• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVIEW BUKU INTERPRESTASI HAK HAK ASASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "REVIEW BUKU INTERPRESTASI HAK HAK ASASI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

REVIEW BUKU INTEPRESTASI HAK-HAK ASASI MANUSIA

OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

ADITIYA PARLINDUNGAN SITORUS

aditiyasitorus.students.unnes.ac.id

DATA BUKU

Judul Buku : INTERPRESTASI HAK-HAK ASASI MANUSIA OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

Penulis : Dr.Titon Slamet Kurnia, SH., MH. Penerbit : CV.Mandar Maju

Tahun Terbit : 2015

Kota Terbit : Salatiga

Bahasa Buku : Bahasa Indonesia

Jumlah Halaman : 374

(2)

DISKUSI/PEMBAHASAN REVIEW

Buku yang ditulis oleh Dr.Titon Slamet Kurnia, SH., MH. ini berawal dari membahas praktik Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) dalam memberikan Perlindungan HAM melalui pengujian undang-undang pada term pertama dibawah kepemimpinan Jimly Asshiddiqie (2003-2008) atau the Jimly Court.

Buku yang berjudul Interpretasi Hak-Hak Asasi Manusia Oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan maksud mengulas tentang Perlindungan HAM oleh MKRI pada term pertama 2003-2008 dibawah kepemimpinan Jimly Asshiddiqie ( the Jimly Court) melalui pengujian konstitusionalitas undang-undang.

(3)

Kerangka Hukum membahas tentang Pelanggaran HAM oleh Legislasor dan Hukum Internasional dan Praktik Negara Lain. Hak untuk Hidup menjelaskan tentang Penuangan Hak untuk hidup dalam aturan hukum, Makna dan Cakupan Hak untuk hidup, Interpretasi MKRI Atas Makna Hak untuk hidup dan tidak memadainya Argumen MKRI tentang Konstitusinalistas Pidana Mati. Hak untuk Bebas dari Diskriminasi Memaparkan tentang Penuangan Hak untuk Bebas dari Diskrimanasi dalam Aturan Hukum, Makna dan Cakupan Hak untuk Bebas dari Diskriminasi, Interpretasi MKRI Atas Makna Hak untuk Bebas dari Diskriminasi dan Koherensi Interpretasi MKRI.

(4)

Pembatas terhadap Penerapan Ketentuan Konstutisional tentang Pembatasan HAM.

Keunikan Buku ini adalah bagian akhir buku ini juga disertakan Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan buku dari beberapa pengertian yang pertama adalah Transformasi HAM ke dalam Bab XA UUD NRI 1945 mengandung makna membatasi HAM secara enumerative yang tidak sejalan dengan hakikatnya sebagai hak alamiah. Hal ini dapat berimpimplikasi negative terhadap pratif pengujian undang-undang jika MKRI lebih bersikap formalistik. Pendekatan historis menemukan bahwa penyusun perubahan UUD NRI 1945 memberikan pendasaran terhadap Bab XA UUD NRI 1945 dengan teori hak-hak almiah sehingga secara teoretis penuangan HAM ke dalam Bab XA UUD NRI 1945 Seyogianya bersifat deklaratif. MKRI merupakan human rights court yang fungsinya lebih luas dari sekedar Mahkamah Undang-undang Dasar dalam pengujian Undang-undang. Dalam praktif Pengujian Undang-undang oleh MKRI pada term pertama secara keseluruhan belum berhasil memajukan Perlindungan HAM.

(5)

ulang posisi MKRI saat ini dalam kaitan dengan isu perlindugan HAM melalui undang-undang, khususnya putusan-putusan yang telah dihasilkan sebagai proyeksi idel bagi putusan-putusan yang akan datang. Kurang berpihaknya MKRI terhadap kepentingan untuk memajukan perlindungan HAM perlu koreksi karena hal itu tidak sejalan dengan tuntutan fungsionalnya sebagai human rights court.

Buku ini sangat berguna bagi Mahasiswa ataupun aparat Para dosen untuk mebuat sebuah buku karena buku ini sudah bagus dan baik dengan secara detail dan lengkap membahas tentang Interpretasi Hak-hak Manusia Oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dan juga membahas tentang the jimly court.

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia, Departemen Hukum dan HAM menyambut baik dan memberikan apresiasi atas diterbitkannya Buku Ajar “Hak Asasi Manusia”, dengan diterbitkannya

Apabila suatu bangunan hukum di bangun tanpa hak asasi manusia yang merupakan penngawalan bagi hukum dalam merealisasi perwujudan nilai-nilai keadilan

Yang berjudul Hak Asasi Manusia ( Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat ) buku dengan jumlah halaman 305 ini lebih menekankan

Sub bab kelima mengenai HAM dalam pandangan negara dunia ketiga, konsepsi hak asasi manusia menurut Dunia Ketiga adalah menurut H.Gras.Espiel bahwa dalam dunia ketiga terdapat

Berdasarkan penelitian hak manusia itu tumbuh dan berkembang pada waktu Hak Asasi Manusia itu oleh manusia mulai diperhatikan terhadap serangan atau bahaya yang timbul dari

Rahayu, S.H., M.Hum seorang alumni dari Universitas Dponegoro ini membahas tentang Hukum Hak Asasi Manusia yang dimana dalam buku ini dijelaskan 5 bab yaitu pada Bab

39 Tahun 1999 pasal 1 angka 1, tentang Hak Asasi Manusia HAM yang menjelaskan bahwa pengertian Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat yang pada hakikat dan keberadaan

Menurut Teaching Human Right yang diterbitkan oleh perserikatan Bangsa- Bangsa PBB, Hak Asasi Manusia HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil