Tideng Pale
740.008.860,00 442.618.940,00 59,81
c) Jasa Pelayanan Kesehatan serta biaya operasional Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Dana Kapitasi BPJS Puskesmas Sesayap Hilir
625.133.340,00 393.942.063,00 63,02
d) Jasa Pelayanan Kesehatan serta 559.077.024,00 347.810.038,00 62,21
15 biaya operasional Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) Dana Kapitasi BPJS Puskesmas Tana Lia e) Jasa Pelayanan Kesehatan serta
biaya operasional Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Dana Kapitasi BPJS Puskesmas Kujau
230.274.960,00 149.998.362,00 65,14
f) Jasa Pelayanan Kesehatan serta biaya operasional Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Dana Kapitasi BPJS Puskesmas Muruk Rian
91.834.584,00 79.887.106,00 86,99
g) Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Tideng Pale
852.356.188,00 454.654.500,00 53,34 h) Bantuan Operasional Kesehatan
Puskesmas Sesayap Hilir
763.027.313,00 541.294.000,00 70,94 i) Bantuan Operasional Kesehatan
Puskesmas Tana Lia
449.995.873,00 365.305.000,00 81,18 j) Bantuan Operasional Kesehatan
Puskesmas Kujau
476.286.073,00 424.781.700,00 89,19 k) Bantuan Operasional Kesehatan
Puskesmas Muruk Rian
339.840.553,00 325.408.000,00 95,75 l) Bantuan Operasional Kesehatan
(BOK) UKM Dinas Kesehatan
169.219.000,00 166.330.000,00 98,29 m) Pelayanan jaminan persalinan
(Jampersal)
102.786.000,00 62.360.000,00 60,67 n) Pemanfaatan Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK) Dukungan Manajemen Kabupaten/Kota
46.857.000,00 37.644.550,00 80,34
o) Penyediaan biaya pendamping rujukan pasien
420.000.000,00 316.940.000,00 75,46 6 Program Perbaikan Gizi Masyarakat 106.414.000,00 85.755.976,00 80,59
a) Pemberian tambahan makanan dan vitamin
106.414.000,00 85.755.976,00 80,59
7 Program Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
89.140.000,00 0,00 0
a) Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat
89.140.000,00 0,00 0
8 Program Pengembangan Lingkungan Sehat
314.428.000,00 167.900.000,00 53,40 a) Pengkajian Pengembangan
Lingkungan Sehat
28.190.000,00 0,00 0
b) Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
120.410.000,00 112.050.000,00 93,06 c) Pengawasan Tempat Pengolahan
Makanan dan Minuman (TPM)
159.328.000,00 53.900.000,00 33,83 d) Pembinaan Kebugaran Haji 6.500.000,00 1.950.000,00 30,00
9 Program Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit Menular
708.211.628,00 561.182.444,00 79,24 a) Pelayanan Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit Menular
567.811.628,00 456.197.444,00 80,34 b) Pengiriman dan Pengambilan Vaksin 20.200.000,00 18.985.000,00 93,99 c) Fasilitasi Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit Kaki Gajah
91.200.000,00 86.000.000,00 94,30 d) Penanggulangan Penyakit Berpotensi
Kejadian Luar Biasa dan Wabah
29.000.000,00 0,00 0
10 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
500.125.000,00 0,00 0
a) Akreditasi Puskesmas 500.125.000,00 0,00 0
11 Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya
834.000.000,00 424.929.401,00 50,95
16 a) Pengadaan sarana dan prasarana
puskesmas
834.000.000,00 424.929.401,00 50,95 12 Program pengadaan, peningkatan
sarana dan prasarana rumah sakit/
rumah sakit jiwa/ rumah sakit paru- paru/ rumah sakit mata
70.830.762.502,67 62.116.994.391,00 87,70
a) Pembangunan rumah sakit 57.270.089.005,67 50.989.627.315,00 89,03 b) Pengadaan Alat-Alat Kesehatan
Rumah Sakit
5.974.472.777,00 4.303.726.657,00 72,04 c) Pengadaan Obat-Obatan Rumah
Sakit
1.633.675.000,00 1.439.658.638,00 88,12 d) Pengadaan Perlengkapan Rumah
Tangga Rumah Sakit (dapur, ruang pasien, laundry, ruang tunggu dan lain-lain)
36.725.000,00 36.500.000,00 99,39
Pengadaan Bahan-Bahan Logistik Rumah Sakit
583.300.000,00 454.928.370,00 77,99 e) Pengadaan Jasa Dokter Spesialis,
Dokter Umum, Dokter Gigi dan Tenaga kesehatan lainnya
2.733.400.720,00 2.683.318.000,00 98,17
f) Pengadaan Jasa Pengadministrasian, Kebersihan dan Keamanan Rumah sakit
1.257.600.000,00 1.228.800.000,00 97,71
g) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air, dan LIstrik Rumah Sakit
700.900.000,00 477.998.116,00 68,20
h) Pengadaan Alat Tulis Kantor Rumah Sakit
79.000.000,00 78.789.755,00 99,73 i) Pengadaan makan dan minum rumah
sakit
202.500.000,00 153.061.840,00 75,59 j) Penyediaan Peralatan Kantor Rumah
Sakit
259.100.000,00 170.837.700,00 65,94 k) Penyediaan Peralatan Kebersihan
Rumah Sakit
100.000.000,00 99.748.000,00 99,75 13 Program pemeliharaan sarana dan
prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata
516.850.000,00 411.196.251,00 79,56
a) Pemeliharaan rutin/berkala alat-alat kesehatan rumah sakit
134.600.000,00 124.031.901,00 92,15 b) Pemeliharaan rutin/berkala mobil
ambulance/jenazah
75.000.000,00 29.054.350,00 38,74 c) Pemeliharaan rutin/berkala
perlengkapan rumah sakit
241.250.000,00 192.110.000,00 79,63 d) Pemeliharaan rutin/berkala sarana
dan prasarana rumah sakit
66.000.000,00 66.000.000,00 100,00 14 Program kemitraan peningkatan
pelayanan kesehatan
2.800.919.000,00 2.754.440.500,00 98,34 a) Kemitraan asuransi kesehatan
masyarakat
2.800.919.000,00 2.754.440.500,00 98,34 15 Program peningkatan keselamatan ibu
melahirkan dan anak
138.170.000,00 125.440.000,00 90,79 a) Pelatihan ANC Berkualitas 61.290.000,00 57.900.000,00 94,47 b) Pelaksanaan Kelas Ibu Balita 76.880.000,00 67.540.000,00 87,85 16 Program Keluarga Berencana 1.866.474.000,00 1.373.503.786,00 73,59
a) Bantuan Operasional Keluarga Berencana
856.818.000,00 443.195.400,00 51,73 b) Peningkatan Sarana dan Prasarana
Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
1.009.656.000,00 930.308.386,00 92,14
Total 96.336.829.988,07 81.233.015.994,00 84,32
17 Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa penyerapan anggaran Dinas Kesehatan pada tahun 2020 sebesar 84,32%. Hal tersebut diketahui dari total pagu anggaran Dinas Kesehatan tahun 2020 sebesar Rp. 96.336.829.988,07 (Sembilan Puluh Enam Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Enam Juta Delapan Ratus Dua Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Delapan Koma Nol Tujuh Rupiah), dapat direalisasikan sebesar Rp. 81.233.015.994,00 (Delapan Puluh Satu Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Tiga Juta Lima Belas Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah). Realisasi anggaran tersebut apabila dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun 2019 mengalami penurunan persentase penyerapan anggaran. Pagu anggaran tahun 2019 sebesar Rp. 73.442.447.483,00 (Tujuh Puluh Tiga Milyar Empat Ratus Empat Puluh Dua Juta Empat Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Delapan Puluh Tiga Rupiah).
Realisasi sampai dengan 31 Desember 2019 sebesar Rp. 62.916.516.855,00 (Enam Puluh Dua Milyar Sembilan Ratus Enam Belas Juta Lima Ratus Enam Belas Ribu Delapan Ratus Lima Puluh Lima Rupiah) atau sebesar 85,67%. Dengan demikian, terjadi penurunan penyerapan anggaran pada tahun 2020 sebesar 1,35% dari tahun sebelumnya. Tinggi rendahnya penyerapan anggaran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Adanya beberapa kali refocusing dan realokasi anggaran yang terjadi akibat dari kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan Pemerintah baik Pusat maupun Daerah melakukan penyesuaian anggaran untuk pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Hal tersebut mengakibatkan beberapa program dan kegiatan mengalami pengalihan alokasi anggaran sehingga tidak dapat dilaksanakan sebagaimana rencana awal.
2. Beberapa program dan kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang terpaksa tidak dapat dilaksanakan guna mencegah atau menghindari penularan kasus Pandemi Covid-19. Sebagai contoh kegiatan Akreditasi Puskesmas pada Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk dilakukan penundaan pelaksanaan hingga tahun berikutnya. Hal ini menyebabkan tidak adanya realisasi atau penyerapan anggaran pada program dan kegiatan tersebut. Begitu pula dengan Program Promosi Kesehatan yang realisasi anggarannya adalah 0 (nol). Hal ini dikarenakan kegiatan yang akan dilaksanakan bersifat mengumpulkan banyak orang atau membuat kerumunan yang berpotensi untuk menjadi tempat penyebaran dan penularan kasus Covid-19 sehingga kegiatan tersebut tidak dilaksanakan. Selama pandemic Covid-19, kegiatan promosi kesehatan lebih banyak dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.
18 3.3 EFISIENSI KINERJA
Efisiensi (daya guna) mempunyai pengertian yang berhubungan erat dengan konsep produktivitas. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara output yang dihasilkan terhadap input yang digunakan (cost of output) atau dapat dituliskan :
NoXi = Pxi atau NoXi = 1
Artinya :
(NoXi/PXi) > 1 artinya penggunaan input X belum efisien, untuk mencapai efisien input X perlu ditambah.
(NoXi/PXi) < 1 artinya penggunaan input X belum efisien
Efisiensi penggunaan sumber daya untuk pencapaian sasaran strategis adalah sebagai berikut.
NO SASARAN RATA-RATA
CAPAIAN KINERJA
RATA-RATA REALISASI ANGGARAN
EFISIENSI
1. Meningkatnya Kualitas Kesehatan 97,35% 62% 1,57 2. Meningkatnya Kualitas Pelayanan
Kesehatan 76,79% 63% 1,22
3. Meningkatnya Kualitas Pelayanan
Administrasi Bidang Kesehatan 105,26% 63% 1,67
TOTAL 93,13% 62,67% 1,49
Capaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2020 secara keseluruhan dengan nilai rata-rata 93,13%. Pencapaian kinerja tahun 2020 ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni dari 95,24% di tahun 2019 menjadi 93,13%.
Kendala terbesar dalam pencapaian sasaran stategis pada tahun 2020 ini adalah terjadinya pandemi Covid-19 yang mengharuskan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat melakukan refocusing dan realokasi anggaran atau melakukan penyesuaian anggaran untuk pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Hal tersebut mengakibatkan beberapa program dan kegiatan mengalami pengalihan alokasi anggaran sehingga tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Selain itu juga disebabkan karena masih lemahnya manajemen pelaksanaan program khususnya pada sistem pencatatan dan pelaporan di puskesmas, hal ini karena terbatasnya sumber daya
19 yang ada serta masih kurangnya koordinasi dengan lintas program dan sektor. Beberapa indikator sasaran masih banyak yang perlu mendapat perhatian terutama pengalokasian anggaran yang masih terbatas, sehingga beberapa kegiatan belum dapat dilaksanakan.
Dalam penyusunan belanja program dan kegiatan (RKA) masih ditemui beberapa belanja yang belum berpengaruh kuat dengan sasaran output dan outcome yang diharapkan, sehingga kurang memberikan hasil yang maksimal terhadap capaian kinerja. Rata-rata realisasi anggaran dari sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung tahun 2020 adalah 62,67%. Kendala yang dihadapi dalam hal ini selain karena pandemi Covid-19, juga disebabkan karena masih lemahnya pengendalian program dan kegiatan, sehingga pada pelaksanaan program dan kegiatan masih ditemui keterlambatan yang menyebabkan realisasi anggaran tidak maksimal.
Efisiensi kinerja Dinas Kesehatan secara keseluruhan rata-rata adalah 1,49. Ini artinya, tiap 1% realisasi anggaran rata-rata dapat menghasilkan pencapaian kinerja yang lebih besar, yakni rata-rata sebesar 1,49%. Dengan demikian, dalam upaya mencapai sasaran strategisnya, Dinas Kesehatan telah bertindak secara efisien. Harapannya, ke depan Dinas Kesehatan dapat meningkatkan efisiensi maupun efektivitas kinerjanya.
Adapun langkah yang akan diambil untuk mengatasi kendala-kendala di atas adalah sebagai berikut.
1. Perencanaan program akan dilakukan secara cermat, menyeluruh khususnya penyusunan belanja barang dan jasa dalam dokumen anggaran, sehingga dapat memberikan output dan outcome yang tepat.
2. Peningkatan peran serta sektor terkait dan masyarakat sebagai dukungan pelaksanaan program serta kegiatan dalam rangka pencapaian kinerja sasaran, dengan meningkatkan koordinasi lebih intensif.
3. Peningkatan kualitas sumber daya kesehatan melalui pendidikan, pelatihan, maupun pembinaan langsung pada masing-masing pemegang program di Puskesmas, terutama berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan program dilapangan.
4. Perlunya Evaluasi Kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas setiap Triwulan,sehingga bisa tahu masalah dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan di Puskesmas.
20 BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kesehatan Kabupaten Tana Tidung ini merupakan pertanggungjawaban tertulis serta evaluasi kinerja kegiatan, program dan kebijaksanaan penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance) Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung yang telah dicapai selama tahun 2020. Dengan Laporan Akuntabilitas Kinerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang apa yang telah dicapai serta bagaimana hasil pencapaiannya.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari sasaran dan kegiatan secara umum dapat dicapai dengan baik. Dari hasil pengukuran kinerja terhadap 3 (tiga) sasaran, disimpulkan sebagai berikut : Hasil analisis 8 indikator kinerja yang ada, pencapaian kenerja sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung tahun 2020, ada 7 indikator kinerja sasaran yang berhasil.
Dari 8 indikator sasaran, terdapat 1 indikator yang tidak mencapai target (berhasil), yaitu Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin. Namun hal ini tidak berarti buruk. Cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin ini dihitung berdasarkan jumlah kunjungan masyarakat miskin ke fasilitas pelayanan kesehatan dibandingkan dengan jumlah masyarakat miskin yang ada. Rendahnya kunjungan masyarakat miskin yang berobat bisa diartikan penduduk yang sakit sedikit. Saat ini, masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Tana Tidung telah memiliki jaminan kesehatan baik yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Sehingga kemungkinan untuk masyarakat miskin tidak mendapatkan pelayanan kesehatan ketika sakit juga kecil.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyelenggaraan program di Dinas Kesehatan serta pada unit pelaksana teknis di lingkungan Dinas Kesehatan guna pelaksanaan kegiatan di tahun-tahun yang akan datang.
Dengan tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung ini, diharapkan dapat memberikan gambaran Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung kepada pihak-pihak terkait baik sebagai stakeholders ataupun pihak lain yang telah mengambil bagian dengan berpartisipasi aktif untuk membangun Kabupaten Tana Tidung.
Tideng Pale, 05 Februari 2021 Kepala Dinas
H. Syachril, SE., M.Ap NIP. 19711129 199803 1 004
21
LAMPIRAN
DOKUMENTASI KEGIATAN DINAS KESEHATAN TAHUN 2020
Kegiatan screening covid untuk Pegawai ASN KTT
Kegiatan Tracking kasus Konfirmasi ke rumah pasien
22
Kegiatan Penyelidikan epidemiologi pada kasus Pelaku dengan status Konfirmasi
Kegiatan edukasi ke masyarakat oleh Puskesmas tentang adaptasi kebiasaan baru
23
Kegiatan siaran keliling dalam rangka mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan covid 19 melalui 3M
Kegiatan Survey PHBS yang dilaksanakan Puskesmas
24
Pertemuan Orientasi petugas dalam pelaksanaan kelas Ibu Balita
Pertemuan Orientasi petugas dalam pelaksanaan kelas Ibu Balita
25
Kegiatan Pelatihan Sanitasi KIT
Kegiatan Verifikasi ODF (Open Defecation Free)
26